CHAPTER 9
*
*
-:-:-:-
*
*
Baekhyun sudah kembali menjalani aktifitasnya seperti biasa . ia kini sedang berada di Cafe nya dengan lembaran kertas dan secangkir kopi diatas meja kerja nya .
Hari ini baekhyun tampak fokus dengan pekerjaan nya tanpa memikirkan hal-hal yang lain nya .
Ditemani oleh iringan musik yang manis membuat bibir cherry milik baekhyun tersenyum .
When i fall
cheot nune
banhae beorin geol
cuz when i fall
sarange ppajyeo beoringeol
shigani meochun geot gatha on
sesangi nae geot gatha
i'm fall in love with u
Bibir mungil itupun sesekali mengikuti lirik lagu itu . Hati baekhyun kembali merasakan perasaan yang sama seperti tiga tahun lalu sampai sekarang , bahkan perasaan itu tidak pernah berubah . Bagaimana cinta pertama nya membuat jantung nya selalu berdetak dengan ritme yang cepat .
Hingga suara ketukan terdengar dari luar ruangan kerja nya membuat
Baekhyun berdecak saat seseorang lagi-lagi mengganggu nya . Pintu itu pun terbuka dan tampaklah seorang laki-laki tinggi itu Kris dengan senyuman nya dan langsung duduk begitu saja di hadapan baekhyun .
"Sibuk", sapa kris tapi baekhyun menggelengkan kepalanya .
"tidak terlalu", sahutnya .
"Hum", Kris mengangguk-anggukan kepala nya .
"Bagaimana dengan hari besok , tapi ku lihat dari raut muka mu terlihat senang . apa kau tak ingin menghentikan mereka baek", lanjut kris .
"Kris .. kau membuat goodmood ku jadi bad", desis baekhyun . Dan kris hanya terkekeh dan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya kedepan wajah baekhyun . Simungil hanya mendengus kesal .
Baekhyun dan Kris melanjutkan obrolan nya kembali . Hanya seputar pekerjaan mereka , dan sesekali membicarakan kehidupan nya masing-masing . Sudah dua tahun Baekhyun dan Kris menjadi teman , namun sejak hari itulah pertemanan itu semakin membuat mereka dekat . Bagaimana sikap kris yang selalu membuat baekhyun nyaman dan menjadi seseorang yang selalu ada untuk laki-laki mungil ini disaat baekhyun membutuhkan pelukan seseorang .
Baekhyun mungkin bisa bersama Kris karena mereka sama . Kris mencintai baekhyun , namun sayang perasaan laki-laki mungil ini hanya untuk seseorang .
ting...
Suara ponsel baekhyun berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk . Baekhyun memeriksa pesan itu dan membuka nya , itu dari orang yang dicintai nya .
From : Pcy
05.30
Baek .. temui aku di butik temanku .
sekarang , ok !!
Baekhyun menghela nafasnya cukup pelan dan mengetik pesan balasan untuk chanyeol .
To : Pcy
05.31
Baiklah .
Aku segera kesana .
"Sepertinya aku harus pergi", ucap baekhyun menunjukan isi pesan nya kearah kris dan bangkit dari kursi nya . Kris hanya berdecak saat maniknya melihat nama laki-laki itu .
"Mau aku antar" .
.
.
.
Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk baekhyun sampai ditempat dimana chanyeol tengah menunggu nya . Disana laki-laki tinggi itu tengah duduk mengobrol berdua dengan pemilik butik ini . Chanyeol melambaikan tangan nya kearah baekhyun saat manik bulatnya melihat sosok mungil itu . Baekhyun melangkah menghampiri chanyeol dan joonmyeon si pemilik butik , dan menyapanya dengan ramah .
"Kau tidak lupa dengan sahabat ku kan" .
"tentu aku masih mengingatnya , Chanyeol . Baekhyun si laki-laki cantik dan manis", sahut joonmyeon dan chanyeol hanya terkekeh mendengarnya .
Setelah obrolan itu selesai . Chanyeol dan baekhyun tengah menulusuri ratusan pakaian di butik milik joonmyeon dan tentu dibantu oleh pemilik butik itu sendiri .
"kenapa kau malah mengajak ku bukan kekasihmu", cibir baekhyun dan chanyeol terkekeh .
"aku ingin pendapat dari mu", sahut chanyeol membuat baekhyun memutar bolamatanya malas .
"Bagaimana dengan ini , Chanyeol", ucap joonmyeon .
"Bagaimana menurut mu , Baek" .
"Apapun yang kau pakai akan selalu terlihat bagus , chanyeol", ucap baekhyun .
"warna ini akan terlihat cocok dengan mu", ucap chanyeol kembali dengan menyodorkan tuxedo kearah baekhyun .
Tidak butuh waktu lama untuk Chanyeol dan baekhyun memilih pakaian nya . Kini mereka berdua berada di sebuah restoran dengan pemandangan jalanan yang begitu ramai . Chanyeol sengaja memesan tempat duduk dekat jendela agar leluasa memandangi jalanan itu dan langit malam yang bersinar .
Mereka hanya makan malam berdua tanpa sahabatnya Sehun dan Minah .
"Apa mereka terlihat menjijikan menurutmu , baek", tanya chanyeol dan menunjuk sepasang kekasih sesama jenis itu dengan dagu nya . Baekhyun mengikuti arah tunjukan chanyeol dan itu membuat baekhyun tersenyum miris . Bagaimana pasangan sesama jenis itu terlihat manis bahkan tidak peduli dengan tatapan aneh dari sekitarnya .
"Tidak", sahut baekhyun .
"karena yang diucapkan Kris waktu itu pada mu memang benar", lanjut baekhyun . Lagi-lagi nama kris terdengar oleh telinga lebarnya Chanyeol . Laki-laki tinggi itu hanya berdecak .
"Bagaimana mereka saling menyentuh , apa itu tidak terlihat menjijikan bagi mereka" .
"Bisakah jangan mengurusi urusan orang lain . selera makan ku jadi hilang", Baekhyun bangkit dari kursi nya dan pergi meninggalkan Chanyeol .
"B..Baek", panggil chanyeol dan menyusul kepergian baekhyun . Untunglah langkah kaki chanyeol lebih lebar dari langkah kaki baekhyun sehingga tidak butuh waktu lama untuk menyusul laki-laki mungil itu , yang kini tengah bersandar di mobil milik chanyeol .
"Maaf .. aku sudah merusak selera makan mu , baek", ucap chanyeol yang kini sedikit membungkuk menatap wajah baekhyun yang tengah merajuk . Baekhyun hanya membuang muka nya dan mengacuhkan permintaan maaf dari chanyeol .
"Baek .. jangan membuat ku buruk . Besok hari pertunangan ku , apa kau mau melihatku besok dengan wajah yang kacau", lanjut chanyeol . Hati baekhyun malah semakin memburuk dan ia menghela nafasnya kasar .
"Baiklah aku memaafkan mu", akhirnya baekhyun mengeluarkan suara nya dan chanyeol mengusak rambut baekhyun . Baekhyun tersenyum saat tangan besar itu mengusak surai coklat nya .
.
.
.
.
.
Baekhyun dan Chanyeol kini telah sampai dirumah mereka . Dengan sehun yang menyambutnya dari arah lantai atas . Ketiga laki-laki itu duduk bersama diruangan santai tengah bercengkrama soal acara pertunangan chanyeol dan minah . Hanya sehun dan chanyeol yang banyak berbicara , sedangkan baekhyun hanya sesekali menyahut obrolan dua laki-laki itu . Manik sipit milik baekhyun hanya menatap wajah chanyeol dengan denyutan nyeri di dada nya tapi Baekhyun pun harus bahagia untuk sahabatnya .
Laki-laki mungil itu tengah duduk ditepi ranjang nya dengan lembaran-lembaran photo masa lalu nya . Photo bersama tiga sahabat nya ataupun hanya bersama chanyeol . Bibir cherry itu tersenyum saat melihat photo dirinya bersama chanyeol yang tengah merangkulnya dengan senyuman lebarnya . Baekhyun mengelus wajah laki-laki tampan itu dengan senyuman yang tak hilang namun matanya mulai berair .
"Aku bahagia untuk mu", gumam baekhyun yang masih memandangi photo dirinya dan chanyeol .
Namun suara ketukan dari arah luar kamarnya membuat baekhyun terkejut . Baekhyun dengan cepat menghapus jejak air mata nya dan pintu itu terbuka . Chanyeol lah orang itu .
"aku tidak bisa tidur , baek", ucap chanyeol dan Bolamata lebarnya langsung membola saat lembaran photo berserakan di ranjang milik baekhyun .
Dan chanyeol duduk begitu saja diatas ranjang milik laki-laki mungil itu .
"Kau sedang mengingat masalalu rupanya", ucap chanyeol .
"Hn", hanya itu sahutan dari baekhyun .
Chanyeol mengambil salahsatu photo itu dan memandangi nya .
"kenapa photo ini basah", tanya chanyeol pada baekhyun . sontak baekhyun gelagapan tidak tahu harus menjawab apa .
"Ah .. aku tadi minum dan airnya tidak sengaja mengenai photo itu" . Dan chanyeol melihat ke meja nakas disamping tempat tidur itu .
"Kau berbohong , bahkan tidak ada air minum disini" .
'Sial' batin baekhyun .
Tangan besar chanyeol merengkuh wajah baekhyun dan memandang mata sipit itu .
"sejak kapan kau mulai pandai berbohong baek . Kau habis menangis", Baekhyun menggeleng .
"Baiklah .. tapi mata mu yang berbicara pada ku kalau kau memang habis menangis", tangan besar milik chanyeol dengan lembut merengkuh wajah baekhyun dan mengelusnya dengan ibu jarinya .
"Walau aku menjadi milik minah , kau tetap orang yang akan selalu aku jaga baek . Aku park chanyeol yang tidak akan meninggalkan mu , itu janji ku sebagai sahabatmu tiga tahun lalu kau masih mengingatnya bukan . Jadi jangan bersedih , ok . cukup tiga tahun lalu aku melihat mu menangis dan jangan lagi", Baekhyun mengangguk dan chanyeol memeluk laki-laki mungil itu .
'sahabat' batin baekhyun yang dibarengi dengan senyuman mirisnya .
.
.
.
.
.
Pagi telah menjelang ...Sehun laki-laki albino itu baru bangun dari tidurnya dengan menuruni anak tangga dengan rambut kusut dan menguap dengan lebar . Sedangkan Baekhyun dan chanyeol tengah sarapan dengan pakaian yang sudah rapih .
Sehun duduk disamping baekhyun dengan tangan mungil itu mengoles roti dengan selai coklat dan menaruhnya di piring milik sehun .
"terimakasih , baek", ucap sehun dengan senyuman lebar nya yang diangguki oleh baekhyun .
"Aku harus pergi sekarang", ucap chanyeol dan bangkit dari tempat duduknya .
"Berhati-hati lah dan siapkan semuanya dengan sempurna", ucap baekhyun dengan kedipan mata nya yang diangguki oleh chanyeol .
Chanyeol berlalu dari tempat itu yang dipandangi oleh mata sipit milik baekhyun hingga sosok tinggi itu hilang dari penglihatan nya . Tidak ada senyuman dari wajah baekhyun seperti tadi , hanya raut wajah tak terbaca lah yang kini baekhyun tunjukan .
Sedangkan sehun yang berada disamping baekhyun hanya sibuk dengan sarapan nya .
.
.
.
Baekhyun sudah berangkat ke Cafe nya melakukan pekerjaan nya seperti biasa , memantau perkembangan Cafe nya setiap hari . Berharap kesibukan nya akan mengurangi sedikit kekacauan dalam hatinya .
Namun di tengah-tengah obrolan nya bersama salahsatu karyawan nya , seseorang memanggil nama laki-laki mungil itu .
"Baek" .
"Astaga .. jangan meminta kopi gratis lagi", cibir baekhyun dan sehun hanya terkekeh menanggapi lontaran baekhyun .
"Kyungie bawakan satu ice ameri...", ucapan baekhyun terpotong begitu saja .
"Lengkap dengan Cookies nya", sambung sehun . Membuat baekhyun berdecak . Kyungie berlalu dari tempat itu dengan pesanan baekhyun dan sehun .
Dua laki-laki itu duduk dikursi dekat jendela seperti biasa nya . Dengan sehun yang terus berucap ini dan itu yang disahuti acuh tak acuh oleh baekhyun .
Satu Cup ice americano dan sepiring cookies akhirnya datang juga membuat sehun tersenyum dengan lebar .
"Senangnya yang selalu mendapatkan makanan gratis", Cibir baekhyun dan lagi-lagi sehun hanya terkekeh dengan cibiran baekhyun . Sehun mulai menikmati makanan nya sendiri dengan baekhyun yang terus menggeleng-gelengkan kepala nya .
"Apa kau datang kesini hanya untuk ini", tanya baekhyun .
"Tidak .. sebenarnya aku mengajak mu untuk membeli pakaian", sahut sehun .
"aku sudah membelinya kemarin bersama chanyeol" .
"yakkk...kenapa kalian tidak mengajak ku", teriakan sehun membuat rempahan cookies itu keluar dari mulutnya .
"Habiskan dulu makanan mu dan kau baru bicara , rempahan cookies nya jadi terbang kemana-mana .. oh sehun dan itu menjijikan", desis baekhyun dan sehun lagi-lagi terkekeh tak berdosa .
Dua jam Baekhyun dan sehun terduduk di tempat itu . Belum ada yang hendak beranjak dari kursi nya . Kedua nya masih setia terduduk dengan obrolan santai nya .
Hingga sehun mendorong kursi miliknya dan berdiri menarik pergelangan tangan baekhyun .
"Ayo kita berangkat sekarang" .
"Baiklah . tapi kau bisa melepaskan tangan mu bukan", cibir baekhyun dan sehun melepaskan cengkraman tangan miliknya .
Kedua laki-laki itu pergi meninggalkan B'Cafe dengan mengendarai mobil milik baekhyun . Menemani sehun Ke butik mencari pakaian untuk ia pakai nanti malam . Tidak butuh waktu lama bagi mereka berdua menemukan pakaian yang cocok untuk laki-laki albino itu .
Setelah acara belanja nya selesai , Sehun mengajak baekhyun kesalon . Awalnya baekhyun menolak namun apadaya paksaan sehun membuat laki-laki mungil ini menyerah pada akhirnya .
.
.
.
.
.
Sore telah menjelang ...
Baekhyun dan Sehun pulang ke tempat tinggalnya . Baekhyun merebahkan tubuhnya begitu saja di sofa empuknya . Sedangkan Sehun duduk di sofa yang lainnya . Tangan mungil itu merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel nya tapi ia tidak melihat satu pun notifikasi pesan masuk untuk nya .
Laki-laki mungil itu berharap ada pesan masuk dari seseorang yang bahkan orang itu tengah sibuk mempersiapkan acara pertunangan nya . Baekhyun hanya menghela nafasnya dan meletakan ponsel diatas meja . Tapi hanya beberapa detik dan ponsel itu berbunyi tanda ada pesan masuk dari seseorang .
Tangan mungil itu dengan cepat melihat pesan masuk diponselnya Itu dari seseorang yang sedang baekhyun pikirkan saat ini . Chanyeol mengirim sebuah photo dirinya yang mengenakan kemeja hitam dengan tuxedo bewarna putih dengan bibir yang tengah tersenyum dengan lebar .
Bibir cherry milik baekhyun pun ikut tersenyum melihat pesan yang dikirim chanyeol .
"Kau selalu terlihat tampan dan kau sangat bahagia , aku bahagia untuk mu", gumam baekhyun dan mengelus photo itu .
"Kau bicara sesuatu", ucap sehun . Tapi baekhyun menggelengkan kepala nya dan pergi dari ruangan itu .
.
.
.
Baekhyun berdiri di depan sebuah cermin dengan pakaian yang sudah rapih . memakai kemeja putih dibalut tuxedo bewarna baby blue membuat baekhyun terlihat begitu manis .
"Aku bisa . Aku lakukan ini demi sahabatku Chanyeol dan minah", gumam baekhyun pada diri nya sendiri .
"Kau sudah siap , baek", ucap sehun dari ambang pintu kamar baekhyun meruntuhkan lamunan laki-laki mungil itu .
"Hum", sahut baekhyun dan menyambar kunci mobilnya diatas meja nakas dan melemparnya kearah sehun . Tangan sehun dengan cekatan menangkap lemparan dari baekhyun .
Dua laki-laki itu meninggalkan tempat tinggalnya dengan mengemudi kan mobil milik baekhyun .
Tidak banyak yang mereka perbincangkan selama di perjalanan , hanya obrolan ga jelas .
Tidak butuh waktu lama untuk Baekhyun dan Sehun sampai ketempat tujuan nya . Saat mereka keluar dari mobil nya red carpet terhampar dengan panjang menyambut para tamu yang hadir diacara pesta itu .
"aku merasa kita seperti selebriti , baek", ucap sehun dengan kekehan nya yang tidak disahuti oleh baekhyun .
Baekhyun dan Sehun melanjutkan langkahnya kembali . Kedalam ruangan hotel ternama itu yang telah disulap dengan mewah dan indah . Dimana ribuan bunga mawar tertata dengan rapih . Meja dan kursi yang sudah disusun dan dihias dengan cantik .
"Wow .. ini sempurna", ucap sehun dengan tatapan kagum nya .
"ingatlah ini pesta keluarga park dan Bang", Sahut baekhyun .
"Hum", Sehun menganggukan kepala nya tanda setuju .
Sudah banyak tamu undangan yang datang ke pesta chanyeol dan minah .
Namun mata sipit itu belum menemukan sosok yang akan bertunangan malam ini . Manik sipit nya terus menelusuri ruangan pesta itu hingga tepukan seseorang menyadarkan nya .
"Baek .. ku kira ini bukan dirimu . kau mewarnai rambutmu" .
"Orang ini yang memaksa ku", tunjuk baekhyun pada sehun .
"Kerja bagus sehun , kau membuat sahabat mungil kita semakin mempesona", ucap chanyeol dan sehun mengedipkan sebelah matanya kearah baekhyun dan dua laki-laki tinggi itu berhighfive tanpa baekhyun yang hanya memutar bolamatanya .
"Woh .. kau sangat tampan chanyeol", ucap sehun .
"aku tahu itu", kekeh chanyeol .
"kau benar-benar tampan chanyeol dan pakaian mu sangat cocok dipakai oleh mu", ucap baekhyun dan mengangkat dua jempol nya . Chanyeol lagi-lagi terkekeh .
"Baiklah aku harus menemui tamu ku yang lain", setelah mendapat anggukan dari baekhyun dan sehun , Chanyeol berlalu pergi meninggalkan dua sahabatnya .
Baekhyun dan Sehun melangkahkan kaki nya kearah seorang wanita paruh baya namun tetap terlihat cantik yang mereka klaim sebagai eomoni nya .
"anak-anak eomonie", ucap nyonya park dengan girang dan memeluk baekhyun lalu kemudian sehun .
"Eomonie terlihat sangat cantik malam ini", ucap sehun .
"eyy .. jangan menggoda eomonie nanti abeoji marah", ucap nyonya park dan tiga orang itu terkikik bersama .
"aku bahagia akhirnya chanyeol bertemu dengan cinta nya", ucap baekhyun .
"tadinya eomonie sempat khawatir karena chanyeol selalu hidup bersama kalian tanpa pasangan . tapi eomonie akhirnya lega dan bahagia kekhawatiran eomonie tidak terjadi" .
"eomoni aku dan sehun permisi untuk menemui minah", nyonya park mengangguk . Baekhyun dan sehun pergi melangkah kearah minah yang tengah mengobrol dengan tamu nya .
"Kalian . Wow .. wow kau mewarnai rambutmu baek", pekik minah .
"Kau terlihat semakin cantik dengan warna pirang itu . Kau akan jadi sorotan wanita-wanita cantik malam ini yang merasa tersaingi oleh mu", lanjut minah dengan kekehannya. Dan lagi-lagi baekhyun hanya memutar bolamatanya .
"Bagaimana baek apa aku terlihat cantik dengan gaun ini", tanya minah yang memakai cocktail dress bewarna putih dengan rambut yang tergelung dengan rapih .
"tentu , karena ini pilihan ku . Kau terlihat sangat cantik dan sempurna , kau seseorang yang cocok berdampingan dengan chanyeol", ucap baekhyun dan merengkuh bahu minah dengan lembut .
"Akhirnya aku melihat mu bertunangan juga , minah", ucap sehun .
"kalian cepatlah menyusul", sahut minah .
"Baek .. aku gugup" .
"kenapa harus gugup semuanya pasti akan baik-baik saja", Minah langsung memeluk baekhyun begitu saja dan baekhyun membalas pelukan itu .
Sedangkan seseorang dari seberang sana tengah menatap mereka berdua dengan senyuman yang susah diartikan .
Acara pertunangan itu tengah dimulai dengan tepuktangan dan senyuman bahagia dari setiap tamu yang menghadiri pesta itu . Bibir baekhyun pun tersenyum namun tidak dengan hatinya saat mata sipitnya melihat bagaimana Chanyeol dan minah tengah saling menukar cincin yang bahkan cincin itu pernah chanyeol sematkan dijari manis baekhyun . jari lentiknya terus mengelus-ngelus jari manis itu dengan tatapan yang tetap fokus kearah chanyeol dan minah .
Semuanya bertepuk tangan kembali saat acara tukar cincin itu selesai .
Chanyeol dan minah tersenyum kearah tamu undangan .
"Baiklah mari kita dengarkan suara manis milik sahabat kami byun Baekhyun dan permainan piano yang indah milik oh sehun", itu minah yang tengah berbicara . Semua tamu pun mengalihkan pandangan nya kearah stage .
Sehun duduk dengan piano yang siap dimainkan nya dan baekhyun duduk dikursi menghadap kearah para tamu undangan .
Alunan dari piano mulai mendayu dengan indah semua yang berada diruangan itu bertepuktangan dengan meriah . Bibir cherry milik baekhyun tersenyum dengan sangat manis membuat para wanita yang melihatnya tampak terpesona .
Nan kanghaeboyeodo utgoisseodo
honjail ddara manha
Suara manis dari bibir cherry itu mulai mengalun membuat yang mendengarnya begitu terpukau .
cheoeum bon sungan neomu ikkeulryeoseo
igeot jeogeot jaeji mothago malhaesseo
the answer is you
my answer is you (only you)
modeun geol da boyeojweoseo
you my everything
Baekhyun menatap kearah minah dan chanyeol dengan senyuman manisnya .
sum meomchwobeorin geot gateun
ireon gibun na cheoeumingeol
Meori sogeseo onthong ni
saenggakman neoeui pyojeong useum
soriga deullyeo
mata sipit itu lagi-lagi menatap kearah sahabatnya dengan bibir yang tersenyum . Minah pun tersenyum balik dengan jempol tangan nya yang ia angkat kearah baekhyun .
gidarilge , you
Baekhyun begitu menghayati setiap lirik lagu nya membuat semua orang yang mendengarnya lagi-lagi terpukau .
nado nae mam eoljjeol sueobseoseo
yeongweonhalge , my love
Diseberang sana Chanyeol yang tengah berdiri disamping minah tersenyum dengan lebar kearah baekhyun yang tengah menatap semua orang yang berada diruangan pesta itu . Manik sipit baekhyun yang tidak sengaja melirik kearah sahabatnya itupun membalas senyuman lebar itu dengan bibir mungilnya yang masih mengalunkan setiap lirik lagunya .
Saat nyanyian nya telah usai semua orang bertepuktangan dengan senyuman lebarnya .
"Sebenarnya saya sangat malu melakukan hal ini karena saya bukan seorang penyanyi tapi karena ini permintaan dari sahabat saya yang tengah berbahagia , maka saya melakukannya", ucap baekhyun yang tersenyum kearah chanyeol dan minah .
"untuk park Chanyeol dan bang minah selamat atas pertunangan kalian dan semoga kebahagiaan selalu menyelimuti kalian berdua", lanjut baekhyun .
Baekhyun membungkuk sopan dan mengucapkan terimakasih begitupun dengan sehun dan turun dari stage itu dengan helaan nafas lega .
Keempat orang itu kini tengah mengobrol santai dengan sesekali tertawa berbarengan . Sedangkan tamu yang lain tengah menikmati hidangan yang tersedia disana . Tidak ada raut sedih yang terlihat dari wajah baekhyun karena laki-laki mungil itu dengan pintarnya menyembunyikan perasaan nya dibalik topeng senyuman manisnya .
.
.
Setelah semua acara nya selesai Baekhyun dan sehun memutuskan untuk pulang kembali kerumahnya .
Mereka tidak banyak berbicara selama diperjalanan . Baekhyun hanya memandang kearah samping jalanan dengan tatapan kosongnya . Sedangkan sehun hanya fokus dengan kemudinya .
"Baek" .
"Hum" .
"kenapa kita tidak menginap di hotel saja bukan kah eomoni sudah menyiapkan kamar untuk para tamu yang datang" .
"aku merasa lelah baek", lanjut sehun .
"aku lebih suka tidur di kasurku sendiri . dan kalau kau merasa lelah kenapa kau ikut pulang bersama ku , kau bisa tidur disana bukan" .
"yakk ... kenapa kau jadi emosi seperti itu baek" .
"aku juga lelah", baekhyun menutup matanya begitu saja . membuat sehun mendengus mendengarnya .
saat Sehun tengah fokus dengan kemudinya ia sontak menghentikan laju mobilnya begitu saja oleh pertanyaan yang tiba-tiba keluar dari bibir cherry baekhyun .
"Sehun apa kau gay" .
.
.
.
.
.
TBC
Maaf ya kalo ceritanya jadi kecepetan dan ga jelas gittu :D ..
ada yang nunggu naena mereka :D
mau chanbaek / hunbaek / krisbaek yang naena ? mau yang mana hayooo 'kkkk
pcy : kampret , gua beneran tunangan ma si minah . authornya minta ditampol kali ya .
author : tampol aja cey .. author ikhlas kalo ditampol ma yg ganteng kaya lu :D
bbh : jangan macem" lu thor ma suami gua ..
thanks :
Mina
untung namanya mina bukan minah ya :D terimakasih sudah mampir .
ChalienBee04
terimakasih selalu mampir dan selalu ngasih pemanis semanis senyuman baekhyun . :D
itsathenazi
hidup chanbaek :D
Jaesyilla Nainlee jung
sabar ya nanti mereka juga akan khilaf pada waktunya ko :D terimakasih udah ngasih semangat ya .
Lulu
wah sayang aku ga masukin lulu
a.k.a luhan di ff ini *becandadeng :D
terimakasih sudah mampir
makasihh buat siders juga ..
see you di chap depan .. chanbaekshipper :D
