Author : Maaf telat update...! Komputerku bermasalah lagi...TTOTT

Hibari : *ngambek*

Author : Aduh, Hibari...maaf atuh author telat ngasih kado ulang tahunnya...orz

Hibari : *pergi*

Yamamoto : *ngehibur author yang terpuruk* Udah, author...jangan terlalu dipikirin...Hibari ngambek itu udah biasa kok!

Author : *peluk Yama* Hikss...maaf author gak bisa ngasih kado ultah ke kamu, Yama...author gak inget ultah kamu abisnya...

Yamamoto : *tetep ceria* Gak apa-apa kok! Lagipula, setelah liat ceritanya...*ngintip ke bawah* aku bersyukur author lupa!

Author : *swt* Separah itukah? Ini adalah chapter spesial ultah Hibari, makanya mengalami time skip jauh setelah Valentine...R&R minna!


5 Mei...hari yang nampak tidak berbeda dari hari lainnya, tapi dalam waktu yang sama, juga begitu istimewa...

.

.

.

Ya...inilah saatnya untuk merayakan hari ulang tahun sang karnifora! #tonfaed


Hibari masuk sekolah seperti biasa, tidak berbeda dari biasanya dan masuk kelas sesuai jadwalnya: jam tujuh kurang sepuluh menit. Kenapa dia datangnya pas-pasan seperti itu? Karena ranjangnya yang empuk dan hangat itu terlalu menggodanya untuk tidak bangun dan bertemu dengan herbivore-herbivore gila di kelasnya...

"Hibari!"

Contohnya, ya...herbivore yang sedikit lebih spesial di antara herbivore yang lain karena dia yang paling gila dan tidak takut mati...dan juga senang sekali membuatnya naik darah.

"Mana traktirannya? Oh ya sebelum itu...Hibari! Peluk dong!"

DUAGH! 'Salam' hangat dari tonfa kesayangan Hibari ke dagu Yoru.

Yoru yang ditonfa sama Hibari langsung laporan ke nan-err, teman karibnya, "Muku-chan! Aku ditonfa Hibari! Padahal maksudku kan baik!"

Mukuro meluk sahabat gilanya itu, "Cup cup...sini, aku saja yang peluk. Kufufu~"

Yoru bales peluk, "Eh...tapi yang ulang tahun kan bukan kamu..."

Tadinya Hibari akan menghajar kedua sahabat yang terlalu mesra di pikirannya itu - berani bilang dia cemburu, dan tonfa akan melayang ke wajahmu - berhenti saat ia mendengar kata ulang tahun, "Ulang tahun?"

Yoru lepas pelukannya dari Mukuro sambil mengangguk, "Iya, ulang tahun. Jangan bilang kamu lupa sama ulang tahunmu sendiri?"

...

...

...

"Aku lupa."

BRUAK! Mukuro dan Yoru jatuh seperti yang biasa di anime dan manga dan ekspresi wajah mereka seperti 'duh!'.

"Selain Namimori, apa sih yang kamu inget...?" terus Yoru tiba-tiba shock, "Jangan bilang kamu lupa ulang tahun Mukuro?"

Mukuro langsung memandang Hibari dengan puppy eyes, yang membuat Hibari harus mengalihkan pandangannya, "...aku ingat."

Mukuro langsung duet nari samba bersama Yoru. Yoru berhenti sebentar dan bertanya, "Kalau ulang tahunku?"

"Gak." jawab Hibari singkat, padat, dan jelas.

Yoru langsung pundung di pojokan, dengan Mukuro berusaha menghiburnya...

...

...

...

...


Pelajaran sekolah berlangsung dengan cepat, dan tidak terasa sudah waktunya untuk pulang. Saat Hibari bangkit berdiri dari tempat duduknya dan akan pulang, tiba-tiba terdengar bunyi keras petasan kertas yang diarahkan padanya. Pelakunya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yoru yang tersenyum lebar, meski Hibari sudah mengeluarkan aura dingin.

"Happy birthday, Hibari Kyouya!" Yoru menghindari tonfa Hibari dan bersembunyi di belakang Mukuro.

Tiba-tiba tanpa sepengetahuan Hibari, kelas dipenuhi oleh murid-murid dari kelas IPS dan juga guru-guru. Hibari kelihatan kesal karena begitu banyak orang berada di satu kelas yang sempit.

Giotto, yang tidak sadar Hibari sudah akan meledak kapanpun, tersenyum ceria, "Ayo kita rayakan ulang tahun Hibari-kun! Vongola Tradition dicampur dengan kebudayaan Indonesia!"

...

...

krik krik...

"Apa maksudmu?" akhirnya Hibari bertanya, dan Giotto nampak antusias untuk menjawabnya.

"Biasanya saat Vongola Tradition, akan diadakan pertunjukan bakat untuk yang berulang tahun, tapi kali ini, kita justru akan menggunakan bakat itu untuk..." Giotto tersenyum polos seperti anak-anak, "Menjahilimu!"

Hibari mengerutkan dahinya, "Apa maksudmu dengan 'menjahili'?"

Reborn menggantikan Giotto untuk menjelaskan, "Di Indonesia, ada kebudayaan menarik dimana mereka yang berulang tahun akan dijahili habis-habisan oleh teman-temannya, dan dia tidak boleh marah." Reborn mengangkat kantung plastik belanjaan yang penuh dengan telur, tepung, dan botol air, "Biasanya mereka akan menjahili dengan membanjur yang berulang tahun dengan barang-barang ini...tapi kita akan sedikit improvisasi."

"Improvisasi?" Hibari menyadari hampir semua orang memiliki kantung plastik belanjaan yang sama di tangan mereka, dengan senyum lebar di wajah mereka...kecuali beberapa orang yang terlalu cool atau malas mengikuti acara ini : Alaude, Lampo, Lambo, Spanner, Shouichi, Xanxus...

Reborn menunjukkan kedua jarinya, "Dua jam. Kau punya waktu dua jam untuk mencari keberadaan hadiahmu yang telah kami sembunyikan di sekolah ini. Tentu saja, kami akan berusaha untuk menghalangimu...dan di setiap diri kami, terdapat petunjuk untuk mencari hadiah tersebut. Senjata kami hanyalah barang-barang yang ada di kantung plastik belanjaan kami, dan tentunya, untukmu juga demikian. Kau hanya diberikan Vongola Ring dan tonfa, Box Weaponmu akan disita."

Hibari menatap tajam pada Alaude, yang memegang Box Weaponnya.

Reborn melanjutkan, "Garis startmu disini. Kita semua akan berpencar dan melawanmu ketika kau menemui kami. Kami yakin kau akan menyukai hadiah yang sudah kami siapkan disana, jadi, selamat mencoba tantangan ini. Kau tentunya tidak akan kabur dari tantangan seperti pengecut bukan?"

Kata-kata Reborn membuat Hibari tertantang, "Coba saja."

Semua orang keluar dari ruangan, dan Yoru memberitahu Hbari, "Permainan dimulai saat bel sekolah dibunyikan. Selamat berjuang, Hibari~"


Semua tenang dan damai...suasana yang Hibari senangi. Tapi ketenangan ini bagaikan ketenangan sebelum badai...dan Hibari memperhatikan sekitarnya dengan baik-baik. Ia belum merasakan pergerakan musuhnya saat ia keluar dari kelas dan menuruni tangga ke lantai satu. Tidak ada siapapun di sekolah...mungkin Giotto dan yang lain sudah sengaja mempersiapkan sekolah ini menjadi medan perang mereka.

Dan bicara tentang badai, badai sudah datang...dalam bentuk Gokudera Hayato dan Regretta Oba. Keduanya memegang kantung belanjaan mereka dengan senyum jahil di kedua wajah mereka. Keduanya melempar sebutir telur dan sekantung tepung pada saat bersamaan, yang dapat dengan mudah dihindari Hibari karena arah serangan yang terlalu jelas.

Gokudera melotot pada Oba, "Heh, baka onna! Minggir, gue duluan!"

"Oh, tidak bisa!" Oba balas melotot, "Dimana-mana menurut aturan seorang gentleman, cewek duluan! Nah, minggir loe!" Oba dengan kasar mendorong Gokudera.

Gokudera yang terdorong balas menabrak badan Oba, "Emang gue peduli? Gue duluan, gue punya dendam kesumat sama makhluk satu ini!"

Oba yang ditabrak tidak terima dan menginjak kaki Gokudera...untungnya dia pakai sepatu, bukan high heels, "Loe laki-laki bukan si? Ngalah dong sama cewek!" Oba tiba-tiba ketawa sendiri, "Oh, gue lupa! Loe kan ukenya Yamamoto, pantes aja kelakukan loe kayak cewek, hahaha!"

Gokudera hampir teriak saat kaki Oba menginjak kakinya dengan sepenuh tenaga, dan dia melempar tepung ke muka Oba, "Si-siapa yang ukenya Yamamoto? Apa lagi 'uke'?" wajahnya sudah memerah karena malu mendengar nama Yamamoto disebut-sebut.

"Kucing!" Oba mengeluarkan sumpah serampah saat Gokudera melempar tepung padanya, yang membuat mukanya putih semua, "Bang sate juga loe! Dasar kucing garong!" Oba ngebales dengan melemparkan telur ke Gokudera, yang bisa dihindari Gokudera dengan mudah, "Gak kena! Enak saja gue kucing garong! Dibanding loe, kucing gembrot!"

"Gue gak gendut ya! Gue masih lebih langsing dibanding yang lain!" Oba nepuk-nepuk perutnya sendiri, jadi rada paranoid juga dibilang gendut.

"Gendutan loe dibanding gue!" Gokudera gak mau kalah, nunjukin perutnya yang langsing singset hasil dari diet gak bisa makan karena Poison Cooking Bianchi #lahapahubungannya

"Bacot loe! Gue doain loe gak bisa jadi tangan kanan si Tsuna!"

"Kurang ajar juga loe! Tangan kanan Jyuudaime hanya gue seorang!"

BRAAKKK!

...

...

...

Pasangan tukang berantem itu perlahan memalingkan pandangannya pada asal suara yang menghentikan cat fight mereka. Hibari berdiri tidak jauh dari mereka, tonfa masih menempel pada dinding sekolah yang retak setelah dihantam pakai tonfa. Sepertinya dia kesal karena diabaikan...coret kesal, dia MARAH...!

Aura ungu sudah keluar dari tubuh Hibari, cukup untuk membuat Oba dan Gokudera menelan ludah mereka sendiri karena ketakutan, "Kalian...berisik." Hibari memperlihatkan kedua tonfa besi mematikan di tangannya yang berselimutkan Cloud Flame, "Kami korosu!"

Gokudera menunjuk pada Oba, "Di-dia duluan! Ladies first kan?"

Oba lari ke belakang Gokudera dan mendorongnya maju, "Di-dimana-mana, cowok harus ngelindungi cewek! Bukannya loe sendiri yang bilang loe punya dendam kesumat sama itu orang? Maju sana!"

Gokudera bertahan di tempat, "Gak mau! Loe saja sana, tadi loe mau!"

Hibari yang sudah habis kesabarannya pun maju menyerang, Oba dan Gokudera berusaha lari, tapi usaha mereka nihil. Dari kejauhan, teman-teman mereka berdua bisa mendengar teriakan pilu dan putus asa dari Oba dan Gokudera, yang berakhir di tangan sang prefek sadis... #nahlohkokjadifilmhorror

...

...

...


"Wah, satu korban sudah jatuh..." Yoru berbisik sambil tetap mengerjakan tugasnya.

"Sepertinya dua, Oba dan Hayato." Dino membuka tirai yang menutupi tempat persembunyian mereka, mengintip sedikit melihat hasil pekerjaan Yoru, "Kau serius mau memberikan Kyouya i-!" Sepatu dilemparkan ke wajah ganteng Dino, yang melupakan kenyataan kalau Yoru masih benci sama dia, meski tidak separah dulu. Kebenciannya sudah berkurang sedikit karena Mukuro dan Kyouya memenangkan pasangan favorit di tempat kedua...sedikitttttt...

"Diam. Siapa yang memberimu ijin untuk melihat kemari?" Yoru menatap dingin Dino, di tangannya terdapat palu legendaris yang membuat Secondo OOC.

Dino cuma bisa menghela napas sambil mengelus-ngelus hidungnya yang hampir saja bengkok terkena sepatu Yoru, "Kenapa saat kamu bersama yang lain kamu bersikap seperti Mukuro, sedangkan saat bersamaku kau bersikap seperti Kyouya? Nasibku punya murid-murid ganas semua..."

Yoru mengangkat palu legendarisnya, mengancam Dino untuk berbicara lebih dari itu, dan Dino langsung tutup mulut, "Ampun nona besar..."

Yoru nampak kesal Dino memanggilnya itu, "Jangan panggil aku 'nona besar'." Yoru berkancak pinggang dan tertawa, "Panggil aku 'mistress'! Hohoho~!"

Dino berbisik dalam hati, 'Bukannya itu justru terdengar lebih berskandal ya?'

"Justru karena berskandal, aku suka dipanggil itu~" Dino kaget saat Yoru tiba-tiba bisa baca pikirannya, "Wajahmu jelas-jelas mengatakan apa yang kau pikirkan, bodoh..." Yoru menjawab sebelum Dino sempat bertanya, dan kembali ke pekerjaannya, "Ganggu aku sekali lagi dan palu ini melayang ke wajahmu."

"Baik, non-eh, mistress..." Dino mengalah sajalah...lagipula sebagai orang dewasa dia harus mengalah sama anak-anak...meski anak-anak ini sama saja dengan monster-monster kecil yang bisa membunuhnya...


Hibari membuka pecahan peta yang berlumuran darah yang didapatkannya dari mayat Gokudera dan Oba (tidak, mereka tidak mati. Mereka terlalu keras kepala untuk mati dengan cara yang mudah seperti itu) dan membacanya. Di peta itu terdapat arahan menuju ke kantin...hmm, kantin adalah tempat yang terbuka dan berarti mungkin sudah banyak musuh yang menunggunya disana. Ia menghiraukan Tsuna yang menyeret mayat Gokudera dan Oba bersama Giotto dengan terburu-buru dan pergi ke kantin sesuai peta.


"Dia datang!" Yamamoto memberi sinyal bagi yang lain untuk bersiap. Disana sudah menunggu Ren, Mai, Suuge, Ryohei dan Lambo. Mereka adalah pengecoh yang dibutuhkan sampai persiapan selesai...dan itu berarti sebentar lagi...mereka hanya perlu menahan Hibari sebentar...

"Bersiap..." Ryohei meneriakkan sinyal penyerangan sekencang-kencangnya, "EXTREME SERANG!"

...

...

..

..

.

.

Hibari sudah mengantisipasi serangan, karenanya dengan rantai yang tersembunyi di dalam tonfanya, ia memutarkannya sekencang mungkin. Campuran adonan telur, tepung, dan air dilemparkan padanya, dan rantai itu menangkis serangan, membuat adonan itu terburai kemana-mana dan membuat berantakan kantin. Ren dan Yamamoto segera menyiram air dari lantai dua, dan Hibari menyadari serangan itu cukup untuk tidak terkena siraman sepenuhnya, namun tidak cukup untuk menyelamatkan celananya yang sekarang cukup basah.

"UWWWOOOOOO!" Hibari melihat kedatangan Ryohei dan juga Suuge...dengan Suuge digendong di pundak Ryohei dan Ryohei berlari menuju tempatnya dengan kecepatan tinggi...apa itu di tangan Suuge?

"Jurus rahasia...EXTREME EGG MACHINE GUN!" Suuge melempar telur dalam jumlah banyak secara bertubi-tubi, di belakang mereka, Mai dan Lambo berlari secepat mungkin menyusul mereka sambil membawa ember berisi penuh telur sebagai amunisi.

Hibari menggerakkan tubuhnya untuk menghindar, tapi kaget saat ia mendapati kakinya susah digerakkan. Ternyata air yang disiramkan barusan padanya dicampur dengan lem! Bagaimana dia bisa menghindar dari serangan ganda emas Suuge dan Ryohei?

Hibari menggunakan kedua tonfanya untuk menangkis telur-telur yang dilemparkan padanya. Api dari Cloud Flamenya membakar telur-telur yang pecah berserakkan itu, membuat wangi telur dadar memenuhi udara dan membuat Suuge lapar...oops, karena perutnya kelaparan, ia jadi tidak konsentrasi dan terjatuh ke belakang, tapi karena Ryohei memegangi kakinya, hanya setengah badannya yang terjatuh ke belakang dan kepalanya menabrak kepala Mai. Mai yang pusing karena kepalanya berhantaman dengan Suuge oleng dan ember yang ia bawa berdua dengan Lambo lepas dari pegangannya. Lambo yang tenaganya tidak kuat membawa ember besar penuh telur itu terpeleset dan ember itu melayang dari tangannya menuju Hibari.

Lambo terjatuh terjerembab ke lantai batu, dan secara refleks ia mengeluarkan TYL!Bazooka. Namun, sebelum ia sempat menembakannya ke dirinya sendiri, Mai yang kakinya tergelincir telur, jatuh dengan pantatnya menjadikan kepala Lambo sebagai bantal duduk. TYL!Bazooka yang sudah ditembakkan berganti sasaran menjadi...Hibari.

Tepat sebelum ember telur itu mengenai Hibari, peluru dari TYL!Bazooka mengenai Hibari. Ledakan dengan asap berwarna pink itu memenuhi kantin, dan orang-orang dengan ngeri dan penasaran melihat apa yang terjadi...

Saat asap sudah mulai menghilang, terlihatlah sosok Hibari Kyoya yang berumur 27 tahun. Wajahnya yang semakin ganteng dan tubuhnya yang semakin sexy dan hot kini berlumuran dengan telur dari ember yang nyaris mengenai dirinya 10 tahun yang lalu...

...

...

...

Tidak usah dibilang sekalipun, semua orang segera kabur untuk menyelamatkan nyawa mereka masing-masing. TYL!Hibari melihat ke sekelilingnya dan menyadari perubahan yang terjadi, "Namimori 2...tadinya aku mau bilang betapa tempat ini membangkitkan kenangan...tapi ternyata herbivore-herbivore ini mempunyai keinginan untuk mati..."

Sepasang tonfa keluar entah dari mana, dan aura yang lebih kejam dan dingin dari Hibari yang dulu menggetarkan udara, membuat mereka semua gemetar, "Kalau begitu, biar aku mengabulkan keinginan itu."

Yamamoto segera menarik Ren pergi, "Gawat...cepat kabur!"

Mai dan Lambo berusaha bangkit, tapi lantai yang berlumuran telur itu terlalu licin sehingga mereka kembali terjerembab, "Aduh! SOMEBODY! HELP US!"

Ryohei kabur dengan Suuge masih tergantung terbalik di punggungnya, "WOI! TURUNIN GUE DULU NAPA?"

Hibari dapat dengan mudah melepaskan kakinya dari lem yang di lantai dan tonfanya hampir saja sudah akan menghantam Mai dan Lambo yang sudah saling berpelukan sangking ketakutannya, "AMPUN!"

Untungnya, rantai dari borgol menangkap tangan Hibari, menghentikan tonfanya. Kabut muncul di sekitar mereka semua, dan mereka menghilang, hanya untuk muncul kembali di tempat yang aman dan jauh dari Hibari.

Alaude memegangi ujung borgol lainnya dengan kencang, "Cukup sampai disitu."

Daemon tersenyum menyeringai pada murid-muridnya, "Kerja bagus. Persiapan sudah selesai."

Giotto keluar dari kantor guru tempatnya bersembunyi, "Anak-anak! Kemari! Eva sudah selesai dengan Oba dan Gokudera, giliran kalian!"

Tsuna menggandeng tangan Giotto, "Gi-giotto, tolong bantu aku memakai ini." semburat merah menghiasi wajahnya.

Giotto menganggukan kepalanya, "Dengan senang hati, Tsunayoshi~" ia menggiring Tsuna ke ruangan lain.

Hibari yang sudah sedikit lebih tenang melihat ke sekelilingnya, "Ini...oh, jadi sekarang adalah saat 'itu'." ia tersenyum kecil, "Hadiah yang kalian berikan...cukup berkesan."

Daemon mengangkat tangannya, "Yak, cukup sampai disitu, nanti jadi spoiler."

Alaude menghela napas dan melepaskan borgolnya, "Kembalilah ke waktumu sendiri. Tanpa dirimu di masa lalu, kami tidak akan bisa mengakhiri acara ini."

Hibari nampak sedikit kesal diperintah, tapi ia membiarkannya untuk kali ini, "...kami korosu." waktu 5 menit pun habis, dan asap pink kembali memenuhi udara. Hibari dari masa sekarang muncul, dengan badan yang relatif bersih minus celananya yang lengket terkena air lem...

Alaude menarik kerah baju Hibari, "Cepat. Aku ingin acara tidak penting ini berakhir secepatnya."

Daemon tertawa kecil, "Aku akan memberitahu yang lain~"

Eva keluar dari ruangan dimana ia dari tadi berada, "Ayo cepat! Bersihkan tubuh kalian seadanya dan pakai baju yang telah disiapkan! Aku akan mendandan kalian satu persatu!"

Hibari yang bingung tidak bisa membantah saat Alaude menariknya ke ruangan lain, "Apa maksud semua ini?"

"Acara ini semuanya hanya umpan, cukup untuk mengecohmu supaya kau tidak kabur. Acara yang sebenarnya baru akan dimulai..." Alaude melempar Hibari masuk ke dalam ruangan dan melemparkan baju padanya, "Pakai itu, atau aku akan memaksamu memakainya."


Tidak berapa lama kemudian...

"Oh! Itu Hibari!" Yamamoto menyambut dengan semangat saat Hibari memasuki ruangan aula yang sudah didekor seadanya dengan bunga dan pita. Semua orang mengenakan baju formal, dan para perempuan mengenakan gaun...meski Mai dan Suuge nampak tidak setuju sama sekali dengan rencana ini (mereka tidak mau mengenakan gaun sama sekali, dan butuh ancaman dari Alaude dan kata-kata manis dari Giotto untuk membuat mereka menurut.

Hibari yang ditarik paksa oleh Alaude memasuki ruangan mengenakan jas hitam melotot pada orang yang nampak seperti kembarannya yang mengenakan baju yang hampir mirip dengan yang dipakainya, "Lepaskan aku."

"Tidak sebelum pasanganmu datang." Alaude melihat keramaian, dan sedikit tersenyum, "Oh, itu dia."

Hibari membalikkan badannya ke arah keributan orang-orang yang bersiul dan berteriak kesenangan. Matanya terperanjat saat ia melihat Mukuro berjalan mendekatinya, mengenakan gaun pengantin berwarna hitam dengan bunga mawar di wedding veil dan di depan dadanya, menutupi dadanya yang rata. Gaun itu cukup panjang, sehingga membutuhkan Yoru dan Chrome untuk membantu mengangkat gaun tersebut. I-Pin menebarkan kelopak bunga sakura di depan Mukuro. Make up tipis menghiasi wajah Mukuro, membuatnya terlihat sangat cantik, dan orang tidak akan mengira ia perempuan kalau bukan karena dadanya rata dan tubuhnya yang tinggi.

Mukuro tiba di depan Hibari. Di tangannya terdapat sebuket mawar biru hasil karya Daemon. Wajahnya sedikit merona saat ia mendapati Hibari memerhatikannya dengan seksama, "Apa cocok?"

Knuckle berdehem di mimbar yang entah kapan berada di depan Hibari dan Mukuro, "Saudara-saudaraku sekalian...kini kita telah hadir pada pernikahan saudara kita Hibari Kyouya dan Rokudo Mukuro."

Hibari segera kaget dan melihat pada Alaude, yang ternyata adalah best mannya, "Tunggu, menikah?"

"Hanya pura-pura. Tidak resmi dan tidak benar-benar mengikat kalian berdua. Saat kami bingung akan memberikan hadiah apa padamu, Yoru dengan jeniusnya mengusulkan ide ini." Giotto menjelaskan menggantikan Alaude yang sama sekali tidak berminat.

Hibari melotot pada Yoru, yang hanya melirik ke arah lain dan pura-pura bersiul...cih, dia tidak bisa bersiul sih.

Mukuro menatap Hibari dengan sedih, "Kau tidak mau menikah denganku, Kyouya? Meski hanya pura-pura?"

Hibari memandang Mukuro untuk beberapa saat, dan akhirnya semburat merah menghiasi wajahnya, "...aku tidak menolak."

Mukuro segera tersenyum ceria dan tulus, yang membuat Hibari semakin memerah melihat betapa polosnya Mukuro. Knuckle melanjutkan dengan prosedur pernikahan yang biasa dijalankan, dan semua orang dengan diam memperhatikan pernikahan keduanya.

"Hibari Kyouya...apa kau menerima Rokudo Mukuro sebagai istrimu, dalam segala suka dan duka? Sehat dan sakit? Bersama menjalani kehidupan sampai akhirnya maut memisahkan kalian berdua?"

"...hm."

"Kyouya! 'Aku bersedia'!" Dino menegur muridnya yang satu itu.

"...bersedia."

Knuckle nampak cukup puas dengan jawaban Hibari, dan berganti pada Mukuro, "Rokudo Mukuro...apa kau menerima Hibari Kyouya sebagai istrimu, dalam segala suka dan duka? Sehat dan sakit? Bersama menjalani kehidupan sampai akhirnya maut memisahkan kalian berdua?"

"Kufufu~ meski maut memisahkan kami, aku akan mencari Kyouya kembali di kehidupan kami yang berikutnya. Aku bersedia."

"Silahkan kalian menukar cincin."

Yoru datang membawa sepasang cincin perak sederhana dengan ukiran bunga lotus mengelilingi cincin itu, "Hadiah dari Giotto dan Tsuna."

Hibari memakaikan cincin tersebut di jari manis kiri Mukuro, dan Mukuro memakaikan cincin lainnya di jari manis kiri Hibari.

"Mulai sekarang kalian adalah suami istri. Silahkan mencium pasangan kalian."

"Ini dia yang gue tunggu-tunggu!" Yoru langsung sedia handycam, kamera digital, dll di sekitar mereka.

Yang lain juga mulai bersorak, "Cium! Cium!"

Mukuro tertawa kecil, "Oya oya...dengan penonton segini banyak, kita tidak bisa memberikan pertunjukan yang mengecewakan bukan?"

Hibari menolak mentah-mentah, "Aku menolak."

Semuanya segera protes, "Hibari pelit!"

"Jyuudaime sudah bersusah payah membuat acara ini untuk kalian! Jangan disia-siakan dan teruskan sampai akhir!"

"Ayo Hibari! Jangan malu-malu!"

"EXTREMEEE!"

"Ayo! Kasih kita para fujoshi tontonan bagus!"

"Ayo, Hibari-san! Mukuro-san!"

"Cepetan woi! Gue dah pengen buka ini gaun nih!"

"Weks, Mai! Jangan 'REBORN!' disini kayak dulu!"

"Woi! Mereka lagi romantis, jangan diganggu kenapa?"

"Hibari! Kalau kamu gak mau cium Muku-chan, aku sebarin sok foto memalukan buatmu!"

"Nufufu~ dia malu-malu, imut sepertimu, Alaude~"

"Hmm..."

"Ayo, Hibari-kun!"

"Berjuanglah, Hibari de gozaru!"

"Extreme berusaha!"

"Hi-Hibari-san...? Ayolah?"

"Kapan acara ini berakhir?"

"Tidak tau...gupya..."

Hibari sudah kesal dan akan menggigit mereka semua sampai mati, namun tiba-tiba dagunya ditarik oleh Mukuro, dan ciuman singkat diberikan Mukuro kepadanya. Semua penonton segera bersorak dan lampu blitz kamera segera menyorot mereka.

Mukuro tertawa kecil, "Gampang bukan, Kyouya? Kufufufu~"

Muka Hibari memerah, dan sepasang tonfa keluar entah dari mana, "Kami korosu..."

Semua orang segera berusaha untuk menghentikan sang suami untuk membunuh sang istri di jam pertama mereka menikah...


Setelah semua orang memberikan hadiah masing-masing (Yoru memberikan bantal bermotif Hibird, Mai dan Suuge patungan membelikan Hibari paket hamburger deluxe, Eva, Ren, dan Oba patungan memberikan seekor tikus landak yang entah mereka dapat dari mana, Alaude memberikan sepasang tonfa baru yang sudah dimodifikasi, Daemon memberikan buku panduan untuk menggunakan/menghalau ilusi, Yamamoto dan Asari memberi Hibari buku sejarah Jepang yang cukup langka, Ryohei dan Knuckle memberikan celana tinju lengkap dengan sarung tinju dan guling pasirnya, Lampo dan Lambo memberikan sejumlah besar permen asam yang cukup disukai oleh Hibari) mereka pulang ke rumah mereka masing-masing, meninggalkan Hibari dan Mukuro di sekolah (mereka sudah berganti baju ke baju sehari-hari mereka)

Mukuro tersenyum pada Hibari, "Karena kita sudah menikah...mau honeymoon kemana, Kyouya?"

Hibari menghela napas, tapi senyuman kecil menghiasi wajahnya, "Namimori..."

"Ingin kembali ke kampung halaman, huh? Boleh-boleh saja, kufufufu~" Mukuro menggandeng tangan Hibari, dan keduanya pulang bersama, cincin pernikahan mereka bersinar terkena pantulan cahaya matahari sore.


BONUS :

"Oya, oya..." Mukuro tertawa kecil melihat Hibari kembali dari masa lalu dengan telur melumuri tubuhnya, "Kau bau amis, Kyouya."

"Berisik...salahkan acara gila 10 tahun lalu itu." Hibari melepaskan bajunya dan segera mandi.

Mukuro mengingat-ingat, "Oh? Pernikahan palsu kita itu? Kufufufu~ benar-benar membuatku rindu dengan kehidupan sekolah kita." Mukuro memberikan Hibari yukata ganti.

Hibari yang sudah selesai mandi segera ganti baju dan duduk dengan ekspresi kesal di wajahnya, "Aku sama sekali tidak."

"Oya oya...mungkin sudah waktunya kita reuni dengan teman-teman kita itu." Mukuro duduk di samping Hibari dan memeluk lehernya, "Karena bagaimanapun juga, tanpa mereka, sepertinya kita bahkan tidak akan pernah benar-benar menikah~" Mukuro mengelus pipi Hibari dengan tangannya, cincin emas dengan desain yang sama dengan cincin yang dulu berkilau terkena cahaya.

Hibari menyentuh tangan Mukuro di pipinya, cincin yang sama berada di jari manis tangan kirinya, "...hmph."

TSUZUKU~~


Author : Akhirnya update juga! Maaf kalau terburu-buru karena bentar lagi ULUM dan author diam-diam update karena ortu sudah melotot kalau author tidak belajar. TTOTT

Ren : Kita kebagian peran dikit kali ini...

Yoru : Namanya yang ultah Hibari~ dan karena Hibari yang ultah, Hibarilah bintang tamu kita kali ini!

Hibari : *dibawa kemari tanpa persetujuan* Herbivore...lepaskan tanganku.

Yoru : *ngiket tali kuat-kuat* Gak mau. Nanti kamu kabur dan ngeraep Muku-chan tanpa aku bisa melihat.

Eva : Ya ya ya, reviews!

Yoru : Untuk Lyxian Naomi Cotton...memang! Mereka selalu membuat gemas bukan! Makanya aku juga tidak bisa menahan diri untuk tidak nge-stalk mereka setiap harinya! *ditonfa* Adaw! Hibari...!

Suuge : Untuk Vocallone...maaf updatenya lama! Author kehilangan ide di tengah-tengah...hahaha, White Day? Kalau peminatnya banyak, boleh deh~

Mai : Untuk Nyasararu/KiReiKi...iya nih, keseksian G cukup untuk membuat para murid laki-laki memikirkan ulang orientasi mereka...belum tamat kok, tenang saja! Hahaha, kalau saja semua makanan Poison Cooking Bianchi seperti itu, KHR sudah masuk kategori yaoi deh~

Ren : Untuk Kirazu Haruka...anda puas? Kami senang! Hohoho, dari dulu author pengen banget ngegituin Xanxus, untung aja responnya bagus~ X) terima kasih untuk review dan tetap setia membaca cerita ini!

Oba : Untuk Hikari Kou Minami...ayo, daftar ke sekolah ini! Ketawa pagi-pagi itu baik untuk memulai hari! XD Hahaha, Giotto kan diam-diam itu mesumnya nandingin Secondo dan Xanxus... seep! Baca terus ya!

Suuge : Untuk AniFreakZ... ati-ati jangan sampai masuk rumah sakit karena ketawa terus! Gak apa-apa gila juga! Gila itu sumber dari kebahagiaan! #plak

Yoru : Untuk Suzuru Seiyo...wah, semua cerita author dah dibaca semua sama Suzu! Hebat! Hehehe...ini kan cerita humor, jadi pada OOC semua...

Mai : Untuk Myachan27...Gak apa-apa imajinasi kekuras! Tingkatkan level imajinasi...! XD Terima kasih telah membaca dan mereview! Selamat datang di Namimori 2!

Oba : Untuk mamitsu27...Eh? G27? Err...di chapter depan ya? Chapter ini untuk ultah Hibari sih...terima kasih telah membaca dan mereview! Seperti diatas, selamat datang di Namimori 2!

Author : Nah soal polling...pemenang pasangan kekasih adalah... *drum roll on*

...

...

...

1869!

Yoru : Wah, selamat ya Hibari~ *kasih piala ke Hibari*

Hibari : *buang, gak butuh*

Yoru : Yah elah ini makhluk satu...

Author : Untuk pasangan sahabat dimenangkan oleh... *drum roll on*

...

...

...

Seri antara Yorux69 dan 8059!

Yoru : Walah? Ternyata banyak yang suka lihat aku menebar kekacauan bersama Muku-chan~

Ren : Ada juga yang pilih yang lain, seperti aku dan nee-chan lalu ObaxYamamoto, tapi karena cuma satu, cuma 2 pasangan itu yang paling menonjol...

Oba : Eh? Ya uda, nanti pialanya aku kasih ke Yamamoto~

Author : Untuk pasangan lawak...dimenangkan oleh... *drum roll on*

...

..

.

SUUGExRYOHEI!

Mai : *tebar confetti* Selamat ya Suuge! Akhirnya loe punya pacar juga!

Yoru : *lempar petasan* Syukur deh loe akhirnya punya pacar juga~

Ren : Yey! Suuge hebat!

Oba : Hahaha! Teruskan!

Eva : Luar biasa loh, Suuge! Biasanya kan OC itu kurang dihargai, tapi kalian berhasil menang!

Suuge : *cekek satu-satu* BERISIK LOE PADA! NGAJAK RIBUT LOE? SIAPA JUGA YANG PACARAN SAMA ITU ORANG? *natap para readers* KENAPA KALIAN MEMILIH GUE DARI SEMUA PASANGAN LAIN YANG BISA KALIAN PILIH DISINI! *pundung di pojokan*

Hibari : ...herbivore, sudah selesai bukan? Aku mau pulang.

Yoru : Ada pertanyaan gak, Hibari?

Hibari : ...siapa OC yang paling disukai dan yang paling tidak disukai? Untukku yang paling aku benci itu kau, herbivore.

Yoru : ...auch. Sakit loh Hibari...sakit.

All : R&R minna! See you again desu!