OUR SWEET MOCHI

Decklaimer :

Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.

Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.

Rating : T

Genre : Romance. Fluff.

Pair : DoTa

" DOBUNNY KEMBALI KESINI DASAR KELINCI JELEK."

Doyoung terkikik kecil begitu mendengar teriakan Yuta yang terdengar dari tempat persembunyiannya.

Tahu tidak kenapa Yuta berteriak begitu? Simpel sih, Doyoung cuma menculik boneka koala kesayangan hyung Jepangnya itu saat Yuta sedang melaksanakan ritual wajibnya di kamar mandi. Buang air besar lebih tepatnya.

Karena Doyoung gemas sendiri sama boneka koala yang entah kenapa bisa mirip sama Yuta, maka Doyoung berinisiatif untuk menyimpan boneka itu di tempat paling aman untuk kepentingan Doyoung sendiri.

" KELINCI JELEK KELUAR NGGAK!" Waduh, sepertinya Yuta murka sekali pada Doyoung.

Pemuda Jepang itu menatap pintu kamar Doyoung dengan sengit. Ia bahkan tak memperdulikan Jisung dan Chenle yang kini berpelukan erat karena takut dengan Yuta yang mengamuk.

Ternyata benar kata Johnny, orang periang apalagi cantik kalau marah bisa sangat mengerikan. Tingkat mengerikannya memang tidak separah orang-orang pendiam sih.

Tapi ini Yuta loh ya. Dan Yuta ini juga mantan pemain sepak bola juga kan ya. Jadi kalau Yuta marah, apapun yang ada di depannya pasti akan ditendang. Luar biasa sekali kan uke kita yang cantik ini?

Korban tendangan Yuta sudah sangat banyak. Mau tau kenapa dan siapa saja?

Oke kita mulai dari Johnny. Johnny itu sangat tampan, mungkin saja kalau tidak ada Taeyong dan Jeno maka Johnny yang akan jadi visualnya NCT. Tapi sayang Johnny itu kalau lihat yang bening sedikit mulutnya tidak bisa dikontrol, dan pemuda Chichago itu bisa-bisanya meminta Yuta untuk mencium bibirnya. Sialan sekali kan Johnny ini.

Oh, yang baru-baru ini yang menjadi korban tendangan Yuta itu Winwin. Sudah tahu sendiri kan kalau Winwin kemarin melamar Yuta di depan member yang lain?

Sebenarnya tidak hanya tendangan Yuta saja sih yang membuat Winwin babak belur, member yang lain termasuk Doyoung juga sangat semangat sekali saat menghajar bocah ayam itu. Salah Winwin sendiri sih kalau yang ini.

"OH, JADI KAMU MAU PINTUNYA AKU DOBRAK? OKE."

Tubuh Doyoung menegang, Yuta mulai menendangi pintu kamarnya saat ini. Sialan sekali Yuta, kenapa itu tenaganya bisa besar sekali sih? Doyoung mulai heran sendiri dengan Yuta. Yuta kan uke, mana boleh uke punya tenaga sebesar itu.

Apa Yuta meminjam Kyuubi milik Naruto supaya ada yang mensuplay kekuatan padanya? Jangan kira Doyoung otaku. Doyoung bukan orang yang tergila-gila dengan anime atau semacamnya ya. Doyoung hanya menyukai Yuta, keluarganya dan kelinci. Oh, tambah satu lagi koala.

Yuta ini, wajah dan kelakuannya benar-benar tidak singkron kan ya. Tenaganya juga, kenapa bisa semengerikan itu? Ibunya Yuta saat mengandung Yuta dulu tidak makan baja kan? Memang iya, ibu Yuta tidak makan baja, tapi kalau makan besi kan jadi sama saja.

Doyoung menelan ludah paksa, ia mengambil boneka yang sejak tadi disimpanya dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.

Doyoung duduk diatas closet dengan kaki dinaikkan keatas. Napasnya memburu, keringat dingin mulai mengalir di area keningnya. Oh, jangan lupakan bola mata besarnya yang bergerak gugup.

Sialan, Doyoung itu tidak mungkin takut pada Yuta. Enak saja, Doyoung tidak akan kalah dengan pemuda bertubuh pendek seperti Yuta ya.

Doyoung menghela napas lagi, masa bodoh dengan bagaimana mengerikannya Yuta saat marah. Yang penting Doyoung bisa mendapatkan boneka koala kesayangan Yuta.

Doyoung mencuri boneka itu bukan karena ia ingin. Hanya saja akhir-akhir ini NCT 127 sangat sibuk. Jadwal mereka banyak sekali. Seperti tadi pagi, NCT 127 menghadiri acara fansign bersama dengan desain united.

Intinya, kalau NCT 127 banyak jadwalnya, sudah dipastikan Yuta sibuk juga orangnya. Doyoung juga sibuk kok, sangat sibuk. Tapi jadwalnya tidak sepadat member NCT 127 ya. Dan kalau Yuta sibuk, Doyoung tidak akan bisa bertemu dengan Yuta.

Doyoung mencuri boneka itu dengan tujuan yang menurut Doyoung sangat mulia. Kalau Doyoung merindukan Yuta atau ingin melakukan sesuatu pada Yuta kan Doyoung bisa melampiaskan semuanya pada boneka koala yang sedang dielusnya seperti sekarang ini.

Eh tapi Doyoung tidak akan melampiaskan hal mesum pada boneka itu ya. Doyoung tidak segila itu kok. Oke, Doyoung dan member yang lainnya memang menyimpang terutama pada Yuta. Tapi kan Doyoung sudah bilang kalau Doyoung tidak semaniak itu. Doyoung kan bukan Haechan, yang sepertinya sangat terobsesi dengan Yuta atau Taeyong yang terihat seperti sasaengnya Yuta. Ngomong-ngomong dimana bocah setan itu? Doyoung tidak melihat batang hidungnya sejak tadi. Si leader juga.

" Sudahlah Yuta hyung. Nanti juga Doyoung hyung akan mengembalikannya."

Tidak akan. Doyoung tidak akan mengembalikan boneka itu walaupun Yuta menyiksanya sekalipun. Ah sial, Doyoung terlalu menyukai Yuta. Menjadi masokis pun sepertinya Doyoung rela.

" Tidak bisa Jeno-ya. Dia sudah mencuri Suki. Bagaimana bias kamu bilang begitu pada hyung mu yang sedang kesusahan? Seharusnya kamu membantuku, bukannya membela kelinci bodoh itu. kamu minta dihajar ya?"

Doyoung mendengus, kenapa ada Jeno segala sih? Kenapa pula Jeno berbicara seperti itu pada Yuta dan seolah-olah membela Doyoung? Jeno kan jadi terlihat semakin keren saja sekarang. Doyoung sangat kesal.

Doyoung salah apa Ya Tuhan. Doyoung sudah sangat bersyukur dikaruniai wajah imut bukannya tampan, tapi kenapa Doyoung bisa menyukai pemuda berwajah sangat cantik tapi sayang sekali sangat brutal seperti ini? Apa dikehidupan sebelumnya Doyoung itu anak durhaka?

Mungkin saja kalau ini dunia anime maka kita akan melihat asap yang keluar dari telinga Doyoung. Tapi sayang sekali, ini fanfiction bukan anime. Jadi kita bayangkan saja wajah murka Doyoung oke!

" Sudahlah hyung! Aku akan membelikan boneka yang lebih bagus lagi dari itu."

BRAAAAAAKKKKKK

" TIDAK BOLEH."

" Eh?"

" Hah?"

Yuta dan Jeno menoleh kearah Doyoung yang tiba-tiba keluar dari kamarnya dengan mendobrak pintu dan menatap Doyoung heran. Ada apa sih dengan pemuda kelinci itu? Tiba-tiba mendobrak pintu dan berteriak tidak jelas begitu? Heran, Doyoung kurang asupan wortel ya? Apa mereka harus membeli 10 karung wortel agar Doyoung tidak aneh seperti ini?

" Dengar ya sipit. Jangan sekali-kali kamu memberikan sesuatu pada Yuta atau aku akan menghajarmu."

" Panggil aku hyung dasar kelinci! Sopan santunmu hilang kemana hah?"

" Diam hyung tidak usah ikut campur. Ini urusanku dengan bocah tengik ini. Kalau hyung masih tetap mengganggu, nanti aku cium jangan menyesal."

Yuta membeku. Tadi Doyoung bilang apa barusan? Menciumnya? Huh, memanya Yuta mau dicium sama orang yang bahkan lebih imut darinya begitu? Tidak akan.

Yuta berjalan perlahan kearah Doyoung yang masih mengoceh entah apa itu. Yuta berhenti tepat di samping kiri Doyoung dan mendongakkan kepalanya.

Sialan sekali Doyoung, kenapa badannya bisa sangat tinggi? Yuta kan capek harus mendongak terus.

" Ada ap…"

DUAKKKK

" ADUH HYUNG SAKIT TAHU."

" SALAHMU SENDIRI MEMBUATKU KESAL. "

Doyoung meringis, tendangan Yuta luar biasa sekali sakitnya. Tendangan mantan pemain sepak bola memang tiada duanya. Jika ada orang yang ingin di tendang secaraa sukarela maka Doyoung akan merekomendasikan nama Yuta untuk menendangnya. Sialan sekali, ini sangat sakit.

Doyoung melihat Hansol, Doyoung menyeringai. Ia akan mengadukan Yuta pada hyung tiang pendiam ini.

" HANSOL HYUNG~ DOYOUNG NAKAL."

Sialan sekali Yuta, padahal Doyoung ingin mengadu pada Hansol duluan. Terntata Doyoung kalah cepat. Yuta bergelayut di lengan Hansol yang kebetulan sekali lewat. Pemuda Jepang itu juga menantap Hansol dengan tatapan menderita dan menunjuk wajah Doyoung dengan tidak sopannya.

Doyoung mengumpat dalam hati. Untung saja Yuta cantik dan Doyoung suka sekali dengan Yuta jadi Doyoung tidak akan pernah bisa marah pada pemuda Jepang itu.

" Memang apa yang Doyoung lakukan padamu?"

" D-dia t-tadi mencuri Suki, memarahi Jeno, tidak memanggilku hyung. D-dan d-dia mengancam akan memukul dan menendangku hyung. A-aku takut."

Demi apa Yuta kenapa tega sekali sih sama Doyoung? Pakai mengadu segala lagi ke Hansol, mana yang terakhir pakai acara bohong segala lagi. Yuta mengadu pada Hansol dengan ekpresi imut pula.

Doyoung mendengus, dunia ini memang tidak adil. Orang imut seperti Doyoung kenapa harus selalu tersakiti sih? Doyoung jadi heran sendiri.

" Benar begitu Doyoung-ah?"

" Tidak kok hyung aku tidak pernah berbicara seperti kok."

" Doyoung hyung bohong Hansol hyung. Doyoung hyung memang mengatakan itu semua pada Yuta hyung. Hyung harus menghukumnya."

Oh tidak, Doyoung lupa kalau Jeno juga menyukai Yuta. Sudah pasti bocah tampan menyerempet tengik dan sayang sekali no jam itu pasti akan membela Yuta mati-matian.

Doyoung melotot tajam kearah Jeno. Tapi bocah tampan itu justru menjulurkan lidahnya mengejek. Sialan sekali Jeno, untung Jeno adik kesayangannya kalau tidak, sudah keburu mampus Jenonya.

" Kembalikan boneka Yuta."

" Tidak mau hyung. Aku mengambil ini susah payah. Kenapa harus dikembalikan? Hyung seharusnya tahu perjuanganku."

" Oh. Jadi begitu?"

Oh my god. Doyoung lupa, Hansol kalau ngamuk bisa lebih parah dari Johnny sekalipun. Ya Tuhan, maafkan Doyoung yang imut ini. Doyoung janji tidak akan mengusili Yuta lagi kalau begini akibatnya.

" Turuti kemauan Yuta selama seminnggu. Itu hukumanku."

" TIDAAAAAAK HYUNG KAMU TEGA."

" Oh? Masih kurang ya? Baiklah kalau begitu satu bulan."

" HYUUUNG KENAPA DITAMBAH SIH?"

" Kamu minta tambah ya? Kalau begitu satu tahun."

" OKE HYUNG OKE SATU MINGGU."

" Anak pintar."

Doyoung depresi, Hansol kenapa tega sekali sih sama Doyoung. Padahal menurut Doyoung, Doyoung itu korban disini. Kenapa ia yang harus dihukum? Menyebalkan.

Doakan Doyoung supaya dompet dan batinnya selamat. Karena menuruti permintaan orang seperti Yuta membutuhkan banyak uang dan tenaga.

Doyoung menghela napas. Walaupun begitu Doyoung senang, ia bisa dekat dan mengawasi Yuta selama seminggu ini. Apakah ini yang dinamakan takdir? Tertindas di depan tapi enak diakhir? Doyoung mengangguk semangat, mungkin ini memang takdir.

TBC

Kuota internet aku bentar agi abis jadi aku update cepet.

Aku bingung banget mau bikin cerita kayak apa. soalnya Doyyoung itu imut, aku agak susah bayangin orang imut jadi seme. Tapi ya sudahlah, udah jadi juga mau gimana lagi.

Terimakasih untuk semua reader yang sudah mau merievew. Aku terharu hiks :')

Enaknya abis ini KunTa apa TaeYu?

Salam

sokyu