A KyuMin Fanfiction from

Kazha KazuhaJOY

Proudly Present :

"Be Locked by Soul"

Warning :

YAOI, Boyslove || Crime, Thriller and Romance || M Rated for little NC failed Queen of Typo(s) lol *Karena Dikutuk Hae._.v* || OOC || Psychopath!Kyu

Disclaimer :

KyuMin milik diri mereka masing-masing. As usually This Fic is mine.

all the stories in it purely hatched from my rotting brain, kkk~

This is my second work after Pink In The Blues ^^

so

CyberCrime paper Don't allowed! Especially Plagiarizm!

.

.

[ Note: Yossh… Minna akhirnya kita bertemu di penghujung Chapter ^o^, silahkan menikmatinya dan untuk minna yang telah mendapat pw silahkan tinggalkan jejaknya, sebagai hadiah terakhir untuk FF ini hihi.]

.

DON'T LIKE DON'T READ !

.

.

.

Happy Reading & enJOY!^^

.

Background Music: Hyuna feat Jang Hyungseung || B.A.P – ONE SHOT || MBLAQ – It's War ||

.

.

Chapter 10 part 1/2 end.

Sungmin terengah sambil memejamkan matanya, menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja berakhir. Tangan lembutnya menggerayami sekitarnya untuk menarik selimut.

Tapp!

Sungmin segera membuka matanya menatap Kyuhyun yang tengah tersenyum menyeringai, tangannya mengelus dan menciumi jemari Sungmin yang terulur mencari selimut itu. Sungmin menelan ludahnya dengan gugup—namun terlihat manis dan menggoda bagi Kyuhyun.

"Ayo kita bercinta lagi Ming~"

"Tidak—Hmpphhh!"

Kyuhyun tak membiarkan sungmin untuk bicara, bibirnya tak pernah biarkan terlepas lama dari bibir pinkish itu, lalu ia menghisapnya dengan dalam juga ganas untuk menguasai rongga mulut Sungmin.

Sungmin sendiri merasakan dadanya berdetak kencang, menahan hasratnya yang kembali dan berkali-kali dibangkitkan oleh lumatan sensual Kyuhyun.

Ya baru saja mereka menyelesaikan ronde pertama mereka, dan Kyuhyun langsung melumat bibirnya dengan ganas. Kyuhyun sepertinya tak bermain-main dengan ucapannya bahwa mereka akan menghabiskan malam ini dengan kegiatan ranjang.

"Hmpphh~"

Sungmin mengerang ketika merasakan junior Kyuhyun kembali membesar di dalam holenya. Kyuhyun lalu melepaskan lumatannya dan menatap Sungmin dengan tatapan berat dan membara.

"Aku selalu menginginkanmu Ming~" Kyuhyun mengecup leher jenjang Sungmin, lalu naik mengecup dagunya dan berakhir bibir M shape itu.

"Ahhh.."

Sungmin mendesah ketika Kyuhyun menarik keluar perlahan juniornya, lalu menarik dirinya dari atas kasur ke pangkuan Kyuhyun dan segera mengarahkan junior Kyuhyun kembali ke holenya.

Sungmin mengeratkan pegangan tangannya di bahu Kyuhyun, berusaha menetralisir kegugupan yang kembali ia rasakan.

"Anghh.."

Sungmin merintih ketika dengan cepat junior besar Kyuhyun memenuhi holenya, ia mendongak merasakan sakit dan nikmat tak terkira di saat yang bersamaan.

"Ahh~ Kyumphh~"

Suara erangan Sungmin tertelan habis oleh lumatan bibir Kyuhyun, lumatan yang sangat dalam sehingga saliva mulai mereka menghiasi dagu mereka. Tangan Kyuhyun akhirnya bekerja menekan pinggul Sungmin berusaha memasukkan batang juniornya yang masih tersisa di luar permukaan hole Sungmin, lalu ia menaik-turunkan pinggul itu dengan cepat sehingga Sungmin berguncang dan mengerang keras di dalam ciuman mereka.

Ketika Sungmin berusaha menaik-turunkan tubuhnya sendiri untuk mencari kenikmatan, Kyuhyun menurunkan salah satu tangannya untuk meremas gemas butt Sungmin dan melepaskan tautan ciuman mereka.

"Ahh~ Kyuhhh~ Ahh~ Ahh~"

"Mendesah terus Mingh..Dan sebut namaku"

Kyuhyun memperhatikan raut wajah Sungmin bersemu dan dialiri keringat, yang membuat Sungmin semakin terlihat seksi dan menggairahkan. Kyuhyun menggeram menahan hasratnya yang seakan membakar tubuhnya.

"Kyuhhh..hyuhh..Ahh~"

Sungmin menunduk memejamkan matanya dan memeluk tubuh Kyuhyun yang basah oleh keringat. Sungmin mendesah dan menegang saat junior Kyuhyun mengenai titiknya dan membuatnya ingin menjerit karena kenikmatan.

"Ahhh~Kyuhhh..T-Tungguuhh..Ahh"

Kyuhyun kembali menggerakan pinggul Sungmin dan beralih melahap nipple Sungmin yang telah membengkak karena ronde pertama mereka. Sesekali Kyuhyun menjilati ujung nipple itu untuk menggoda Sungmin, lalu menghisapnya dengan kuat.

Sungmin bagaikan tak diberi satu tarikan napas pun untuk tidak merasakan kenikmatan yang Kyuhyun berikan padanya.

"Kyuhh..Ahhh~"

Sungmin benar-benar tak bisa memikirkan apapun saat ini, Kyuhyun terus menerus memasuki tubuhnya, menyentuh seluruh tubuhnya dengan lembut dan tentunya meninggalkan jejak-jejak menjelajahi tubuhnya dengan bibir kissablenya. Membuat Sungmin merinding seakan melayang.

Keduanya begitu menikmati setiap sensasi gesekan, rengkuhan basah, deru tarikan napas yang saling bersahutan.

Melihat Sungmin yang menggigit sebelah bibirnya, membuat Kyuhyun tak tahan untuk kembali melumat bibir yang telah membengkak karena ulahnya itu dengan ganas. Tangan dan gerakannya yang bekerja diseluruh tubuh Sungmin membuatnya gila akan tubuh yang mengeluarkan wangi vanilla itu, sehingga ia menggenjot tubuh Sungmin dengan tempo cepat dan sedikit menggila.

"Ahh..Ahh..Kyuhh.."

Keduanya bergetar dan terlena akan kenikmatan yang terus menerus melanda mereka.

"Kau sangat nikmat Mingh~"

Kyuhyun memejamkan matanya sambil menghisap kuat leher Sungmin, saat rasanya akan segera sampai, Kyuhyun menancapkanmiliknya dengan dalam dan menyemburkan cairannya dengan banyak di dalam tubuh Sungmin.

"Kyuhhh…"

Sungmin mendesah lega dan terengah merasakan cairan Kyuhyun menyembur hangat memenuhi holenya.

"Kyuhh j-janganhh..Ohh~"

Kyuhyun tiba-tiba menggapai juniornya dan mengocoknya dengan cepat, membuat dia pun kelimpungan tak bisa menahan lagi kenikmatan yang menderanya, dan akhirnya Sungmin mengeluarkan cairannya di tangan Kyuhyun dan dada telanjang mereka berdua. Sungmin memejam terengah dengan lemah dan menjatuhkan kepalanya ke bahu Kyuhyun.

.

Beberapa Jam Kemudian..

.
Kyu memandang tubuh Sungmin yang sudah terbaring kembali diatas kasur yang sudah berantakan dan dipenuhi cairannya dan Sungmin, pandangan jatuh pada kaki Sungmin mengangkang lemas, lalu menatap bibir seksi Sungmin yang telah membengkak hingga membuatnya semakin seksi, kissmark buatannya yang menghiasi seluruh tubuh Sungmin, mulai dari ujung kaki hingga punggung Sungmin. Kyuhyun menggelengkan kepalanya memperhatikan Sungmin yang terus saja menggoda, yang bahkan entah sudah berapa kali Kyuhyun terus mengerjainya.

Sungmin menatap horor Kyuhyun yang terlihat masih memandangnya dengan tatapan bernafsu, ayolah, dirinya sudah Kyuhyun buat tak berdaya seperti ini, masihkah tega untuk memasukinya?

"Kyu~Aku butuh istirahat"

Grepp

Kyuhyun langsung mendekapnya dengan lembut, lalu dia tersenyum memandang Sungmin yang tengah tersenyum damai dipelukannya. Kyuhyun tersenyum dan mengusapnya kepala Sungmin dengan lembut.

"Tidurlah Ming, ini sudah jam 5 pagi. Aku akan menjagamu sampai kau bangun"

Be Locked By Soul

Kazha KazuhaJOY Present

Kyuhyun memandang pintu kamar mandi yang di dalamnya terdapat Sungmin, Ya setelah aktivitas ranjang mereka sampai jam 5 pagi itu, tiba-tiba beberapa jam setelah itu Sungmin terbangun dan merutuk kesal dengan segala cairan-cairan menyengat yang menempel di tubuhnya, Kyuhyun sekilas tersenyum mengingat hal tersebut.

Namun senyumannya itu segera menghilang ketika mengecek pesan yang berkali-kali masuk sejak tadi, ia menggeleng kesal. Lalu ia kembali memandang pintu tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan, seperti ada sebuah hal yang mengganggu pemikirannya berkali-kali. Kyuhyun segera berbalik dan berniat meninggalkan kamar itu.

Cklekk

"Loh K-kyu, kau sudah sangat rapih. Mau kemana? Aku belum menyiapkan sarapan untukmu"

Sungmin segera keluar dari kamar mandi dengan tangan yang masih berkutat mengikatkan tali bathrubnya. Kyuhyun segera mengaitkan jemarinya pada gagang pintu dan menoleh.

Kyuhyun tersenyum memperhatikan wajah manis Sungmin, yang tak pernah berhenti membuatnya damai "Aku ada urusan mendadak Ming, dan aku harus pergi secepatnya" Lalu ia kembali melangkahkan kakinya yang sempat terhenti "Aku sangat ingin sarapan bersamamu, tapi rasanya aku harus segera mengurus hal ini"

Sungmin hanya ber'oh ria, lalu tersenyum hangat "Kalau begitu pulang cepat ya, karena untuk menu hari ini aku akan membuat Sup kesukaanmu"

"Aku tak yakin akan pulang cepat dan kembali kesini Ming"

Sungmin menyerngit heran tak mengerti "Apa maksud dari ucapanmu itu, kau seperti akan pergi jauh dan dalam bahaya—Jankkaman, a-apa yang akan kau lakukan Kyu?!"

Sungmin bukan seorang yang polos dan naif, dia tahu betul kata-kata aneh yang Kyuhyun lontarkan itu adalah pasti berhubungan dengan dendam dan kejahatannya. Jangan-jangan Kyuhyun akan..

Pikirannya menjadi kalut seketika dan dengan cepat ia segera mendekati pintu.

Brakk!

"Buka pintunya! Kyu jawab aku! Apa yang akan kau lakukan?! Cepat buka pintunya!" Pintu itu terkunci rapat sebelum Sungmin berhasil meraih Kyuhyun.

Kyuhyun sekilas tersenyum miring di balik pintu itu "Kau sangat mengerti maksudku Ming, aku akan berusaha kembali dan tetap menjagamu"

"Kyuhyun! Cho Kyuhyun! Buka pintunya!"

Kyuhyun segera meninggalkan kamar itu dan mengabaikan teriakan-teriakan Sungmin. Lalu ia berjalan dengan dingin menuju pintu gerbang kediamannya, dan berdiri angkuh menunggu mobil ford kesayangannya yang sedang diambil oleh salah satu penjaganya.

Sekilas ia membenarkan posisi revolver dan alat peredam suara yang tersembunyi dibalik tuxedonya, semuanya harus sempurna di hari ini, Ya Kyuhyun harus mendapatkan hasil yang sempurna.

Matanya memanas menatap sebuah foto yang sudah terlihat menguning, tangannya bergetar memegang foto tersebut, lalu ia tersenyum hambar.

'Ibu, hari ini tepat 15 tahun kau meninggalkanku, dan hari ini pula orang itu akan merasakan hal yang sama dengan kita'

Tangannya terkepal erat menahan emosi, dan matanya menajam merah teralih untuk menatap Langit pagi yang begitu hangat –yang bahkan hal itu tak bisa menghangatkan hatinya.

Tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi.

From : xxx

Subject: Nona Sunkyu

Aku sudah memastikan bahwa nona Sunkyu dalam keadaan sendiri dan bebas, dia tidak diikuti oleh orang-orang Nyonya Park atau siapapun. Tuan bisa pergi menjemputnya sekarang.

Kyuhyun tersenyum mengerikan membaca email yang baru saja masuk, sepertinya Nyonya Park lupa untuk melindungi sang anak tercinta hari ini, dasar wanita bodoh! Keteledoran yang ia lakukan akan berakibat fatal. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

Tinn!

Seorang penjaga segera turun dari mobil yang kini ada di hadapannya "Silahkan Tuan"

Kyuhyun mendecih pelan "Kenapa lama? Aku menyuruhmu mengambil mobil di garasi, bukan membelinya" dia segera naik dan menghidupkan kembali mobil itu.

Penjaga itu tergagap dan menggeleng, ia ketakutan melihat Kyuhyun yang menatapnya dengan tajam "Ah—Ani, tadi s-saya ke toilet sebentar dan—"

Sebelum penjaga itu menyelesaikan ucapannya, Kyuhyun sudah menghilang dari pandangannya dan melajukan mobilnya dengan cepat.

Be Locked By Soul

Kazha KazuhaJOY Present

"Bagaimana apakah Nyonya Park belum memberi kabar lagi?" Tanya Minho yang duduk di sebuah café outdoor. Dia mendekatkan mic kecil yang terselip di balik jaket hitamnya lalu memperhatikan Restoran yang ada di sebrang jalan, Restoran yang merupakan tempat pengintaiannya.

"Belum, padahal dia bilang akan kemari tepat pukul sembilan" Suara Donghae di sebrang earphone terdengar sedikit panik.

"Oii..Changmin, bagaimana apa kau sudah bisa melacak dia sekarang dimana?" Tanya Donghae dengan tidak sabar pada Changmin yang memang kini tengah bersamanya.

"Eoh..Sinyalnya bergerak dari daerah Apgujeong, dan mungkin sekitar 15 menit lagi dia sampai disini" Ujar sampai setengah berbisik.

"Bagus pakar IT Shim, aku sudah menunggu disini hampir 1 jam lebih untuk Nyonya tua itu"

Minho tersenyum ke arah Zhoumi yang menemaninya disana, menyamar sebagai orang biasa. "Ya Bagus, karena aku pun tak sabar untuk segera memojokkannya!"

Be Locked By Soul

Kazha KazuhaJOY Present

Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyumannya ketika dia terus menerus mengingat bagaimana bodohnya Sunkyu yang tanpa henti mengganggunya dan setiap kali pasrah saat bertemu dengannya seperti merelakan nyawa padanya.

Hari ini Kyuhyun rela menelantarkan pertemuan-pertemuan penting dengan pengusaha Amerika yang ingin bekerja sama dengannya, ayolah tanpa bekerja sama dengan mereka pun, masih akan banyak stakeholder yang mencarinya dan memberi keuntungan lewat otak jeniusnya. Maka dari itu dia merelakan pertemuan itu untuk peristiwa penting yang tak boleh ia lewatkan hari ini.

Setelah hari kemarin sang adik tiri merengek padanya, Sunkyu meminta hari ini untuk membantunya mencari informasi tentang Sungmin, dan tentu saja Kyuhyun tidak mengiyakannya dengan mudah, sebelum akhirnya Sunkyu berlutut mengenaskan dihadapannya.

Ya walaupun awalnya ini merupakan pertemuan yang diatur adik tirinya itu, namun bukanlah Kyuhyun namanya jika dia tak menggunakan kesempatan emas ini untuk membunuh Sunkyu. Lagipula jika adik tirinya itu tidak memintanya bertemu di hari ini, Kyuhyun tentunya akan menghubungi Sunkyu itu untuk bertemu dengan alasan tertentu.

Kyuhyun tiba-tiba tergelak sendiri membayangkan pembalasan yang akan segera ia lakukan, membayangkan wajah Nyonya Park yang sangat menderita dan menangis pilu meratapi sang anak tercinta nantinya sudah tak bernyawa. Rasanya Kyuhyun sudah bisa mencium aroma keterpurukan dari seorang Nyonya Park.

Ah! Kyuhyun langsung teringat tentang hal itu dan langsung mengambil ponselnya. Dengan senyuman mengerikan Kyuhyun mengetikkan beberapa kata untuk ia kirimkan pada Nyonya Park.

Eomma, aku ingin bertemu di pantai favoritmu, aku ingin membicarakan hal gawat.

Kyuhyun melempar ponselnya dengan asal, ia memandang mobil-mobil yang ada di hadapannya dengan tajam. Tangannya terkepal erat memegangi kemudinya, seketika keringatnya mengucur deras dari dahinya.

Hari ini persis dengan hari itu, dimana cuacanya terlihat cerah namun beraroma dingin seakan ingin menumpahkan air hujan dari awan-awan indah itu. Kyuhyun berusaha mengendalikan dirinya, mengendalikan rasa sakit yang tiba-tiba mendera kepalanya. Demi apapun Kyuhyun akan mengabaikan rasa itu di hari penting ini.

Matanya menangkap siluet Sunkyu yang berdiri di pinggir café, Kyuhyun segera menghentikan mobilnya dan menyapa Sunkyu dengan senyuman palsu.

"Maaf membuatmu menunggu lama, tadi aku hampir lupa dengan pertemuan kita hari ini"

Ujar Kyuhyun dengan penuh kebohongan, yang kenyataannya mana mungkin Kyuhyun melupakan hari penting ini, hari yang ia tunggu-tunggu selama 15 tahun lamanya.

Ia melihat Sunkyu berlari kecil memasuki mobilnya "Tak apa oppa, lagipula barusan aku sarapan terlebih dahulu" ujar Sunkyu sambil tersenyum dan sekilas menyimpan tas kecil yang tersampir di bahunya, ke atas pangkuannya.

Kyuhyun menyeringai 'Dan kau tahu, Itu akan menjadi sarapan terakhirmu di dunia ini'

"Ah iya, aku mendapat informasi bahwa Sungmin pernah mengunjungi pantai Eurwangni. Bagaimana jika kita mulai mencari dari sana?" Tanya Kyuhyun tanpa sedikitpun menoleh.

Sunkyu langsung mengangguk setuju, lalu menunduk dalam "Baiklah oppa. Aku harap disana aku dapat menemukan Sungmin oppa"

Sepanjang perjalanan, tak ada perbincangan yang tercipta, hanya sebuah pembicaraan satu arah dimana Sunkyu terus menerus membicarakan Sungmin, yang tentunya Kyuhyun tak menanggapinya. Dia pura-pura fokus untuk menyetir.

Dan Tak perlu waktu lama untuk menuju pantai yang memang dekat dengan kota Seoul tersebut, lagipula ini hari senin mobil-mobil yang menuju ke arah pantai Eurwangni, volumenya lebih sedikit sehingga saat mereka sampai pun, keadaan di pantai itu masih sepi mengingat ini baru menginjak pukul 10 lebih.

"Udaranya masih segar oppa dan aku suka disini masih sepi!"

Sunkyu segera turun dan berlari kecil menuju pantai itu, Kyuhyun membiarkan Sunkyu menikmati pemandangan dan permainannya di atas pasir itu.

Kyuhyun sekilas merogoh saku tuxedonya mengeluarkan revolver terbaiknya lalu mengisikan pelurunya dan menarik pelatuk tokarevnya. Setelah itu persiapan terakhirnya adalah memasang alat peredam di ujung revolver tersebut dan revolver ini siap Kyuhyun gunakan untuk membunuh Sunkyu!

Kyuhyun menghela nafasnya sekilas, sebenarnya dia benci memakai alat peredam, dia lebih suka mendengar desingan peluru yang keluar dari selongsongnya, seperti sebuah melodi yang menghantarkan peluru tersebut mengenai buruannya. Namun jalan setapak yang terdapat di pinggir pantai ini, bagaimanapun akan ada peluang siapapun yang melihat aksinya, sengaja ataupun tidak. Jadi lebih baik dia menyempurnakan aksinya dengan memakai alat peredam saat ini.

Kyuhyun segera membuka pintu mobilnya dan berjalan perlahan mendekati Sunkyu yang tengah terpejam menikmati hembusan angin laut yang menerpa tubuhnya. Senyuman iblis itu terukir dengan indah di bibir kissable Kyuhyun.

"Park-Sun-Kyu.."

"Kenapa kau memanggil namaku dengan—O-oppa a-apa yang kau lakukan?"

Sunkyu membulatkan matanya tak percaya, melihat Kyuhyun yang 2 langkah dekat tubuhnya tengah menodongkah sebuah pistol ke arahnya, tangannya bergetar memegang tali tasnya yang tergantung di bahunya.

"Coba kau tebak apa yang akan kulakukan Park Sunkyu?"

Kyuhyun menggerakkan kepalanya dan tersenyum menyeringai melihat ekspresi menyedihkan yang ditunjukkan Sunkyu, inilah waktu yang sangat Kyuhyun tunggu-tunggu. Dengan tangan kanan yang masih terjaga menodongkan pistol, tangan kiri merogoh ponselnya, lalu menekan beberapa angka lalu menyimpan ke telinganya.

"Halo Ahjumma, ah—Aku sudah berada di pantai. Apa kau tak berniat menyelamatkan anakmu Park Sunkyu?"

Kyuhyun semakin menguatkan senyuman iblisnya, mendengar perkataan panik yang keluar dari speaker ponselnya. Ya, Ahjumma itulah sebutan ibu tirinya yang seharusnya tetap ia panggil dari dulu, apakah Nyonya Park masih mengingatnya? Itu bahkan kenangan 'manis' yang takkan pernah terhapus dari ingatannya.

Kyuhyun berpura-pura membidik bagian-bagian tubuh Sunkyu, seakan sedang menembakinya.

"Ah maaf Ahjumma, kau tahu aku tak pernah sudi memanggil kalian dengan sebutan Cho. Kau harus segera kesini menyelamatkan Sunkyumu itu sendiri atau jika tidak.."

Pipp.

Kyuhyun dengan sengaja menutup pembicaraan itu dan melemparkan ponselnya ke atas pasir lalu menembaknya. Bukankah Kyuhyun orang yang sangat jenius dan rapih, Kyuhyun tak akan meninggalkan kesempatan untuk dilacak keberadaannya oleh sang ibu tiri. Biarkan dia berusaha sendiri mencari pantai ini.

"O-oppa apa maksudmu melakukan ini, kau bercanda'kan?"

Sunkyu terlihat panik setelah Kyuhyun menembak hangus ponselnya sendiri, terlebih dia baru saja menelpon ibunya dan mengatakan hal yang mengerikan. Segera dia merogoh tasnya mencari sesuatu.

"Aku tak pernah bercanda tentang hal ini, kau tahu ini adalah tempat kematian ibuku. Tempat kematian ibuku, yang akan kujadikan kuburan dan pembalasan pada ibumu itu!"

Kyuhyun menggeram sekilas, matanya memerah memperhatikan geburan-geburan ombak yang menyentuh pasir itu. Lalu menatap Sunkyu dengan benci.

"Hari ini aku akan memberitahumu, bagaimana ibumu tercinta itu adalah seorang pembunuh! Seorang pembunuh keji yang gila harta sehingga dia tega membunuh sahabatnya sendiri di atas butiran pasir—"

"Turunkan pistolmu Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun tertegun sejenak mendengar seseorang memotong ucapannya, dan suara seseorang itu suara orang yang dia sayangi, Kyuhyun segera menoleh dengan tajam dan membulatkan matanya tak percaya.

"S-Sungmin oppa!"

"S-Sungmin, apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Kyuhyun dengan panik.

Kyuhyun benar-benar tak mengerti, bagaimana Sungmin ada disini bukankah dia telah mengunci Sungmin di kamarnya? Lalu darimana Sungmin mendapatkan pistol yang saat ini menodong dan terarah untuk menembaknya.

Sungmin tersenyum getir, tangannya bergetar memegang pistol itu dengan kedua tangannya. Sekilas dia menatap Sunkyu dengan pedih "Cepat turunkan Kyu! Atau aku yang akan menembakmu!"

Teriakannya terdengar parau memecah suara ombak yang mengalun menghiasi keadaan mereka. Mungkin saat ini Kyuhyun tengah berpikir bagaimana caranya ia berada disini dan keluar dari kamar itu.

Kyuhyun takkan pernah tahu bahwa Sungmin semenjak melunak pada Kyuhyun, diam-diam dia menyimpan salah kunci kamar itu. meskipun saat itu Sungmin tak tahu kenapa ia harus menyimpannya, namun akhirnya dia mengerti firasat dan takdir memberi penjelasannya untuk peristiwa saat ini.

Dan Sungmin tak mungkin bisa pergi kesini dengan melewati berpuluh penjaga di kediaman Kyuhyun, alasan kenapa mobil Kyuhyun datang dengan terlambat ke hadapannya adalah jawabannya. Saat itu dia yang dengan cepat mengganti bajunya, segera membuka pintu kamar itu dan langsung lari ke garasi lewat pintu dekat pantry dan dia bertanya pada penjaga yang sedang menyalakan mobil, apakah Kyuhyun akan menggunakan mobil itu dan ketika penjaga itu mengangguk dia berusaha membujuknya agar membiarkannya bersembunyi dalam bagasi dan mengatakan bahwa Kyuhyun dalam keadaan bahaya dan hanya dialah yang bisa menyelamatkannya.

Dan sebuah keberuntungan karena penjaga itu termasuk penjaga yang sedikit punya hati, ketika Sungmin memelas dan meminta jangan memberitahu siapapun.

Dadanya sesak melihat Sunkyu yang tengah dalam keadaan bahaya di tangan Kyuhyun, namun juga dia tak tega melihat sorot kepedihan dan amarah yang terpancar dari mata onyx itu. Dia tak tahu harus melakukan apa, dia tak tahu bagaimana perasaannya melihat mereka berdua. Di satu sisi dia tak ingin Sunkyu terbunuh di tangan Kyuhyun, dan sisi lain dirinya memegang janji terhadap sahabat Kyuhyun untuk mengembalikan Kyuhyun yang sebenarnya. Dan juga..

Ini membuat Sungmin sakit, memang pada dasarnya Sungmin merencanakan ini untuk membalaskan semua nyawa-nyawa yang telah hilang oleh Kyuhyun, pada awal dia terkurung pun, Sungmin sudah menyiapkan sebuah pistol untuk membunuh Kyuhyun, namun tiba-tiba hati nuraninya luluh dan tak bisa menyakiti Kyuhyun tanpa alasan. Hatinya tiba-tiba saja melembut untuk Kyuhyun..

Dan saat sekarangpun dia tak bisa menarik pelatuk itu dengan mudah, janji dan perasaan itu kembali hadir memenuhi ruang hatinya.

Sedangkan Kyuhyun menggeram melihat Sungmin tetap menodongkan pistol itu, dia kecewa ketika Sungmin berada disini dan berusaha menyelamatkan wanita ini.

Kyuhyun segera menggeleng "Pergi dari sini Ming! Aku tak ingin kau melihat apapun! Jika kau mencoba menyelamatkan wanita ini, itu terlambat! Karena aku takkan pernah melepaskannya!"

"Gomawo Sungmin oppa, kau membantuku untuk mengulur waktu"

"Apa yang kau katakan Sunkyu, menyingkirlah dari sa—"

"Argghh!"

"—na"

Matanya Sungmin membulat seketika, menyaksikan hal yang tak pernah terpikirkan olehnya, tangannya terkulai lemah membiarkan pistol itu jatuh ke atas pasir dengan bebas. Ia masih tak percaya dengan pemandangan yang nampak di depan matanya itu.

Darah itu mengalir dengan pekat menghiasi tubuh itu, kepanikan langsung melandanya dan membuatnya berlari untuk mendekati tubuh itu.

"Tidakk!"

.

.

.

To Be Continued

Finish and Complete writing on 14-01-28

Hohoho~

Kenapa dibuat 2 part end chapnya, karena panjang 8.600 kata lebih _

Ahaha soal adegan ehem eum..saya gatau itu ah, mungkin failed yak karena saya gamau edit ulang._. #ditabokMinna

Yosshhh.. apa masih penasaran buat part ending Chapnya?

Banyak yang bertanya kenapa saya menghilang lama banget, pas posting chap 09 saya lupa jelasin. Waktu itu hampir sebulan setengah saya di rawat di rumah sakit, dan untuk ada aja, bulan februari kemaren laptop saya ngadat =_=" males benerin karena tekor beli ini itu Kyumin fufufu~

P.S Oia buat semua nagih new chap dari ff yang lainnya, yang sabar aja yak. Soalnya jiwa Psycho Kyu.a lagi kuat banget nempel, jadi kepikiran terus Fic ini..fufufu~

Lagian si ilham lagi rajin ngasih imajinasi BLBS ini._. #lagi-lagi si ilham di kambinghitamkan#

Akhir kata, See U at the last Chap^^/