Chapter 10
.
'Tao' tersenyum tipis menanggapi ucapan Kai, ternyata Kai juga ingin melindungi Tao. 'Tao' lalu berdiri dan mendekati Kai yang masih berdiri dipintu. "lagi pula, Kris akan datang denganku ke sekolah mulai besok" ucap 'Tao' sambil menatap Kai. 'Tao' lalu menyerahkan permen ungu itu pada Kai "untukmu"
.
"ini adalah tangkapan baru, Kura-kura Soka. Dia pasti akan merasa lebih baik setelah ia makan ini" ucap Jeno dan Mark yang membawa Kura-kura soka didalam keranjang -untuk lebih detailnya cari,tanya mbah gugel yeth :3-.
Namja tinggi yang memakai yukata berwarna putih dengan hiasan api dibagian tangannya mengambil penyu itu tanpa rasa takut "Tao, kau makan kura-kura? Kau punya selera yang buruk. Aku tidak yakin bisa memotong ini" ucap namja tinggi itu.
"kenapa kau ada di dapurku, Park Chanyeol?!" pekik Tao saat melihat namja tinggi itu -Chanyeol- berada didapurnya. Tao tadi ingin mengambil minum,tapi ia kaget saat melihat Chanyeol ada dikuilnya.
"eh? Aku mendengar bahwa Kris tidak ada disini hari ini, jadi aku mampir untuk melihatmu" ucap Chanyeol masih memegang kura-kura itu, "selain itu, mereka berdua memintaku untuk membuatkanmu makan malam" lanjut Chanyeol sambil menunjuk Jeno dan Mark, tanpa diketahui Chanyeol kura-kura itu menggigit jempolnya.
"AARRRGGG! LEPASKAN JEMPOLKU KURA-KURA SIALAN!"
"kura-kura itu menggigit jari Chanyeol!"
"bawa air!"
Tao tidak memperdulikan teriakan kesakitan Chanyeol dan teriakan panik Jeno dan Mark, Tao lebih baik tidur dikasur empuknya.
.
KRISTAO
.
"apa? Kris menyamar menjadi dirimu dan pergi kesekolah?" tanya Chanyeol kaget saat Tao memberitahu kenapa Kris tidak ada dirumah. Mata Chanyeol melhat kura-kura itu ingin kabur, dengan cepat Chanyeol mengambil kura-kura yang lepas dari tempatnya "jika kau mencoba untuk memasukkan kura-kura itu ke sup ku, aku akan memukul wajahmu!" teriak Tao sambil menunjuk Chanyeol dengan sumpitnya. Mark pun datang dengan ember lalu Chanyeol memasukkan kura-kura itu.
"mengeja kata-katamu yang dilemparkan pada dirinya harus kuat" ucap Chanyeol sambil menatap Tao yang memakan sup buatannya. "aku tidak melakukan hal seperti itu. Aku hanya meminta bantuan" ucap Tao yang masih asik memakan supnya, memang Chanyeol hanya memasak sup karena ia tidak begitu ahli memasak. Tidak seperti Kris yang sangat jago.
"kau memohon, ya?" Chanyeol memicingkan matanya, "sepertinya dia pandai memasangnya dibagian depan" lanjut Chanyeol.
Tao mengambil kentang yang ada disupnya lalu menarunya dipiring yang lain, kenapa Chanyeol malah memasukkan sayur yang tidak ia suka "apa maksudmu?" tanya Tao yang bingung dengan ucapan Chanyeol.
"dia menggunakan kekuatannya untuk menjadi rubah liar" ucap Chanyeol menopang dagunya dan melihat kearah lain, "dia bepikir bahwa dia bisa menang atas dirimu dengan seperti itu" Chanyeol kembali melihat Tao dan tersenyum.
"Chanyeol, jangan berbicara buruk tentang Kris" ucap Tao tajam, Kris tidak pernah bersikap buruk padanya, walau Kris sangat dingin dan cuek tapi dia baik dan sudah menjaga dirinya.
Chanyeol tertegun dengan perkataan Tao.
"aku tidak ingin orang menilai dirinya berdasarkan penampilannya atau kekuatan yang Kris gunakan. Aku sudah menyadarinya karena kami telah menghabiskan begitu banyak waktu bersama-sama. Orang-orang selalu salah paham dengan dirinya tapi dia benar-benar memiliki sisi lembut" lanjut Tao sambil tersenyum membayangkan saat-saat dirinya bersama Kris.
"ck, seperti yang kuduga, kau telah jatuh kedalam perangkap, Tao-ah" desis Chanyeol.
"maksudmu apa Chanyeol?"
"aku mengharapkan lebih dari Kris. Seorang shinshi adalah hamba dewanya, tapi itu jelas atas hari-hari yang kau lakukan. Biarkan pelayanmu turun didepan binatang itu, dan ada hari dimana kau tidak bergantung padanya" jelas Chanyeol.
"aku tidak mengerti apa yang kau maksud, tapi pasti kau membicarakan hal buruk tentang Kris, dia sama sekali tidak seperti itu!" teriak Tao tidak terima. Chanyeol mendengus kesal, untuk apa Tao membela rubah sialan yang tidak ada keren-kerennya. "kau keras kepala Tao"
"siapa yang keras kepala hah?!" ucap Tao tidak terima -lagi- , Chanyeol lah yang keras kepala tentang Kris bukan dirinya. "kalau begitu, aku akan membiarkanmu melihat dengan matamu sendiri. Kenyataan seorang Kris Wu" ucap Chanyeol serius. Tao mengerutkan dahinya mendengar ucapan Chanyeol.
Setelah selesai makan Chanyeol dan Tao pergi keruang tengah, Tao duduk dilantai sambil bersender didinding menunggu Chanyeol yang mengambil sesuatu.
"eh, untuk apa pedupaan itu Chanyeol?" ucap Tao saat melihat Chanyeol membawa benda yang disebut pedupaan yang sudah mengeluarkan asap. *kalian bisa cari diinternet bagaimana bentuknya*.
Chanyeol pun duduk disamping Tao dan menaruh pedupaan itu didepan Tao "ini adalah peduaan dari Perenungan" ucap Chanyeol. Peduapaan itu terus mengeluarkan asap putih yang berbau harum. "um, lebih tepatnya ini adalah pedupaan suci yang dapat membawa jiwa kemasa lalu" jelas Chanyeol.
Aroma pedupaan masuk keindra penciuman Tao, matanya entah kenapa semakin lama semakin mengantuk, bahkan kepalanya hampir tertunduk "untuk waktu yang lama,lama, sebelum kau lahir. Kau akan bertemu dengan Kris bahkan kau tidak akan mengenalinya" samar-samar Tao dapat mendengar ucapan Chanyeol. Sial, pandangannya semakin mengabur dan tak lama semua menjadi gelap.
BRUG
Tubuh Tao terjatuh dilantai dingin, Jeno dan Mark menatap cemas Tao namun Chanyeol bilang tidak apa-apa. "aku hanya menyenggol jiwanya sedikit sehingga akan melenggang disekitar aliran waktu" jelas Chanyeol
.
TAO POV
Aku tidak akan mengenalnya?
Mataku masih tertutup namun aku dapat merasakan tubuhku melayang. Aku yakin sekarang jiwaku sedang menuju perjalanan kemasa lalu, sedangkan tubuhku masih ada dikuil. Aku masih dapat mendengar semacam intruksi dari Chanyeol.
'Melihat masa lalu, dimana waktu sebelum kau lahir. Lihat Kris sebelum kalian berdua bertemu'
.
Normal POV
BRRUUSHH *gagal sound -,-*
Awan mendung nampak tak akan pergi dan air hujan yang semakin deras menghujani bumi. Di sebuah jalan setapak yang kanan dan kirinya hutan nampak seorang namja cantik berambut hitam tanpa rasa takut. Tetesan hujan sudah membasahi yukata ungu gelapnya. Tiba-tiba ia mendengar suara kilat dan saat ia mendongakkan kepalanya, mata pandanya melihat sesuatu yang bercahaya seperti kilat mulai mendekat pada dirinya, tubuhnya seolah tak bisa digerakkan.
CTAARR
BRUG
Tubuh namja cantik itu tertidur di jalan setapak itu. Tak lama tangannya bergerak kecil "ugh.. sakit" ucap namja cantik itu yang berusaha bangun. Namja cantik itu mengusap kepalanya yang pusing "apa sebenarnya yang dia maksud dengan melihat sifat sejati Kris?" tanya namja cantik itu entah pada siapa.
Namja cantik itu terdiam dan melihat keadaan tubuhnya "apakah tanganku kecil seperti ini? pakaian ku berbeda, hanya rambutku yang sama" ucap namja cantik itu.
Mata panda namja cantik itu membola "astaga! aku sudah berubah menjadi orang lain!" pekik namja cantik itu yang ternyata adalah Tao. Jiwa Tao sudah masuk kedalam tubuh seorang namja cantik yang tinggal dizaman ini.
Tao mengetukkan telunjuknya didagunya tampak berpikir dan tiba-tiba sebuah lampu bohlam entah dari mana muncul dikepala Tao "aku mengerti. Aku pasti hanya bermimpi!" ucap Tao percaya diri.
"s..sakit.."
Tao menoleh kesamping kanan saat mendengar suara seseorang dan matanya terbelalak saat melihat seorang namja kecil sekitar berumur 7 tahun terkapar tak berdaya. Ditubuhnya banyak luka lebam. Tao mendekati anak kecil itu dan memangkunya "ada apa?" ucap Tao khawatir.
"h-hyung, jangan kembali ke desa... ada se-setan ya-ng menyerang..." ucap anak kecil itu tertatih. Setan? tapi Tao tidak tahu bahwa ada setan di sini.
"Raja haus darah se-sedang menca-ri h-hyung...aku berhasil melarikan diri. Tapi yang lain..." ucapan anak kecil itu terputus karena pingsan. Lukanya benar-benar harus diobati.
Raja haus darah?
Setan yang mencariku?
Apakah ini mimpi?
.
KRISTAO
.
Tao menidurkan anak kecil itu dilantai yang dingin. Tao menatap sekeliling, syukurlah saat Tao berlari tak tentu arah tiba-tiba ia melihat sebuah bangunan kosong walau keadaannya benar-benar tidak terawat, tapi cukup untuk berlindung dari hujan. Dan juga sekarang kondisi mereka berdua sudah basah kuyup akibat tetesan hujan.
'sebaiknya aku mengobati luka-lukanya, tapi aku tidak punya obat. Mungkin membersihkan lukanya tak apa' batin Tao sambil merobek kain putih bersih yang dibawa oleh namja cantik ini. Tao mulai membersihkan luka anak kecil itu.
Hal mengerikan apa yang harus dirasakan oleh anak-anak ini?. Itulah pertanyaan yang berkecamuk diotak Tao. Apa masalah setan itu hingga menyerang penduduk desa.
"ini memang agak beruntung bagiku bahwa hyung berada diluar desa" ucap anak kecil itu membuat Tao berhenti membersihkan luka itu.
Anak kecil itu menyeringai "Raja tidak akan pernah membiarkan namja cantik sepertimu melarikan diri" perlahan suara anak kecil itu berubah menjadi menyeramkan dan tiba-tiba tubuh anak kecil itu berubah menjadi besar, tinggi dan berwarna hijau. Jangan lupakan mata merah yang menatap lapar Tao. Giginya yang tajam terlihat saat ia tersenyum mengerikan.
Tangannya yang besar dan panjang itu mencekik leher Tao dan membanting tubuh Tao kelantai. Tao dapat merasakan punggungnya sangat sakit. "semua orang ingin daging babi untuk diri mereka sendiri" ucap setan itu.
'sialan, dia setan!' batin Tao. Tangannya mencengkram kuat tangan setan yang mencekik lehernya kuat, mencoba melepaskan cekikkan dilehernya. Walau Tao tahu itu sia-sia.
"aku akan memangsamu sebelum Raja haus darah menemukamu" ucap setan itu yang mulai mendekati Tao.
Seseorang... tolong...
BLAAR *epek gagal._.*
"AARRGG!"
Api biru yang entah muncul dari mana langsung memakan habis tubuh setan itu. Teriakan kesakitan tak terelakkan oleh setan mengerikan itu. Tao pun langsung berdiri menjauh dari tubuh setan itu. Tubuh setan itu langsung ambruk tepat didepan Tao dan berubah menjadi abu. Tao dapat mendengar sesuatu dari setan itu.
"K-Kris..."
Mata Tao terbelalak melihat kejadian itu. Tubuhnya tak bergerak sama sekali dari tempat ia berdiri, bahunya bergetar ketakuan.
"ck, sampah itu terbakar cukup baik"
Suara bass yang masuk kedalam indra pendengaran Tao langsung membuat Tao melihat siapa pemilik suara itu, dan keterkejutan Tao bertambah melihat Kris yang berdiri angkuh didepannya. Semuanya sama seperti Kris yang ia kenal, hanya saja tatapan Kris lebih tajam dan liar.
"apakah kau seorang namja dari desa?"
Bukannya menjawab Tao malah asik melihat Kris. Akhirnya, Tao tak perlu capek-capek untuk mencari Kris. Tao dapat melihat dua api biru yang melayang disamping kanan dan kirinya bagaikan seorang penjaga.
SRET
Tangan Kris dengan kuku yang tajam menarik kerah yukata Tao. Ia kesal pertanyaannya tak dijawab. "kau cukup cantik untuk seseorang dari sebuah desa kecil" ucap Kris sambil menatap lekat Tao, seringaian tak lepas dari bibirnya.
'Kris...'
SREEK
Kris merobek kerah yukata Tao hingga Tao meringis pelan. Kris menatap remeh Tao "suaramu juga indah" ucap Kris dingin. Tangan dengan kuku jari tajam itu narik dagu Tao lalu mendekatkan wajah Tao kewajahnya "sekarang, menangislah untukku, manusia" ucap Kris sambil menaikkan satu alisnya dan menyeringai.
Dia bukan...
Dia bukan Kris!
Mata Tao bergerak gelisah. Keringat dingin mulai mengucur dari dahinya saat melihat Kris yang begitu menakutkan. Tao harus lari dari sini, tapi bagaimana? Ia masih terperangkap dengan rubah yang tak ia kenal ini.
Tao langsung menggigit jempol Kris yang beruntung sekali dekat dengan bibir peachnya. Kris melepaskan pegangan didagu Tao dan terbelalak kaget.
"Si-siapa... Kau?" ucap Tao tergagap, Tao melangkah mundur dengan pelan tapi Tao tidak tahu jika dibelakangnya adalah , jika begini bagaimana dia kabur. Tao mencoba melawan Kris dengan menatap tajam mata elang Kris.
Menarik
SLURP
Kris menjilat jempolnya yang digigit oleh namja cantik didepannya. Baru kali ini ada seseorang yang berani melukainya -walau sebenarnya tidak sakit dan tidak luka sama sekali-. Kris mengurung Tao yang menempel didinding dengan kedua tangannya.
Salah satu tangannya mengangkat dagu Tao dan satu tangannya menempel didinding. Kris menatap intens namja bermata panda didepannya. Sedangkan namja bermata panda itu menatap Kris was-was, takut jika Kris melakukan sesuatu.
"Kris!"
Telinga rubahnya mendengar seseorang dibelakangnya memanggil dirinya. 'cih.. mengganggu saja' batin Kris kesal. Tao merasa terselamatkan, apa Tao harus berterima kasih pada orang itu atau tidak? Tapi bukan saatnya untuk memikirkan itu, Kris pasti akan pergi lalu ia bisa pergi dari sini.
Pandangan Kris yang awalnya menatap remeh Tao kini berubah menjadi dingin. Dasar setan itu, dia mengganggu 'pesta'nya saja. Kris pun melepaskan Tao dari kurungan tangannya dan mendorong Tao kelantai dan pergi keluar.
Tao meringis saat rasa sakit merambat kebahunya, dorongan Kris tadi tidak bisa dikatakan pelan. Tao berusaha bangun dan menatap sebentar ruangan kumuh itu. Tapi indra pendengarannya menangkap sebuah percakapan dari luar, pasti Kris dan seseorang yang entah itu apa.
"kami tidak bisa menemukanmu dimana-mana. Jadi kau berada disini" ucap seseorang itu dan itu bukan suara Kris. Tao harus cepat pergi dari tempat ini sebelum Kris kembali. Tao berjalan dengan pelan agar Kris tidak bisa mendengarnya.
Mata Tao berbinar saat melihat sebuah dinding yang berlubang cukup besar. Tanpa menunggu lama Tao langsung keluar dari lubang itu dan berlari sekuat tenaga.
KRIS POV
Aku keluar dari ruangan kumuh itu dan bersender didinding kayu sambil melipat kedua tanganku didada. Aku menatap malas namja didepanku, ck... dia benar-benar cerewet dan aku membenci itu.
"jadi kau berada disini" ucap namja didepanku kesal. "aku hanya pergi dari hujan, aku tidak ingin basah" ucapku dingin, aku malas sekali meladeni namja didepanku yang bisa disebut partner ku. Sebenarnya aku bisa saja pergi sendiri, namun entah angin apa namja ini ikut dengan ku. Aku tidak bisa menolak, bisa saja aku memanfaatkannya.
"ck, kau dingin" dengusnya, "oh! Aku mendengar ada keindahan didesa ini, tapi semua yang aku bisa temukan adalah namja dan yeoja tua dan anak-anak. Sekelompok dari mereka berhasil lolos juga" lanjut namja didepanku, aku tentu saja mengerti maksud dari keindahan , yaitu namja maupun yeoja cantik dan polos persis seperti yang kulihat tadi.
"namja cantik telah melarikan diri dengan mereka" namja didepanku mengusap tengkuknya pelan, bibirku terangkat membuat seringaian "seorang namja cantik berhasil melarikan diri darimu? kau sudah semakin tua, Raja haus darah" ucap ku meledek.
"hey, jangan bicara seperti itu. Apakah kau melihat seorang namja disekitar sini? Namja itu bernama Eddie" ucap namja yang kupanggil Raja haus darah, yah.. dia memang Raja haus darah yang menculik namja dan yeoja cantik entah untuk diapakan.
Aku dapat mendengar suara langkah kaki berlari meninggalkan bangunan ini. Telinga rubahku ini sangat tajam, bahkan suara kecil saja aku bisa mendengarnya. Ck, ternyata namja cantik itu kabur. Apa namja cantik itu yang dia maksud?. Kepalaku menggeleng pelan "tidak".
NORMAL POV
"hhahh..haahh.." kaki jenjang namja cantik dengan mata pandanya tak berhenti nerlari menembus hujan yang semakin lebat. Tao -namja cantik itu- terus saja berlari agar semakin jauh dari bangunan itu, ia tak perduli kemana arahnya. Napasnya mulai keluar satu-satu, tubuhnya serta kakinya juga lelah berlari tapi ia tak ingin berhenti. Tao ingin keluar dari sini, pergi sejauh-jauhnya.
'dia menggunakan kekuatannya untuk menjadi rubah liar. Biarkan pelayanmu turun di depan binatang itu dan ada hari dimana kau tidak bisa bergantung padanya'
Kata-kata Chanyeol hinggap diotak Tao. Mata pandanya mulai berkaca-kaca 'tidak! Dia tidak seperti itu!' batin Tao berteriak. Tidak mungkin itu Kris, tapi jika memang bukan lalu siapa yang ia temui.
Tao tidak melihat ada batu berukuran sedang didepannya dan tersandung, tiba-tiba semua menjadi gelap.
'jadi begitu, ini hanyalah sebuah mimpi'
.
"Tao-ah"
Mata panda itu perlahan mulai terbuka, menampakkan dark choco indah milik namja cantik itu mencoba membiasakan cahaya yang masuk kematanya. Hal yang ia lihat adalah wajah Chanyeol. "kau tidak sadarkan diri cukup lama" ucap Chanyeol.
Tao mengedipkan matanya sebentar lalu mengucek matanya pelan "dimana aku?" Tao menatap Chanyeol penuh tanya. "tentu saja kita masih berada dikuilmu" ucap Chanyeol sedikit tersenyum.
Tao perlahan bangun dan duduk dikasurnya, kepalanya sedikit pusing "Tao, kami sangat mengkhawatirkanmu karena kau tidak bangun-bangun!" ucap Jeno sambil memeluk erat Tao. "uh.. kepalaku terasa berat, apakah aku tertidur?" ucap Tao pelan sambil memegang kepalnya yang berdenyut sakit.
Chanyeol menggeleng pelan "tidak, aku mengusir jiwamu kemasa lalu... Apakah kau ebrtemu Kris?" ucap Chanyeol sambil menatap Tao penuh selidik. Awalnya Tao kaget lalu ia menunduk "aku... tidak bertemu dengannya" lirih Tao.
BRAKK
"apa yang tidak kau temui?"
Tao menoleh kepintu kamarnya yang tiba-tiba dibuka dan kaget melihat siapa yang membukanya. Itu adalah...
Kris.
Kris dengan sosok Tao yang masih memakai baju sekolah Tao menatap tajam Tao dan Chanyeol, aura membunuh sangat kentara disekelilingnya. "kenapa Si Bocah Burung itu ada sini?" ucap Kris tajam sambil mendeathglare Chanyeol.
Chanyeol sekarang benar-benar ketakutan melihat aura mengerikan Kris, kalau saja tatapan dapat membunuh mungkin saja ia sudah tinggal nama. "wah, Kris, selamat datang dirumah.. hehe.. apa kau bersenang-senang disekolah?" ucap Chanyeol tergagap.
"apa yang kau lakukan disini? apa yang kau lakukan pada Tao?" ucap Kris dingin.
" .SI.A"
SRET
Kris menarik paksa kerah belakang yukata Chanyeol menuju kepintu keluar kuil dan menendang Chanyeol kuat tanpa belas kasihan "pulanglah!" teriak Kris sebelum menutup pintu dengan kencang. Poor Chanyeol.
Kris kemudian merubah dirinya menjadi normal kembali, ia tampak tampan dengan yukata biru laut yang membalut tubuh tinggi bak model itu. Rambut pirang yang terlihat acak-acakan namun menambah kesan sexy pada dirinya. Kris pergi kekamar Tao meminta penjelasan dari namja cantik yang kini duduk didepannya. "dasar burung sialan, kenapa kalian biarkan dia disini?" geram Kris.
"kami pikir dia bisa memasal kura-kura bercangkang untuk Tao-"
"menurutmu apa yang dia bisa lakukan?!" ucapan Jeno dipotong oleh Kris. Kris menatap kesal dua anak neraka itu lalu tatapan kesal Kris berubah lembut -tapi tetap dingin- saat menatap Tao.
"Tao"
Tao langsung gugup saat namanya disebutkan oleh Kris, Tao hanya bisa menunduk. Kris tersenyum tipis -sangat tipis bahkan Jeno dan Mark tidak tahu- lalu mengulurkan tangannya kearah dahi Tao. Jantung Tao semakin berpacu cepat saat tangan hangat Kris menyentuh dahinya.
"kau masih sedikit demam" ucap Kris sambil menatap Tao. Sedangkan Tao, pipinya entah kenapa memerah, apa demam atau hal lain?. Jarak Kris dengan Tao sangat dekat, tinggal beberapa centi lagi hidung mereka bersentuhan. Kris berdiri dari duduknya "aku akan membuatkanmu sesuatu" ucap Kris lembut. Kris mengacak pelan surai hitam Tao, menyalurkan rasa hangat pada Tao.
Tangan itu... itu adalah sisi lembut yang dimiliki Kris
"hiks..hiks.."
Kris maupun dua anak setan itu terkejut melihat Tao yang tiba-tiba menangis "a-ada apa Tao? apakah Chanyeol melakukan sesuatu padamu?" ucap Kris panik. Tao mengusap pelan air matanya yang tak dapat ia bendung lagi "aku.. aku hanya melihat mimpi buruk.. aku baik-baik saja, Kris. Terima kasih" ucap Tao yang masih sesegukan/?. Tao tersenyum melihat Kris yang masih terlihat bengong.
"oh iya, bagaimana sekolahnya?" tanya Tao yang cepat sekali kembali ceria. Kris bukannya menjawab malah diam seperti orang bodoh. Tao sedikit terkekeh melihat tingkah Kris yang lucu seperti ini.
Aku senang.. Bahkan sangat senang dia adalah Kris yang aku kenal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
A/N:
hhhwwaaa! akhirnya Laxy bisa update juga ff ini!. Sudah berapa lama ya ini ff mendem dinetbook Laxy :v .. mianhae ne readers-nim, jeongmal mianhae.. Laxy baru bisa update sekarang karena baru ngefeel ngetik ff ini.
sekali lagi maaf ne~ #bowberkalikali
jjaa~ bagaimana chap ini? apa cukup untuk para readers yang menunggu lama ff ini untuk update, Laxy harap cukup ne~ ^^
#LAST
#KEEPREVIEWTHISFANFICTION
