Koskosan 10 !
Hiks.. uu..uuu.. UAAAAAAA!!!!!!
Akhirnya.. akhirnya.. tinggal beberapa chap lagi, ni penpik abis..
Hiaaa~~
Senanng~~
Akhirnya, Naruto koskosan bisa mencapai chappi 10 !!
Hu..hu.. HUAAAAAA~~~~
Terharuu.. Beo sungguh terharu…
Makasih buat semua yang uda rajin ripiu Beo..
Beo ucapkan terimakasih kepada :
Charlotte.d'Cauchemar, Wolfie von Mudvayne, , KuroNezumi, Niero-SilvaUchiSa, , Sefa-sama, bloominpoppies, BrunoNadhGravano, sabaku no panda-kun, lovely lucifer, Chika de Semut Rang-Rang, dan para peripiu lain yang selalu dengan senang hati (masa?) ngeripiu nih Pik…
Beo.. Beo.. BEO TERHARUUU!!!
Hiks.. huhuhuhuu…
Makasih semuanya.. ripiu kalian bener-bener berguna banget buat Beo..
: 3
*nunduk dalem-dalem..
Ok! Daripada Beo ntar ngocehnya lebih panjang lagi, Mari kita mulai Chap 10 ! xDD
========== (=_=) =============
Disclaimer : Naruto punya Beo ! katanya, Sasuke ama Masashi kishimoto udah ngasih ke Beo.. *digampar semua orang.
Warning : Lime, Yaoi, Lemon, OOC, Oc..
Ok.. enjoy~~ :3
------------ (=_=) --------------
'Iya.. tunangan dengan Nona Hinata.' Kata-kata tersebut terus mengiang-ngiang di kepala Sasuke.
"Sas.. gapapa ?" Tanya Naruto kuatir.
"Eh ?? eng.. iya. Enggak apa-apa.. kepalaku sakit.. itu aja…" ucap Sasuke yang terus memegangi kepalanya.
======== (=_=) ==========
Kost-kostan
======== (=_=) ==========
"Okaeriii.. lha ? ko udah balik ?" Tanya Panda yang sedang minum susu kuda.
"Yah.. ada masalah ini-itu.. hahaha.." ucap Naruto sambil nyengir seperti biasa.
"Hoo.. ook.. kalian udah baikan ?" sambung Villeria yang lagi makan sate padang.
"Ude, dong.. kan dosa kalo berantem lebih dari seminggu.." ucap Sasuke santai.
"Hoo.. guut.. gut.." ucap Villeria ama Panda serempak.
"Jaa.. Sasuke, aku ke kamar duluan, ok ?" ucap Naruto yang langsung naik ke kamarnya.
Setelah diyakin Naruto telah masuk ke kamarnya dengan selamat sentosa, Sasuke menghela nafas panjang..
"Hhh.. ada-ada aja, sih.." gumam Sasuke
"Ngaapa, Sas ? ada problem lagi ? ayo cerita ama kita-kita.." ucap Kiba yang baru nongol.
"Hmm.. berhubung kita pren, jadi aku certain.." ucap Sasuke. Mukanya melemas.
"Jadi ? 5 W 1 H ?" ucap Lee yang sedari tadi ada disitu.
"5 W 1 H ? ude kaya pelajaran bahasa, noh !" ucap Beo yang baru masuk ke ruangan tersebut.
"Ko udah pulang ?" Tanya Panda dan Villeria bersamaan.
"Cabut.." ucap Beo polos.
"Dasar anak baik.." ucap Villeria ama Panda sambil mengelus kepala Beo, lalu mengemplangnya dengan lumayan keras.
Yang lain Cuma bisa sweatdropp.
"Ok.. bek tu de stori.. jadi, kenapa, Sas ?" Tanya Shikamaru.
"Naruto mau dijodoin.." ucap Sasuke lemas.
"WATDEPAK ?" teriak Kiba dan Neji.
"Sumpe, luh ?" teriak Panda dan Shikamaru.
"Ko bisa ?" teriak Lee yang disambung Villeria.
"Bagus, dong !" teriak Beo ga mau kalah, dan langsung mendapat bogem mateng dari seluruh manusia yang berada disitu.
"Ngaco, lu ! kaga dukung Sasuke, apaa?!" teriak Kiba histeris.
"Aela.. nyante, bro… kaya dipante.. canda saia.." ucap Beo dengan muka sok innocentnya.
"Jadi ? kok bisa Naruto dijodohin ?" Tanya Lee.
"Yah.. aku juga enggak ngerti.. tapi itulah yang sebenarnya." Ucap Sasuke.
"KITA MESTI BATALIN NOH TUNANGAN !!" teriak Panda dan Villeria sambil mengepalkan tangannya.
San mendapat anggukan pertanda setuju dari seluruh manusia disitu.
Dan tiba-tiba, ruangan menjadi gelap, terlihat spotlight yang menyinari sebuah meja bundar yang di duduki oleh orang-orang tadi.
"Jadi ? apa rencana kita ?" ucap Shikamaru sok ngeboss.
"Kita bunuh aja si Hinata.. gimana ?" ucap Neji polos.
Yang lain menatap Neji dengan tatapan Horor. Dan berfikir 'beginilah kalo orang pacaran ama psikopat..'
"Iya ! aku setuju ! trus, Hinata kita mutilasi, badannya kita potong-potong jadi 50 bagian, terus kita kuras darahnya, kita masukin ke kantong kresek.. trus—" ucapan Panda terhenti setelah dibungkam oleh Beo dan Villeria.
"Hah ! dasar psikopat lu pada !" ucap Kiba.
"Ah ! gimana kalo Naruto dihamilin aja ?" ucap Beo polos.
Seketika, semua mata langsung tertuju kepada Beo.
"W..What ? aku kan Cuma ngasi ide.." ucap Beo membela diri.
"GOOD IDEA, BEO !" teriak mereka semua lengkap dengan Toanya.
"Iya, ya.. kenapa enggak kepikiran ! kan kalo Naruto hamil, dia jadi ga bisa tunangan ama hinata !" ucap Lee semangat.
"Iya ! betul itu !" ucap yang lain serempak..
"Tapi.. emang Naru bisa hamil ? kan dia cowok..?" ucap Beo polos.
"………………….." semua terdiam semilyar bahasa.
"Biar kupastikan !" ucap Sasuke sambil berdiri dari kursinya.
"Sasuke jantan ! JENTELMEN ! semangat masa mudaa !!" teriak Lee dan Villeria sambil mengacungkan jempol kakinya.
Sasukepun melangkahkan kakinya kearah kamar Naruto, setelah tiba didepan kamar Naruto, Sasuke mengetuk kamarnya dengan lembut.
"Naru.. kamu didalam?" Tanya Sasuke.
"Ah.. Sasuke ? masuk ! ga dikonci !" ucap Naruto dari dalam kamar.
Tanpa basa-basi, Sasuke membuka pintu kamar Naruto perlahan, dan melihat sang Uzumaki sedang bertelanjang dada, dan hanya memakai boxer hitam bergaris orange-nya.
'OMG ! tahan ! Sasuke ! TAHAN ! jangan Sampe mimisan disini !!' batin Sasuke mulai panic. Sasukepun memegang erat hidungnya untuk menahan darah agar tidak keluar.
"Sas ?? kenapa ?" ucap Naruto sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke.
Seketika, munculah 2 Chibi di atas Sasuke, Chibi di sebelah kiri berwarna merah pekat, bertanduk, dan memegang tongkat yang bentuknya seperti garpu.
Yang sebelah kanan, berwarna putih bersih, bersayap, dan ada lingkaran malaikat dikepalanya.
"Hajar ude, Sas ! kapan lagi dapet kesempatan kaya gini ! lagian uda lama ga nyentuh Naruto, kan ? Udee !! hajarr !!" ucap Sang Chibi merah.
"Jangan, Sasuke ! kan kamu baru aja baikkan sama Naruto ! kalo nanti dia marah lagi sama kamu gimana ??" ucap Chibi putih.
"Banyak bacot, luh ! biar aja, ngapa !!" teriak si chibi merah pada chibi putih.
"Ini demi Sasuke !" balas si Chibi putih.
Chibi merah dan putih itu saling adu bacot di atas kepala Sasuke, dan membuat Sasuke keliyengan seketika.
"Sas ? kamu kenapa ? demam ? mukamu pucat !" ucap Naruto sambil mendekatkan dahinya ke dahi Sasuke.
Seketika, adu bacot itu dimenangkan oleh si chibi merah, dan sang chibi putih ditendang jauh.
Sasuke kehilangan akal sehatnya, ia mengunci pintu Naruto dengan cepat, mendorong Naruto ke tembok terdekat, serta mengunci kedua tangan Naruto dengan lengan kekar Sasuke.
"S..Sas ?" ucap Naruto yang masih kaget.
"Naru.. Naruto.. aku kangen.." bisik Sasuke lembut di kuping Naruto.
Naruto bisa merasakan nafas hangat Sasuke di kupingnya.
"Sashh.. cu..cukup.." erang Naruto. Mukanya kini semerah tomat.
"Hmm? Cukup ?" bisik Sasuke sambil mengigit lembut kuping Naruto.
"Sashhn.. mmn.." erang Naruto.
Sasuke beralih dari kuping Naruto, ke pipinya, dan berhenti di bibir pink Naruto.
Sasuke melumat bibir lembut itu dengan penuh nafsu. Menggigit lembut bibir pink itu untuk meminta izin masuk kedalam mulut hangat itu. Narutopun membuka mulutnya perlahan, dirasakan lidah Sasuke melesat masuk, menjelajahi segala sisi mulutnya, menyapu langit-langit mulutnya, yang bisa membuat Naruto mendesah, dan berperang lidah dengan lidah Naruto.
"Sashhn.." Sasuke melepaskan ciumannya, terlihat saliva tersebut masih menetes dari bibir Naruto, dan Sasuke dengan sigap menjilatnya sampai habis.
"Mau ke babak yang lebih menyenangkan, Naru ?" bisik Sasuke di kuping Naruto.
Naruto mengangguk lemah.
'Yes!' batin Sasuke senang, dan menggendong Naruto dengan bridal style, dan melempar Naruto ke kasur.
"Hia ! Sasuke ! bisa ga sih lebih lembut ? jangan lempar gini !" ucap Naruto kesal. Ia menggembungkan pipinya, yang membuat ia semakin manis.
"Kamu lagi kesel makin manis, Naru.." ucap Sasuke sambil merangkak mendekati Naruto.
"Sasshhnn—" Sasuke kembali mengunci bibir Naruto dengan bibirnya.
Melepas ciuman tersebut, lalu ia membaringkan Naruto, dan menciumi lehernya.
Sasuke mengigiti dengan lembut titik-titik sensitive Naruto, yang bisa membuat Naruto mendesah.
"Sashnn.. mnnm…" ucap Naruto sambil menggenggam erat baju Sasuke.
Dari leher Naruto, Sasuke turun ke dada Naruto, menciuminya, dan mengigit tonjolan yang sudah mengeras dan memerah itu.
"Ahhn !! Saasshh!!" erang Naruto semakin membuat Sasuke menjadi On.
Tanga Sasuke kini bekerja, tangannya menngerayangi 'barang' Naruto yang sudah menegak dengan sempurna, dan memijitnya perlahan.
"Haahhnn.. Sash.. aaahhh.." erang Naruto kembali menguat.
Setelah puas membuat boxer Naruto basah oleh kelakuan tangan Sasuke, Sasuke membuka boxer itu, dan melemparnya dengan sembarang ke lantai.
Kini, tak ada lagi sehelai benangpun yang menutupi tubuh yahud Naruto.
"Kamu curang.. kmau masih lengkap…" ucap Naruto sambil melihat Sasuke yang masih lengkap dengan baju dan celana panjangnya.
"Mau membantuku, Naru ?" ucap Sasuke dengan seringai menyebalkannya.
Naruto mengangguk pelan, melangkah kearah Sasuke, dan membuka dengan perlahan kancing baju Sasuke, menurunkan bajunya, dan menciumi dada bidang Sasuke.
"Ahhn.. Naa..Naru.. kamu sekarang..nnh.. Naa..kal, yah.." ucap Sasuke sambil mengerang.
Tangan Naruto kini sedang berusaha untuk membuka kancing celana Sasuke, menrunkan resletingnya, dan menurunkan celana Sasuke. Naruto juga membuka boxer biru Sasuke, dan berlutut di depan 'kejantanan' Sasuke, dan mencium pangkal 'barang'nya dengan lembut.
"N..hh.. Naru.." erang Sasuke Sasuke. Naruto memasukkan seluruh 'barang' Sasuke ke mulutnya, dan memajumundurkannya perlahan.
Tak lama, Sasukepun mencapai klimaksnya, dan menyemburkannya kedalam mulut hangat Naruto.
Naruto meneguk sebagian cairan tersebut. Naruto kini berdiri, dan mencium Sasuke untuk membagikan cairan yang tadi dikeluarkan oleh Sasuke.
Setelah saling berbagi cairan tersebut, Sasuke mendorong Naruto kembali untuk telentang di kasur.
Sasukepun meninmpa tubuh mungil Naruto dengan tubuh kekarnya.
"Sasshh" erang Naruto saat 'kejantanan' Sasuke bersentuhan dengan 'barang'nya.
Sasuke kini menjilati tubuh mungil Naruto dengan bernafsu, bagai seorang anak kecil yang melahap permen yang disukainya.
Sasuek berhenti di 'barang' Naruto. Mencium pangkalnya dengan lembut, menjilati dan mengigit dengan lembut 'barang' Naruto, dan melahap seluruh 'barang' Naruto ke mulutnya.
"Hmmn.. Sasshhnn.." erang naruto ketika Sasuke mulai mengin-outkan 'barang'nya.
Tak lama, Narutopun mencapai klimaksnya, dan menyembur lagi di mulut Sasuke. Sasuke meneguk seluruh cairan tersebut, dan menjilati sisa-sisa nya dengan lidahnya.
"Sash.. Aku udah enggak tahan.. kumohon.. masukk.." ucap naruto sambil terengah-engah.
"Kamu yakin, Naru-chan ?" goda Sasuke.
"Kumohon.." pinta Naruto.
Dengan senang, Sasuke mengangkat kedua paha Naruto, menaruh kakinya di bahunya, dan melumuri tangannya dengan saliva-nya.
Sasuke mulai memasukkan jari-jari panjangnya yang pertama kedalam liang Naruto.
"Sasshhnn.."erang Naruto sambil mencengkram seprai orange yang kini berantakan.
Sasuke kembali memasukkan jarinya yang kedua, mencari titik yang bisa membuat Naruto merasakan nikmatnya dunia, dan memasukkan lagi jadinya yang ketiga.
"Sashhnn!! Ahhn !" teriak Naruto ketika 'titik' itu tersentuh jari Sasuke.
"yosh… ok.. kau siap, Naru ?" ucap Sasuke yang kini bersiap dengan serangannya.
"uff.. huumm.. aku.. siap.." ucap Naruto sambil memejamkan matanya.
"Tahan, ya.." ucap Sasuke sambil mendorng dengan lembut kejantanannya.
"Ahhnn.. Ahh.. Sashh.." erang Naruto. Tangannya menggenggam tangan Sasuke.
Setelah seluruh kejantanan Sasuke berhasil masuk kedalam Naruto, Sasuke mulai memajumundurkannya secara perlahan.
"Ahnn.. Sashh.. huff.. hahh.." erang Naruto saat Sasuke mulai memajumundurkan.
"Naru.. hahhn.." erang Sasuke sambil mulai mempercepat tempo in-outnya, dan juga memijit-mijit 'barang Naruto'
"Ahh.. Sashh.. Fa..Fashhter.. Ahhnn.. Harderhh" erang Naruto..
"Naruh.. hhmmnn.." Sasuke kembali mempercepat gerakannya.
Tidak begitu lama kegiatan in-out tersebut, Sasuke dan Naruto mulai mencapai klimaksnya.
"Sash.. A..kuh.. udah.. ahhnn"
"..Naru.. A..akuhhnn.. jugaa.."
"AAh.. Sasukee !!!" teriak Naruto
"N..Narutoo!!!!" teriak Sasuke.
Merekapun mencapai klimaks disaat yang bersaamaan, cairan Naruto keluar ke perut dan dada mereka, cairan Sasuke keluar di dalam Naruto.
"Huuff.. Sash" ucap Naruto sambil memeluk Sasuke.
"Naru.. aku sayang kamu.." ucap Sasuke sambil mencium pangkal rambut Naruto.
Setelah beristirahat selama beberapa jam, mereka kembali mengulangi kegiatan tersebut sampai beberapa kali.
====== (=_=) =========
"Sasshh.. aku.. sungguhan enggak bisa jalann.." ucap Naruto sambil memeluk Sasuke. Mereka berdua masih berada diatas kasur—tanpa pakaian pastinya.
"Maaf, Naru.. aku kangen.. kangen banget sama kamu.. jadi, aku enggak bisa nahan nafsu aku.." ucap Sasuke sambil mengecup dahi Naruto.
"Mnnh… gapapa.." ucap Naruto sambil menidurkan kepalanya diatas dada bidang Sasuke.
"Nanti aku bikin surat izin, dah.. buat kamu.. aku jamin.. kamu enggak bisa masuk besok.." ucap Sasuke sambil mengelus kepala kuning Naruto.
"Hihihi.. sip, dah kalo gitu ! aku sayang kamu, Sas !" ucap Naruto sambil memeluk Sasuke erat.
"Sama-sama, Dobe, aku juga sayang kamu.." ucap Sasuke sambil mengeratkan pelukannya.
Mereka berdua pun terlelap.
-------------------------- (=_=) -----------------------
CHAP 10 – END
-------------------------- (=_=) ------------------------
Hiahahahaahha… ok.. sesuai janji.. Beo kasi Lime ama lemon, kan ? XD
Trus, humor Beo tambain…
Selera humor Beo uda balik abis makan ketoprak yang super pedes.. pedesnya dah kaya ditabok Sasuke !
Wakakakakakak.. xDDDDDDDD
Chap depan, Beo kasi perebutan Naruto antara Hinata ama Sasuke.. don missit ! cari di toko buku terdekat ! xD
*digampar rame-rame.
Ok… cukup..
Okokok…
Mind to review ?? :3
