BAD DESTINY

.

.

.

.

Proudly Present :

Kai

Kyungsoo

.

.

.

.

.

KAISOO FANFICTION FOR ALL KAISOOSHIPPER

.

.

.

ENJOY THE FICTION

.

.

.

.

CHAPTER 9

Previous chapter :

Kai merebahkan dirinya dan memandang langit malam yang bertabur bintang. Ia masih bingung harus berbuat apa dengan takdirnya. Kai memejamkan matanya. Semua semakin rumit. Kenapa semua ini harus ia yang alami. Dari menyaksikan kematian kedua orang tuanya hingga masalah 'mate'nya. Kenapa semua seakan-akan saling terpaut. Dan kenapa pula 'mate'nya harus memiliki darah yang sama dengan pembunuh kedua orang tuanya.

"Apa yang harus aku lakukan, eomma?"

.

.

BAD DESTINY

.

.

Baekhyun membuka pelan pintu ruang rawat Kyungsoo. Kepalanya ia sembulkan kedalam untuk melihat apa yang sedang dilakukan Kyungsoo. Kyungsoo yang sedang menyender dikepala ranjang mendongak dan tersenyum melihat Baekhyun.

"Masuklah, Baek"

Baekhyun yang mendapat lampu hijau dari Kyungsoo langsung masuk. Ia tak lupa menutup pintu sebelum berjalan mendekati Kyungsoo. Baekhyun duduk dikursi dekat ranjang Kyungsoo. Ia melirik mangkok kosong dinakas meja sebelah Kyungsoo. Ia menduga Kyungsoo sudah menghabiskan sarapannya sebelum ia datang kesini.

"Dimana Luhan hyung dan Tao?" tanya Kyungsoo.

"Mereka ada jadwal kuliah. Mereka akan kesini setelah kuliah mereka selesai" jawab Baekhyun.

"Kau sudah baikan?" tanya Baekhyun.

"Mmm...aku sudah merasa lebih baik"

Kyungsoo menatap geli kearah Baekhyun karena sahabatnya itu tampak canggung untuk berbicara.

"Kau tak bersama dengan manusia serigalamu?"

Baekhyun tersentak. Bola matanya tampak tak tenang menghindari tatapan Kyungsoo.

"Hei...tenanglah. Aku hanya bertanya, Baek. Kenapa kau sepanik itu?"

Kyungsoo terkekeh pelan.

"A-aku...mmmm...i-itu..."

"Berbicalah yang santai, Baek. Kenapa kau jadi sekaku ini? Baek style aniya" goda Kyungsoo.

Baekhyun mengambil nafas dan mengeluarkannya perlahan. Ia tatap Kyungsoo dengan senyuman yang merekah.

"Nah..begitu baru temanku"

"Chanyeol sedang ada urusan. Dia mengantarku kemari tapi tak ikut masuk"

"Nampaknya namchin-mu itu sedang banyak urusan. Kasihan sekali kau ditinggal sendiri"

Baekhyun tersipu saat Kyungsoo menyebut Chanyeol sebagai namchin-nya.

"Lihat...kau tersipu. Baru kali ini aku melihatmu tersipu malu, Baek. Kau menggemaskan!"

"YA! Aku tidak menggemaskan. Kau yang menggemaskan, Soo" bela Baekhyun tak terima.

"Wajahku ini mana mungkin menggemaskan! Aku manly tau!"

"Cih...Kau saja yang tak menyadarinya" cibir Baekhyun.

Keduanya tertawa bersama akibat kekonyolan mereka. Seperti sudah lama sekali mereka tak ngobrol santai seperti sekarang. Pintu ruang rawat Kyungsoo terbuka dan menampilkan tiga makhluk tinggi. Baekhyun dan Kyungsoo terheran melihat ketiga orang itu.

"Apa yang kau lakukan disini, Yeol? Bukannya kau ada urusan?" tanya Baekhyun yang terkejut melihat Chanyeol datang bersama para saudaranya.

Chanyeol mendekat dan memeluk Baekhyun sekilas. Hal itu menjadi rutinitas para warewolf bila bertemu dengan 'mate' mereka. Chanyeol melepaskan pelukannya dan berjalan kearah ranjang Kyungsoo tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun. Kini Kris, Chanyeol dan Sehun mengelilingi ranjang Kyungsoo. Kyungsoo bingung dengan apa yang akan dilakukan para manusia serigala itu.

"Purnama akan terjadi sebentar lagi. Kami disini akan menjagamu" ucap Kris.

"Menjaga? Dari apa?" tanya Kyungsoo.

"Dari Kai tentu saja" sahut Sehun.

Kyungsoo mengernyit heran. Kenapa dia harus dijaga? Apa Kai benar-benar akan membunuhnya? batin Kyungsoo.

"Apa Kai akan menyakiti Kyungsoo?" tanya Baekhyun khawatir.

"Kita tidak tau apa yang menjadi keputusan Kai setelah kemarin ia mengetahui fakta yang sebenarnya. Kami hanya berjaga-jaga" balas Chanyeol.

"Kai memiliki kekuatan yang sangat besar diantara kami. Ditambah lagi purnama sebentar lagi. Kekuatan Kai akan bertambah berkali-kali lipat" jelas Sehun.

"Tapi bukankah kekuatan kalian sudah lebih besar dari Kai sekarang? Apa yang perlu ditakutkan?"

"Tidak sesederhana itu, Baek. Kekuatan Kai masih belum terkontrol sepenuhnya. Bulan purnama sangat mempengaruhi kesadarannya dalam mengontrol kekuatan. Selama ini Kai sangat sulit mengontrol kekuatannya. Setiap purnama kita kualahan menghentikan aksinya"

Baekhyun gemetar. Ia berjalan mendekati Chanyeol dan menarik ujung bajunya menyalurkan kekhawatiran yang berlebih. Ia tak mau melihat Chanyeol terluka.

"Apa Kai semenakutkan itu hingga kalian disini menjagaku?" tanya Kyungsoo.

"Kami tak bisa menjelaskannya secara rinci. Yang kami yakini jika Kai pasti akan kemari untuk menemuimu"

Kyungsoo tertunduk. Ia sudah membulatkan tekadnya. Apapun yang akan ia alami ia akan menerimanya sebagai takdirnya. Ia tak tau bagaimana nantinya. Semua keputusan ada ditangan Kai. Akankah hidupnya berakhir atau ia masih bisa bernafas nantinya. Ia menerima segala takdir yang ada padanya.

"Kami datang!" seru Luhan dan Tao bersamaan.

Suasana kejutan yang disiapkan Luhan dan Tao berubah menjadi hening. Mereka berdua yang tak tau apa yang terjadi sebelumnya hanya tersenyum kaku. Keduanya masuk keruang rawat Kyungsoo dengan tanda tanya besar. Apalagi mereka melihat para warewolf mereka disini. Sehun dan kris mendekati Luhan dan Tao langsung memeluk mereka seperti yang dilakukan Chanyeol dan Baekhyun tadi.

"Ada apa?" bisik Luhan didalam pelukan sehun.

"Tak ada apa-apa" Sehun mencium puncak kepala Luhan.

"Bukankah kalian kesini untuk menemaniku? Ayo bermain"

Kyungsoo mencairkan suasana yang awalnya tegang. Tanpa tau apa-apa Tao langsung mengeluarkan permainan yang ia bawa. Suasana kembali riuh akibat kepolosan Tao dan godaan dari teman-temannya.

Mereka bercanda sepanjang hari. Tak sadar waktu bergulir cepat dan sekarang sudah sekarang sang malam telah datang. Chanyeol dan Baekhyun datang membawa makan malam mereka. Suasana kembali gaduh hanya karena berebut makanan. Beberapa kali perawat penjaga menegur mereka karena mengganggu pasien lain.

"Aku tak menyangka hari ini sangat menyenangkan" ucap Luhan.

"Sudah lama kita tak berkumpul seperti ini" tutur Baekhyun.

Kyungsoo tersenyum melihat teman-temannya senang. Ia juga merasa senang hari ini. Setidaknya ia sedikit melupakan masalahnya. Tubuh Kyungsoo tiba-tiba meremang. Ia merasakan hawa dingin menusuk tubuhnya. Para warewolf langsung bersikap waspada saat merasakan aura Kai disekitarnya. Masing-masing dari mereka langsung melindungi 'mate'nya masing-masing.

Baekhyun, Luhan dan Tao dibuat bingung saat melihat para warewolfnya memasang sikap pertahanan. Jendela kamar rawat Kyungsoo terbuka. Angin malam masuk kedalam ruangan Kyungsoo. Sesosok makhluk memasuki kamar Kyungsoo melewati jendela itu. para warewolf langsung berdiri dan melindungi 'mate' mereka. Kyungsoo terpana saat siapa orang yang datang melalu jendela kamarnya.

Sosok itu berdiri tegak dengan cakar-cakarnya terlihat jelas. Wajahnya tampak menakutkan dengan mata serigala yang tajam dan berwarna merah darah. Suara geraman terdengar pelan tapi menakutkan. Luhan, Baekhyun dan Tao bersembunyi dibalik punggung warewolfnya. Mereka ketakutan saat sosok itu melihat mereka.

Sosok itu mendekati Kyungsoo yang hanya diam mematung diranjangnya. Matanya penuh dengan intimidasi. Sehun mendekati sosok itu saat tangan sosok itu akan menggapai tubuh Kyungsoo. Tapi tangan sosok itu langsung beralih ke leher Sehun dan mencekiknya. Semua tercekat saat Sehun dicekik dan diangkat tinggi. Sehun meronta. Tangannya mencoba melepaskan cekikan sosok itu pada lehernya tapi tak berhasil. Walaupun ia sudah mengeluarkan kekuatan serigalanya tapi kekuatannya masih jauh dari kekuatan sosok itu.

Disisi lain Luhan merasa seperti tercekik. Nafasnya pendek dan nyaris pingsan. Baekhyun dan Tao membantu Luhan yang sudah jatuh terduduk. Kyungsoo yang melihat itu langsung panik. Ia tak mau melihat sahabatnya menderita karenanya.

"Andwe! Lepaskan! Jebal!" Kyungsoo memohon sambil memegang lengan sosok itu.

Sosok itu melihat Kyungsoo sekilas lalu membanting tubuh Sehun. Kris dan Chanyeol langsung membantu Sehun. Sosok itu semakin mendekati Kyungsoo. Ia melepaskan segala peralatan rumah sakit yang melekat pada tubuh Kyungsoo. Kyungsoo pasrah saat tubuhnya dibopong oleh sosok yang ia yakini adalah Kai. Kai berjalan menuju jendela. Kai berhenti tepat didepan jendela.

"Jangan coba mencariku atau menggangguku jika kalian masih ingin melihat Kyungsoo hidup" lalu pergi sambil membawa Kyungsoo.

.

.

BAD DESTINY

.

.

Kyungsoo memandang takut saat Kai membawanya kesebuah hutan yang sangat gelap. Saat ini sosok Kai terlihat lebih manusia dibandingkan tadi hanya saja mata semerah darahnya masih tampak dimatanya. Kyungsoo mengamati sekitarnya. Ia tak bisa melihat apapun ditempat gelap seperti ini. Pohon-pohon tinggi membuat nyali Kyungsoo menciut. Pohon-pohon itu tampak menyeramkan dimatanya.

Tiba-tiba saja Kai menghentikan langkahnya. Kyungsoo mentap Kai bingung. Ia sempat berpikir Kai akan membunuhnya disini dan meninggalkan mayatnya untuk disantap bintang buas. Perhatian Kyungsoo beralih saat melihat bayangan serigala besar datang menghampiri mereka. Kyungsoo tanpa sengaja mengeratkan pelukannya. Sungguh ia sangat takut saat ini. Bagaimana serigala besar itu memandangnya membuat Kyungsoo bergidik ngeri.

Kai menurunkan Kyungsoo dari gendongannya tapi Kyungsoo menolak keras. Sedikit kesusahan Kai akhirnya bisa membuat Kyungsoo menurut. Kyungsoo memeluk Kai erat dan menutup matanya saat melihat serigala itu semakin dekat menghampirinya. Serigala itu mengendus-endus tubuh Kyungsoo yang gemetaran.

"Tolong jangan makan aku. Aku mohon" lirih Kyungsoo yang masih bisa didengar Kai.

Kai menyuruh serigala itu untuk mendekatinya. Serigala itu menurut dan berjalan kesamping tubuh Kai. Kai mengusap pelan bulu serigala kesayangannya. Kyungsoo melirik Kai yang tampak sangat senang membelai bulu serigala itu. Kyungsoo menyembunyikan wajahnya didada Kai. Ia masih ketakutan saat ini.

"Kau membuatnya ketakutan, sobat"

WORF

"KYA!"

Kyungsoo menjerit keras saat mendengar gonggongan dari serigala disebelah Kai. Ia mengeratkan pelukannya pada Kai. Kai mencoba melepaskan pelukan Kyungsoo tapi tak berhasil. Kyungsoo yang ketakutan membuatnya menempel pada Kai seperti lem. Kai mengisyaratkan serigalanya untuk menyingkir. Setelah melihat serigalanya cukup jauh darinya dan Kyungsoo, ia mencoba melepaskan pelukan Kyungsoo lagi.

Kyungsoo melonggarkan pelukannya dan masih menggenggam erat pinggang Kai sambil menolehkan kepalanya mencari dimana serigala tadi. Saat merasa serigala tadi tak berada disekitarnya Kyungsoo bernafas lega. Kai menangkup wajah Kyungsoo dan membuat wajah Kyungsoo berhadapan dengan wajahnya. Kyungsoo dapat melihat dengan jelas mata Kai. Mata itu tampak menawan bila dilihat dari dekat. Pupil mata Kai yang berbeda memberikan kesan lain pada Kyungsoo.

Kyungsoo mengangkat tangannya dan membelai wajah Kai. Tangan Kyungsoo bergerak kearah mata Kai. Kedua mata Kai tertutup saat tangan Kyungsoo menyapu matanya. Desiran aneh menjalar diseluruh tubuh Kai. Kai sangat menikmati bagaimana Kyungsoo menyentuhnya. Tubuhnya terasa lebih rileks. Kai membuka matanya kembali dan menatap Kyungsoo.

"Warna matamu berubah menjadi hitam" lirih Kyungsoo.

Kai sedikit tertegun dengan kata-kata Kyungsoo. Selama hidupnya warna matanya tak akan berubah sebelum purnama selesai. Tapi hanya dengan sentuhan Kyungsoo warna matanya langsung berubah. Ia juga merasakan energi yang meledak-ledak dalam tubuhnya seakan tertekan. Selama bertahun-tahun ia dan saudara-saudaranya berusaha menekan kekuatan itu tapi selalu tak berhasil. Kai menatap lekat Kyungsoo. Apakah ini artinya aku harus memilihmu dan melupakan masalah keluargaku? batin Kai.

"Aku akan membawamu kesuatu tempat" ucap Kai.

"Kemana?" tanya Kyungsoo.

"Rumahku. Tempat tinggalku"

Kai bersiul pelan. Seekor serigala datang menghampirinya. Kyungsoo langsung ketakutan saat melihat serigala itu lagi. Serigala besar berbulu hitam legam dengan mata berwarna biru. Tingginya hampir setengah dari tinggi Kai. Kyungsoo tak yakin ada jenis serigala baru didunia ini yang sebesar ini.

"Tenanglah. Dia tak akan menyerangmu" bisik Kai.

Kai mengusak bulu serigala itu.

"Naiklah dipunggungnya"

Kyungsoo melotot kearah Kai yang seenak saja menyuruhnya untuk menaiki serigala besara menakutkan ini.

"Kau akan baik-baik saja"

Kyungsoo melirik takut kearah serigala yang berada disampingnya dan Kai. Serigala itu menatapnya sambil menunjukkan taring-taring besarnya. Kai meraih tangan Kyungsoo dan mndekatkannya kearah sang serigala. Kyungsoo awalnya menolak karena takut tapi Kai membimbingnya hingga menyentuh bulu serigala kesayangannya. Kyungsoo dapat merasakan jika bulu-bulu serigala itu sangat halus. Kyungsoo mengusaknya pelan tanpa ketakutan. Bahkan ia tak sadar jika tangan Kai sudah tak lagi membantunya. Sebuah geraman terdengar dari mulut sang serigala dan membuat Kyungsoo sadar. Ia langsung menarik tangannya dari sana.

"Dia sangat menyukai sentuhanmu" ucap Kai.

Kyungsoo menatap Kai tak mengerti.

"Kau bisa bahasa serigala?" tanya Kyungsoo.

"Tentu saja. Aku adalah manusia serigala. Itu hal wajar yang bisa aku lakukan"

"Sekarang naiklah"

"Tu-Tunggu!"

Tubuh Kyungsoo langsung diangkat Kai dengan mudah kepunggung serigalanya. Kyungsoo yang bingung hanya bisa duduk diam. Kai melompat dan ikut duduk dibelakang Kyungsoo. Kai merendahkan tubuhnya yang otomatis membuat Kyungsoo ikut menundukkan tubuhnya. Kai mengusak daerah leher serigala itu dan menepuknya beberapa kali. Kyungsoo tersentak kaget saat serigala itu berlari kencang. Dengan sigap Kai melingkarkan salah satu tangannya kepinggang Kyungsoo agar tidak terjatuh dan tangannya yang lain ia gunakan untuk berpegangan pada sang serigala.

Kai dapat merasakan aroma tubuh Kyungsoo. Begitu manis dan menenangkan. Kai semakin mengeratkan pelukannya dan menyuruh serigalanya berlari lebih cepat. Kyungsoo melihat cahaya dari kejauhan. Semakin lama cahaya itu semakin terang. Kyungsoo dapat melihat siluet bangunan yang tampak bercahaya diantara pepohonan. Laju lari serigala kian melambat. Kai menegakkan badannya saat serigalanya mulai berjalan santai menuju tempat tinggalnya.

Kyungsoo melihat ada segerombolan serigala disekitaran rumah itu. Diantaranya ada 3 serigala besar sama seperti milik Kai hanya berbeda warna bulu saja. Kai turun dari punggung serigalanya dan membantu Kyungsoo untuk turun. Mereka telah sampai ditempat tinggalnya. Kyungsoo sempat mundur beberapa langkah saat memperhatikan para serigala itu. Satu serigala saja sudah membuatnya takut apalagi dikepung banyak serigala seperti ini. Kai menahan langkah Kyungsoo ia menatap Kyungsoo yang tampak ketakutan.

"Mereka tak akan menyakitimu. Aku pastikan itu"

Kai membawa Kyungsoo untuk memasuki rumahnya. Saat melewati kumpulan serigala itu Kyungsoo langsung merapat kearah Kai. Para serigala langsung menundukkan kepalanya saat Kai dan Kyungsoo melewati mereka. Kyungsoo sedikit heran dengan tingkah para serigala itu. Seakan-akan dia adalah tamu istimewa hingga mereka menundukkan kepalanya. Kai mempersilahkan Kyungsoo untuk masuk kedalam rumahnya telebih dahulu. Kyungsoo yang masih merasa takut langsung saja masuk tanpa perlawanan.

Kai membalikkan badannya. Ia tatap satu persatu anak-anaknya. Kai memanggil seekor serigala besar berbulu coklat untuk mendekat kearahnya. Ia usak pelan bulunya. Serigala ini adalah milik hyung tertuanya, Kris. Dia adalah pemimpin dari kawanan serigala mereka jika para warewolf tidak ada.

"Berjagalah disekitaran sini. Aku tak ingin ada yang mengganggu ritualku"

WORF

Serigala itu langsung meninggalkan Kai yang diikuti oleh serigala lainnya. Kai langsung masuk kedalam rumahnya. Ia melihat Kyungsoo yang tampak berkeliling melihat disekitaran ruang tamu. Kai menutup pintu. Ia duduk disalah satu sofa dan mengamati Kyungsoo yang masih tertarik dengan rumahnya. Penerangan disini hanya menggunakan lilin. Jadi suasana dirumah Kai sedikit remang.

"Kalian berempat tinggal disini?" tanya Kyungsoo.

"Berenam lebih tepatnya"

Kyungsoo menoleh dan ikut duduk diseberang Kai.

"Berenam?"

"Ditambah dengan kedua orang tuaku"

"Ah..."

Kyungsoo menunduk. Inikah saat membahas masa lalu? Apa ia siap dengan apa yang akan dibicarakan mereka nantinya.

"Aku memilihmu"

Ucapan Kai membuat Kyungsoo mendongak cepat dan menatap bingung Kai. Kyungsoo langsung ambil posisi waspada saat Kai mencoba mendekatinya. Kyungsoo semakin bergerak menjauh saat Kai berusaha menggapainya. Warna mata Kai berubah. Warna merah darah kembali terlihat dimata Kai. Kyungsoo ketakutan saat ini. Ia masih belum tau apa motif Kai membawanya kehutan ini. Walaupun Kai sudah mengatakan bahwa ia memilih dirinya tapi itu bukan jawaban yang ingin Kyungsoo dengar.

"Aromamu sama dengan aroma eommaku. Begitu manis dan menenangkan"

Kai menghentikan pergerakannya. Ia mencoba untuk bersikap tenang walaupun seluruh tubuhnya bergejolak tapi ia menahannya. Kai sedikit menggeram saat tubuhnya sulit dikendalikan. Ia tau jika Kyungsoo ketakutan melihatnya dan ia tak ingin Kyungsoo salah paham.

"Maafkan aku jika aku menakutimu. Sungguh ini sangat menyiksa"

Kyungsoo menatap Kai bingung. Pemuda itu tampak frustasi dengan segala pemikirannya sendiri. Kyungsoo mencoba bersikap biasa saja dan memandang Kai yang sesekali mengelurkan geraman kecil.

"Aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu"

Akhirnya Kyungsoo bersuara dan hal itu mendapat perhatian penuh dari Kai. Manusia serigala itu langsung memandang Kyungsoo penuh tanda tanya. Kyungsoo mencoba menatap Kai walaupun tak terlalu sering.

"Segala sikapmu membuatku bingung menafsirkannya. Aku tak tau apa yang sebenarnya ada dalam benakmu"

"Begitu juga aku. Aku masih bingung dengan perasaanku"

Kyungsoo menatap Kai dengan mata bulatnya. Kai membalas tatapan Kyungsoo dengan penuh keseriusan.

"Awalnya aku sangat ingin menemukan pembunuh kedua orang tuaku lalu membunuhnya. Setidaknya keluarga mereka harus merasakan apa yang sudah aku rasakan. Tapi saat aku tau jika mereka sudah mati, aku sedikit kehilangan arah. Akhirnya aku memutuskan mencari keturunannya dan membalaskan dendam kepada mereka. Aku terlalu berpusat dengan balas dendam dan melupakan bahwa aku mungkin saja bisa mati karena melupakan sesuatu yang penting"

Kai menghela nafasnya.

"Berkali-kali aku berpikir untuk membalaskan dendamku baru aku akan melakukan 'mating'. Tapi ada yang mengusik pikiranku. Kau yang membuatnya kacau"

"A-Aku?" Kyungsoo menunjuk dirinya sendiri.

Kai menunduk dan memejamkan matanya.

"Ada sesuatu yang aneh saat kau berada disekitarku. Aku seakan-akan kehilangan akal sehatku dan ingin terus bersamamu. Tapi mengingat aku masih punya tujuan lain akhirnya aku memutuskan untuk membuatmu menjauh. Aku selalu menghindarimu dan menyakitimu walaupun resikonya sangat besar karena aku juga akan tersakiti juga tapi itulah satu-satunya cara"

Kai merebahkan dirinya dipunggung sofa. Tenaganya seakan terkuras hanya karena menceritakan hal pribadi yang selama ini ia simpan sendiri.

"Fakta bahwa kau adalah anak dari pembunuh kedua orang tuaku menjadi pukulan telak untukku. Saat itu aku datang untuk mencoba menerimamu. Tapi kau terlihat sangat membenciku. Aku akui bahwa aku pantas mendapatkannya. Aku tak layak mendapat belas kasihmu tapi fakta itu menyakitiku"

"Kenapa takdirku begitu kejam? Dari awal aku lahir aku sudah diberikan kekuatan lebih dibandingkan saudara-saudaraku. Kekuatan mengerikan yang bahkan aku sendiri tak tau bagaimana mengontrolnya. Beranjak remaja aku menyaksikan kedua orang tuaku dibunuh didepan mataku. Aku melihat dengan jelas bagaimana ibuku kesakitan saat menjemput ajalnya. Itu semua mimpi burukku setiap malam. Dan sekarang saat aku menemukan 'mate' yang ditakdirkan untukku selamanya ternyata adalah anak dari pembunuh kedua orang tuaku. Jika aku memiliki takdir seperti ini aku lebih baik tak dilahirkan didunia ini"

Kai meneteskan air matanya. Ini kedua kalinya ia menangis. Menanggung semua beban penderitaan yang begitu dalam membuatnya tak sanggup menahannya. Kai tutupi kedua matanya dengan tangannya. Sungguh memalukan seorang manusia serigalanya sepertinya menangis didepan manusia, apalagi manusia itu adalah Kyungsoo.

Kyungsoo sempat tertegun mendengar kisah hidup Kai. Ia tak tau jika ternyata Kai menanggung semua penderitaan itu sendirian. Ia merasa bersalah saat melampiaskan semuanya kepada Kai saat itu. Kyungsoo bergerak ragu kearah Kai. Tangannya menggantung ingin meraih Kai dalam pelukannya. Ia masih ragu. Jujur didalam hatinya ia ingin memiliki Kai. Ia sudah merasa tertarik sejak Kai menyelamatkannya waktu itu.

Kyungsoo mengusap pelan rambut Kai. Tangan Kai perlahan turun dan kedua matanya terbuka. Ia tatap Kyungsoo yang tersenyum manis kearahnya. Kai langsung mendekap Kyungsoo. Rasanya hangat. Kehangatan ini yang ia cari selama ini. Rasanya seluruh tubuhnya terisi dengan energy baru dan sangat menyenangkan. Kai membenamkan wajahnya diceruk leher Kyungsoo. Kyungsoo hanya menanggapi dengan usapan pelan dipunggung Kai. Ia seperti sedang menenangkan seekor anjing liar saat ini. Pikiran konyol itu membuat Kyungsoo tersenyum geli.

Kai menjauhkan tubuhnya dari pelukan Kyungsoo. Kai mendekatkan kepalanya perlahan. Kyungsoo bisa merasakan deru nafas Kai yang menyapu wajahnya. Kyungsoo menutup matanya saat bibir Kai berhasil menyentuh bibirnya. Ada sensai aneh didalam dadanya saat bibirnya dan bibir Kai bersatu. Kai masih menempelkan bibirnya tanpa melakukan pergerakan. Ia ingin meresapi kelembutan bibir Kyungsoo.

Kai langsung menjauhkan kepalanya saat gejolak dalam dirinya timbul. Kyungsoo yang merasa kehilangan langsung membuka kedua matanya. Ia dapat melihat mata Kai yang berwarna merah dan taring tajamnya yang langsung keluar. Keterkejutan Kyungsoo semakin bertambah saat Kai langsung saja meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Kyungsoo mengerjab-kerjabkan matanya dan mencerna apa yang baru saja terjadi.

Kyungsoo memutuskan untuk mencari Kai. Ia sedikit kesusahan berjalan karena penerangan yang minim. Kyungsoo meraba-raba sekitarnya untuk mencari benda sekitarnya agar ia tak terbentur. Disebuah lorong yang gelap Kyungsoo samar-samar mendengar geraman serigala. Walaupun ia takut tapi Kyungsoo tetap melangkahkan kakinya untuk mencari Kai. Kyungsoo mengikuti arah suara geraman itu. Sampai disebuah pintu, Kyungsoo dapat dengan jelas mendengar suara geraman itu.

Kyungsoo mencoba membuka pintu itu. Kyungsoo melongokkan kepalanya melihat kedalam kamar. Kamar itu tak terlalu banyak cahaya. Beberapa lilin diletakkan disana membuat kamar itu masih kekurangan cahaya. Kyungsoo membuka lebih lebar kamar itu dan mencoba masuk. Kyungsoo dapat melihat bayangan seseorang yang berada didekat jendela. Keadaan luar jendela yang gelap gulita membuat Kyungsoo sulit melihat dengan jelas. Ia yakin jika itu adalah Kai.

Kai membalik badannya dan menemukan Kyungsoo yang berjalan kearahnya. Kai menggeram rendah dan membuat Kyungsoo menghentikan langkahnya. Kai menatap Kyungsoo dengan mata merahnya. Ini salah. Seharusnya Ia tak membawa Kyungsoo kemari. Kai masih kesusahan mengontrol kendali tubuhnya. Purnama yang sebentar lagi datang membuat tubuhnya tak terkendali. Walaupun beberapa kali Kyungsoo dapat menekannya tapi karena mereka belum melakukan 'mating' membuat Kai masih berada diambang krisisnya. Ia ingin melakukan 'mating' dengan Kyungsoo tapi ia tak ingin melukai perasaan Kyungsoo lagi.

"Jangan mendekat! Aku tak bisa mengontrol diriku saat ini. Menajuhlah!" ancam Kai saat melihat Kyungsoo yang bergerak kembali.

Kyungsoo tak mempedulikan ancaman Kai dan terus berjalan mendekati Kai. Ia tau apa yang Kai alami sekarang. Kai pasti tersiksa karena perubahannya. Entah dapat dorongan darimana Kyungsoo seakan harus menyelamatkan Kai. Kyungsoo langsung memeluk Kai. Ia tak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti. Kai melebarkan matanya. Ia mendapatkan serangan tak terduga dari Kyungsoo. Deguban jantungnya semakin cepat dan tak terkendali.

'Tidak! Tidak! Ini tak boleh terjadi. Jika seperti ini aku akan kehilangan dirimu' batin Kai.

"Lakukanlah, Kai. Lakukan apa yang harus kau lakukan" bisik Kyungsoo.

Debaran jantung Kai semakin menggila. Ajakan Kyungsoo membuat pikirannya kacau. Bila seperti ini terus ia dapat lepas kendali dan menyerang Kyungsoo. Kai tak menginginkannya. Saat Kai mencoba melepaskan pelukan Kyungsoo tubuhnya menegang mendengar apa yang Kyungsoo katakana padanya.

"Kau tak akan menyakitiku, Kai. Jika kau terus begini kita berdua yang akan tersakiti"

Kai pasrah dengan apa yang dilakukan Kyungsoo. Ia tak bisa lagi menghindar. Kepasrahan Kyungsoo membuat sisi liarnya semakin berkuasa pada dirinya.

"Aku tak bisa menyakitimu lagi" desis Kai.

"Kau juga yang akan menyembuhkanku. Aku percaya padamu" lirih Kyungsoo.

Kai melepaskan pelukan Kyungsoo dan menatapnya. Pancaran mata Kyungsoo tersirat taka da keraguan sedikitpun. Kai langsung menyambar bibir Kyungsoo. Ia lumat perlahan. Ia tak ingin gigi taringnya melukai bibir mulus Kyungsoo. Kai mengangkat tubuh Kyungsoo dan melingkarkan kakinya kepinggangnya.

Kai terus mencumbu Kyungsoo dan berjalan menuju ranjangnya. Kyungsoo mengikuti permainan Kai. Kai melempar tubuh Kyungsoo keranjang dan langsung menindihnya. Kai dengan kasar merobek baju Kyungsoo hingga meninggalkan bekas goresan cakaran ditubuh mulusnya. Kyungsoo menjerit kesakitan saat cakar Kai mengenai kulitnya. Rasanya begitu pedih dan nyeri. Tapi sakit itu tak berangsur lama. Dengan cepat Kai langsung menyembuhkannya dan luka itu langsung menghilang.

Kyungsoo masih tersenggal-senggal disela-sela cumbuan Kai. Sensasi yang Kai berikan begitu nikmat. Kai memperlakukannya dengan lembut walaupun terkadang Kai dengan sengaja melukainya lalu menyembuhkannya. Kini Kyungsoo sudah telanjang bulat. Ia tak tau kapan Kai berhasil melucutinya. Kyungsoo menatap sayu Kai. Pandangannya tak terlalu tajam tapi ia masih bisa melihat bagaimana seringaian Kai tercipta diwajahnya.

Kai menundukkan wajahnya dan mencium sekilas pada bibir Kyungsoo. Gejolak didalam dirinya begitu menjadi-jadi. Seluruh kekuatannya berkumpul menjadi satu tapi tanpa kehilangan kendali. Setiap sentuhan Kyungsoo seperti menyadarkannya dan mengembalikan kendali dirinya. Ia tak menyangka ada seseorang yang bisa mengontrol penuh dirinya hanya dengan sentuhan. Kai mempersiapkan kejantanannya didepan lubang Kyungsoo. Ia melirik Kyungsoo yang terlihat pasrah.

"Semuanya akan berlangsung dengan cepat" bisik Kai.

Kyungsoo mengangguk lemah. Dan tanpa aba-aba Kai langsung menghentakkan miliknya memasuki Kyungsoo. Kyungsoo yang tersentak langsung mencengkram kuat bahu Kai. Kuku-kuku tajam langsung keluar dari jari Kyungsoo. Setiap kuku itu menancap erat pada bahu Kai hingga mengeluarkan darah. Kai sendiri menggeram rendah saat penyatuan mereka berhasil. Seluruh kekuatannya berpusat pada satu titik. Kai mencoba untuk tak menindih Kyungsoo. Ia bertumpu pada kedua sikunya.

BRAK

Kyungsoo dan Kai sedikit tersentak karena ranjang yang roboh. Kai melanjutkan aktivitasnya. Ia keluar masukkan miliknya kedalam Kyungsoo berulang kali.

"Ngghhhh~~~"

Kyungsoo melenguh pelan saat Kai mulai bergerak liar. Ia buka matanya yang sempat tertutup. Warna mata Kyungsoo berubah menjadi kuning emas. Taringnya perlahan muncul. Kyungsoo merasakan ada energy yang mengalir keseluruh tubuhnya. Rasa perih saat penyatuan Kai tadi sekarang berubah menjadi kenikmatan. Kyungsoo mencoba tetap sadar dan melihat Kai yang berada diatasnya dengan menyentak-nyentakkan bagian selatan tubuh mereka.

Kai terlihat begitu bersinar dimata Kyungsoo. Warna mata Kai berubah menjadi kuning dengan pupil mata yang menajam. Kai terus menggerakan tubuhnya hingga Kyungsoo tersentak-sentak karenanya. Kai mengusap pelan wajah Kyungsoo yang dibanjiri oleh keringat. Ia suka dengan perubahan Kyungsoo terutama warna matanya. Kai mengecup sekilas mata Kyungsoo disela-sela aktivitasnya.

"Bertahanlah. Sebentar lagi ritual ini akan selesai"

Kyungsoo mengangguk.

"Aku mencintaimu, Kai" bisik Kyungsoo lemah. Kai dapat mendengarnya. Ia terkejut Kyungsoo akan mengatakan itu kepadanya.

"Aku juga mencintaimu, Kyungsoo"

Kai semakin liar menghentakkan pinggulnya. Sesuatu dalam dirinya akan keluar sebentar lagi. Hujaman Kai semakin lama semakin cepat dan dalam. Hingga akhirnya penggabungan mereka berakhir.

"GGGRRRRRRAAAAAHHHHHHH!"

Geraman Kai terdengar nyaring diseluruh penjuru rumah bahkan mencapai penjuru hutan. Seluruh serigala secara serentak melolong bersamaan dengan geraman Kai. Seperti sebuah selebrasi kecil karena sempurnanya penyatuan sang majikan.

Kai merasakan tubuhnya sempurna. Ada energy baru didalam tubuhnya dan itu membawa dampak positif bagi tubuhnya. Kekuatan itu sungguh besar dan Kai bisa mengontrolnya. Inilah kesempurnaan kekuatan para kaum manusia serigala. Kai melihat Kyungsoo yang sudah tak sadarkan diri pasca peleburan mereka. Kai kecup dahi Kyungsoo guna merilekskan tubuhnya. Kai melepaskan penyatuan mereka dan memakai celananya. Ranjangnya sudah tak berbentuk lagi. Bekas cakaran ada disana sini akibat ulah mereka.

Kai membopong tubuh Kyungsoo dan memindahkannya untuk istirahat dikamar lain. Kai tersenyum singkat dan mengecup pelan. bibir Kyungsoo. Ia letakkan Kyungsoo dengan penuh kehati-hatian agar tak membangunkan belahan jiwanya. Kai memakaikan selimut hingga menutui tubuh telanjang Kyungsoo. Kai meninggalkan Kyungsoo untuk beristirahat.

Kai keluar dari rumahnya dan disambut oleh kawanan serigalanya. Kai tersenyum saat melihat serigala kesayangannya menuju kearahnya. Ia usap pelan bulu-bulu serigalanya.

"Kau merasakannya? Kekuatan yang sangat besar mengalir dalam tubuhku. Aku belum pernah merasakan energi sekuat ini sebelumnya"

"WORF"

Kai tersenyum.

"Pergilah. Kalian tak perlu menjaga sekitar sini"

Kawanan serigala itu menggonggong dan pergi meninggalkan rumah Kai. Kai kembali masuk kedalam rumahnya. Ia mematikan lilin-lilin yang sengaja dinyalakannya. Kai melangkah masuk kedalam salah satu kamar dimana Kyungsoo tidur. Kai menatap Kyungsoo sejenak. Kai menyibakkan selimut yang dipakai Kyungsoo dan membaringkan tubuhnya disebelah Kyungsoo. Kai kembali merapikan selimutnya hingga menutui tubuhnya dan Kyungsoo. Ia juga menarik tubuh Kyungsoo mendekat kearahnya. Kai terlelap dengan memeluk tubuh Kyungsoo.

.

.

.

TBC

Hai...hai...Aku kembali dengan cepat. kkkk. Mumpung lagi senggang bolehlah aku kasih kejutan dengan kembali membawa cerita ga bermutu ini. Semakin lama aku semakin bingung dengan endingnya. Ada saran?

Yang pengen enaena kaisoo nih aku kasih. Kurang hotkah? huft...biarkanlah. kkkkk

Terima kasih untuk readers yang masih setia pada epep ini. GOMAWO~~~~~

REVIEW JUSEYO~~~~~