All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Hermione Granger and The Hawthorn Book Loft
Chapter 10
10.
"Apa kau gugup?" Hermione bertanya pada Draco.
"Hmm.." Draco mengangguk pelan, mereka sudah tiba di depan rumah kedua orangtua Hermione dan Hermione sebentar lagi akan menekan bel pintu rumah kedua orangtuanya.
"Apa kau baik-baik saja?" Hermione bertanya pelan. "Kita bisa pulang dan menunda hal ini beberapa hari lagi." Hermione menawarkan, melihat wajah Draco yang pucat pasi.
"No! I'm okay Granger." Draco berkata lagi.
-Flashback-
Hermione tidak menjawab dan hanya menarik tangan Draco kemudian dengan cepat ber-apparating ke rumahnya.
Ia kemudian dengan cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk di meja makan dan memanggil Draco.
"Ada apa Hermione?" Draco bertanya dan duduk di depan Hermione.
Hermione menulis sesuatu di kertas itu kemudian menunjukkannya pada Draco.
Daftar Hal-Hal yang Harus Dilakukan Hermione Granger dan Draco Malfoy sebelum menikah.
"Are we gonna make another list right now?" Draco bertanya, tersenyum, entah mengapa Hermione dan obsesinya tentang daftar-daftar ini lucu baginya.
Hermione mengangguk.
"Okay…" Draco berseru.
"Hal pertama yang harus dilakukan adalah…" Hermione berpikir, sudah siap dengan pena-nya. "Memberitahu orangtuaku." Hermione berkata.
Draco kehilangan warna dari wajahnya.
"Um… okay, memberitahu orangtuamu? Baiklah, ini memberitahu keseluruhan atau sebagian? Apa orang tuamu tahu tentang peraturan ini?" Draco bertanya gugup.
Hermione menggeleng.
"Oh shit…" Draco menjatuhkan kepalanya kemeja, kening dan hidungnya menabrak meja Hermione.
"Oh…it's okay Draco… orangtuaku mungkin tidak akan terlalu mempermasalahkan hal ini." Hermione berusaha berpikiran positif.
"Are you kidding me Granger? Orangtuamu mungkin akan mencabut semua gigiku begitu mereka tahu kalau kau dipaksa masuk dalam keadaan seperti ini." Draco mengeluh, masih belum mengangkat wajahnya dari meja.
"Yah…well, ayahku mungkin akan langsung mengambil tang dan mencabut gigimu, tapi ibuku tidak akan menyiksamu atau semacamnya." Hermione berusaha membangkitkan semangat Draco.
"Oh…" Draco berseru, ia mengangkat kepalanya, melihat Hermione dan menyeringai. "Bagaimana jika kita katakan pada kedua orangtuamu kalau kita akan menikah karena kita saling mencintai, kita tidak perlu mengatakan sesuatu tentang peraturan bodoh ini, dengan begitu kedua orangtuamu tidak akan kuatir." Draco berseru.
Hermione berpikir. Ia tidak terbiasa berbohong pada kedua orangtuanya, tapi ide Draco barusan sangat menggiurkan.
"Tapi kemudian mereka akan curiga kenapa kita menikah terlalu terburu-buru. Ayahku kemudian akan langsung menuduhku hamil atau semacamnya. Ugh." Hermione bergidik membayangkan reaksi ayahnya.
Draco menjatuhkan wajahnya ke meja lagi.
"It's okay Draco." Hermione meraih tangan Draco. "Kita hanya perlu datang, kau harus memastikan gigimu bersih, kemudian menjelaskan kalau ada peraturan yang memaksa kita untuk menikah, kedua orangtuaku mungkin akan marah atau kesal, tapi mereka tidak mungkin melakukan sesuatu padamu, mereka pasti mengerti kalau kau juga korban dalam peraturan ini." Hermione berkata.
Draco tersenyum dan meremas tangan Hermione.
-End Of Flashback-
"Are we ready?" Hermione bertanya. Draco mengangguk.
Hermione menekan bel di samping pintu rumah kedua orangtuanya tiga kali berturut-turut, itu kebiasaannya, ia akan langsung menekan tombol tiga kali berturut-turun untuk menandakan kalau ia yang datang.
"Hermione, apa itu kau?" Ibunya berteriak dari dalam.
"Iya, Mom." Hermione berseru, tidak lama pintu dibuka dan Helena Granger muncul dan tersenyum lebar pada Hermione, ia dengan cepat memeluk anaknya itu.
"Kenapa kau datang tiba-tiba sekali? Memangnya kau tidak membuka toko bukumu?" Helen bertanya.
Hermione menggeleng. Ia sudah meletakkan tanda tutup sementara di toko bukunya untuk beberapa alasan, alasan pertama adalah ia ingin mengurus beberapa hal dulu dengan Draco, dan berharap minggu depan ia sudah bisa membuka toko bukunya lagi, kedua ia tahu, begitu ada satu orang saja dari kelompok wartawan yang melihat namanya dan nama Draco terlihat di daftar nama pasangan di koran, maka toko bukunya akan diserbu masa.
Helen melihat pria tampan yang berdiri disamping Hermione.
"Oh, Mom, ini Draco, Draco Malfoy." Hermione memperkenalkan Draco.
Draco mengulurkan tangannya dan memberikan senyumannya yang paling mempesona.
Helena menjabat tangan Draco dan kemudian menyuruh mereka berdua masuk lalu memanggil Richard Granger.
Hermione dan Draco duduk di sofa, keduanya terlihat benar-benar tegang.
Tidak lama Helena dan Richard Granger muncul dan Richard melihat Hermione aneh, ia sepertinya akan berangkat ke tempat praktiknya, Hermione memang berkunjung mendadak.
Ia menelepon kedua orangtuanya dan mengatakan bahwa ia akan datang besok pagi, hanya saja tidak mengatakan bahwa ia akan datang dengan seorang pria.
"Selamat pagi Mr Granger." Draco mengulurkan tangannya, Richard menjabat tangan Draco dengan kuat untuk menandakan bahwa ia yang pegang kendali disini.
"Hermione? Ada apa?" Richard bisa melihat ada sesuatu yang aneh dari Hermione. Richard dan Helena kemudian duduk di sofa di sebrang tempat Hermione dan Draco duduk.
"Mom, dad, aku ingin mengatakan sesuatu." Hermione berkata. Helena dan Richard serempak mengangkat sebelah alis mereka.
"Mr Granger, Mrs Granger…" Draco memotong perkataan Hermione, ia merasa harusnya ia yang menjelaskan hal ini. "Kementrian belum lama ini mengeluarkan peraturan." Draco memulai.
Helena dan Richard memasang telinga dan mendengarkan penjelasan Draco baik-baik.
"Peraturan ini dibuat karena saat ini populasi masyarakat sihir Inggris berkurang pesat, kementrian kuatir populasi penyihir akan habis dalam beberapa tahun kedepan, karena itu mereka membuat peraturan bahwa semua penyihir perempuan harus menikah sebelum akhir tahun ini." Draco kemudian melepaskan nafasnya yang ditahannya selama bicara.
Seisi ruangan diam.
Tiba-tiba Richard tertawa. "Aku tahu kalau orang-orang di kementrian sihir sudah gila, tapi tidak menyangka kalau mereka akan mengeluarkan peraturan semacam ini." Seketika wajahnya berubah kesal.
"Hermione! Lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau tidak mendapat pengecualian? Kau kan sudah menyelamatkan dunia sihir!" Richard bertanya lagi.
Hermione menggeleng. "Tidak ada pengecualian Dad." Hermione menjawab pelan.
"Kalau kau tidak mengikuti peraturan ini, apa mereka akan melakukan sesuatu padamu?" Helena bertanya kuatir.
Hermione kemudian menjelaskan beberapa detail tentang peraturan pernikahan itu.
"Jadi jika kau tidak menikah sampai akhir tahun ini, maka kau tidak boleh menggunakan sihir lagi diasingkan ke dunia Muggle?" Richard bertanya dengan nada tinggi, menarik simpulan dari penjelasan Hermione barusan.
Hermione mengangguk.
Richard berdiri. "Ohhh… Aku akan membunuh mentri sihir kalian!" Richard berkata kesal.
Hermione dan Helena menghela nafas mereka bersamaan.
.
"See? That wasn't so bad right?" Hermione bertanya pada Draco.
Draco menghela nafasnya. Kemudian mengangguk, Hermione dan Draco sudah berada di depan Malfoy Manor.
Mereka sudah pulang dari rumah keluarga Granger, Hermione dan Draco berjanji akan bertemu lagi dengan kedua orangtua Hermione dan kedua orangtua Draco sabtu malam ini dan membicarakan mengenai rencana pernikahan mereka.
"Apa kau yakin kedua orangtuamu tidak akan menyiksaku atau mengurungku di dungeon?" Hermione bertanya pelan.
Draco tertawa,"Kau akan tertawa begitu melihat perlakuan mereka padamu."
Hermione menaikkan sebelah alisnya.
-Flashback-
Draco menjatuhkan wajahnya ke meja lagi.
"It's okay Draco." Hermione meraih tangan Draco. "Kita hanya perlu datang, kau harus memastikan gigimu bersih, kemudian menjelaskan kalau ada peraturan yang memaksa kita untuk menikah, kedua orangtuaku mungkin akan marah atau kesal, tapi mereka tidak mungkin melakukan sesuatu padamu, mereka pasti mengerti kalau kau juga korban dalam peraturan ini." Hermione berkata.
Draco tersenyum dan meremas tangan Hermione.
"Baiklah, apa hal kedua yang harus kita lakukan?" Hermione bertanya pada Draco, sudah memegang pena-nya lagi.
"Menemui orangtuaku?" Draco bertanya.
Giliran Hermione yang menjatuhkan wajahnya ke meja.
Draco tertawa. "Tenanglah Granger, mereka sudah tahu kalau aku mengajukan petisi untukmu." Draco memberitahu, sebenarnya ia ingin memberitahu kalau kedua orangtuanya bahkan menyetujui keputusannya, tapi ia ingin membiarkan Hermione kuatir untuk sementara.
"Mungkin mereka tahu kalau kau mengajukan petisi untukku, tapi apa mereka akan menerimaku?" Hermione bertanya.
Draco hanya menyeringai. Ia mengambil pena yang ada di tangan Hermione dan menulis point kedua.
-End Of Flashback-
"Tenanglah Granger!" Draco menarik tangan Hermione dan mereka memasuki gerbang depan Malfoy Manor.
Draco tahu Hermione pasti tegang sekali, tangannya yang digenggamnya berkeringat dan ia terus menerus melihat kesegala penjuru.
Hermione sedang memikirkan apa yang harus dilakukannya, ia memperhatikan seluruh bangunan Malfoy Manor dari luar, memperhitungkan pintu atau jendela mana yang bisa digunakannya untuk melarikan diri.
"Tenanglah Granger!" Draco berseru. Mereka sampai di depan pintu dan seorang peri-rumah muncul dan menyambut mereka.
Peri rumah itu membungkuk dalam. "Selamat sore Master Draco, Miss Hermione. Master Lucius dan Missus Narcissa sudah menunggu."
Peri rumah itu kemudian menuntun mereka ke sebuah ruangan, Draco tetap memegang tangan Hermione erat.
Mereka berdua sudah membicarakan hal ini kemarin. Draco mengatakan bahwa mereka bisa menemui orangtua Draco di tempat lain, ia tahu Malfoy Manor bukan tempat menyenangkan bagi Hermione. Tapi Hermione mengatakan ia tidak apa-apa.
Mereka tiba di depan pintu besar berwarna cokelat tua dan peri-rumah itu berhenti, ia membuka pintu dan mengumumkan kedatangan Draco dan Hermione.
Tiba-tiba Draco menarik Hermione kesamping dan mendorongnya ke tembok.
"Hermione!" Draco meletakkan kedua tangannya di bahu perempuan di depannya, mendesak Hermione ke tembok. "Jika kau merasa tidak nyaman atau merasakan hal buruk lainnya, kau harus langsung mengatakannya padaku, dan kita akan segera pergi darisini. Am I clear?"
Hermione mengangguk. Dulu jika Draco Malfoy mendorongnya dan menguncinya di tembok seperti ini mungkin ia akan berteriak lalu menyihirnya menjadi ferret atau semacamnya, tapi anehnya sekarang Draco Malfoy justru membuatnya merasa aman.
Draco kemudian mencium kening Hermione pelan dan menariknya ke ruangan yang akan mereka masuki tadi.
Hermione berusaha setengah mati agar wajahnya tidak menjadi merah seperti kepiting. Ia dan Draco sudah berciuman beberapa hari yang lalu, tapi entah mengapa perlakuan Draco barusan membuatnya berdebar.
Hermione berjalan di samping Draco dan ia bisa melihat Narcissa dan Lucius duduk di kursi yang menghadap ke jendela kaca besar di hadapan mereka. Salah satu sisi ruangan itu semua terdiri dari kaca, kaca yang besar, menghadap ke laut.
"Laut?" Hermione bertanya takjub pada Draco.
"Apa kau begitu ketakutannya sampai tidak menyadari bahwa rumah ini berada di atas tebing?" Draco tertawa pelan.
"Mother, Father, we're here." Draco berseru.
Narcissa dan Lucius melihat ke arah Draco dan Hermione yang berjalan mendekat.
Hermione berusaha tersenyum, ia berusaha fokus pada otot-otot di wajahnya, dan akhirnya ia tersenyum kecil.
Narcissa dan Lucius Malfoy tersenyum padanya.
.
"Bisakah kau berhenti tersenyum?" Hermione bertanya pada Draco yang dari tadi terus tersenyum.
Draco menggeleng dan tetap tersenyum.
"Apa kau begitu senangnya?" Hermione bertanya lagi.
Draco mengangguk dan tetap tersenyum.
Draco dan Hermione baru kembali dari Malfoy Manor, mereka berjalan menuju ke rumah Hermione.
Siapa sangka kunjungan mereka berdua berjalan baik hari ini, kedua orangtua Hermione tidak begitu mempermasalahkan hubungan mereka, apalagi setelah mengobrol dengan Draco, Richard dan Helena Granger bisa merasakannya, ia bisa merasa kalau Draco dan Hermione seperti di cocokkan dari langit.
Dan kunjungan mereka ke Malfoy Manor bahkan lebih baik, Hermione tidak menyangka kalau Lucius dan Narcissa bisa bersikap begitu baik dan menyenangkan padanya, dan anehnya kebaikkan dan keramahan mereka terlihat tulus.
Mereka sudah sampai di depan rumah Hermione, dan keduanya masih tersenyum satu sama lain seperti orang bodoh. Hermione menaiki satu anak tangga di depan pintu rumahnya dan berdiri menghadap Draco.
"Aku pulang dulu Granger." Draco tersenyum kemudian mengulurkan tangannya dan mengacak-acak rambut Hermione pelan. Draco baru akan berjalan pergi saat Hermione menarik lengannya.
"Draco." Hermione memanggilnya.
"Ada apa?" Draco bertanya ringan, ia masih terus tersenyum.
"Stay the night."
-To Be Continued-
Daftar Hal-Hal yang Harus Dilakukan Hermione Granger dan Draco Malfoy sebelum menikah.
1. Hermione dan Draco harus memberitahu hal ini pada orang tua Hermione.
2. Hermione dan Draco harus memberitahu hal ini pada orang tua Draco.
Read and Review….
I'm feeling so blueeeeeee lately, I don't know exactly what happen. Everything just seems...blue.
-dramioneyoja.
