Title : Strange Fantasy

Author : BaekYeoleuuu

Casts :

Byun Baek Hyun

Park Chan Yeol

And others.

Genre : Romance, Humor, aneh, gaje, dsb.

Rate : M (diragukan)

Length : Chapter

A/N : Hahahaha ya allah akhirnya aku bisa juga ngelanjutin ff nista yang satu ini, jangan lupa review nya ya dan buat yang innocent and bocah-bocah, buruan close, ini bukan makanan kalian XD

.

.

.

.

WARNING :

YAOI, BOY X BOY, MAN X MAN, MALE X MALE

BUKAN UNTUK ORANG POLOS

HANYA UNTUK ORANG YANG 'MENGAKU' SUDAH DEWASA

TYPO BERTEBARAN, BUKAN EYD YANG BENAR

.

.

.

.

Baekhyun terbangun saat ia merasakan sakit yang teramat sangat di bagian bawahnya. Ringisan pelan lolos dari bibirnya saat ia dengan perlahan membuka mata. Hari sudah pagi dan di sebelahnya ada Chanyeol yang masih nyenyak dalam tidur. Baekhyun mengusap kedua matanya dan menoleh ke arah jam yang ternyata masih menunjukkan pukul setengah enam pagi.

Ia berbalik kepada Chanyeol dan tersenyum merasakan salah satu lengan laki-laki itu di pinggangnya. Dengan usil Baekhyun memajukan lututnya untuk digesekkan pada selangkangan Chanyeol yang masih tertutup celana tipis.

Chanyeol mengerut dalam tidur saat Baekhyun terus menerus menggesek selangkangannya. Perlahan Chanyeol membuka matanya menemukan si mungil Baekhyun yang sedang tersenyum lebar.

"Pagi.."

Chanyeol tersnyum dan menjawab, "Pagi Baek.."

Belum sempat Chanyeol menggeliatkan badannya, Baekhyun sudah menerkamnya duluan. Menerkam dalam artian lelaki kecil itu sudah ada di atas tubuhnya. Alis Chanyeol mengerut menatap Baekhyun. "Ada apa Baek?"

"Bukankah kau sudah berjanji akan melakukan morning seks denganku?"

Dengan itu mata Chanyeol membulat sempurna. Seketika ingatannya melayang pada saat ia dan Baekhyun berbincang di meja makan kemarin malam. Morning seks, ya tuhan, demi apa Chanyeol sangat penasaran kenapa laki-laki sekecil Baekhyun bisa sebegini hornynya.

"Kau tidak akan mengingkari janjimu kan?"

"Baek.."

Ucapan Chanyeol terpotong saat Baekhyun menggesekkan bokongnya pada alat kelamin Chanyeol yang mulai bangun di pagi hari. "Kau tau, orang bilang laki-laki selalu menggembung saat pagi hari dan kurasa itu benar." Baekhyun menyeringai melihat ekspresi Chanyeol yang seperti orang idiot saat ia menekan pantatnya ke selangkangan Chanyeol. Baekhyun menuntun tangan si raksasa itu ke selangkangannya membuat ekspresi Chanyeol semakin terlihat idiot.

Baekhyun menunduk, mempertemukan bibirnya yang tipis dengan bibir tebal Chanyeol dalam ciuman segar yang cukup panas di pagi hari yang sejuk seperti sekarang ini. Baekhyun memiringkan kepalanya dan melenguh di antara ciuman mereka sementara Chanyeol sudah melingkarkan tangannya di sekitar pinggang Baekhyun dan menarik si mungil itu lebih dekat. Lidahnya menerobos mulut Baekhyun dengan paksa dan menjilat setiap sudut yang bisa ia raih.

Lidah mereka beradu menimbulkan suara-suara erotis yang terdengar basah. Saliva mereka bercampur aduk di mulut masing-masing bahkan sampai menetes dari sudut bibir Baekhyun. Chanyeol memagut bibir bawahnya mesra dan Baekhyun menghisap bibir atas Chanyeol sambil terus menggesekkan bokongnya pada daerah paling sensitif milik Chanyeol.

Ciuman mereka lepas saat keduanya kehabisan oksigen. Baekhyun menggigit bibirnya yang sudah bengkak bermaksud menggoda Chanyeol sambil melepaskan pakaiannya bahkan celananya hingga ia telanjang sempurna di depan Chanyeol yang sudah memancarkan nafsu dari matanya. Celananya yang sudah sesak semakin sesak bahkan jadi terasa sedikit sakit melihat tubuh telanjang Baekhyun dengan penis mungil yang mengacung tegak seolah-olah menantangnya. Dan tanda keunguan di seluruh tubuh Baekhyun membuatnya gila dan ingin memperkosa si penggoda kecil ini sekarang ini juga.

Chanyeol membanting Baekhyun ke tempat tidur saat nafsu sudah berada di ubun-ubunnya. Ia menggeram dan menyentak celananya turun membuat penis nya yang sepanjang 9 inci terekspos jelas di depan Baekhyun. Penis itu gemuk seperti biasanya, cairan di ujungnya membuat benda itu sedikit berkilap dan Baekhyun menjilat bibirnya yang mendadak kering membayangkan penis itu menerobos paksa lubangnya yang kecil.

Baekhyun membuka lebar kakinya dan Chanyeol menampar penisnya yang berdiri. "Tidak sabaran hm?"

Baekhyun terkikik geli walaupun penisnya baru saja ditampar. "Bukankah kau juga tidak sabar memasukkan penis besarmu ke lubangku?"

"Sangat tidak sabar tapi bisakah kau hisap dia dulu?" Chanyeol mulai mengocok alat kelaminnya dengan kecepatan yang tak bisa dibilang biasa dan mengangkangi dada Baekhyun membuat ujung penisnya menyentuh bibir laki-laki itu. Baekhyun menjulurkan lidahnya dengan suka rela menjilat cairan di ujung kejantanan Chanyeol kemudian menjilat bibirnya.

Beberapa detik kemudian Chanyeol memasukkan penisnya keseluruhan ke dalam mulut Baekhyun membuat yang di bawahnya itu hampir tersedak saking dalamnya ia masuk. Baekhyun mendongak, menatap Chanyeol dengan matanya yang berkabut nafsu sambil memaju mundurkan kepalanya membasahi penis kecokelatan Chanyeol dengan air liurnya. Ia memainkan lidahnya di sekitar penis keras itu dan menjilat-jilat lubang di ujungnya sekali-sekali membuat Chanyeol mengerang frustasi dengan kenikmatan berlebihan yang diberikan oleh Baekhyun.

Ia memaju mundurkan pinggulnya seolah-olah mulut Baekhyun adalah lubang yang biasa ia setubuhi. Chanyeol mengerang keras, mulut Baekhyun terasa hangat dan lidahnya begitu menakjubkan saat ia terus menjilati batang Chanyeol.

Chanyeol menarik keluar penisnya dan menyeringai melihat benda panjang itu berlumuran saliva Baekhyun. "Begitu menikmatinya huh?"

Baekhyun cemberut menatap Chanyeol. Ia masih menikmati menghisap-hisap kelaminnya tapi dia sudah main tarik saja.

Chanyeol memposisikan penisnya di depan lubang Baekhyun yang sudah berkedut-kedut. Hampir saja ia memasukkan kejantanannya, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Chanyeol. "Chanyeol-ah.."

Baik Chanyeol maupun Baekhyun membulatkan mata masing-masing. Chanyeol langsung turun dari tempat tidur, dengan terburu-buru memakai celananya sementara Baekhyun langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh badannya yang telanjang total.

"Ya bu?"

"Kau sudah bangun? Cepat ke meja makan dan sarapan kalau kau sudah selesai, jangan sampai terlambat ke sekolah."

"Iya bu, aku baru saja akan mandi sekarang."

"Baiklah, ibu tunggu di meja makan."

Setelah itu suara di balik pintu menghilang dan Chanyeol beserta Baekhyun mendesah lega. Untung saja ibunya tidak membuka pintu! Chanyeol menatap Baekhyun kemudian memegang penisnya yang masih menegang. Satu helaan nafas berat lepas dari bibirnya. "Kurasa lain kali kita harus bangun lebih pagi jika ingin melakukan morning seks."

Baekhyun yang cemberut mengangguk menyetujui. Ia melirik jam yang sudah menunjukkan hampir pukul setengah tujuh lalu duduk tegak menatap pada Chanyeol.

"Baek, bagaimana dengan seragammu?"

Baekhyun mengedikkan bahunya. Entah itu pertanda dia tidak tau atau tidak mau tau atau tidak peduli atau apa lah itu. Chanyeol menggaruk belakang kepalanya dan meraih handuk. "Aku mandi dulu kalau begitu, nanti kuantar ke rumahmu untuk bersiap-siap lalu kita pergi ke sekolah."

.

.

.

.

"Namaku Baekhyun." Baekhyun tersenyum pada ibu Chanyeol saat mereka berkumpul di meja makan dengan beberapa makanan yang terhidang di atas meja. Ibu Chanyeol mengangguk dengan senyuman, kelihatannya senang Chanyeol membawa pulang teman.

"Maaf kemarin tidak bisa melihatmu, bibi ada banyak pekerjaan. Sering-seringlah bermain ke sini."

Baekhyun tertawa, akan lebih baik jika kau tidak di sini bibi, aku dan Chanyeol jadi bisa melakukan apa saja tanpa gangguan, pikir Baekhyun. "Baiklah bibi, aku akan berkunjung sekali-sekali."

"Apa kau berteman baik dengan Chanyeol?"

Baekhyun mengangguk. "Iya bibi, Chanyeol ini orangnya baik dan kami cukup dekat." Tepatnya penis Chanyeol yang sering berdekatan bahkan masuk ke dalam lubangku, tambah Baekhyun dalam hati.

"Bibi senang mendengarnya. Bibi pikir keidiotan Chanyeol membuatnya kesulitan mendapatkan teman."

Baekhyun rasanya ingin sekali mengiyakan dengan keras dan memberitahu ibunya betapa idiot Chanyeol saat mereka berhubungan badan untuk pertama kalinya. "Mana mungkin bi. Justru itu adalah daya tarik tersendiri dari Chanyeol."

Mereka tertawa pelan sementara yang dibicarakan hanya geleng-geleng kepala sambil mengunyah makanannya. "Ibu hentikan. Biarkan Baekhyun makan, kami sedang terburu-buru dan kami masih harus ke rumah Baekhyun menjemput seragamnya."

"Kau ini!" ibunya melemparkan tatapan mematikan pada Chanyeol lalu berbalik pada Baekhyun dengan senyuman lebar. "Ayo makan, kau pasti lapar." Dan dengan itu Baekhyun mulai makan setelah mengucapkan terima kasih pada ibu Chanyeol.

.

.

.

.

Entah ini cuma perasaan mereka saja atau memang suasana sedang sangat sepi. Ini jam istirahat dan hanya ada Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, dan Jongin di dalam kelas. Biasanya walaupun mereka hanya berempat, suasana akan sangat ramai karena Kyungsoo dan Kai yang berteriak atau saling menggoda satu sama lain.

"Ada apa ini? Kenapa kalian tenang sekali?" Baekhyun menatap kedua temannya curiga. Mata sipitnya disipitkan dengan lebih sipit lagi, memperhatikan dua makhluk dengan warna kulit yang berbeda 180 derajat itu lamat-lamat.

Tak ada yang berbicara bahkan setelah diperhatikan begitu oleh Baekhyun. Baekhyun pun mencolek lengan Kyungsoo. "Oi kau baik-baik saja?"

Kyungsoo mengedikkan bahunya.

Chanyeol menumpu dagu ke telapak tangannya memperhatikan Jongin dan Kyungsoo yang terlihat berbeda. "Apa kalian bercinta habis-habisan sampai-sampai Kyungsoo tak bisa berbicara?"

Kai mendengus dan semua mata seketika tertuju padanya. Anak berkulit hitam itu bangkit berdiri menghasilkan suara deritan kaki kursinya dengan lantai yang cukup keras dan berjalan keluar kelas tanpa mengucapkan barang sepatah kata pun. Kyungsoo melihatnya dengan wajah cemberut sementara Baekhyun dan Chanyeol menganga tak percaya.

"Ada apa dengannya?" tanya Chanyeol dan Baekhyun bangkit mengejar Kai meninggalkan Chanyeol dan Kyungsoo di tempat.

"Kyung, apa terjadi sesuatu di antara kalian?"

Kyungsoo mendesahkan nafas berat lalu mengacak-acak rambut hitamnya. "Aku tak tau. Dia berubah menjadi seperti itu sejak kemarin."

"Tapi kenapa dia berubah seperti itu? Kau pasti telah melakukan sesuatu Kyung!"

Kyungsoo meliriknya tajam. "Aku kan cuma menanyakan apa dia benar-benar mencintaiku karena semua yang dia tau hanya seks, seks, dan seks. Aku tidak mau menjadi bonekanya maka aku bertanya apa dia benar-benar mencintaiku dan bam! Dia berubah jadi dingin begitu. Memangnya kau tidak tau rasanya jika kekasihmu mengajak bercinta setiap hari? Aku hanya bertanya-tanya apa dia benar-benar mencintaiku atau tubuhku saja. Aku tidak mau jadi alat pemuasnya, itu saja."

"Kau meragukannya?" Chanyeol memandang Kyungsoo dengan sebelah alis terangkat dan Kyungsoo hanya bisa mendesah frustasi.

"Bukan begitu. Aku hanya ingin dengar langsung dia mengatakan bahwa dia mencintaiku dengan tegas. Ngomong-ngomong bagaimana kabarmu dengan Baekhyun?"

"Jangan mengalihkan pembicaraan, kita di sini sedang membicarakan kau dengan Jongin."

"Memangnya apa lagi yang mau dibicarakan Park Chanyeol? Aku dan Jongin ya, seperti yang kau lihat, sedang dalam hubungan tak baik."

"Minta maaflah pada Jongin, mungkin kau sudah keterlaluan padanya."

"Tidak mau."

.

.

.

.

"Kau mau kemana?"

"Ke kantin. Aku mendadak lapar."

Baekhyun menggandeng tangan Kai. "Ayo pergi bersama, kebetulan aku juga sedang lapar." Ia tersenyum lebar lalu mereka berjalan bersama ke kantin.

Kai membelikan mereka sandwich dan susu kemudian mereka mengambil tempat duduk yang ada paling pojok di kantin tersebut. Baekhyun menghisap susunya kemudian menatap Jongin yang sedang mengunyah lamat-lamat. "Terjadi sesuatu di antara kau dan Kyungsoo kan?"

Kai mengedikkan bahu lalu mengalihkan tatapannya kepada orang-orang yang sedang mengantru untuk membeli makanan. Sepertinya Kai sedang tak ingin membicarakan hal ini tapi Baekhyun tetap memaksa.

"Kau tau kau bisa bercerita padaku."

Kai menghela nafas dan menatap Baekhyun. "Aku juga tak mengerti. Kyungsoo benar-benar tidak mempercayaiku. Dia bilang aku hanya memperalatnya sebagai alat pemuas. Memangnya dia tidak bisa lihat seberapa besar cintaku padanya?"

Baekhyun mengangguk dua kali. "Tapi kurasa itu ada benarnya juga karena yang kau tau setiap hari kan hanya menyerang Kyungsoo."

Kai menatap Baekhyun tajam. "Aku juga sering mengajaknya kencan!"

"Dan seks lagi setelahnya, iya kan?"

Kai berkedip beberapa kali sebelum mengangguk. Benar, seks lagi setelah kencan.

"Dengar Kai, sekarang ini Kyungsoo hanya sedang berusaha mengujimu. Kau harus bisa buktikan padanya betapa kau mencintainya dan bukan berpikiran tentang seks setiap saat. Kalau kau berhasil, dia pasti akan meleleh dan bertekuk lutut padamu." Ucap Baekhyun mantap sebelum menyantap makanannya dengan lahap.

"Memangnya kau tau apa? Kau sendiri tidak punya pacar."

"Hey, hati-hati dengan ucapanmu, Chan—"

Baekhyun berdeham lalu melihat ke bawah pada makanannya. Bukan. Chanyeol bukan kekasihmya. Mereka hanya teman yang melakukan hubungan seks. Ia menggigit bibir bawahnya sementara ia tak menyadari bahwa Kai sedang menyeringai.

"Apa kau ingin bilang bahwa Chanyeol adalah kekasihmu heh?"

"Diamlah."

"Lihatlah, hubungan kalian sangat tidak jelas!"

"Kami berteman okay!"

"Ya ya ya, terserah kau saja."

"Pokoknya aku tidak peduli, kau harus minta maaf pada Kyungsoo! Kau sudah keterlaluan! Kyungsoo memang tidak seratus persen benar tapi kau hanya perlu meminta maaf dan tunjukkan padanya apa yang ingin ia lihat! Kau laku-laki kan?"

"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja aku laki-laki, memangnya kau bisa melihat payudara di dadaku hah?"

"Tsk, bicaramu sangat vulgar, cobalah berbicara manis sedikit agar Kyungsoo luluh."

"Kau tau sendiri berbicara yang manis-manis bukan keahlianku!"

"Kau hanya belum pernah mencobanya Kim Jongin!"

"Apa aku harus menaburi gula dulu di lidahku agar bisa berbicara yang manis-manis?"

"Kau tau ini bukan saatnya untuk bercanda Kim Jongin." Baekhyun menatap Kai datar dengan ekspresi aku-akan-membunuhmu-sekarang-juga membuat Jongin terkekeh canggung di tempatnya.

"Sudahlah hyung, mari kita bicarakan kau dan Chanyeol saja. Bagaimana? Apa dia besar?"

"9 inci."

"Benarkah? Woah, cukup besar!"

"Dan kenapa kita malah membicarakan ini? Dasar! Berhentilah memikirkan yang kotor-kotor sehari saja Kim Jongin! Itu tidak baik untuk otakmu!"

"Seperti kau tidak suka berpikiran kotor tentang Chanyeol saja!"

"Diamlah!"

"Hey, siapa yang sedang kalian bicarakan? Siapa yang sembilan inci?" Chanyeol tiba-tiba saja sudah datang dengan Kyungsoo yang masih memasang wajah ogah-ogahan.

"Kau!" tunjuk Kai pada Chanyeol.

"Aku? Darimana kau tau?"

Kai menunjuk Baekhyun.

"Aku sembilan inci Baek?" Chanyeol berkedip. "Kurasa kau salah hitung. Aku 11 inci."

"APA?!"

TBC

Udah ya, mau ngumpet dulu, ngantuk ya allah, yaudah gih, tinggalin review nya ya o/