Rated : T/M
Genre : Romance,comedy,friendship,drama,hurt
BoyXBoy
Dont like Dont Read

.

.
NB: Zhang Yi Xing-GS

.

.
CHAPTER 10

"Yak Park Chanyeol! Apa apaan ini nilai mu yang sangat sangat melebihi buruk!"

Suara itu berasal dari Kim Tae Yeon atau lebih tepatnya,Park Taeyeon. Istri dari Park Yesung,ibu dari Chanyeol dan Kyungsoo. Taeyeon walaupun umurnya sudah menginjak 41 tahun tapi wajahnya masih cantik bersinar bagai sinar rembulan. Taeyeon sangat jengkel karena 3 kali berturut turut Chanyeol,anak sulungnya mendapat nilai yang sangat kurang memuaskan

"Aigoo Mom ini galak sekali. Itu hanya karena nasib sial yang kudapat"

Chanyeol masih sempat saja menjawab ocehan dari ibunya. Sedangkan Kyungsoo hanya terkikik sambil memakan icecream nya. Menurutnya,ini lebih seru dari pada menonton film

"Nasib sial kepalamu! Ini sudah keberapa kali kau mengatakan nasib sial?!"

"Benar Mom,dia tidak pernah belajar mom"

Kyungsoo mengompori Eomma nya dengan kata kata yang menjelekkan Chanyeol. Chanyeol mendelik ke arah Kyungsoo sedangkan Kyungsoo hanya tertawa di belakang eomma nya yang sedang memarahi kakaknya

"Yak Park Kyung Soo!"

"Jangan berteriak pada adikmu! Kau itu yang salah,kenapa kau yang berteriak?! Kyungsoo rajin belajar. Wajar nilainya diatas rata rata. Jadi jangan iri padanya"

"Aishh,siapa juga yang iri"

"Mulai hari ini,sampai liburan awal februari,kau tidak boleh memegang kunci mobil titik."

Chanyeol mengerjap beberapa kali lalu menyadari eommanya ini serius. Lalu ia merengek rengek memegang tangan Taeyeon dan berusaha memeluknya. Namun Taeyeon yang kesal tak akan termakan aegyo sang anak sulungnya ini

"Ahh mom,jangan mom. Aku mohon. Jangan mobil ya. Dia kesayanganku"

"Tidak ada mohon mohonan"

"Mom,bagaimana kalau aku mimpi buruk karena tak bisa mendampingi para mobil yang sudah menjadi kekasih setiaku? Ahh mom"

"Tidak ada kekasih kekasihan"

"Ahh mom. Bagaimana kalau aku ingin bertemu Baekkie chubby ku?"

Taeyeon terdiam sejenak. Memang Taeyeon sudah mengenal kekasih anaknya ini sejak 2 minggu mereka berpacaran. Dan hal itu disambut senang oleh Taeyeon karena Baekhyun anak yang baik dan ramah juga sopan tentunya. Chanyeol tersenyum kecil. Sepertinya ibunya ini tertarik atas penawaran Chanyeol.

"Kyungsoo punya motor dua. Pakai saja satu atau kalau tidak,menebeng saja pada mobil Kyungsoo"

Kyungsoo sedikit tersedak. dia tidak melarang Chanyeol memakai motornya. Tapi membayangkan Chanyeol memakai motor maticnya? Hahaha. Kyungsoo membayangkan seberapa besarnya badan Chanyeol saat memakai motor Kyungsoo yang mungil dan lucu. Kalau Chanyeol menebeng satu mobil dengannya? Tentu saja ia tak akan mau. Sedangkan Chanyeol melebarkan matanya lebih besar dan mengehembuskan nafas kasar lalu merengek lagi.

"Shireo! Aku tidak mau. Aku akan seperti Hulk atau Hellboy. Andwae. Menebeng Kyungsoo? Aih mau diletakkan dimana karisma seorang Park Chan Yeol"

"Kalau begitu jalan kaki saja. Gampang kan?"

Taeyeon tersenyum licik lalu menaiki tangga rumah mewahnya. Chanyeol hanya mendatarkan wajahnya lalu duduk di samping Kyungsoo dan mengambil makanan yang ada dimeja.

"Sudah puaskah Kau Park Kyung Soo? Kalau aku jalan kaki,aku bukan menjadi Park Chanyeol yang berkarisma melainkan menjadi Park Chanyeol Tukang Sol sepatu!"

"Hahaha. Lain kali,belajarlah lebih giat."

"Teoriku mengatakan jawaban akan datang dengan sendirinya. Jadi buat apa aku belajar?"

"Makan Saja teorimu. Hasilnya kau mendapat nilai buruk. Dasar. Kau terlalu banyak teori sampai melupakan praktekmu. Sudah. Aku ingin ke dapur. Mengurusi mu membuat aku sakit kepala"

Kyungsoo melangkahkan kaki nya ke dapur. Sedangkan Chanyeol duduk termenung di situ sambil mendengus kesal ke arah Kyungsoo

"Aku yang mendapat nilai buruk,kenapa dia yang sakit kepala? Aneh"

.

.

.

.

.

.

.

.

Dan inilah malam Tahun Baru. Seluruh kota Seoul juga sudah menanti nanti tahun baru yang indah. Tahun baru yang mereka harap dapat menjadi lebih baik. Menjadi lebih indah. Menjadi lebih berwarna.

Begitu pula dengan Sehun. Ia juga ingin tahun kali ini ia bisa melupakan semua kepahitan. Semua kekecewaan yang menggebu di dasar hatinya. Sehun. Seorang namja tulen,berprestasi,memiliki banyak peluang,dan pengusaha muda yang sukses. Juga memiliki segudang cerita kepahitan di masa lalu nya. Memiliki luka yang sangat membekas di relung hatinya. Ia berusaha mengobati dan melupakan luka itu. Namun ada satu kenyataan yang ia sadari. Luka itu entah tak akan atau belum benar benar mengering.

Luhan sudah bersiap dirumahnya menanti kehadiran Sehun. Sebenarny ia tak begitu mengharapkan namja itu. Lebih baik ia melupakan nya lalu Luhan bisa saja tidur di kasurnya yang besar itu. Luhan sudah memakai Tuxedo warna pink dengan glitter berwarna silver mengkilat. Luhan memperhatikan wajahnya ke Cermin besar yang ada di kamarnya. Bukanya memuji diri sendiri ia malah mempoutkan bibirnya,tanda tak senang

"Kenapa aku belum terlihat tampan?"

"Karena kau memang dilahirkan cantik Lu"

Seorang wanita cantik tersenyum padanya,memegang pundak Luhan yang lebih tinggi dari nya. Ialah Xi Hye Kyo. Ibu dari Luhan dan kakak adik nya.

"Eomma aku ini tampan"

"Eomma tau. Lulu eomma akan selalu tampan. Saking tampannya,kau terlihat cantik"

"Eomma. Aku manly"

"Aigoo arrasseo. Jadi siapa yang akan menjadi pacarmu malam ini?"

Hyekyo memandang Luhan merona Luhan seakan terbakar matahari,karena menjadi sangat merah akibat perkataan Hyekyo tadi. Hyekyo hanya terkekeh kecil melihat anaknya

"Pacar apanya? Dia hanya sunbaeku"

"Ahh ya Sunbae ya?"

"Eommaa! Dia benar sunbaeku"

"Ya terserah Kau saja. Itu Baekhyun sudah di depan. Kajja"

Tin..Tin...

Suara klakson mobil berbunyi. Entah itu milik siapa,namun Klakson itu berbunyi sangat keras. Ah ternyata itu klakson dari dua mobil yang berbeda. Pantas saja suaranya sangat nyaring. Hyekyo memilih masuk tak mencampuri urursan anaknya. Dia ibu yang sangat perhatian. Baekhyun memakai Tuxedo berwarna merah mengkilat sedangkan Chanyeol memakai tuxedo biru tua samar samar silver. Luhan sedikit membelalak untuk keduanya. Warna yang mereka pakai sangat tak cocok walau tak merusak mata.

"Aigoo. Itu warna yang sangat tak cocok Chanyeol sunbaenim dan Kau juga Baekhyunnie"

Luhan berkomentar menimbulkan tawa dari Chanyeol dan baekhyun. Pasangan itu sangat aneh jika warna yang mereka pakai dicocokkan. Malah tak ada cocok nya sama sekali.

"Kita akan menjadi dominasi warna pelangi. Setidaknya juga kau. Kau juga memakai warna pink."

Chanyeol membalas komentar Luhan dengan sedikit tertawa. Apa yang salah dari Luhan? Ia memakai warna pink tidaj ada salahnya kan? Dan seharusnya,Sehun juga memakaii-

"Yak Oh Sehun! Kenapa kau memakai warna itu!"

Luhan berteriak melihat Sehun memakai tuxedo berwarna putih dengan rambut rapi berwarna hitam kelam. Beda dengan si tinggi itu memakai jambul yang juga tinggi. Sehun melihat penampilannya sendiri dari ujung kaki nya. Ia merasa tak salah dengan penampilannya.

"Wae? Warna ini natural. Cocok dengan tuxedo mu itu"

Chanyeol tertawa kencang diselingi menepuk pundak Sehun. Sehun ini polos atau apa?

"Hahaha. Sehunna,ia malu. Karena ia lebih mirip yeoja mu. bukan namjamu"

"Yyak!"

"Ohh jadi seperti itu"

"Kalian sudah seperti pasangan yang akan menikah saja. Hhaha"

"Diam kau Xi Baek Hyun"

Luhan menggerutu sendiri karena Sehun. Memang benar ia memakai warna yang juga cocok dengan Sehun. Tapi bukankah itu membuat kesan kalau Sehun lebih tampan darinya? Aih.

"Kita berangkat sekarang saja."

Kata Chanyeol mendahului Luhan dan Sehun yang sepertinya akan melanjutkan pertempuran. Chanyeol dan Baekhyun berangkat terlebih dahulu dan mengklakson Sehun dan Luhan sebelum berangkat. Sehun melambaikan tangan sedangkan Luhan menatapnya sinis. Sehun menurunkan tangannya,dan membalas tatapan sinis Luhan

"Wae wae wae?"

"Aih. Kau sepertinya sengaja mempermalukan ku Oh Sehun Sunbaenim"

Luhan memberi penekanan pada kalimat akhirnya. Kalau saja Luhan tak sedang berwajah galak seperti ini,mungkin Sehun akan tertawa. Karena daripada menyeramkan,Luhan terlihat lebih imut dari biasanya. Namun Luhan memberi tatapan membunuh yang imut. Itulah yang membuat Sehun ragu untuk tertawa

"Anni. Aku pikir kau akan suka bajuku,karena ini juga cocok dengan tuxedo mu itu."

Sehun mengomentari pakaiannya dengan sangat lugu. Seperti tak melakukan kesalahan apapun. Padahal jelas jelas,ia membuat Luhan terlihat lebih girly. Luhan memutar bola matanya lalu berjalan mendahului Sehun

"Ayo berangkat jangan banyak bicara"

"Bukankah yang paling banyak bicara ia?"

Sehun bergumam namun masih bisa ditangkap oleh telinga Luhan. Luhan yang sudah dari awal kesal karena penampilan Sehun hanya memutuskan diam sepanjang perjalanan.
_

Lain dengan namja maskulin dingin ini. Ia berdiri di depan kaca besar nya. Memandang setiap inci tubuhnya. Melihat kecocokan tuxedo miliknya dengan badannya. Pas. Itu yang membuat nya puas.

Kai. Dia terlihat tak terlalu senang dengan acaranya ini. Dia menghadiri acara itu bukan karena ingin tapi ia harus.

Jam masih menunjukkan pukul 18.45. Kalaupun ia terlambat,ia tak masalah. Karena posisi nya juga tak lepas dari tuan rumah. Kai adalah namja yang sangat mementingkan kedisiplinan. Ia bahkan pernah memecat pembantu,tukang masak,penjahitnya,desaigner nya,dan lain lain hanya karena mereka terlambat walaupun hanya satu menit.
Kai juga tipe orang yang menyelesaikan pekerjaannya. Ia bahkan sampai lupa tidur,lupa mandi,lupa makan hanya karena pekerjaan yang harus ia kerjakan.

Ting Tong

Bel interkom apartement Kai berbunyi. Ia hanya melihat wajah seseorang diluar dengan cctv apartment yang berada di atas televisinya. Kai segera memencet remote control apartement nya sehingga secara otomatis pintu apartement terbuka dan kembalu menutup saat Chen,adiknya masuk. Chen sempat terperangah melihat Kai. betapa maskulin nya kakak nya ini. Kai memakai tuxedo berwarna dark dengan terkancing rapi. rambut disisir ke belakang. Rapi. Bahkan sangat rapi untuk pesta seperti ini. Chen hanya memakai tuxedo berwarna biru laut tak jadi memakai warna pink,karena ia berubah pikiran. Chen memakai tuxedo biru laut kemeja putih. Chen sama sekali tak mengkancingkan tuxedo nya sehingga berkibar bila terkena angin. Apa itu rapi? Ya tentu saja termasuk rapi. Karena Chen yakin semua pasti berpenampilan sepertinya,kecuali kakaknya. Dia selalu rapi dimanapun dia berada.

"Kau mau tetap diam disitu atau bagaimana?"

Kata kata Kai membuat Chen tersadar dari lamunannya. Chen hanya meneguk ludah nya.

"Kai-ya,apa benar aku ini adikmu? Dan aduh,kenapa kau sangat rapi? Bahkan terlalu rapi untuk pesta ini. Sebenarnya kau ini mau ke pesta atau mau menikah?"

Chen memprotes Kai dengan nada sedikit geram namun takjub. Chen dan Kai terpaut 9 bulan karena Chen lahir 8 bulan saat di kandungan,itulah mengapa Chen tidak memanggil Kai dengan 'hyung' dan Kai pun tak mempermasalahkannya. Kai tersenyum miring mendapati kritikkan Chen.

"Kalau kau berpikir aku orang lain,aku tidak mempermasalahkannya. Kau bawa mobil?"

"Bukan,tidak seperti itu. Tentu saja tidak! Kau memberiku pesan menjemput tanpa membawa mobil."

"Baiklah. Segera turun atau aku akan berangkat sendiri."

Kai mendahului Chen yang mengumpat karenanya

"Siapa yang mengantar siapa?"

Chen mengikuti Kai dan mensejajarkan langkahnya dengan Kai. Chen sedikit melihat Kai yang lebih tinggi lalu mulai memasuki lift.

"Kai,kau tau Park Kyungsoo?"

Kai sedikit mengangkat alisnya sebelah lalu memandang Chen tajam. Chen sedikit takut lalu mengangkat tangannya

"Adik si Chanyeol Sunbaenim"

"Yang mendapat peringkat pertama di kelas XI ?"

"Whoahh apa kau juga penggemarnya? Bahkan sampai tau juga peringkatnya?"

"Siapa yang tidak tahu kalau tulisan besar juga terpampang di mading"

Chen menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Benar juga. Siapa yang tidak tahu?

"Ahh kau benar juga. Dan asal kau tau,dia itu istimewa Kai. Aigoo.. Matanya yang lebar,bibirnya yang seksi"

Chen mendeskripsikan nya sampai mereka masuk ke dalam mobil Lamborghini hitam milik Kai.

"Jangan berbicara seolah olah Kyung-siapa itu tadi wanita. Karena realita nya dia laki laki"

Chen sedikit terkekeh pada posisi duduknya. Kai menjalankan mobil dengan kecepatan standar. Chen yang dari tadi mengoceh tentang Kyungsoo pun memandang kesal jalanan.

"Tapi aku sebal dengannya. Ia slalu tersenyum,denganku juga"

"Bukankah malah bagus?"

Komentar Kai yang singkat tak membuat Chen merasa baik. Malah chen lebih mempoutkan bibirnya

"Tapi dia senyum untuk semua orang. Semuanya Kai. Aku pernah memberi nya coklat. Tapi aku yakin ia juga pernah mendapat coklat dari yang lainnya"

"Itu berarti dia ramah."

"Untuk semuanyaa"

Chen mengoreksi kata Kai. Ya Kyungsoo selalu tersenyum untuk semua orang dan setiap saat. Chen perna berpikir,apa kyungsoo tak lelah terus tersenyum setiap harinya?

"Kau harus melihatnya Kai. Dia sangat uhh menawan,kau akan kehilangan sifat dinginmu ini jika sudah bertemu dengan ia."

Kai hanya tersenyum miring dengan semua ocehan Chen. Kai sangat mengehemat suaranya. Bahkan ia jarang sekali berbicara.
_

Sehun dan Luhan sudah akan sampai di Kediaman Kim. Sehun memastikan kalau disana akan ramai fansgirl dari nya,Park,dan Kim. Maka Sehun memilih jalan Alternative ke Parkir Belakang Kediaman Kim. Yah bagaimanapun juga,Sehun adalah namja pandai dan mempunyai daya ingat yang tinggi. Ia masih ingat ketika kecil ia pernah bermain disitu bersama Chen.

Luhan melihat jalurnya berbeda,ia mendelik sebal lalu menatap sinis Sehun.

"Yak! Kita mau kemana? Jangan bilang kau mau menculikku"

Sehun yang sedikit senyum membalas tatapan Luhan. Namun Luhan segera memalingkan wajahnya. Sehun tersenyum menatap Luhan yang pipinya berubah warna

"Untuk apa menculikmu? Lebih baik aku menculik rusa sungguhan bisa menghasilkan uang. Menculikmu? Membuat repot saja. Dan jangan banyak protes. Aku sudah terlalu sering kesini daripada kau"

Luhan mempoutkan bibirnya lucu,memilih diam menuruti apa kata Sehun. Lagi pula Sehun juga sudah pernah kesini. Jadi Luhan tidak mengkhawatirkan mereka akan tersesat.

Sehun memparkirkan mobilnya dengan baik lalu beranjak keluar mobil.

"Ayo keluar"

Kata Sehun lalu keluar dari mobilnya. Namun Luhan tetap didalam dengan wajah cemberutnya. Sehun tetap mengernyit. Apa dia malu dengan pakaiannya?

"Kenapa kau tak keluar?"

"Dasar pabbo. Seharusnya kau membukakan pintu untukku"

Sehun sedikit terkejut dengan perkataan Luhan. Namun Luhan tetap menatapnua sinis

"Ahh.. sekarang kau sudah mau dianggap wanita,ne?"

Luhan membelakkan matanya,ia berdecak kesal sementara Sehun hanya tertawa karena wajah Luhan yang terlihat lucu.

"Yasudah ayo"

Sehun membuka pintu mobilnya dan memberi uluran tangannya. Luhan sempat ragu tapi dia tetap menerima uluran tangan itu. Mereka berjalanan dengan santai tanpa sadarnya tangan mereka belum terlepas sama sekali.

"Aaaaaaa Kim Jong In Oppa!"

Suara ricuh dari para fans saat mobil Kai melintas di hadapan mereka dan memarkirkan nya di parkiran utama. Dengan para maid, Kai yang tanpa ekspresi menembus kerumunan itu. Chen juga mengikuti disampingnya. Chen melihat Kai sekilas. Dia memang tampan,tak perlu ragu jika fans nya sangat banyak dan multitalend walau dia sangat terkesan arogant. Chen dan Kai sampai di depan pintu disambut oleh wanita paruh baya yang menjadi senior maid. Kai sedikit berbisik pada Chen yang lebih pendek darinya.

"Apakah itu yang namanya Kyung tadi?"

Chen mendelik sebal dan mendengus. Ternyata sang kakak ini juga memiliki rasa humor. Chen menatap nya sinis

"Lucu"

"Aku tidak sedang melawak asal kau tau"

Kai sedikit tersenyum saat melihat raut wajah sang adik yang berubah menjadi super kesal.

"Sudah lama rasanya tak merasakan dinginnya Korea"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
.
.
.
.
.

auww maaf cuma post segini,dan ini belum inti partynya hehe:". Karna gue lagi ujian sekolah plus gamau ngecewain kalian,jadi ya sorry batt rcl rcl yaa see you