Disclaimer:

Naruto: Masashi Kishimoto

Sword Art Online: Reki Kawahara

.

.

.

Kamis, 24 Agustus 2017

.

.

.

DIGITAL RIDER AND MIRROR WORLD

By Hikasya

.

.

.

Chapter 10. Terakhir

.

.

.

"A-APA!? OBJEK ABADI!?" ucap Naruto, Asuna, dan Sasuke bersamaan.

WHUUUSH!

Tanpa aba-aba lagi, Iron Lizardman maju dan berlari dengan kecepatan yang tinggi. Bermaksud menyerang ketiga Digital Rider itu.

BETS!

Sasuke mengutak-atik pistolnya sehingga berubah bentuk lagi. Kali ini, pistolnya menyerupai sebuah pedang.

DRAP! DRAP! DRAP!

Dengan cepat pula, Sasuke maju dan berlari sambil melayangkan pedangnya ke arah Iron Lizardman.

TRAAANG!

Lagi-lagi muncul tembok yang tidak terlihat, melindungi Iron Lizardman ketika pedang Sasuke beradu dengan tembok yang tidak terlihat tersebut. Pedang Sasuke tidak mengenai dirinya sedikitpun.

Sebagai gantinya, Iron Lizardman melayangkan tinjunya yang sangat kuat ke arah wajah Sasuke.

BUAAAK!

Akibatnya, Sasuke terpelanting ke belakang. Namun, Sasuke bisa menahan dirinya agar tidak jatuh dengan cara mengepakkan jubahnya yang beralih fungsi menjadi sepasang sayap kelelawar.

WHUUUSH!

Sang monster kadal melompat, berputar satu kali sehingga ekornya yang panjang terkibas ke arah Sasuke. Sasuke menyadarinya dan segera menghindarinya dengan cara terbang ke atas.

HUP!

Iron Lizardman mendarat di lantai bening dengan mulus. Naruto dan Asuna terpaku saat menyaksikan semua ini.

"Ini... Semakin gawat saja...," Asuna menggenggam gagang pedangnya dengan kuat."Permainan dunia cermin sudah menyatu juga dengan dunia nyata ini."

"Benar. Kita tidak boleh lengah," Naruto juga menggenggam gagang pedangnya dengan kuat.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"Kita harus menghapus data-data dunia cermin itu secepatnya. Hei, Teme!"

Sasuke yang masih sibuk melawan Iron Lizardman, masih tetap fokus juga berbicara dengan Naruto.

"Ada apa, Dobe?"

"Dimana data-data dunia cermin itu tersimpan?"

"Di ruang kerja kakekku, di lantai lima ini."

"Kalau begitu, biar aku dan Nanabi yang ke sana!"

"Boleh juga. Kalian berdua saja yang pergi ke sana, dan jangan lupa... Ini!"

Sambil terbang, Sasuke melemparkan sebuah kartu yang diambilnya dari slot tengah sabuknya. Naruto menangkap kartu itu dengan sempurna.

"Kartu apa ini?" tanya Naruto yang memperhatikan kartu nyata yang bergambarkan penghapus di genggaman tangan kirinya.

"Itu 'System Eraser Card', kartu yang bisa menghapus semua data dunia cermin. Kartu itu kucuri dari kakekku...," jawab Sasuke yang habis dipukul bertubi-tubi oleh Iron Lizardman."Masukkan kartu itu ke slot komputer penyimpanan. Nanti akan terjadi proses penghapusan selama lima menit. Data-data Digital Rider tidak akan terhapus selama proses penghapusan itu. Kalian aman selama aku masih hidup."

"Aku mengerti. Aku pergi sekarang."

"Aku serahkan semuanya padamu, Dobe!"

"Ya. Kau bisa mengandalkanku."

Naruto tersenyum dan mengangguk cepat. Lalu melirik Asuna yang berdiri di sampingnya.

"Ayo, kita pergi sekarang, Nanabi!"

"Baik!"

Maka Naruto dan Asuna segera berlari menuju ke ruang yang lebih dalam. Iron Lizardman mengetahui pergerakan mereka, kemudian melesat untuk menyerang mereka. Tapi, dicegat oleh seseorang yang datang tiba-tiba.

SET!

Muncul sosok Digital Rider berhelmet kepala burung hantu dan berpakaian armor besi berwarna serba hitam-kebiruan. Gauntlet berbentuk kepala burung hantu, terpasang di tangan kirinya. Dia adalah...

"ITACHI-ANIKI!" seru Sasuke yang sudah terkapar di lantai dalam keadaan yang cukup parah.

Itachi, yang dikenal dengan nama "Digo", salah satu Digital Rider solo yang berperan sebagai "Pembatalan Perintah Program" dan menyimpan sejumlah data penting tentang dunia cermin. Mungkin bisa dibilang Digo adalah AI asisten yang mengelola induk sistem dunia cermin.

Selama ini, Itachi terkurung di dalam dunia cermin akibat "dikunci" akunnya oleh Madara. Sebab Itachi adalah Digital Rider yang bisa membatalkan perintah dan mengacaukan fungsi sistem yang sedang berjalan. Digital Rider yang sengaja diciptakan untuk menjadi program asisten induk sistem dunia cermin, dan ditugaskan untuk mengatur fungsi sistem serta memberitahukan informasi penting kepada para Digital Rider.

Tidak tahan lagi dengan sistem permainan Madara yang semakin keterlaluan ini, Itachi berniat untuk mengakhirinya. Dengan kecerdasan otaknya, dia mampu menemukan kode password yang selama ini mengunci akun-nya sehingga dia bisa keluar dari dunia cermin. Segera menemui Sasuke yang kini kewalahan menghadapi Iron Lizardman. Apalagi sang penguasa dunia cermin, The King, juga sudah keluar dari dunia cermin.

"Kau... Tidak apa-apa, Otouto-san?" Itachi melirik Sasuke yang terkapar tak jauh darinya.

"Aku tidak apa-apa...," Sasuke tersenyum simpul di balik helmetnya sembari bangkit berdiri secara perlahan-lahan.

"Baguslah. Akan kuatasi monster yang satu ini."

Itachi bergerak untuk maju menyerang sang monster kadal. Sang monster kadal juga menyerangnya secara membabi buta.

WHUUUSH! WHUUUSH!

Mereka sama-sama menyerang. Iron Lizardman melayangkan tinju bertubi-tubi pada Itachi. Dengan gesit, Itachi terus menghindari setiap serangan Iron Lizardman itu.

HUP!

Itachi menyabet sebuah kartu dari slot tengah sabuknya dan memasukkannya ke slot Rider Gear-nya. Rider Gear-nya bersuara menggema.

["WINGS! ACTIVATE!"]

Sepasang sayap burung hantu tumbuh dan membentang lebar di punggung Itachi sehingga Itachi bisa terbang ke atas, untuk menghindari serangan tinju beruntun sang monster kadal.

BETS!

Itachi mengeluarkan sebuah kartu lagi dari slot tengah sabuknya dan memasukkannya ke dalam slot Rider Gear-nya. Terdengar suara robot yang menggema dari Rider Gear yang berbentuk kepala burung hantu itu.

["IMMORTAL OBJECT, UNACTIVATE!"]

SRRRIIING!

Tubuh Iron Lizardman bercahaya putih, menandakan sistem merespon kalimat perintah suara yang menggema dari Rider Gear milik Itachi. Fungsi sistem membatalkan perintah "Objek Abadi" tersebut, sehingga Iron Lizardman sekarang tidak dilindungi oleh dinding yang tak terlihat itu.

Dunia nyata saat ini telah terjadi koneksi gelombang digital yang dipancarkan dari dunia cermin sehingga fungsi sistem dunia cermin menyatu dengan dunia nyata. Semua makhluk digital bisa bergerak secara bebas dan nyata di dunia nyata.

SET!

Sebuah kartu disabet lagi oleh Itachi. Langsung dimasukkan ke dalam slot Rider Gear. Terdengar lagi kalimat perintah suara dari Rider Gear.

["BLOCK SWORD! ACTIVATE!"]

Dari dalam slot Rider Gear, keluarlah sebuah pedang berwarna biru kehitaman dengan gagang yang menyerupai kepala burung hantu. Itulah namanya "Block Sword", pedang yang berfungsi sebagai "Pemblokir Karakter."

Itachi melayangkan pedangnya secara horizontal pada Iron Lizardman yang mendekatinya. Terjadilah gelombang kejut yang mengenai Iron Lizardman sehingga Iron Lizardman itu terpelanting ke belakang. Tercetak tebasan melintang di tubuhnya yang sekeras besi.

"SASUKE, SEKARANG GILIRANMU! GUNAKAN ERASER GUN!" teriak Itachi pada Sasuke.

"Ya," Sasuke mengaktifkan pistolnya kembali.

PIP!

Eraser Gun diaktifkan. Kemudian Sasuke melepaskan tembakan penghapus karakter pada Iron Lizardman.

DOOOR!

Iron Lizardman tidak dapat bergerak lagi karena telah terkena "block", yang artinya dia adalah karakter yang diblokir dan akan terhapus dari data sistem dunia cermin.

Pada akhirnya, dia terkena tembakan penghapus karakter itu. Mengakibatkan dirinya menghilang tanpa tersisa sedikitpun.

Hening.

Suasana hening sebentar selama beberapa detik.

Sasuke dan Itachi sama-sama mendekat.

"Syukurlah... Aniki datang tepat waktu. Kalau tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi denganku setelah ini," suara Sasuke yang memecahkan keheningan di tempat itu.

"Ya. Aku berhasil keluar dari dunia cermin setelah menemukan kode password yang mengunci akun-ku selama ini. Aku tidak tahan lagi dengan sistem permainan dunia cermin ini."

"Ya. Aku juga tidak tahan. Makanya akan kuakhiri hari ini. Boss monster itu harus dikalahkan," Sasuke mendadak teringat sesuatu."Oh iya, aku menitipkan System Eraser Card pada Naruto tadi."

"Eh? Kau berhasil mendapatkan System Eraser Card itu?"

"Ya. Aku mencurinya dari ruang kerja Jiji-san."

"Kau hebat juga. Padahal gedung kantor ini dijaga ketat oleh para Security. Kita keluarga Jiji-san saja dilarang masuk ke gedung kantor ini."

"Hn. Sekarang kita sudah mencapai bagian akhir dari dunia cermin."

"Hn. Dunia cermin harus dihancurkan!"

"Hn."

Dua Uchiha bersaudara bersatu dan bertekad kuat untuk menyelesaikan akhir permainan ini.

Permainan ini sudah merebak luas sampai ke dunia nyata. Di luar sana, para monster sudah keluar dari dunia cermin. Para Digital Rider juga sudah bersatu untuk memusnahkan para monster tersebut. Telah terjadi pertarungan yang sengit antara para Digital Rider dan para monster.

Keadaan semakin genting saja, saat Naruto dan Asuna berhasil mencapai lantai lima gedung kantor Uchiha Groups itu. Namun, saat pertengahan lorong lantai lima itu, mereka berdua menemukan sosok yang menghadang jalan mereka.

SET!

Sosok itu berwujud manusia. Matanya bercahaya hitam. Berpakaian jubah berwarna coklat. Kepalanya tengkorak manusia, tapi semua tubuhnya terbuat dari akar-akar pepohonan. Akar-akar menyembul dari balik jubah yang dipakainya. Tinggi badannya sekitar 2 meter.

Entah makhluk apa itu. Sangat mengejutkan Naruto dan Asuna.

"Siapa kau?" Naruto berteriak keras untuk mencairkan suasana tegang ini.

Sosok itu menunjukkan seringaiannya yang lebar.

"Aku adalah penguasa dunia cermin," jawab sosok misterius itu dengan suara yang besar dan menyeramkan.

"Penguasa dunia cermin?" Naruto ternganga.

"The-The King...!" Asuna membelalakkan kedua matanya dengan nada yang bergetar.

"Benar sekali. Akulah The King. Boss monster yang terakhir. Menunggu pemain yang telah mencapai tempatku ini. Inilah tempat tinggalku selama di dunia cermin. Kini dunia cermin dan dunia nyata telah bersatu menjadi dunia yang baru. Dunia yang dipenuhi dengan para monster digital."

"Ukh... Tidak akan kubiarkan semua ini!"

Naruto menggeram kesal dan mengubah dirinya menjadi sosok yang masuk ke mode 2. Sosok ksatria beramor besi serba merah kehitaman yang menguasai elemen api.

SRIIING!

Pedang Naruto juga berubah warna menjadi warna merah dan juga berubah desainnya. Naruto siap untuk maju menyerang The King sekarang.

BETS!

Tanpa dikomando lagi, Naruto mengaktifkan sebuah kartu kekuatan yaitu "Fire Storm" di Rider Gear-nya.

WHUUUSH!

Hanya mengibaskan pedangnya sekali saja, Naruto mampu memunculkan badai api yang sangat besar sehingga memenuhi sepanjang lorong. Ujung badai api itu meluncur ganas menuju The King. The King dengan santainya tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Tidak merasa takut apabila serangan Naruto itu mengenainya. Namun...

DHUAAAASH!

Serangan Naruto ternyata mengenai tembok yang tak terlihat. Muncul tulisan di depan The King.

[OBJEK ABADI]

Fenomena yang sama terjadi lagi. Seperti Iron Lizardman tadi.

"A-Apa!?" Naruto membelalakkan kedua matanya.

"Objek abadi!? Sama dengan Iron Lizardman tadi!?" Asuna menutup mulutnya dengan tangan kirinya.

"Percuma saja jika kalian terus menyerangku. Semua serangan kalian tidak akan bisa mengenaiku. Karena aku adalah makhluk yang abadi. Tidak akan ada yang bisa mengalahkanku. Termasuk Tuhan sekalipun," kata The King yang sangat sombong."Sekarang akan kubuat kalian mati secara perlahan-lahan. Rencana penghapusan data akan dimulai sekarang. Mirror World System, Digital Riders Character Eraser, Activate!"

ZREK! ZREK!

Mendadak Naruto dan Asuna ambruk dan terkapar ke lantai. Mereka merasakan tubuh mereka yang tidak bisa digerakkan lagi. Tubuh mereka mengalami semacam "gelombang" yang aneh dan mengeluarkan percikan-percikan listrik.

Untuk berbicara saja sangat sulit, mereka hanya bisa menggerakkan kedua bola mata mereka. Melihat The King yang berjalan pelan mendekati mereka.

"Proses penghapusan karakter Digital Rider telah dimulai. Persentase penghapusan dimulai dari angka 0," The King mengeluarkan layar virtual digital di tangan kirinya."Sayang sekali... Karakter Kurama yang sangat kusukai, akan kuhapus juga. Padahal aku berharap Kurama mau mendengarkan perintahku. Tapi, dia malah membangkang dan memilih mendengarkan perintah bocah pirang ini. Namikaze Naruto, cucu dari Namikaze Arashi. Kakekmu itu adalah musuhku."

"...!" kedua mata Naruto membulat sempurna setelah mendengar itu.

The King memasang wajah yang terlihat sedih.

"Ya... Inilah impianku sejak kecil yaitu ingin membuat dunia yang penuh dengan monster. Dimana tidak ada para manusia yang selalu berbuat seenaknya pada manusia yang sangat lemah. Asal kau tahu, Namikaze Naruto, kakekmu itu selalu meledek impianku itu dan beranggapan aku tidak bisa mewujudkannya. Karena itu, aku sangat membenci kakekmu dan menganggapnya sebagai musuh terbesarku. Hingga kami pun sama-sama menjadi programer yang diakui oleh dunia. Lalu kakekmu berhasil membuat game yang sangat nyata yaitu dunia cermin ini. Tapi, karena insiden, kakekmu itu meninggal..."

The King alias Madara terus bercerita tentang alasan mengapa dunia cermin ini diciptakan. Hingga pada ujungnya, ternyata kakek Naruto-lah yang menciptakan dunia cermin yang sebenarnya. Berarti Madara telah mencuri hasil karya luar biasa kakeknya ini. Apalagi Madara sudah mengakui perbuatannya itu.

"Aku mencuri data-data dunia cermin ini dari flashdisk yang dititipkan kakekmu padaku, sebelum dia meninggal. Aku berpikir ingin menyalin data-data dunia cermin ini dan mengubahnya menjadi dunia yang kuimpikan selama ini. Aku memang teman yang telah berkhianat pada teman satu kerjaku itu. Tapi, bagaimana lagi, aku sangat ingin menciptakan duniaku sendiri. Makanya aku menggunakan hasil karya Arashi agar aku bisa menciptakan dunia yang kuinginkan, dan lihatlah... Hasil dunia cermin yang kuciptakan. Luar biasa, bukan? Khukhukhu..."

The King tertawa sinis dengan aura yang sangat jahat. Sepertinya dia sudah dikuasai iblis sehingga dia tega melakukan semua ini demi kepentingannya sendiri. Tidak mempedulikan keadaan dua cucunya yang kini bernasib sama dengan Naruto dan Asuna sekarang.

Ya. Sasuke dan Itachi juga tidak bisa bergerak akibat efek penghapusan data para Digital Rider. Mereka ikut terkena imbasnya karena Madara sudah mengetahui bahwa mereka berniat ingin menghancurkan dunia cermin itu. Untuk itu, mereka harus dihapus sebagai hukumannya.

Tidak ada yang bisa menghentikan Madara. Semua Digital Rider di luar sana, juga tidak bisa menggerakkan tubuh mereka. Semuanya terkapar tak berdaya di tengah-tengah para monster digital yang kini mulai menyerang manusia.

"KYAAAAA!"

"ADA MONSTER! LARI!"

"IBU, AYAH, JANGAN TINGGALKAN AKU! HUWAAAA!"

"SELAMATKAN DIRI KALIAN!"

WAAA! WAAA! WAAA!

Semua warga kota berhamburan dan berlarian kesana-kemari karena dikejar oleh para monster digital. Ada beberapa orang yang berhasil dibunuh, dan tewas di tempat saat itu juga. Semuanya ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

Suasana semakin meruncing. Tidak ada yang bisa menyelamatkan dunia sekarang. Semua Digital Rider akan menghilang dari dunia ini untuk selamanya.

Tapi, hal itu tidak akan terjadi. Selama masih ada ksatria yang tidak termasuk dalam dunia cermin itu.

SET!

Tiba-tiba, muncul sosok ksatria yang datang entah darimana. Dia berdiri tepat di depan Naruto dan Asuna.

"...!" Naruto, Asuna, dan The King sama-sama terkejut akan kedatangannya.

Sosok ksatria beramor besi yang sama seperti Digital Rider Kyuubi dalam mode 1 yaitu berpakaian armor besi berwarna serba jingga kehitaman. Dia bisa tiba di tempat ini dengan menggunakan kartu teleportasi.

'Kenapa ada dua Digital Rider Kyuubi di sini?' The King menjadi bingung.

Kemudian sosok yang mirip dengan Digital Rider Kyuubi itu memegang sabuknya dan dia pun berubah wujud menjadi sosok ksatria beramor serba merah muda kehitaman. Kedua matanya berwarna hijau. Ada tanda X di dada kirinya. Dia adalah...

'Decade!' batin Naruto yang sangat senang.

'Siapa dia?' batin Asuna juga, yang tidak tahu tentang Decade itu.

The King mundur sedikit. Ia pun memasang wajah yang syok karena mengetahui masih ada Rider yang tidak terpengaruh dengan kekuatan sistemnya.

"Si-Siapa kau?" The King bertanya dengan nada yang bergetar.

"Aku Decade," Menma menjawabnya dengan nada yang datar.

"Decade? Aku rasa kau bukan termasuk Digital Rider yang kuciptakan."

"Tentu saja bukan. Karena aku adalah Rider yang datang dari dunia lain."

"Rider yang datang dari dunia lain?"

"Ya. Atas permintaan seseorang, aku harus menyelamatkan dunia ini. Aku harus mengubah takdir agar para Digital Rider ini tidak mati. Justru kaulah yang akan mati, The King!"

Menma menunjuk The King dengan lantang. Sehingga membuat The King sangat marah.

"APA!? AKU TIDAK MATI! THE KING, PENGUASA DUNIA CERMIN TIDAK AKAN PERNAH MATI!"

BETS!

The King mengangkat tangan kanannya. Hendak memunculkan serangan akar-akar pohon yang bisa memanjang.

Tapi...

Dia tidak bisa menggunakan kekuatannya itu. Karena Menma mengucapkan sesuatu yang berhubungan dengan fungsi sistem dunia cermin.

"Mirror World System, Double Object, The King Blocked, Monsters Character Eraser System, Activate!"

ZUUUUNG!

Terjadilah gelombang sistem yang berupa percikan-percikan listrik yang menguar dari tubuh The King. The King berteriak keras karena merasakan tubuhnya yang panas dan sakit.

"WUUU... WUAAAAAAAAAAAH!" suara teriakannya sangat menggelegar hingga memecah langit sana.

ZREK!

The King ambruk dan terkapar lemah di lantai. Tubuhnya sudah "diblokir" oleh sistem induk dunia cermin. Mendeteksinya sebagai karakter yang tak dikenal dan akan dibuang untuk dihapus.

Entah darimana Menma bisa mendapatkan kode kalimat perintah suara itu. Sehingga sistem induk dunia cermin merespon suaranya itu. Menma terus mengucapkan kode kalimat perintah suara untuk membatalkan fungsi perintah sistem lainnya.

"Mirror World System, Digital Riders Character Eraser, Unactivate!"

Layar virtual digital yang mengambang di udara, yang menunjukkan persentase 98, langsung berhenti dan menghilang saat itu juga. Para Digital Rider tidak jadi terhapuskan dan kembali bisa bergerak sediakala.

Sebaliknya sistem dunia cermin melakukan proses penghapusan semua monster digital yang ada di dunia nyata sekarang. Satu persatu monster digital menghilang dari dunia nyata ini.

Kendali fungsi sistem dunia cermin diambil ahli oleh Menma. Menma tersenyum simpul melihat The King alias Madara yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Naruto dan Asuna sudah berdiri tegak lagi. Mereka berjalan pelan mendekati Menma.

"Menma... Apa yang terjadi?" tanya Naruto yang penasaran sambil melihat The King itu.

"The King sudah terblokir. Dia akan dihapus oleh sistem induk dunia cermin setelah semua karakter monster digital terhapus," sahut Menma dengan wajah yang datar.

"Oh, begitu. Tapi... Darimana kau tahu kode kalimat perintah suara itu?"

"Hmmm... Itu... Dari pencipta dunia cermin yang sebenarnya."

"Mak-Maksudmu... Ka-Kakekku!?"

"Ya, begitulah."

"..."

Naruto terdiam sejenak. Menma meliriknya sebentar. Asuna memilih diam, dan mendengarkan mereka yang berbicara.

DRAP! DRAP! DRAP!

Datanglah Sasuke dan Itachi yang menghampiri mereka. Mereka menyadarinya.

"Dobe!" Sasuke berhenti di depan Naruto."Kau tidak apa-apa?"

"Tidak. Kalau kau, Teme."

"Aku tidak apa-apa juga."

"Syukurlah..."

"Lalu dia?"

Naruto melihat ke arah Itachi yang berdiri di belakang Sasuke. Sasuke juga melihat ke arah Itachi.

"Dia Digo, kakakku, Itachi."

"Eh? Digo? Digital Rider yang legendaris itu ya?" Asuna terkejut.

"Legendaris? Maksudnya?" Naruto bingung.

"Legendaris karena dia adalah Digital Rider yang jarang muncul dan pernah mengalahkan monster kelas S seperti Iron Lizardman itu. Dia sangat terkenal di dunia cermin lho."

"Oh, begitu ya, Nanabi."

"Iya, Kyuubi."

"Ngomong-ngomong... Apa yang terjadi pada The King?"

Yang bertanya paling akhir adalah Sasuke. Semua mata tertuju pada The King.

"Dia akan dihapus oleh sistem induk dunia cermin ini karena inilah hukuman baginya. Dia telah mencuri data-data dunia cermin ini dari kakekku," ungkap Naruto.

"Jadi... Pencipta dunia cermin sebenarnya adalah kakekmu, Namikaze Arashi itu?" Sasuke terkejut.

"Aku baru tahu soal itu...," Itachi juga terkejut.

"Ya. Sebentar lagi The King akan terhapus. Kalian tidak bisa menghentikannya. Karena inilah takdirnya untuk mati," Menma mengangguk.

"...," Asuna terdiam dengan ekspresi sedih.

The King alias Madara tidak dapat berkata apapun lagi. Suaranya tidak dapat keluar meskipun dia ingin bicara. Tubuhnya tidak bisa digerakkan. Terasa kaku dan mati rasa. Masih termasuk karakter digital, bukan manusia yang nyata.

Angka persentase muncul di depan matanya, terlihat oleh para Digital Rider. Tapi, Decade tidak dapat melihatnya. Angka persentase itu berjalan sangat cepat hingga mencapai 100.

SRIIING!

Tubuh The King perlahan-lahan memancarkan sinar putih, kemudian sinar putih itu sangat menyilaukan sehingga semua mata tidak sanggup melihatnya.

FYUUUSH!

Cahaya putih itu berangsur-angsur menghilang. Menyisakan keheningan di lorong itu.

Semuanya terpaku menyaksikan pemandangan ini.

"Apakah ini sudah selesai?" Asuna mengedip-ngedipkan kedua matanya.

"Aku rasa sudah selesai...," Naruto mengangguk.

"Ya. Memang sudah selesai," Sasuke juga mengangguk dengan ekspresi sedih."Semua monster sudah terhapus dari dunia cermin. Yang tertinggal hanyalah para Digital Rider saja. Tapi, Jiji-san..."

"..."

Semuanya terdiam dengan ekspresi sedih. Hening sejenak.

Hingga suara Naruto yang memecahkan keheningan di tempat itu.

"Aku tidak menyangka Madara-jiji-san harus berakhir seperti ini. Maafkan kami, Teme."

"Tidak apa-apa, Dobe. Ini sudah takdirnya Jiji-san harus tewas seperti ini."

"Setelah ini, apa para Digital Rider bisa terbebas dari Rider Gear ini?"

"Sudah terbebas. Para Digital Rider sudah bisa melepaskan Rider Gear dengan mudah sekarang, Nanabi."

"Syukurlah... Kalau begitu."

Asuna menghelakan napas leganya. Naruto yang tersenyum. Sasuke dan Itachi juga tersenyum. Menma sendiri yang berwajah datar.

"Hmmm... Apa kita jadi menghapus semua data dunia cermin itu, Naruto?" Itachi melirik Naruto.

"Itu terserah Dobe saja. Karena dunia cermin itu adalah milik kakeknya."

Sasuke juga melirik Naruto. Naruto terdiam sambil mengeluarkan "System Eraser Card" itu dari slot tengah sabuknya. Kemudian dia menjawab.

"Aku rasa... Aku tidak akan menghapus dunia cermin ini. Karena ini adalah kenangan dari kakekku. Mungkin... Kita bisa membuatnya lebih baik lagi dan aman untuk dimainkan. Bagaimana?"

Naruto memandang wajah Sasuke dan Itachi yang tertutup helmet, secara bergantian. Dua Uchiha bersaudara itu saling mengangguk kompak.

"Bisa saja. Kita bisa membuatnya menjadi permainan yang lebih aman," Sasuke tersenyum simpul.

"Biar aku yang membuatnya," usul Itachi tiba-tiba.

"Oh iya, Itachi-nii, kan, seorang programer juga," Naruto tiba-tiba bersemangat."Tolong, buatlah permainan yang aman di dunia cermin ini. Kumohon padamu, Itachi-nii."

"Baiklah... Mungkin proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Semua karakter harus di-upgrade kembali. Hmmm..."

Itachi memegang dagunya dengan tangan kanannya untuk berpikir keras. Sasuke dan Naruto memperhatikannya. Asuna memandang Menma lalu bertanya.

"Anu... Kau siapa ya?"

Menma menyadari Asuna yang bertanya padanya.

"Aku Decade. Seorang Rider yang datang dari dunia lain."

"Eh? Dunia lain!?" Asuna, Sasuke, dan Itachi sama-sama terkejut.

"Begitulah... Ceritanya sangat panjang..."

Menma menceritakan semuanya pada mereka kecuali Naruto yang telah mengetahuinya. Semuanya mendengarkan dengan seksama. Hingga tidak tahu kapan berhentinya.

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

A/N:

Akhirnya The King dikalahkan. Semuanya selamat dan berakhir dengan bahagia.

Untuk chapter terakhir nanti adalah chapter spesial romance Naruto x Asuna. Juga sekalian cerita penutup untuk mengakhiri cerita ini.

Tunggu saja di chapter 11 ya.

Sekian sampai di sini dan terima kasih.

Tertanda.

HIKASYA

Jumat, 25 Agustus 2017