Title : Eternal Snow
Cast : Lee Sungmin as Main
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Genre : Romance, Hurt
Summary : sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?
Chapter 10
Mobil kyuhyun melaju kencang membelah jalanan kota seoul. Pikirannya kacau saat ini. Segala hal yang terjadi dihadapannya barusan membuat sebuah gambaran benang kusut yang perlu segera diurai satu persatu.
'Orang itu pasti tahu' batin kyuhyun.
Ia segera meningkatkan laju kecepatan mobilnya untuk segera sampai ke kota Seoul. Tidak sampai dua jam berkendara kyuhyu telah sampai di kota seoul, ia segera menuju sebuah rumah mewah di kawasan pusat kota seoul.
Ckitttt… bunyi rem mobil itu menandakan bahwa mobil yang dikendarai kyuhyun telah sampai ke tempat tujuannya.
BRAKKK
Kyuhyun membuka pintu itu dengan keras sama sekali tidak mengindahkan sopan santun. Tap… tap ia menapaki tangga yang ada di rumah itu menuju lantai dua.
" Tumben sekali tuan muda Cho, mau mengunjungi rumah ini?'
" Aku tidak berniat bertengkar denganmu Pak Tua!' ucap kyuhyun datar
" Baiklah, apa keperluanmu mengunjungiku Kyuhyun-ssi?'
" Siapa Sungmin?"
" Bukankah dia teman sekelasmu Kyuhyun-ssi?"
" Aku sedang tidak berniat bercanda, Pak Tua" ucap Kyuhyun geram.
" Aku tidak bercanda kyuhyun-ssi, sungmin memang teman sekelasmu kyuhyun-ssi." Ucap Lee Sooman tenang.
" Hah,…. Sungmin bukan anak kandungmu kan?'
" Kenapa kau begitu igin tahu Kyuhyun-ssi? Bukankah sungmin tak ada hubungannya dengan dirimu?"
" Cukup jawab saja Pak Tua!" kesabaran kyuhyun sudah mulai habis.
" Apa yang harus ku jawab. Sungmin anakku, aku akan melindunginya, ia tak ada hubungannya dengan kebencianmu terhadapku"
Kyuhyun menyerah, ia sadar sikapnya selama ini sudah terlalu banyak menyakiti hati banyak orang sehingga tidak sedikit orang yang salah paham terhadapnya.
" Ku mohon paman, katakana yang sebenarnya!" kyuhyun melunakkan suaranya.
" Apa yang kau inginkan dari Sungmin? " tanya Sooman tenang
" Maaf, aku hanya ingin itu"
" Sungmin tidak akan pernah membenci siapapun, aku tahu itu" ' dan juga tidak bisa mencintai siapapun' batin Sooman.
" Ia pasti sudah memaafkanmu" lanjutnya.
" Aku ingin tahu, kenapa ia seperti itu? Seperti bukan dirinya yang sebenarnya." Jawab kyuhyun lirih.
" Aku tak berhak memberi tahukan siapa jati diri sungmin. Kau harus bertanya padanya sendiri kyuhyun-ah. Yang perlu kau tahu ia memang bukan anak kandungku namun ia amat berharga"
" Terima Kasih" ucap kyuhyun.
Ia berbalik dan meninggalkan Sooman yang duduk tenang di meja kerjanya. Sebuah senyum mengembang di bibirnya. Senyum kelegaan. ' semoga kalian memperoleh kebahagiaan dalam hidup kalian' ucapnya dalam hati.
Sooman memejamkan matanya, 'aku sudah menjaganya. Semoga kau tak kecewa denganku, Kangin-ah'
Flashback On
" Kumohon jagalah anakku, Hyung." Ucap namja tegap itu.
" Apa yang kau katakana kangin-ah? " tanya pria itu.
" Kumohon berjanjilah untuk menjaga anakku Hyung, hanya ia hartaku yang paling berharga."
" Kau tak perlu begitu, Kangin-ah. Sungmin sudah ku anggap anakku sendiri. Aku akan menjaganya"
" Gomawo, Hyung. Aku harus pergi sekarang."
Flasback Off
" Kau benar-benar pergi, Kangin-ah. Apa kau melihatnya? Anakmu tumbuh dengan baik dan cerdas, tapi tidak dengan hatinya." Ucap Sooman lirih.
" Aku gagal Kangin-ah" ucap pria itu seraya memejamkan matanya.
' Mianhae' ucapnya dalam hati.
Kyuhyun gusar, ia sangat tahu bahwa darah keluarganya adalah darah orang yang sangat keras kepala dan kaku. Ia mendesah frustasi tak mengerti apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia hanya melajukan mobilnya tanpa arah.
' Nyonya Jung' batinnya.
Segera setelah itu, Kyuhyun melaju menuju kediaman keluarga Jung. Kyuhyun tahu keluarga Jung adalah keluarga yang cukup terkenal di Seoul sehingga tak sulit menuju ke rumah keluarga Jung.
Stelah sampai di depan pintu rumah keluarga jung, kyuhyun segera turun dari mobilnya dan menekan bel yang ada disana.
Ceklek,….. pintu terbuka
" Maaf anda mencari siapa Tuan?" tanya seseorang yang nampaknya adalah maid di rumah itu.
" Nyonya Jung, bisakah aku bertemu dengannya?"
" Mianhae Tuan, nyonya sedang pergi ke Jepang menemani Tuan Juang. "
"Kapankah mereka akan pulang?"
" Mian tuan saya idak tahu, karena Nyonya baru berangkat tadi pagi tuan."
" Baiklah kalau begitu, saya permisi"
: Ne tuan"
Pupus sudah harapan terakhir kyuhyun. Ia melangkah gontai menuju mobilnya. Bahkan misteri kehidupan sungmin jauh lebih sulit di pecahkan daripada level tertinggi permainan starcraftnya. Ia tidak mengerti kenapa ia mau melakukan semua ini, yang ia tahu ia hanya ingin mengetahui siapa sebenarnya sungmin.
Kyuhyun melajukan mobilnya menuju ke apartemen mewahnya. Segera setelah memasuki apartemenny ia merebahkan tubuhnya, baginya kejadian yang baru saja dilaluinya sangat membingungkan. Untunglah ini akhir pecan, sehingga ia tak harus berurusan dengan kuliahnya. Bahkan ia tidak mengingat bahwa sungmin sudah tidak berkuliah selama satu minggu. Karena kelelahan akhirnya kyuhyun memutuskan untuk tidur.
Sementara itu, Sungmin dan Donghae masih ada di Daegu. Meskipun sungmin sudah mengatakan pada donghae untuk tidak mengikutinya namun, Donghae tetap mengikuti sungmin secara diam-diam.
Sungmin telah sampai di sebuah rumah yang ada di pinggiran kota Daegu, rumh sederhana namun sangat nyaman. Donghae hanya berani memandang sungmin dari jauh. Ia tidak berani mengganggu sungmin saat ini.
Tampak pintu terbuka menampilkan seorang ajhuma yang langsung menyuruh sungmin masuk. Akhirnya setelah sungmin masuk, Donghae baru memutuskan untuk pulang ke Seoul.
' Siapa Ajhuma itu? Sungmin-ah, kenapa kau begitu sulit dimengerti,… hah' batin Donghae mendesah frustasi.
Donghae segera memberhentikan taksi untuk membwanya kembali ke seoul.
Di dalam Rumah…
" Kau sungmin nak?" ucap ajhuma itu.
" Ne ajhuma, kau lupa padaku?"
" Anio sungmin-ah. Ajhuma sangat merindukanmu…. Kau kemana saja selama ini nak?"
" Aku di Seoul ajhuma"
" Apa kau hidup dengan baik selama 5 tahun ini nak?"
" Tentu su-ie ajhuma, aku hidup dengan baik. Lebih baik " Ucap sungmin, namun pandangannya tetap datar.
" Oemma… aku lapar, .. HYYUUUUUUUUUNGGGGG" teriak suara itu dengan amat sangat tidak berperi ketelingaan. Suaranya yang tinggi membuat semua orang menutp telinganya.
" Jangan teriak Min-ah" ucap sang ajhuma.
" Kau membuat telingaku sakit Minnie!" ucap sungmin menambahkan.
Anak yang di panggil Minnie atau Changmin itu segera berlari memeluk sungmin yang ada disamping Junsu, ummanya.
" Hyung Boghosipo"
" Ne nado, Min-ah"
"Oemma karena sungmin hyung sudah pulang, cepat buatkan banyak makanan oemma" ucap chngmin merajuk.
" Baiklah, …." Ucap Junsu.
" Hyung akan tinggal disini kan?' tanya changmin
" Ani, Minie-ah. Hyung harus kuliah besok."
" Ayolah huyung,…. Sekali saja. Bahkan sudah 5 tahun kau menghilang tak mengunjungi kami"
" Lain kali aku akan menginap, nanti malam hyung akan pulang"
" Aish,.. arraso." Ucap changmin sebal.
" Oemma cepat nikahkan aku dengan Minnie-Hyung sebelum ia pergi lagi oemma" ucap changmin merajuk pada ummanya.
PLETAK
" Dia hyungmu anak bodoh, lagi pula mana sungmin mau dengan anak sepertimu" ucap oemma changmin.
" sakit oemma" ucap changmin mengelus kepalanya yang baru saja dicium dengan spatula ummanya.
" Istirahatlah sungmin-ah, Changmin antarkan hyungmu"
" Arra… ayo hyung. Kau mau di kamarku atau di kamar tamu hyung? "tanya changmin.
" Kamar manapun asal tak ada dirimu," ucap sungmin sambil menjulurkan lidahnya.
" Aish,… baiklah tidur dikamarku saja Hyung" ucap changmin mengantarkan sungmin masuk ke dalam kamarnya..
Cukup berantakan memang, namun sungmin tetap masuk dan segera menidurkan tubuhnya di ranjang changmin. Changmin meninggalkan sungmin di kamarnya.
' Apa kau lelah hyung' batin Chagmin menatap sungmin dengan tatapan mata yang miris.
Sungmin tidak benar-benar tertidur, ia hanya memejamkan matanya. Setelah yakin changmin pergi dari kamar itu, ia kembali membuka matanya. Setitik air mata melunjur dari matanya. Pandangannya lurus ke atas, menerawang.
' Boghosipo' lirihnya.
Changmin pergi ke dapur menemui sang oemma. Bahu oemmanya yang tampak bergetar membuat changmin segera memeluk sang oemma.
" Hyungmu sudah tidur Minnie-ah? Ucap junsu serak. Ia menghapus kasar airmatanya.
" Ne oemma" Jawab changmin. Ia tahu oemmanya sedang menahan tangis melihat keadaan hyungnya saat ini.
Tatapan mata datar dan dingin, seolah tak mempunyai semangat untuk hidup. Sperti manusia yang tak mampu lagi meraskan kebahagiaan atau kesedihan. Hanya datar, tatapan mata yang dulunya lembut dan hangat, serta pribadi yang ceria kini telah berubah menghilang menjadi bongkahan es dari salju abadi yang sangat sulit di cairkan.
"Seandainya peristiwa itu tidak terjadi changmin-ah, seandainya aku bisa membantunya dulu….. semua tak akan jadi seperti ini" ucap Junsu menahan tangis.
" Ini takdir oemma, bukan salah oemma. Ini jalan hidup yang harus dijalaninya oemma" ucap changmin lirih sambil tetap memeluk sang oemma.
Tak ada yang menyadari bahwa percakapan kedua orang itu dapat didengarkan oleh sungmin dari balik pintu kamar changmin. Sungmin merosot, tubuhnya tak mampu menahan bobot tubuhnya, ia menangis dalam diam di balik pintu kamar itu.
' Inikah jalan hidupku?' batinnya.
Junsu sudah tenang, ia segera meneruskan memasaknya. Sementara changmin duduk di sofa yang ada di depan Tv. Changmin segera menuju ke lantai dua dimana kamarnya berada. Ia membuka pintu itu dengan pelan, takut membangunkan sungmin.
Dapat dilihatnya sungmin tertidur dengan jejak air mata yang masih nampak jelas di wajahnya.
' Apa begitu sakit Hyung?' Batin Changmin.
Mata changmin melihat sebuah benda yang ada di samping tubuh hyungnya yang terbaring di ranjang. Sebuah album foto. Halamannya terbuka. Memperlihatkan seorang namja dewasa yang menggendong namja kecil dan yoeja dewasa yang memeluk keduanya. Mereka tampak bahagia di foto itu.
" Tersenyumlah, Hyung' lirih Changmin menahan airmatanya melihat keadaan sungmin saat ini.
TBC
annyong... saya datang lagi hehehehe gomawo yang udah reviewww... saya harap gak bosan dengan cerita saya ini wkwkwkwkw semangat.
Balasan Review... Yuhuhuuuuuuuu
Mimpunkins : oh oke saya kan update 1 minggu sekali boleh?#plak hehehe bercanda, mian kemaren mumpung ada waktu cz ikut seminar geja jadi ya ditinggal nerusin FF ini aja hahahaha
Fishy : hahahaha ne saya juga suka .. Gubrak wkwkwkwk wah ternyata tu moment gak jelas ya hehehe
Minoru : hahahaha saya gak tahu kenapa kepikiran kalau hae itu bisa kayak gitu wkwkwkwk hahahaha panggil apa aja boleh wkwkwk nama juga gak papa hehe tapi saya kelahiran 92 jadi sudah tua wkwkwkwk
Tika : ia gemes banget hehehehe
Princesspumkinself : hahahaha ini sudah dilanjut kok hehe
Chabluebilubilu : hahahaha ne, pengen Haemin * di deathglare Kyuhyun wkwkwkwkwk
Dyna : hehe sudah saya balas di review chap 7... ok. Diga prasiska imnida, Yoeja-issoeyo, lahir 92 hehe udah tu #plak
Jihyun1289 : iya nie udah update wkwkwk, endingnya belum tahu chingu,... plak.
evil vs bunny : hehehe memang itu chap Haemin moments wkwkwkwkwk
Miyu1905 : hehehe ne manis... masa lalunya sudah mulai ada clue kan di chap ini hehehe
: sudah ada clue kan chingu di chap ini hehehehehe
stevea. vatheamach : hahaha mian saya kesulitan buat chap panjang hehehe cz waktu luangnya pendek hehehehe jadi habis nulis langsung saya publish wkwkwkwkwk
Kamsahamnida buat semua pembaca yang setia dengan FF abal saya hehehe jangan bosan ne,...
jangan lupa review... gomawoooo
*Bow*
