JPY sudah masuk ke dalam inti cerita, masa lalu Naruto akan segera terungkap ...

Disclaimer Masashi Kishimoto

Drama/Romance.

15 menit/chapter (2,5 k)

Just Protecting You ..

Chapter 10

Masa lalu

Naruto berlari ke arah Itachi dengan cepat, Sasuke dan Itachi yang melihat Naruto berlari ke arah mereka hanya terdiam sambil melihat tatapan penuh kebencian dari Naruto, entah apa yang merasuki pikiran Naruto sekarang namun apa yang sekarang ia rasakan adalah sesuatu yang ia tunggu-tunggu, dan akhirnya hal itu datang tepat di depannya dan Naruto tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.

Naruto mengepalkan tangan kanannya dan bersiap memukul wajah Itachi yang masih meliriknya dengan perhatian penuh. Dash! Pipi sebelah kanan Itachi pun terkena pukulan keras Naruto, pria berambut hitam itu terhempas dan masuk ke dalam mobilnya yang tidak ada penutup di atapnya. Sasuke yang melihat kejadian itu merasa tidak terima karena kakaknya dipukul oleh Naruto begitu saja.

"Kenapa kau ini!?" Seru Sasuke sambil mengepal tangan dan bersiap menonjok Naruto, dan disaat yang bersamaan Naruto sudah menendang perut Sasuke sampai ia terlempar dan terkapar tidak berdaya. Tidak puas dengan itu, Naruto pun meloncat ke dalam mobil itu dan memukul Itachi yang masih kesakitan karena pukulan kerasnnya.

"Kau kan yang menghancurkan desaku? Bugh, Kau kan yang membunuh ayah dan ibuku, dan kau kan yang menghancurkan kehidupanku? Bugh, coba kau jelaskan padaku kenapa kau melakukan hal sekeji itu? Bugh, coba jelaskan!" Naruto tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata yang sudah lama ingin ia katakan kepada orang yang telah membunuh Ayah dan Ibunya. Itachi hanya terdiam dan menerima cercaan dan pukulan Naruto.

"Aku tidak tahu kau melakukan itu atas motif apa! Tapi bisakah kau mengembalikan Ayah dan Ibuku!? Apa kau bisa! Bugh!" Teriak Naruto penuh emosi, dan seketika itu Itachi mulai berbicara, "Aku tidak tahu apa maksudmu mungkin kau salah orang.." Jawab Itachi tanpa ekspresi sedikit pun. Mendengar perkataan merasa tidak bersalah itu, Naruto langsung memberikan bogem mentahnya untuk sekali lagi kali ini ia mengerahkan kekuatannya untuk menghancurkan wajahnya.

Bugh!

"Kau bicara seolah-olah kau tidak melakukan apapun, asal kau tahu saja aku melihatmu ketika kau dan orang-orang asing itu membantai seluruh orang di desaku dan anggota keluargaku, aku tidak mungkin melupakan itu, dasar pembunuh!?" Dan seketika itu Itachi mulai bereaksi dan mendorong Naruto sampai pintu mobil terbuka dan Naruto terjatuh dari mobil itu.

"Jika aku melakukannya, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Itachi sambil berdiri kembali, Naruto masih terduduk karena terdorong oleh dorongan Itachi yang tidak biasa, dan Sasuke mulai berdiri kembali.

"Sialan!" Lalu Naruto langsung berdiri dengan cepatnya dan bersiap untuk memukul Itachi, tapi kali ini Itachi dapat dengan mudah menahan dan menghentikan pukulan Naruto memakai tangan kanannya. Itachi mulai menyerang balik Naruto dan hasilnya perut Naruto terkena pukulan kerasnya.

Wajah Naruto terlihat menahan rasa sakit, tidak henti-hentinya dia memuntahkan ludah akibat pukulan yang terlalu keras dari Itachi. Melihat Itu Sakura tidak tinggal diam saja, dia berlari menuju Naruto dan menolongnya. "Apa kau tidak apa-apa? Naruto?" Ucapnya sambil menyangga kepala Naruto. sekarang Naruto sudah tidak bisa berdiri kembali. "Jangan pikirkan aku, aku akan segera menghabisi orang ini, supaya orang tuaku bisa tersenyum" Perkataan penuh kebencian bersamaan senyuman palsu yang kembali ia buat membuat Sakura menampar pipi halus Naruto.

Plak!

Semua orang yang melihat konflik itu hanya terdiam, semuanya tidak tahu mengenai masalah ini, karena yang mengetahuinya hanyalah Itachi dan Naruto sendiri. "Aku akan melaporkan kejadian ini kepada Kepala sekolah" Batin Sasuke dalam hatinya.

Naruto yang sedari tadi hanya menatap Itachi dengan penuh kebencian sekarang mulai mengalihkan pandangannya ke arah Sakura yang sedang duduk di menyangga kepalanya. "Maafkan aku" Naruto pun kembali berdiri lagi dan menata Itachi dan Sasuke. "Naruto kan? Maafkan aku atas insiden itu, jika kau diam maka nyawamu akan selamat tapi jika kau berusaha melawan aku pastikan hidupmu tidak akan tenang, lagi pula untuk apa kau balas dendam jika tidak akan ada hasilnya" Itachu mulai memulai pembicaraan lagi, Naruto terlihat kesal dan mengepal tangannya dengan erat.

"Seenaknya saja kau bicara, apa kau pikir perkataanmu itu akan dengan mudah merubah pemikiranku ini dan memaafkanmu begitu saja, jangan mengharap yang tidak-tidak" Pungkas Naruto emosi. Itachi tersenyum. "Jika itu yang kau inginkan silahkan saja, karena tidak mungkin kau bisa menang melawan kami, klan yang mengendalikan kota ini, melihat kau hanya sendirian" Baru saja Itachi mengatakan jika klannya menguasai kota ini, memang benar apa yang ia katakan karena dari semua klan yang tinggal di kota ini, klan mereka lah yang paling kaya dan kuat.

Naruto hanya terdiam, ia masih mengepal tangannya, kebencian masih menyelimuti dirinya. "Kenapa ini? aku sudah menemukan pembunuh orang tuaku? Tapi kenapa aku tidak bisa membununya" Pikir Naruto keras, dia berpikir begitu karena memang benar apa yang Itachi katakan, dia tidak mungkin bisa menang. Sakura yang sedari tadi berdiri di belakang Naruto mulai meneteskan air mata, dia pun menarik sedikit baju Naruto. "Tolong hentikan kekacauan ini, can you hear me?" mendengar ucapan Sakura yang merintih sedih karena melihat kelakuan Naruto yang diluar akal pikiran. Naruto pun mulai merenungi apa yang baru saja ia lakukan, dan akhirnya dia menyudahi pertengkaran ini. "Aku tidak tahu ini sudah selesai atau belum akan tetapi aku tidak akan pernah memaafkanmu, seumur hidup" Seru Naruto masih ngotot.

"Terpaksa aku menyudahi urusan ini, bagaimana pun juga gadis yang berada di belakangku sekarang ini adalah kekasihku jadi aku tidak mau membuatnya menangis"

"Naruto? Sakura?" Ucap Ino pelan, namun ia hanya bisa terdiam dan menyaksikan konflik tersebut.

Klan Uchiha.

Klan Uchiha berada di tengah pusat kota, wilayah yang mereka huni cukup luas, jadi masih terdapat banyak orang-orang yang mempunyai marga Uchiha di daerah pusat kota tersebut. Dan sekarang malam hari sudah tiba, bulan purnama pun mulai menampakkan terang sinarnya, dan disaat yang bersamaan terlihat Itachi dan ayahnya. Mereka sedang mendiskusikan sesuatu.

"Apa benar yang baru saja kau katakan itu Itachi?" Tanya Ayah Itachi, Fugaku setelah mendengar penjelasan dari Itachi yang baru-baru ini telah bertemu salah satu dari penduduk desa yang 9 tahun lalu mereka bantai.

"Iya Ayah, saat aku bertemu dengannya tadi sore, dia langsung berlari ke arahku dan memukulku secara membabi buta seperti seseorang yang dipenuhi rasa kebencian yang sangat tinggi" Jawab Itachi sopan. Mendengar jawaban Itachi, Fukagu hanya tersenyum. "Jelas dia merasa begitu karena apa yang ia alami dulu adalah kejadian yang mengerikan, tidak sepantasnya dia hidup setelah melihat kejadian tragis seperti itu" Pungkas Fugaku sambil melipat tangannya.

"Jadi apa yang akan Ayah lakukan?"

"Cari dan bunuh dia, jika dia membeberkan hal ini kepada seluruh klan di kota ini, maka orang-orang yang sudah tunduk kepada kita akan segera menyerang balik, dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Fugaku. Kemudian Itachi menganggukan kepala pertanda mengerti apa yang dimaksud oleh ayahnya.

"Baik" Jawabnya singkat. Dan Fukagu mengingat sesuatu, sesuatu yang sangat penting sampai ia lupa mengingatnya untuk bertahun-tahun. "Oh ya, Itachi. Mengenai klan Haruno, aku ingin kau melenyapkan salah satu anggotanya, luluh lantahkan tempat tinggalnya, tapi kau tidak perlu terburu-buru, 1 minggu dari sekarang pastikan kau menghancurkan rumahnya beserta isi-isinya" Pungkas Fukagu serius, seperti di dalam dirinya tidak ada rasa kasihan sedikit pun, dia hanya berpikir tentang kekuasaan.

"Aku mengerti" Jawab Itachi sambil menundukan sedikit kepalanya, kemudian ia berdiri dan berjalan keluar ruangan tersebut.

Kamar Naruto.

Naruto terlihat duduk di tepi kasurnya, "Aku tidak begitu mengerti, kenapa-kenapa? Disaat aku sudah mengetahui pembunuh ayah dan ibu, aku malah tidak bisa berbuat apapun saat di depannya, bahkan aku tidak bisa membunuhnya, aku merasa tidak bisa melampiaskan semua kebencianku yang selama ini aku pendam di dalam hatiku. Ini terlalu sulit, saat di sampingnya aku hanya ingin melindunginya, perlahan namun pasti aku dapat melupakan dendamku, aku tidak begitu mengerti, sebenarnya untuk apa aku hidup di dunia ini?" Laki-laki berambut kuning itu terus merenungkan masa lalunya yang sangat kelam, dan dia berpikir untuk segera memberitahukannya kepada Sakura, satu-satunya orang yang ia percaya.

Diwaktu yang bersamaan terdengar ketukan pintu dengan suara pelan. Tok-tok-tok. Mendengar itu lamunan Naruto langsung buyar dan disaatitu juga dia bergegas ke pintu untuk membukanya.

"Sakura?"

"Hehehe" Sakura hanya tersenyum, karena sekarang jam menunjukkan pukul 22.00, apa yang dilakukan Sakura pada malam-malam begini di kamarnya? Mungkin itu pemikiran Naruto yang terkejut melihatnya, bukan hanya itu saja sekarang Sakura membawa 2 cangkir kopi, ini seperti layaknya kebalikan.

"Hee? Kenapa kamu repot-repot membawa ini, sini biar aku saja" Tanggap Naruto cepat, ia pun mengambil 2 cangkir kopi yang diletakkan di atas wadah yang cukup menawan.

"Kenapa kau ini, aku juga ingin menjadi kekasih yang baik" Jawab Sakura tersenyum, senyuman manis itu langsung membuat wajah Naruto memerah dengan sendirinya.

"Masuklah.." Kemudian mereka duduk bersebelahan di tepi kasur, dan mereka juga memegang masing-masing 1 cangkir kopi.

"Seharusnya kau tidak perlu repot-repot" Ucap Naruto menggrutu, dia mengira bahwa dirinya lah yang merepotkan Sakura, karena ini bukan pertama kalinya Sakura membawakan minuman hangat kepada Naruto, Sakura pun mulai memasang wajah cemberut.

"Jangan marah" Melihat wajah Sakura yang cemberut, Naruto merasa bersalah dan disaat itu juga dia tidak tahu harus melakukan apa, sampai akhirnya dia mencoba menghibur Sakura. "Huh?" Naruto menghela nafasnya, dan diwaktu yang bersamaan Sakura tersenyum.

"Aku mencintaimu" Tutur Sakura sambil memegang tangan Naruto. dan suasana itu membuat Naruto mulai melupakan kejadian yang sebelumnya, sampai akhirnya ia memutuskan untuk memberitahu Sakura tentang masa lalunya. Mereka memang sudah akrab karena sudah beberapa hari berpacaran, dan Naruto juga mudah beradaptasi dengan hubungannya, hal itulah yang membuat dirinya dengan mudah berbaur terhadap kekasihnya, Sakura, yang notabene adalah gadis yang harus ia lindungi.

"Sakura? Bagiku kau adalah salah satu orang yang sangat berharga untukku, maka dari itu aku ingin melindungimu, mencintaimu, dan selamanya bersamamu. Dan aku juga akan memberitahumu tentang masa laluku, sebab penyebab aku memukul kakak Sasuke tadi sore" Sakura terdiam, dia tidak bereaksi sedikit pun.

"Ini sudah waktunya" Tambah Naruto sambil masih menggenggam erat tangan Sakura.

"Ceritakanlah kepadaku" Jawab Sakura penasaran. Ia pun menatap wajah Naruto yang sekarang juga menatapnya lalu Naruto melihat ke bawah dan bersiap memberitahukan masa lalunya.

"Sebenarnya nama kepanjanganku adalah Namikaze Naruto" mendengar nama itu Sakura langsung terkejut.

"Namikaze?"

"Kejadian ini aku alami saat aku berumur 5 tahun, waktu itu…."

Cerita masa lalu Naruto, sekarang ia berumur 5 tahun.

Anak kecil berumur 5 tahun sedang asyik berjalan di jalanan desa keluarga Uzumaki yang cukup ramai. "Naruto ya? Sudah pulang?" Sapa nenek-nenek sambil melambaikan tangannya.

"Iya!" Seru Naruto dengan senyum kekanak-kanakannya. Dan beberapa orang yang berjumpa dengannya pun juga melakukan hal demikian. Seperti biasa Naruto selalu tersenyum dan tersenyum, sepanjang hari. Dan penduduk desa mengenal anak itu dengan baik karena senyuman manisnya yang selalu membuat siapapun ingin tersenyum.

"Aku pulang!" Ujar Naruto tersenyum, sekarang ia telah sampai ke rumah, Ayah Naruto adalah ketua keluarga Namikaze, jadi wajar jika rumahnya cukup besar dan luas. Disamping itu tanah yang mereka miliki mempunyai potensi tambang yang menggiurkan namun Ayah Naruto tidak memperdulikan hal tersebut karena bisa memperpecah kekeluargaan yang sejauh ini berjalan dengan baik dan harmonis.

Konohagakure adalah sebuah kota yang dikuasai oleh 4 klan, Uchiha yang berada di pusat kota, Hyuga yang berada di sebelah klan Uchiha, Haruno yang berada di pinggir wilayah kota dan masih ada lagi yaitu Namikaze yang berada diperbatasan tepatnya di seberang hutan dengan tanah yang masih subur seperti pedesaan.

Dan mereka mengalami kemakmuran yang cukup karena tanah dan suasana yang nyaman membuat klan Namikaze betah tinggal disitu, tanpa tahu jika tanah yang ditempati mereka sekarang tersimpan tambang-tambang emas yang cukup menggiurkan jika dikelola. Dan hal itu menarik perhatian klan Uchiha yang dipenuhi oleh rasa ketamakan dan kedengkian, mereka hanya berpikir untuk menjadi kaya dengan cara yang mudah tanpa bersusah payah.

Senyuman hangat Kushina, Ibu Naruto menyambut kedatangan anak semata wayangnya. Naruto pun melepas sepatu dan berjalan menuju meja makan dimana sudah tersaji beberapa makanan siap santap yang baru saja dimasak oleh Ibu Naruto. "Wah enak sekali?" Padahal Naruto belum memakan makanan itu, namun dari baunya saja dia sudah tahu bahwa masakan ibunya lah yang nomor 1.

"Selamat makan!" Seru Naruto kegirangan, dan saat ia mau menyantap makanan hangat tersebut, tiba-tiba saja tangan Ibu sudah menggenggam tangan Naruto.

"Hey! Kalau makan itu cuci tangan dulu, kan kotor nanti bisa sakit perut" Ujar Ibu Naruto yang menyuruh Naruto agar mencuci tangannya sebelum makan.

"Baiklah!" Kemudian Naruto berlari ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Setelah dirasa sudah mencuci tangannya dengan bersih, Naruto kembali ke tempat meja makan, dan ingin sesegera mungkin untuk memakan makanan tersebut, karena suara perut yang keroncongan terus berbunyi sedari tadi.

"Selamat makan!" Naruto mulai melahap makanan itu dengan cepat.

"Naruto? kalau makan pelan-pelan ya, nanti tersedak lho?" Tegur Ibu Naruto yang melihat anaknya makan dengan terburu-buru. Dan disaat yang sama.

"Aku pulang" Minato ayah Naruto baru saja pulang dari tempat kerjanya, dan Kushina menyambutnya dengan senyuman hangat, seperti biasa dia mengambil jaket yang dikenakan oleh suaminya. Mendengar suara itu, Naruto langsung berlari menuju pintu dimana terlihat Ayah Naruto yang masih berdiri.

"Ayah!" Teriak Naruto penuh senyuman, senyuman manis dari anak kecil yang masih berumur 5 tahun, kemudian ia memeluk ayahnya.

"Jadi kau sudah pulang ya?" Minato yang melihat Naruto berlari ke arahnya, mulai menanyakan aktivitas-aktivitas Naruto ketika di sekolah, dan perbincangan Ayah dan Anak pun tidak bisa dihindarkan. Mereka saling mengobrol dengan senyuman, keluarga yang bahagia.

"Naruto? biarlah Ayah ganti baju dulu, dan kamu habiskan makananmu" Ibu Naruto cukup menakutkan jika melihat Naruto membuang-buang waktu dan tidak menghabiskan makanannya, dan pada saat bersamaan Naruto hanya bisa menggrutu. "Padahal aku baru saja bertemu Ayah" ia berjalan sambil berbicara sendiri, dia pun kembali duduk di meja makan dan melanjutkan makan siangnya.

"Oh ya, kenapa kau pulang awal?" Tanya Kushina yang merasa bingung, karena biasanya Minato pulang malam dan kadang tengah malam, sampai ia tidak bisa menyambutnya.

"Ada keperluan mendadak hehe" Senyum Minato sambil berjalan ke kamar dan meninggalkan ruang makan tersebut. Kushina pun mendekati Naruto dan duduk disampingnya.

"Ada apa?" Tanya Naruto yang kelihatannya masih marah dengan teguran ibunya barusan.

"Hee? Kamu masih marah?" Goda Kushina tersenyum manis. Naruto mengalihkan pandangannya, melihat kelucuan Naruto membuat Kushina merasa gemas dan ingin mencubit pipinya.

"Kenapa ibu mencubitku, aduh sakit" Cubitan Ibu Naruto sebenarnya tidak sakit, hanya saja Narutolah yang merasa tidak nyaman meskipun begitu dia senang jika diperlakukan seperti itu oleh Ibunya.

"Jadilah anak yang baik Naruto dan cepat habiskan makananmu" Ucap Kushina sambil memegang dan mengelus rambut kuning Naruto.

Sementara itu, di tengah kota, klan Uchiha.

"Kalian sudah siap?"

"Iya!" Seru beberapa orang dengan kemeja dan kacamata, layaknya mafia-mafia yang kejam dan bengis, hari ini, sebuah tragedi besar akan terjadi.

"Kita akan menyerang klan Namikaze pada malam hari, sebaiknya kalian bersiap-siap dan membawa senjata secukupnya, karena disanalah sumber harta karun bisa didapat dengan mudah dan aku sebagai pemimpin klan Uchiha akan memimpin kalian melakukan penjajahan ini" Seru Fugaku selaku pemimpin klan Uchiha, dia berniat merampas harta milik klan Namikaze yang sangat melimpah. Sampai mereka pun tidak berani mengelolanya karena jika dikelola akan menimbulkan perpecahan.

Waktu itu terlihat 2 anak kecil yang sedang bermain di dalam rumah, anak tersebut adalah Sasuke dan Sakura. "Hey Sasuke? Kenapa mereka terlihat bersemangat" Ucap Sasuke sambil melihati orang-orang yang tengah berbaris rapi, sekarang gadis imut berambut pink itu mengintip dari balik dinding.

"Aku tidak tahu" Kemudian Sasuke berlari sambil menarik tangan Sakura.

"Hey tunggu, aku masih ingin mendengar pembicaraan mereka!" Seru Sakura yang masih berlari karena tangannya digenggam erat oleh Sasuke.

"Kita mulai operasi ini pukul 21:00 malam!"

"Ya!"

To be continue

Chapter 10 END

Maaf jika telat update, hehe tepat sekali fict ini juga di update jam 9 malam, baiklah sampai jumpa hari jumat depan, jaa!

Selanjutnya: Hari senin The New Akatsuki..