Special Chapter #2 : Game (Truth or Dare)
"Oke, Shion. Katakan rahasia paling memalukan Sasori yang kau ketahui!"
Serempak, semua orang yang sedang menginap di rumah pasangan Uchiha itu menahan napas menunggu jawaban dari gadis pirang itu. Naruto mengeluarkan cengiran lebar, puas akan pertanyaan yang mau tak mau harus dijawab oleh kekasih sahabatnya itu.
"Tapi Sasori-kun tidak pernah berbuat sesuatu yang memalukan," jawab Shion dengan kedipan mata polos. Semua yang ada di sana menghela napas kecewa kecuali Sasori yang tertawa kecil melihat reaksi teman-temannya.
"Tapi itu wajar saja. Karena itu Sasori bukan dirimu Naruto. Jika pertanyaan itu diajukan ke Hinata, mungkin Hinata-chan akan menjawab sampai tengah malam nanti," Naruto mencibir ucapan Gaara dan melempar gumpalan tisu ke pemuda berambut merah itu.
"Baiklah, siapa selanjutnya?" Neji menyudahi pertengkaran kecil Naruto dan Gaara. "Giliranmu Sasuke," lanjut Neji.
"Truth or Dare?!" semua bertanya kompak. Sasuke memutar bola matanya bosan. Ia dipaksa ikut masuk ditengah-tengah permainan ini. Ia tidak ada minat sama sekali pada permainan yang satu ini dan entah mengapa yang lainnya tampak antusias.
"Truth" jawabnya cepat. Ia harus membuat gilirannya cepat terlewati dan bisa keluar dari permainan konyol ini.
Sasori memasang ekspresi berpikir. Ia mendapat giliran pertama untuk bertanya pada Sasuke. "Bagaimana kau memulai hubunganmu dengan Sakura?" tanyanya setelah beberapa waktu berpikir.
"Eh?!" Sakura terkesiap pelan ketika mendengar namanya disebut.
"Jawab! Jawab! Jawab!" Nampak Ino yang paling bersemangat di sana. Perempuan berambut pirang itu bersorak paling keras disusul Naruto.
Sasuke melirik Sakura. Keduanya menahan tawa. Bagaimana mungkin Sasuke menceritakan pertemuannya dengan Sakura dan cara mereka memulai hubungan.
"Aku tidak mau menjawab secara detail. Yang pastinya aku memulai hubunganku dengannya karena sebuah kebetulan aneh,"
"Huuuu…" serempak semuanya mencibir.
"Giliranku, giliranku! Hal-hal romantis yang pernah kau lakukan untuk Sakura?" Ino bertanya dengan pandangan berbinar.
Sakura mendengus sebal "Hei! Bisakah kalian tidak bertanya hal-hal seperti itu?"
"Semua yang ku lakukan itu romantis di matanya," Sasuke menjawab dengan nada acuh.
"Eiiiii…." Lagi sorakan terdengar. Sakura mendelik ke Sasuke "Apanya yang romantis.."
"Apa rahasia terbesarmu ?" Neji langsung saja bertanya. Untuk sementara semuanya mendiamkan diri. Terfokus pada Sasuke yang sedikit terkejut mendengar pertanyaan Neji. Lagi, Sasuke melirik Sakura yang juga meliriknya.
"Pernikahan kami," jawabnya jujur. Sakura menoleh panik, tak menduga Sasuke akan menjawab dengan jujur.
"Pernikahan kalian?"
"Ada apa dengan pernikahan kalian?"
"Katakan! Katakan!"
"Pernikahan kami unik, itu saja," Sasuke menjawab santai dengan wajah acuh yang membuat semuanya kembali mencibir dirinya.
"Aku belum puas dengan jawabanmu," Beberapa orang mengangguk mendengar penuturan Neji. Sebagian kecil lagi hanya diam menunggu kelanjutannya.
"Kami bertemu dengan cara yang tak terduga," semua yang ada di sana mengangguk tanda agar Sasuke melanjutkan jawabannya. "Memulai hubungan dengan cara yang aneh.." Lagi, semua yang ada di sana mengangguk memahami. "….dan akhirnya menjadi hubungan yang sesungguhnya," yang lainnya mengerjap tak mengerti. Menunggu Sasuke untuk melanjutkan tapi pemuda itu hanya memandangi Sakura yang ada di sampingnya. Wajah Sakura memerah, keduanya tersenyum samar.
"Yang jelas, seunik apapun pernikahan kami. Aku mencintainya," Sakura menambahkan sekaligus memantapkan jawaban Sasuke.
Benar, seaneh apapun hubungan mereka di awal, hubungan itu telah menjadi cinta yang sesungguhnya.
"Baik! Aku selanjutnya yang bertanya!"
…..
Special Chapter #2 : Selesai.
