Naruto by Masashi Kishimoto
Pair : Mina x Kushi
Rate : T
Languange : Bahasa Indonesia
Genre : Romance, Supernatural
Selamat membaca *ber-ojigi*
Chapter 10 : New power and home
Ditempat lain
"Ayo Kushina," ucap Kushina fokus.
"Kau jangan terlalu memaksakan diri Kushu-chan," ucap Minato yang berdiri disamping Kushina.
"Aku ingin kuat dattebane," ucap Kushina dan berusaha mengontol cakra-nya (kekuatan yang diberikan oleh Suzuka, baca chapter 7).
'Ganbatte kudasai, Kushina-chan,' ucap Suzuka dipikiran Kushina.
'Arigatou Suzuka-sama,' ucap Kushina dan kembali fokus.
Tiba-tiba saja ditangan Kushina terdapat pusaran angin yang sangat cepat.
"Yatta," ucap Kushina girang dan Minato tersenyum.
"Kau coba serang batu yang ada didepanmu," ucap Minato.
"Aku masih belum terlalu menguasai kekuatan angin dattebane," ucap Kushina.
"Coba saja," Kushina menggerakan tangannya, membuat angin, dan mengarahkannya ke salah satu batu besar.
"Kau lihat kan? Bahkan itu tidak ada bekas," ucap Kushina.
"Seperti ini Kushina," ucap Minato dan membuat angin seperti pisau yang tajam. Kemudian mengarahkannya ke batu lain.
Druak (suara batu hancur)
"Lihat, batu itu hancur. Kau harus mengubah wujudnya Kushina, kau hanya membuat angin topan saja. Semua elemen dapat kita ubah wujudnya seperti tadi," terang Minato.
"Bagaimana cara mengubahnya dattebane?"
"Kita harus..." Minato menerangkan cara mengubahnya.
"Akan kupraktekkan," ucap Kushina dan memfokuskan diri. Dia membuat angin dan berusaha mengubah wujudnya.
Beberapa menit kemudian angin yang dibuat Kushina berubah wujudnya menjadi pisau dan melemparkannya ke-batu lain.
Druak (suara batu hancur)
"Sugoi dattebane."
"Kau sudah bisa mengendalikan angin dan wujudnya, sekarang kau ubah arah angin dan cara mengambil angin orang lain."
"Baik!" ucap Kushina bersemangat.
Ketika Kushina dan Minato berlatih. Tiba-tiba saja ada beberapa vampir liar yang datang.
"Darah~," ucap vampir liar yang tiba-tiba nongol dan munculah sekelompok vampir liar.
"Hooo, ternyata ada mereka disini," ucap Minato.
"Huh?" Kushina bingung.
"Kau tetap dibelakangku Kushina, aku akan membantai habis vampir itu," ucap Minato dan tersenyum evil.
"Hora! Aku bisa membantu," bantah Kushina.
"Dan kau terluka? Aku tidak ingin kau terluka. Lebih baik kau berada dibelakangku," ucap Minato dan matanya dari sapphire menjadi merah darah.
'Ma-matanya merah,' batin Kushina.
"Serahkan gadis itu! Darah~," ucap vampir liar.
"Hmmm... Lawan aku terlebih dahulu," ucap Minato dan tersenyum evil.
"Serang!"
Beberapa menit kemudian
"Hosh... Hosh..." Minato sudah mulai kelelahan.
"Minato!"
"Serang dan dapatkan gadis itu!" teriak salah satu vampir.
"Ck, kuso," gumam Minato dan berusaha melindungi Kushina.
'Andai aku bisa membantu Minato. Aku sangat payah,' batin Kushina.
'Kau bisa membantunya Kushina-chan, gunakan kekuatanmu!' ucap Suzuka diotak Kushina.
'Suzuka-sama!'
'Gunakanlah elemen angin untuk membantunya.'
'Baik Suzuka-sama!'
"Aku harus fokus," gumam Kushina dan memfokuskan diri.
Kushina mengerakkan tangannya dan muncullah pusaran angin.
"Rasakan ini!" teriak Kushina dan mengarahkan angin yang sangat besar kearah vampir liar tersebut.
Vampir-vampir tersebut sebagian besar terbawa dan berputar-putar didalam angin tersebut.
"Kubantu," ucap Minato dan mengerakkan tangannya.
Kemudian muncullah beberapa batang es yang tidak terlalu besar tetapi tajam.
"Arghh," vampir-vampir didalam tornado itu kesakitan karena tertusuk batang es tersebut.
"Arigatou Kushu-chan," ucap Minato.
"Sudah kubilang aku bisa membantu dattebane."
"Ayo kita kalahkan."
"Kenapa kau tidak memakai kekuatanmu saja saat melawan mereka?" tanya Kushina penasaran. Sebab Minato melawan vampir liar tanpa memakai kekuatannya.
"Hmm... Hanya ingin mencoba saja."
"Dasar dattebane," Kushina tertawa kecil.
"Darah~" salah satu vampir liar mendekati Kushina.
"Mereka sangat banyak," gumam Kushina. Dia membelakangi punggung Minato dan membentuk pisau angin.
"Lebih baik aku..." Minato menginjakkan kaki kanannya ditanah.
Seketika tanah disekitar Minato membeku dan vampir-vampir tersebut ikut membeku juga.
"Kakashi, bereskan hutan. Ada sekitar lebih dari dua puluh. Bawa yang membeku untuk diinterogasi. Bawa rantai perak juga," ucap Minato singkat ditelepon.
"Kakashi siapa?" tanya Kushina.
"Dia butler-ku."
"Oo."
"Lebih baik kita pulang, masalah ini biar Kakashi yang urus," ucap Minato dan disambut anggukan dari Kushina.
Setiap harinya Kushina dan Minato berlatih. Bahkan Kushina sudah dapat menguasai elemen api dengan bantuan Fugaku, pencampuran elemen oleh Minato, dan juga dibantu oleh Suzuka.
Didalam mimpi Kushina
"Suzuka-sama, berkat anda saya dapat menguasai semua elemen, arigatou gozaimas," ucap Kushina dan membungkukkan badannya.
"Hihihi, douita Kushina-chan. Sekarang kau berlatih terus menggunakan kekuatan itu sebab satu minggu lagi akan terjadi bulan purnama merah," ucap Suzuka.
"Baik!"
"Bahkan perkembanganmu dan Minato sudah berkembang pesat, kau lebih berbakat dibandingkan reikanarsi lainnya," puji Suzuka.
"Arigatou Suzuka-sama, ini semua berkat anda," ucap Kushina.
"Persiapkan dirimu Kushina-chan, kita akan menghadapinya sebentar lagi," ucap Suzuka.
"Baik!"
"Kushina-chan, ketika keadaan yang sangat genting boleh kita bertukar tempat?" tanya Suzuka hati-hati.
"Tentu saja boleh, tetapi kenapa?" tanya Kushina penasaran.
"Hanya saja perasaanku buruk tentang ini."
Tempat Madara
"Madara-sama, persiapan untuk bulan merah telah selesai," ucap Pain.
"Bagus, kita akan lanjutkan sesuai rencana kita," ucap Madara tegas
"Pergerakan mereka?" tanya Madara.
"Gadis itu sudah dapat menguasai kekuatan dari Uzumaki Suzuka," jawab Conan, salah satu anggota Akatsuki.
"Bagus... Rencana kita berjalan sukses," ucap Madara.
"Sebentar lagi aku akan menguasai dunia, HAHAHA," tawa Madara, Pain dan Conan hanya tersenyum.
Diluar ruangan Madara
"Andai Nagato ikut," gumam Conan.
"Aku tau, Conan, hanya saja dia tidak ingin seperti kita..." ucap Pain.
"Kau tau Yahiko, aku ingin jadi seperti Nagato. Dia bebas dan dapat melakukan apa yang dia inginkan. Sedangkan kita, kita hanya disuruh-suruh oleh orang itu."
"Jadi kau tidak ingin kita menguasai dunia hah?!" teriak Pain a.k.a Yahiko.
"Bukan begitu, hanya saja..."
"Hanya kau teman kecilku selain Nagato, walau kita masih muda kita tidak boleh diremehkan."
"Kita seharusnya masih SMP. Tapi karena kita selalu mendapatkan kelas akselerasi, terpaksa kita meninggalkan Nagato," ucap Conan.
"Benar sekali, dan kau tau kenapa kita mendapatkan kelas akselerasi? Supaya kita dapat menjadi bagian dari kelompok ini. Dan sebentar lagi kita akan menguasai dunia," tawa Pain.
"Hah..." Conan menghela nafas.
"Dan Nagato sendiri adalah manusia sedangkan kita adalah vampir rendahan, yang selalu kena hina oleh masyarakat."
"Aku tau itu, hanya saja aku tidak menyukai rencana Madara," ucap Conan.
"..." Pain mengernyitkan dahinya.
"Berdasarkan buku yang kubaca, jika kita dapat menbangkitkan kyuubi maka dunia ini akan hancur. Ini terjadi di abad 12, sesudah Uzumaki Suzuka meninggal ada yang ingin mencoba menguasai dunia dengan membangkitkan kyuubi. Setelah percobaan itu dunia sudah mulai diambang kematian, tetapi reinkarnasi dari Uzumaki Suzuka mengorbankan dirinya bersama reinkarnasi dari Namikaze Kazuto," terang Conan.
"Apa benar itu?" tanya Pain curiga. Sebenarnya dia tidak meragukan Conan karena dia paling pintar dari anggota akatsuki lainnya, tetapi karena ambisinya.
"Ada sekitar 10 buku yang membahas soal itu..."
"Hmm..."
"Apa sebaiknya kita melaporkan ini?" tanya Conan ragu.
"Lebih baik jangan, karena pada akhirnya rencana ini tetap berlanjut."
"Benar juga," ucap Conan lesu.
"Lebih baik kita segera mempersiapkan rencananya," ucap Pain dan berjalan cepat.
"Chotto..." Conan berlari pelan.
Kediaman Namikaze
"Anata, sebaiknya kau beristirahat," ucap Lisa yang memasuki ruang kerja Fukuda.
"Sebentar, aku hanya ingin membaca laporan ini," jawab Fukuda singkat tanpa melepaskan pandangannya dari kertas yang dia pegang.
"Kau banyak pekerjaan tapi menyempatkan diri untuk melihat Minato, dasar," ucap Lisa dan menyentil pelan dahi Fukuda.
"Hahaha," tawa Fukuda hambar.
"Istirahatlah anata, aku tau kau lelah. Lihat matamu, mata kau seperti mata panda sekarang,"
"Sebentar."
"Ayolah, kau pasti lelah," ucap Lisa.
"Aku akan tidur dengan satu syarat."
"Apa?"
"Aku haus dan kau tau apa yang kubutuhkan."
"Hmm... Apa yah?" tanya Lisa mengoda.
"Ayolah, aku haus sekali, sudah 4 hari tidak minum membuat tenggorokanku panas."
"Hihihi, kita kekamar dulu baru kau boleh minum."
"Hahaha, cuma bercanda, ayo kita kembali kekamar."
"Huh!" Lisa merajuk dan Fukuda tertawa renyah.
"Bercanda Lisa, ayo tidur," ucap Fukuda dan mengacak-acak rambut pirang Lisa.
"Apa kau tidak haus Lisa? Kau kan juga tidak minum selama 4 hari," ucap Fukuda mencoba nge-skak Lisa.
"Hah..."
"Ayo," ucap Fukuda dan mencium kening Lisa.
"Besok Kushina-chan dan Mina-chan akan pindah kerumah yang sudah dipersiapkan," ucap Lisa.
"Aku tau itu."
"Kau ikut membantu mereka?"
"Tentu saja."
"Dan jangan lupa siapkan penjaga untuk kediaman mereka," ucap Lisa memperingatkan.
"Haik haik (iya iya)."
Kushina's place
"Besok yah..." gumam Kushina. Dia sekarang berada diruang keluarganya.
"2 minggu lagi bulan merah akan muncul, dan besok aku akan tinggal bersama Minato," ucap Kushina.
Blush
"Ja-jangan membayangkan hal hal yang aneh dattebane, baka," ucap Kushina dan memukul pelan kepalanya.
"Jangan lupa kau antarkan semua barangku kesana, arigatou Kakashi," ucap Minato ditelepon dan mematikannya, tentu saja sambil berjalan memasuki ruang keluarga.
"Kau kenapa memukul kepalamu Kushu-chan?" tanya Minato penasaran.
"A-ah, tidak dattebane, aku hanya melupakan sesuatu saja," ucap Kushina dengan pipi merah.
'Tidak mungkin kan aku memberitahu-nya,' batin Kushina.
"Oo," Minato duduk disebelah Kushina.
"Minato-kun?"
"Hum," Minato menganggukan kepala dan memainkan handphone-nya.
"Ada apa sih?" tanya Kushina dan memiringkan kepalanya kearah handphone Minato.
"Hi-mi-tsu," ucap Minato dan mengedipkan sebelah matanya.
"Sudah main rahasia nih," ucap Kushina dan mempoutkan bibirnya.
"Hahaha, ini cuma laporan yang baru aku dapat dari Kakashi," ucap Minato.
"Ternyata kau disini Kushina," ucap Arashii yang memasuki ruang keluarga.
"Ada apa aniki?" tanya Kushina.
"Kushina, bantu aniki kerjain ini dong," pinta Arashii memelas sambil memegang laporan.
"Pasti aniki berdua-an dengan Anko-nee-san yah, makanya aniki tidak mengerjakan ini," ucap Kushina dengan aura gelap.
"Ayolah Kushina," pinta Arashii semakin memelas mengabaikan godaan Kushina.
"Hah... Yah sudah aku bantu," ucap Kushina berdiri dan mengambil laporan tersebut.
"Arigatou ne," ucap Arashii dan Kushina tersenyum. Kemudian Kushina berjalan kekamarnya.
"Tak kusangka Arashii-nii-san licik," ucap Minato.
"Karena aku ingin berbicara denganmu," ucap Arashii dan duduk berhadapan dengan Minato.
"Jaga Kushina yah, Minato," ucap Arashii.
"Tenang saja Arashii-nii-san, aku akan menjaganya," ucap Minato dan mengedipkan sebelah matanya.
"Berlatihlah dengan Kushina, aku takut Kushina kenapa-kenapa," ucap Arashii yang diselimuti ketakutan.
"Tenang saja Arashii-nii-san, dia sudah sangat kuat. Bahkan aku pun pernah terkena sekali kekuatannya," ucap Minato sambil tertawa.
"Waaa... Pasti sangat sakit," ucap Arashii merinding.
"Kau tidak melihat kekuatannya Arashii-nii-san, dia sangat kuat."
"Aku apa hmm..." ucap seseorang.
Glup (suara nelan ludah)
"Ku-Kushina!" teriak Arashii dan Minato berbarengan.
"Bisa kau ulangi aku apa hmm..." ucap Kushina tersenyum manis tetapi menurut mereka itu merupakan senyuman maut.
"E-etto..." Minato ketakutan.
"Gomen aniki, Minato-nii, aku yang mengajak nee-chan kesini dan tanpa sadar nee-chan mendengar semua pembicaraan ini," ucap Nagato tanpa dosa dan berdiri disamping Kushina.
"Ku-Kushu-chan," ucap Minato yang ketakutan karena melihat habanero-nya Kushina.
'Habislah kita,' batin Arashii dan Minato barengan.
Skip adegan itu
"Ouch..." Arashii memegang perutnya.
"Arashii-nii-san tidak apa-apa?" tanya Minato, dia sedang memegang punggungnya yang kena hantam oleh Kushina sendiri.
"Ittai yo Kushina, kau tidak merasa kasihan dengan aniki yah," pinta Arashii.
"Huh! Kalian berdua baka," ucap Kushina dan meninggalkan mereka.
Drrt drrt
"Hmm?" Minato mengambil handphonenya.
"Ada apa?" tanya Minato lewat handphone.
"Maaf Minato-sama, kediaman kalian sedang dimata-matain oleh kelompok mereka," jawab Kakashi.
"Nani?!"
Diluar kediaman Uzumaki
"Ck kuso, ruangannya disegel sehingga kita tidak dapat melihat apa yang ada didalamnya," ucap salah satu anak buah Madara.
"Apa kau tidak bisa menembusnya?" tanya Pain.
"Tidak, maafkan kami Pain-sama," jawab anak buah Madara.
"Persiapan mereka sangat matang, kediaman ini dipasang kristal ungu itu," ucap Conan
"Kalau begitu tambahkan beberapa anak buah untuk mengawasi kediaman ini!" seru Pain.
"Baik!"
Keesokan harinya
"Sugoi~" puji Kyuuko yang melihat kediaman baru Minato dan Kushina.
"Aku tinggal disini juga yah," ucap Kyuuko ke Lisa.
"Dame (tidak), ini khusus buat Mina-chan dan Kushina-chan," ucap Lisa.
"Kediaman ini dilengkapi dengan cctv, kristal ungu, penjaga dibeberapa lokasi yang ditetapkan sehingga kediaman ini sangat ketat," ucap Fukuda.
"Jaga Kushina-chan yah Mina-chan," ucap Lisa.
"Haik (iya)," jawab Minato.
"Kushina-chan, hati-hati dengan Mina-chan yah," ucap Lisa.
"Haik (iya) kaa-san, Mina-chan kalau kenapa-kenapa akan aku hajar dattebane," ucap Kushina dan tertawa lembut.
"Hora! Jangan panggil aku begitu, aku sudah dewasa," ucap Minato.
"Hahaha!" tawa orang-orang disana kecuali Minato.
"Ternyata mereka pindah ke kediaman ini," ucap Hidan.
"Ini kesempatan yang bagus untuk kita," ucap Pain yang bersembunyi.
"Lihat! Ada kristal ungu disana," ucap Conan.
"Kristal ungu berada dibeberapa tempat didalam kediaman itu, kita harus bagaimana?" tanya Hidan.
"Lebih parahnya lagi tempat itu dijaga oleh vampir prajurit," ucap Deidara.
"Kita ikuti sesuai rencana!" perintah Pain.
"Baik!"
Kediaman baru MinaKushi
"Apa tempat ini tidak terlalu besar Minato-kun?" tanya Kushina.
"Maksudmu?"
"Yah, kita kan cuma tinggal berdua tetapi tempat ini besar sekali," ucap Kushina.
"Hahaha, mungkin saja tou-sama mempersiapkan ini sebagai hadiah pernikahan nanti," canda Minato.
Blush!
"Minato!" teriak Kushina dengan muka memerah.
"Hehehe, aku suka melihat muka merahmu," ucap Minato dan mencubit kedua pipi Kushina.
"Hei!"
"Hehehe."
"Mi-Minato."
"Hmm."
"Betsuni."
'Apa perasaanku saja yah? Dari tadi ada yang mengawasi kita,' batin Kushina.
"Werewolf..." gumam Minato.
"Huh?"
"Lebih baik kita berkeliling lagi," ucap Minato serius dan menarik Kushina.
"Ha-Haik (i-iya)," ucap Kushina bingung.
'Tak kusangka Shin dan gadis itu juga mengetahui tempat ini,' batin Minato dan menegok ke sekitarnya.
Skip time, balkon kediaman baru MinaKushi
"Urusai dattebane," ucap Kushina ditelepon.
"Turuti kata aniki, Kushina," ucap Arashii.
"Aku baru sampai disini dan aniki memintaku untuk balik kerumah," gerutu Kushina.
"Perusahaan kita besok berulang tahun Kushina. Kau sebagai pemegang saham terbesar kedua harus hadir. Tempat perayaannya dikediaman Uzumaki. Jadi kau lebih baik balik kesini, Kushina," ucap Arashii tenang.
"Tapi aku baru sampai sini, aniki," jawab Kushina.
"Aku tau itu, lalu masalahnya apa?"
"I-itu..."
"Ara ara, kau ingin berdua-an dengan Minato disana," goda Arashii.
"Tidak dattebane!"
"Jangan cepat-cepat membuat keponakan untukku Kushina," goda Arashii membuat muka Kushina memerah.
"Aniki baka!" teriak Kushina.
"Hahaha, kau harus tetap datang Kushina. Kau harus membantu mempersiapkan pestanya," ucap Arashii menahan ketawa.
"Baik baik, aku akan kesana dattebane," ucap Kushina pasrah.
"Yokatta, beberapa maid akan kesana untuk menjemputmu sekaligus membawa barang yang kau perlukan," ucap Arashii.
"Chotto, kenapa aku harus kesana sekarang? Kenapa tidak besok saja aku kesana?"
"Kau benaran ingin berdua-an dengannya yah," goda Arashii.
"Baka!," ucap Kushina sebal.
"Pokoknya nanti sore beberapa maid akan menjemputmu, jaa ne," ucap Arashii dan memutuskan pembicaraan.
"Aniki baka, baru sampai langsung balik kesana," gerutu Kushina.
"Kau kenapa Kushina?" tanya Minato yang menghampiri Kushina.
"Aniki menyuruhku balik kesana, untuk membantu persiapan pesta ulang tahun Uzumaki corp," ucap Kushina.
CHU
"Semoga ini dapat memperbaiki mood-mu," ucap Minato dan tersenyum.
"E-eh?!" muka Kushina memerah.
"Aishiteru yo," bisik Minato dan menancapkan taringnya dileher Kushina.
"Hei!"
"Baru darahmu mengiurkan Kushina," bisik Minato.
"Kau baru saja minum dattebane, kau mau aku kehabisan darah?"
"Kau juga tidak menolaknya bukan?"
Skakmat
"I-itu..." Kushina menundukan kepala.
"Akuilah Kushu-chan, kau juga menyukainya."
"Dasar dattebane," Kushina meninju pelan Minato.
TBC
Gomenne minna-san, Sakura telat post hehehe. Sakura lagi puncaknya sibuk, padahal ini liburan *pundung*. Sakura minta review dong :'v. Sakura rasa cerita ini semakin gaje (-,-).
Review :
Yudi Arata :
Gomene Yudi-san, Sakura terlambat post. Ini sudah update kok hehehe. Arigatou sudah mereview. Dichapter mendatang akan dijelaskan ingatan Kushina seutuhnya.
Arigatou sudah membaca, jaa ne :v.
