Title : Fanboy

Author : lilily

Pairing : YeWon

Disclaimer : OTP milik kita bersama :D

Genre : - gak ngerti ini genrenya apa -_- silahkan namakan sendiri genrenya apa ^o^

Warning : bahasa non-baku and typos everywhere.

Summary : Fanboy-ing adalah hidupnya, namun tak pernah sekalipun terlintas dalam pikirannya bahwa ia akan jatuh cinta pada seorang idol. Benar, dia menentang keinginan orang tuanya, dan memilih untuk tinggal di Korea hanya demi mengikuti sang idol. tapi hatinya masih suci, cintanya murni hanya cinta seorang fan, tak kurang dan tak lebih. Hampir semua harinya dihabiskan untuk kehidupan fanboynya, hingga ia melupakan kehidupan cintanya. Apa yang akan ia lakukan saat tiba tiba seseorang, seorang idol terang terangan menunjukkan ketertarikan padanya, dan dengan keras kepalanya menolak untuk menyerah mendapatkan hatinya meski telah ia tolak berkali kali, akankah harinya berubah?

NOTE 1 : disini usia Yesung hanya setahun lebih tua dari Siwon, dan Boy x Boy love tidak lagi terlalu tabu.

.

.

.

A super long and boring chapter is here~

Hope you still enjoy it ;3

And sorry for any typos...

.

.

= Chapter Sepuluh =

.

.

.

"kenapa kau mendadak kesini?" tanya Yesung saat membuka pintu, Yujin sedikit mempoutkan bibirnya saat mendengar pertanyaan Yesung.

"apa aku tidak boleh kesini?" sungut Yujin.

"bukan begitu, tentu saja boleh Yujin ah, hanya saja biasanya kau selalu menelepon dulu kalau mau kesini, ayo masuk" Yesung mempersilahkan Yujin masuk, sebelum sahabatnya itu salah paham dan mengira ia tidak suka dengan kedatangannya.

"aku tadi habis mengantarkan eommaku ke rumah temannya di dekat sini Oppa, jadi sekalian saja aku kesini, kau sedang apa?"

"tidak ada, kau duduklah dulu, aku buatkan kopi"

Yesung menyuruh Yujin duduk di sofa, dan ia sendiri segera ke dapur untuk membuat dua cangkir kopi untuk dirinya dan Yujin, ia lupa kalau tadi ia meninggalkan laptopnya begitu saja diatas meja, dan masih membuak twitter Siwon.

.

Yujin yang melihat laptop Yesung terletak diatas meja, langsung meraihnya. ia juga sering membuka laptop Yesung selama ini, hampir 100 % isinya tentang Kyuhyun, kecuali beberapa file tugas kuliahnya, dan juga saat online pasti semua yang dibuka Yesung selalu berhubungan dengan Kyuhyun.

Yujin langsung menautkan kedua alisnya saat mendapati Yesung ternyata sedang membuka twitter Siwon, hanya satu tab itu yang sedang dibuka Yesung.

"eh? kenapa Yesung oppa membuka twitter Siwon? Bukankah selama ini ia sepertinya tidak pernah mempedulikan Siwon?" gumam Yujin pelan.

Yesung yang baru kembali membawa dua cangkir kopi, langsung membulatkan matanya horror saat mendapati laptopnya kini tengah berada di tangan Yujin, ia baru ingat sekarang, tadi ia meninggalkan laptop itu dalam keadaan masih membuka twitter Siwon. Yujin pasti sudah melihatnya, apa yang nanti alasan yang harus ia belikan kalau sampai Yujin menanyakan hal yang macam macam? Yesung sangat panik sekarang, namun ia berusaha untuk tetap terlihat tenang dan menyodorkan secangkir kopi untuk Yujin, ia harus bisa menampilkan ekspresi datar, Yujin tidak boleh curiga.

Sebenarnya sebuah hal yang wajar kalau ia membuka akun twitter Siwon bukan? Siwon itu seorang artis, mungkin saja Yesung juga salah satu fansnya, namun disini halnya berbeda, karena Yujin tahu pasti selama ini kalau satu satunya artis yang disukai Yesung hanya Kyuhyun, tidak pernah ada orang lain, bahkan walaupun Siwon berada di program yang sama dengan Kyuhyun, tak sekalipun Yesung melirik Siwon.

Yesung seakan menahan nafasnya saat Yujin manatapnya tanpa mengucapkan satu patah katapun selama lebih kurang dua menit, ia benar benar merutuki kecerobohannya.

"kenapa menatapku seperti itu Yujin ah? Ada yang salah dengan wajahku hari ini?" tanya Yesung mencoba terlihat sewajar mungkin.

"apa sekarang kau juga menyukai Choi Siwon,?" tanya Yujin to the point.

"eh? Kenapa kau bertanya seperti itu?" Yesung berpura pura tak mengerti, ia patut bersyukur pada poker face yang dimilikinya, karena ia bisa menyembunyikan ekspresi terkejut dan juga kecemasannya dengan cukup baik.

"baru kali ini aku melihatmu membuka sesuatu yang tidak berhubungan dengan Kyuhyun, dan kau membuka tentang Siwon, akun twitternya pula"

Wajah Yesung sedikit menegang, ia segera merebut laptopnya dari tangan Yujin, dan berniat untuk langsung menutup tab twitter tersebut, saat matanya melihat ada satu tweet baru dari Siwon, mungkin ia baru saja mengupdate twitternya. Otaknya memerinthkan untuk mengabaikan tweet itu dan segera mematikan laptop, namun tangannya dengan nakalnya malah mengklik new tweet tersebut, sebuah selca.

tap!

Yesung langsung menutup laptopnya tanpa aba aba, selca biasa sebenarnya, tapi jantungnya berdebar cukup kencang melihat foto itu, Yujin makin heran dengan tingkah Yesung.

"Oppa, kau belum menjawab pertanyaanku"

"haaa.. itu, a- aku.. aku lagi..." Yesung gelagapan menjawab pertanyaan Yujin, otaknya tak cukup cepat bekerja untuk menemukan alasan yang tepat, membuat Yujn makin curiga dan menatapnya makin intens.

"shit!" Yesung mengumpat kesal dalam hati, selca Siwon yang dilihatnya barusan makin membuatnya tak bisa berpikir dengan cepat.

"kenapa oppa?"

"aa! Itu tadi aku hanya ingin memastikan sesuatu, apakah Kyuhyun dan Siwon saling follow satu sama lain di twitter, iya, aku ingin memastikan itu, makanya aku membuka twitter Siwon, hehe" Yesung akhirnya bisa memberikan alasan yang cukup masuk akal, walau Yujin tampak masih belum sepenuhnya percaya.

"kenapa kau hanya membuka akun twitter Siwon saja kalau begitu? Seharusnya kau juga membuka akun Kyuhyun"

"tadi aku sudah membuka akun Kyuhyun terlebih dulu, setelah itu membuka akun Siwon"

Yujin masih menatap Yesung penuh selidik, sementara yang ditatap jadi harap harap cemas, apa alasannya masih tak cukup masuk akal?

Beberapa detik kemudian Yujin tersenyum cerah, yang membuat Yesung ikut menghembuskan nafas lega.

"apa kau juga salah satu wonkyu shipper, oppa?"

"eh?"

"sejak Kyuhyun dan Siwon mengisi program bersama, cukup banyak fans yang mempairingkan mereka berdua, dan mendukung mereka untuk benar benar berpacaran"

Yesung hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, tidak tau harus merespon apa, tapi untuk mencari jalan aman, sebaiknya pernyataan Yujin diiyakan saja kan?

"kenapa kau diam saja? benar kau mendukung mereka? Kalau aku sih terserah Kyuhyun mau dengan siapa saja, asalkan Kyuhyun senang aku pasti akan support"

Yesung hanya mengangguk angguk saja mengiyakan apa yang dikatakan Yujin, asalkan Yujin tidak curiga lagi padanya, terserah Yujin mau berasumsi apa sekarang.

"wonkyu huh?" Yesung tertawa pelan dalam hati.

Untung tadi dia sudah menutup semua tab pencarian tentang drama Siwon yang ia lakukan sebelumnya, kalau tidak, ia tidak tahu apa yang akan ditanyakan Yujin padanya saat ini. Dan karena kesalahpahaman itu pula, Yujin dengan innocentnya jadi lebih banyak membicarakan Siwon, well Yujin juga menyukai Siwon –dalam konteks fan- selama ini, hanya saja ia tak pernah membicarakan Siwon dengan Yesung karena ia pikir Yesung tidak menyukai Siwon, tapi sekarang sejak ia 'tahu' kalau kalau Yesung ternyata wonkyu shipper, berarti secara tidak langsung Yesung juga pasti menyukai Siwon, asumsi yang benar benar menguntungkan bagi Yesung untuk tetap aman.

"sangat disayangkan ya Siwon sekarang tidak lagi mengisi program KBS bersama Kyuhyun"

"err Yujin ah, bisa kita tidak usah membahas Siwon?"

"eh? Kenapa oppa? Bukannya kau jug- aaa! Aku tahu!" teriak Yujin tiba tiba, membuat Yesung sedikit terlonjak kaget.

"kau juga pasti tidak suka dengan kabar Siwon tengah dekat dengan seseorang itu kan?"

"eoh?"

"banyak yang membicarakan Siwon sedang dekat dengan seseorang saat ini, kabarnya juga namja"

Deg!

"kemarin aku sempat membaca di daum kalau beberapa hari lalu katanya Siwon terlihat bersama seseorang di... di Cheonan apa Busan aku juga lupa, tapi tidak ada yang punya foto bukti, jadi sebagian besar fans tidak percaya"

Jantung Yesung berdetak sangat kencang kini, wajahnya juga jadi sedikit memucat, ia memilih untuk tetap diam, ia tidak tahu harus berkomentar apa, ada yang melihat Siwon bersamanya di Cheonan kemarin? Yesung tidak sampai berfikir kesana, dan sekarang dia jadi panik sendiri, bagaimana kalau kabar ini terus berlanjut, dan ternyata sebenarnya ada yang berhasil mengambil gambar mereka kemarin? Oh tidak, Yesung tidak siap untuk itu, jangan sampai nanti kehidupan tenangnya selama ini berubah jadi seperti neraka, tidak! Tidak! membayangkan paparazi yang akan menguntitnya, dan juga fans Siwon yang nanti akan membencinya membuat Yesung bergidik ngeri.

"Oppa kau kenapa? Apa kau baik baik saja?" Yujin sedikit panik melihat wajah Yesung yang memucat dan terlihat seperti orang ketakutan.

"eoh? Ah aku baik baik saja Yujin ah"

"tapi wajahmu pucat, apa kau kembali kurang tidur?"

"tidak, aku baik baik saja, hanya sedikit pusing"

"kau sering sakit akhir akhir ini oppa, apa sebaiknya kau tak pulang saja liburan ini ke rumah orang tuamu?"

"Kyuhyun disini Yujin, aku tidak mau pulang"

"kau sangat keras kepala kalau sudah menyangkut soal Kyuhyun"

Yesung hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Yujin, walau masih panik, tapi setidaknya Yujin sudah tidak lagi membahas Siwon.

Satu jam kemudian, Yujin meninggalkan aartement Yesung karena eommanya kembali menelepon minta di jemput, kini tinggal Yesung sendirian diapartementnya, ia kembali teringat ucapan Yujin mengenai Siwon tadi, ia segera membuka laptopnya kembali untuk memastikan sendiri mengenai berita itu.

selca Siwon di twitter langsung menyapa Yesung begitu laptop itu hidup, karena tadi Yesung langsung menutup laptopnya tanpa menutup tab twitter Siwon yang sedang ia buka.

"Siwon ah, apa ini arti mimpiku semalam? Kau terjatuh didepanku, kau dekat denganku saat ini, dan kalau sampai media dan fans mu tahu, mereka pasti tidak akan suka, mereka mungkin akan membenciku dan juga meninggalkanmu, aku tidak ingin itu terjadi, aku tidak ingin terlibat dalam masalah, aku juga tidak ingin kau bermasalah karenaku" gumam Yesung pelang sambil terus menatap foto Siwon.

Yesung jadi lupa untuk mencari berita tentang kedekatan Siwon dengan seseorang tadi, ia hanya menatap layar laptopnya tanpa melakukan apa apa.

.

.

.

Seminggu berlalu.

Yesung melewati hari dengan was was beberapa hari ini, ia takut kalau ada media yang kembali membahas soal kedekatan Siwon dengen seseorang–dirinya-tersebut, tapi untungnya berita tersebut seperti menghilang dengan sendirinya, mungkin karena memang tidak ada yang mempunyai bukti, Yesung bisa bernafas lega sekarang.

Namun apa benar benar lega? Sepertinya tidak juga, karena lihatlah, dia sekarang tengah duduk di meja makan dengan tatapan kosong, sepiring nasi goreng telah tersaji didepannya, namun belum tampak tanda tanda Yesung akan menyentuhnya.

hari masih sangat pagi sebenarnya, baru sekitar pukul setengah tujuh, Yesung bangun lebih awal kali ini, sejak terbangun pukul 5 tadi, Yesung tak bisa memejamkan matanya kembali, ia sudah kurang bisa tidur sejak tadi malam, apa yang membuat Yesung seperti itu? Hatinya. Hati yang kembali tak mau sejalan dengan apa yang dinginkannya, hati yang sejak tadi malam memberontak dengan sangat hebatnya, hati yang sejak tadi malam, selalu mengarah pada seseorang, seseorang di China sana.

"namja brengsek!"

Yesung meraih sendok didepannya, dan mengacak acak sarapannya dengan kesal.

"kau bilang kau akan merindukanku, tapi kau pergi begitu saja, bodoh! Brengsek!"

Yesung penuh mulutnya dengan nasi goreng hingga ia tersedak, tangan mungilnya buru buru meraih gelas, dan meminum setengahnya. dadanya terasa sangat sesak sejak tadi malam, ia sudah tak mampu lagi menahan semuanya, perlahan kristal bening itu tumpah juga mengalir di pipi chubbynya.

"seharusnya kau mengabariku, bagaimana harimu disana, tapi kau malah pergi begitu saja, kau tak meminta nomor hp ku, bodoh.. bodoh! bodoh!" Kembali sungai kecil itu mengalir kian deras, mungkin ia memang harus menumpahkan semuanya sekarang, agar semuanya kembali terasa ringan setelah ini.

Ini yang Yesung takutkan selama ini, ia terbiasa dengan kehadiran Siwon, terbiasa dengan perhatiannya, selalu 'diganggu' setiap paginya, dibuatkan sarapan, tak pernah menyerah walau tak mendapat respon dari Yesung, dan sekarang Siwon pergi, meninggalkan Yesung dalam kegamanagan. Walau kepergian Siwon memang dengan alasan yang jelas, namun Yesung tak menyukai perasaan ini, terasa sangat menyesakkan.

Drrrt... drrrrtt..

Yesung tersadar dari lamunannya, dan segera menjawab panggilan masuk tersebut, dari Yujin lagi.

"halo"

"oppa, apa aku boleh kesana nanti? Tema dan art fansite sudah lama tidak kita ganti, kita buat tema baru dan edit bersama ya oppa"

"baiklah, datang saja nanti"

"ok oppa, terima kasih"

Klik.

Yesung menghela nafas pelan, dan kembali melanjutkan sarapannya, walau sebenranya ia sangat tidak bernafsu untuk makan, tapi ia tetap memaksa untuk makan, ia tidak ingin jatuh sakit hanya untuk alasan yang ia sangat tidak sukai. Ia sedikit senang saat Yujin akan datang keapartementnya, ia tidak akan sendiri, artinya ia tidak akan terlalu larut dengan perasaan rindunya, Kyuhyun pasti bisa mengalihkan semuanya nanti.

Yesung hanya berhasil menghabiskan setengah dari porsi sarapannya, sudah lebih dari cukup, ia segera berdiri dan membawa piringnya ketempat pencucian. Yesung membereskan dapurnya yang sedikit berantakan, dan berniat untuk segera mandi, saat tiba tiba bel rumahnya berbunyi.

"Kenapa Yujin datang secepat ini?" gumam Yesung pelan berjalan menuju pintu, ia tidak perlu repot repot melihat siapa yang datang, karena sudah pasti sahabatnya.

"Yujin ah ke..." Yesung tak sempat melanjutkan ucapannya, karena seseorang yang datang tersebut langsung menghambur memeluknya erat.

"si- siwon..."

"i miss you so much Yesungie..." Siwon makin mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil tak merespon dalam dekapannya tersebut. Yesung memang tak memberikan respon, ia tak membalaskan pelukan Siwon, namun air mata yang telah sempat berhenti beberapa menit yang lalu, kini kembali tumpah. Dekapan ini, dekapan hangat ini, Yesung tak bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata kata saat ini, hatinya terlalu bergejolak, kini ia tahu memang tak hanya dirinya yang tersiksa, Siwon mungkin lebih.

"Yesungie kau kenapa? Apa kau sakit?" Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Yesung khawatir begitu menyadari Yesung terisak pelan dalam pelukannya.

"apa kau kembali sakit?" Siwon menatap kedua mata Yesung lembut, dan menghapus air mata Yesung dengan kedua ibu jarinya, Yesung hanya menggeleng pelan, dan berjalan masuk, meninggalkan Siwon di depan pintu, Siwon ikut masuk dan menghampiri Yesung yang sudah duduk di sofa ruang tamu, ia tak mengeluarkan suara sepatah katapun.

"kenapa kau diam saja? apa kau tidak suka aku datang?" Siwon ikut duduk disamping Yesung, dan langsung menyandarkan kepalanya dibahu namja manis yang kini sedikit menegang akibat perlakuan Siwon tersebut.

"a- apa yang kau lakukan? Siapa yang mengijinkan kau bersandar disana?"

"biarkan seperti ini sebentar, aku sangat lelah Yesungie" jawab Siwon pelan, sambil memejamkan kedua matanya, membuat Yesung yang tadinya berniat mendorong kepala Siwon menjauh, jadi membatalkan niatnya, ia menatap wajah tampan yang memang tampak sangat kelelahan tersebut.

Siwon memang sangat lelah, jadwal syuting yang selalu dimulai pagi hingga larut malam hampir tiap harinya, ditambah lagi sejak dua malam terakhir Siwon bahkan tak bisa memejamkan kedua matanya, ia selalu memikirkan Yesungnya, Siwon hanya akan tertidur saat ada break sebentar di lokasi syuting.

Siwon tahu kebiasaan tak bisa tidur tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatannya, makanya Siwon benar benar memohon pada Donghae sang manajer, agar memberinya izin untuk kembali ke Korea sehari aja. Awalnya Donghae tidak mengijinkan, karena sutradara pasti akan marah mengetahui Siwon meminta libur seenaknya saja, namun karena Siwon terus memohon, dan Donghae memang tahu persis bagaimana Siwon tidak bisa tidur beberapa malam belakangan ini, ia memberi izin, asalkan Siwon berjanji akan kembali lagi malamnya, Donghae terpaksa memberikan alasan Siwon sakit pada semua crew film nanti.

Tak ada yang bersuara, Yesung seolah menahan nafas, jantungnya berdetak sangat kencang saat ini, ia takut Siwon bisa mendengarnya.

"bukankah kau mengatakan kalau kau akan berada di China selama satu bulan? Sekarang belum genap dua minggu, kenapa kau sudah kembali?" tanya Yesung pelan, memecah keheningan.

Siwon membuka matanya, dan tersenyum lembut menatap Yesung yang juga menatapnya.

"aku minta izin pada Donghae untuk kembali kesini satu hari, nanti malam aku akan balik lagi ke China"

"apa kau kabur?!" reaksi berlebihan berlebihan Yesung memaksa Siwon untuk menegakkan kepalanya, dan duduk bersila di sofa menghadap penuh kearah Yesung.

"aku tidak kabur, aku pulang sudah atas izin Donghae, dia manajerku, kau ingat?"

"lalu untuk apa kau pulang?"

"tentu saja karena aku sudah tidak bisa menahan rasa rinduku untuk bertemu denganmu lagi, aku langsung kesini dari bandara tadi, kau tahu? Aku bahkan tak bisa tidur beberapa malam terakhir ini, dadaku rasanya mau pecah karena memendam semua kerinduanku untukmu" Yesung hanya menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah mendengar ucapan Siwon. Terdengar cheesy memang, namun Yesung bisa menangkap keseriusan dan kejujuran dari setiap ucapan Siwon, terlihat jelas dari cara Siwon menatapnya.

"aku tidak tahu apa kau juga merasakan hal yang sama atau tidak, tapi yang jelas aku sangat tersiksa selama disana, dan satu hal yang paling membuatku kesal dan merutuki diriku sendiri, aku lupa meminta nomor handphonemu saat ku pergi dulu"

"bodoh!" Yesung memukul bahu Siwon pelan, dan entah kenapa buliran bening kembali mengalir dari sudut matanya. Siwon yang kini mengerti arti dari air mata Yesung, segera kembali membawa Yesung kepelukannya, dan mengusap punggung Yesung pelan. Tak perlu ada rangkaian kata kata, Siwon kini mengerti Yesung juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakannya, Yesung hanya tak mengungkapkannya keluar, mungkin itu tipe Yesung, Siwon tak akan menuntut lebih, respon Yesung saat ini sudah lebih dari sekedar jawaban 'iya' baginya.

Yesung sama sekali tidak menolak perlakuan Siwon, ia membiarkan Siwon memeluknya, mengelus lembut punggungnya, dan sesekali menciumi rambutnya. Perlakuan lembut Siwon makin membuatnya terisak, kerinduan yang ia pendam selama lebih seminggu ini, akhirnya bisa ia tumpahkan. Disini, dalam dekapan Siwon, ia merasa hangat, nyaman, dan sangat tenang.

"jam berapa tadi kau dari China?"

"aku mengambil pesawat paling awal, yang take off jam 5 pagi"

"kau langsung kesini dari bandara?"

"hmm.."

"apa kau sudah sempat sarapan?"

"belum, bertemu denganmu, dan memelukmu seperti ini sudah lebih dari sekedar sarapan bagiku"

Yesung segera melepaskan diri dari pelukan Siwon dan menatap Siwon horror, membuat sang aktor menautkan kedua alisnya, heran.

"aku akan membuatkanmu sarapan" Yesung segera berdiri dan hendak melangkah menuju dapur, saat Siwon menahan pergelangan tangannya, dan menariknya untuk kembali duduk disampingnya.

"aku tidak lapar baby, kau tidak perlu repot repot membuatkanku sarapan"

"bagaimana bisa kau berbicara seperti itu Siwon, kau harus memperhatikan pola makanmu, bukankah jadwalmu sangat padat? Kau bisa sakit kalau kau sering sering seperti ini" Siwon tersenyum melihat raut wajah kesal namun juga khawatir milik Yesung.

"apa kau mengkhawatirkanku? Apa kau khawatir aku akan jatuh sakit?" senyuman lembut itu, tatapan lembut itu, membuat Yesung kembali menuduk, tersipu malau, ia bahkan tidak sadar dengan apa yang baru saja diucapkannya.

"a- aku.. aku hanya... aku.. ya, aku menghawatirkanmu, aku tidak ingin kau jatuh sakit" jawab Yesung akhirnya, membuat senyuman Siwon semakin lebar.

"terima kasih baby, sudah mengkhawatirkanku, aku sangat bahagia mendengarnya"

Cup!

Siwon mengecup pipi Yesung sekilas.

"y- ya! Apa yang kau lakukan!" protes Yesung dengan wajah yang sudah memerah sempurna, ia berteriak marah, namun tak berani menatap mata Siwon.

"itu ucapan terima kasihku baby, aku mau sarapan dengan roti bakar, dan secangkir espresso panas, kau bisa membuatkannya untukku"

"baiklah, tunggu disini" tanpa menoleh kearah Siwon, Yesung segera bergegas menuju dapur. Siwon hanya terkekeh pelan melihat tingkah kekasihnya, ia sudah bisa memanggil Yesung kekasihnya kan? Walau tak ada bahasa verbal, namun bahasa non verbal dari Yesung sudah merupakan jawaban bagi Siwon.

.

.

Siwon kini tengah duduk sendirian di ruang tamu, ia sibuk mengotak atik hp Yesung, setelah tadi menyalin nomor hp Yesung ke hp nya, dan juga menyimpan nomornya di hp Yesung, kini ia tengah melihat galeri hp Yesung, yang 90 % isinya semua tentang Kyuhyun, bahkan mulai dari walpaper dan screenlock layar hp nya juga Kyuhyun. kalau boleh jujur, Siwon sedikit panas melihat semua itu, namun ia tidak boleh egois, biar bagaimanapun Kyuhyun sudah ada dalam hidup Yesung jauh sebelum ia datang. sang pemilik hp kini tengah mandi, sehingga Siwon bisa dengan leluasa menguasai hp Yesung untuk saat ini.

"kau tidak menghapus foto foto Kyuhyun di hp ku kan?" tanya Yesung langsung saat ia datang, dan menemukan Siwon tengah membuka galeri foto Kyuhyun di hp nya.

"sudah selesai mandinya?"

Yesung tak menjawab pertanyaan Siwon, yang sebenarnya memang tidak penting untuk dijawab, ia sudah berada disini sekarang tentu saja itu artinya ia sudah selesai mandi, ia terus menatap Siwon tajam, seolah menuntut jawaban atas pertanyaanya tadi.

"aku hanya melihat lihat saja, aku tidak menganggu Kyuhyunmu, silahkan cek sendiri kalau kau tidak percaya" Siwon mengembalikan hp Yesung.

Yesung segera meraih hp tersebut, dan mengecek folder foto Kyuhyun.

"kau benar benar mengira aku menghapusnya? Aku tidak sejahat itu Yesung ah, aku juga tahu siapa Kyuhyun dan bagaimana berartinya dia bagimu"

Yesung akhirnya meletakkan hpnya diatas meja setelah mendengar ucapan Siwon barusan, mungkin sikapnya sedikit menyinggung Siwon.

"maaf" ucap Yesung pelan.

"hey.. kenapa kau minta maaf? Tidak apa apa, aku mengerti"

"..."

"apa aku boleh minta fotomu?"

"nde?"

"aku ingin mengambil fotomu, dan tidak diam diam seperti waktu itu"

"buat apa?"

"tentu saja untuk ku jadikan wallpaper hp ku lagi, kau tahu, aku selalu memandangi layar hp ku setiap malam, dan juga setiap kali aku break syuting"

"a- apa kau masih memasang fotoku?"

"tentu saja, aku tidak akan pernah menganntinya, kecuali kalau aku mempunyai fotomu yang baru"

Yesung tak menjawab, entahlah hatinya terasa menghangat mengetahui Siwon tak mengganti fotonya.

"Yesung ah"

"aku tidak mau"

"kenapa?"

"aku tidak mau pokoknya"

"hey ayolah, kita foto berdua, pleaseee" Siwon beranjak dari duduknya, dan duduk disamping Yesung.

"aku sudah bilang aku tidak mau Siwon"

"aku mohon, sekali saja, ne? Jebal" Siwon memposisikan kamera hpnya, dan juga mendekatkan wajahnya kewajah Yesung.

"please lihat ke kamera baby"

1..

2..

3..

Cup!

Klik!

"Yak!" Yesung langsung memukul dada Siwon yang menurutnya berbuat curang tersebut, sementara Siwon hanya terkekeh pelan melihat hasil jepretannya barusan, mata Yesung yang membulat sempurna karena Siwon tiba tiba mencium pipinya, dan juga kedua bibir Siwon yang menempel sempurna di pipi Yesung.

"lihatlah baby, hasilnya sangat sempurna" Ujar Siwon tersenyum penuh kemenangan sambil melihatkan layar hp nya pada Yesung.

"kau curang!" wajahnya kembali bersemu merah.

"berikan padaku, kau tidak boleh menyimpan foto itu"

"tidak mau, ini karyaku yang paling sempurna" Siwon menjauhkan hpnya dari Yesung yang berniat merebut hp itu dari tangan Siwon.

.

Ding! Dong!

.

Bunyi bel menghentikan acara rebutan/? hp antara Yesung dan Siwon.

"siapa yang datang?" tanya Siwon menatap Yesung yang kini tampak tegang, ia baru ingat kalau Yujin tadi bilang akan datang ke apartementnya.

Ia harus bagaimana sekarang, ia tidak mungkin membiarkan Yujin mengetahui Siwon berada di apartementnya kan? sahabatnya itu pasti akan heboh.

"hey, kenapa wajahmu tegang seperti itu? Kau sudah tahu siapa yang datang? Kau ada janji dengan temanmu?"

"itu sahabatku, Yujin, tadi ia bilang akan kesini"

"lalu? Kenapa kau sepanik itu, cepat bukakan pintu untuknya, atau aku saja yang buka pintu?"

"jangan!"

Siwon mengerutkan keningnya heran.

"dia tidak boleh tahu kau ada disini Siwon ah, dia akan berpikir yang macam macam"

"dia sahabatmu kan? Dia pasti bisa dipercaya, aku tidak keberatan dia tahu aku ada disini"

"tidak, tidak, aku belum siap Yujin tahu tentangmu, aku mohon, Siwon masuklah ke kamarku, istirahat disana, kau juga pasti sangat lelah kan?"

"ta- tapi Yesung ah"

"aku mohon" Yesung segera menyeret Siwon ke kamarnya, dan juga membawa tas ransel kecil milik Siwon masuk, Yesung bahkan tidak lupa untuk memasukkan sepatu Siwon kedalam kamar, ia benar benar tidak ingin Yujin tahu ada orang lain di apartementnya, terutama orang lain itu adalah Siwon.

Siwon hanya bisa pasrah saat Yesung meninggalkannya sendirian di kamar, dengan pesan terakhir jangan sampai mengeluarkan bunyi yang mencurigakan.

.

.

"kenapa kau lama sekali membuka pintunya oppa?" sungut Yujin yang harus menunggu diluar hampir 10 menit.

"mianne Yujin ah, tadi aku sedang menelfon mommyku, aku tidak sadar kalau sudah datang, ayo masuk"

Yesung segera mengajak sahabatnya masuk, dan matanya kembali membulat sempurna, saat melirik ke pintu kamarnya, dan ia mendapati Siwon tengah menyembulkan kepalanya keluar, mengintipnya.

"Yujin ah, silahkan duduk dulu, aku mengambil laptopku dikamar dulu ne?"

"ok" Yujin langsung duduk dan membuka laptopnya.

"bawa chargermu sekalian ya oppa, Sepertinya aku lupa mengisi baterai laptopku,"

"baik, tunggu sebentar"

Yesung bergegas menuju kamarnya dan menarik Siwon untuk menjauh dari pintu kamar.

"aughh! Sakit! Kenapa kau menarikku dengan kuat?"

"sssstt! Turunkan suaramu!" bentak Yesung sambil berusaha menekankan nada suaranya, sementara yang diteriaki hanya tersungut mengusap pergelangan tangannya yang agak perih akibat ditarik terlalu kuat oleh Yesung.

"apa sakit?" tanya Yesung sedikit khawatir melihat Siwon yang tak merespon.

"tentu saja sakit" rengek Siwon manja, oh rupanya aktor tampan itu kini tengah merajuk. Yesung hanya bisa memutar kedua bola matanya melihat tingkah Siwon yang sama sekali tidak cocok untuk dirinya.

"ok aku minta maaf, tapi ini semua salahmu, kenapa kau mengintip keluar? Untung saja tadi Yujin tidak melihatmu"

"aku hanya penasaran dengan yang namanya Yujin, kau sangat sering menyebut namanya"

"kau sudah melihatnya bukan, sekarang aku mohon jangan mengintip lagi, aku benar benar tidak ingin dia mengetahui keberadaanmu disini Siwon, please"

"iya iya aku mengerti"

"Yesung oppa, kenapa kau lama sekali?" terdengar suara Yujin sudah berada di depan pintu kamar.

"i- iya sebentar Yujin ah, kau tunggu saja di depan, aku akan segera kesana"

"kau sedang apa didalam? Kenapa lama sekali?"

"aku sedang mencari flashdisk ku, aku lupa meletakkannya dimana"

"boleh aku masuk?"

"jangan! Kamarku sangat berantakan, aku belum sempat membereskannya tadi pagi" Yujin hanya mengangkat bahu mendengar jawaban Yesung.

"baiklah, aku tunggu di depan, cepat ne oppa? Baterai laptopku sudah hampir habis" terdengar langkah kaki Yujin yang kembali menjauh dari kamar, Yesung menghembuskan nafas lega.

"kamarmu masih berantakan hmm?" tanya Siwon memperhatikan isi kamar Yesung yang tertata dengan sangat rapi tesebut.

"jangan banyak komentar, dan jangan sampai mengintip keluar lagi" ujar Yesung mengambil laptop dan juga chargernya, namun sebelum Yesung sempat meraih knop pintu kamarnya, tangan kekar Siwon meraih pinggang Yesung dan menarik Yesung kedalam pelukannya.

"y- ya! Lepaskan!" Yesung mendesis pelan.

"jangan lama lama ne? Masa kau tega meninggalaknku sendirian disini?"

"aku hanya diluar Siwon, jangan belebihan"

"baiklah baiklah, cup!" Siwon kembali mengecup pipi Yesung, dan mempersilahkan namja manis itu untuk keluar, sebelum ia kembali mengamuk.

.

Yesung keluar kamar dengan pipi merah merona, Siwon benar benar tahu cara mempermalukannya.

"kenapa kau lama sekali sih oppa?"

"hehe maaf, ini chargernya" Yesung menyerahkan charger yang tadi diminta Yujin, dan duduk disamping sahabatnya tersebut.

"mana flashdisk mu?"

"eh?"

"tadi katanya kau mencari flashdisk"

"oh? Itu.. tidak ketemu, aku benar benar lupa meletakkannya diamana" jawab Yesung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, biar bagaimanapun ia tidak ingin Yujin curiga.

"memangnya kau membutuhkan flashdish untuk apa juga oppa? Kita kan tidak akan memindahkan data, kita hanya akan mengupdate tampilan fansite"

"iya makanya aku tidak jadi mencarinya, ayo kita mulai pekerjaan kita" Yesung segera menghidupkan laptopnya, untuk mengalihkan perhatian Yujin, keduanya langsung larut dengan pekerjaan mereka, membuat beberapa fanart kyuhyun, dan beberapa tema dan logo baru, untuk tampilan baru fansite mereka.

.

.

Kedua sahabat itu begitu larut dengan pekerjaan mereka, hingga tanpa terasa sudah waktunya makan siang, jam di laptop keduanya sudah menunjukkan pukul 12.40 PM.

"oppa, kita istirahat sebentar ne, aku lapar"

"aku juga lapar, kita pesan makan diluar saja ya"

"baiklah, Yujin segera meraih hp nya dan mendial nomor makanan cepat saji langganannya.

"pesan tiga porsi Yujin ah"

"eh? Kenapa 3? Apa kau sangat lapar?"

"tidak, untuk sekalian dinnerku nanti, semua persediaan makananku habis, dan aku malas nanti memesan ulang"

"baiklah"

20 menit kemudian pesanan mereka datang, setelah membayar dan menandatangani bukti transaksi, Yesung segera meletakkan dua porsi makanan pesanan mereka di dekat Yujin, dan menyimpan satu porsi lagi didalam kulkas, Yesung kembali keruang tamu membawa dua botol mineral, tanpa banyak bicara lagi, keduanya segera menyantap makan siang mereka, masih cukup banyak yang harus mereka selesaikan.

Yesung mengunyah makanannya sambil sesekali melirik kearah pintu kamarnya, didalam sana, Siwon juga pasti tengah kelaparan, ia sengaja memesan tiga porsi, satu lagi untuk Siwon, tapi bagaimana cara Yesung memberikannya pada Siwon? Bukankah nanti Yujin akan bertanya kalau ia melihat Yesung membawa makanan kedalam kamarnya?

"kau melamun oppa?"

"eoh? Ti- tidak, aku hanya mulai lelah, kau sudah selesai makannya?"

"sudah"

"Yesung segera menyelesaikan makannya juga dan kembali menghidupkan laptopnya.

"tidak dihabiskan oppa?"

"tidak, aku sudah kenyang, ayo kita kerjakan lagi, biar kita cepat selesai"

Yujin hanya mengangguk, dan keduanya kembali fokus melanjutkan pekerjaan mereka yang tadi baru rampung sekitar 60 %.

.

"huaaahhhhhhhh akhirnya selesai juga" Yesung dan Yujin sama sama menghembuskan nafas lega, akhirnya pekerjaan mereka selesai juga, keduanya merenggangkan otot sejenak, dan menatap hasil karya mereka dengan puas, wajah keduanya tampak berbinar, menandakan kerja mereka sangat sempurna.

"fansite terlihat makin keren dan fresh sekarang oppa"

"he eum, member juga pasti akan suka, kita tinggal menambahkan foto foto baru Kyuhyun nanti"

"benar, Kyuhyun punya jadwal besok malam di MBC, tapi mungkin fans tidak boleh membwa kamera"

"hfffftt, aku paling kesal dengan program yang melarang fans mengambil gambar"

Yujin melirik jam dipergeangan tangannya, pukul 2.20 PM.

"Oppa, sepertinya aku harus pulang, sudah hampir sore, terima kasih sudah membantuku, dan juga terima kasih makan siangnya"

"nahah, kita memang harus mengurus fansite bersama Yujin ah, jangan sungkan"

Yujin hanya tersenyum, mematikan laptopnya, dan mulai merapikan barang barang bawaannya.

15 menit kemudian, yeoja manis yang 3 tahun lebih muda dari Yesung tersebut sudah meninggalkan apartement Yesung.

Yesung segera menuju kamarnya, saat ia kembali teringat pada Siwon.

"Siwon ah" panggil Yesung begitu membuka pintu kamarnya, ia mendapati Siwon yang tengah tertidur pulas di kasurnya, wajahnya memang tampak sangat kelelahan, bahkan kantung hitam dibawah matanya terlihat cukup jelas, ia tahu Siwon tidak berbohong saat mengatakan ia kurang tidur beberapa malam belakangan ini.

Yesung sebenarnya merasa bersalah telang 'mengurung' Siwon didalam kamar, tapi Yesung tak punya pilihan lain, ia tak mungkin mengenalkan Siwon pada Yujin, bagaimana reaksi sahabatnya itu nanti? Yesung belum siap untuk itu.

Cukup lama Yesung memandangi wajah Siwon yang sedang tertidur pulas, tapi akhirnya Yesung memutuskan untuk membangunkan Siwon, biar bagaiamanapun Siwon harus memakan makan siangnya, tadi pagi ia hanya sarapan dengan sepotong roti bakar.

"Siwon ah.." Yesung mengguncang bahu Siwon pelan.

"eungg" Siwon mengerang pelan saat merasa tidurnya di ganggu, namun ia tak membuka matanya.

"Siwon ah bangun, ini sudah pukul setengah tiga, apa kau tidak lapar?"

"..."

"hey" Yesung kembali menguncang bahu Siwon pelan.

Perlahan Siwon membuka kedua matanya, dan langsung duduk dengan cepat saat menyadari Yesung sudah duduk disampingnya.

"kenapa kau kesini? Apa temanmu sudah pulang?"

"dia baru saja pulang, ayo keluar, apa kau tidak lapar?"

"kau melupakanku, kau membiarkanku kelaparan, hingga aku ketiduran"

"hey jangan marah, aku minta maaf, tapi aku sudah memesankan makanan untukmu, ayo"

Siwon mengikuti Yesung keluar kamar, ia memang sudah kelaparan dari tadi.

.

.

.

Waktu terasa berjalan dengan sangat cepat hari ini, hingga sekarang sudah menunjukkan pukul 8 malam, itu artinya sudah waktunya Siwon untuk kembali ke China.

Yesung kini tengah duduk menonton tv, menunggu Siwon yang tengah mandi, ia akan mengantarkan aktor tampan itu ke bandara. Kali ini memang dalam artian mengantar yang sesungguhnya, bukan seperti mengantar Kyuhyun yang ia lakukan selama ini.

"Yesungie aku sudah siap"

"sudah? Ayo kita berangkat sekarang" Yesung segera berdiri dan meraih kunci mobilnya.

"apa aku memang harus pergi sekarang? aku masih ingin berada di dekatmu, aku akan mengambil penerbangan tengah malam saja nanti"

"kau bilang kau harus syuting pagi besok, kau harus beristirahat juga begitu sampai disana"

"tapi aku sudah mendapatkan energi baru setelah bertemu denganmu, jadi walaupun nanti aku tidak sempat beristirahat, aku pasti tidak akan kelelahan"

Yesung hanya bisa menghembuskan nafas pelan, Siwon benar benar keras kepala, apa fansnya diluar sana tahu sifatnya yang satu ini?

"kau berangkat sekarang dan ku antar, atau kau berangkat nanti tengah malam tapi kau berangkat sendiri, aku sudah mengantuk, aku ingin segera tidur" Yesung memberikan keputusan final, Siwon tak punya pilihan lain, kalau Yesung tidur sekarang, buat apa juga ia berdiam diri sendirian nanti, lebih baik sekarang saja, setidaknya ia masih punya waktu bersama Yesung selama perjalanan ke bandara nanti.

"baiklah baiklah, kita berangkat sekarang" Yesung tersenyum penuh kemenangan.

Keduanya segera turun menuju basement dan memasuki mobil Yesung, tak lama kemudian mobil itu meluncur cukup kencang menuju Incheon airport.

"apa yang kau kerjakan bersama sahabatmu itu seharian tadi?" tanya Siwon memecah keheningan.

"kami mengupdate tampilan fansite, sudah cukup lama kami tidak melakukannya"

"kalian memiliki fansite?"

"punya Yujin, aku hanya membantu"

"aku iri dengan Kyuhyun"

"apa?"

"ah tidak, aku tidak bicara apa apa"

Yesung hanya mengangkat bahunya, ia sempat mendengar nama Kyuhyun, tapi kalau Siwon memilih untuk tidak membahasnya, ia juga tidak akan bertanya lebih lanjut.

Tak terasa, mobil Yesung kini telah sampai di Incheon Airport.

"aku tidak harus ikut turun kan?"

"tidak usah, aku juga akan buru buru, aku tidak ingin ada fans yang mengenaliku"

"hmm.."

"terima kasih sudah mengantarku, terima kasih juga untuk hari ini, kau baik baik disini ne? Aku akan segera kembali"

Yesung hanya mengangguk dan tersenyum sebagai respon.

"aku akan meneleponmu nanti, aku sudah menyimpan nomorku di hp mu, angkat nanti ne?"

Yesung kembali mengangguk.

"jangan terlalu sibuk, dan jangan sampai sakit lagi"

"kau juga, jangan sampai sakit, perhatikan pola makanmu" akhirnya Yesung bersuara juga, dan Siwon sangat senang mendengarnya, Yesung memperhatikannya.

"aku tidak akan sakit, aku janji" jawab Siwon sambil tersenyum lebar.

Keduanya sama sama tak bersuara kini, seharausnya Siwon segera turun dari mobil, karena acara pamitan mereka sudah selesai kan? Namun aktor tampan itu masih belum beranjak dari duduknya, membuat Yesung bingung.

"kenapa kau belum turun juga?"

"mmm.. itu, boleh aku menciummu?"

Yesung langsung menelan ludahnya dengan susah payah, ia tidak menduga Siwon akan menanyakan hal itu, ia tidak tahu harus memberikan respon apa, namun ia juga tak menghindar saat Siwon perlahan mendekatkan wajahnya, dan secara otomatis memejamkan matanya, saat jarak wajahnya dan wajah Siwon tinggal beberapa inci lagi, sedetik kemudian kedua pasang bibr itu kembali bertemu, mengantarkan sengatan yang tak jauh berbeda dengan ciuman pertama dulu, kehati keduanya.

Yesung kembali tak membalas ciuman Siwon, namun ia membiarkan Siwon menguasai bibirnya seutuhnya, menghisap bibir bawah dan atasnya secara bergantian, dan menggigit bibirnya dengan pelan, untuk meminta akses lebih, dan Yesung kembali mengizinkan Siwon menjelajahi mulutnya, ciuman memabukkan itu berlangsung cukup lama, sampai keduanya kehabisan nafas.

"i love you, so much" bisik Siwon saat tautan bibir keduanya terlepas, Siwon mengusap jejak saliva yang masih tertinggal disudut bibir Yesung dan juga sebagian di dagunya, perlahanSiwon membelai pipi Yesung lembut, dan mengecupnya sekilas, Yesung kemabli memejamkan matanya mendapat perlakuan lembut dari Siwon.

"aku turun sekarang, terima kasih sekali lagi, hati hati menyetir pulangnya nanti, jangan terlalu kencang" Siwon kembali mengecup bibir Yesung sekilas.

"hmmm.. have a safe flight"

Siwon tersenyum mengangguk, dan memasang masker untum menutupi identitasnya, ia segera turun dari mobil Yesung, dan berlari pelan memasuki bandara.

Yesung membenamka kepalanya dikemudi mobil, ia tidak langsung pergi, ia tidak mungkin bisa menyetir dalam keadaan seperti ini, kesadarannya bahkan rasanya belum sepenuhnya pulih paska ciumannya dengan Siwon beberapa menit lalu.

Ia memang telah sepenuhnya jatuh kedalam jeratan aktor tampan itu.

.

.

.

.

.

= to be continued...=

.

.

Hfffftttt chapter sepuluh akhirnya selesai juga, lily kembali hadir membawa chapter super panjang, rencananya tadi lily kembali mau cut jadi dua chapter, tapi kayaknya nanggung, ya udah lily langsung posting semuanya, mian kalo membosankan n_n

Terima kasih lagi untuk semua review, kritikan, saran, dan masukan di chapter lalu, i love you full yewonderfuls :-D

Ada yang minta yewon cepat jadian, ada yang minta yewonnya ntar aja jadiannya, ada yang minta dikasih angst juga, lily jadi bingung ini harus gimana hihihihi tapi lily senang membaca semua review dari readerdeul, dan membuat lily tetap semangat dalam melanjtkan ff abal ini.

Oya soal Siwon di China, yang seharusnya gak boleh buka twitter, lily lupa soal itu! Khkhkhkh anggap aja Siwon waktu itu lagi nakal dan curi curi kesempatan buka twitter ya XD

Sekian cuap cuap cuap lily, terima kasin buat semua yang udah baca, mohon untuk kembali meninggalkan review di chapter ini ^^

.