Something about love 10.

Liburan part 1.

Baekhyun membaca naskah itu dari awal sampai akhir, awalnya ekspresinya biasa aja tapi lama-kelamaan dia mulai pucat dan makin pucat saat membacanya mendekati ending. dan ternyata itu adalah cerita yang rumit penuh dengan amarah dan dendam tapi berakhir dengan tokoh utama pangeran dan putri berciuman.

Gedein ah. .CIUMAN. .

Itu artinya Baekhyun harus rela acting ciuman sama siapapun nanti yang kepilih jadi pangerannya. Dan diantara semua raksasa yang lagi ngapalin dialog di sebelah sana itu salah satunya adalah yang bakal ciuman sama dia, nggak bisa dibayangin. ngomong-ngomong soal raksasa dia kan udah punya raksasa sendiri tapi mereka masih dalam keadaan sembunyi. Yaudahlah biarin toh cuma acting.

"Pangerannya aja perlu audisi, masa yang jadi putri nggak audisi?" komen Baekhyun padahal kalo audisi dipastikan dia akan ngelakuin hal bodoh yang bikin dia kalah.

"Nggak usah, elu aja udah cocok banget kok. . lagi pula nggak ada yang ngerebutin posisi ini, lo adalah calon tunggal. nih cobain sepatunya ukuran 40 muat nggak?" padahal BAekhyun juga nggak minat sama posisi ini, Cuma dia dipaksa aja, sekarang sang wakil theather Woohyun langsung ambilin sepatu dengan hak 5 cm, dan sepertinya pakenya ribet karena talinya dibulet-buletin sampe betis bagian atas. *sepatu jaman yunani mungkin?*

Baekhyun nyerah dan pasrah lagi cobain sepatu itu. Sambil ngedumel dalam hati 'calon tunggal yang dipaksa'

'Kenapa harus gue?, kenapa dari 37 murid harus gue dan kenapa gue dapet peran cewek?, kenapa anggota theaternya nyebelin?, kenapa gue musti pake sepatu norak tinggi banget lagi?, kenapa gue harus ciuman sama raksasa yang bahkan namanya aja gue nggak apal? kenapa. .' Baekhyun kayak orang linglung dia terus nanyain kenapa sampai 5 menit kemudian.

.

.

Hari ini hari terakhir anak kelas 3 ujian, sementara itu Baekhyun dan Dio malah asik membeli segala peralatan di supermarket terdekat, untuk persiapan mereka liburan. dan pergi dari aktivitas nyebelin ikut drama apalah itu. Mereka berdua udah kayak emak-emak terutama sih si Dio. Dia Nggak bisa diem kalo milih bahan semua benda dikritik mulu, dibeli kagak Diomeli mulu kasihan tuh barang-barang.

Kenapa Dio tiba-tiba diikut sertakan dalam event ini, karena Baekhyun yang maksa nggak mungkin dia bilang dia ama Chanyeol kan?. jadi kalo sama Dio everything will be fine.

"Besok pagi kita ketemuan di stasiun dan langsung berangkat . ."

"Siapa aja yang ikut?" tanya Baekhyun.

"Kita berlima, tambah Lay-hyung yang bawa bodyguardnya, Luhan-hyung bawa adeknya, Xiumin-hyung bawa pacarnya dan temen pacarnya. . dan gue bawa Suho-hyung sama Tao. . gue mau jodohin Sulay disono ntar. ." yang dimaksud bodyguard itu Kris dan adek Luhan itu Sehun, habis umur mereka kejauhan sih udah kayak adek kakak.

"Jangan-jangan Suho-hyung yang minta diajak ya? tapi percuma dong kalo Lay-hyung bawa Kris. ."

"Yups tepat banget. .yaudah selama hal itu baik kenapa enggak dicoba dulu. ."

"Tapi tadi Tao ikut. .? aaaa. . nggak tahu kenapa gue seneng banget ma dia. ." teriak Baekhyun."Oke gue dukung elo. ." semangat Baekhyun. Skenarionya berjalan sempurna. tapi dia merasa ada yang kurang apa gitu. Oh ya Kai, Baekhyun udah dikasih tahu secara pasti dari Lay kalau sekarang si Dio pacaran sama Kai, tapi kenapa Dio tidak membawa Kai malah mengajak Suho. 'Gue pengin lo bahagia juga Di. .' ucapnya dalam hati.

Flashback.

"Hyung mau kemana ini? "

"Aku mau travel sama temen-temenku. . kamu nggak usah ikut ya? aku takut Baekhyun tiba-tiba marah sama kamu dan aku. ."

"Tapi hyung—"

"Kai, plis ngertiin persahabatanku. ."

"Arraseo, hyung hati-hati ya disana. ." setelah kepergian Dio karena ada perlu, Kai sekarang sendirian di rumahnya Dio. tapi tidak berapa lama kemudian eomma Dio pulang dari kerja dan nemuin Kai lagi sendirian di ruang tamu sementara tadi dia ketemu anaknya udah ngacir keluar katanya mau sama Baekhyun.

"Kai, . ."

"Tante. .baru pulang kerja?"

"Kamu ada apa sama Dio, kamu yang sabar ya, Dio emang suka gitu. ." padahal emaknya Dio belum tahu permasalahannya tapi kayaknya dia udah tahu apa yang dilakuin anaknya yang unyu unyu itu.

"Dio-hyung mau liburan sama temen-temennya tapi aku nggak boleh ikut tante. ."

"Kenapa?"

"Nggak tahu mungkin karena persediannya cukup untuk mereka aja.. jadinya kalau tambah aku pasti tambah ngerepotin. ."

"Kalau cuma gitu, kamu berangkat ajah biar tante yang bayarin. . tante traktir deh, habis gajian sih. ." ucapnya sambil mengacungkan tanda peace.

"Makasih tante. . maaf saya nggak mau ngerepotin. .saya permisi pulang dulu"

Kai hampir sampe rumahnya, tapi ditengah jalan ada seseorang yang mencegatnya, bukan musuhnya kan? soalnya musuh Kai nggak ada yang pernah tahu dimana rumah Kai.

"Baek. .Baekhyun . ."

.

.

Disekolah Lay dkk lagi pusing-pusing mikirin ujian akhir, yang paling sulit pasti buat Lay karena dengan adanya Henry dirumahnya. Tapi kali ini Henry nggak ganggu ataupun nyuruh-nyuruh seenak jidatnya itu. Sekarang dia diem mulu nggak ditanya diem ditanya diem itu malah bikin dia makin ngerepotin dari pada dia yang biasanya. Gara-garanya ternyata dia udah ketemu sama pacarnya dulu yang pergi ke Jerman ninggalin dia dan ternyata jadi dokternya Lay.

Dunia emang cuma selebar daun kelor kali, udah kepisah jauh gitu eh nggak tahunya ketemu juga kalo jodoh mah nggak akan lari kemana.

'Kalo gue ama Kris jodoh nggak ya?' Lay lagi asik-asik bayangin hal yang nggak jelas ditengah-tengah dia ngerjain soal. Kris yang ada disebelahnya langsung lempar pala si yixing pake penghapus, Yifan sama Yixing jadi mereka duduknya sebelahan. "Kerjain soal yang bener, nggak usah ngelamun yang enggak-enggak. ." marahnya sambil nahan suara.

Lay langsung kaget 'buset dia nggak lagi baca pikiran gue kan?' setelah nenangin diri dia kembali ngadep ke arah soal yang didepannya, sambil elus-elus palanya.

Di kelas Luhan dia agak jauhan duduknya dari Xiumin, dia lagi ngitungin kancing.

Jangan salah paham dulu, itu bukan buat ujiannya tapi dia lagi gumamin kata-kata nggak jelas semacam 'putusin,enggak, putusin, enggak, putusin, , " gitu sampai kancingnya abis balik lagi.

Kalo Xiumin udah siap lahir batin dia udah dibimbing khusus sama Chen, yah meskipun kebalik sih tapi nggak ada salahnya kan. orang Chen lebih menguasai. yah walaupun belajarnya sekalian modus bisa nge-date bareng.

Setelah pelajaran selesai, mereka para kelas 3 pada ngumpul di kafe terdekat. dikarenakan kantin tutup karena 2/3 muridnya nggak ada.

"Jangan lupa besok ya? kesian Baek ma Dio yang susah-susah nyiapin semua ini buat kita katanya untuk yang terakhir kali, habis ntar lagi Luhan mau balik ke Beijing. . "

"Luhan mau balik ke Beijing?" tanya Suho nggak percaya. "emang dia bisa bahasa china. .?"

"Lu nggak lihat mukanya oriental orang china itu, yah dia orang china Lah. ." balas Lay.

"Orang China toh, Gue kirain orang gila. ."

"Su, nggak bakal gue restuin lo. . awas lo. .!" ancem Luhan, gimana-gimana juga Luhan adalah sahabat baiknya Lay kan. Suho jadi mikir lagi.

"Gitu aja suka ngambek. . bercanda Luhan . ."

.

Keesokan harinya.

Mereka udah ngumpul di stasiun terdekat, baru Dio, Luhan sama Sehun doang. Dio cuma ndelomong dia udah liat adegan Hunhan dari yang biasa sampe yang nggak biasa, rasanya ngenes juga kalo gini, nyesel juga nggak ngajak Jongin.

"Hyung, Kai nggak ikut?" tanya Sehun.

"Nggak, Sehunnie. .soalnya gua udah ngajak Suho-hyung. ."

"Ohh, pantesan kemaren mukanya kucel banget, biasanya juga kucel sih, tapi biasanya itu masih kayak baju yang belom disetrika 2 hari kucelnya, tapi kemaren kayak nggak diseterika 2 tahun, kuceeel banget. ." nih kalo nggak lagi galau mungkin Dio bakal ketawa habisnya Sehun lucu sih kalo ngomong agak kerasa hawa innocent gitu. Tapi kerana lagi galau jadi dia cuma mesem doang.

Tidak lama kemudian datanglah Suho bareng sama Tao, dan disusul belakangnya udah ada Chen dan Xiumin.

"Sehunniee. . elu ikut juga?" Tao langsung menghambur ke Sehun. "Heem, berarti cuma Kai doang yang nggak ikut dong. . "

"Siapa bilang gua nggak ikutan. ." tiba-tiba si Jongin a.k.a Kai alias kkamjong a.k.a Andhika kangen bend*?* nongol di depan mereka pake teleport kali. nggak ada yang sadar tiba-tiba nongol ajah. dan dibelakang Kai udah ada Baekhyun.

Dio kaget dong.

"Kai kan udah dibilangin jangan ikut, kamu kok maksa sih. ."

"Nggak apa dia dateng atas undangan gue. .kalian semua kan bawa undangan masing-masing masa gua cuma sendirian. ."

"Baekhyun. .elu yang ngajak Kai. ."

"Yo'i, kita udah baikan, bener kan Kai. .?"

"Iya Hyung. .."

"Baekhyun, , kamu, ,kamu. ," Dio gelagapan.

"Iya, iya gua udah tahu semuanya kok, maafin gua waktu itu. gua buru-buru. . dan Jongos ini udah jelasin semua ke gua. .dan kita udah bicara antar sesama cowok so . . its fine. ."

Dio langsung mau peluk dan kecup basah si Baekhyun, tapi langsung di-setop karena takut ada adegan BaekSoo dadakan. *kayak bakso bacanya*

Mereka ngomongnya sok manis padahal tatapan mata masih sinis kalo berantem tungguin malem kamis gara-garanya nggak ada yang suka tumis*?* /oke itu puisi gagal/. Tinggal nungguin Chanyeol, Kris ama Lay yang belom dateng.

"Gue yakin yang dateng terakhir pasti Kris kalo nggak si Lay ato nggak mereka berdua. ." tebak Xiumin sambil duduk bak model dan ngikir kuku-kuku jarinya yang unyu itu.

Dan setelah Chanyeol dateng dan minta maaf karena sedikit terlambat padahal mereka masih menunggu yang paling terlambat diantara yang terlambat King of fashion Wu Yi Fan, dan asistennya yang nggak kalah modis Zhang Yixing, mereka Jalan udah bagaikan model yang disediain jalan kucing a.k.a catwalk.

Tao yang melihatnya seakan terbawa sihir saat melihat kedatangan Kris, untung semua mata tertuju pada mereka berdua dan nggak perhatiin ekspresi Tao gimana saat ini.

Tapi efek itu tidak mempan kepada si-umin dan Luhan.

"Lu dandan apa makan baju sih, gitu ajah lama banget. .untung aja keretanya ditunda, , masa kita musti memohon-mohon sama masinisnya cuma buat nungguin kalian yang nggak penting banget buat mereka, nggak enak banget. Nggak kece bikin turun pamor tau nggak. ."omel si-umin. Sejak kapan Si-umin ketularan Luhan kalo lagi ngeluh, dia jadi cerewet nggak ketulungan.

"Ya, maaph hyung tadi aku musti boongin kakak gue yang sompret itu supaya bisa pergi tanpa dia, ntar dia ngikut lagi . . kan nggak enak banget "

"Yaudah, cepetan . .kita segera berangkat. . perjalanannya aja 5 jam, kebayang nggak jauhnya. ." komen Luhan ikut-ikutan bantuin Si-umin marahin KrisLay, Suho pengen belain Lay tapi ntar dia yang jadi makanan LuMin lagi, jadinya dia Cuma liatin ajah.

Kalo LuMin lagi enak hati mereka sukanya GODAIN orang, nah kalo dalam posisi marah kayak gini mereka lebih suka GADOIN orang, sadis meeen. .

Sesampainya di desa.

"HUAHHH.. kenapa musim panas kok panas kayak gini sih?" komen Luhan

"Lu, kalo ngomong nggak lo pikir dulu gue tendang sampek beijing lo. ." sahut Lay "Yaiyalah, musim panas itu panas. ."

Mereka berjalan dengan bergerombol ada yang sambil kipas-kipas ada yang sambil ngeluh ada yang sembunyi dibalik punggung Kris katanya adem kayak senderan di pohon. Kai paling males dan dia berjalan paling belakang bareng sama Tao yang lagi asik potret-potret sama kamera digitalnya, dari pemandangan sampai temen-temennya yang pose asli dan nggak dibuat-buat. Perlu diketahui Tao ini suka banget ama foto asli, a.k.a foto kesomplakan orang-orang di sekitarnya.

Setelah sampai di dekat vila.

"Eh, Baek, Di. emang vilanya kayak gimana ini beneran gratis. .?" tanya Luhan curiga.

"Beneran, ntar deh liat aja. . kita disini 3 hari ya, pulang senin. Kenapa? karena gue harus ikut drama sialan itu buat latihan. . ." sinis Baekhyun sambil tatapin Dio pake deathglarenya untung hari ini dia pake eyeliner jadi kan kalo mau deathglare dkk kan kelihatan biasanya juga merem mulu kelihatannya. Sang korban yang udah membal ditatap-tatapin itupun cuma mesem dengan santainya dan malah lihatin jalan disekitarnya dengan sangat exited.

.

.

"Ini dia Pila nya, kita udah nyampe. ." Baek ma Dio udah kaya pembawa acara ngejelasinnya.

Semuanya langsung memusatkan satu pandangan, dari kanan ke kiri, atas ke bawah depan mumet ke belakang. . dari belakang mumet lagi ke depan.

Apakah ada yang salah dengan vila ini?

Jawabannya banyak!.

Dari Xiumin sampe Sehun lihatnya pada ndelomong semua? Nggak ada yang nggak nganga, sementara Baekhyun dan Dio senyum kesenengen.

"Ini vilanya? pantesan dapet gratisan. . ini vila apa gubuk belom jadi hah?"

"Ayolaah hyung, , sekalian kita olahraga dikit buat bersihin, , yang penting mah gratisan. ." paksa Baekhyun.

"Lu, pasti udah ketularan Dio, kalo irit kebangetan, ,! Pale Lu dikit, ini hampir setengahnya aja belom jadi gimana dikit hah? Terus kalo nggak selesai kita tidur dimana? Di pos ronda ato ke rumah RT setempat, gile lu Baek. ." omel Lay.

"Maka dari itu, mau nggak mau harus kita selesaikan saat ini juga nggak ada protes dari semuanya. " Dio akhirnya buka suara dan bantuin Baekhyun.

Padahal Baekhyun sengaja betul buat ngerjain temen-temennya, dia udah ditawari vila yang bagus sama neneknya Chanyeol dan ada banyak pelayan disana udah kayak surga deh, tapi dia milih yang belom jadi dan nggak ada yang ngurus. Sekali-sekali ngerjain boleh dong*padahal dia udah sering ngerjain orang.

Chanyeol Cuma lihatin aja bininya yang lagi berakting itu, sambil ngelihat keadaan sekitar yang agak banyak berubah dari waktu dia kecil dulu.

Saat ditengah-tengah pengerjaan dan Baekhyun ma Dio hendak bertindak sebagai mandor, langsung dihadang oleh LuLayMin.

"Kan kalo ada proyek musti ada mandornya—HUAHUA,. LEPASIN.."tanpa banyak omong mereka langsung nyekap Baekhyun nyuruh kerja juga dan mereka nggak terima diatur-atur. Sementara Dio aman dari pekerjaan kotor dan berdebu berganti dengan pekerjaan cantik nan estetik yaitu masak, padahal dia mah modus karena nggak mau bersih-bersih.

3 maknae pada ngeluh, kan mereka ada disini buat liburan bukannya jadi kuli bangunan dadakan gini, minus Tao sih, dia mah biasa ama pekerjaan-pekerjaan berat. jangan-jangan dia kerja sampingan jadi kuli panggul di pasar nih *ditabok panda.

Kris, Chen,Suho dan Chanyeol mereka bekerja dengan aman dan nyaman di luar gedung, nggak ada yang ngomel dan nggak ada yang ngomong, karena kegaringan mereka jadinya nggak usah diceritain lebih lanjut lagi.

Mereka kerja lama banget, Kris yang tadinya pengen ngeluh tahu gini dia nggak bakalan dandan rapi-rapi sekarang bajunya udah kena cat dsj, tapi apa mau dikata nasi udah jadi hamburger*?* bubur udah mainstream [kata-kata baru].

Sampe siang Dio tetep masak sambil dangdutan emang enak kalo siang-siang dangdutan disambi masak. Dari ABG tua sampe berondong tua, dari astuti ampe karmila, dari sms sampe direject semuanya udah keputer. Baekhyun sampe ngiri dia kerjain hal-hal kotor kayak ngebersihin barang-barang nggak guna yang super ganggu. sementara Dio dangdutan kan dia juga pengen.

Akhirnya mereka berhenti sebentar buat isiin bahan bakar mereka yang udah habis, kini keadaan mereka udah nggak rupa-rupa manusia gitu. Dio dateng sambil bawa makanannya tapi sebelum para serigala kelaparan itu berhasil nyentuh hasil karya Dio, dia menjauhkannya.

"Eitss, jangan lupa cuci tangan cuci kaki dulu. . pake Detol 10X lebih efektif dari sabun biasa. ." ujar Dio sambil beriklan ria.

Semua sweatdrop tapi dengan malas satu-persatu mulai ke belakang dan cuci tangan mereka. Nggak mandi nggak pa-pa kan orang mereka udah ganteng dari lahir.

Saat makan semuanya diam, makanannya sih nggak spesial-spesial amat kecuali buat Kai yang lagi makan masakan calon bini. kan kalo capek dan laper apapun makanannya uhh pasti nikmat.

"Sehunna, kamu capek nggak, , ?" tanya Luhan sambil kipas-kipasin Sehun.

"Banget, tadi aku yang ngerjain paling banyak mentang-mentang aku yang paling muda. ."

"Huuuu, apaan lo hun. kerjaan lu paling dikit gitu, lu nggak lihat Tao yang kerjaannya banyak aja biasa. ." ujar Kai, Tao yang lagi asik ngabisin makanan saking lapernya pun cuma nyengir gaje dan di sekitar mulutnya udah banyak nasi nempel.

Baekhyun langsung ketawa lihat Tao "Yaampun Tao, kalo makan pelan-pelan dong. . ntar kalo keselek gimana. ." ujar Baekhyun sambil ambilin nasi satu persatu di sekitar mulut Tao, dia yang lagi ada di sebelah Tao tepat. Chanyeol yang tadinya ngadep depan sekarang mengalihkan pandangannya dan pura-pura sibuk ambilin makanan.

Kai langsung envy, bukan apa-apa perlakuan Baekhyun ke dia dan Tao beda banget padahal kan mereka berteman.

"Nggak pa-pa, ayo makan yang banyak, karena sebentar lagi ada pekerjaan tambahan yaitu pencucian alat-alat masak. ." semua langsung ngadep Dio, "Kenapa? bener kan aku yang masak, masa aku juga yang cuci-cuci. ?." emang bener dia nggak mau pekerjaan kotor.

Setelah makan mereka langsung siap-siap nentuin siapa yang bakalan cuci piring.

"KAWEE BAWEE BOO!"

Setelah 5 kali melakukannya, dan menyisakan dua orang Chanyeol dan Baekhyun. "Udah kalian tentuin ndiri, mau salah satu dari kalian ato kalian berdua. . lagi pula kalian sama-sama jomblo kan. .?" goda Lay, padahal dia juga jomblo. semuanya langsung pergi ninggalin mereka dan bersyukur mereka nggak cuci piring jadi bisa jalan-jalan, sayang banget desa seindah ini kalo nggak dijelajahi. saat semuanya sudah pergi dan meninggalkan Baekyeol doang.

"Kita pake cara yang waktu itu. ."

"Yang waktu pernikahan kita dulu. ."

"Udah jangan dibahas. . ."

Mereka pake cara mereka dulu yaitu SUIT, pake 3 jari metal. dan akhirnya Baekhyun yang kalah lagi. " Tuh kan kalah lagi, apa gue bilang. . yaudah deh gue bantuin aja kali ya. ."

"Kalo gitu ngapain dari tadi capek-capek suit hah?" jengkel Baekhyun.

"Karena gue pengen lihat jari indah lo itu. ."

"Gombal . .lu"

Akhirnya cuci piringnya dilakukan berdua, yang lainnya udah pada keluar rumah, ato udah pada istirahat karena capek. Ini udah hampir jam 2 hampir sore bentar lagi.

KaiHunHan udah pada molor di ruangan tengah yang sekarang udah rapi itu, biasa anak kecil kan musti bobok siang, minus Luhan dia anak kecil jadi-jadian. Suho katanya mau jalan-jalan sama ChenMin.

Dio juga mau cari sungai di sekitar sini kata Baekhyun sungai disini keren banyak batunya lumayan buat tempat galau yah walaupun Dio nggak lagi galau sih. Sampek di depan dia ketemu cewek tinggi putiih banget, hampir Dio mikir dia itu anak kuntil, eh kuntil punya anak, aduh kuntilanak. tapi saat dia lihat kakinya napak tanah nggak, ternyata nggak napak orang dianya pake high heels.

Dan satu kesimpulan nggak ada kuntilanak pake high heels.

"Annyeong haseyo. .anda penyewa vila ini?" tanya cewek itu, duh Dio minder nih dihadepan Cewek *meskipun high heelsan* dia kelihatan pendek. "Ya. ." jawab Dio "Anda siapa ya?" tanyanya lagi.

"Kenalkan saya Jinri dan saya yang bertugas menjaga vila ini. .kalau ada apa-apa atau ada yang kurang jelas silahkan tanyakan pada saya. ." kata cewek itu yang ngakunya namanya Jinri.

"Ah, mau tanya dong. .sungai di sekitar sini ada dimana ya?"

"Mari saya antar. ."

Dan akhirnya untuk pertama kalinya Dio alias dodol alias Do Kyungsoo alias Morgan*?* bisa keluar jalan bareng cewek, habisnya temennya cowok mulu sih. Dan sepertinya Jinri ini masih seumuran dia deh, apa salahnya kalo dia jadi temen.

/Ihh Dio ganjen, bangunin bangKai ahh. ./

Dirumah Kai langsung bersin karena dia tidur sambil nyiumin keteknya Sehun.

"Kamu masih muda tapi udah kerja. .berapa umurmu. ." tanya Dio membuka pertanyaan. Jinri cuma senyum "Aku udah 17, tapi udah lulus sma kok tenang ajah. . aku homeschooling. ."

/perlu diketahui pelayan keluarga Park itu berkelas semua, dari tukang kebun sampe tukang cuci piring/

Dio cuma ooohh aja, ternyata mereka seumuran beneran. ditengah jalan mereka bertemu dengan kumpulan cewek-cewek yang sepertinya baru pulang dari sungai buat nyuci.

"JINRII"

Dio ngelihatin emmh ada orang yang nggak jelas dia cewek apa cowok, mukanya cowok abis lebih ganteng daripada Dio tapi kok dia temennya cewek semua dan ikut bawa cucian lagi dan dia langsung panggil Jinri dan ngajak mereka ngobrol. "Lo nggak balik-balik lho gimana keaadaan lu dikota? kata Hyo lu ikut keluarganya chan—emhemh. ehm" jinri langsung menjauh menyeret cewek jadi-jadian ini dari Dio.

"Jangan ngomongin tuan Chanyeol disini. . bilang aja gue yang jaga vila itu. ."

Amber ngangguk-ngangguk paham sambil mulutnya disumpel.

"AA gue kangen lu sama si Luna. .gimana lo udah jadi cewek?"

"Kampret lu, kalo temen lama, baru ketemu itu pertama nanyain kabar bukan nanyain gender. ."

"Iye, kabar baek lu?"

"Seperti biasa gue kelewat baek malah. ."

"Udah ya kapan-kapan kita terusin, gue mau kerja dulu. . bye ember-eonnie. ."

"ehh udah gue bilangin jangan pake eonni. ."

Dio ndelomong sendirian ditinggalin ngobrol, yah dia ngarti rempongnya dia selama ini sama hyungnya udah kayak cewek *baru nyadar*

/mereka mah cewek, nah kalian?/

.

Suho lagi ngobrol bareng Xiumin dan Chen banyak hal yang mereka omongkan karena Suho itu ketua osis saat ini dan chen adalah calon ketua osis selanjutnya, ngenesnya xiumin yang nggak ngerti apa-apa udah bagai kacang kering. padahal dia kesini kan mau liburan bareng Chen, karena setiap hari kalo dirumah kalo liburan susah banget keluarnya. Sekarang waktunya jalan-jalanpun digangguin Suho.

Sampai akhirnya Xiumin ada ide buat misahin diri ditengah keramaian desa orang-orang pada keluar kalo sore buat ke sawah, bukan berarti mereka bertani, semua kegiatan tani dilakukan dari jam 6 pagi dan maksimal sampe jam12 siang. dan sekarang ke sawahnya beda.

/tahu banget sih gue/

Suho yang penasaran ikut mereka ajah, dan Chenmin misahin diri.

Dia ngeliatin orang dari tua, muda anak-anak, kakek-kakek ada semua, dan mereka kesini cuma buat.. .

MAEN LAYANGAN. .

Suho yang dari kecil jarang maen permainan kampung itu akhirnya exited dan ngedeketin anak-anak kecil yang lagi serius maennya. dia mah nggak terlalu paham.

.

Dirumah, Lay lagi nenangin diri di ruang yang dekat dengan jendela besar dan banyak pohon-pohon hijau. Sambil dengerin musik dan lengkap dengan headset yang dulu dibeliin suho habis itu favoritnya, bukan hanya karena desainnya dan limitednya tapi karena orang yang ngasih juga ehm, spesial.

Kris daritadi mau tidur tapi nggak enak terus akhirnya dia nyariin Lay, dia berjalan ke sekitar rumah dan dia melihat ada seseorang yang sendirian di ruang kayaknya dia bersantai sambil duduk ngadep jendela. mungkin itu Lay.

"Lagi apa?" kris berjalan mendekatinya dan dia tahu itu bukan Lay tapi Tao.

"Lagi yoga. ." jawab Tao agak malu-malu biawak dan kaget.

"Yoga? bukannya itu buat orang hamil ya? elu hamil?" canda Kris.

"Ya enggak lah, ini bukan yoga yang kayak gitu tapi kepada yang nenangin pikiran syaraf dan otot-otot, biasanya aku melakukannya setelah latihan wushu.. "

"Waw, keren yah berarti elu bisa kungfu dong,?"

Ini, ini adalah pertama kalinya sejak Tao masuk sekolah dan mulai mengagumi sosok Kris ini pertama kalinya Kris datang padanya dan mengajaknya bicara. Ahh mungkin memang tidak selamanya menemani Suho itu membawa hal yang membosankan kadang juga bisa jadi anugerah, dia harus berterima kasih pada kakak bantetnya itu*disruduk Suho* kalo bukan karena dia pasti dia sekarang udah pergi ke pantai sendiran, dan itu malah bikin dia makin galau. padahal kemaren dia ngimpinya diinjek cicak lho kok bisa dapet hal yang keren gini yah?

Akhirnya Kris ikutan duduk niru Tao disampingnya, "Gua mau coba juga ah. .ajarin ya?"

"Nde, ,"

"Kalian berdua pada ngapain?" tidak lama kemudian ketenangan Tao terganggu oleh kedatangan Lay dia tidak langsung masuk sih cuma ingip-ingip di pintu masih dengan headsetnya.

"Lay-gege—" Tao sedikit agak canggung, dia takut ketahuan jelas kalau dia suka Kris apalagi ketahuan Lay, itu bukan hal yang baik sama sekali. Bisa-bisa dia jadi Panda Rica-rica kalau dia punya masalah sama Lay.

"Sini deh Lay, lu musti coba ini tuh buat nenangin pikiran dan tubuh. ."

"Cocok banget buat lo, yaudah panda-didinya bebek ajarin dia yah yang bener, biar dia nggak ribet mulu kalo dirumah. " usul Lay.

"Nggak salah nih, bukannya elu yang musti dapet pelajaran ini?"

Yah seenggaknya sampai saat ini Lay belum tahu soal perasaannya ke Kris, mungkin Kris memang palling bisa menjaga rahasianya yah walaupun dia sedekat apa sama orang itu. tapi tidak semuanya juga sih adakalanya dia tidak bisa menyimpannya sendirian dan memilih berbagi dengan Lay yang sebenernya dia itu ember banget, tapi Kris nggak pernah masalahin.

"Tahu Suho nggak?" tanya Lay.

"Ngapein lu cariin Suho?"

"Serah gue dong. ."

"Hyung lagi keluar sama Chen-hyung" setelah mendapat jawaban dari Tao, Lay langsung melangkah pergi dan ninggalin mereka berdua dia pergi ke dapur ngelihat keadaan disana, kan partner in crimenya disana. dia diam sebentar buat mengamati lalu pergi entah kemana.

"Yaudah Tao-ie lanjutin aja.. " Kris bahkan tahu namanya dan memanggil dengan nama kecilnya padahal seingatnya dia belum memperkenalkan namanya.

.

Di dapur.

Dua orang lagi asik cuci piring berdua, dan ngobrol seakan-akan nggak ada yang perlu mereka sembunyiin. kayak dirumah sendiri. Chanyeol yang nyuci Baekhyun yang ngeringin segala bentuk piring, gelas dsj. dan termasuk panci dan wajan nggak tahu tadi Dio masak apa aja sampe numpuk gini makan buat 12 orang yang kelaperan pasti banyaklah.

"Jarang banget yah kita cuci-cuci piring bareng gini kalo dirumah.. ." ujar Chanyeol.

"Apaan orang di rumah lo nggak ada yang bisa dikerjain. . semuanya dikerjain Jinri dkk. ntar kalo gue jadi males terus gendut mendadak gimana?"

"Bukan rumah gue tapi itu rumah kita. .Gendut mendadak itu biasanya orang hamil Baek. ."

"HEHHH?"

Chanyeol sekarang udah ketawa gaje. ngakak nggak jelas dia berhasil buat boongin orang yang suka bohong.

"Ketawa lu, seneng lu kalo ngejekin gue, , "

"Sory-sory, , habisnya lo lucu sih, "

.

Balik ke Suho yang terlalu exited maen layangan sama anak kecil yang baru ditemuinya.

"Abang beneran pengen maen layangan?"

Suho ngangguk

"Bisa nggak?"

Suho ngangguk makin cepet.

"Ntar kalo putus gimana?"

"Ayolah adeekkk, abang pengen banget maennya bentar aja juga nggak apa-apa. ." paksa Suho. karena Suho terus maksa akhirnya anak kecil itu nyerah dan ngebiarin dia diganggu sama orang kota yang kampungan karena nggak pernah maen layangan di sawah bareng-bareng kayak gini.

"Yaudah, abang pegangin layangannya ntar saya yang naikin. ."

"Abang aja yang pegang benangnya kamu yang pegang layangannya. ."

"sabar dong, ntar saya naikin dulu baru ntar abang pegang. ."

Baru kali ini Suho diatur-atur ama anak kecil yang cerewetnya minta ampun jadi serasa lihat Lay kecil.

Setelah diterbangin dan Suho udah pegangin layangannya, dia seneng banget. dan dia juga banyak menerima perintah dari anak kecil itu, dari mulai tarik-ulur-tarik-ulur sampai Suho kewalahan.

Dan akhirnya

TAL

Benang yang suho pegang jatuh kebawah.

"Dek, benangnya putus. kemana layangannya?"

"AAAHHH ABANGGG, ABANG TAADI DISAMBIT ORANG KOK DIEM AJA SIH, SAMBIT BALIK DONGG. . LAYANGANKUUU. ." anak kecil itu nangis kejer karena layangannya dihilangin Suho.

"Aduh. . diem dong. . cup-cup ya dek. ." bukannya makin diem malah dia makin nangis makin keras. "Aduhhh gimana ini?" ntar kalo dia diapa-apain penduduk desa gimana, dia kan orang asing disini.

Suho melihat ke keadaan sekitar, dan dia ngelihat Lay. nggak salah kan? kayaknya dia sedang clingak-clinguk cari sesuatu atau mungkin seseorang. .

Suho mendatanginya dan menariknya mendekati anak kecil yang sekarang masih nangis.

"LAYYY, HELEP MEEHH"

"Lu, apain anak orang Su. ."

"Tolongin Lay, dia daritadi nangis mulu. .udah gue pasang senyum angelic juga dia tetep nggak mau diem. ." lay menatap Suho sinis, emang bisa nenangin anak kecil nangis pake senyum angelic, pake senyum god pun nggak akan bisa.

Lay mensejajarkan dirinya dan anak kecil itu, dia mengusap lembut rambutnya supaya dia bisa lihat Lay biarpun bentar.

"Adek, diapain ama abang itu?"

"Layangan aku, diputusin sama abang yang payah itu. .itu kan layangan aku satu-satunya . ." dia ngomong sambil nyesek. suho makin ngenes dia dikata-katain anak kecil. padahal kalo di sekolah dia orang yang sangat dihormati nggak ada yang berani ngatain dia kecuali Lay.

"Kok bisa?"

"Tadi abang itu gangguin aku katanya minta diajak maen layangan ehh dia kalah sambitan. terus layangan aku dihilangin.."

Lay lihatin Suho dengan tatapan 'dasar phedopil, sukanya gangguin anak kecil'

"Yaudah, gini aja abang beliin satu lagi tapi ajarin abang main lagi ya? "

"Kalau aku ngajarin , nanti aku dapat apa?" buset anak siapa sih nih orang perhitungan banget. Lay mikir bentar.

"Gimana kalo dapet cinta dari abang. ." anak itu ngernyit dan suho shock.

"Makanan apaan tuh cinta. ."

"Lay kok kamu gitu sih, kalo aku aja susah banget dapetin cinta kamu nah dia kok gampang banget. . yaudah aku aja yang beli tapi aku yang dapet hadiahnya ya?"

Lay tetep nggak perduliin Suho yang terus ngomel.

"Oh, aku tahu cinta itu kan buat orang pacaran .. kalian pacaran ya?" tanya anak kecil itu pada Suho dan Lay. Suho langsung ngagguk tapi di tutupin sama Lay. "Kalo dikelas suka gitu, kamu cinta ini-itu. .siapalah. . nggak ah aku nggak mau masih kecil juga udah maen cinta-cintaan. yang laen bang duit gitu. ."

Lay senyumnya makin lebar dan dimplenya yang sedalam Samudra Atlantik itupun terlihat jelas. "Tuh Su, dengerin anak kecil aja lebih realistis. . dia maunya itu yang pasti bukan hal yang tidak bisa dilihat. .yang belum tentu dia dapatkan. ."

"Maksud Lo?"

"Kenapa gue bilang gitu ke dia, kalau kita mengharapkan sesuatu yang amat sangat kita inginkan malah kita tidak bisa mendapatkannya, sementara orang lain yang tidak terlalu perduli malah mendapatkannya dengan mudah. . karena itu hidup ini jalanin apa adanya ajah . .semua ada waktunya, mungkin saat ini gue masiiiih sangat mengharapkan Kris yang nggak tahu bakal gue dapet apa enggak . ."

Dia napas bentar

". .tapi gue masih berusaha dan tidak pernah memaksanya selama hampir 12 tahun ini, gue harap elu juga biarin perasaan gue buat lu mengalir dengan natural, gue juga mau lihat seberapa kuat perasaan lo ke gue . ."

"Lo nge tes gue Lay?"

Dia mendekati anak itu lagi, meninggalkan Suho dengan pikirannya.

"Bener sih dek, tapi cinta itu juga bukan buat pacar aja. orangtua kita saudara dan temen terdekat kita juga perlu cinta kita. .apalagi temen terdeket kita pastinya kita harus cinta sama dia, namanya cinta sesama teman yang paling dekat dengan kita. ." jelas Lay, anak itu menyerap kata itu sedikit-demi sedikit. "begitu juga dengan abang.. "

"Oh gitu ya bang. ." dia pergi ninggalin Lay dan menuju ke temen-temennya yang maen nggrombol di sebelahnya agak jauhan.

"Himchan, gue cinta elu. ."

"Hah?"

Suho shock, Lay lebih shock lagi. melihat anak kecil itu Lay sampe pinjem mata D.O buat shock lumayan kan gede dan ada efeknya.

"Lu ajarin apaan dia Lay? yaoloh dia masih kecil masih innocent. ."

"Nggak gitu tadi gue ngajarinnya nggak gitu, nggak ada maksud gue. ."

Setelah adegan yang tidak terprediksi itu selesai, mereka kembali maen layangan mereka ber-tiga ditambah Lay yang juga pengen ngikut. Lay juga kayak serasa balik jadi anak kecil lagi. Habis pas dia kecil dulu keseringan di dongengin Kris sama buku-buku tebelnya. Biarpun itu buku literatur malah dibacain di depan Lay jadinya yah dia nggak terlalu inget masa kecilnya pernah maen kayak gini.

Waktu maghrib, anak-anak pada dipanggil emaknya buat masuk, kan kalo dikampung kalo udah waktu maghrib baik anaknya maupun ayamnya dimasukin dan nggak boleh ada yang diluar, katanya ada semacam makhluk halus keluar kalau waktu itu.

/itu waktu saya kecil, percaya aja. jadi kalo main pas maghrib langsung bubar ke rumah masing-masing /

Suho dan Lay ikutan pulang, sebelum jalanan makin gelap dan mereka lupa jalan baliknya. di jalan mereka ketemu Dio bareng ma cewek yang dikenalkan sebagai Jinri pemandu selama mereka disini.

Dan sekalian dia membawa beberapa peralatan untuk mereka karena keadaan vila yang masih belum selesai 100% itu.

Di ruang tamu mereka menemukan 3 anak ingusan pada ngumpul di sofa, Tao yang ribet ama SLR-nya. Kai ikut bantuin nyiapin handycam. Baekhyun pegangin kamera digital.

"Mana Kris?" baru juga dateng, yang dicariin pertama kali sama si Lay itu langsung bantuin adeknya, si Tao.

"Ada apaan?" Kris langsung nongol, supaya nih anak orang nggak khawatir lagi. Lay mendekat dan membisikkan sesuatu. setelah itu ekspresi Kris langsung panik dan membawanya ke kamar lalu segera menguncinya. Semua langsung heran dong tapi karena mereka nggak tahu masalahnya ya di diemin ajah.

Di kamar.

"Kok bisa berdarah lagi sih? lu nggak hati-hati ya? atau lo mau bikin gue jadi santapan abang lo. gue kan udah janji mau jagain lo selama disini,. percuma dong kalo gue jagain tapi lo nya nggak ati-ati sama aja lu makanin gue ke abang lo yang setan mode on. ."

"Gue kesini buat minta tolong, bukan minta diceramahin. . sumpah sekarang gue pusing banget. . gue tidur dulu ya? ntar kalo ada apa-apa lo aja yang urus. ." ijin Lay, tapi Kris nggak ngebiarin dia tidur soalnya bahaya kalau dia tidur kan kerja tubuhnya sedikit melemah karena rilex.

"Nggak, lo musti bangun sampai gue selesai bersiin dan tutupin nih luka. ."

.

.

Malem hari karena setengah vila masih dalam pembetulan dan kebetulan ada 3 kamar yang bisa ditempati dan dapet perbaikan dan kiriman paket dari Jinri berupa karpet dan kasur tidur.

3 kamar Sudah dibagi menurut kelas masing-masing tapi Luhan malah nimbrung di kamar anak kelas 1 katanya di kamar kelas 3 ada 5 orang yang suka ngabisin tempat, dan di kelas 1 masih longgar karena ada 3 orang doang *padahal 3-3nya raksasa semua* sama sekalian dia disini mau jagain Sehun.

Di kamar kelas 3, Kris tidur sama Lay, dengan alasan keamanan. Dan Xiumin seranjang sama Suho. ini hasil dari rebutan kekuasaan tadi. Dan Xiuminlah yang menang, karena dia yang paling tua. Kris dan Suho yang ngakunya ketua, tapi Suho tidak punya anggotanya sementara Kris anggotanya cuma Lay doang dan Xiumin yang lebih berkuasa.

Di kamar kelas 2 Baekhyun tidur di pinggir sampingnya ada Chanyeol dan tengah ada Chen dipinggir sendiri ada Dio. Kayaknya mereka lebih anteng dari sunbae mereka, dua tempat tidur dijadiin satu.

Di kamar kelas 1 amat sangat tentram banget, biarpun kalo mereka bertiga suka ribet sendiri tapi kalo udah tidur pasti diem.

Saat tengah malam Kai nggak bisa tidur dan dia jalan-jalan kangen tempat kecilnya dulu. dia sempet tinggal disini beberapa tahun. Tapi dia nggak pernah bilang karena takut ditanyain yang enggak-enggak.

Sampai di tengah jalan yang cukup sepi dan gelap dia dengar auman serigala *kayak yang di awal MV mereka*.

'itu ringtone gue apa emang disini ada serigala ya? kalau ada ntar gue ajarin dance-nya wolf siapa tahu ntar dia dilirik sooman' pikirnya aneh-aneh sekalian nenangin diri dari pikiran hantu.

"Kamu Kai kan? pacarnya Yuri dulu. .?"

Kai berbalik dan dia bertemu Hyo and the gank yang nongkrongnya sukanya di pos hansip.

Ternyata Kai adalah mantan temen mereka dan sekarang udah pindah ke kota. dan sekarang mereka sedang reunian yah dimana lagi kalo bukan di pos hansip bareng sama geng mereka dulu yang anggotanya adalah Mir, eL, Baro, sama yang terakhir itu anggota paling penting adalah Taemin yang sering dikatain kembaran Kai tapi putihan Taemin.

/Biar saya jelasin, mereka ini temen SD nya Kai dan temen SMPnya Chanyeol./

Mereka lagi asek maen catur di pos ronda dan nggak lepas dari tawuran dan keramean karena kalo mereka udah ngumpul gini udah kayak pasar induk pindahan. nah si Hyo mah lagi asik di pinggiran pos sambil bakar ubi sama bakar-bakar apa aja yang ada asal jangan bakar rumah aja. eL sama Baro lagi asik rebutan cermin buat ngaca, nah Taem sama Mir asik maen catur dan Kai duduk di belakang dan dia mau ngebelain Taemin.

"Jalan! mikir mulu lo. ." Mir nyuruh Taemin karena kelamaan mikir. karena disuruh akhirnya Taemin yang jalan. "HEH, catur lo yang jalan pe'a"

"Bilang dong kalo catur gue yang disuruh jalan, kirain gue suruh jalan. ." omel Taemin. mereka maen lagi.

Lamaaa banget mereka sok mikir, dan akhirnya.. .

"Kok benteng gue lo makan?"

"Benteng lo udah kelamaan udah bobrok, perlu direnovasi. ."

Mereka pura-puranya mikir, padahal mereka asal jalan aja.

"Eits, jangan seneng dulu lo. nih lihat kuda lo gue makan. ."

"curang lo, Kok kuda gue lo makan yang laen napa. ."

"Kan bentar lagi lebaran haji, musti di buat korban. . " ujar Taemin. Mir jalan lagi gilirannya", loh raja gue kok lo makan juga sih kalah dong gue .. " kata Taemin.

"Nih raja diktator nih. . musti dimusnahin. ."

"Lo, ngajak maen catur apa ngajak berantem sih ama gue. .?" Taemin mulai nggak terima dengan kekalahannya.

"Makanya maen catur yang bener, jangan maen cewek mulu lo Taem, , " Komen Kai.

"Apaan, orang Taemin maen lumpur doang biasanya ama maen layangan. ." komen Baro.

"Eh, Kai gimana lo disono udah punya pacar. .?" tanya eL sekarang ikut nimbrung dan berhentiin maen caturnya orang pada nggak bisa dan daripada terjadi pertumpahan darah.

Hyo juga udah bawa ubi bakar sama jagung bakarnya ke atas pos dan ngumpul bareng mereka, "Makan, prend. ."

"Hyo, lu nggak dicariin emak lo malem-malem gini keluar sama cowok. nggak terima satu lagi. ." bukannya Kai jawab malah balik nanya ke Hyo.

"Emak gue mah nggak tahu kalo gue keluar soalnya gue disuruh ronda sekalian sama pak RT, . kalo cowoknya kayak mereka semua mah gue nggak khawatir, , yang satu kecewekan, yang satu ngecengin tukang jamu mulu, yang satu merhatiin kaca mulu yang satu maen layangan mulu. Apa yang musti gue takutin dari mereka, ,Heran gue." omel Hyo.

"Kalian ronda? Bukannya nanti malingnya kalian sendiri. ."

"Sembarangan, kita mah nggak gitu yah.. kan lu tahu kita kayak gimana . ."

.

"Kai, , "

Semuanya langsung noleh kearah sumber suara, nggak lucu kan malem-malem gini kalo tiba-tiba ada kuntilanak muncul panggil-panggil nama Kai lagi.

"Hyung, ngapain nyusul kesini?" Kai langsung nyusul Dio dan nuntun dia supaya deket sama temen-temennya di gardu hansip. Kenapa Dio nekat keluar malem-malem yah takut Kai tiba-tiba dibawa wewe gombel yang cari anak. Untung aja pos hansipnya deket.

Setelah ngasih salam dan berkenalan sama semuanya Dio kini ikut di lingkaran api, dalam arti kata sesungguhnya mereka memang sedang mengelilingi api sambil bakar ubi lagi, baru ambil di lumbungnya bapaknya Mir, kalo jagungnya ambil dari punyanya bapaknya Baro.

"Ohh, kalian temen SDnya Kai, pantesan kalian akrab banget. . terus kamu ini cewek kan?"

"Iya, saya cewek kenapa?"

"Dia mah nggak periu khawatir, , biarpun dia cewek kita juga nggak doyan ama yang beginian. ."

"Nggak doyan cewek?" tanya D.O polos dan motong pembicaraan.

"Bukan, kita nggak doyannya karena dia udah ditaksir pak RT, , tipe om-om. Bisa diusir dari kampung kita kalo gangguin dia. ." Dio senyum lagi ngedengerin jawaban Taemin. Baro, eL sama Mir sampe ngiler ngelihatin Dio yang kayaknya punya aura berbeda yang bikin mereka jadi blink-blink. Kai yang merasa ada yang mengancam bebebnya, langsung ngadep temennya semua yang lagi nganga sambil ngiler itu.

"Biasa aja liatnya. ." ujar Kai sambil krawuk muka mereka atu-atu.

Mereka ngeroweng karena Kai udah kayak bapak-bapak yang nggak mau anaknya digangguin. "Yaelah Jong. . Potective banget sih, udah kayak penjaga kebun binatang aja lu jong. ."

"Tau nih, baru liatin doang aja udah begitu gimana kalo gue mau macem-macem. ."

"Yang sabar ya Dio, emang kalo jomblo suka begitu pada NGGERAGAS. ." sabar Hyo.

Buat yang nggak tahu Nggeragas itu bahasa jawa artinya semacam kelaperan ato maruk tapi lebih jelek.

Mereka ngobrol-ngobrol nggak kerasa jam yang dengan santai nempel di tengah-tengah dinding gardu hansip pun menunjukkan pukul 3. tapi tidak ada diantara mereka yang perduli. biasanya kan mereka baru pulang pagi-pagi.

"WOI, LU BERDUAA!, gue udah khawatir kirain lu dibawa wewe gombel dsj eh malah nyelinep keluar dan asiknya makan Ubi bakar. . PULANGGG NGGAK?!" ternyata itu adalah Baekhyun . kalo diperkirakan dia lebih serem dari wewe gombel sekarang ini.

"Eh, JONGOSS. . biarpun gue udah relain elu pacaran sama Kyungsoo bukan berarti elu seenak jidat lu buat ngajak dia keluar malem-malem gini. . ketemu sama orang-orang yang tampangnya mupeng-mupeng gini lagi. ." Jongin berasa Diomelin mertua, padahal calon mertuanya yang sebenernya aja sayang banget ma dia.

"Kita dikatain mupeng. .." bisik baro ke Mir, Mir ngangguk mengiyakan. "Tuh orang kalo ngatain suka bener sihh. . "

Padahal itu Baekhyun keluar malem-malem masih pake baju tidur gambar cicak lagi resepsi, habis banyak banget motif ciceknya. terus di rambutnya ada beberapa rol-rol rambut kecil supaya rambutnya tetep keriting, kalo ke salon mahal,*orang kaya baru, pelit begini nih*.

"Waduh saingannya si Amber ,, " ujar Hyo karena kenal betul dengan Baekhyun.

"SIAPA YANG SAINGANNYA CEWEK JADI-JADIAN ITU HAH? gue bukan cowok jadi-jadian. . besok lu gue tunjukin cowok jadi-jadian. ."

Setelah Baekhyun menarik paksa dua anaknya*?* itu sambil sekalian ngantongin jagung ma ubi bakar lumayan buat di vila.

"Marah sih marah tapi nggak usah ngantongin makanan kita dong. ." omel eL dia ngedumel sendiri, baru liat dia ada orang kayak begitu. selama dia idup di kampung nih belum pernah dia dia nemuin orang semacam kayak begitu.

"APA? ADA MASALAH SAMA SITU HAH?!"

"Enggak bukan apa-apa salah denger kali embaknya. ."

"Kampreeet gue cowok, pake dipanggil embak lagi, ,. gue yakin pasti lu temennya si Jongos, pantesan ngeselin. ."

Kai dikembalikan ke kamarnya dan Kyungsoo pun dijaga ketat oleh Baekhyun, nggak tahu kenapa sejak dia berteman dengan Dio yang emang orangnya gampang dibegoin Baekhyun jadi merasa punya tanggung jawab sebagai pengganti eommanya. yah biarpun kadang-kadang Baekhyun sadar kalo perbuatannya itu jengkelin abis.

/wong megelno/

.

Pagi harinya, mereka bangun walau dengan keadaan malas. Lagi-lagi Dio dengan senang hati mau bikinin mereka sarapan tapi tetep ntar yang cuci piring baru orang lain. Awalnya dia dibantuin Lay tapi Kris langsung melarangnya karena dapur adalah tempat paling berbahaya dirumah apapun bisa terjadi.

Yang lainnya nungguin sambil cerita-cerita tempat ini, Tao asik poto-poto segala kejadian sampai dia nggak lihat jalan saking seriusnya. sempet beberapa kali nabrak orang.

"Eh, lu tahu nggak di desa ini ada mitos. ." Kai mulai sambil bisik-bisik, dan dia mengajak Tao ikutan dalam lingkaran itu.

"Apaan Kai?" tanya Luhan penasaran.

"Katanya di desa ini kalau malam tepat jam 12 ada sosok hitam yang membawa rantai besi dikakinya sambil diseret mengitari seluruh desa, dan keesokan paginya masih tertinggal bekas ditanah. ."

Mendengar cerita Kai, Tao pengen segera lari, tapi sayang tangannya udah ditarik Kai dan nggak ada yang boleh pergi sebelum dia selesai cerita.

"Terus juga di pohon gede yang di pagari itu kan ada banyak benda-benda aneh itu katanya kalau malam seperti ada pasar disana rame banget. ." mendengar cerita itu Tao pengen lari sekarang juga atau sekedar nutupin telinganya, sebelum dia nangis ketakutan. dia terus bergumam 'lepasin gue'.

"Terus katanya di gua yang disebelah pinggiran desa itu, nembusnya ke pemakaman massal pada jaman pertempuran dulu .. Dan ada saksi yang mengatakan kalau malam ada perempuan yang menangis masuk kedalam sana. ."

Kris langsung pegang pundak Tao karena orang disebelahnya ini gemetaran hebat. ini masih pagi dan itu hanya cerita biasa bukan kejadian sebenarnya masih mitos kan?,

"Elo baik-baik aja kan?" tanya Kris.

"Gue nggak baik-baik ajah. .."

"Kai, udah berhenti ah ceritanya masih mitos dan belom tentu ada kan? nggak usah dilanjutin. ."

"Maka dari itu kan kita ada disini, kita kan berpendidikan lebih tinggi dari orang yang percaya mitos disini. . kenapa nggak kita buktikan aja kalau mitos itu nggak ada. . lo setuju nggak bang Kris. ."

"Bener tuh, kasihan orang disini terlalu percaya mitos yang nggak pernah mereka lihat sendiri. . cuma 'katanya,katanya' itu nggak membuktikan apapun. . Jong gue dukung elo gimana kalo nanti malem kita begadang. ."ajak Xiumin.

"Oke, Tao lo bagian cameramennya. ." suruh Kai

"Bisa orang laen nggak?" tanya Tao.

"Kan yang paling bagus kalo gunain kamera itu lo. jadi elo cameramennya. . kalo Sehun ntar dia malah nyuting Luhan, Kalau Baek-hyung malah nyuting diri sendiri. Kan elu paling bagus kalo selca dijamban Tao, ." jelas Kai yang langsung dapat gamparan dari Baekhyun.

"Kurang ajar lu ya?, , kalo ngatain orang kok bener-bener pas banget. ." gumam Baekhyun.

.

Tbc. .

Takut kepanjangan, chap besok kemungkinan masih dalam hal liburan, terus hari dimana Baekhyun 'The show must go on'

Bagi yang sudah mengapresiasi saya ucapkan banyak terima kasih, arigatou gozaimau, matur nuwun, thank you, gamsa hamnida, Xie Xie, kopbunkraa, sukron katsiron. .

Please enjoy, if something not good just tell me. .dont be shy.. I won't bite you . .*dikata apa gue?*

MA'ACCIIIHHH SEMUANYA, , , kalian semua berperan penting dalam hal support-menyuport, , makasih karena cerita yang menggaje ini bisa diterima. .

Makasih reviewnya buat para pembaca. .

Kalo ada sider, , nggak pa-pa sih. . aku nggak benci kok ama sider . . itu hak mereka ya?. . tapi kalau udah saatnya saya Cuma berharap tangan mereka gatel dan pengen review*kayak saya*

Seenggaknya jadi sider itu beralasan. .

Oke-oke ini gaje. . hal nggak penting, , ,

Akhir kata

Mind to Review. .