Balas Review! :D

RosyMiranto18: Well, sebenarnya aku terlalu fokus ke GSS... -w-/

Evaron: "Ehmm, yang pakai motor itu orang lain..."

Philip: "Nggak bisa bayangin seberapa gedenya..." =w="

Bisa dibilang begitu... .v.a Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Malam Minggu Mira: Tebengan dan Gosip Pembawa Petaka


Kendaraan kesukaan Mira adalah bajaj.

Sejujurnya, dia sendiri juga heran kenapa banyak yang tidak suka naik bajaj. Padahal enak lho! Bisa main cegat kalau lewat depan asrama atau kalau mau nyanyi-nyanyi di dalam bajaj pun juga nggak bakalan ketauan jelek (menurut pengalamannya saat naik bajaj berdua dengan Musket).

Bajaj sudah menjadi bagian dari kehidupan gadis yang satu ini. Berangkat sekolah naik bajaj, pulang sekolah naik bajaj, bahkan kabur dari kejaran sepupunya yang ngamuk pun juga naik bajaj. (Sungguh nggak elit banget sumpah!)

Tapi kesetiaan Mira kepada bajaj berubah setelah melihat Oberia, salah satu seniornya, melewati asrama dengan mengendarai mobil pribadi setiap pulang sekolah.

Daripada dia terkena 'Bajaj Syndrome' (gejala dimana penderitanya suka bergetar kalau lagi bengong, itupun menurut penuturan kakaknya), gadis itu selalu nebeng bersama Oberia sepulang sekolah.


Pada hari pertama Mira nebeng, ternyata dia tidak sendiri. Ada dua makhluk yang juga memanfaatkan kebaikan Oberia dengan memaksanya nganterin pulang, mereka berdua adalah Nirmala dan Ayata. Jika ditambah Mira sendiri, lengkap sudah Trio Nebeng (?).


Inilah daftar orang yang suka nyempil di dalam mobil Oberia!

1. Ayata

Dua kata yang bisa digambarkan Mira mengenai anak yang satu ini: arang hidup!

Beneran lho! Alasannya menyamakan Ayata dengan arang adalah kulitnya yang hitam kayak arang. Saat mengatakan itu kepada yang bersangkutan, dia malah disemprot habis-habisan sama Ayata.


Ayata juga merupakan seorang vokalis band sekolah mereka. Dia pernah lupa lirik saat manggung dan berimprovisasi karena panik.

Kalau biasanya seorang penyanyi berimprovisasi dengan membuat lirik secara spontan, dia malah berimprovisasi dengan... Errr, berjoget. Masih mending kalau jogetnya bagus, tapi Ayata malah terlihat lebih mirip kesurupan daripada berjoget.

Seluruh penonton yang udah ketakutan ngeliat arang hidup itu joget hanya bisa diam saja, bahkan ada beberapa orang yang sampai berdoa dalam hati dengan gemetaran.


2. Nirmala

Orangnya lumayan asik, walaupun kadang juga agak nyebelin.

Pernah waktu Mira lagi heboh curhat tentang kakaknya, dia malah diem aja. Mira mengira kalau temannya dari kelas Premium ini diem karena terkesan. Tapi setelah selesai bercerita, Nirmala malah ngomong, "Aku mau makan salak!" dan itu sungguh nggak nyambung banget sumpah!


3. Mira

Dia merupakan satu-satunya gadis paling muda yang numpang mobil Oberia.

Oberia suka protes sama dia karena kadang suka membahayakan keselamatan mereka. Soalnya kalau Mira lagi mabuk karena kebanyakan makan kembang gula kapas, dia suka grepe Oberia yang lagi bawa mobil dan bikin jalannya jadi oleng. Bisa-bisa malah bikin seluruh penumpang mobil itu dalam bahaya. Kan nggak lucu kalau mereka beneran tabrakan dan di koran nanti ada tulisan 'Empat Gadis Tewas dalam Mobil Akibat Di-grepe Salah Satu Temannya!' di headline-nya.

Selain itu, Mira juga suka main 'tarik rem tangan saat Oberia nggak liat'. Jadi saat mobil lagi kencengnya, tiba-tiba dia langsung narik rem tangan dan bikin mobil itu berhenti mendadak.

Well, itu memang cukup brutal dan isengnya pun mirip banget sama abangnya!


4. Oberia

Supir mobil yang satu ini nggak terlalu cantik sih! Tapi karena dia cukup normal dan selalu melakukan sesuatu dengan logika, ketiga penumpang di mobilnya selalu menganggapnya sebagai ibu tiri mereka.

Walaupun Oberia cukup baik, tapi dia agak Himedere.


Siang itu, Mira duduk berdua di belakang dengan Nirmala dan di depannya terdapat Ayata yang duduk di sebelah Oberia yang menjadi supir mereka. Mereka sedang menunggu agar bisa keluar dari antrian yang sangat panjang karena macet.

"Aya, aku baru beli HP lho!" panggil Nirmala sambil mainin handphone Ayata.

"Terus?" tanya Ayata.

"Aku udah save nomorku di HP-mu nih!" Nirmala mengembalikan handphone Ayata.

"Emangnya kamu kasih nama apa?" tanya Ayata lagi.

"Peri Cantik!" jawab Nirmala kalem.

Dinamakan 'peri cantik' karena namanya terinspirasi nama peri di sebuah majalah anak-anak.

"Najis! Peri nggak jadi kamu!" gerutu Ayata. "Terus, kamu kasih nama apa nomorku di HP-mu?"

"Si Arang Gila!" balas Nirmala watados.

"Anjrit!" sembur gadis itu sewot.

Oberia dan Mira langsung ngakak di tempat mendengarnya.

Dikasih nama 'Arang' karena kulit Ayata yang hitam kayak arang dan 'Gila' itu sifat yang... Err, semua orang pasti udah tau lha!

"Kalau aku apa?" tanya Oberia sambil nengok dari spion belakang dengan nggak sabaran.

"Kalau kamu mah 'The Driver Avelon'!" jawab Nirmala dengan polosnya.

'Driver' adalah pekerjaan Oberia sekarang dan 'Avelon' adalah nama marga gadis yang satu ini.

"Oh, jadi ceritanya kamu nganggep aku supir?! Kenapa namamu nggak aku ganti aja jadi KETIKA KAU MENEBENG?!" balas Oberia sewot.

Ketiga gadis lainnya langsung ngakak mendengar itu.

"Kalau nomormu enaknya dikasih nama apa ya, Mir? Aku belum ngasih nama nih!" tanya Nirmala kepada si gadis dari kelas Melee yang duduk di sebelahnya tersebut.

"Awas aja kalau namanya ngaco!" ancam Mira.


Setelah beberapa menit, suasananya cukup hening karena mereka berempat kesulitan mencari topik pembicaraan.

"Eh, Oberia! Menurut lu, nama 'Borok' itu kayak apaan ya?" tanya Ayata.

Oberia berusaha menahan tawa mendengarnya, begitu juga Ayata. Mira dan Nirmala langsung bingung dengan kelakuan kedua orang di depan mereka.

Oberia dan Ayata sekelas di kelas Rare dan keduanya pasti membicarakan hal pribadi di kelas mereka yang tidak dimengerti kedua gadis itu.

"Borok itu siapa sih?" tanya Mira bingung.

"Borok itu anak pindahan di kelas kami!" jawab Ayata sambil cekikikan. "Kalian berdua tau nggak?"

"Nggak, emangnya ada ya anak yang namanya Borok?" Nirmala nanya balik.

"Bukan begitu! Nama aslinya bukan Borok, tapi kami manggilnya begitu!" jawab Ayata yang masih cekikikan.

"Kenapa dipanggil Borok?" tanya Mira bingung.

"Ceritanya panjang dah, biar nggak ketauan pas kita omongin dia!" balas Ayata sambil nyengir.

"Astaga! Dosa tau gosipin orang!" bentak Nirmala.

"Bukan gosip sih, abisnya, orangnya kacau banget sih!" ujar Ayata sambil tersenyum nista.

"Kacau gimana?" tanya kedua orang di kursi belakang penasaran.

Kedua gadis itu malah ngikik nggak jelas.


Mereka berdua bercerita kalau Borok adalah anak pindahan. Walaupun dia seperti murid pindahan pada umumnya, tapi kepolosannya telah mengundang tawa bagi Oberia dan Ayata.

"Kalian berdua harus tau dia ngapain pas ngenalin diri!" kata Ayata.

Mereka bercerita tentang kepolosan Borok sebagai pendatang.

"NAMAKU ADALAH *****!" Dia memperkenalkan diri dengan gaya layaknya seorang pejuang kemerdekaan plus tangan dikepalkan yang sukses membuat seisi kelas Rare cengo seketika melihatnya.

Ini mau perkenalan atau mau mengusir penjajah?


Selama beberapa hari ke depan, topik pembicaraan di dalam mobil Oberia pun berkisar soal Borok. Oberia dan Ayata masih sangat hot dan update dalam menceritakan keanehan dan kepolosan Borok yang mengundang tawa.

"Bulu keteknya pasti keriting, makanya pakai deodoran!" celetuk Mira setelah Ayata bercerita tentang Borok yang membawa deodoran di dalam tasnya.

"Nggak mungkin lha!" timpal Oberia. "Soalnya deodorannya bakalan meledak pas dipake! Hahahaha!"


Oberia juga bercerita kalau beberapa temannya berusaha mengajari Borok menjadi anak kota. Maklum, dia itu kan dari desa!

"Borok, kalau mau ngomong sama orang kota tuh mesti pake lu-gue aja, jangan pake aku-kamu lagi!" Itulah yang dikatakan mereka.

"Iya deh, gue ngerti..." balas Borok pasrah.

Tau-taunya, pas lagi pembagian nilai ulangan, Borok bertanya "NILAI GUE MANA?!" kepada gurunya dengan suara nge-bass sampai membuat guru itu langsung cengo parah mendengarnya.


Mira dan Nirmala yang mendengar cerita itu ikut tertawa.

"Eh, kalian nggak nyadar kalau kita ngomongin dia terus?" tanya Nirmala mengingatkan.

"Mau bagaimana lagi? Dia lucu banget sih!" jawab Ayata yang mulai menjadi titisan Lucifer.


Selama pembicaraan mengenai Borok berlangsung, Nirmala dan Mira tidak tau seperti apa penampilan Borok sampai mereka berdua melihatnya sendiri saat jalan-jalan keluar kelas karena kelas mereka lagi kosong dan kebetulan kelas Rare lagi olahraga.


Cerita tentang Borok yang paling ekstrem terjadi saat pelajaran Bahasa Inggris.

Awalnya suasananya masih adem ayem, sampai Borok mengangkat tangan. "Gue mau nanya!"

"Yes, Borok?"

"ARTINYA KAMPRET ITU APA SIH?!"

Seisi kelas Rare langsung ngakak di tempat mendengarnya.

Sepertinya dia tak sengaja mendengar 'kata mutiara' itu dari seseorang dan nggak tau artinya sampai akhirnya bertanya kepada orang yang salah: Guru Bahasa Inggris!

Untungnya, sang guru masih bisa bersabar.

"Itu perkataan yang tidak baik, Nak!" nasihatnya kepada Borok.

Kalau nggak, dia pasti bakalan ngomong begini: "Apa saya perlu kasih contoh dengan deodoran kamu?!"


Setelah mendengar tentang tragedi saat pelajaran Bahasa Inggris di kelas Rare, Mira dan Nirmala nggak bisa berhenti ngakak sampai kejang-kejang.


Ternyata cerita tentang keanehan Borok seperti tidak ada habisnya, seperti saat Borok naik sepeda dengan piyama atau pas diajakin nongkrong bareng ke Gramedia, dia malah bilang "Nanti aku akan mengajak saudara-saudaraku ke sana!" karena Borok mengira kalau Gramedia itu semacam taman hiburan.


Setelah dua minggu membicarakan Borok, hal aneh mulai terjadi.

Sepulang sekolah, Oberia yang berada di dalam mobil memasang wajah kusut. "Kamu berdua tau nggak? Tadi tuh kacau banget!"

"Kacau kenapa?" tanya Mira heran sambil duduk di sebelah Oberia.

"Tadi Borok disuruh bacain karangan buatannya di depan kelas dan isinya kacau banget!" jawab Ayata dengan wajah yang sama kusutnya dengan Oberia sambil duduk di kursi belakang yang sudah ada Nirmala.

"Bener banget tuh!" timpal Ayata. "Dia bilang kalau di kampung halamannya teman-temannya baik dan nggak suka ngomongin orang, tapi di sini orangnya jahat dan suka ngomongin dia terus!"

"Anjrit! Ngomongin orang sampe ketauan!" bentak Mira.

"Ternyata dia sudah tau kalau kita menertawakannya! Ini salah Ayata, sampe bikin 'Borok Fans Club' segala!" balas Oberia datar.

"BOROK FANS CLUB?! LU KATE DIA TUH ARTIS?! NGACO BANGET!" pekik Nirmala nggak nyelow.

"Eh, si Oberia tuh ketuanya!" bantah Ayata sambil menunjuk gadis di depannya.

"Lu kali yang ketuanya!" bentak Oberia yang tak sengaja di-grepe Mira. "Mira, jangan grepe sembarang!"

"Eh, maaf!" Gadis itu segera menjauhkan diri dari Oberia.

"Terus, gimana reaksi yang lain pas dengerin karangan Borok?" tanya Nirmala menenangkan suasana.

"Pokoknya kasihan banget deh! Satu kelas pada diem semua, termasuk kita berdua yang sering ngatain dia!" jawab Ayata risih.


Keesokan harinya, terdengar berita yang lebih parah.

Borok kabur dari rumah. Menurut kabar yang tersebar ke seluruh Heroes Gakuen, Borok stress karena mendapat tekanan dari teman-teman sekolahnya sekaligus saudara-saudaranya. Ternyata dia juga diperlakukan kurang baik oleh saudara-saudaranya di rumah.

Bahkan beberapa guru sampai datang ke kelas Rare dan bertanya tentang keberadaan Borok karena orangtuanya mencari dia dan nggak ketemu. Tapi ternyata nggak ada yang tau!

Teori lain yang beredar mengatakan kalau Borok salah ambil bus dan nyasar ke Amerika atau diculik alien untuk dibawa kembali ke planet asalnya. Mira malah mencetuskan teori paling ekstrem dengan mengatakan kalau Borok itu sebenarnya hanya khayalan mereka saja, padahal ketiga gadis lainnya tau kalau dia ngomong begitu karena kebanyakan nyemil kembang gula kapas.

Kabar yang paling masuk akal mengatakan kalau Borok stress dan mencari cara agar bisa kembali ke kampung halamannya.


"Kita bakalan kena karma!" ujar Ayata setelah mendengar berita hilangnya Borok. "Ini gara-gara kita ngomongin dan nertawain dia sampe kabur begitu! KITA BAKALAN KENA KARMA!"

"Iya, jahat banget!" timpal Nirmala.

"Hayoh lho, Aya!" kata Oberia.

"Enak aja! Ini kan ulah lu juga, Oberia!" bentak Ayata membela diri. "Lu kan yang paling sering ngomongin dia!"

"Kalian berdua bakalan kena karma!" celetuk Nirmala.

"KAMU JUGA BAKALAN KENA, NIRMA!" pekik Oberia dan Ayata bersamaan ke arah Nirmala.

"Kenapa aku juga kena?!" tanya Nirmala kaget.

"Kamu kan yang sering dengerin cerita kita dan ikut ketawa juga!" balas Oberia emosi.

"Tunggu bentar! Kalau Nirma juga bisa kena karma, BERARTI AKU JUGA KENA DONG?!" teriak Mira panik.

"Kita semua bakalan kena karma, Mira! WE ARE SO FUCKED UP!" jerit Ayata stress.


Ternyata karma Borok menjadi kenyataan!

Spion mobil Oberia digondol maling saat diparkir di depan rumah Nordic, Mira sering ribut dengan kakaknya hanya gara-gara sarden, Ayata tiba-tiba terkena serangan usus buntu (sebenarnya Mira curiga kalau dia emang dari dulu udah terkena usus buntu), tapi Nirmala masih biasa-biasa aja.


Sudah seminggu Borok hilang dan sampai saat ini, masih belum ada tanda akan segera ditemukan.

Keempat gadis itu mulai gelisah karena kutukan Borok tidak akan hilang sebelum dia ditemukan. Karena itulah, Nirmala mengusulkan mereka mengikuti progran 'Tali Kasih' yang merupakan acara dimana orang-orang bisa mempertemukan kembali keluarga yang telah lama menghilang.

"Mending kita ikut 'Tali Kasih' aja, terus kita nangis-nangis!" usul Nirmala.

"Kalau buat Borok mah, nama program-nya 'Tali Koteka'! Hahaha!" celetuk Ayata sambil tertawa garing.

Mira juga ikut tertawa karena membayangkan di program 'Tali Koteka' itu, Ayata yang memakai koteka akan bilang "Pulanglah, Borok! Koteka ini takkan kulepaskan sampai kau pulang, Nak!" ke pemirsa.

Gadis itu berusaha mengembalikan Ayata ke jalan yang benar. "Parah banget sih! Udah hilang masih aja dikatain, entar kita kena karma lagi!"

Ayata langsung menelan ludah.

Begitu mereka membicarakan Borok dan program 'Tali Koteka', mobil tumpangan mereka kena tilang.

"Yah, kena karma lagi deh..." gumam Oberia sambil memberikan uang lima puluh ribu kepada polisi.


Sejak saat itulah, mereka berempat sering mengaitkan kejadian sial yang mereka alami dengan Borok. Band sekolah mereka gagal manggung karena Borok, Mira kena omel Musket gara-gara nilai ulangannya yang jeblok karena Borok, bahkan Ayata yang belum mandi seminggu karena pemadaman listrik pun juga karena Borok.

Bahkan, mereka berempat sampai membayangkan kalau karma Borok tidak hanya berhenti sampai di situ. Mereka takut kalau tau-tau dia bakalan jadi psikopat dan keempatnya akan bernasib seperti kejadian di film horror dimana mereka berempat harus kabur dari kejaran Borok yang akan membantai mereka satu per satu dengan senjata yang biasa dipakai para penjahat di film Thriller.

Mira malah membayangkan kalau Borok nanti akan mengendarai sepedanya dan wajah teman-temannya akan dilindes satu per satu sampai tewas yang akhirnya hanya akan menyisakan gadis itu.

Dalam aksi pengejaran Borok, Mira akan menatapnya sambil ngomong, "Kamu orang baik, Borok! Sungguh!"

"Aku tidak perduli!" Borok memperlihatkan segumpal daging di tangan kirinya.

"Apa itu?" tanya Mira ketakutan.

"Ini adalah sisa daging dari tubuh Oberia setelah aku lindas dengan sepedaku!" jawab Borok sambil tersenyum psikopat.

"TIDAAAAAAAAAAAK! KALAU BEGITU JADINYA, NANTI AKU HARUS NEBENG SAMA SIAPA KALAU PULANG?!" jerit gadis itu sambil nangis kejer.


Karma Borok yang paling parah dialami oleh Ayata dan Oberia saat mereka janjian dengan Lisa pergi ke Gramedia.

Mengingat dia ada urusan sebentar dan Alpha pergi entah kemana, jadi mereka berdua disuruh menunggu di rumahnya sampai dia kembali.

"Kamu yakin kita dateng tapi kamu nggak ada di rumah?" tanya Ayata di telepon.

Mereka berdua emang sering main ke rumahnya, tapi jarang banget berdua kayak Lance dan Emil yang kencan di warteg (?).

"Nggak apa-apa kok! Aku ada urusan dulu nih!" balas Lisa di seberang sana.


Kedua gadis itu akhirnya datang ke rumah Lisa.

"Maaf nak, kalau Lisa-nya nggak ada nggak boleh masuk!" kata ibunya Lisa saat membuka pintu.

"Tapi kita ke sini disuruh sama orangnya sendiri!" balas Oberia.


Begitu keduanya masuk ke kamar Alpha, Ayata langsung menyalakan PS 3 dan Oberia hanya tidur-tiduran di kasur. Mereka sering begitu kalau kedua saudara (tiri) itu berada di rumah.

Keadaan masih baik-baik saja, sampai ayahnya Lisa masuk ke kamar Alpha dengan tampang sangar. Sepertinya dia sedang stress berat entah karena pekerjaan atau sesuatu.

Begitu sang ayah masuk kamar, dia langsung shock melihat Ayata memainkan PS 3 di kamar anak angkatnya. Dia sangat kaget karena memang baru pertama kali melihat Ayata dan mengira kalau dia adalah sepotong arang raksasa yang bisa main PS (?). Ayata sendiri juga langsung mangap lebar melihat ayahnya Lisa.

Begitu sang ayah melihat Oberia yang tengkurep di atas tempat tidur Alpha, dia kembali shock karena melihat Oberia yang diam karena sedang pura-pura mati (sebenarnya dia mau kentut biar sekalian dikira bangkai tikus raksasa, tapi nggak keluar).

Suasana langsung hening seketika. Ayata masih mangap lebar, Oberia masih pura-pura mati, dan sang ayah masih terdiam melihat kedua makhluk tersebut. Akhirnya sang ayah pun keluar dari kamar Alpha.


Beberapa menit kemudian, ibunya Lisa datang. "Lebih baik kalian berdua pulang saja, nanti saya yang kena marah!"

Mereka berdua langsung ngacir tanpa basa-basi.


Lima bulan sudah berlalu dan sampai saat ini, Mira masih mendapat SMS dari Nirmala yang isinya seperti ini:


From: Nirmala

Memperingati lima bulan hilangnya Borok. Semoga dia bisa ditemukan oleh pihak yang berwajib. Harap dengarkan lagu galau (?) sebagai tanda keprihatinan.


Mira bertemu Oberia saat pulang setelah membeli beberapa makanan di dekat tempat parkir depan supermarket.

Setelah masuk ke dalam mobil Oberia, pembicaraan tentang Borok pun tak bisa dihindari.

"Gimana? Udah ketemu?" tanya Mira.

"Iya, katanya dia udah balik ke kampung halamannya!" jawab Oberia datar.

"Bagus deh, terus nggak kena karma lagi?" tanya Mira lagi.

"Kamu lihat mobilku?" Oberia malah nanya balik.

Mira langsung bingung. "Memangnya kenapa?"

"Coba kamu lihat radio-nya!" pinta Oberia sambil menunjuk dashboard mobilnya.

Mira melihat ke arah dashboard dimana radio mobil biasanya berada dan dia langsung bengong plus heran melihatnya.

"Nggak ada radio-nya tuh!" Mira memasang wajah skeptis karena ternyata dashboard-nya kosong.

"NAH, ITU DIA! Lusa kemaren radioku digondol orang pas diparkir di depan Yousakina Resto!" jerit Oberia.

"Dosa lama memang susah hilang..." gumam Mira datar sambil menepuk punggung Oberia.

Saat Mira nebeng dengan Oberia kali ini, hanya keheningan yang menyelimuti mereka berdua.


Special Omake:

1. Cinta Segitiga

Mari kita bertanya apa alasan anak-anak ini ikut campur dalam pertengkaran yang kalau dipikir-pikir sebenarnya hanya masalah Alpha-Alisa-Maurice yang terlibat kisah cinta segitiga?

Beginilah jawaban mereka!

Philip: "Aku hanya takut Alisa milih salah satu dari mereka, lagipula aku juga benci dengan si serigala dan si Lolicon itu, end of story..."

Teiron: "Cih, aku hanya diseret Alpha untuk merebut gadis itu... Emangnya aku mau aja terlibat secara sukarela dalam affair rebutan nggak jelas itu?"

Monika: "Karena Alisa sepupuku..."

Maksudnya?

Masih Monika: "Karena Alisa sepupuku... Dia tak boleh kawin lari tanpa izin dariku, apalagi sama si Werewolf itu..."

Baiklah... Ngomong-ngomong nona Monika yang budiman, di sini bukan tempat untuk mengasah senjata...


2. Ingatan

Di saat-saat tertentu (bahkan sebenarnya kelewat sering), seorang Daren Andreas dapat mengingat hari dan tanggal dari suatu materi yang disampaikan.

Misalnya seperti ini:

"Ini ngerjainnya gimana sih?" keluh Alexia yang pusing saat memperhatikan soal MTK-nya.

Daren melirik soal di tangan Alexia sambil menyantap telur rebus kesukaannya dan menjawab dengan santai, "Pakai rumus singkat aja, yang pernah dikasih Idham-sensei..."

Alexia hanya mengerutkan kening. "Yang mana?"

Mata ungu sang Treasure Hunter berputar ke atas seolah mengingat sesuatu. "Kalau nggak salah, waktu Idham-sensei ngaret sejam, pertengahan Agustus... Waktu itu ada lebah masuk kelas dan beberapa anak kena sengat, tanggal dua puluh dua... Oh, itu juga yang waktu lu bolos diajakin ke Dungeon Secret Factory..."

Bisa dibilang, photographic memory yang dimiliki Daren sukses membuat iri beberapa anak di kelasnya.

Alexia pun langsung kicep dan segera melirik kalender di kamarnya. "Ren, sekarang kan udah September..."

"Gue tau kalau ini September..." balas Daren datar.

"Bukan itu maksud gue!" bantah Alexia.

"Terus?" tanya Daren bingung.

"Ingatan lu emang kampret!" umpat Alexia.


Keesokan harinya...

"Moncong-moncong, Ren..." kata Alexia saat mereka berada di kantin dan Daren melipat tangan dengan tampang serius sebagai tanda mendengarkan. "Lu punya ingatan kayak gitu kenapa nggak pernah dapet peringkat satu?"

"Jangan sekarang deh, repot... Entar aja pas mau lulus..." jawab Daren watados.

"Percaya diri banget sih..." balas Alexia agak risih.

"Slow aja bro..."


3. Quiet

Tidak biasanya seorang Kitsukami Ikyo yang selalu rewel (apalagi saat melerai Alpha dan Teiron yang berantem) terdiam seperti itu.

Adelia yang bingung melihat itu langsung bertanya, "Ada apa?"

Tapi sayangnya, si Gumiho tetap diam.

"Kyo? Ada apa?" tanya Adelia lagi.

Ikyo masih diam, tapi terlihat air mata yang meleleh dari manik emasnya dan sukses membuat gadis Hades itu tambah bingung.

"Kalau kau ditolak oleh gadis lain ya lupakan saja! Bukannya kau masih punya aku?" hibur Adelia.

"Bukan itu... Aku... Aku sedih... Kenapa dari seluruh gadis seksi di dunia ini, aku malah jatuh ke pelukan gadis menakutkan sepertimu? Oh Tuhan, kesialan macam apa yang Engkau limpahkan padaku?"

Alhasil, sebuah talenan langsung menghantam wajah Ikyo.


4. Sama Saja?

"Siska, menurutmu aku beli sketchbook yang biasa atau edisi spesial?" tanya Yoon Ji meminta pendapat Siska.

Siska bingung. "Hah? Apa bedanya?"

"Cover edisi spesial digambar ilustrator favoritku, tapi nggak ada ukuran A5, jadi nggak enak kalau dibawa jalan-jalan!" keluh Yoon Ji.

"Beli yang biasa aja, orang yang manapun juga sama aja!" nasihat Siska.

"Ya udah, aku beli dua-duanya aja!"

"Kau ini... Langsung ke kasir a-" Tiba-tiba Siska melihat sesuatu. Eh, apaan tuh?"

Dan tak taunya...

"Ini kan novel incaranku! Beli yang soft cover atau hard cover ya?"

Yoon Ji hanya sweatdrop melihatnya. "Isinya sama aja kan?"


5. Yoga

KREK!

Yang barusan itu suara sendi, tulang, atau tengkorak yang retak?

GRETEK! BUK!

"Auh!"

Baiklah, mungkin itu suara jidat yang beradu dengan lantai kayu.

Teiron itu benar-benar deh! Terlalu hiperaktif sampai nggak bisa diam sedetik pun. Nurun dari siapa sih? Perasaan keluarganya nggak ada yang se-hiper itu deh!

Yah, walaupun bibi Rilen pernah nekat menendang banteng yang mengamuk, tapi tetap saja...

KRAK!

"Huwaa!"

Mata biru yang tadinya tertutup dalam relaksasi pun langsung terbuka saat tertimpa tubuh temannya yang entah bagaimana caranya bisa oleng dan menindihnya.

Dengan suara yang lebih dahsyat dari bom meledak, para makhluk Fujodanshi yang juga mengikuti sesi itu pun langsung memekik sambil menyambar kamera (yang entah dapat darimana) dan mulai memotret momen yang menurut mereka 'langka'.

"YAOI! THUNTEIRON! BARANG LANGKA! BISA DIJUAL MAHAAAAL!"

"Ma-maaf Thun, aku nggak sengaja! Tadi hilang keseimbangan dan tiba-tiba..." Teiron terbata-bata minta maaf dengan suara yang nyaris ditenggelamkan oleh jeritan-jeritan galau para Fujodanshi berkamera.

"Ayo raep dia, Tei-kun! Sekali-sekali klaim hakmu sebagai Seme!"

Ampun deh! Ternyata seorang Emy bejat juga ya!

"Jangaaaan! Ayo Thundy-senpai, balikkan posisi! Jiwa Seme-mu kagak terima digituin sama Teiron-nii yang rapeable itu!"

Ajegile Teira, dirimu durhaka banget sama abang sendiri!

"Al, Kyo! Gabung sana, bikin foursome!"

Eh bujug! Entah siapa yang teriak begitu barusan, tapi fansclub zaman sekarang memang mengerikan!

Sementara Exoray selaku pemimpin sesi yoga langsung berteriak untuk menghentikan acara 'Expo Yaoi Dadakan' tersebut.

"CUKUP! KITA LAGI LATIHAN YOGA, BUKAN EXPO YAOI! DAN KAU ALEXIA, SINGKIRKAN BUKU SKETSA DAN CENGIRAN SOK POLOS ITU!"

Omake End!


OC of the Day:

Mira Liferpoint

Umur: 14

Tanggal lahir: 27 September

Zodiak: Libra

Warna rambut/mata: Coklat/hitam

Hero: Card Magician

Kelas: Melee

Fakta unik:

-Adiknya Musket.

-Pacarnya Shyo.

-Sangat ceria dan hiperaktif.

-Aku tidak tau harus nulis apalagi... *plak!*


Aku pernah beritau di FB pada postingan 'OC Fun Fact' kalau Chapter Mira akan muncul, jadi begitulah... -w-/

Review! :D