~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~

"Sajangnim?"

"Ah ne?"

"Kenapa kau melamun? Apa ada sesuatu?"

"Umm sebenarnya aku harus kembali ke rumah. Istriku membutuhkanku.." lirih Chanyeol dengan hati-hati karena tidak ingin menyakiti hati Baekhyun.

Sedangkan Baekhyun disana sempat terdiam sejenak. Namun ia kembali mengembangkan senyumannya pada sajangnimnya tersebut.

"Aku mengerti.. Sajangnim pergilah temui istri sajangnim. Bukankah aku hanyalah yang kedua? Dan istri sajangnim adalah yang pertama?"

"Aku bisa mengatakan pada istriku jika aku tidak bisa menemuinya, jika kau mau"

Baekhyun menggeleng.

"Apa sajangnim ingin hubungan kita terbongkar?"

Baekhyun bangkit dari duduknya dan mengecup singkat bibir lelaki yang sudah beristri tersebut.

"Temui istrimu. Dan ingat.. aku hanyalah selingkuhanmu sajangnim"

Lalu Baekhyun mengusap-usap wajah tampan Chanyeol dengan jemari lentiknya. Ia tersenyum, tetapi didalam hati ia merasa tersakiti dengan hubungan 'affair' ini. Mungkin ia akan menghadapi kesulitan lainnya selama ia berada didalam hubungan seperti ini. Namun Baekhyun tidak akan menyerah karena Chanyeol pasti akan kembali ke pelukannya.

Kemudian Baekhyun memeluk leher Chanyeol dan mendekatkan bibirnya pada telinga Chanyeol.

"M-K-L U sajangnim"

.

.

.


Author:

Yuta CBKSHH

Tittle:

I LOVE YOUR HUSBAND (CHANBAEK)

Main Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Support cast:

Do Kyungsoo

Kim Jong In

And others cast (EXO's members)

Rating:

M ++

Genre:

Marriege Life, Romance, Drama, Hurt/Comfort

Disclaimer:

Fanfict yang terinspirasi dari beberapa pengalaman. Di tulis oleh Yuta sendiri dan juga di bantu oleh Maple Fujoshi2309 (Author pemes, siapa sih yang kaga kenal sama Maple? XD). Dan tidak memplagiat cerita dari orang lain. PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka ^^

Warning:

BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:

Baekhyun mencintai Chanyeol yang ternyata sudah memiliki seorang istri yang bernama Kyungsoo. "Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Tinggalkan istrimu, dan dengan begitu kita bisa saling mencintai. Walaupun ini sulit untukku, tetapi aku akan tetap merebutmu dari istrimu.." (CHANBAEK) Slight CHANSOO, KAISOO. RnR!

Backsound:

Yiruma - River Flows In You

~~ HAPPY READING ~~


.

.

.

"Kau mandilah dulu, aku akan menunggumu" ucap Kyungsoo saat Chanyeol sudah tiba dirumahnya.

Chanyeol menyempatkan dirinya untuk mengecup dahi Kyungsoo seperti yang selalu ia lakukan ketika ia baru saja pulang dari kantor. Setelah melemparkan senyuman mereka masing-masing, akhirnya Chanyeol melangkahkan kakinya menuju kamar mereka. Meninggalkan Kyungsoo yang memutuskan untuk duduk menunggu Chanyeol di ruang tamu ini.

Pikirannya kembali terambil alih tentang bagaimana caranya ia harus melupakan kenangan masa lalu pahitnya bersama Kai, dan sepertinya ia memang harus mencintai Chanyeol dengan tulus. Ia harus membuka matanya lebar-lebar karena masa lalu hanyalah masa lalu. Keadaan di masa kini sudah jauh berbeda dengan keadaan masa lalu. Jadi, tidak ada yang harus ia pusingkan lagi.

Walaupun terkadang ia masih merasa bersalah oleh seseorang dimasa lalu yang telah khianati, tetapi ia yakin jika seseorang itu akan mengalah demi dirinya. Dan coba kalian bayangkan, kejadian pengkhianatan itu sudah lama sekali terjadi. Ia yakin pasti semua akan baik-baik saja selama ia mampu membuang perasaan bersalah itu.

Ia punya Chanyeol.

Ia punya Tae Oh.

Ia punya segalanya yang ia butuhkan. Jadi, untuk apa ia terus merasa bersalah? Ini adalah takdir. Dan siapapun tidak mampu mengubah takdir mereka sendiri. Lagi pula, Chanyeol juga mencintainya. Selalu memperlakukannya dengan baik selama 4 tahun pernikahan mereka, mampu menjadi Ayah yang baik untuk anaknya. Hanya tinggal mengubah dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik lagi dan hidupnya akan sempurna.

Ia yakin Chanyeol akan selalu mempertahankan pernikahan mereka. Bukankah itu yang pernah dikatakan olehnya?

Kyungsoo sedikit tersenyum saat Chanyeol yang sudah siap, tengah berdiri di hadapannya. Ia terus mengembangkan senyumannya dan meraih uluran tangan Chanyeol. Mereka berjalan berdampingan dan akhirnya memasuki mobil mewah mereka.

"Chanyeol.."

"Ne?"

"Tetaplah menjadi Chanyeol yang aku kenal. Jadilah Chanyeol yang selalu mencintaiku hingga maut memisahkan kita. Kau berjanji?"

Chanyeol sempat terdiam sejenak setelah mendengar perkataan Kyungsoo. Namun akhirnya ia menampilkan senyumannya dan mencium punggung tangan Kyungsoo.

"Aku berjanji"

Dan mereka berangkat menuju Rumah Sakit Tae Oh.

.

.

.


.

.

.

Pagi hari ini Baekhyun selalu bersemangat seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan terkadang Baekhyun tersenyum-senyum seorang diri ketika ia tengah melamun. Entah melamunkan apa, yang pasti itu adalah sesuatu yang indah karena ia terus tersenyum seperti orang tidak waras.

Guk!

"Ah! Kau mengangetkanku Mong!"

Baekhyun mengusap-usap dadanya sendiri kala ia dikagetkan oleh gonggongan anjing kesayangannya. Namun sedetik kemudian ia kembali tersenyum dan berjalan menghampiri Mongryeong.

"Kau lapar eoh?" Ucap Baekhyun sambil mengusak bulu halus Mongryeong.

Guk! Guk!

"Aigooo~ tunggu sebentar ne? 1 menit lagi, makananmu sudah siap!"

Lalu Baekhyun berlari-lari kecil menuju arah dapurnya, seperti biasa menyiapkan makanan Mongryeong untuk sarapan pagi anjing kesayangannya tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Baekhyun sudah siap dengan makanan anjing di tangannya.

"Makanlah hingga habis OK?"

Baekhyun memutuskan untuk duduk menatap anjingnya yang sedang lahap memakan makanannya. Terkadang ia mengusap-usap punggung Mongryeong dan terkikik sendiri.

Sebenarnya ia teringat ketika melihat tingkah Mongryeong yang tiba-tiba menjadi terdiam karena aktivitas panasnya kemarin bersama sajangnimnya. Mongryeong hanya terduduk di sudut pintu dan terdiam dengan tenang. Dan itu sungguh lucu menurut Baekhyun.

"Mong. Kau melihatnya? Kau melihat bagaimana aku bercinta dengan sajangnim tampan yang sering aku ceritakan padamu?"

Baekhyun memulai acara mengobrolnya dengan sang anjing.

"Dia adalah lelaki yang tampan bukan? Ahh~ dan sepertinya aku sudah menepati janjiku padamu untuk mengajaknya kesini"

"Apa kau menyukainya Mong?"

Guk!

"Wow! Kau makan lahap sekali! Aku harus memberimu makanan tambahan untuk hari ini!"

Guk! Guk!

"Hahaha ikuti aku Mong!"

Baekhyun menggoda sang anjing untuk berlari mengikuti langkahnya, Mongryeong yang mengertipun langsung menuruti perintah sang majikan. Bahkan anjing manis itu sempat berdiri karena saking antusiasnya melihat Baekhyun tertawa dengan bahagia. Setidaknya, ia juga mampu merasakan apa yang dirasakan oleh majikannya tersebut.

Kali ini Baekhyun menambahkan setengah porsi makanan untuk Mongryeong, karena ia tidak ingin Mongryeong menjadi anjing yang gemuk karena terlalu sering ia beri makan. Dan ketika ia melangkahkan kakinya bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, ponselnya tiba-tiba berdering dan ia mengernyit karena terdapat nomor asing yang menghubunginya saat ini.

"Yeoboseyo"

'Baekhyun?'

"Ne.. Nugu?"

'Ahh aku kira aku salah nomor haha. Ok, ini aku Sehun. Kau masih mengingatku bukan?'

"A-ah Sehun sajangnim. Ne, tentu saja. Ada apa sajangnim menghubungiku?"

'Eum.. sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu. Kau bersedia menemuiku di ruanganku ketika kau tiba dikantor?'

Baekhyun terdiam sejenak. Ia berpikir apakah Sehun sajangnimnya ini akan membahas masalah hubungannya bersama Chanyeol lagi?

"Ne. Tentu saja sajangnim. Aku akan segera ke ruangan sajangnim begitu aku tiba dikantor" ucap Baekhyun kemudian dengan nada bicara yang sangat sopan.

'Ok baiklah'

Dan Baekhyun mulai melangkahkan kakinya kekamar mandi setelah sambungan telepon mereka terputus.

Sepertinya ia harus 'menyiapkan' dirinya.

.

.

.


.

.

.

"Aku merindukan kantormu Chan"

Kyungsoo meletakkan tas yang di bawanya diatas meja kerja Chanyeol. Kemudian ia melepaskan jaket bulu tebalnya dan menggantungkannya di tongkat yang sudah tersedia disana.

Sedangkan Chanyeol kini melangkahkan kakinya ke arah sang istri setelah menutup ruangan kerja pribadinya tersebut.

"Sering-seringlah berkunjung kesini jika kau mau, aku akan dengan senang hati menyambut kedatangan istriku di tempat kerjaku"

Chanyeol memeluk pinggang Kyungsoo dan mengecup singkat bibir Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo sudah melingkarkan tangannya di leher Chanyeol. Menyambut ciuman mesra yang dilakukan oleh sang suami. Dan itu membuat Kyungsoo mengembangkan senyumannya karena menyadari jika Chanyeol tidak berubah, masih menjadi sosok Chanyeol yang mencintainya.

Biasanya Chanyeol akan datang siang kekantornya jika saja Kyungsoo tidak ikut bersamanya. Kyungsoolah yang menyuruhnya untuk datang lebih awal sebelum para karyawannya datang karena itu akan menambah kesan baik dimata karyawannya.

Kalian juga jangan lupakan jika Chanyeol sudah mengantisipasi ini semua. Ia berani melakukan hal ini karena kantor masih sepi, terlebih lagi ia juga tidak ingin di anggap berbeda hanya karena Chanyeol tidak memperlakukan sang istri seperti biasa.

Tanpa Kyungsoo ketahui, sesekali Chanyeol melirik kearah jam besar yang menempel pada dinding diruangannya untuk memastikan jika Baekhyun belum datang. Ya, karena ruangan mereka menjadi satu dan tentu saja ia tidak ingin 'selingkuhannya' tersebut melihatnya tengah bermesraan dengan istrinya sendiri. Walaupun sebenarnya ia ingin melakukan hal lebih dari ini pada istrinya tersebut.

"Eungh~"

Chanyeol kembali melumat bibir Kyungsoo kala ia ternyata masih memiliki waktu satu jam lagi sebelum Baekhyun datang. Jadi, lebih baik ia manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk menikmati manis bibir sang istri.

Chanyeol bahkan sudah mengangkat tubuh mungil Kyungsoo agar terduduk diatas meja kerja tersebut agar ia lebih mudah menikmati bibir hati Kyungsoo. Entah kenapa tubuh Chanyeol terasa panas dipagi hari ini, padahal ia ingat betul jika pendingin ruangan disini masih berfungsi dengan normal.

Tanpa sadar Chanyeol mengangkat tangannya untuk melepaskan satu persatu kancing pakaian yang Kyungsoo kenakan. Namun ia sontak menghentikan aktifitasnya kala tangan Kyungsoo menahan pergerakannya. Mau tak mau Chanyeol melepaskan ciumannya dan meminta penjelasan dari sang istri.

Kyungsoo tersenyum kala melihat ekspresi kebingungan Chanyeol.

"Tidak disini dan tidak saat ini"

Kyungsoo mengusap lembut wajah Chanyeol dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Chanyeol.

"Aku menyuruhmu datang lebih awal seperti ini bukan untuk mengajakmu bercinta. Dan apa kau terlupa? Kita tidak hanya berdua saja disini, bisa saja ada 'orang lain' yang masuk keruangan ini bukan?"

Kyungsoo kembali menegakkan tubuhnya untuk menatap Chanyeol. Tetapi sedetik kemudian, mata bulatnya itu melirik ke arah sebuah meja kerja yang masih kosong itu. Seolah sengaja memberitahu Chanyeol, jika 'orang lain' yang ia maksud adalah 'asistennya'.

Setelah ia berhasil membuat Chanyeol bungkam, Kyungsoo kembali melumat bibir Chanyeol dengan lembut sambil memiringkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya. Membuat Chanyeol dengan cepat terbawa oleh ciuman lembut yang dilakukan oleh istrinya tersebut.

"Apa aku terlambat? Apakah Sehun sajangnim lama menungguku?" gumam Baekhyun sambil terus melangkahkan kakinya menuju ruangan Sehun.

Baekhyun tau betul jika ruangan Sehun berada tepat di samping ruangannya bersama Chanyeol. Jadi, ia hanya perlu meletakkan tasnya terlebih dahulu di ruangannya dan ia segera keruangan Sehun.

Namun, baru saja ia ingin masuk ke ruangannya, ia mendengar sebuah suara lenguhan yang tak asing. Dan hatinya terasa hancur ketika ia menyadari jika suara tersebut berasal dari ruangan Chanyeol. Apakah itu adalah suara..

Flashback

Seorang lelaki manis bermata sipit baru saja menuruni sebuah subway yang ia gunakan untuk mengunjungi suatu tempat. Kedua tangan mungilnya ia gunakan untuk menjinjing dua buah kantong plastik besar. Ow, sepertinya itu adalah kue dan sebuah..

Kado?

"Aku sangat merindukanmu, Kyung. Aku harap kau senang menerima kado dariku" gumam Baekhyun dengan ceria.

Ya, hari ini adalah hari ulang tahun Kyungsoo. Dan Baekhyun memutuskan untuk mengunjungi Kyungsoo setelah ia berhasil memaksa Kyungsoo untuk memberikan alamat rumah barunya. Rengekan dan tangisan Baekhyun mau tidak mau membuat Kyungsoo memberi informasi alamatnya tersebut dan jujur saja, ia juga sangat merindukan sahabatnya tersebut walaupun sebenarnya ia tidak ingin sahabat satu-satunya ini tau dimana ia tinggal karena suatu alasan. Selain ia berada di kota yang jauh dari jarak kota Baekhyun, ia juga memiliki sebuah alasan lain.

Baekhyun mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang tersedia di stasiun bawah tanah tersebut karena ia merasa kelelahan setelah menempuh perjalan kurang lebih sekitar 4 jam. Dan ia mengerucutkan bibirnya kala ia baru menyadari ternyata jarak kota ini dari kotanya sangatlah jauh, tetapi ia tidak menyesalinya karena sesaat lagi ia akan bertemu dengan sahabatnya.

"Sebaiknya aku melanjutkan perjalananku sebelum hari mulai gelap" Baekhyun bangun dari duduknya dan mulai melangkahkan kembali kakinya menuju stasiun bus untuk bisa tiba di rumah baru Kyungsoo.

Meskipun ia kelelahan, tetapi ia menutupinya dengan sebuah senyuman yang manis dan selalu terbayang akan wajah bahagia Kyungsoo ketika ia menemuinya nanti. Baekhyun masih harus menempuh jarak dengan waktu sekitar 30 menit lagi untuk tiba disana. Sesekali ia tertidur karena saking lelahnya. Hingga tanpa sadar ia dibangunkan oleh supir bus tersebut karena ini sudah pada pemberhentian yang terakhir.

Huft~ untung saja Baekhyun tidak tersesat.

Setelah ia mengucapkan terima kasih pada sang supir, ia menuruni bus tersebut dan kembali berjalan mencari rumah yang ia maksud di antara puluhan rumah yang terdapat di komplek tersebut.

Baekhyun menyeka keringatnya sendiri sejenak dan ia meminum sebotol air yang dibawanya. Setelah mengumpulkan kembali tenaganya, ia menenteng dua plastik besar itu dan hanya melangkahkan kakinya beberapa langkah saja, ia sudah mampu menemukan rumah Kyungsoo.

Rumah bernomor 1214.

Ting tong~

Baekhyun menekan tombol bell rumah itu dengan terus mengembangkan senyumannya. Namun ketika pintu itu perlahan terbuka, senyuman Baekhyun luntur seketika saat melihat siapa lelaki yang baru saja membuka pintu tersebut. Bahkan tanpa sadar Baekhyun menjatuhkan dua plastik besar yang berada di genggamannya sedari tadi.

Deg!

'Jika kau melihatku berubah, maka itu bukanlah aku. Karena aku tidak akan pernah berubah dan aku akan selalu mencintaimu. Tunggu sampai saat itu datang. Tunggu sampai aku kembali berdiri dihadapanmu'

"Siapa yang datang Chan-"

Kyungsoo yang baru saja datang menghampiri Chanyeol tiba-tiba membulatkan matanya kala melihat sahabatnya yang ternyata mengunjungi rumah mereka.

"B-baekhyun?"

"Apakah dia temanmu?" Ucap Chanyeol dengan datar.

Membuat Baekhyun dan Kyungsoo menatap Chanyeol tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh lelaki tinggi tersebut.

'Aku tau ini pasti akan terjadi. Maafkan aku Baek. Aku harap kau mengerti dan mengingat semua perkataanku'

Chanyeol memutuskan untuk beranjak dari sana karena ia tidak mampu merasakan rasa sesak saat ini. Biarkan Kyungsoo yang menghadapi Baekhyun. Walaupun terdengar seperti orang yang sangat pengecut, tetapi ia rasa ini lebih baik daripada ia menyakiti Baekhyun lebih dalam lagi.

Baekhyun membuka sedikit bibirnya dengan mata yang berkaca-kaca menatap Chanyeol yang beranjak dari sana dan menatap Kyungsoo secara bergantian. Ia sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Kenapa Chanyeol terlihat seperti tidak mengenalinya sama sekali di pertemuan mereka? Dan juga..

Kenapa ia berada di rumah Kyungsoo?

"Hiks! Kyung-"

Grep

Dengan cepat Kyungsoo memeluk erat tubuh Baekhyun dan membawa tubuh Baekhyun untuk menjauh dari rumahnya. Baekhyun menangis dan Kyungsoopun juga menangis. Bisa Kyungsoo rasakan isakan kebingungan dari Baekhyun, dan itu sangat menyakiti hatinya. Tetapi ia tidak mampu untuk melakukan apapun dan ia harus mengatakan semuanya pada sahabatnya ini. Meskipun amat sangat menyakitkan, tetapi ia harus melakukannya.

Dan berharap agar Baekhyun bisa mengerti walaupun itu terdengar sangat mustahil.

"Maafkan aku.." lirih Kyungsoo.

Baekhyun menatap tidak percaya pada Kyungsoo dengan airmata yang terus mengalir dengan deras. Apa yang sebenarnya terjadi? Demi Tuhan ia sangat sangat membenci permintaan maaf dari Kyungsoo tersebut. Namun kemudian Kyungsoo menggenggam kedua tangannya dan sedikit meremasnya agar Baekhyun mau mengerti dengan semua yang sudah terjadi ini.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Gumam Baekhyun dengan sangat lirih.

"Maafkan aku hiks" Kyungsoo kembali melontarkan kalimat maafnya pada Baekhyun.

Baekhyun terus menunduk, namun saat ia ingin mengangkat kepalanya tak sengaja ia menatap perut Kyungsoo yang tampak membesar. Jadi..

Apa ini alasan yang mampu menjawab semua kenyataan menyakitkan ini?

"Kau hamil?" Ucap Baekhyun dengan suara yang bergetar.

Tes

Tes

Tes

Baekhyun semakin deras mengeluarkan airmatanya ketika mendapat anggukan dari Kyungsoo. Baekhyun mohon seseorang bangunkan ia dari mimpi buruk ini. Ia masih tidak siap untuk menerima jawaban Kyungsoo jika Chanyeol akan bertanggung jawab atas kehamilannya.

"Kau jahat Kyung! Aku membencimu! Kau adalah seorang yang paling jahat yang pernah aku temui! Hiks!" Baekhyun menghempaskan genggaman tangan Kyungsoo dan menyeka airmatanya dengan kasar.

"Kau tidak akan mengerti. Semua terjadi di luar dugaanku. Maafkan aku, aku sangat menyayangimu"

Baekhyun mengalihkan pandangannya tidak mau menatap sang sahabat. Lalu ia menatap pada dua kantung plastik yang tergeletak disana, membuat Kyungsoo semakin merasa bersalah.

"Aku juga sangat menyayangimu Kyung. Aku bahkan rela melakukan hal ini untuk menemuimu tepat di hari ulang tahunmu. Tapi apa? Kau mengkhianatiku! Kenapa kau menyembunyikan semua ini dariku, Kyung?! Hiks!"

Kyungsoo menunduk dan ia menggigit bibirnya sendiri untuk meredam isakannya.

"Aku bisa membatalkannya jika kau mau" gumam Kyungsoo.

Baekhyun berdecih. Hatinya mulai mengeras dan ia sudah tidak menganggap Kyungsoo sebagai sahabatnya mulai detik ini. Kyungsoo hanyalah seorang pengkhianat.

"Sudah terlambat. Pergilah bersamanya dan jangan pedulikan aku. Hahaha atau kau bisa menganggapku sudah mati Kyung.."

Tangisan Baekhyun menghilang entah kemana dan tergantikan oleh tawa miris yang ia tunjukkan pada Kyungsoo. Sepertinya ia akan gila karena pengkhianatan sahabat dan kekasihnya ini. Amat sangat menyakitkan.

"Jangan lakukan hal konyol. Aku tetap sahabatmu dan aku akan selalu menggapmu sebagai sahabatku"

"Omong kosong. Kau hanya seorang perkhianat Kyung. Pergilah dari hadapanku. Aku sudah muak melihat wajahmu!"

Baekhyun mengepalkan kedua tangannya untuk meredam emosinya. Dengan cepat ia menyerahkan dua plastik itu pada Kyungsoo dan mulai berjalan menjauh meninggalkan Kyungsoo.

"Ohh dan satu lagi. Dimataku, kau akan selalu menjadi seorang pengkhianat! Camkan itu baik-baik, Do Kyungsoo"

"Sahabatku yang ternyata seorang pengkhianat.."

Brukk

Tubuh Kyungsoo terjatuh kebawah begitu saja. Menangis dengan sangat keras melihat sahabat yang sangat disayanginya tersebut perlahan mulai menjauh pergi meninggalkannya. Airmatanya terus mengalir deras dan ia menyesali betapa bodohnya ia karena tidak mampu menahan Baekhyun hingga akhirnya ia menghancurkan persahabatan mereka yang sudah terjalin dalam waktu yang tidak bisa di katakan singkat tersebut. Ia..

Telah mengkhianati persahabatannya bersama Baekhyun dan telah menyakiti orang yang sangat ia sayangi tersebut.

"Hiks! Maafkan aku.."

Flashback end

Tes

Baekhyun meneteskan airmatanya kala melihat sosok lelaki yang sedang memeluk erat tubuh Chanyeol sambil berciuman dengan panas melalui celah pintu ruangan kerjanya tersebut. Dadanya kembali terasa sesak dan ia mundur beberapa langkah dengan perasaan yang kacau.

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tidak ingin teringat kembali dengan masa lalu pahitnya. Ternyata.. istri Chanyeol adalah orang yang sama. Yaitu sahabatnya..

Kyungsoo.

'Aku bahkan tidak tau jika kau ternyata sudah menikah dengannya. Ternyata kau memang mengkhianatiku. Aku sangat membencimu, Kyungsoo'

Grep

Baekhyun yang masih banjir akan airmata tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada seseorang yang baru saja menariknya pergi darisana. Mengikuti arah langkah orang tersebut dan menyempatkan dirinya untuk menghapus airmatanya sendiri.

"Sehun sajangnim"

Cklek

Brakk!

Dengan cepat Sehun membawa masuk Baekhyun ke dalam ruangannya dan menutup pintu ruangannya itu dengan kasar. Nafasnya terengah-engah kala melihat kondisi Baekhyun yang begitu menyedihkan dengan airmata yang sudah membanjiri wajahnya dan juga bibir merahnya yang terus bergetar.

"Apa yang kau lakukan disana? Melihat Chanyeol dan istrinya yang tengah terciuman sambil menangis dengan bodohnya? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaanmu eoh?"

Sehun mencengkram kedua bahu Baekhyun yang bergetar dengan sangat kuat. Ia menatap kedalam mata sendu Baekhyun memaksa untuk menjawab semua perkataannya. Sedangkan Baekhyun masih terisak dan menutup rapat kedua bibirnya. Bingung harus menjawab apa pada Sehun.

"Menangislah jika itu membuatmu lebih tenang"

Kemudian Sehun memeluk erat tubuh Baekhyun dan menenggelamkan wajah Baekhyun didadanya. Memeluk bahu sempit yang bergetar itu dan mengusap lembut surai madu Baekhyun.

Setidaknya, ia harus melakukan hal ini agar Baekhyun tenang seperti apa yang pernah dikatakan oleh Chanyeol terhadapnya. Ia harus mengalihkan perhatian Baekhyun jika hal seperti ini terjadi. Ia bisa mengerti bagaimana perasaan Baekhyun yang mencintai Chanyeol tetapi harus rela menjadi yang kedua karena ia sama sekali tidak ingin kehilangan Chanyeol kembali.

"Hiks! Apa sajangnim tau bagaimana sakitnya aku harus berpura-pura selama ini?" Ucap Baekhyun masih dengan isakannya didalam dekapan Sehun.

"Tenanglah, aku mengerti bagaimana sakitnya jika aku berada di posisimu"

"Ne. Sangat mengerikan bukan? Hiks"

Sehun melepaskan pelukannya dan membawa Baekhyun untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya. Sepertinya ia sudah mampu membuat Baekhyun mengalihkan perhatiannya dengan apa yang tengah di lakukan oleh Chanyeol bersama Kyungsoo saat ini.

"Apa yang sudah Chanyeol janjikan padamu hingga kau masih bertahan hingga saat ini?" Tanya Sehun sambil mengusap lembut jemari Baekhyun.

Jujur saja Baekhyun merasa sedikit lebih tenang karena perlakuan lembut Sehun. Ia bahkan tidak mampu membayangkan bagaimana dirinya tadi jika saja Sehun tidak datang menarik tangannya.

"Dia hanya menarik hatiku lalu membawanya pergi.. dan sudah" lirih Baekhyun.

Sehun sedikit miris mendengar jawaban Baekhyun. Kemudian ia menyandarkan kepala Baekhyun di bahunya dan kembali menenangkan asisten cantik sahabatnya tersebut. Menghapus lelehan crystal bening itu dengan hati-hati dan ia menghela nafasnya.

"Jangan sungkan untuk menangis padaku jika Chanyeol menyakitimu seperti itu lagi"

Baekhyun terkekeh kecil mendengar ucapan Sehun.

"Mana mungkin aku melakukan hal itu sajangnim?" Ucap Baekhyun dengan tawa kecilnya. Tanpa sadar, membuat Sehun sedikit gugup melihat wajah manis yang tengah tersenyum itu dari jarak sedekat ini.

"Jika kau sedih lagi. Aku akan menunjukkan sesuatu yang menarik padamu"

"Apa itu sajangnim?"

"Kau menyukai fotografer?"

.

.

.


.

.

.

"Apa kau masih mencari lelaki itu?"

Terlihat seorang lelaki cantik tengah duduk atas sofa dengan sebuah buku novel romansa di genggamannya. Wajahnya terlihat begitu cantik dengan rambutnya yang berwarna blonde dan di hiasi dengan poni yang menggemaskan. Jika dilihat sekilas, pasti orang-orang menganggapnya sebagai wanita, karena tubuhnya yang begitu ramping dan juga kulitnya sangat putih mendukung argumen orang-orang yang mengatakan jika ia adalah wanita. Padahal kenyataannya ia adalah 100% laki-laki dan ia juga tidak memiliki dada yang besar.

Terlebih mata nya yang jernih dan juga bulu mata yang lentik alami, menunjang kecantikannya. Hidungnya yang mungil dan bibir cherry nya yang sangat segar, semakin membuat orang-orang tidak mampu untuk menolaknya.

Kai berdecih kala melihat sepupunya yang baru saja tiba di Seoul dari China tersebut menanyainya sebuah pertanyaan yang terlalu ikut campur menurutnya.

Kemudian Kai berjalan menghampiri lelaki cantik itu dan duduk di sebelahnya.

"Ck! Aku sudah menemukannya sejak lama. Tetapi akan sulit untuk mendapatkannya kembali karena suatu hal"

Lelaki cantik itu bangkit dari posisi bersandarnya untuk memperhatikan Kai yang sepertinya akan memberikan informasi menarik. Ia meletakkan novelnya dan memandang Kai dengan mata cantiknya.

"Kenapa?"

"Dia sudah bersuami"

"Hah? Jinjja?"

Luhan -nama lelaki cantik itu- menampilkan ekspresi terkejutnya kala mengetahui lelaki yang sangat di cintai oleh Kai sejak sekolah menengah itu ternyata sudah bersuami. Dan ia juga tidak habis pikir kenapa sepupunya yang memiliki kulit tan tersebut terlihat begitu santai dan tidak tertekan sama sekali.

"Untuk apa aku membohongimu, cantik?"

Luhan memutar kedua bola matanya malas.

"Lalu kenapa kau begitu santai eoh? Apa kau sudah tidak mencintainya lagi?"

"Aku santai karena dia tidaklah mencintai suaminya, dan juga.. dia tengah mengandung anakku lagi saat ini"

Luhan menganga akan perkataan brengsek Kai tersebut.

"Kau memang bajingan Kai. Aku sama sekali tidak menyangka jika kau akan menjadi sebrengsek ini"

"Jika untuk mendapatkan cintaku kembali, kenapa tidak?"

"Aishh yayaya terserah kau saja"

Setelah tertawa kecil melihat tingkah lucu Luhan, Kai kemudian melihat ke arah jam tangannya dan bangkit dari posisi duduknya.

"Aku harus ke kantor. Kau ingin ikut?"

"Umm.. bisa menungguku 15 menit lagi? Tidak mungkin aku ke kantormu mengenakan kemeja besar seperti ini bukan?"

Kai menyeringai melihat pakaian Luhan yang vulgar dengan menampilkan hampir seluruh bagian tubuhnya. Terlebih paha dan bahu itu, sangat mengundang untuk di perkosa. Tetapi Kai masih waras untuk tidak memperkosa sepupunya sendiri. Ia masih sayang dengan nyawanya sendiri.

"Seperti itu juga tidak apa-apa" goda Kai.

"Aishh kau ingin aku di culik dan di perkosa eoh?"

"Bukankah kau senang jika diculik dan di perkosa?" Kai masih menggoda Luhan dengan tawa kecilnya.

"Hya! Jika itu lelaki tampan, akan dengan senang hati aku telanjang di depannya!"

"Aku tampan. Dan kenapa kau tidak telanjang di depanku?"

"KECUALI KAU!" Lalu Luhan membalikkan tubuhnya untuk mencari pakaian yang cocok untuknya.

"Kenapa? Haha"

"Kau lebih muda dariku dan kau sudah menghamili lelaki lain. Aku tidak sudi!"

Luhan masih menggerutu sambil mengganti pakaiannya di depan Kai dengan santai.

"Tapi kau sudah melakukannya. Kau telanjang di depanku. Aahh~ aku tegang"

"Tutup mulutmu Kai! Aku ingin mencari lelaki perkasa di kantormu. Siapa tau saja aku bermain dengan relasimu"

"Karyawanku pasti akan dengan senang hati memperkosamu, Lu"

"Jja! Aku tidak sabar untuk menikmati penis besar karyawanmu"

Luhan merangkul lengan sepupunya tersebut dengan manja dan menarik Kai menuju mobil Kai yang terparkir di bawah rumahnya.

"Kau benar-benar jalang, Lu haha"

.

.

.


.

.

.

"Aku kira semuanya akan baik-baik saja. Ternyata tidak, maafkan aku membuatmu menangis hari ini Baek"

Baekhyun memeluk leher Chanyeol dengan erat dan menenggelamkan kepalanya di perpotongan leher Chanyeol. Saat ini posisi Chanyeol tengah duduk di kursi kerjanya dengan Baekhyun yang berada di pangkuannya.

Chanyeol sungguh menyesal kala ia mendapati Baekhyun tengah tertidur di ruangan Sehun dengan wajah yang sembab. Sehun menceritakan semuanya dan disitu Chanyeol semakin merasa bersalah. Jika kalian bertanya kemana perginya Kyungsoo, itu karena Kyungsoo mewakili suaminya untuk menghadiri meeting di luar kantor mereka. Dan Kyungsoo pergi sejam setelah kejadian tidak mengenakkan bagi Baekhyun itu terjadi. Berakhirlah Chanyeol membawa Baekhyun kembali keruangan mereka dan sebelumnya berterima kasih kepada sahabatnya tersebut.

"Ternyata istrimu memang Kyungsoo" lirih Baekhyun.

Ingin rasanya ia tidak mengetahui semua ini. Terlebih ia baru tau jika memang Kyungsoo lah yang menjadi istri dari Chanyeol. Entah kenapa perasaan bencinya pada Kyungsoo kembali muncul. Harus dengan cara apa lagi agar ia mampu membuat semua ini menjadi normal?

"Maafkan aku atas kesalahanku di masa lalu"

Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Chanyeol dan perlahan ia mulai mengecupi leher Chanyeol.

"Apa kau mencintai Kyungsoo, Sajangnim?"

Chanyeol memejamkan matanya kala Baekhyun mulai menyesapi lehernya. Dan ia yakin, itu pasti akan menciptakan tanda merah disana.

"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu jika aku mencintaimu?" Ucap Chanyeol menahan geramannya.

"Benarkah? Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Tinggalkan istrimu, dan dengan begitu kita bisa saling mencintai sajangnim" bisik Baekhyun dengan menggoda.

Sontak Chanyeol menatap Baekhyun karena terkejut akan perkataan asistennya ini barusan. Sedangkan Baekhyun, ia menyeringai dengan cantik dan sedikit membuka bibirnya, lalu mendekatkan bibir tipisnya pada bibir Chanyeol.

"Walaupun ini sulit untukku, tetapi aku akan tetap merebutmu dari istrimu.." ucap Baekhyun selanjutnya.

Dan dengan cepat Baekhyun melumat bibir Chanyeol dengan lembut sambil memejamkan kedua matanya. Bahkan saat ini Baekhyun sudah mengubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Chanyeol. Jemari lentiknya terus mengusap lembut wajah Chanyeol dan memiringkan kepalanya guna memperdalam ciuman mereka.

Tentu saja Chanyeol membalas dengan kasar ciuman Baekhyun dan berakhir dengan dia yang mengusai permainan tersebut. Membuat Baekhyun melenguh karena sensasi geli menyerang rongga mulutnya.

Lenguhan Baekhyun sangat manis dan selalu berhasil meningkatkan nafsunya. Bahkan tangan Chanyeol saat ini sudah meraba-raba punggung Baekhyun dengan lembut. Menikmati ini semua sambil berpikir tentang perkataan Baekhyun. Ia pun tidak menyangka jika Baekhyun akan merebutnya dari Kyungsoo, apakah lelaki ini begitu mencintainya? Sedangkan Chanyeol sendiripun tidak tau harus memilih yang mana, ia hanya ingin memiliki keduanya seperti ini lebih lama lagi, walaupun ini terdengar sangat gila.

Tap

Tap

Tap

Seorang lelaki tinggi menghentikan langkahnya kala melihat sesuatu melalui celah pintu yang sedikit terbuka disana. Raut wajahnya mendadak datar dan rahangnya mulai mengeras. Kedua tangannya mengepal erat merasa amat marah dengan apa yang dilihatnya saat ini.

'Mana mungkin aku membiarkan lelaki secantik itu terus terperangkap dalam permainan brengsekmu itu, Park'

Sedetik kemudian ia kembali membuang wajahnya dan melanjutkan langkahnya karena merasa muak dengan apa yang dilihatnya.

'Sepertinya aku tertarik pada selingkuhanmu, maafkan aku Park'

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Flashbacknya udah pada ngerti semua kan? Soalnya mulai Chap depan Yuta mau bikin konfliknya dan flashbacknya udah abis wkwk

Maaf kalo Chap ini Baekhyun sama Kyungsoo belum ketemuan(?) Soalnya kalo mereka sampe ketemu, bakal ada perang dunia haha

Walaupun mereka udah tau siapa istri dan siapa asisten Chanyeol, mereka masih pura-pura dan gamau bahas masa lalu mereka itu.

Dan apa itu? Ada cast baru Luhan jreng jreng jreng~

Karakternya Luhan disini Yuta bikin kek jalang(?) *digampar :'v

Semoga cast Luhan itu membantu haha

Itu juga..

Part terakhir..

Siapakah orang itu?

Ada yang bisa nebak?

Kalo ada yang bisa nebak, Yuta kasih ciuman manja deh *pada males nebak :'v wakakak

OK, LAST!

NEXT?

REVIEW JUSEYO~

SARANGHAE BBUING~!