"Noct!,"Gladiolus menatap sahabat yang kaku bagai patung, menyaksikan semua kerusakan yang terjadi, mulutnya nampak tertutup rapat seolah tak sangup mengatakan apa-pun lebih dari itu, tangan hanya membelai kepala sang pangeran yang tertunduk.
"Kota Lucis!-,"Parompto terdiam, suara terputus begitu saja, bola mata birunya membulat dengan iris biru yang mulai mengelap bersamaan air mata yang tak dibendung lagi, bersamaan emosi yang tak terbendung.
"HUAAAAAAAAHH!,"Air matanya mata Prompto keluar dengan deras. Melihat fakta yang mengerikan didepan mata, sekaligus hal yang tak ingin dilihat Noctis. Ignis yang ada disamping Prompto hanya mendekap dan memeluk sahabatnya.
[.Negri Lucis telah.]
[.Hancur.]
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Badai ditanah Lucis (1/3)
[Ayah aku benci ini] Sekian kali aku merajuk pada Ayahku dengan kerepotanya mengontrol kekuatan dalam tidurku, jauh dilubuk hatiku yang dalam aku membenci kemampuan ini, kemampuan yang selalu dapat memperlihatkan hal yang menyedihkan.
KEMATIAN
BENCANA
KEPUTUSAAN
[Aku benci terlahir sebagai Orang kepercayaan Nuin] Lagi-lagi aku merajuk keras sembari mengeratkan kedua lenganku dan memeluk diriku. Saat bersamaan aku bisa merasakan kepribadian diriku yang lain keluar dan menguasaiku dalam sekejab.
Aku dapat melihatnya, bayangan lelaki dengan Iris merah-delima menyala mengambarkan diriku yang berada dibalik tirai, diriku yang kubenci dan diriku yang menjauhkan dari orang lain.
"Kalian tak boleh hanya melihat saja,"Ucap Sebuah suara, Seorang lelaki menatap Noctis dan lainya dengan nada serius. "Usai Kapal ini landas, maka saatnya kembali bertarung, bukan waktunya untuk berdiam diri,"Ucap lelaki itu.
"Dimana Tuan Shun?Cor-san,"Tanya Sakura menatap lelaki tersebut, karna ia tak melihat Penyihir nyentrik itu beberapa jam yang lalu.
"Huuuh!?," Cor terdiam sebentar sembari melihat mata Sakura. "Dia memiliki pertarunganya sendiri, dan tugas kita adalah maju sekarang,"Jelas Cor.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, lanjutkan,"Ucap Gladiolus dengan nada berat ia nampak tak bisa berpikir apa-pun.
"Pertama kita Harus kembali keistana! Tapi karna membuang waktu mari kita membagi Rutenya,"Ucap Ignis datar.
"Apa maksutmu dengan 'rute',"Tanya Prompto yang masih terisak.
"Kita akan membagi kelompok terdiri dari beberapa orang, Aku dan Rain akan menuju Ruang jantung kerajaan, Noctis, Gladiolus, Prompto dan Sakura pergilah keruang tahta, lalu Cor-san tetaplah dipesawat dan kumpulkan orang terbaikmu dan hubungi kami lewat 'Chappy',"Jelas Ignis.
"Aku paham, itu tak buruk,"Jelas Rain.
"Kau memang pantas diangkat sebagai penasihat Kerajaan saat Noctis mengambil Adlih titah selanjutnya,"Ucap Cor.
"Cukup! Mari kita pergi dan kita urus segalanya,"Jelas Noctis.
"Ayo!,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"Bagaimana! Sekarang Yang mulia?,"Tanya Salah Seorang komandan Kepercayaan Auron Alcysmia.
"Sekarang yang harus kita lakukan adalah menemui, salah satu Kubu Attaris, di-Insomia,"Ucap Raja datar.
"Tu-Tuanku sejak kapan anda?,"Tanyanya Kaget ia menatap sang Raja dengan pandangan Horor, dan Regis pun hanya menghelah nafas akan hal ini.
"Aku mendapat Undangan itu saat kau masih berada di Shapporo,"Jelas Regis.
"Apa yang anda pikirkan yang Mulia,"Ucap Auron Kemudian.
"Aku punya Kecurigaan Soal ini Auron!,"Jawabnya pasif.
"Maksut anda?,"
"Dalang dari semua ini! Adalah mereka, namun dengan bukti yang minim kita nampaknya harus menerima undangan itu,"Jelasnya.
"Jadi?,"
"YANGMULLLIIIIAAA!,"Sebuah teriakan mematahkan percakapan dua lelaki didekat titah dan menatap seorang prajurit yang berlari tergesah-gesah.
"Ada apa kenapa kau berteriak seperti ini!?,"Tanya Auron menaikan Alisnya, Sementara Regis hanya menghelah nafas dalam.
"Pangeran Noctis sudah sampai dan akan segera kemari,"Jelasnya.
"Yang Mulia! Sepertinya Cor akan kembali apakah kita akan meminta dia untuk kesini, bersama pangeran,"Tanya Auron yang melirik Regis.
"Kurasa tidak! Kita tak punya waktu banyak sebaiknya kita pergi sekarang, Dan Kau Roman!,"Panggil Regis pada prajurit yang tadi berlari secara terburu-buru.
"Ya-Yaa Rajaku!?,"Katanya panic.
"Kumpulkan seluruh Pasukan yang terbaik! Dan Kita pergi mengunakan Teleport!,"Jelas Regis. "Aku merasa kita harus menyelesaikan permasalahan ini, menginggat banyaknya korban, kita tak mungkin perang dengan kondisi kerajaan yang diserang oleh monster tak dikenal ditambah kita sedang menghadapi pihak musuh,"Jelasnya.
"Apa akan mencoba berunding?,"Tanya Auron.
"Kita harus mencoba itu,"Regis menghelah nafas berat dan menatap Auron. "Aku tak ingin membuat rakyatku sensara, dan semakin banyak korban yang berjatuhan jika perang tetap berlangsung,"Ucap Regis.
"Ta-Tapi Yang-mulia!,"Potong Roman.
"Kumohon!,"Jawab Regis datar, ia bahkan dapat merendah dirinya sendiri yang seorang raja demi kepentingan masyarakatnya, nampaknya Raja yang dicap adili dan dicintai rakyat, pantas disandang oleh seorang Regis Calleum.
"SIAP YANG MULIAAA!,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
(Beberapa Jam Kemudian)
"Cih! Kerajaan nampak kosong! Kurasa sulit bagi kita untuk mencari orang dikastil sebesar ini,"Ucap Sakura, usai mereka masuk tampa pengawalan ketat, tak terlihat banyak penjangaan disekitar istana, cela kerajaan terlalu terbuka.
"Jadi apa yang akan kita lakukan?,"Tanya Prompto. Saat ini mereka ada disayap kanan kerajaan, melewati lorong-lorong istana saat berpisah dari Cor yang berada dipesawat.
"Kita akan berpisah dari sini!,"Ucap Ignis.
"Apa maksutmu Ignis-ssu,"Bantah Prompto cepat.
"Aku akan mengecek Ruang kendali (jantung kerajaan) dimana, seluruh kamera pengintai kerajaan dapat mengaksses seluruh tempat ini dari ruangan itu,"Ucap Ignis yang langsung melirik Rain. "Aku akan pergi bersama Rain, Healer akan cukup membantu jika ada serangan tiba-tiba,"Jelasnya.
"Hmm...benar juga! Aku sampai tak berpikir tentang Ruang pengendali,"Jelas Prompto.
"Diteam kalian ada Sakura yang menjadi Healer kalian akan semakin kuat jika bertarung, jadi tak ada masalah pergilah keruang Tahta dan Temui Raja, kami akan mengabari dan melaporkan dari 'Chappy,"Ucap Ignis lalu menarik Rain dan meninggalkan Noctis dan lainya, menginggat jalan mereka berlawanan arah.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
BRAANG!
"Ayah!,"Noctis mendobrak dengan kasar, pintu ruang tahta, Noctis nampak sudah tak lagi memasang gaya formal ala seorang Pangeran yang terhormat, dan saat ia masuk keruangan Noctis tak menemukan siapapun disana, tempat itu sepi tampa satu-pun manusia atau Moogel.
"Dimana semua orang!,"Ucap Gladialous menyipitkan mata, memandang seluruh tempat bahkan berteriak lantang, namun tak ada siapa-pun disana, Ruang Tahta yang biasanya dipenuhi para mentri, pengawal, penyihir dan Sang Raja yang duduk dikursi kerajaan, kini sepi tampa siapa-pun.
"Noct!,Tak ada Siapa-pun!," Ucap Gladiolus.
[Semuanya dengar ini aku, Ignis!]
"Bagaimana Ignis kau sudah, mendapat informasi?!,"Tanya Gladiolus.
[Sebagian besar anggota kerajaan berada disayap timur, dan saat aku datang diruang sisi TV kerajaan semua penjaga telah tewas, aku juga sudah melihat ruang kuil banyak mayat]
"Apa kau melihat Ayah dalam tubuh yang tergeletak itu,"Ucap Noctis yang berjalan duduk dikursi singasana Sang Ayah, Jantungnya amat berdetak dengan desiran darah yang cukup cepat, meskipun ia tetap memasang tatapan datar, Sakura sebagai Medic-nin terbaik tahu jika Sang pangeran nampak ketekutan.
[Tidak kami tak menemukan Baginda Raja dimana-pun]
"..."Mendengar Ucap Rain yang memotong ucapan Ignis, Noctis terdiam sembari menghelah nafas begitu kuat, menandakan kelegaan panjang, secerah harapan jika Ayahandanya masilah hidup.
[Tapi ada 2 masalah baru lagi] Kini Suara Ignis terdengar suram, membuat Noctis dan lainya ikut-ikutan berpikir dengan Alur bertanya-tanya.
"Ada apa!,"Tanya Gladiolus.
[Saat mengecek ruang bawah tanah ternyata kami menemukan, Rossaria masih ada diruangan bawah tanah bersama beberapa penjaga dan beberapa dayang] Ucap Ignis.
"Apa! Rossaria masih ada disini! Siapa anggota kerajaan Tolol yang membiarkan dia sendirian dan tak menolongnya dan mengevakuasinya!,"Ucap Noctis geram.
"Lalu apa, masalah satu lagi,"Tanya Prompto, menatap Noctis dan menengguk ludahnya dengan suasana merinding yang diberikan Noctis, dapat dirasakan pada para mahluk disana.
"Siapa itu Ro-rossaria?,"Tanya Sakura binggung.
"Rossaria itu?,"Gladiolus mengantungkan ucapanya lalu menatap Noctis yang masih terdiam, nampaknya lelaki itu tak ingin membahasnya, membuat Sakura terdiam dan menghelah nafas, nampaknya ia salah untuk bertanya.
[Beberapa Guardiana yang tak dikenal nampak mengepung Istana]
"BERENGSEK!."Ucap Gladiolus kesal.
"Lalu apa yang harus kita-,"Tanya Prompto namun kata-katanya terhenti saat Sakura mengajukan pendapatnya.
"Ano!,"Sakura menatap para lelaki yang memandanginya, bagaimana jika aku yang pergi keruang bawah tanah dan membawa Putri Rossaria, tapi bisahkah kalian menahan para prajurit didepan sana?,"Ucap Sakura dengan nada Serius. "Aku punya Kemampuan bergerak cepat dengan kakiku, aku juga bisa melakukan sesuatu," Ucapnya, Semua saling pandang.
"Hei Sakura, Kau yakin,"Tanya Prompto.
"Tapi Sakura!,"Sela Noctis menghelah Nafas.
"Dengar Noc! Aku sudah bagian dari kalian. sebagai Pelindungmu meski baru sebentar, sebagai Ninja aku bukan tripikal pilih-pilih jika menolong, apa lagi berhianat, jadi percayalah padaku,"Ucap Sakura yakin.
"Sakura!, aku mempercayaimu,"Ucap Noctis berseru kecil, namun raut pangeran itu nampak sedih. "Namun aku merasa membawamu dalam masalah ini, benar-benar-,"Noctis terdiam langsung.
"Tidak!,"Ucap Sakura tersenyum disertai gelengan. "Aku yang ingin melibatkan diriku, aku akan bersamamu sampai Akhir,"Ucap Sakura tegas.
[Baiklah jika begitu] Sakura terkejut Saat Suara Rain terdengar bersamaan Seekor hewan kecil dengan tubuh biru (bentuknya seperti tetes air), bersayap tiba-tiba muncul. [Dia adalah Wateroon dia akan membantumu, untuk menunjukan jalan yang tepat menuju area, bawah] Jelas Rain, dan Wateroon itu lansung duduk dibahu Sakura.
"Jika Noctis, mempercayaimu kami pun akan mempercayaimu,"Jawab Gladialous.
"Terima Kasih,"Ucap Sakura menghelah nafas kuat, dia melompat-lompat kecil dan merengangkan kakinya, dengan kuda-kuda yang pas, sebuah cahaya hijau nampak terlihat menyantai namun tiba-tiba Sakura berlari dengan cepat secepat angin dan menghilang dalam sekejap.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
[Singkat Cerita]
Sakura berlari dengan sangat cepat, dengan panduan Watermoon ia dapat memasuki ruangan, dan jalan tampa masalah beberapa penjaga yang masih menjaga ruang bawah tanah mengizinkanya masuk, Karna Ignis sudah berbicara lewat radio kerajaan dan meminta para penjaga untuk mengevakuasi para dayang.
[Setelah Itu]
Sakura menghelah nafas, menatap ruangan yang ditunjuk Watermoon ia memutar Knop yang terbuat dari emas, dan pintu yang tergambar dewa-dewi dengan ukiran menganggumkan. Bola mata Sakura terbelalak kaget menatap pemandangan Kamar yang serba putih tampa jendela, hanya sebuah kasuk king-size, rak pakaian dan rak buku kecil. "Haloo Kau Sakura-kan,"Ucap Seorang gadis berambut panjang ravend, mengenakan Dress biru yang duduk diatas ranjang sembari mengenggam sebuah buku usang, dan tersenyum lemah pada Sakura.
"Oh Senang mengenalmu?,"Ucap Sakura dengan nada kikuk dia bahkan lupa jika dia sedang menyamar menjadi laki-laki "A-aku?!,"
"Tuan Asakura-kan? Pelindung adiku yang baru, namaku adalah Rossaria, Noctis sudah bicara denganku lewat telepati,"Jelas gadis berambut panjang, gaya rambut panjang yang mengingatkan Sakura dengan gaya rambut Hinata, Hime Hair Cut.
"Masuklah Kesini, aku ingin sedikit berbincang denganmu?,"Jawab Rossaria sembari tersenyum tulus.
"Maaf, permisi!,"Ucap Sakura melangkah masuk dalam ruangan, Sakura terdiam dengan pikiran Sakura bertanya, tanya mengapa seorang gadis mau tinggal diruangan yang dingin dan berada dibawah tanah tampa apa-pun, tak ada TV atau pun barang-barang yang biasa dimiliki oleh gadis pada umumnya.
"Aku mendengarkan banyak Kegaduhan, dari para prajurit apa Lucis dalam masalah?,"Tanyanya.
"..."Sakura Terdiam, dengan wajah Suram menatap aneh dengan lesu membuat Rossaria hanya tersenyum manis. "Wajahmu sudah menjelaskan semuanya.
"Ah aku diminta Noctis untuk membawa anda keluar dari sini karna Ruang bawah tanah ini sudah tak aman?!,"Jawab Sakura.
"Begitu yah! Tak kusangka hari ini tiba juga,"Jawab Rossaria menghelah nafas.
"Eh? Kenapa anda berkata begitu,"Tanya Sakura mulai hendak berdiri dari posisi duduknya.
"Karna aku tak pernah pergi kemana-mana selain ruangan bawah tanah ini,"Rossaria nampak terlihat sedih mengatakanya.
"K-Kenapa anda diruang bawah tanah?,"
"Oooh Noctis dan kawan-kawan belum membahasku ya, tentangku?,"Tanya Rossaria sembari menaikan alis, sementara dengan polosnya Sakura menggeleng. "Ah Mereka Curang!,"Jawabnya kesal. "Mulai sekarang kau juga adalah temanku ya! Jarang sekali ada yang mengunjungiku selain pelindung Noctis, membuatku sedikit kesepian,"Jawab Rossaria sembari tersenyum lebih lebar lagi.
"Lalu kenapa A-Anda,"
"Aku memiliki Tubuh yang rentan! Jadi aku lemah jadi aku selalu berada disini," Ucapnya membuat Sakura terdiam, dengan tatapan bersalah,"Sejak kecil dari beberapa orang Lucis, aku tumbuh menjadi mahluk lemah,"Ucapnya ada nada sedih diwajahnya.
"Ma-maafkan saya Putri,"Ucap Sakura, tapi Sakura yakin selain bentuk tubuh lemah ada sesuatu yang lain hingga Rossaria berada disini.
"Tak apa-apa ini bukan salahmu,"Ucap Rossaria.
"Ya-ya Kalau begitu mari Ikut saya,"Ucap Sakura lalu mengangkat dengan posisi Hug Koala, namun Sakura cukup kesulitan mengendong karna cela ujung gaun Rossaria yang agak kecill. Namun saat tangan Rossaria menyentuh tubuh Sakura. Rasa dingin seolah menyentuh punggung Sakura membuat Sakura terkejut.
"D-dingin,"Ucap Sakura dengan mata melebar.
"Ah!,"Rossaria terdiam dengan tatapan sedih."Maaf sejak dulu tubuhku memang begini, maaf tubuhmu jadi tak nyaman,"Ucap Rossalia dengan nada sedih.
"Eh! Tak apa-apa!,"Ucap Sakura tersenyum. "Kurasa sebelum kita pergi aku bisa melakukan sesuatu pada tubuhmu,"Ucap Sakura, ungkapan itu membuat Rossaria terkejut, dan tatapan itu membuat mata Sakura melebar dengan ucapan yang ia katakan "Ma-maksutku bukan hal yang aneh-aneh padamu, Su-sungguh,"Ucap Sakura dengan nada kikuk hampir Sakura lupa jika dia itu laki-laki dimata Rossaria, bisa jadi ucapanya menjadi artian lain yang dipikirkan oleh Gadis itu.
"Ah! Lalu maksutmu bagaimana,"Tanya Rossaria, Sakura mengangguk lalu meraih Tangan Rossaria, bersamaan dengan cahaya kehijauan memendar indah ditelapak tangan Sakura, membuat Rossaria terkagum. Nampak sesuatu hangat memasuki tubuh Rossaria, sesuatu yang besar dan hangat menyelubungi tubuhnya yang dingin secara tiba-tiba, ia baru pertama kali merasakan hal seperti ini dalam hidupnya."Ka-kau seorang He-Healer,"Tanyanya kemudian.
"Tidak!, ini adalah CHAKRA ," ucap Sakura.
"CHAKRA?,"Tanya Rossaria bingung. Membuat Sakura tersenyum maklum, lalu mendekatkan ujung jarinya membentuk seperti api-hijau kecil, bagai lilin. "Warna yang indah,"Ucap gadis itu kagum.
"Kekuatan Alami yaitu tercipta dari energi yang berada dalam tubuh yang mengalir keluar secara alami makanya kusebut Chakra,"Jelas Sakura.
"Jadi ini bukan Sihir,"Tanyanya lagi.
"Bukan,"Ucap Sakura sembari tersenyum tulus bersamaan cahaya Chakra Sakura nampak masih menyelubungi tubuh Rossaria. "Ayo kita pergi nanti kujelaskan ditempat yang lebih aman? Oh ya, aku boleh mengendongmu dengan posisi depan dada,"Tanya Sakura kemudian.
"Ke-Kenapa?,"Tanya gadis itu lagi.
"Aku tak bisa dengan extra melindungimu jika kau berada dipundaku kalau ada serangan tiba-tiba dari belakang aku tak bisah melihatnya, tapi jika aku gendong diarah depan aku bisa memperkirakan pergerakanya, jadi apa kau setuju!?,"Tanya Sakura nampaknya tampa sadar sikap Formal Sakura nampak berkurang.
"Tentu saja,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Tiga orang pemuda nampak terdiam dengan bisu ditahta kerajaan, terlihat Noctis nampak takbergeming dari Kursi tahta, bolamatanya nampak terpejam, seperti tertidur diatas kursi. Gladiolus nampak bersandar disalah satu tiang, sembari menatap keadaan Ruang tahta bersamaan partikel Chirstalya nampak melayang ditanganya, Prompto yang nampak duduk dilantai berkarpet merah marun dengan wajah berharap-harap cemas nampak begitu gelisa.
"DEP! DEP! DEP!,"
Derap langkah kaki nampak terdengar digendang telinga Noctis, membuat bola mata Noctis terbuka memandang seseorang yang baru saja datang.
"Noct Sudah waktunya,"
Dan yang mengatakan adalah Ignis. Pemuda berkacamata itu, nampak berdiri tegas dan mengehelah nafas pelan berkali-kali menatap Noctis, Sang pangeran menatap sang penasihat terpercayanya(masa depan kerajaan Lucis) dengan pandangan yang sulit diartikan dan lalu berdiri dari posisi duduknya. Noctis lalu berjalan mendekati Ignis, dengan tatapan datar.
"Ignis tunggulah Sakura, masalah disini kuserahkan padamu jaga dia untuku," Noctis lalu melewati Ignis.
"Aku mengerti Yang mulia,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Tap!~Tap!~Tap! Noctis melangkah tenang menuju halaman istana lebih dulu yang nampak sepanjang pandangan sekitarnya, dipenuhi Guardian musuh, sayup-sayup ia mendengar suara pedang-pedang beradu dan suara misil yang akan dilepas kapan saja. Noctis menatap tampa gentar, dengan datar melangkahkan kakinya melewati pintu besar yang terbuka lebar, diikuti Gladiolus dikiri dan Prompto dikanan nampak menatap situasi berbahaya ini.
"Ah! Siapa mereka?!,"Prompto menatap sekelilingnya dangan waspada, Noctis hanya terdiam nan mengedarkan pandangannya kesegala sisih, dengan temperatur nafas yang menghembus berat.
"Noct lihat disana!?,"Ucap Gladiolus menunjuk prajurit-prajurit kerajaan lucis telah tergeletak tak bernyawa dan di hadapannya berpuluh-puluh prajurit berzirah telah mengepung istana.
"Bedebah!,"Racaw Prompto meletakan dua senjatanya didepan dada, dengan sebuah cahaya kuning keluar dari kedua senjata yang ada ditanganya.
"Siapa-pun mereka! Tak akan kubiarkan,"Balas Noctis tegas, Amarah Sang pangeran nampak mulai memenuhi pikiranya kali ini dia nampak tak terkendali dan siap untuk mengamuk, Noctis berjalan tenang dan saat akan menuruni undakan anak tangga tampa rasa takut.
DOR! Salah satu prajurit berzirah itu nampak menembakkan missil, bersamaan dengan Prajurit lainya ikut menembak kearah mereka bertiga.
Dzing! Dzing! Dizing! Dizinnnnggg!
Mata Noctis terpejam dan tetap melangkah dengan tenang, misil-misil timah panas yang hendak siap mengenai ketiganya. Seluru peluru yang datang nampak terpental secara otomatis ketanah, berpuluh-puluh peluru telah ditembakkan kearah mereka, namun tak satu-pun mengenai mereka ketiganya.
Noctis menghentikan langkahnya tangannya menjulur kedepan bersamaan prisai bening kokoh berbentuk pedang yang berjumlah 13 pedang nampak melayang mengelilingi mereka bertiga kemudian, sebuah pedang muncul ditanganya yang menjadi pedang utama sang pangeran. "Bersiaplah karna beberapa dari kalian tak akan ada yang kubiarkan pulang dengan Hidup-Hidup,"Ucap Noctis dengan sekelebat angin mengelilinginya, bersamaan amarah yang kian menguasainya dan bola matanya menyala
Terang berganti menjadi merah delima.
Suara pedang besar milik Gladiolus dengan keras menyentuh tanah dan dengan cepat juga tak membiarkan waktu terbuang begitu saja, menebas beberapa manusia berzirah tampa ampun. Disertai sosok Noctis menghilang ia melesat bagai angin yang menyambar-nyambar dan melewati satu-persatu prajurit berzirah yang kemudian perlahan-lahan tergelepar mati bagai ikan yang langsung ditombak, atau lele segar yang langsung mati diparangi untuk santapan. Noctis nampak tak kesulitan membereskan satu persatu prajurit berzirah itu seorang diri.
Dor!Dor!Dor!Dor!
BUAAAKKK!
Prompto bersalto dengan kecepatan yang menganggumkan, ia menembak ribuan dengan beruntun menciptakan ledakan amat besar disekitar berdirinya para pria berzirah.
"FLASTH DEAD!,"Prompto mengunakan Sihir Cahaya dan digabung oleh tenaga petir yang digabungkan dengan senjatanya, dia memang lemah soal pedang, tapi tidak dengan senjata.
"Cucilah Kerajaan kami dengan Darah kalian,"Ucap Noctis geram dan dengan nada kecil, Sabetan pedang memecah kesunyian diantara puluhan prejurit berzirah bersamaan teriakan kesakitan, dari para prajurit yang kerepotan menghadapi tiga manusia itu.
Namun dalam beberapa menit saja mereka mampu menumbangkan, puluhan prajurit. namun ketiganya terkaget saat seekor monster Dark Red, nampak muncul dan ikut menganggu Noctis dan teman-tamanya.
"BANGSAT! Darimana lagi monster ini!,"Racaw kesal Gladiolus.
"Noc-too!, Lihat disana!"Prompto kaget, menatap sebuah angin berhembus keluar dari gerbang istana, dan ternyata itu bukanlah hanya angin semata.
"Eh!,"Bola mata Noctis membulat, rasa fokusnya hilang dalam sekejab menatap sosok ramping, gadis yang menjadi penjaganya. Tengah berlari dengan tenaga penuh besamaan dengan sosok kakaknya digendonganya.
"Rossaria, pegang yang erat ya?,"Teriak Sakura kemudian, Sembari tersenyum dengan sigap dan percaya diri. Ia melompat-lompat dari puing-puing dan langsung berlari dengan medan yang serba miring. dan datang lalu melompat kearah monster Good dan langsung menendang monster itu dengan amat kuat.
"NOCTIS TOLONG LEMPAR SALAH SATU PEDANGMU, 38 DERAJAAAT KEARAHKU!,"Teriak Sakura, membuat mulut Prompto ternganga lebar,"Bersamaan tampa basa-basi lagi Noctis benar - benar melakukan apa yang disuruhkan oleh Sakura.
"Datang,"Pekik Rossaria tertahan, gadis itu lalu memeluk leher Sakura dengan erat. Sakura menatap pedang yang melesat cepat dihadapanya, dengan Timing sempurna Sakura berhasil melompati pedang(Sebagai batu loncat) dan saking tingginya, ia siap untuk menendang kepala 'Dark Red' dan-.
SHHAAANNAAROOOO!,"
KABOOOOMMMM!
BRAAAAAKSSS!
Dengan Kuat Sakura mendang membuat monster besar itu terjungkal beberapa meter dari tempatnya, dan bersamaan dengan Sakura yang mendarat sempurna dengan mulus ditanah. Dan lalu kembali berlari kearah Monster setengah tumbang oleh serangan Kepala dari sakura sebelumnya.
"Katak"
"Babi"
"Domba"
Sakura merapalkan Ninjutsu dengan tiga lambang dia sedikit membungkuk tampa menurunkan Rossaria, dan menciptakan sebuah lambang rapalan jutsu dengan tangan Kirinya, usai Segel terbentuk nampak keluar dari tubuh Sakura, sebuah Aura keluar dari tubuh dari Sakura.
"Asakura?!,"Panggil Rossaria terkejut.
"Ini adalah Ninjutsu medis tingkat empat, dimana pemakainya bisa mengeluarkan 50% tenaga dan memulihkan kemampuan penyembuhan pada diri sendiri, "jelas Sakura datar. "Aku akan memusatkan seluruh energi pada kedua kakiku, pegangan yang kencang Nona,"Ucap Sakura.
"Umm!,"
"Ayoooo kabuuuuurrrr!,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
[Setelah itu]
"Yooho! Kau hebaaat Sakuraaa!,"Jerit Prompto."Kupikir kau tak akan selamat! Makanya sebisa mungkin kami akan kemari,"Ucap lelaki itu memasang wajah memelas dengan air mata berlinang disudut mata, hendak memeluk Sakura dan Rossaria sekaligus.
GEPKALK!
"Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan!,"Ucap Rain dengan nada kesal, dan lalu mendorong tubuh Prompto hingga terguling ketanah.
"Kau berhasil,"Ucap Gladialous. "Sebaiknya Kita pergi dan membawa Putri Rossaria dari sini? Kita pastikan tuan putri dalam keadaan aman,"Ucap Gladialous.
"Setuju,"Balas Rain.
"Jadi kemana kita akan membawa Putri?!,"Tanya Prompto dan semuanya memandang kearah Ignis.
"Kita akan membawanya, kekuil Insomania dibawah kuil Nuin, aku sudah mendengar disana adalah tempat yang aman bagi manusia dan saat ini tempat itu sedang dipakai sebagai penampungan" Jelas Ignis.
"Sebaiknya kalian jangan membuang-buang waktu kudengar, nona Stela dan nona Luna sudah berada ditempat pengungsian,"Ucap Cor yang akhirnya menemukan keberadaan Noctis dan lainya, mengunakan Cristal teleport.
"Dapat darimana?!,"Tanya Cor.
"Pendeta kerajaan memintaku membawanya,"
"Syukurlah!," Perlahan-lahan Sakura mulai ambruk dan jika Noctis dan Gladiolus tak bergerak cepat, menangkapnya mungkin keduanya akan terpelanting kelantai berubin.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Cahaya portal nampak terlihat disudut yang lumayan sepi, hanya tiga orang manusia diruangan sebesar itu, Cahaya berpendar dengan berbentuk bulat, dan setelah cahaya itu menghilang nampak delapan orang diarea portal. Noctis, Sakura, Prompto, Gladiolus, Ignis, Rain, Cor dan Rossaria muncul diportal itu.
"Selamat datang kembali Yang mulia, pangeran,"Ucap Seseorang gadis dengan nada Formal, gadis itu dengan santai menatap dengan penuh kelegaan.
"Luna?,"Jawab Noctis datar, memandang gadis berambut pirang dengan modelan kunciran panjang, dan kepangan unik melingkar dikepalanya bagai bandana, hanya tersenyum lega mendengar namanya dipanggil.
"Apakah anda mau menjelaskan prihal anda yang diam-diam ke Ixnaya?!,"Tanya Luna, sebelum matanya melirik seseorang yang ada dalam gendongan Noctis, sosok manusia bermahkota permen kapas nampak kembali dalam pelukan sang pangeran dalam kondisi tak sadarkan diri. Sakura kembali tak sadarkan diri dalam gendongan, menginggat kejadian di-Ixnaya dimana tenaga Sakura cukup terkuras keadaanya cukup kurang baik diLucis, Hingga kembali tak sadarkan diri dan akhirnya Sakura digendong oleh Noctis, sementara yang mengendong Rossaria adalah Gladiolus.
"Noctis-sama?! Siapa lelaki yang anda gendong itu?!,"Tanya Seseorang Mage yang sembari memotong pembicaraan, dan menatap Noctis.
"Siapkan kamar untuk kami semua! Dan kakak Rossaria Dan mau panggilkan tabib terbaikmu untuk kami,"Jelas Noctis datar menatap sang-mage dengan tatapan tajam dalam artian : 'Aku tak mau dibantah, cepat lakukan tugasmu atau kau mati'.
"Siap yang mulia!,"
"Siapa laki-laki cantik itu! Ignis,"Ucap Luna menatap dengan raut cetus, memandang sosok Ignis yang menghelah nafas berat. Perihal sebenarnya hubungan Luna dan dirinya tidak begitu baik.
"Teman kami!,"Jelas Ignis. "Mengapa anda menanyakan hal itu? Apa anda tak menyukainya,"Bisik Ignis, dan dapat didengar dengan baik oleh Luna. "Jelas terlihat dari wajah anda! kau tak menyukai kami bukan!,"Jelas Ignis berjalan gontai meninggalkan Luna dan mengikuti Noctis ddk.
Oo**Tiga-pulu-menit-kemudian**oO
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooO##
"Lelahnya! Kita bertarung tampa henti-hentinya, dan baik pihak musuh maupun monster-monster itu, tengah meneror kota,"Kini Prompto merengangkan lenganya, dan mencoba merilexkan tubuhnya disofa panjang, tak jauh dari Noctis yang terduduk disofa yang dekat dengan perapian, lelaki tersebut hanya beberapa kali menghelah nafas tampa berkata apa-apa."Dalam pikiranya masih banyak hal yang menganjal," Hinggah dia
"Memikirkan seseorang?,"Tanya Prompto.
"Tidak aku hanya?!,"Ucap Noctis menatap diam.
"Kau tak perlu Khawatir Sakura bukan wanita yang lemah! Dia akan sadar dan semua akan baik-baik saja,"Ucap Prompto.
"Aku...tidak memikirkan dirinya,"Ucap Noctis membuang muka.
"Dasar pembohong!,"Bantah Prompto dengan nada santai, dan Noctis lalu menatapnya. "Kau pikir aku tak tahu, dan kau tahu aku ini siapa kan?,"Prompto menatap lurus keiris sang pangeran "Kau memiliki perasaan padanya bukan!,"Jawab Prompto.
"Aku tidak!,"
"Kau bisa membantahnya dan berusaha menjadi lelaki yang munafik ya~,"Ucap Prompto lalu membelai kepala sahabatnya itu. "Tapi tahukah kau tak begitu berhasil menipuku, kau bisa menipu semua orang dengan wajah datarmu tapi tak bisa menipuku!,"Ucap Prompto lalu melepas belayan tanganya dari kepala Noctis dan beranjak meninggalkan pangeran diruangan itu.
Sekarang terjadi perasaan antara Noctis juga Rain
Terus aku harus memilih siapa?
Apa yang Rain rasakan pada Sakura.
Dan bagai mana dengan perasaan Noctis pada Sakura
Ya Nuin! Apa yang harus kukatakan
Semua ini nampak membuatku kebingungan
Apa Glad dan Ignis-ssu menyadarinya.
Sakura
Kau tahu kemunculanmu benar-benar merubah orang lain..huh benar benar wanita yang penuh kejutan.
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooO##
"Ifirit masih menyerang Kerajaan meskipun ia sudah keluar dari istana!,"Secangkir the diserup Ignis dengan muka suram, bahkan secangkir the-madu dan Kue dimeja tak membuat suasana suram menjadi ceria, dimana itu adalah ruang santai, Cor yang masih membaca cacatan diponsel pintarnya, Gladiolus yang duduk silah disofa, dan disampingnya ada Ignis yang sedang minum the.
"Lalu keterangan korban jiwa semakin meninggkat pesat, jumlah, Kita tak bisa hanya bisa tunggu dan melihat ini!,"Ucap Cor.
"Ini tak bisa kita biarkan! Dimana para panglima mengapa mereka menghilang dalam keadaan seperti ini,"Ucap Gladiolus.
"Sayang sekali mereka, mungkin tak akan datang,"Ucap seseorang, yang datang memandang Ignis dan Cor dengan serius. Bola mata Gladiolus tampak menatap lebar memandang siapa yang datang.
"Tuan Buron\Nona Stela?,"Panggil Cor
"Hai Glad? Jika kalian disini dimana Noctis?!,"Tanya Stela, menatap dengan senyum samar. Gadis itu nampak lusuh setelah melawan Ifirit beberapa jam lalu.
"Dia isirahat dan nampaknya tak ingin diganggu siapa-pun,"Ucap Gladiolus dengan senyum tampanya.
"Lalu dimana Rain bukanya dia selalu bersama kalian,"Tanya Buron.
"Aku tak tahu dia tak kelihatan sejak tadi,"Jelas Ignis.
"Aku tahu dimana dia!,"Seorang pemuda tampan tampak menampakan Seulas senyum dibelakang Stela dan berjalan mendekati ke 5 orang tersebut.
"Kau tahu dimana Rain? Hairu!,"Tanya Stela.
"Tadi aku melihat dia pergi melihat keadaan Ayahnya? Diruang perawatan karna kondisinya terluka parah, aku mencuri pendengaran dari perawat saat aku melakukan healer pada tubuhku!,"Ucap Hairu.
"Apa?,"Ucap Gladiolus.
"Aku akan membicarakan ini pada Prompto dan Noctis,"Ucap Ignis, segera berlari kecil dari sana. Meninggalkan Gladiolus, Cor, Buron, Hairu dan Stela.
"Baiklah Aku akan pergi keruangan Tuan-Cid,"Ucap Gladiolus.
"Glad! Aku ikut denganmu, bagaimana-pun juga Tuan Cid Adalah Tutorku dulu,"Ucap Buron, sementara Stela dan Hairu mengangguk setuju.
"Aku juga Ikut,"Ucap Cor.
"Baiklah,"
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooO##
Saseorang berlari melewati lorong-demi lorong penuh kelamnya cahaya obor yang dingin dan sunyi, dan mendatangkan kesan sepi, dikarnakan sepanjang lorong hanya banyaknya manusia yang membisu, banyaknya mayat yang berkelimpangan akibat terror para monster.
BRANGGGK!
Rain membuka pintu dengan keras, dan mendapati pemandangan yang tidak ia inginkan, bersamaan dengan seorang perawat cantik berambut pirang, menelipkan jari telunjuknya bersamaan aura mengerikan. "Sttss! Harap tenang?."Pinta Sang Perawat sembari diikuti anggukan Rain soal instruksi prihal ketenangan ruang rawat.
"Ka-Kau pulang anaku!,"Ucap Rain menatap Lelaki itu terdiam dikasur, dengan kondisi lemah dengan keadaan kuyuh dan begitu pucat, Rain menatap ngeri dikarnakan terdapat dua jahitan pada paha lelaki, dua buah jahitan amat fatal pada dua kakinya yang telah diamputasi.
"Bagaimana mungkin ini,"Ucap Rain lalu menerjang tubuh sang lelaki dengan airmata yang nampak meleleh. "Apa yang terjadi pada kakimu Ayah,"Ucap Rain, sementara Lelaki yang merupakan Ayah Rain yaitu Cid Oliver nampak tersenyum dan menghelah nafas.
"Yah ceritanya panjang,"Ucapnya berjeda pendek. "Tapi aku bersyukur Nuin mempertemukan kita dan aku masih hidup,"Ucapnya.
"Maafkan aku Ayah, harusnya aku selalu disampingmu harusnya aku mendampingmu! A-aku,"
"Stsst!, jangan bicarakan hal itu, ini bukanlah Salahmu, ini adalah Konsewensi sebagai prajurit, kadang kita pulang dengan tubuh tak utuh atau mungkin saat pulang kita hanya tinggal nama saja,"Ucap Cid terkhekek menatap langit-langit kamar. "Oh ya Rain aku. Ingin sedikit menceritakan, seulas kisah padamu, mohon dengarkanlah baik-baik,".
"Kisah?,"Tanya Rain menatap sang Ayah.
"Ya," Lelaki itu nampak mengangguk lemah. 11 tahun yang lalu, aku hanyalah Dudda yang kehilangan anak dan istriku karna sebuah perang Dinegara Lucis saat perang Sudara memperebutkan sebuah Kristal.
Bertahun-tahun Aku menduda, dan dengan kebaikan Raja aku bisa bekerja sebagai Pekerja-mesin dikerajaan, yang awalnya hanya seorang diri.
Tapi tuhan memberiku sebuah Muhzizat satu lagi yang tak pernah kuduga. (Cid menjeda sembari air-matanya perlahan jatuh ke pipinya) "Suatu hari, Aku mendapat Misi dari Yang-Mulia sebagai Kepala Teknisi diKota meteor direpublik Nova, Aku diterjunkan memperbaiki Fasilitas kendaraan Kereta pengangkut barang yang tak bisa beroprasi karna diterjang Meteor siklus setiap 5 tahun sekali, Saat itu badai meteor belum sepenuhnya berakhir, para tentara berusaha membantu warga untuk mengamankan keadaan sekitar.
Kebetulan aku juga berada Dibukit Oroda waktu itu, Tiba-tiba aku kaget melihat cahaya dilangit malam seolah membela Langit beberapa bagian, aku menatap tampa kedip, Kemunculan Cahaya bersamaan meteor terbesar, itu tak mungkin kulupakan seumur hidupku
Lalu aku melihat keajaiban, yang ternyata mengubah duniaku dalam sekejab.
Ditempat meteor itu, aku melihat seorang anak laki-laki berusia 10-tahunan, berambut Hitam,seorang anak yang kehilangan ingatan dan akhirnya aku memutuskan mengangkatnya jadi putraku,"
"Itu Aku bukan,"Jawab Rain dengan nada Kecil.
"Yah itu kau dan kau muncul disana. Ya dan akhirnya aku mengangkatmu menjadi Putraku, dan kau menerima tampa penolakan. "Dan inilah kisahmu namun ada beberapa kisah yang tidak aku katakan, dan bahkan kau mungkin melupakan itu, Saat itu kau nampak sama seperti seorang anak biasa, berambut Hitam dan anak-anak pakean yang kumuh sudah terbiasa dinegara meteor namun ada yang aneh pada dirimu.
"Apa maksutmu Ayah?,"
Aku tak mengkin lupa, detik-detik kemunculanmu, Matamu yang bermata merah dan semerah delima yang menyala, dan beberapa Kristal. Yang melayang diudara seolah melindungimu dampak ledakan, kemudian lenyap ketika itu juga kau pingsan."Ucap Cid.
"Aku hanya merasa, kau jangan-jangan Orang kerajaan Rain,"
"Apa!,"
"Ya, saat masih kecil aku pernah beberapa kali melihat tanda kerajaan ada dibahu Tuan Noctis, Aku juga melihat hal itu dipunggungmu,"
"Ti-Tidak mungkin,"
"Maafkan aku...Ra-Ra-rin, aku merahasiakan hal ini darimu, namun aku tak ingin kau meninggalkan aku,"Ucap Cid.
"Kau salah!,"Rain mengeratkan jemarinya dan ngengam tangan Cid. "Aku tak akan melupakanmu Ayah! Jika-pun aku mengetahui masa-laluku dan siapa diriku! Itu tak akan membuatku mengabaikan rasa cinta yang kau berikan selama ini dan suka dukamu selama membesarkanku! Tolong tetaplah bersamaku, setelah perang kita akan selalu bersama dan aku akan menjadi penyihir terbaik dan menjadi anak yang kau banggakan,"Bola mata Rain menyipit dan lalu meletakan kepalanya di lengan sang Ayah, tampa suara sementara Cid hanya tersenyum tipis dibibirnya.
"Aku bersyukur kau datang dalam kehidupanku,"Ucap Cid menghelah nafas, dan perlahan matanya menutup dengan rapat seolah melepaskan semua beban yang selama ini dia simpan. "Kau bebas sekarang! Cari ingatanmu yang hilang, doaku dan Nuin-yang kuasa selalu bersamamu.
.
.
.
"Ayah..(Tak ada Suara)..Ayah..(Denyut jantungnya pun berhenti)..A-ayah!,"Suara Rain kembali hening bersamaan mata hijau melebar dengan deras airmatanya, dikarnakan kehilangan orang yang ia sayangi.
Sementara sang perawat cantik tadi nampak panik dan memanggil perawat, Dokter dan penyihir disana untuk melakukan pertolongan.
.
.
.
Namun semua telah terlambat
Cid Oliver
Telah berpulang Kehadapan Nuin yang Kuasa untuk selamanya.
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooO##
"Tak kusangka akan jadi seperti ini!?,"Light menatap dengan tatapan kecut pemandangan kota yang porak-poranda nampak terlihat diberbagai wilayah.
"Seperti inilah yang terjadi! Semua seperti yang dikatakan tuanku!,"Ucap Seorang pria berjalan dan mendekat Light, membuat gadis berambut Pingky itu nampak waspada, bersamaan munculnya pedang merah disertai sehelai demi helai kelopak mawar yang beterbangan diudara.
"KAU TAHU APA YANG KAU DAN DEWAMU LAKUKAN!,"Emosi Light memuncak, dan menyerang secara membabi buta dan membuat sang pemuda Ikut ikutan emosi.
"PRANGK!,"
"PRANGK!,"
"PRANGK!,"
Pedang Light yang memiliki Aliran petir menyambar milik Laxnuk dengan cepat, dengan beberapa kempuan Dewa yang diberkati. Mereka bahkan dapat menghancurkan apa-pun dalam jeda singkat..tampa menyadari sebuah lorong waktu terbuka lagi.
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooO##
KONOHAGAKURE
"Apa kalian tak bisa menemukan Sakura-chan, Nee Baa-saan!,"Suara rajukan cukup terdengar ditelinga Tsunade Hokage Cantik itu nampak menghelah nafas, berkali-kali, ini sudah kesekian ribu-kalinya Naruto menanyakan hal yang sama Prihal Sakura yang menghilang selama 3 Minggu lamanya.
"Kau pikir aku juga tak khawatir?,"Ucap Tsunade lalu menekuk wajahnya dan memandang mejanya, jujur saja Sanin Cantik bertubuh indah itu juga sangat memikirkan prihal Muridnya tersebut. Tak hanya Naruto saja yang mencari Sakura, Tsunade pula diam-diam tahu jika Sasuke yang sekarang menjadi Ketua Sang Anbu terus-terusan mencari Keberadaan Sakura tampa Henti.
BRAAAAKKKK!
"Ada apa ini! Ribut-ribut?!,"Tanya Tsunade dengan nada malas, dimana dia melihat Kiba yang mendobrak pintu dan masuk tampa permisi.
"AHOOO..!JANGAN MENGAGETKAN AKUUU!,"Runtuk Naruto kesal, menatap Kiba dengan cetus, terlihat Kiba baru saja pulang misi karna pemuda itu, mengenakan seragam Jonninya dan berbagai alat ninju-nya.
"Aku ingin menyampaikan sesuata Hokage-sama,"Bukanya menjawab ucapan Naruto, Kiba lalu melirik sang 'Kage' dengan tatapan Serius dan mengabaikan 'Tata-cara' masuk pemimpin desa dengan baik dan benar.
"OIII-OIII,"Runtuk Naruto.
"Ada apa Kiba?,"Tanya Tsunade.
"Saat aku kembali dari misi, Pengawas pinggir desa memberitahu jika terjadi sebuah ledakan kecil tadi, dan memunculkan sesuatu yang aneh dihutan konoha.
"APA!?,"
BERSAMBUNG
.
.
.
#Badai ditanah Lucis (2/3)#
Disini adalah tempat aku ditemukan?
Tidak aku benar-benar tak tahu siapa diriku.
Dan dimana tujuanku.
Mengapa aku tak ingat apa-pun.
"~oOo~"
Aku tak tahu marah apa sedih Glad!
Jika aku mencengah ini! Dan menahan diri
Aku tak tahu harus melakukan apa.
Aku benar - benar laki-laki pengecut.
"~oOo~"
Aku tak bisa menjawab pertanyaanmu Rain
Kau akan menjawab semuanya
Jika bukan kamu yang menjawabnya maka masa depan, akan berubah
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooeO##
CURHATAN HATI PENULIS :
Hai temen temen! Kenalin Saya Light dari Fanfic Lightining Shun Biasanya Selain membahas beberapa Wiki karakter dari Fanfic yang saya kerjakan tapi kali ini saya tak membahas itu tapi yang lain (maaf), saya ingin membahas tentang Demo Final-Fantasy 7 Remeknya ada gosip bakal ada Demo trus bayar, dan juga untuk kamu yang menginginkan Game-give-Completet nampak harus merasa kecewa karna game Final-Fantasy 7 hand remeknya akan di List dan siap jual dengan setinggan per-chapters tuh kayak Life is Strage. Jujur saja buat saya yang anak gaming lama yang main dari tahun 1999 ampe sekarang(berasa tua banget ya), kecewa berat sebenarnya ditambah demo game yang juga perlu dibayar dengan harga mahal, meski-pun gaya story-gaming sama dengan FF15 yang sudah dipercantik dengan grafik dan lingkungan untuk membuat player sukai saya harap SQX game juga bertanggung jawab dan bisa memberikan kualitas cerita game yang lebih baik, mungkin anak-anak dibawah tahun 2003 atau 2005-an tidak terlalu mempermasalahkan hal itu(atau malah mendukung) sebaiknya menurut saya sah sah aja jika didukung tapi kita harus jangan jadi mainan depoloper, tapi bagi kami gamer lama mengingat kami adalah Fans berat game ini, menyukai game kalian dengan kualitas yang kalian berikan, jangan karna hanya menjadikan Fans sebagai ladang uang saja (pas melihat Rating FF langsung turun derastis mendengar game ini dirilis perchapters), tapi berikanlah game yang berkualitas dapat diminati para players.
Noctis : ada apa dengan Authornya?
Prompto : Nampaknya dia jadi buram karna bikin Laporan singkat tentang FF7 remek.
Sakura : Sepertinya sulit juga jadi pengemar RPG-gaming.
Author : T,T
Gladiolus : Setelah di PHP sampai 7 tahun sama game FF15 sekarang dilema dengan FF7 -_-"
Author : CUKUUUPPPP!...(TAT)
[HATERS]
Saya memiliki beberapa Haters yang ngomong di , Facebook saya yang mengatakan hal miring tentang Fanfic saya satu ini. dan beberapa ungkapan miring yang menyatakan bahwa Fic ini gak layak difanfickan bahasanya terlalu Sok-rpg-rpg-an, ada pula yang bilang jika Naruto tak boleh digabung dengan FF karna menganggu(?), apa saya menganggu UUD Fanfic atas hak cipta?Fanfic adalah milik bersama banyak dari para buat Fanfic CV juga melakukanya, dan sama sekali tak ada teguran apa-pun, bahkan salah satu penulis Fic yang saya sukai Kazama Sakura yang juga membuat Fic dengan genre yang sama nampaknya oke-oke saja dengan hal ini. Apakah seseorang harus melarang orang lain jika melihat seseorang membuat cerita campuran dengan anime yang disukai.
[Contoh kecil]
Loh Gila-ya Berani-Beraninya, Sakura milik Sasuke tau, gak pernah baca haah! Ta* L*H.
[Contoh kecil]
Sakura tuh punya Sasuke gak punya mata buat baca ya? Sebagai Haters dewasa dikit-lah, gak ada gunanya juga menghancurkan Fic seseorang dengan cara bahasa yang tidak pada tempatnya, dific kita bebas berkarya selama tidak tak menganggu norma. Saran untuk dia bagi yang merasa aja. Kita gak boleh memaksakan kehendak yang kita suka, keorang lain, dan berpikirlah lebih pintar sedikit karna berkomentar seperti itu sama aja ngerendahin diri sendiri. Saya juga Heaters Sasuke tapi gak segitu-segitu amat -_-".
Oke makasih buat kalian semua yang selalu mendukung Fic saya sampai saat ini, benar-benar senang atas bantuan kalian semua, nah mari kita baca komentar kalian ya :).
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooO##
Samy xx :
Lanjut dong bagus banget top
Lightning Shun :
Terimakasih aku tersanjung..hehe
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Devi :
Thanks min dilanjutin emang sih kelamaan update nya ya tapi aku hargai ceritanya keren lanjutin lagi min jangan telat lagi oke terima kasih.
Lightning Shun :
-_-" Memang kelamaan Devi! Banyak kendala dipart sebelumnya! Hahahah...bahkan saya juga jarang baca Fanfic lain buat ngisi waktu saking sibuk-sibuknya.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Azuma Sakura :
Secara keseluruhan Fic ini keren bangetttt... ide per chapternya kreatif dan gak ngebosenin.. apalagi aksi nya Sakura yang bisa buat anggota party lain mendecak kagum, tapi disini kok gk di eksplorasi ttg kemampuan medis Sakura,? Oh ya, mmm mungkin bagi Senpai ini udh jadi kebiasaan y, tapi hal ini patut di luruskan untk kemampuan Soft skill menulis. Tolong diperhatikan lagi y tata bahasanya, soalnya hal tersebut bisa menurunkan kualitas cerita,
Lightning Shun :
Sebenarnya mau! Dan bukan karna fitur kebiasaan.
-" (buram dipojok ruangan) Akan tetapi sulit bagiku untuk melakukanya, soalnya dalam setiap alurnya Sakura yang muncul difantasiku Sakura jarang sekali menunjukan teknik Ninjutsu no Baritshinsu miliknya sarna ada peran rain sebagai Mage(penyihir dikelompok), Karna itu aku fokuskan Sakura mengunakan tehnik Chi-nya saja makanya dan aliran Chakra saja makanya aku jarang mengexplor kemampuanya, jika dilihat selama cerita Sakura terlalu menonjol dalam berbagai seting Fight jadinya aku ingin semuanya ikut menonjol dengan mengexplor kekuatan mereka biar pembaca gak hanya fokus pada inti cerita dan Sakura aja melainkan pada karakter setiap pemain dalam cerita ini , well aku tahu ini lumayan berat menginggat aku harus mengaspek seluruh cerita takutnya salah alur dan bisa fatal..(-_-)
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Guest :
Woman my the hears...
Itu judul bikin kekhi banget kalo di liat... Waw.
Lightning Shun :
Aahh...Masak! XD
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Saisah :
Ceritanya makin bagus, cuma ada yg kurang
Kurang banyak romantis noctis dan sakuranya
Yosh semangat untuk authornya..!
Lightning Shun :
Itulah kelemahanku namun kucoba dayaku! Aku akan berusaha agar Awak puas dengan tulisan ini! :)
##Ooo"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"ooO##
FACEBOOK :
Tampan Gaming :
Lu jarang Ol! Jangan bilang lu lari dari kenyataan.. :v Sampe Hiatus dari Fanfic #SaveMyFrendsMyGod
Lightning Shun :
-_- Kagak lah, Saya gak mungkin lari dari Kenyataan..hidup itu keras bos! Meski Hiatus lama kalau saya pasti kembali.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Kevin Anggara :
Masih Kuat iman gak pas wintersell kemarin..:v, dah rencana gak beli kaset banyakan? Btw kapan nih Fanfic WOH dan Kingdom Hearts dilanjutin.
Lightning Shun :
Oh makasi dah ingatkan! Untuk game saya usaha buat nahan iman untuk nabung..T,T
BTW ini WOH dah lanjut tapi Kingdom hears masih bingung buat ngelanjutin thangs.
