Chapter 10 : 'Hubungan'

#

#

#

Normal POV

~ Imasugu ni demo tonde iku yo

Kaze ga fuitemo ame furidemo

Korekara mo zutto zutto soba ni ite

Dare yori mo hayaku tsutaetai ~

Lantunan musik dari penyanyi favoritmu bergema indah dalam indera pendengaranmu. Sesekali kau ikut melantunkan sebait dua bait lirik dalam gumamanmu. Dengan ditemani buku note dan sebatang pensil di tanganmu. Kau sedang mencari inspirasi untuk menulis lirik.

Sore hari yang sejuk seperti ini benar-benar waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan yang saat ini sedang kau lakukan.

CKLEK

Di suasana yang tenang dan sunyi itu, tiba-tiba pintu kamarmu terbuka dan masuk seorang gadis oranye. Tidak perlu ditanya lagi tentang siapa partner kamarmu.

"Ara, [name]-chan," sapanya dengan lembut kepadamu. Namun, kau pura-pura tidak menyadari kedatangannya. Karena begitu kau melihat dirinya, bayang-bayang tadi siang di kelas A kembali memenuhi otakmu.

Kau menggigit bibir bawahmu. Ingin rasanya kau memarahi Haruka dan menceritakan semua hal yang sebenarnya antara kau dengan Shinomiya. Tetapi, kau berusaha menahan gejolak itu. Hal itu mungkin akan lebih mempersulit keadaan.

"Ne, [name]-chan..."

Gadis oranye tersebut tiba-tiba duduk di kasur milikmu. Beraninya dia.

"Hm?"

Hanya itu respon yang berikan padanya, seraya kau tetap melanjutkan kegiatanmu menulis lirik.

"A-aku ingin bertanya. T-tapi, ini sedikit memalukan, sih," ujarnya terbata dengan wajah yang sedikit merona. Hah? Ada apa sih dengannya?

"Apa? Cepat katakan. Tidak usah bertele-tele," ucapmu acuh sembari mencabut headset yang telah lama bersemayam di telingamu.

"E-etto...kalau boleh tahu, siapa first kiss mu, [name]-chan? A-ah, atau kau belum pernah melakukan...itu?"

Kau menatap Haruka dengan tatapan yang sulit didefinisikan. Yang benar saja, dia menanyakan hal itu. Hal yang kembali membawamu ke beberapa jam lalu.

'First kiss, ya?

Sudah pasti...

...orang itu, kan?'

"Haruka, kenapa gadis sepertimu bertanya soal ini kepadaku? Siapapun first kiss ku, itu tidak penting bagimu, kan? Memangnya kenapa? Apa kau baru saja mendapatkan first kiss mu?"

Kau sengaja bertanya seperti ini. Bermaksud memancing Haruka agar ia menceritakan soal kejadian tadi siang. Kau siap mendengar apapun darinya. Walaupun hal itu bisa membuatmu sangat kecewa nantinya.

"B-bagaimana kau tahu?"

Kau melihat pipinya benar-benar merona seperti kepiting rebus. Ternyata benar. First kiss Haruka adalah―Shinomiya.

"Aku hanya menebak-nebak. Ternyata benar," ucapmu pura-pura tidak mengetahui apa-apa.

"Jadi, siapa lelaki yang sudah mencuri ciuman pertamamu?"

"I-itu...dia..."

Haruka terlihat sedang menggigit bibir bawahnya. Wajahnya masih merona, dan pandangannya menerawang ke bawah.

"...dia...

...Shinomiya-san."

DEG

'Eh? Kenapa?

Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?

Bukankah aku sudah tahu bahwa hari ini Natsuki memang mencium Haruka?

Kenapa aku menjadi gelisah seperti ini?'

"Ano...[name]-chan?"

Ia membangunkanmu dari lamunan tentang perasaanmu yang tiba-tiba saja bergejolak.

"Ah, jadi begitu. Lalu, bagaimana perasaanmu saat itu?"

"Um...rasanya...manis, mungkin? Aku sendiri juga tidak begitu mengerti. Tapi, saat Shinomiya-san menciumku, aku merasa nyaman."

DEG

'Lagi? Kenapa aku gelisah seperti ini? Bukankah tadi, Syo sudah menenangkanku? Dan juga...menciumku...'

"Maaf, Haruka. Aku keluar sebentar."

Kau tidak tahan. Rasanya kau benar-benar ingin sendiri.

.

.

TUK

Kakimu sengaja menendang sebuah batu kecil. Kau berjalan seperti orang tanpa nyawa. Pandanganmu menerawang kosong, dan kakimu berayun tanpa kekuatan.

Hari mulai senja. Sinar terang sang surya mulai berubah menjadi lembayung senja yang berwarna kemerahan.

Kau membawa langkahmu menuju sebuah gazebo taman yang saat ini sedang tak ada siapa-siapa. Kau duduk disana sambil melakukan hobi barumu, melamun.

"..."

"[Name]-chan?"

Tiba-tiba, kau mendengar suara seseorang memanggilmu. Ah, suara yang sangat kau rindukan.

Kau segera menoleh ke arah empu suara. Dan benar saja, wajah segar nan cerianya langsung membuatmu mengembangkan senyum.

"Tomocchan!"

Kau berdiri dari lantai gazebo dan langsung memeluk sahabatmu itu.

"Kenapa kau sendirian disini? Kenapa tidak mengajak Haruka-chan saja?"

"Daripada mengajaknya. Lebih baik jika kau yang datang kesini," kau tersenyum ceria.

"Heh? Kenapa begitu? Apa kalian sedang ada masalah?"

Tersirat sedikit kekhawatiran dalam pertanyaan Tomochika.

"Yah, mungkin," kau hanya menjawab asal-asalan sembari mengendikkan bahumu.

"Daripada membahas itu, apa kau sedang dekat dengan seorang lelaki, Tomocchan?" Tanyamu dengan nada dan tatapan menggoda pada sahabat karibmu itu.

"H-hee? Seorang lelaki? Emm...tentang itu, aku tidak tahu, hehe."

Tomochika menjawab dengan ragu-ragu seraya menggaruk kepalanya tanpa alasan.

"Benarkah? Aku pernah melihatmu dengan seorang lelaki jangkung, berambut terang dan panjang. Siapa dia, hm? Dan sepertinya saat itu dia sedang berusaha menggodamu, iya kan?"

Kau terus-terusan menggoda dan mendesak Tomochika. Ekspresinya pun perlahan mulai berubah.

"Ch-chotto, kau melihatnya?!"

Kau hanya mengangguk sambil menyeringai lebar.

"Mou ii yo..." Tomochika menghela napas kasar.

"...akhir-akhir ini memang dia sedang dekat denganku. Jinguji Ren. Dia sering sekali mengajakku ke kantin bersama. Bahkan tidak hanya itu."

"Hooo, tapi kau menyukainya, kan?"

"B-baka! Aku bahkan belum terlalu mengenal dirinya. Hmph."

Melihat Tomochika sebal seperti itu sontak membuatmu tertawa. Wajahnya menjadi lucu sekali sampai membuatmu ingin menggigit pipinya.

"Na, bagaimana denganmu? Tadi siang aku melihatmu sedang berpelukan dengan teman lelakimu yang nyentrik itu."

BLUSH~

"N-nanii?!"

"Hahaha! Jangan-jangan kalian sudah berpacaran?"

Sekarang semuanya berbalik. Giliran Tomochika yang menggoda dan mendesakmu.

"Yang benar saja! S-saat itu, aku hanya tersandung kaki meja dan tidak sengaja terjatuh ke arahnya."

Kau terlihat gugup dan manik cokelatmu bergerak ke kiri dan ke kanan dengan tidak tenang. Memikirkan sebuah alasan kenapa kau bisa berada di pelukan Syo.

"Hahaha. Aku tahu kau sedang berbohong, [name]-chan~ Tapi temanmu itu manis juga. Terlebih lagi, di berani memelukmu di tempat publik."

"Mou~ hentikan itu, Tomocchan. Itu memalukan," kau menutupi wajahmu dengan kedua tangan.

.

.

Langit sudah sepenuhnya berwarna kelam. Titik-titik cahaya terlihat berserakan di permadani yang hitam. Angin malam yang bertiup cukup membuat pori-pori kulitmu terangsang.

Kau berjalan seorang diri menuju sebuah mesin minuman tidak jauh dari gedung asrama. Berbincang banyak hal dengan Tomochika membuat tenggorokanmu sedikit kering. Namun sekarang Tomochika telah kembali ke kamar asramanya.

Saat kau sudah mengambil minuman kaleng pilihanmu dan hendak membukanya, kau samar-samar mendengar perbincangan antara dua orang lelaki yang sepertinya berada di belakang gedung asrama.

Karena tingginya rasa penasaranmu, kau membawa dirimu sendiri untuk mendekat ke sumber suara.

TAP TAP

"..."

TAP TAP

"?!"

"Apa?! Kau jatuh cinta padanya?!"

Matamu membulat saat mendengar sekaligus melihat siapa orang yang baru saja mengatakan hal tadi.

"Syo-kun? Dan...Natsuki...kun?"

#

#

#

#

-To be continue-

Heyya minna-chan :D chapter ini emang ga ada moment reader sama Syo ataupun Natsu XD

Di chapt ini nyeritain break feeling/? nya reader setelah berturut-turut ngalamin hal tak terduga hehe XD

Dimohon review nya ya, minna-chan atau kalau mau usul nanti endingnya gimana atau yang lain-lain, tau ga review kalian tuh bikin Nobu semangat :'))

Yak, sampai jumpa lagi~;*