aduuuuuuh,ini kok saia updateny dikit-dikit bangett sih?grrr,gak dapet feel bukan bikin panjang...hiks,maafkan saia T^T

makasih untuk reviewny ^^ dan sudah mau mengikuti fanfic ini dari awal hingga chap ini...tenang,tamatny masih jauh kok -plak-

untuk swandie : yup,weiss ini musuhny om vinny di DoC...setting fic ini sebulan setelah tamatny DoC...dan setelah saia pikir-pikir,fanfic ini ngasih spoiler,tidaaaaaaak...semoga engga ada yang sadar -plak-

well,please enjoy this fic...dan semoga untuk ke depanny saia bisa ngetik lebih panjang _ _"

Final Fantasy sepenuhny milik SE


Past Seven : Present or Past?

"Hojo!" Vincent terbang ke dalam Crystal Cave dalam wujud Chaosnya.

"Hah, dan aku kira kalau kau kehilangan seseorang yang sangat berarti untukmu kau akan bersedih." Weiss menyeringai. "Sama seperti ketika kau kehilangan Lucrecia."

"DIAM!" Vincent mengacungkan Death Penalty ke arah Weiss. "Aku akan mengirimmu ke Lifestream. Meski pun itu hal terakhir yang aku lakukan."

"Hah, silahkan coba, Vinny!" Weiss langsung menembakkan Gunblade miliknya ke arah Vincent.

Dalam sekejap peluru berterbangan di dalam Crystal Cave. Weiss masih terus menembak dengan membabi buta sambil tertawa terbahak-bahak, sementara Vincent hanya bisa menghindar dan tidak sanggup membalas serangan Weiss yang cukup cepat itu. Ia menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, menunggu musuhnya lengah.

Itu dia! Yang dinantikan telah hadir! Dengan gesit Vincent terbang ke atas Weiss lalu menembaknya. Namun Weiss menyadarinya, ia pun sempat menghindar.

"Ha, apa itu yang terbaik darimu, Vincent? Ternyata dugaanku tidak salah, kau memang tidak berguna!" Teriak Weiss.

"Dulu, aku memang tidak berguna. Tapi sekarang, aku sudah berubah," Vincent berdiri di belakang Weiss. Tangan kirinya menembus tubuh pria di hadapannya.

Bersamaan dengan itu, terdengar letusan pistol. Sebuah peluru melesat dengan cepat ke arah kristal, dan...

'Traaang'

Peluru itu berhasil menghancurkan kristalnya, dan sekarang tertanam di dada Lucrecia yang sudah berlumuran darah.

"Lucreciaaaa!" Vincent melepaskan tangannya, kemudian terbang menuju tempat wanita itu terbaring.

Suara tawa Weiss menggema, meski pun darah mulai keluar dari mulutnya, namun ia terus tertawa. "Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihatmu menderita seperti ini, Vincent... Kau...kehilangan orang yang berarti untukmu, untuk yang kedua kalinya. Kau, kehilangan Lucrecia sebanyak dua kali... Bisakah kau bayangkan itu?"

"Kalau begitu," Weis mengangkat tinjunya ke udara tinggi-tinggi. "Tunggu aku di sana, saudaraku. Maaf...aku telah mengecewakanmu..."

"Lucrecia!" Vincent ingin mengeluarkan sebuah Materia berwarna hijau, namun seseorang menghentikannya.

"Kalau kau menolongnya, ibu tidak akan pernah bisa kembali ke Planet."

Vincent menggerakkan tangan kanannya, bermaksud untuk mengambil senjatanya. "Sephiroth." Namun lagi-lagi Sephiroth berhasil menghentikannya.

"Vin...cent..." Suara lirih seorang wanita terdengar.

"Lucrecia."Vincent yang sudah kembali ke sosok aslinya menatap wanita itu.

Yang dipanggil hanya tersenyum, kemudian menyerahkan sebuah Materia berwarna abu-abu. "Weiss bermaksud untuk menggunakannya... Tapi Sephiroth...berhasil merebutnya kembali."

"Merebutnya? Apa maksudmu?"

"Materia ini, tercipta dari sel Jenova yang ada di dalam tubuhku," jawab Lucrecia pelan. "Kau ingat, ketika kita pertama kali kita bertemu...di sini? Setelah kau mengatakan...kalau anakku sudah tewas...aku mencari cara, agar bisa menyusulnya... Namun sel Jenova yang ada dalam tubuhku, Planet tidak mau menerimaku... Lalu aku berpikir...bila sel ini, bisa dimasukkan, pasti ada...cara, untuk mengeluarkannya..."

Lucrecia mengecup Materia itu dengan lembut, lalu memberikannya kepada Vincent. "Selama tiga tahun ini...aku mencari cara...dan berhasil... Namun kemudian... Weiss bangkit... Hojo... Aku tidak bisa menggunakannya bila dia ada di sini... Jika dia tahu, sesuatu yang buruk akan terjadi... Oleh karena itu aku, masuk ke dalam kristal ini."

"Aku rasa kau sudah tahu kan, fungsi dari Materia abu-abu itu?" Tanya Sephiroth yang sedang bertumpu di atas kedua lututnya sambil menahan tubuh ibunya agar tidak jatuh lagi.

"Mengembalikan mereka yang sudah kembali ke Planet."

Sephiroth mengangguk. "Cara kerjanya sama seperti Summon Materia. Hanya saja..."

"Ketika kita memikirkan orang yang ingin kita hidupkan kembali, sel ini akan pergi ke Lifestream, lalu masuk ke dalam Mako yang mewakili orang tersebut. Dan Planet akan menolaknya, mengeluarkan dia dari Lifestream, lalu dia hidup lagi... Paling tidak, itulah teorinya..." Lucrecia memotong kalimat anaknya. "Maafkan aku, Vincent. Aku tidak yakin, apakah kau bisa menyelamatkan Yuffie dengan ini."

"Tapi kau..."

"Masa depanmu, adalah dengan Yuffie, Vincent. Sebab aku, hanyalah masa lalumu... Masa lalu, yang tidak pernah dan bisa kau miliki..." Lucrecia menyentuh pipi Vincent yang dingin.

"Kau harus memilih, Vincent. Tapi aku tidak akan membiarkan kau memilih ibuku."

"Tampaknya aku tidak punya pilihan lain," Vincent tersenyum. "Terima kasih, Lucrecia. Kau selalu membantuku. Sementara aku... Apa yang aku lakukan untukmu?"

"Kau, sudah membuat hidupku bahagia. Meski hanya sesaat. Dan paling tidak, hanya ini yang bisa aku lakukan, untuk menembus kesalahanku di masa lalu, kepadamu..."

"Kau tidak pernah mempunyai dosa kepadaku, Lucrecia, tidak pernah." Vincent mengecup lembut punggung tangan Lucrecia. "Apakah, kau sudah memaafkanku?"

"Apa yang harus aku maafkan? Kau tidak pernah berbuat salah kepadaku. Dan kau tidak perlu meminta maaf, tanpa kau minta, aku sudah memaafkanmu."

Perlahan tubuh wanita itu mulai menghilang. "Terima kasih, Vincent. Karena kau tidak memilih masa lalumu."

"Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, Lucrecia..." Vincent melepaskan kepergian Lucrecia bersama dengan Sephiroth.

Aku, melakukan hal yang benar kan?

Lucrecia...


jujur,saia lupa sama plot mengenai materia abu-abu ini...awalny tuh mau saia bikin jadi apa yah?karena lupa,beberapa hari belakangan ini saia baca-baca penjelasan mengenai lifestream,mako,sel jenova,dan sebagainy dan sebagainy...ngerasa ada yang kurang,tapi mau gimana lagi?saia cuma bisa mudeng dan paham sebatas ini,hiks :(

ngerasa ada sedikit OOC _ _"...anyway,read and review please :)...masih kurang puas dengan penjelasan materia abu-abu ini _ _"