Chapter 10
"Escape plan"
Spread those rumor if u dare
Make me lose if u can
I won't lose until the end
And I forever I will stand!
fight with me if u must
Don't hide it if u cannot
Cause I won't hold it back
Until I win the bet
Narrator: Elena masuk ke kamar dan buka lampu kamarnya. Dengan pelan-pelan Elena mengantik-atik lemari meja dengan cepat. Lalu Elena ketemu alat yang dia butuh dan taru di kantong celananya. Setelah itu Elena buka komputer dan mengintik sesuatu dan send ke seorang. Lalu Elena matikan CCTV lewat computer dan aktifkan rekaman suara. Elena bicara di mike dan rekamin lalu save di file yang dijaga dengan password. Elena ke meja ruang makan dan taru alat deteksi dan rekaman suara yang Maria kasih disana. Elena ga mau menyusakan Maria lagi karena ini saatnya dia bertarung dan menghadapi situasinya. Setelah semua siap Elena keluar dan diluar sudah menunggu mobil yang di siapkan sama laki-laki misterius itu. Elena masuk dan zoooom mobilnya pergi.
* kantor polisi*
" Hey rachel kamu lihat Maria ga?" Tanya temanya
" Ga kenapa?" Tanya Rachel
" Maria hari ini ga masuk padahal ada kasus, kenapa ya?" Kata teman Rachel
" Hahaha jangan khawatir pasti Maria baik-baik aja kok" kata Rachel
" Benar? Baiklah kalau kamu bilang gitu" kata teman Rachel
" Iya benar..." Kata. Rachel
* flash back*
" Hey Maria mau kemana?" Tanya Rachel yang melihat Maria sedang siap-siap pergi
" Rachel?" Tanya Maria dengan kaget
" Aku ada urusan" kata Maria
" Tapi hari ini ada rapat dan kasus" kata Rachel
" Aku akan serahkan itu kepadamu, aku punya urusan penting" kata Maria
" Kamu akan melakukan sesuatu berbahaya ya?" Tanya Rachel dengan cemas
" Daijoubu( jangan khawatir) aku akan baik-baik aja, dah selamat tinggal dan jangan bilang siapa-siapa yah!" Kata Maria sambil lari
Rachel hanya bisa lihat Maria pergi. Rachel sebenarnya tahu apa yang Maria lakukan.
* end of flash back*
" Maria aku harap kamu ga apa-apa?" Kata Rachel di dalam hati
" Rachel! Ayo ada meeting!" Teriak seorang
" Ah iya datang" kata Rachel
*in the meeting*
" Kita harus membuat strategi untuk menghadapi musuh kali ini" kata salah satu genderal
" Ya sepertinya orang ini bukan orang biasa, dia seorang FBI dan high rank!" Kata salah satu peserta
" Orang ini adalah namanya Russul Candista" kata genderal yang sambil menampilkan presentasinya.
" Russul ada seorang FBI dan Spy, dia licik dan lincah sekali. Jangan pernah merehmkan kemampuanya" kata genderal itu
" Kalau ga salah anaknya Clarista Candista masuk ke penjara kan?" Tanya salah satu kommandar tapi bukan Maria
" Ya dan penyebabnya karena seorang murid NASA bernama Elena Star" kata general itu
" Apa alasanya?" Tanya salah satu perserta
" Karena Clarista ini hampir meminumkan obat terlarang ke anak NASA ini" kata general
" Tapi hari ini general menghilang dan tidak ditemukan. Rumor bilang kalau dia ada kasus tapi teman dia ga bisa kontk hpnya" kata general itu
" Kemungkinan dia bisa balas dendam dengan gadis itu" kata genderal
" Apa yang harus kita lakukan?" Tanya commandar
Ruang jadi diam dan sepi. Semua orang sedang berpikir rencana. Tapi tiba-tiba pikiran mereka di hentikan...
" Mana Maria?" Tanya salah satu commandar
" Dia sakit mau izin" kata Rachel
" Apa? Sekarang kita ada rapat kenapa pulang begitu aja!" Marah commandar itu
" Aku ga tau..." Kata Rachel
" Dasar anak itu! Seanknya aja karena ayahnuya detective terkenal!"
" Commandar udah jangan marah ini bukan saatnya" kata genderal
" Tentu saja saatnya karena ini pekerjaan dia untuk menyusun strategi" kata Commandar itu dengan marah
" Tidak usah, kita akan lakukan tanpa Maria, biar Rachel aja yang inform Maria" kata general itu
" Aku?" Tanuya Rachel
" Yah kamu karena hari-hari ini kamu dekat sama Maria" kata genderal itu
" Iya sich..." Kata Rachel
" Baiklah tapi kita ga tahu markas mereka?" Kata salah satu peserta
Triing...tringg... Tiba-tiba hp berbunyi
" Hp siapa itu?" Tanya commandar
" Maaf ini punyaku" kata Rachel
" Matikan!"Bentak commandar itu
" Iya baiklah..."
Tapi sebelum Rachel matikan hpnya Rachel melihat sms yang dia dapat dengan kaget...
" Hey apa yang kau lakukan cepat matikan!" Kata kommandar itu
" Ada sms dari Maria, dia tahu dimana lokasi Russul" kata Rachel
" Apa?" Teriak semua peserta di rapat itu
" Dan ini rencananya..."
* elena scene*
Berakhirlah hidupku. Aku akan cari kesempatan dan membunuh pria itu yang menganggu aku. Aku tidak peduli mati karena selama aku hidup teman-temanku akan dalam kadaan susah. Lalu mobil berhenti dan aku turun. 2 orang berbaju hitam sudah menungguku di dalam saat masuk.
" Selemat datang Elena... Ah bukan Stella" kata pria itu sambil menatapku dengan dingin
" Kau siapa..." Tanuyaku dengan takut
" Oh mungkin kamu bisa lihat aku lebih jelas kalau aku melepaskan topinya" kata pria itu
Pria itu melepaskan topinya dan kacamata hitamnya. Saat itu ada sesuatu yang merasa shock, sedih, senang, dan marah.
" Paman?" Kagetku
" Lama ga jumpa Elena" kata pria itu
" Paman udah lama ga ketemu..." Kataku dengan senang
" Iya sudah lama Elena, tapi ini semua berekahir" kata Pria itu
" Paman, kenapa? Kenapa paman melakukan ini!" Kataku
" Karena aku tidak akan menerima kalau aku hidup susah dan kamu dan keluargamu bisa hidup senang! Ini semua salahmu!" Teriak pria itu
" Kenapa ini salahku? Aku ga melakukan apa?" Kataku
" Emang tp kamu penyebabnya!"
" Paman... Kenapa paman jadi jahat padahal dulu paman baik sama aku" kata Elena dengan sedih
" Huh dasar bodoh! Aku cuman pura-pura baik!"
" Berkat temanku yang di sebelah ini aku berhasil menemukan kamu dan jatuhkan kamu ke jurang!"
" Siapa dia?" Tanyaku
"Perkenalkan namaku Russul Candista" kata pria tinggi bermabut biru tua dan memakai topi hitam.
" Kamu ayahnya Clarista kan!" Kagetku
" Iya dan aku akan balas dendam sama kamu sama seperti pamanmu!" Kata russul
" Apa alasanmu?" Tanyaku
" Ada aja..." Kata Russul
Aku ga percaya kalau paman yang aku cintai dan aku yang hormati bisa beraninya melakukan ini kepadaku. Saking bencinya saking aku benar-benar tekad membunuh dia dan ga peduli denganku
" Steve bawa dia ke penjara" kata paman Elena
Lalu tiba-tiba seorang laki-laki kuat, rambut hitam kebiruan datang dan membawa aku dan mengikuti paman dan Russul.
" Agh!"
" Tidur disana sementara dan kami akan membawa uang ini untukmu" kata Pamanku
Aku sekarang di dalam penjara yang kotor, sepi, dan bau. Lalu pintunya di kunci sama pria nama Steve. Steve dan paman dan Russul meninggalkan aku. Tapi aku bisa mendengar perkataan mereka sebelum mereka benar-benar pergi...
" Steve kau urus sandiwara kita dan jangan kau sekali-kali lengah di hadapan mereka!" Kata Paman
" Baik boss, mereka ada dimana?" Tanya Steve dengan bingung
" Aduh kamu ini gimana sich? Luap terus! Mereka ada di ruang lantai 3 dekat ruang computer!" Marah pamanku
" Maaf boss" kata Steve itu
" Baiklah kalau gitu aku akan pergi, sedang menunggu seorang" kata Russul
" Kerja yang bagus Russul!" Kata pamanku
" Baik permisi"
Lalu Russul pergi dan meninggalkan pamanku dan Steve. Biarpun mereka jauh sekali dari aku tapi aku bisa mendengar berkat dinding di ruangan ini yang patulkan suara mereka.
* other scene*
" Ugh! Dimana ini?" Tanya Edge yang baru bangun
" Ga tau... Kelihatanya ruang komputer" kata Jo
" Aww kepalaku sakit" kata Hammer
" Miller bangun! Apa kau baik-baik aja?" Tanya Brett
" Ugh! Iya" kata Miller
" Kita kenapa bisa sampai disini? Aku ga mengerti" kata Jo
" Tapi pria itu sebut-sebut nama pacarmu Edge" kata Hammer
" Iya aku tahu..." Kata Edge dengan kecewa
" Ternyata benar Elena menyembunyikan sesuatu". Kata Edge
" Hey Edge lihat" kata Brett
Lalu Edge melihat kalau salah satu komputer nyala.
" Ini kesempatan untuk kita kelaur dari sini" kata Edge
" Apa maksudmu?" Tanya Edge dengan heran
" Oh begitu... Edge kamu bisa send pertolongan lewat email ke siapa aja, dengan gitu kita bisa tertolong" kata Jo
" Tapi tanganku di ikat" kata Edge
" Iya tapi lihatlah di sebelahmu" kata Brett
Edge melihat di sebelahnya dan sadar kalau ada barang tajam yang bisa dipakai untuk pisau dan potong tali.
" Baiklah aku akan berusaha" kata Edge
Edge gerakan tubuhnya dan kaki biar dia bisa ambil alat itu. Lalu Edge berusaha mengambil alat itu tapi karena talinya keras sekali jadi setiap kali Edge mau ambil alat itu tangannya sakit. Jadi satu caranya adalah Edge duduk tegak lalu gunakan tanganya atau jarinya untuk gerakan alatnya dan taru di samping kanan badanya. Lalu Edge putar badan dan berhasil mengambil alat itu dan potong talinya. Dengan cepat Edge ke komputer dan kirim email ke seorang yang akan bisa bantu dia...
Tolong aku... Aku ada di XXXXX... Tolong aku... Maria...
Lalu Edge gerakan mouse dan mau pencet send.
Dooor...
Ada suara tembakan pistol. Seorang terkena tembak. Brett,Jo,Miller dan Hammer shock sekali melihat Edge terkena tembak di bahunya. Dan di tembak 2 kali satu bahu satu kakinya. Edge dan yang lain melihat kearah itu tapi anehnya orang itu ga memegang apa-apa, jadi gimana caranya? Ternyata ada pistol yang di taru di alat yang bisa gerakan untuk mengantur posisi dan pistol itu di ikat dengan benang yang tidak terlihat dan benang itu di ikat tombol matikan lampu dan seorang sedang menekan tombol matikan lampu...
Author's note: sori panjang! Bisa tebak siapa? Suka poem aku? R and R
