HumanVampire's Love
Chapter 10
Author : Maulida NaraNaruHina
Genre:Romance/Fantasy
"Arrrghhhhhh!"
Seorang anak berambut orange berteriak sambil memegangi kepalanya. Tubuhnya bergetar hebat. Kedua orang tuanya panik, khawatir dan ketakutan melihat tingkah putra sematang wayangnya. Sang ayah menggerakkan jari jemarinya, setelah itu dia menekan kuat-kuat perut putranya. Sekuat tenaga sang ayah mencoba untuk menekan sebuah kekuatan besar yang akan keluar dari tubuh putranya.
"Kenapa segelnya tak mau menutup kembali !" gerutu sang ayah. Namun dia tak mau menyerah demi menyelamatkan putranya.
"Bagaimana suamiku?" tanya sang istri. Wajahnya terlihat sangat pucat dan ketakutan.
"Aku tak bisa mengendalikannya. Ini benar-benar aneh. Ada kekuatan lain yang bisa mengendalikan Juubi selain diriku!".
"Yohiko bertahanlah" ucap sang ibu berlinang air mata.
Teriakan sang putra semakin menjadi-jadi. Semburat chakra berwarna hitam keluar dari tubuh sang anak. Hidung dan Mata Yohiko mengeluarkan darah. Mulutnya terbuka lebar seiring dengan keluarnya chakra hitam yang keluar dari tubunya. Chakra-chakra itu semakin membesar dan berubah menjadi sebuah monster berekor sepuluh bermata satu. Yohiko langsung tak sadarkan diri namun dia masih bernafas.
"Grrrrrr!" Juubi berkulit hitam menggeram marah namun juga senang karena dia sudah bebas dari segel yang membatasi pergerakannya.
ooOOoo
Adanya Juubi diantara kota Konoha membuat suasana semaikin kacau. Teriakan dan tangisan anak kecil semakin terdengar jelas dan keras. Untunglah, Minato dan Si cerdas Shikaku ditugaskan untuk menjaga Kota dari serangan Vampir sedangkan Uchiha Fugaku dan lainnya bertugas diluar wilayah kota Konoha, karena Madara mengendalikan ribuan vampir lain diatas bukit tertinggi disekitar Konoha. Pandangan Minato beralih dari ratusan vampir menuju ke Juubi. Dia tak menyangka akan ada hal seperti ini di Konoha.
"Shikaku!" teriak Minato kepada teman seperjuangannya.
"Wakateru!" ucap Shikaku.
Mereka berlari menuju Juubi. Monster hitam itu terus berontak dan menghancurkan apapun yang ada didepannya. Tak hanya Minato dan Shikaku, namun Karura bersama suaminya, Mikato dan Kushina belari kearah yang sama. Tempat evakuasi sejauh ini akan aman dalam waktu yang lama karena Karura sudah membuat dinding pasir tebal untuk menghalangi para vampir menjijikan itu. Tembakan-tembakan rudal bahkan bom terus menerus dijatuhkan oleh militer Konoha kearah Juubi. Namun semua itu tak memiliki efek khusus terhadap tubuh Juubi. Dari Jarak sepuluh meter Minato dan yang lainnya, memperhatikan dan mengatur strategi untuk melawan Juubi. Mata Minato menyipit dan melihat Mata Juubi yang memiliki mangekyo sharingan. Bagi Minato ini terkesan sedikit aneh, bagaimana bisa seekor biju memiliki kekuatan seperti itu. Minato berfikir, Fugaku pasti tahu semua hal dibalik fenomena ini.
"Mikota, bisakah aku berkomunikasi dengan suamimu?".
"Tentu saja" jawab Mikota.
ooOOoo
Mikota memejamkan mata, ia memusatkan semua cakra yang dimiliki menuju otaknnya. Mikota mengulurkan kedua tangannya kearah Minato sambil terus terpejam. Minato tanpa ragu meraih tangan halus Mikota dan ikut memejamkan mata. Minato merasakan suatu kekuatan mengalir dalam dirinya. Cakra asing merasuk kedalam organ otaknya. Dalam kegelapan, Minato seolah melihat benang merah yang putus tersambung kembali. Dia tahu, setengah jiwanya berada didalam tubuh Uchiha Fugaku. Dia bisa merasakan detakan jantung Fugaku, cakra Fugaku yang menyelubungi seluruh tubuhnya, dan kekuatan mata milik Fugaku yaitu Mangekyo Sharingan. Jiwa Minato yang terperangkan disetengah tubuh Fugaku seolah berlari mengikuti langkah Fugaku. Minato juga mengetahui dimana Fugaku berada sekarang. Ternyata Fugaku bisa merasakan kehadiran Minato didalam. Fugaku terpejam dan mulai memusatkan pikirannya. Setengah Jiwa Fugaku dan Minato bertemu disuatu tempat yang jauh dibawah alam sadar mereka. Sebuah tempat yang berselubungkan cahaya putih keemasan.
"Ada perlu apa Minato, apa hal buruk menimpa Konoha?"tanya Fugaku. Sebenarnya dia tahu, Minato tak akan berkomunikasi dengan setengah jiwanya tanpa alasan penting.
"Konoha diserang oleh Juubi. Tapi anehnya, Juubi memiliki satu mata dengan kekuatan Mangkeyo Sharingan. Juubi tiba-tiba muncul. Apa kau tahu sesuatu Fugaku?" tanya Minato.
"Huuft, sebenarnya selain Kyuubi didalam tubuh anakmu. Ada seorang anak lagi yang menjadi jincuriki dari Juubi di Konoha. Aku sudah menjaga anak itu dengan ketat bersama dengan orang-orang terhebat klan Uchiha lainnya. Tapi sepertinya, kekuatan segel klan Tokugawa dan kekuatan Uchiha tak bisa melawan pengaruh Madara kepada anak itu".
"Madara? Apa hubungannya dengan Madara?" tanya Minato tak mengerti.
"Juubi adalah Bijuu milik klan Uchiha. Walaupun begitu, tak semua klan Uchiha bisa mengendalikan Juubi. Hanya orang terkuat dari klan yang bisa mengendalikannya. Orang terkuat dari klan Uchiha adalah kakekku Uchiha Madara. Klan Uchiha tak bisa menjadi jinchuriki dari Juubi karena kekuatan matanya, maka dari itu klan Uchiha memilih klan Tokugawa yang memiliki ilmu segel terhebat untuk menjadi wadah juubi dengan imbalan kekayaan yang tak terhingga".
"Apa?! Minato semakin tak paham dengan arah pembicaraan Fugaku.
"Aku tahu kau pasti terkejut mendengar ceritaku jika Madara adalah kakekku. Kekuatannya menjadi racun kepada dirinya sendiri. Dia terobsesi dengan kehidupan abadi. Kehebatan vampir Senju Hashirama terdengar sampai keseluruh Klan Uchiha. Madara begitu tertarik dengannya, lalu pergi dan memutuskan untuk menjadi vampir demi ambisinya" papar Fugaku.
Minato sama sekali tak menyangka ada orang seperti itu didunia ini. benar-benar sosok orang yang menakutkan. Seolah mentuhankan kekuatan dan keabadian. Padahal hidup penuh dengan kekuatan tapi jika tanpa ada kasih sayang itu sama aja hidup ditengah gurun tanpa oasis. Apapun itu, Minato harus menghentikan amukan Juubi di Kota Konoha.
"Fugaku, apa kau tahu bagaimana cara mengehentikan Juubi? Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk menyelematkan penduduk. Beritahu aku salah satu nama klan Tokugawa yang bisa menyegel Juubi".
"Kau tak bisa menghetikan juubi seutuhnya jika Madara belum dihentikan. Mata Juubi itu terhubung langsung dengan Madara. Percuma jika kau akan menyegelnya namun Madara masih berkeliaran".
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" mendengar penjelasan Fugaku, Minto serasa membawa batu besar yang berat dikedua pundaknnya.
"Seranglah Juubi sebisamu. Aku, Hiashi dan yang lain akan menghentikan Madara. Aku serahkan semua padamu Minato".
Tak banyak bicara, Minato mengangguk tanpa ragu. Setengah Jiwanya keluar dari tubuh Fugaku. Fugaku kembali membuka matanya dan melanjutkan langkahnya menuju Madara. Apapun yang terjadi dia harus menghentikan tingkah kakek gila ini. Untuk sementara aku serahkan Juubi padamu, Minato. Batin Fugaku.
ooOOoo
Mata Minato perlahan terbuka begitupula dengan Mikota. Mereka berdua saling senyum sejenak, Minato sangat berterima kasih pada Mikota karena sudah membantunya walaupun dia masih tak menemukan cara yang tepat untuk menghentikan Juubi. Bisa dibilang komunikasinya dengan fugaku sia-sia.
"Dengarkan aku, sangat mustahil jika kita mengalahkan Juubi jika pengendali Juubi masih berkeliaran disana. Kita serang saja Juubi sebisa, Fugaku dn yang lain mencoba mencegah pengedali Juubi" ujar Minato kepada semua orang.
"MINATOOOO!"
Teriak Kushina penuh kemarahan. Rambutnya yang merah berdiri dan mengelompok menjadi beberapa bagian. Minato membelalakn mata, ia tak mengerti kenapa kushina berubah menyeramkan seperti ini. Kushina berubah seperti ini jika ada hal yang memicu kemarahannya, tapi Minato merasa tak melakukan kesalahan apapun. Kushina berlari menuju kearahnya dengan wajah menakutkan.
"Kushina kau kena~~" ujar Minato.
Buuuughh! Kushina memukul wajah Minato, hal ini membuat pria tampan berambut kuning ini terpental cukup jauh. Minato berusaha berdiri sambil mengelus-elus pipinya.
"Sebenarnya kau ini kenapa dan apa salahku?" wajah Minato terlihat sangat menyedihkan. Ia meringis kesakitan karena pukulan istrinya. Mikota tampak shock melihat kejadian ini.
"SEBENARNYA APA YANG TELAH KAU LAKUKAN DENGAN MIKOTA! KENAPA KALIAN BERMESRAAN DISAAT SEPERTI INI?! KAU SELINGKUH?!" Amarah Kushina sudah tak bisa dibendung lagi. Dia sudah terbakar api cemburu. Hal ini membuat logikanya tak lagi berjalan. Cemburu ini adalah tanda cintanya kepada Minato.
"Kushina aku dan Minato hanya~".
"Diam kau Mikota" bentak Kushina.
Walaupun Mikota dibentak oleh Kushina, namun ia tak marah pada wanita berambut merah ini. Mikota malah tersenyum tipis dan berusaha menyembunyikan tawanya yang seakan mau meledak. Minato terbengong sesaat melihat istrinya yang cemburu buta seperti ini. Bukannya marah karena dipukul, namun Minato tersenyum bahagia bahkan senyum itu berubah menjadi tawa kecil. Minato berjalan perlahan kearah Kushina. Greeeb! Tubuh Kushina jatuh dipelukan Minato. Sang suami memeluknya begitu erat, seolah tak mau melepaskan istrinya walaupun hanya sedetik. Kushina tak mengira jika reaksi Minato akan begini.
"Aku hanya mencintaimu Kushina" bisik Minato ditelinga istrinya. Minato melonggarkan pelukannya dan melihat wajah istrinya sesaat. "Aku melakukan komunikasi dengan Fugaku dan mencari tahu bagaimana cara menghentikan Juubi. Hanya itu".
Kushin merasa malu kepada suaminya. Kecemburuan ini membuat dirinya tampak bodoh dan kehilangan akal sehatnya.
"Maafkan aku Minato"
Shikaku menghela nafas panjang. Disaat seperti ini kenapa mereka harus membicarakan hal-hal yang tak penting. Melihat Minato dan Kushina, Shikaku seakan melihat kisah romantis dorama masa kini. Sungguh membuatnya tak nyaman.
"Bisakah kalian menghentikan kisah romantis dorama ini. Kita harus menghentikan Juubi. Jika kita tak cepat, kita pasti akan mati!" Shikaku berusaha mengingatkan semua rekannya namun ada sedikit unsur menakut-nakuti mereka.
Geraman Juubi semakin menjadi-jadi. Geraman ini tak seperti geraman biasa. Tangan Juubi bergetar. Ekspresinya terkesan marah dan sombong. Dari punggungnya, keluar ratusan kayu dengan ujung yang runcing. Kayu-kayu itu tiba-tiba berhamburan diudara. Tentara Militer Konoha berjatuhan, mereka mati seketika karena tertembak kayu tajam dari tubuh Juubi. Suami Karura dengan cepat merespon perlawanan Juubi.
"SUNA NO TATE!"
Suami Karura yang mempunyai julukan Yondaime, mengangkat kedua tangannya keatas. Jutaan partikel pasir terangkat dari tanah. partikel-partikel pasir bergabung menjadi satu dan membentuk sebuah kubah besar yang tebal untuk melindungi mereka. Dari atas sebuah gedung Minato bisa melihat jelas banyaknya tentara militer yang mengorbankan nyawanya. Entah kenapa untuk kali ini Minato kehilangan kecerdasannya. Dia tak tahu harus berbuat apa. Sementara ia hanya punya satu cara. Melihat banyaknya korban berjatuhan membuat amarah Minato memuncak. Hal ini tak bisa dibiarkan.
"Aku akan menggunakan Hiraishin No Jutsu dan membawa Juubi keluar dari kota ini" ucap Minato.
"Percuma Minato kau tak bisa menggunakan jutsu itu, karena Konoha sudah aku segel. Tak ada yang bisa keluar dari sini walaupun kau menggunakan Hiraishin No Jutsu" ucap Mikota.
"Kalau begitu lepaskan saja penghalangnya?!" sekarang Kushina ikut dalam pembicaraan suaminya.
"Jika aku menghilangkan penghalangnya, maka akan ada ribuan vampir yang masuk ke kota. Resiko itu lebih besar dibandingkan kita melawan Juubi. Akan banyak lagi Korban penduduk Konoha jika kita membiarkan vampir-vampir itu masuk!".
Semua terdiam mencari cara bagaimana menghadapi Juubi. Shikaku memejamkan mata dan mencoba berkonsentrasi penuh untuk mendapatkan solusi terbaik. Tentara militer yang menyerang Juubi dari jauh masih tergolong banyak. Dia bisa memanfaatkan situasi ini untuk menyerang Juubi dari jauh. Tapi sebelumnya Shikaku ingin memastikan sesuatu.
"Tentara militer, aku ingin kalian fokus menyerang matanya. Coba tembak dan pusatkan kearah matanya. Aku ingin memastikan sesuatu!".
Tak perlu berpikir panjang, para tentara militer melaksanakan komando Shikaku. Mereka menembakkan rudal kearah mata Juubi namun Juubi selalu menghalanggi rudal-rudal itu dengan ekornya. Shikaku tersenyum puas, sekarang dia mengerti. Matanya lebih penting daripada bagian tubuhnya yang lain.
"Shikaku, apa kau menemukan ide?" tanya Minato.
"Kita serang matanya, Jika matanya diserang Juubi hanya fokus untuk melindungi matanya dan cara itu bisa digunakan untuk menghentikan serangan Juubi sementara. Kita akan melakukannya berulang-ulang sampai Fugaku menghentikan pengendalinya. jika kita bisa membutakan mata Juubi. Itu akan lebih menguntungkan".
"Apa kau yakin hal ini akan berhasil?" tanya suami Karura.
"Apa salahnya mencoba. Tapi, jika Juubi merasa muak dengan kita dan mengamuk. Aku membutuhkan kekuatan Kushina untuk mengendalikan Juubi dengan rantainya. Aku juga akan mengikat kaki Juubi dengan jurus bayanganku. Cahaya Bulan bersinar terang, jadi dengan begini jurus bayanganku bisa berfungsi. Yondaime, aku membutuhkan kekuatanmu dan istrimu". Ujar Shikaku.
"Eh~~ kekuatan kami?" ucap Karura.
"Benar, aku ingin pasir kalian melindungi kelompok-kelompok tentara Militer. Jika serangan kayu itu terjadi lagi mereka akan aman. Semua, serang mata Juubi dengan kekuatan kalian!".
"Baik kami mengerti!".
Karura melepaskan pelindung pasirnya dan menyebarkan pasir-pasir itu ke kelompok tentara militer yang masih tersisa. Juubi masih sibuk melindungi matanya. Semua orang berkekuatan khusus mengeluarkan seluruh kekuatannya tanpa terkecuali. Kushina berlari dan mendekat kearah Juubi. Dia melompat dari atap satu ke atap lain. sambil berlari dari ketinggian Kushina mencoba melemparkan beberapa Kunai, Shuriken dan senjata lain yang ia punya mengarah ke mata Juubi. Tapi lagi-lagi ekor Juubi selalu menepis semua serangan Kushina. Kushina terlalu fokus dengan matanya, sehingga ia tak menyadari jika salah satu ekor Juubi bersiap untuk menyerangnya. Wussshhh! Plaaak! Salah satu ekor Juubi menyerang Kushina, ia terpental jauh. Tubuh Kushina akan menghantam dinding tanah berukiran wajah pemimpin Konoha. Seketika juga Kushina bisa mati karena menghantam benda keras dengan kecepatan tinggi. Kushina merasa hidupnya tak akan lama lagi.
"Kushinaaa!"
Minato berteriak, namun kekuatan teleportnya begitu tinggi sehingga bisa berpindah tempat dalam waktu satu detik. Minato menghadang laju tubuh Kushina dari belakang. Greeb! Minato berhasil menghentikan hantaman yang akan terjadi. Tubuh sang istri jatuh didalam pelukan hangat Minato namun Kushina tak sadarkan diri.
"Baka! Kenapa kau selalu berbuat nekat Kushina?".
Minato membaringkan Kushina disalah satu atap rumah warga. Dia kembali berteleport. Sedetik kemudian dia sudah berada diatas punggung Juubi. Dia terus berlari, terdapat semburat chakra berwarna biru berelemen angin memutar ditelapak tangan kanan Minato. Teknik ini disebut Rasengan. Rasengan berukuran besar, cukup untuk menyerang mata Juubi. Juubi mulai memberontak. Sedikit lagi aku akan mengenai matanya, kau membuatku marah karena telah mencelakai Kushinaku. Batin Minato.
"MINATO JANGAN CEROBOH! DIA ADALAH JUUBI BERMATA SHARINGAN! JIKA KAU TAK BERHATI-HATI KAU BISA TERPERANGKAP DALAM GENJUTSUNYA!" Shikaku berusaha memberi Minato arahan. Tak biasanya Minato kalap seperti ini ketika bertarung. Cinta memang membutakan segalanya. Ucap Shikaku dalam hati.
"SIAL! Aku lupa akan hal itu!" gerutu Minato. Zingggg! Mata Minato bertatapan langsung dengan mata Juubi. Dia sudah terjebak didalam genjutsu Juubi. "kalau sudah begini apa yang harus aku lakukan?"
TO BE CONTINUE
