Setelah bel pulang Jaejoong segera menuju tempat yang dimaksudkan penulis surat tanpa ada yang menemaninya. Ternyata tempat yang Jaejoong tuju adalah ruang kelas yang sudah tidak terpakai lagi yang berada di lorong paling ujung di lantai 1 gedung kelas X. Dengan segenap keberanian yang dimilikinya,Jaejoong lantas membuka pintu tersebut dengan sangat pelan. Ketika sudah berada di dalam kelas yang gelap itu, tiba –tiba seseorang dari arah belakang mendorong dan membekap mulutnya lalu mengikatnya di sebuah kursi. Setelah bisa menyesuaikan dengan cahaya yang minim tersebut dia melihat sekitarnya dan matanya langsung terbelalak lebar. Dia sungguh tak percaya bahwa seseorang yang sudah dianggapnya teman baik ini bias berbuat seperti ini padanya.
"Hai Joongie"
"ehm ng ng"
Hanya itu yang bisa dia ucapkan karena mulutnya telah ditutup dengan lakban. Air matanya sudah membasahi wajah cantiknya dan berdo'a semoga suaminya dapat menemukan secepatnya. Namja tersebut mulai mendekat ke arah Jaejoong dengan seringai yang terpatri di bibir yang selalu melemparkan senyum manis padanya. Ketakutan langsung menghinggapi diri Jaejoong.
.
.
.
.
Yunho memacu mobilnya dengan kecepatan penuh tak peduli dengan pengendara lain yang ada dalam pikirannya sekarang hanyalah Jaejoongnya. Setelah sampai di halaman sekolah Yunho langsung memarkirkan mobilnya dengan sembarangan. Dia langsung menuju ruang keamanan sekolah untuk melihat rekaman CCTV hari ini. Karena dia merupakan pewaris sekolah ini dia dengan mudah mengaksesnya. Mata tajamnya terus memperhatikan setiap rekaman yang diputar. Matanya langsung melebar sempurna setelah melihat rekaman di mana Jaejoongnya masuk sebuah kelas yang sudah tak digunakan lagi. Setelahnya dia langsung berlari menuju kelas yang berada di lantai 1.
.
.
Badan Jaejoong bergetar hebat karena ketakutan ketika Siwon,namja yang sudah dianggap teman baiknya ini mulai membuka seragam atasnya. Jaejoong terus saja memberontak hingga dia merasa tenaganya sudah mulai habis karena tangan dan kakinya diikat.
"percuma saja kau memberontak cantik,takkan pernah ada yang akan menolongmu."
"engh eungh engh"
Siwon tetap melanjutkan aksinya tak peduli dengan rontaan Jaejoong. Dia mengarahkan kepalanya menuju leher jenjang Jaejoong lalu menghirup aroma manis yang menguar dari tubuh Jaejoong. Jaejoong merasa jijik dengan apa yang dilakukan Siwon karena tak ada yang pernah mnyentuhnya kecuali suaminya.
"tubuhmu indah sekali Joongie,aku jadi ingin menikmati tubuh indahmu ini."
Tangan Siwon sudah mencapai kancing terakhir seragam milik Jaejoong namun tiba – tiba ...
BRAAK
.
.
.
Yunho terus berlari kencang, perasaannya sungguh tak tenang takut terjadi sesuatu terhadap istrinya. Napasnya sudah terengah dan keringat sudah membasahi tubuhnya namun dia tak peduli. Di belakangya terlihat dua penjaga sekolah yang sedari tadi mengikutinya. Pintu ruang tempat di mana Jaejoongnya berada sudah ada di depan mata, dia mempercepat larinya. Tanpa pikir dua kali Yunho langsung mendobrak pintu dengan seluruh kekuatannya.
BRAAK
Matanya musangnya membulat karena melihat adegan di depannya. Begitu juga dengan si tersangka. Yunho tanpa ragu langsung memukul Siwon tanpa peduli dengan Siwon yang sudah tak sadarkan diri karena Yunho yang sedang diliputi amarah sudah tak peduli dengan orang yang dihajarnya.
"engh engh engh"
Mendengar suara yang berasal dari belakangnya Yunho langsung tersadar dari amarahnya. Yunho langsung saja membuka jaket yang dipakainya untuk menutup tubuh indah Jaejoong dan melepas ikatannya. Jaejoong langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat. Tubuh Jaejoong bergetar hebat karena rasa takut yang dirasakannya. Yunho juga memeluk erat tubuh istrinya tak peduli dengan penjaga yang sekarang mengurus tubuh Siwon yang tak sadarkan diri.
"bawa bajingan itu ke kantor polisi" perintahnya dengan suara yang dingin dan tajam membuat dua penjaga tersebut begidik ngeri.
"baik tuan muda"
"Boojae gwenchana. Sudah ada aku disini, takkan kubiarkan dia dan keluarganya hidup dengan tenang"
"hiks Yunnie hiks hiks a-aku takut,ayo kita hiks pulang hiks"
"baik kita pulang Boo"
Yunho menggendong tubuh Jaejoong dengan bridal menuju mobilnya.
.
.
.
Terlihat siluet seseorang yang sedari tadi menyaksikan kejadian tersebut dengan penuh amarah.
"sial siapa namja yang sudah menyelamatkan namja berwajah yeoja tersebut. Takkan kubiarkan kau hidup tenang Kim Jaejoong." Ucapnya datar dan penuh emosi.
TBC
