Gara Gara Putus!

Sembilan

Vkook!gs

Disclaimer : Cerita ini punyaku. Tokohnya bukan punyaku. Plagiat? Emang niat buat plagiat karya gaje ini? Ehee~

Yuhu~ semoga gak bosan liat update-an ff ini. Sampai chap ini ada gak bagian yang kalian suka dan kalian gak suka? Atau kalian bingungkan? Biar aku jelasin secara rinci.

Terus, bersedia lagi gak buat ninggalin jejak? Tenang aja, ff inj bentar lagi tamat kok! Biar kalian gak bosan liat ff gaje ini mulu-.-

DLDR!

Enjoooyyy~

Drrt!

Ponsel Jungkook berbunyi, ia segera tersadar kalau ia sudah memeluk Kak Taehyung cukup lama. Mungkin ia terbuai dengan kehangatan pelukan Kak Taehyung atau dia benar-benar merindukan pria ini setelah tidak bertemu lama sekali.

Ia kemudian berinisiatif melepaskan pelukan itu dan mengambil ponsel di sakunya. Tanpa memperhatikan tingkah Taehyung yang sedikit kecewa merasakan pelukan mereka berakhir.

'Jadi kan hari ini, kook-ah? Inget, jangan lupa bawa pacar, 'kay?'

Jungkook membaca pesan itu kemudian melirik Taehyung yang tampak memperhatikannya.

"Kak, mau temenin gue jalan?"

Karena pria itu masih kangen akhirnya dengan cepat ia menyetujui perkataan Jungkook tanpa bertanya lebih lanjut.

...

"Yakin, kak?"

Mereka telah sampai di parkiran sebuah kafe. Namun Jungkook masih setia duduk di kursinya. Berkali kali menanyakan pertanyaan yang sama.

"Iya, yakin. Emang ada apa sih, dek?" Ucap Taehyung sambil tersenyum kecil. Jungkook hanya menggeleng menanggapinya.

"Apapun yang kakak dengar, jangan dimasukin ke hati, oke?"

"Iyaa.. Emang ada apa, sih?" Entah ini kali keberapa Jungkook mengulang pertanyaan yang sama dan Taehyung menjawab dengan pertanyaan yang sama.

Sebelum keluar dari mobil, Jungkook kemudian menghela nafasnya keras keras seolah menenangkan dirinya, "Yuk, kak." Ajaknya.

Sesampainya mereka di sana, mereka disambut sama si ketua komunitas anime ini. Ketua komunitas langsung menjabat tangan Taehyung dan memperkenalkan dirinya ( plus menawarkan Taehyung buat nge cosplay, Taehyung akhirnya bingung kemudian melayangkan tatapan bertanya pada Jungkook yang cuma dibalas gelengan oleh adik kelasnya )

Anak anak komunitas sini ramah-ramah, Taehyung sebenarnya betah-betah aja. Toh, mereka cuma nawarin Taehyung anime ini-itu, memperkenalkan diri sama Taehyung dan ngajakin Taehyung nge cosplay(Yang ini ditolak halus sama Taehyung karena Jungkook berkali kali ngasih kode 'jangan')

Dan sekarang mereka lagi sibuk sama urusan masing masing, meninggalkan Taehyung dan Jungkook yang duduk di pojok kafe.

"Nge cosplay itu cuma ngerepotin kamu yang ntar lagi di trainee.. Aku tau lah kalo beli perlengkapannya semahal apapun kamu bisa. Tapi kamu juga punya impian sendiri, kan?" -Bohong. Jungkook cuma gak mau kalo ntar Taehyung nge cosplay terus banyak yang suka sama dia dan Jungkook semakin gak punya waktu sama Taehyung.

"Terus kenapa kamu gak nge cosplay?"

Jungkook tampak teraenyum sampai menampakkan gigi kelincinya, "Kan gak punya duit. Kalopun punya, aku juga gak niat ngabisin uang cuma buat beli pakaian harga ratusan belum lagi aksesorisnya..."

Taehyung cuma ngangguk kemudian lanjut meminum milkshake vanila yang Jungkook pesankan untuknya.

"Jadi, kamu sering ke event eventnya mereka?"

Jungkook berpikir sejenak, "Nggak juga, sih. Sekali-kali doang kalo ada waktu. Ini kan cuma hobi."

"Disini kebanyakan laki-laki, dek. Kamu gak risih, gitu?" Taehyung mengedarkan pandangan menatap satu persatu lelaki yang ada disana yang rata rata membawa laptop mereka.

Gadis cantik itu tertawa, "Yaampun. Nggak, lah. Mereka semua saudara aku." Ucap Jungkook sambil tersenyum.

Taehyung kemudian melirik jamnya. "Udah sore. Pulang, yuk."

Kemudian Jungkook mengiyakan perkataan kekasihnya itu. Lalu berpamitan pada teman temannya.

Syukurlah, hari ini berjalan lancar.

...

Kim Taehyung semakin sibuk dengan aktifitas traineenya. Menari, bernyanyi, latihan ini-itu untuk debutnya yang masih beberapa bulan lagi. Dari berita yang Jungkook dengar, Pria itu sudah menandatangani kontrak debut yang akan berlangsung beberapa bulan lagi.

Dan pertemuannya dengan Jungkook semakin jarang. Bahkan nyaris tidak pernah. Jungkook sebenarnya santai saja. Pikirnya ia belum terlalu menyukai kakak kelasnya, meskipun terkadang kangen juga sih digangguin Kak Taehyung.

Jungkook juga sibuk dengan tugas sekolah dan tontonan animenya. Oh, ya. Taehyung sudah selesai ujian jadi meskipun tidak kesekolah juga tidak apa apa. Pria itu hanya tinggal menunggu ijazah dan acara perpisahan sekolah yang bakal dilaksanain besok.

Dan sekarang, Jungkook sedang duduk bersama teman-temannya di kantin sekolah. Mereka membicarakan banyak hal tentu saja. Dan sesekali ada saja bahan yang bisa membuat mereka tertawa.

"Jungkook."

"Oh, Kak Yoongi!" Jungkook langsung berdiri menghampiri kakak kelasnya itu. Kak Yoongi kini hanya memakai pakaian sehari hari tanpa seragam.

"Ada apa, kak?"

Yoongi hanya mengisyaratkan Jungkook untuk mengikutinya.

Sesampainya di gedung belakang sekolah, Yoongi menatap Jungkook sejenak,

"Langsung ke intinya aja, lo bisa gak mutusin Taehyung?"

Gadis didepannya hanya mengedip ngedipkan matanya bingung. "Mutusin Kak Taehyung? Buat apa kak? Aku gak pernah ada masalah sama dia."

Yoongi kemudian menghela nafasnya, "Yang jadi masalah itu elo, dek. Ibu Taehyung bilang, sebenarnya Taehyung itu bisa debut lebih cepet kalo dia mau menandatangani semua surat pernyataan, Tapi, ada satu surat yang dia gak pengen dia tandatanganin."

"Surat pernyataan apa, kak?"

"Bersedia buat nggak menjalin hubungan dengan siapapun. Taehyung gak mau menandatanganinya sama sekali."

Jungkook menatap Yoongi kaget. Jadi Taehyung telat debut karena dia? Jadi gara gara dia karir Taehyung yang diimpikannya itu sulit untuk digapai Taehyung?

"Lagipula, kalo semisal kalian masih pacaran, apa lo bisa nahan buat ngga ketemu Taehyung? Sampe berapa lama lo bisa nahan? Setaun? Dua taun? Apa lo bisa jamin kalo lo dan Taehyung bisa saling setia?"

'Nggak.' Jungkook menjawab dalam hati. Jungkook adalah tipe cewek yang setia. Namun ia juga tipe yang cepat bosan. Bisa jadi kalau ia tak pernah bertemu dengan Kak Taehyung dia bakal nyari yang lain. Meskipun Taehyung setia sama dia.

Tapi Kak Taehyung juga belum tentu setia sama dia, 'kan? Lelaki itu pasti bakal dikerumunin banyak cewek yang lebih cantik dari Jungkook.

"Kalo pun Taehyung mutusin buat setia dan ngenalin lo ke fansnya kalo ntar dia terkenal, apa lo siap diikutin sama fans taehyung dan papparazi? Apa lo siap buat jadi pusat perhatian? Apa lo sanggup denger gosip beredar tentang lo dan Taehyung?"

'Nggak.' Jawab Jungkook sekali lagi. Ia sama sekali gak bisa jadi pusat perhatian. Gak terbiasa. Apalagi jika mendengar gosip tentangnya. Mendengar kawan komunitasnya tidak suka pada pacarnya saja ia sudah merasa tak nyaman apalagi kalau nanti banyak kritik yang datang mengenai hubungan mereka.

Ini bukan egois. Tapi Jungkook bener-bener gak siap.

Dan kata kata Kak Yoongi memang benar-benar tepat dan menusuk.

"Teman temen lo juga gak terlalu suka Taehyung, 'kan?" Lanjut Kak Yoongi berusaha meyakinkan Jungkook. Jungkook lagi lagi menyetujuinya.

"Ini tuh buat kebaikan kalian berdua. Lagipula kalian gak bakal bisa bersatu dalam waktu dekat kalo kalian nekat pertahanin hubungan kalian."

Gadis itu menepuk kepala Jungkook pelan," Lo bisa kan cari alasan yang bisa dijadiin alasan kenapa kalian putus?"

Kemudian ponsel Yoongi berbunyi membuat gadis itu pamit meninggalkan Jungkook.

"Gue cuma pengen lo ngerti dan dikit aja berfikiran dewasa, Jungkook-ah."

Dan saat Yoongi pergi entah kenapa airmatanya berjatuhan.

Benar.

Ia harus memutuskan Kak Taehyung.

Secepatnya.

Karena ini semua untuk dirinya dan Kak Taehyung.

...

Malam itu Jungkook terus berguling di kasurnya. Tadi setelah bertemu dengan Kak Yoongi, tiba tiba saja ponselnya berbunyi dan ketika Jungkook mengangkat teleponnya, malah suara orang yang terus menghantui pikirannya yang terdengar.

"Halo Kookie. Ketemuan yuk, dek? Mumpung aku ada di rumah. Aku cuma izin sabtu sama minggu, sih. Hari ini karena pengen ketemu kamu dan besok aku mau ngehadirin acara perpisahan disekolah."

Oh iya, Jungkook baru ingat. Besok udah perpisahan sekolah, yang artinya Jungkook harus cepet bertindak mutusin Kak Taehyung karena masa depan Kak Taehyungnya secara gak langsung ada di tangannya.

Jungkook cuma diem pas nerima telepon dari Kak Taehyung. Kemudian dengan pelan ia menyetujuinya.

Iya, mungkin lebih bagus kalo pertemuan malam ini bakal jadi pertemuan terakhir.

Aduh, kok Jungkook jadi galau gini? Diluar sana banyak kok lelaki yang mengantri untuk Jungkook. Lagipula kalau ia dan Taehyung emang ditakdirkan buat sama-sama, bagaimana pun caranya pasti mereka bakal sama sama lagi. Jungkook ngehibur dirinya sendiri.

Ia menatap lemari bajunya. Bahkan untuk memilih baju pun ia tidak bersemangat. Untuk apa ia berdandan cantik dan memilih baju yang cocok? Ia bukan pergi untuk berkencan, ia pergi untuk mengakhiri hubungan mereka.

'Keputusan kamu benar, Kook' Sahutnya dalam hati sambil nemilih salah satu baju yang sederhana dari lemarinya

Tadi Taehyung menawarkan ingin menjemputnya, namun Jungkook menolak. Dengan alasan Jungkook sedang ingin berjalan kaki. Alasan bodoh. Jungkook merutuki dirinya sendiri. ( Alasan sebenarnya adalah tak ingin berlama lama di samping Kak Taehyung, takutnya gak tega buat mutusin )

Akhirnya setelah dirasanya cukup, ia kemudian berjalan keluar dari rumahnya.

Mereka berjanji untuk bertemu di sebuah kafe yang tak jauh dari apartemen Jungkook setengah jam lagi. Namun Jungkook memutuskan berangkat sekarang biar gak telat.

Jungkook kemudian memasuki kafe itu lalu duduk di tempat biasa ia duduk. Kemudian setelah ia baru saja memberitahukan pelayan tentang pesanan yang diinginkannya, seorang pria tampan dengan jaket tebal dengan penutup kepala datang menghampirinya.

"Lah, aku ngiranya aku datang terlalu cepet. Nah ini kamu udah dateng duluan." Kemudian Taehyung tertawa kecil. "Aku kangen banget, dek." Jungkook cuma balas ngangguk.

Jungkook meremas ujung roknya gugup. "Apa kabar, kak? Um, selamat ya.. Besok udah lulus." Sahut Jungkook berbasa basi.

Taehyung kemudian ngangguk. "Aku kira kamu bakal nerjang aku terus meluk aku erat. Taunya malah nanya kabar. Liat, aku baik baik aja, dek..." Pria itu kemudian menampakkan senyum lebarnya.

"Itu gak mungkin, kak." '-Gak mungkin aku meluk dan nerjang kamu lalu mutusin kamu. Itu gak keren sama sekali meskipun aku mau.' Lanjut Jungkook dalam hati.

"Gak mungkin apa, dek?"

Jungkook menelan ludahnya kasar.

Mungkin ini saatnya.

Ia menatap pria itu dengan tatapan serius. Jungkook cuma berharap Kak Taehyung bisa sukses kalo dia ngelakuin ini.

Jungkook gak salah, 'kan?

Jungkook gak egois, 'kan?

"Ada yang pengen aku omongin sama kakak."

Haish.

Kenapa seberat ini, sih?

...

Tbc or end?

Tinggalkan jejak kalian yaaamaaf gak sempet bales repiu cantik kalian semuaaa lavlavlav kalian penyemangatku!