Perasaan sakit menjalar di ulu hatinya melihat Wookie seperti ini. "Kumohon, Wookie. Pandang aku, pandanglah hatiku. Aku mencintaimu sejak lama, Wookie."

"Mianhae, Kyu..."

BRUKK

"WOOKIE..." teriak Kyuhyun panik.

Title: I Hate You, My Teacher

Cast:

-Kim Ryewook / Wookie (yeoja)

-Kim Yesung (namja)

-Cho Kyuhyun

-Lee Donghae

-Choi Siwon

Genre: Genderswitch, Romance, Friendship

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, orangtua nya dan SMEnt, tapi ini fict murni dari imajinasi saya.

Summary: Wookie yang notabene nya anak pemilik sekolah dan sahabat-sahabatnya akan melakukan balas dendam kepada seorang guru baru di sekolahnya karena suatu insiden yang tak disengaja terjadi. *summary macam apa ini?*

ChieKyu-Yewook ™

.

.

"Wookie.." panggil Kyuhyun lirih di hadapan Wookie yang kini terbaring di ranjang rumah sakit.

"Wookie.. Ireona.." Kini Kyuhyun merasa sangat menyesalkan perbuatannya tadi. Ia memang ingin Wookie mencintainya tapi ia lebih ingin Wookie bahagia.

"Mianhae, Wookie. Jeongmal mianhae.." Sebulir air bening keluar dari matanya. Kyuhyun buru-buru menghapusnya. Ia tak pernah menangis lagi semenjak kejadian beberapa tahun yang lalu. Dan kini, air matanya mengalir begitu saja karena melihat sosok yang sangat dicintanya terkulai lemah karena ulahnya.

"Yesung.. sonsae.." Kyuhyun sontak menatap Wookie yang masih terpejam dan sesekali memanggil nama Yesung.

Kyuhyun tersenyum perih. "Wookie, segitu cintanya kau pada guru itu? Bahkan kau menyebut namanya saat keadaan tak sadar seperti ini."

Kyuhyun mengusap matanya lagi. Ia tak ingin menangis. Dia harus bisa menjadi namja yang kuat, yang bisa melindungi orang yang ia cintai walaupun sosok itu tak pernah mencintainya. Hanya beranggapan sebagai seorang sahabat.

Memang bukan pertama kalinya ia mengalami seperti ini. Beberapa tahun yang lalu, ia juga pernah merasakan sakitnya cinta. Ditinggal pergi begitu saja oleh orang yang dicintai. Menyakitkan bukan?

Memang saat itu ia belum tergolong sebagai orang dewasa. Yah, bahasa gampangnya anak kecil. Tapi, salahkah cinta yang datang padanya saat ia berumur 8 tahun? Cinta monyet? Entahlah yang pasti ia menganggap itu adalah cinta pertamanya.

Bukankah sangat sakit saat dua kali merasakan jatuh cinta dan dua kali pula merasakan kehilangan cinta? *popo kyu*

"Kyu, bagaimana keadaan, Wookie?" Heechul dan Hankyung memasuki ruang rawat Wookie tergesa-gesa.

"Sampai saat ini dia belum sadar. Kata dokter dia mengalami hipotermia karena kehujanan tadi dan tekanan mental," jelas Kyuhyun pelan. Rasa sakit menyergapnya saat menceritakan ini. Bagaimanapun ia yang menyebabkan Wookie seperti ini.

"Chagiya..." Heechul memeluk Wookie khawatir.

"Kyu, sebaiknya kau pulang saja. Biar kami yang menjaga Wookie," sara Hankyung.

"Tapi ahjussi, saya ingin menjaga Wookie disini," protes Kyuhyun.

"Aniyo. Kau harus pulang untuk mengganti bajumu yang basah kuyup itu kalau kau tak ingin sakit seperti Wookie."

"Baiklah, ahjussi. Cepat kabari saya kala Wookie sadar ya, ahjussi"

Hankyung mengulum senyumnya. "Oke. Sekarang kau pulanglah. Terima kasih sudah membawa Wookie ke rumah sakit dan menjaganya."

Kyuhyun mengangguk. "Ahjumma, ahjussi. Saya pulang dulu," pamit Kyuhyun.

"Eunghh... Yesung sonsae.." lenguh Wookie. Heechul yang sedang duduk di sofa bersama Hankyung sontak menghampiri putrinya.

"Wookie, kau sudah sadar nak?" Heechul menggenggam tangan kecil putrinya khawatir.

Wookie masih menutup matanya. "Ye..sung sonsae.."

Heechul dan Hankyung saling bertatapan heran. Apa yang telah terjadi sampai anaknya mengigaukan nama gurunya dalam pingsannya?

"Wookie, bangunlah nak.. Eomma dan Appa disini," ucap Heechul lembut seraya mengusap dahi Wookie.

"Wookie... Kau sadar nak?" girang Heechul saat melihat Wookie mulai sadar dan mengerjapkan matanya pelan.

"Hnn.. Eomma.. Appa.." lirih Wookie.

Hankyung membelai rambut putri semata wayangnya lembut. "Ne, Wookie. Appa dan eomma disini."

Wookie menatap kedua orangtuanya sayu. "Kenapa Wookie bisa disini?"

"Tadi Kyu yang mengantarmu kesini. Katanya kau tadi pingsan," jelas Heechul.

Wookie mengingat kejadian sebelum dia pingsan. Setetes air mata keluar dari mata karamelnya. "Yesung sonsae.."

Wookie bergegas bangun dari tidurnya. Ia ingin mengejar Yesung yang telah pergi entah kemana.

"Kau mau kemana? Kau masih sakit." Heechul memeluk Wookie yang hendak menuruni ranjang.

"Eomma.. Hiks... Aku harus menemui Yesung sonsae.. Aku.." kata Wookie diiringi isakan tangisnya.

"Kau masih sakit, chagiya."

"Tapi, eomma.. Wookie harus minta maaf sama Yesung sonsae. Hiks.. Wookie juga harus menyatakan perasaan Wookie yang sebenarnya. Hiks.. Wookie nggak mau Yesung sonsae pergi, eomma. Hiks.." Wookie terisak hebat di pundak eommanya.

"Tapi sepertinya kau sudah terlambat, chagi. Dia sudah tak ada di Korea," ucap Hankyung lirih. Sebenarnya ia tak mengatakan ini kepada putrinya, tapi mau bagaimana lagi. Putrinya harus tahu yang sebenarnya.

Heechul menatap suaminya bingung sedangkan Wookie semakin terisak. "Memangnya Yesung kemana?" tanya Heechul dengan mengusap punggung Wookie guna menenangkan putrinya yang menangis semakin kencang.

"Tadi siang dia berpamitan padaku beserta guru lainnya hendak melanjutkan studinya di Amerika. Dia minta maaf karena tak sempat berpamitan langsung denganmu, Chullie."

"Eomma... Hiks.. Yesung sonsae ninggalin Wookie ke Amerika.. Hiks.. Yesung sonsae sudah tak sayang lagi sama Wookie.. Hiks.. Yesung sonsae tega sama Wookie.." racau Wookie dengan tangis yang semakin deras.

Heechul dan Hankyung menautkan alisnya. "Kalian.. Kalian saling mencintai?"

Wookie mengangkat kepalanya begitu mendengar pertanyaan sang eomma. "Ah.. Itu.." Ia masih malu mengakui kepada orangtuanya tentang apa yang terjadi diantar keduanya.

Heechul dan Hankyung tersenyum. "Putri eomma sudah besar ternyata." Heechul kembali memeluk Wookie.

Wookie mengusap air matanya lalu menatap appanya yang sedang membelai rambutnya lembut. "Appa.. Wookie mau nyusul Yesung sonsae, boleh kan?"

"Mwo? Kau mau nyusul Yesung ke Amerika? No.. No.. No.." tolak Heechul sok Inggris dengan menggoyangkan telunjuknya di hadapan Wookie.

"Ayolah.. Eomma.." bujuk Wookie sambil melemparkan tatapan puppy eyes nya.

"Sekali tidak tetap tidak." keukeuh Heechul.

Wookie menghela napasnya lelah. "Appa..."

"Tidak, chagi. Sebentar lagi kau ujian kelulusan," tegas Hankyung.

"Huh.." dengus Wookie. "Kalau Wookie mau kuliah di universitas tempat Yesung sonsae kuliah boleh kan?"

"Aish.. Sudahlah.. Kau istirahat dulu. Kau ini masih sakit," potong Heechul.

"Tapi.. Eomma.."

"Tidak ada tapi-tapian."

Tok.. Tok.. Tok..

Wookie menoleh ke arah pintu ruangannya. Sedetik kemudian dia melengos begitu tahu sosok orang tersebut.

"Wookie..."

Tak ada sahutan. Hening. Entahlah Wookie memang tak mendengar panggilan itu atau dia hanya berpura-pura tak mendengar.

"Wookie.." lirih Kyuhyun. Wookie melirik sejenak ke arah Kyuhyun lalu mengalihkan pandangannya ke majalah yang dipegangnya sedari tadi.

Kesal karena tak disahuti sama sekali, Kyuhyun pun memutusan langsung memasuki ruangan itu tanpa ijin sang pemilik.

Kyuhyun menatap nanar Wookie yang masih saja sok serius membaca majalah. "Wookie.. Mianhae.."

Wookie tak menyahuti Kyuhyun lagi. Dia terus membolak-balik halaman majalahnya. Sebenarnya Wookie tak tega bersikap seperti itu kepada Kyuhyun tapi ia masih sakit hati mengingat kejadian kemarin. Memang sih kalau ditelusuri kembali kejadian itu bukan murni kesalahan Kyuhyun. Justru sebenarnya dia lah yang patut disalahkan dalam keadaan ini karena telah menyia-nyiakan Yesung hingga akhirnya namja tersebut memilih untuk meninggalkannya di kala ia mulai merasakan ada debaran-debaran halus yang dirasanya terhadap sosok sonsaengnimnya tersebut. Tapi kalau saja saat itu Kyuhyun tak menghalanginya, mungkin saja ia bisa menghalangi Yesung untuk pergi meninggalkannya. Dilematis, eoh?

Kyuhyun menghela nafasnya lelah. Dia merasa dirinya sangat bodoh saat ini. Terombang-ambing dengan segala pemikiran, segala persepsi tentang dirinya sendiri. Ia merasa telah menyakiti perasaan gadis yang dicintainya kala gadis itu kehilangan cintanya. Tapi kalau saja waktu itu dia tak menghalangi Wookie untuk mengejar Yesung, bukankah ia yang malah merasa tersakiti? Tuhan.. Kenapa cinta sungguh rumit.

Wookie tersentak kaget saat melihat Kyuhyun bersimpuh di hadapannya. Ia tak menyangka Kyuhyun bakal melakukan ini.

"Wookie, kumohon maafkan aku," mohon Kyuhyun seraya meraih tangan Wookie.

Wookie menatap Kyuhyun dingin. Dilepasnya tautan tangan tersebut dengan sedikit kasar. "Berdirilah, Kyu."

"Aku tak akan berdiri kalau kau tak mau memaafkanku." Kyuhyun tetap bersikeras dengan posisinya. "Wookie, kumohon maafkan aku. Maafkan aku yang telah lancang mencintaimu, maafkan aku karena keegoisanku, maafkan aku karena telah... menghalangimu untuk mengejar cintamu." Kyuhyun tak sanggup menahan air matanya. Begitu sakit. Begitu perih rasa hatinya kala ini. Haruskah cintanya kandas lagi? Haruskah ia kehilangan cintanya lagi?

"Berdirilah, Kyu. Aku memaafkanmu," ucap Wookie sambil tersenyum.

Dia merasa sangat tak tega melihat sahabat yang amat disayanginya begitu terpuruk di depannya. Dan parahnya lagi, penyebab keterpurukan Kyuhyun adalah dirinya sendiri.

Kyuhyun menatap Wookie tak percaya. "Benarkah, Wookie?"

"Ne. Aku memaafkanmu. Berdirilah dan hapus air matamu. Kau cengeng sekali," gurau Wookie.

Kyuhyun pun bergegas berdiri dan memeluk Wookie. "Gomawo, Wookie.. Saranghae.."

Wookie menautkan alisnya. Dilepasnya pelukan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Wookie heran. "Kau tahu kan Kyu, siapa orang yang kucintai?" sindir Wookie.

Kyuhyun merasa tertohok dengan sindiran Wookie. "N..ne.. Mianhae."

Wookie mengulas senyumnya. "Sampai kapanpun aku akan tetap menjadi sahabatmu, Kyuhyun. Carilah gadis yang lebih baik dariku." Wookie menepuk pundak Kyuhyun lembut.

Kyuhyun menatap Wookie sendu. "Yah.. Semoga saja."

-Tiga bulan kemudian-

"Dan.. Peraih nilai tertinggi tahun ini adalah... Kim Ryeowook putri Bapak Kim Hankyung..."

Prokk... Prokk..

Tepukan tangan dan teriakan riuh dari penonton memenuhi aula sekolah tempat penyelenggaraan acara pelepasan purna didik ini. Kenapa? Heran? Kaget karena Wookie bisa mendapat penghargaan itu sedangkan dulu nilainya saja di bawah rata-rata? Ya. Cintalah jawabannya. Cintanya kepada Yesung, sang guru merupakan motivasi utama baginya untuk belajar dengan giat. Dia berkeinginan penuh untuk turut mendaftar di universitas dimana Yesung meneruskan sekolahnya sekarang. Dan usahanya tersebut berbuah manis. Ia lulus test di Universitas tersebut. Good job, Wookie!

"Chagiya.. Selamat.." Heechul memeluk Wookie erat.

Wookie membalas pelukan eommanya dengan tersenyum. Sesaat kemudian ia melepaskan pelukannya, ditatapnya wajah eommanya. "Eomma, kenapa kau menangis? Apa eomma tak senang dengan keberhasilan Wookie?"

"Aniya, chagi. Eomma sangat senang dengan keberhasilanmu.. Eomma sedih karena mengingat besok kau tak bersama eomma lagi," tutur Heechul.

"Eomma.. Aku akan tetap ada di hati eomma dan appa. Wookie janji akan sering pulang ke Korea kok," bujuk Wookie.

Heechul mengusap air matanya. "Iya, chagi.. Tapi kan kamu bakalan jauh banget dari kita.."

Wookie menatap eommanya lembut. "Meskipun jarak kita jauh, yang penting hati kita dekat.." bujuk Wookie.

"Wookie, selamat ya.." Wookie dan Heechul sontak menoleh ke asal suara saat mendengar teriakan Kyuhyun, Donghae dan Siwon.

"Ne.. Gomawo.." Wookie mengulas senyuman manisnya.

"Hmm.. Wookie.. Besok kamu udah berangkat ke Amerika?" tanya Kyuhyun.

"Ne, Kyu."

"Aaa.. Wookie.. Kita pasti akan merindukanmu," sahut Donghae seraya memeluk Wookie dari samping.

"Manja banget sih jadi orang. Kayak yeoja saja," sindir Siwon.

"Yee.. Biarin.." timpal Donghae.

"Kalian berisik sekali sih. Wookie, besok bolehkah aku ikut denganmu ke Amerika?" pinta Kyuhyum yang membuat semua teman-temannya begitu juga Heechul yang ada disitu melotot karena terkejut.

"Memangnya kenapa kau ikutan segala?" tanya Siwon.

"Hmm.. Aku hanya ingin turut menjelaskan kepada Yesung sonsae. Bagaimanapun juga aku turut andil di dalamnya. Jadi aku juga harus tanggung jawab," papar Kyuhyun.

Donghae, Siwon dan Heechul hanya manggut-manggut saja. Ya, mereka sudah tahu permasalahan diantara Wookie, Kyuhyun dan Yesung.

"Ugh.. Rasanya lelah sekali ya, Kyu." Wookie meregangkan otot-ototnya setelah hampir seharian duduk di pesawat. Ya, saat ini dia dan Kyuhyun sudah berada di dalam apartemen yang sudah disewa oleh Hangeng untuk tempat tinggal putrinya di Amerika, tepatnya Los Angeles.

Kyuhyun mengangguk seraya memegangi punggungnya. "Kau benar. Punggungku rasanya mau patah."

"Haha.. Iya.. Kyu, nanti sore aku harus memberikan berkas-berkas ini ke universitas. Kau ikut?" tanya Wookie.

"Tentu."

"Baiklah. Semoga saja nanti kita bertemu dengan Yesung sonsae," ucap Wookie kemudian melenggang memasuki kamarnya.

Kyuhyun hanya menatap punggung Wookie nanar. 'Begitu berartikah dia bagimu, Wookie? Aku semakin merasa bersalah pada kalian.'

Wookie dan Kyuhyun kini sedang berjalan mengitari lokasi kampus yang begitu luas. Mata Wookie menelusuri segala arah, berharap menemukan sesosok lelaki yang sangat dirindunya.

Seketika mata karamelnya membelalak lebar kala matanya menemukan sesosok yang telah mengisi hatinya itu sedang bersandar di bawah pohon yang cukup besar. "Yesung sonsae..." teriaknya yang membuat semua mahasiswa di sekitarnya terkejut

Yesung mengerjapkan matanya tak percaya. 'Apakah ini mimpi?' innernya.

"Yesung sonsae.." panggil Wookie sambil mengibaskan tangannya di depan mata Yesung.

"Wookie.. Benarkah itu kau?" Yesung meraba wajah Wookie.

Wookie mengangguk lalu mengenggam tangan Yesung yang berada di pipinya. Mencoba melepas kerinduan yang selama ini mengisi hatinya. "Ne.. Ini aku Wookie."

"Untuk apa kau jauh-jauh kemari?"

"Hm.. Sebenarnya aku mau.."

"Wookie..." teriak seseorang yang sontak membuat Wookie dan Yesung menoleh.

"Hosh.. Hosh.. Kenapa kau ninggalin aku sih? Hosh.." protes seseorang dengan nafas tersengal-sengal.

"Mianhae, Kyu.." Wookie melepaskan tangan Yesung dari wajahnya lalu beranjak menghampiri Kyuhyun.

Yesung memutar bola matanya. Ia merasa kesal dengan apa yang dilihatnya. Untuk apa mereka menemuinya kalau hanya untuk memamerkan keharmonisan hubungan mereka. Hanya buat dia sakit hati saja, pikirnya.

"Yesung oppa, kau dipanggil dosen." Seorang gadis berperawakan tak jauh beda dengan Wookie menghampiri Yesung.

"Eh, ada teman-temanmu ya, oppa." lanjut gadis itu saat ia tahu Yesung tak sendiri disitu.

"Ne. Mereka dulu muridku. Mereka juga orang Korea. Kenalan dulu sana," titah Yesung menunjuk ke arah Wookie dan Kyuhyun.

"Lee Sungmin.."

"Kim Ryeowook.."

"Lee Sungmin.."

"Cho Kyuhyun.."

Jantung Sungmin terasa berhenti berdetak. 'Apakah kau Kyunnie-ku dulu?'

Kyuhyun juga merasakan hal yang tak jauh beda dari Sungmin. 'Apakah dia itu kau, Ming?'

Yesung mulai kesal dengan Sungmin dan Kyuhyun yang masih bertatapan dalam diam. "Ehm.. Minnie, kajja. Aku duluan yah.." Yesung menyeret Sungmin meninggalkan Wookie dan Kyuhyun yang kini memasang tampang kurang mengenakkan.

Wookie menatap punggung Yesung dan Sungmin yang telah menjauh. Terlihat olehnya kedua orang tersebut berjalan beriringan dengan tangan Yesung yang melingkar di bahu Sungmin. 'Ada hubungan apa kau dengan gadis itu? Apa diriku memang sudah tak ada lagi di hatimu? Kalau memang begitu, untuk apa keberadaanku disini sekarang?' lirih Wookie.

TBC

Big thanks for : AlvinaVin, shiki, bellwookie, diya1013, Anami Hime, sunnyunysunghyun, HANA, Audrey musaena, yoon HyunWoon, YoonaELFishy cloud, cherrizka980826, Always Yewook, Honeyfah Elfsone, rainforest56, cloud3024, Imcherlontan, Kim ayuni Lee, Sasya, ryeofha2125, Widyaflys24, blu sky21, Kim Jung Min, Aurelia Putri F, ilma, Park Hyesung, KimjinMinGummo..

Author gak nyangka part kemarin reviewnya meningkat drastis. Gomawoyo reader *bow*..

Review lagi ne? Dan jangan lupa baca ff Yewook author yang lainnya

See you..