12 Days of AkaFuri
disclaimer: milik siapa lagi Kurobasu kalau bukan milik Fujimaki-sensei?
Psychic Detective Yakumo milik Manabu Kaminaga-sensei
warning: OOC, drabble
Warning: OOC, Lack of feels
Chapter 10: Cross Over
.
.
Akashi menaruh rangkaian bunga lily di makam ibunya. Setelah membersihkan makam dan menyalakan dupa, ia berdoa di makam perempuan yang paling ia cintai. Mengobrol sedikit dan menceritakan beberapa kegiatannya yang semakin lama semakin padat. Disaat seperti ini Akashi Seijuuro bisa lebih santai dan melepaskan sejenak title 'Emperor' yang disandangnya. Ya, bukan suatu rahasia untuk orang-orang yang dekat dengan Akashi jika ia merupakan anak yang sayang dengan ibunya. Meskipun ia sudah ditinggal oleh ibunya sejak ia kecil, tepatnya sesaat setelah masuk TK, ia masih mengingat jelas senyuman ibunya itu. Disaat seperti inilah semua kenangan itu akan kembali hadir ke ingatan seorang Akashi yang hanya bisa ia tanggapi dengan sebuah senyuman tipis.
"Selamat siang, Kaa-chan, Tou-san." Sebuah suara yang familier hadir menyapa gendang telinga Akashi. Ia mencari-cari sumber suara tersebut, dan menemukan seorang Furihata Kouki sedang berdiri tidak jauh dari makam tempat ibu Akashi disemayamkan. Ia hanya diam mengamati senseinya itu. Tidak mau mengganggu dirinya yang sepertinya sedang ingin bercerita dengan kedua orang tuanya yang sudah tiada.
"Maaf karena tidak bisa membawa kakak kesini, aku sudah mencoba menghubunginya, sayangnya pekerjaannya tidak bisa ditinggal dan kebetulan saat ini ia sedang berada di luar negeri." Furihata duduk bersimpuh di hadapan altar kecil makam kedua orang tuanya.
"Lama tidak berjumpa, aku dalam keadaan yang sehat, begitu pula dengan kakak. Ia semakin sibuk dengan pekerjaannya sebagai arsitektur interior, bahkan yang aku dengar seorang artis dari hollywood menggunakan jasa kakak untuk mengatur interior rumahnya." Furihata tersenyum sambil membersihkan bunga yang sudah layu.
Akashi tau jika ini merupakan hal yang privat untuk Furihata, namun entah mengapa ia merasa ada yang menahannya disini untuk terus menatap sang sensei yang masih ia usahakan untuk ia raih. Ia memilih untuk duduk di depan makam ibunya, sambil sesekali melirik sang sensei.
"Kakak kemarin sudah mengenalkan pasangannya ke aku. Ya, kali ini pasangannya seorang perempuan yang sangat cantik. Rambutnya hitam bergelombang sepunggung, dengan tatapan yang tajam namun penuh kelembutan. Semoga kakak kali ini benar-benar serius dan akhirnya mereka bisa menikah dan melanjutkan keturunan Furihata ya yah, ibu." Furihata tersenyum tulus sambil mengusap pigura berisi foto kedua orang tuanya yang ia bawa dari rumah.
Angin kencang mulai berhembus. Cuaca yang tadinya cerah mendadak berubah menjadi kelam. Awan hitam mulai bergerak ke arah pemakaman itu berada. Furihata Kouki yang sedang serius tidak mengindahkan hal tersebut dan terus melanjutkan temu-kangennya dengan sang ayah dan ibu.
"Bicara tentang pasangan, aku..."
Angin yang bergerak dengan kencang membuat Akashi tidak bisa mendengar kelanjutan perkataan Furihata. Andaikan saja angin kencang itu tidak berhembus, ia yakin pasti akan mendapatkan sedikit pencerahan mengenai perasaan sang sensei. Tidak lama, angin kencang itu berhenti. Bersamaan dengan itu, iris keemasan Akashi melihat sebuah pemandangan yang berbeda. Ia melihat senseinya dipeluk dari depan oleh seorang perempuan dengan rambut cokelat sebahu yang sangat mirip dengan senseinya namun dalam versi wanita, dan seorang pria berambut cokelat tua dengan garis wajah yang tegas tapi menenangkan memegang bahu kiri sang sensei. Dilihat dari wujudnya, Akashi yakin jika itu adalah kedua orang tua Furihata, mengingat diri mereka yang tembus pandang.
Mata keemasan milik Akashi tidak hanya bisa melihat masa depan, namun juga bisa melihat arwah dari mereka yang sudah tiada. Ia tau hal ini sejak lama, namun tidak ada yang tau hal ini selain dirinya. Biarkan saja orang-orang berpikir jika iris keemasannya itu hanya Emperor eye.
Akashi hanya melihat pemandangan antara sensei dengan kedua orang tuanya itu dalam diam. Ia tidak ingin menginterupsi saat-saat yang penuh dengan keharuan ini. Akashi agak terkejut saat melihat ibu sang sensei yang sedang memeluk Furihata dari depan melihat ke arah Akashi kemudian tersenyum lembut ke arahnya sebelum ia melepaskan pelukan ke anak tercintanya itu. Ayah Furihata pun melihat sekilas ke arah Akashi dan tersenyum sekilas sebelum akhirnya mereka berdua menghilang dan titik-titik rinai air hujan turun membasahi bumi.
"Ah... sepertinya aku harus pulang. Tiba-tiba saja hujan seperti ini dan aku lupa membawa payung." Furihata tertawa kikuk dan memutuskan untuk berdiri dan memasukan foto kedua orang tuanya ke dalam tas yang dibawanya. Ia membungkuk hormat sebelum meninggalakan makam kedua orang tuanya itu.
Saat Furihata membalikan badannya, ia terkejut melihat Akashi yang sedang berdiri dan memayungi dirinya. Bagaimana bisa muridnya – yang menjadi salah satu topik pembicaraan antara dirinya dengan makam orang tuanya – berada di depannya saat ini.
"Ayo pulang sensei, aku antarkan." Akashi segera menggapai tangan Furihata yang masih terlihat bingung. Pria yang tahun ini akan berumur 31 tahun tersebut hanya mengikuti langkah sang mantan murid menuju parkiran mobil yang akan membawa mereka pulang. Ah, ia semakin yakin dengan keputusan yang akan ia ambil mengenai muridnya ini. Ia melirik sekilas makam kedua orang tuanya, tersenyum lebar, lalu mengikuti langkah kaki sang mantan murid yang lebar agar mereka tidak perlu kehujanan.
.
.
Fin
.
.
Okay... ini unsur cross overnya gak keliatan, kah? ._. Ru bikin ini cross over dengan Psychic Detective Yakumo. Salah satu manga kesukaan Ru yang sukses bikin Ru ngefeels dan mikirin banyak hal :") sebelumnya Ru minta maaf karena telat update karen kesibukan di RL dan Ru juga entah mengapa makin mudah drop akhir-akhir ini. Bahkan kamis gak masuk karena suspect campak /kayang/ udah tua masih aja campak :")
Dan ini adalah chapter dengan perkembangan paling jaaaaauuuuh dan paling signifikan tentang hubungan sensei-mantan murid ini xD gimana perbedaan umur dan perasaan dari Furi mulai terjawab /alay kamu/
Karena ini seharusnya mengikuti prompt 12 days of Akafurinamun sayangnya Ru telat dan banyak urusan di RL jadi ya ini akan segera selesai 2 chapter lagi. Semoga 2 chapter terakhir tidak mengecewakan :") apalagi mengingat chapter ke 11 mengambil prompt NSFW. Tolong, Ru terlalu polos untuk bikin yang kayak gitu /w/ #dibuang
Maa, tidak berpanjang lebar lagi.. mind to review minna-san?
Sign,
.
.
Hiyuki Ru
