The Dark Reality

Pairing : KiWook, KiMin, Yesung, Donghae, Heechul, Siwon, Kyuhyun, EunHyuk dan Member Sj lainnya.

Disclaimer : Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar# tambahan cho kwangmin selingkuhan saya.

Rated : T

Warning : Typos, bad plot, gaje, gak da humornya, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read

Summary : Kim Ryeowook adalah seorang polisi, hingga suatu hari dia di pecat akibat ulahnya sendiri. Disaat itulah dia menyaksikan pembunuhan langsung di depan matanya dan si pembunuh itu malah mengajaknya untuk bergabung di organisasi pembunuh bayaran yang terkenal, dan dia di terima dengan mudahnya oleh sang pimpinan yang tak sesuai dengan perkiraannya. Jelek banget nih summary!

Genre : Crime, Romance

Markas Cassie Leaf

Yesung membuka pintu rumah tua itu. BLASSTTT…. Sebuah jebakan kuno hamper saja menusuk jantungnya. Heechul dengan cepat menangkap anak panah yang melesat sebelum mengenai kulit Yesung. "Perhatikan langkah kalian!" terdengar suara kyuhyun yang di sambut anggukan oleh member snow pink lainnya.

"Berpencar!" Perintah Yesung akhirnya saat melihat lorong utama rumah itu menunjukkan percabangan. Yesung mengambil jalan lurus ke depan bersama Kyuhyun dan menaiki tangga. Sementara eunhyuk mengikuti langkah heechul ke sisi kiri dan wookie bersama donghae kea rah yang tersisa. "Rencananya bunuh semua. Selebihnya terserah kalian!"

Tik… tik.. tik…

Suara detik jarum jam menggema di dinding rumah tua itu. Membuat seluruh member snow pink yang ada di dalamnya bergerak dengan lebih berhati-hati dan penuh ketegangan. Sebentar lagi mereka akan melepaskan belenggu nama pembunuh yang melekat erat dalam tiap langkah mereka. Ini hari akhir atas ketidak bebasan mereka. Ini hari terakhir mereka terlepas dengan ikatan janji dengan Sungmin yang terlebih dahulu terbebas.

"Khee…khe..keh… selamat datang Snow pink? Itukah nama kalian? Its's show time!" terdengar suara mengerikan yang menggema di rumah itu. Tiba-tiba saja lantai yang di injak oleh para member snow pink mndadak terbuka.

BRUUUKKK… suara dentuman tubuh yang terjatuh terdengar menggema di ruangan yang di penuhi debu itu. "Aiggooo… sakit!" rengek wookie menepuk tubuhnya. Donghae terkikik melihat pose manja wookie.

"Selamat datang…" suara yang terdengar tidak asing bagi donghae itu menyambut mereka. Donghae berusaha membiasakan dirinya dengan kegelapan di ruangan berdebu itu. Pupilnya membesar saat melihat sosok yang paling di kenalnya sekarang berdiri di hadapannya.

"Yunho hyung…." Gumam donghae yang membuat wookie terkejut setengah mati. Di tatapnya namja di hadapannya. Inikah yunho hyung seorang donghae? Kenapa dia ada disini?

Sama dengan rasa terkejut yang di tunjukkan donghae, yunho juga merasakan seperti itu. Tangannya terasa lemah seketika saat menatap wajah adik manisnya ada di hadapannya sebagai musuh bukan pihaknya. Yunho mengenggam pedang bersarung birunya erat, matanya berubah tajam melihat donghae.

"Bagaimana ini hae? Bukankah dia hyungmu?" suara wookie memecah keheningan.

Donghae mengeluarkan pisau-pisau kecilnya. "Bunuh dia! Itulah perintah Yesung hyung" jawab donghae tenang membalas tatapan tajam yunho. Mereka sama-sama tak ingin ingin mengalah, tidak ada masa lalu yang dapat saling melindungi mereka lagi. Mereka di takdirkan untuk saling mengakhiri. Saat inilah donghae akan membuktikan dirinya telah tumbuh menjadi kuat tanpa seorang hyung yang meninggalkannya dengan kejam di jalanan.

"Kau gila?"

"Dengar wookie.. apa yesung hyung tak mengajarimu kalau perintah pimpinan adalah mutlak. Jika yesung hyung atau kibum memerintahkanku untuk membunuhmu sekarang, aku akan melakukannya. Lagi pula, aku sudah lama menunggu ini"

"Mwo?" wookie tak percaya dengan apa yang baru ia dengar. Donghae menodongkan salah satu pisau kecilnya kea rah yunho. Yunho membuka sarung pedangnya.

Sebuah senyuman mengerikan terkembang di wajah yunho. "Hyung tak menyangka inilah dirimu hae"

"Nee… dan aku sudah menyangka inilah dirimu." Donghae mengeluarkan senyuman khasnya. "Kaulah yang membunuh orang yang mengadopsimu kan hyung"

"Bingo… kau memang anak pintar!" Yunho memasang kuda-kudanya dan dengan cepat di serangnya tubuh donghae. Donghae tak menghindar, di tangkisnya hempasan pedang yunho dengan pisau kecil ditangannya. "Dan para ibu, yang mengirim mereka keneraka juga aku dan juga.. kedua orang tua mu"

"Apa maksudmu?" donghae mendorong keras pisau kecilnya. Membuat jarak lagi diantara dia dan yunho.

"Aku menemukan ke dua orang tuamu, hae… tapi sebuah misi memaksaku untuk membunuh mereka. Kau ingat hari saat kita bertemu saat kau di kejar polisi? Saat itu aku baru saja menghabisi ke dua orang tuamu"

Wajah mengerikan yunho berubah dingin. Donghae diam, tangannya seolah melemah. Dia mendengar sesuatu yang seharusnya tak ingin dia dengar. "Mian he… tapi sepasang orang tua itu tak membuangmu, kau di culik oleh orang lain dan di bawa ke panti itu". SRAAKKK….. bahu donghae tepat tertusuk mata pedang yunho, di saat yang bersamaan pisau kecil donghae menusuk tubuh yunho di tempat yang sama.

%%

"UHKK…."eunhyuk berusaha tak menelan ludahnya, ia harus berhati-hati agar lehernya tak tergores pedang yang sudah di persiapkan oleh Junsu dan pedang itu telah siap untuk memenggal lehernya. Junsu berdiri di belakang eunhyuk dan menyilangkan mata pedangnya tepat didepan leher eunhyuk.

Yoochun memamerkan gigi putihnya pada heechul yang kini siap menembaknya. "Kau tak kalah cantik dari jaejoong, bukankah begitu junsu?" ujarnya melempar sarung pedangnya dan menggenggam pedang itu dengan erat.

"Nee…" jawab Junsu singkat berbisik di telinga eunhyuk yang kini ada dalam dekapannya dan pedangnya.

DOORR… tanpa keraguan sedikitpun heechul menembak tenggorokan yoochun. Yoochun dengan cepat memutar pedangnya. Tepat membelah peluru cepat heechul menjadi dua bagian. Dia tertawa dengan lantang. "Kau takkan bisa melukaiku cantik. Mungkin karena cinta kita terpaut"

Heechul menembak berkali-kali, dan kembali yoochun menghindar. "Aku orang tercepat di cassie leaf, kau tak mungkin bisa melukaiku"

Sementara eunhyuk merunduk kebawah, berusaha lolos dari mata pedang junsu, tapi seolah gerakannya terbaca, junsu sekali lagi dapat menangkapnya dan siap menggoreskan mata pedangnya ke leher eunhyuk. "Mian he.. tapi Yunho hyung memerintahkanku untuk membunuhmu, ada yang ingin kau katakana?"

"Ayo bertarung!" eunhyuk memutar tangan junsu, di putarnya tubuhnya dan berusaha menghantam kepala Junsu. Junsu tak menghindar, diputarnya pedangnya dan siapa memotong kaki eunhyuk yang mengarah padanya. Eunhyuk berbalik, dan mengganti serangannya dengan cepat.

%%

Changmin terkikik di hadapan ke dua namja yang siap membunuhnya kapan saja. "Annyoung kyunnie. Lama tak bertemu" suara mengerikan Changmin tak cukup membuat kyuhyun merinding. Ia cukup tahu bahwa ia lebih mengerikan dari seorang changmin yang licik.

Kyuhyun tak segera menjawab salam itu, dia berdiri sejajar di samping Yesung. "Hmf.. Kau takkan bisa mengalahkan Yesung hyung, kau sama sepertiku, kita bukan tipe petarung"

Kini sebuah senyuman jahat terkembang di bibir manis Changmin, "Oleh karena itu, yang akan membunuhmu bukan aku tapi… mantan kekasihmu, chagiya…"

"Mwo?"

"Minnie… keluarlah!" changmin menarik sebuah tangan dalam kegelapan di belakangnya. Tampak sosok yang sangat dikenal oleh kyuhyun dan yesung keluar dari sana. Pedang di tangan yesung jatuh begitu saja ke tanah melihat wajah manis adiknya kini ada di depannya. Wajah yang sangat ia rindukan.

Changmin merangkul mesra pinggang sungmin, di kecupnya pipi sungmin dengan mesra sambil menatap kyuhyun dengan tatapan mengejek. Ia merasa bahwa ia telah mendapatkan barang berharga dari kyuhyun. "Sungmin hyung… dia… kau changmin?"

"Benar kyunnie sayang…. Aku hanya sedikit merubah tubuhnya menjadi mesin yang hidup. Sesuai gayaku kan? Aku akan mendapatkanmu, seperti janjiku dulu. Bukankah namja ini yang telah merebutmu dariku, kini dia milikku. Bagaimana rasanya di lukai oleh orang yang kau cintai?"

Kyuhyun tertawa. "Kau babo?" itu kata-kata yang pantas untuk seorang namja jenius seperti changmin yang salah mengira bahwa kyuhyun mencintai seorang lee sungmin. Kyuhyun mengeluarkan evil smirk kebanggaannya membuat changmin mundur beberapa langkah. "Dia itu bukan tipeku, berapa kali harus kukatakan? Aku tak suka orang babo!"

Deg…

Deg…

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari detak jantung keras tak karuan yang terdengar di telinganya. Ia hamper tak percaya detak jantung itu milik yesung. "Minnie.. Minnie adikku.. kemarilah!" katanya hampir terdengar berbisik. Yesung seolah kehilangan kesadarannya, kyuhyun sadar ini bukan hal yang bagus. Penyakit saraf yesung kembali kumat.

Yesung menekan antingnya. "Semuanya… Sungmin disini, dia hidup! Dia masih hidup!"

"Hyung sadarlah… dia bukan Sungmin, dia hanya robot!" kyuhyun berusaha menyadarkan Yesung.

%%

Donghae menghentikan gerakannya untuk menghindari pedang yunho. Dengan mulus pedang itu menusuk perut bagian kanannya. Darah memuncrat dari luka itu. Ryeowook seolah membatu, "Sungmin hyung hidup?" suara wookie seolah tercekat tak percaya dengan arahan Yesung.

"Hyung…" wookie berteriak panic. Seketika itu juga donghae roboh saat Yunho mulai menyayat-nyayat tubuhnya. Wookie berlari ke hadapan Yunho, di patahkannya jemari Yunho yang di genggamnya saat ingin menyayat tubuh donghae lebih dalam. "mian.. tapi aku menggantikan hae hyung sementara" katanya polos.

%%

"Mwo?" teriak heechul dan eunhyuk serempak. Konsentrasi mereka menghilang mendadak. Yoochun dan junsu dengan sempurna memanfaatkan peluang itu. Yoochun menusuk bagian belakang tubuh heechul hingga menembus ke dadanya. Sementara junsu, dengan santainya di mainkannya pedangnya dan menyayat dada eunhyuk, membuat luka yang besar dan dalam di sana. Kesadaran eunhyuk langsung menghilang. Heechul berlari memeluk tubuh eunhyuk, dilepasnya jaket hitamnya dan di gunakannya untuk menutup luka eunhyuk.

"Kumohon… jika ada di antara kalian yang mendengar, kumohon kemarilah, eunhyuk sekarat!" teriak heechul histeris memegang antingnya.

%%

"Minnie…" tanpa ragu Yesung berjalan mendekati Sungmin yang berdiri mematung di tempatnya. Air mata mengalir deras di pipinya. "Syukurlah kau masih hidup, hyung tak punya keluarga lagi selain dirimu Minnie. Hyung kesepian" di peluknya tubuh Sungmin yang masih diam.

Door… door… dua peluru menembus dada dan perut Yesung. "Hentikan! Jangan tembak lagi!" teriak Kyuhyun bersujud menghadap changmin.

"Apa kau membuang harga dirimu demi namja yang memeluk robot ku? Tapi setidaknya 50% bagian aku menggunakan tubuh lee sungmin asli, makanya dia menjadi robot yang begitu menakjubkan. Bukankah begitu kyunnie?" Door.. door.. changmin menembak kaki Yesung kali ini hingga namja itu terjerambab di lantai berdebu. Changmin menembak dada yesung sekali lagi hingga ia memuntahkan darah segar ke tubuh sungmin.

"Apa ada yang dengar aku? Kumohon… seseorang datanglah kemari!" Dengan tangis yang membasahi wajahnya kyuhyun berusaha meminta pertolongan dari antingnya. "Kumohon! Hyung!"

%ika. Zordick%

BRUAAKKK… dengan tubuh penuh lebam, wookie berusaha berdiri, di todongkannya senapannya ke tenggorokan Yunho. Namja itu tak bergeming, tangan wookie terlihat gemetar, dirasakannya senapan itu sungguh lebih berat dari yang ia duga karena ia harus terus melindungi donghae. Wookie merangkak cepat ke tubuh donghae yang terus memancarkan darah segar.

Entah perasaannya atau apa, ia nyaris tak mendengar suara detak jantung donghae lagi. Di letakkannya senapannya di lantai, dipompanya jantung donghae sekuat tenaga. "Hyung.. kumohon!"

"Donghae hyung, detak jantungnya tak terdengar lagi. Kyu… kemarilah! Kumohon!" suara tenor wookie meraung sambil terisak.

Yunho tak memberi ampun, dibuangnya pedang yang membuatnya terlihat tak terhormat menghadapi lawan yang lemah seperti wookie dan donghae. Diangkatnya tubuh namja kecil itu ke udara. "Hae.." wookie masih menyebutkan nama itu meski dirinya akan segera menemui ajal di tangan pimpinan cassie leaf itu. "Bummie…" tangis wookie pecah. "Aku.. aku tak bisa melindungi hae hyung! Suara jantungnya tak terdengar lagi"

"Bummie… huwa… bummie…!"

%%

Tiiitt…

Tiiit…

Tiiitt…

Suara mesin di pengukur denyut jantung di kamar kibum terdengar berirama. "Bummie…. Hae hyung" terdengar teriakan wookie dari anting putih yang terpasang di telinganya. Siwon menatap kibum yang berlahan menunjukkan reaksi. Jemari-jemari putihnya berlahan bergerak.

"Dia… kibum…" siwon mengguncang tubuh kibum pelan.

Aku akan melindungi Snow pink dan menunjukkan padamu hyung, sebuah keajaiban untuk menyelesaikan tugasmu. Snow pink akan terus hidup untukmu hingga cassie leaf musnah. Aku bersumpah untuk itu. Kemudian aku akan hidup dengan baik dan melupakanmu.

Mata kibum berlahan terbuka, tangannya bergerak cepat mencabut selang besar dalam mulutnya. Kemudian oksigen dan infuse. Seolah baru terbangun dari tidur malam yang panjang ia meregangkan tubuhnya. Siwon seolah tak percaya dengan yang sekarang ia lihat.

"Wookie… kau dengar? Chullie hyung? Kyunnie… perintah mutlak dariku, bunuh orang yang ada di depanmu. Jangan biarkan ada yang hidup kecuali snow pink!"

%ika. Zordick%

"Apa itu tadi? Kibum? Aku mendengar suara kibummie" teriak heechul kegirangan. Di tariknya tangan yoochun yang hampir menikamnya. Di putarnya tangan itu. Eunhyuk menggercap-gercap sadar. "Sedikit lagi hyukkie, bummie sudah mengeluarkan perintah"

"Aku mengerti hyung!" eunhyuk berusaha berdiri. Wajah pucat dan kehilangan banyak darah seolah tak menghalanginya.

"Baiklah.. kau mungkin yang tercepat di cassie leaf, tapi aku kim heechul, akulah yang tercepat di snow pink!" teriak heechul lantang menendang perut yoochun secara bertubi-tubi dengan lututnya. Di keluarkannya pistol dari kantungnya. "Kau bisa membelah peluru kan? Kalau begitu bagaimana jadinya kalau peluru ini tak memiliki jarak dengan tenggorokanmu?"

Gerakan yoochun terkunci, pedangnya di tendang jauh oleh heechul. Doorr… suara tembakan terdengar, kemudian suara histeris Junsu terdengar memenuhi ruangan. "Mian… tapi pimpinan snow pink juga memerintahkanku untuk menghabisimu"

Junsu mengarahkan pedangnya pada eunhyuk, hendak membuka robekan di tubuh eunhyuk menjadi lebih lebar. Eunhyuk menginjak kaki junsu kemudian lututnya telah menyambar kepala junsu kuat. Membuat kepala namja itu pecah. "Oke… mari kita akhiri!" eunhyuk mematahkan tangan junsu yang memegang tangan dengan hantaman kakinya. Di sikunya tenggorokan junsu, Kreekkk… dan "Selesai". Eunhyuk kembali roboh.

%ika. Zordick%

"Kau dengar wookie, tidak usah perhatikan Donghae hyung, kyuhyun agar segera ke tempatmu. Cukup konsentrasi dengan orang yang di hadapanmu!" kibum kembali memberi komando. "Kyu.. segera ke ketempat wookie! Tinggalkan saja yesung hyung disana!"

Kibum melirik siwon yang memasang tampang melongo menatapnya. "Bisakah aku meminta Jaejoong hyung di kembalikan padaku?" dia memasang killer smilenya. Siwon mengangguk patuh.

Kibum meraih pedang bersarung putih yang berukiran pink di tempat pajangan di kamarnya. Dengan seragam putihnya dia melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari gedung itu.

%ika. Zordick%

Wookie merunduk untuk menghidari tendangan Yunho pada tubuhnya. Dia tersenyum innocent kemudian di tendangnya sambil melompat tinggi tepat telapak kakinya menghantam tenggorokan Yunho. "Raih kembali pedangmu! Aku tak selemah itu" wookie berbicara sesopan mungkin.

Yunho mengutip kembali pedangnya. Kyuhyun tiba-tiba muncul dan langsung memberikan pertolongan pada donghae. Dilempar kyuhyun pedang yesung yang dibawanya. wookie menangkapnya dengan sempurna. Di bukanya pedang itu dan langsung menggunakannya dengan baik. Dia mencoba menggunaka teknik yang biasa di gunakan Yesung. Dipasangnya kuda-kuda aneh itu.

Tanpa pikir panjang yunho siap menyambar leher wookie dengan satu sabetan. BRUSSHH…. CLEP… darah segar menyembur dari bahu wookie yang menjadi tameng dari leher kecilnya. "Wookie!" kyuhyun ingin segera melakukan pertolongan pada wookie, tapi dengan cepat todongan pedang Yunho beralih padanya. Sebuah senyuman mengerikan terkembang di bibir merah Yunho.

Wookie bangkit dari keterpurukannya, dia melompat ke depan Kyuhyun dan menghadang pedang itu. Di genggamnya dengan tangan kosong pedang tajam itu. "Kibum memperintahkanmu untuk menyelamatkan Hae! Bukan aku! Lakukan tugasmu Kyu!" wookie menatap kedalam mata Yunho. Tatapan yakin akan kemampuan namja yang di hadapannya ini sungguh tak bisa di remehkan.

Flashback-

Osaka, Jepang

"Hyung… kita istirahat dulu ya!" rengek wookie dengan nafas tersenggal-senggal.

Yesung berbalik dan menatap namja kecil yang dari tadi mengikuti langkahnya."Jika kau seperti itu, kau tak akan bisa bangkit lagi saat kau terluka"

Wookie mengerucutkan bibirnya, memasang wajah seimut mungkin agar Yesung tersentuh dan memberikan apa yang ia inginkan. "Bukankah kau ingin menjalani latihan yang dilakukan oleh Sungmin? Beginilah yang ia jalani dank au tahu kau jauh lebih manja darinya!" Yesung menghela nafas menunjukkan bahwa wookie sungguh mengecewakannya.

Kali ini namja kecil itu menunduk. "Tapi tolonglah hyung, bagaimana caranya mendaki gunung dengan sebuah pohon yang di ikat di pundak?"

"Yang di jalani Sungmin bahkan lebih sulit" jawab Yesung singkat.

"Kalau begitu sekalian saja" oceh wookie serius dari dalam hatinya. Yesung mengangkat pedangnya tinggi di tusuknya tanpa basa-basi bagian perut wookie, dalam serangan mendadak itu wookie tak mampu berkelit. Ia terdorong kebelakang setelah pedang itu membuat luka serius di tubuhnya. Ia terus terguling jatuh kebawah gunung.

BRAAKKK…. Pohon yang di ikat di punggung wookie tersangkut diantara ke dua pohon hingga dia berhenti berguling jatuh. "Bangkitlah wookie! Anggap saja yang ada di punggung mu itu adalah salah satu diantara member snow pink dan kau juga terluka tapi kau harus segera membawanya agar dia bisa selamat" kali ini Yesung serius memperkeras latihannya.

Tapi wookie sama sekali tak bergerak dari tempatnya terjatuh. "Yak.. kau serius tak bisa bangkit wookie-ah?" akhirnya Yesung turun dan mengangkat namja imut yang sudah Game over itu.

Flashback End-

"Aku bisa hyung!" gumam wookie kembali memasang kuda-kudanya. Dengan gesit dia menggunakan instingnya untuk menghindari semua serangan Yunho. Kemudian wookie berusaha mengambil jarak yang aman diantara dia dan Yunho.

"Kau takkan bisa mengenaiku dengan jarak sejauh itu" sekali lagi Yunho menatap wookie sangar. Wookie tersenyum innocent.

"Siapa yang bilang?" dengan cepat wookie memutar pedangnya. JLEEBB… pedang itu dengan sangat cepat menancap di tenggorokan Yunho dan terdorong hingga menancap di dinding. Wookie kembali tersenyum manis, sementara Yunho menyemburkan darah dari mulutnya. Dia masih hidup, dan ia tahu jika dia mencabut pedang itu dia akan mati seketika.

Wookie berjalan ke hadapan Yunho. Yunho sudah tak bisa berbicara lagi, pedang itu sudah menembus pita suaranya. Air mata mengalir dari matanya. Dia menggapai dinding dan menulis di sana dengan darahnya. "Jangan pisahkan kami!" meski tulisannya dengan tangan yang sangat gemetar, wookie bisa membacanya dengan jelas. Kemudian namja tampan itu pergi dengan senyuman indah di wajahnya.

"Yunho…." Sebuah teriakan mengiris hati terdengar. Wookie mengenal suara itu. Pemiliknya kini berdiri di belakangnya. Sebuah rangkulan hangat melingkar di pinggang wookie. Wookie tak berani bergerak.

"Kau melakukan dengan baik, chagiya" suara berat kibum membuat wookie tertegun. Air mata bahagia mengalir dari pelupuk matanya. Suara yang begitu di rindukannya kini kembali terdengar. Detak jantung nan tenang itu terdengar manis di telinga wookie. "Saranghae" sesuai kebiasaan kibum, sebuah kata cinta yang selalu ia katakana pada namjachingu imutnya itu spontan membuat wajah wookie memerah.

"Bummie.. bisakah kau kabulkan permintaannya?" kibum tersenyum, di kecupnya leher wookie sekilas.

"Tak masalah" kibum melepas pelukannya, wookie menarik pedang yang tertancap di tenggorokan Yunho, jaejoong berteriak pilu. "Bagaimana dengan Hae hyung, kyu?"

"Gwechana…" kibum dapat mendengar detak jantung hae kembali berdetak. Wookie menaikkan tubuh hae ke punggungnya. Kibum melangkah tenang sambil menarik paksa jaejoong agar mengikuti langkahnya. Sementara namja cantik itu hanya bisa terus menangis.

%ika. Zordick%

Wookie pov.

Kutatap Yesung hyung yang kini roboh di kaki namja imut itu. Aku tak sulit mengenali namja itu. Namja yang sangat mirip dengan lukisan di dinding kamar kibum. Rasa takut merasuki tubuhku, bukan karena namja imut itu tak memiliki detak jantung seperti manusia pada umumnya. Aku juga sama sekali tak takut pada tatapan mengerikannya dan wajah tanpa ekspresinya itu.

Aku takut… pada… aku melirik kibum yang kini tak berhenti menatap wajah manis namja itu. Aku mengenggam erat pedang Yesung hyung. Jika kibum tak bisa membunuhnya, aku akan membunuh namja itu. Mau tak mau, setelah itu aku tahu kibum akan membenciku. Aku akan membunuh diriku sendiri. Aku takkan membiarkan kibum membenciku.

Sebuah tangan dingin tiba-tiba menggenggam tanganku. "Wookie turunkan aku!" donghae hyung telah melewati masa krisisnya. Aku membungkuk sedikit dan membiarkan hae hyung turun dari punggungku. Kyuhyun memegang tubuh lemah hae hyung agar tak roboh lagi. Tak lama kemudian heechul hyung terlihat memapah eunhyuk hyung menghampiri kami. Sepertinya mereka juga terluka parah.

"Hei…" kibum bersuara, aku bisa merasakan suaranya gemetar. Semua member snow pink menatap ke satu tempat yang sama, di mata mereka hanya ada Sungmin.

"Hyung…" suara eunhyuk hyung nyaris hilang. Donghae hyung mencoba tegak berdiri, air mata nya mengalir dan di bibirnya hanya terdengar nama Sungmin sama seperti eunhyuk hyung. Begitu pentingkah bagi mereka namja manis itu?

Eunhyuk melepas sarung tangannya, menunjukkan bahwa dia tak ingin bertarung lagi. Begitu pula dengan donghae hyung yang meletakkan semua pisau kecilnya di tanah. Heechul hyung meletakkan senapannya. Aku mengerti, mereka snow pink yang setia, mereka tak mungkin melukai orang yang menjabat menjadi pimpinan mereka dulunya. Aku mengikuti langkah mereka, ku buang semua senjata yang ada di tubuhku.

Kecuali kibum, dia masih menggenggam pedangnya. "Kyunnie…." Kibum memanggil kyuhyun. Di genggamnya tangan namja itu erat. "Apakah dia yang bernama Changmin?"

Namja tinggi yang berdiri di belakang sungmin hyung berjalan ke depan hingga ia sejajar dengan tempat berdirinya sungmin. "Changminnie.. larilah!" teriak jaejoong sambil terisak. Changmin tetap diam di tempatnya menatap kami dengan tatapan kebencian yang mengerikan. Kibum balas menatap namja itu dengan tatapan dinginnya.

"Nee.." jawab kyuhyun akhirnya.

"Kau tahu, kau telah melakukan kesalahan fatal. Pertama, sungmin bukanlah namjachingu orang yang kau sukai ini. Dua, sungmin adalah namjachinguku. Tiga, yang disukai kyuhyun bukanlah dia" kibum menunjuk sungmin hyung. Sungmin hyung sepertinya bereaksi mendengar suara kibum, di tatapnya kibum dengan pandangan kosongnya itu. "Melainkan aku"

Kibum mengeluarkan seringgai mengerikan, ditariknya tubuh kyuhyun mendekatinya. "Akan kusiksa kau berlahan Changmin-ssi" gumamnya. "Tutup matamu wookie!" aku tak mengerti perintah terakhirnya hingga ia mulai menciumi kyuhyun dengan buasnya. Aku berusaha menghindarkan tatapanku agar tak melihat adegan itu. Kulihat wajah changmin yang sudah penuh dengan kebencian sementara sungmin hyung, aku mendengarnya, dia terus bergumam. "bummie…"

Kyuhyun mendorong tubuh kibum keras, air matanya mengalir lagi. Aku tahu betapa sakitnya hatinya sekarang. Dia di jadikan objek untuk membuat musuh menjadi lemah, tapi justru itu ia pasti akan merasakan perasaannya pada kibum yang berlahan menghilang kini kembali meluap merasuki hatinya. Eunhyuk hyung kini memeluk tubuh kyuhyun. Ditenangkannya berlahan.

"Kau marah?" kibum melangkah kedepan masih dengan tatapan dinginnya pada changmin. "Atau kau sakit hati?" kibum tertawa terkikik. "Kau tahu itulah yang kurasakan dan akan kubalas semua yang kau perbuat padaku"

"Dimulai dari melihat namja yang kau cintai bersama orang lain" kali ini aku melihat kebencian yang begitu kuat di mata kibum. "Kemudian… orang yang kau sayangi menghianatimu" kibum menarik rambut pirang jaejoong hyung dengan kasar. Di tatapnya mata jaejoong dalam kemudian ia tersenyum. "Bawa Yesung hyung padaku" dengan patuh jaejoong hyung berjalan mendekati sungmin. Di gendongnya tubuh yesung hyung dan di bawanya pada kami.

"Obati dia kyu!" perintah kibum lagi.

"Apa yang kau lakukan hyung?" bentak changmin kesal.

"Bersujud di depanku jae!" jaejoong hyung kembali patuh dan berlutut di depan kibum. "kau akan melihat bagaimana orang yang kau cintai membunuh orang yang kau sayangi tanpa ada perlawanan. Kemarilah kyunnie!"

Dengan tubuh gemetar kyuhyun mendekat pada kibum. Kibum melepas sarung pedangnya, di serahkannya pedang cantik itu di tangan kyuhyun. "Bunuh dia!"

"Bummie.. aku!"

"Tepat di tenggorokannya sayang!" kibum menekankan kata-katanya.

Changmin terlihat tak percaya. "Andwae! Jangan lakukan kyu! Kumohon! Jangan!"

"Cepat lakukan!" perintah kibum lagi. Aku menggengam tangan kibum, kuharap dia mengubah perintahnya. Kibum hanya balik menggenggam tanganku. Kyuhyun mengangkat pedang itu dan di tancapkannya di tenggorokan jaejoong hyung. Aku menutup mataku, aku tak berani melihat ekspresi terluka changmin yang melihat hyung kandungnya mati di tangan orang yang begitu ia cintai.

Tanpa ekspresi setelah mencabut kembali pedangnya dan jaejoong hyung yang sudah tak bernyawa tergeletak di kakinya. Kyuhyun menyerahkan kembali pedang yang penuh darah itu pada pemiliknya. Kyuhyun mundur dan terdengar suara isakkannya yang tertahan. Semua member snow pink seolah tak melihat dan mendengar. Mereka diam dan masih terus menatap mantan pimpinan mereka.

Kibum melangkah cepat menerjang changmin yang sudah seperti kehilangan kesadarannya. Sungmin hyung tiba-tiba sudah berada di depan changmin dan menepis serangan kibum dengan pedang yang ada di tangannya. Aku tak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan kibum saat berhadapan dengan namja itu.

Mungkin seperti yang kuduga kibum sama sekali tak bergerak. Kakinya seolah membatu. "Bunuh mereka semua sungmin!" teriak changmin. Sungmin tak melanjutkan serangannya pada kibum seolah ia masih menyadari siapa kibum. Dengan sangat cepat dia menuju kami. Aku bingung melihat member snow pink yang malah menutup mata mereka dan siap mati di tangan namja itu.

Hidup dan mati kami hanya untuk pimpinan Snow Pink. Tanpa dia kami tak ada di dunia ini. Tak ada disini. Kami tak takut mati. Setiap orang juga akan mati hanya cara dan tempatnya saja yang berbeda. Jika bisa memilih aku ingin mati di tempat tidur yang hangat karena penyakit, jika tak bisa maka aku akan berharap yang membunuhku adalah pimpinan.

Saat ujung pedang sungmin hyung akan menyentuh leher heechul hyung. Aku terkejut karena kibum menarik bahunya dan mendorongnya balik kebelakang. "Bummie.." dia bergumam lagi. Kali ini aku melihat air mata mengalir dari pelupuk matanya. Ia tak rela harus menghabisi kibum dengan tangannya begitu juga dengan kibum. Rasa cinta yang dalam masih terlihat diantara mereka meski sungmin bukanlah dirinya lagi.

"Minnie…" TRAANGG kedua pedang itu berhantaman keras. Air mata kibum lah yang kini meleleh. "aku akan melindungi snow pink hingga akhir"

Dengan cepat sungmin hyung menendang lutut kibum hingga pertahanan kibum roboh. Dia siap menikamkan pedangnya di jantung kibum. Tubuhku reflek memotongnya, kulihat darah segar mengotori kulit wajah kibum yang putih bersih. Pupilnya membesar menatapku yang kini menindihnya. Sungmin memperlebar luka yang sudah ada di tubuhku. Aku meringis, terasa sangat sakit.

"Wookie!" kibum membisikkan namaku seolah ia tak percaya dengan hal nekat yang kulakukan. Kibum menggenggam pedang sungmin hyung. Menahan pedang itu agar tak memotong tubuh kecilku lebih dari ini. Aku berusaha tersenyum, meyakinkan dia aku taka pa-apa meski aku tak yakin begitu.

Yesung hyung tiba-tiba saja menarik tubuhku dari tubuh kibum. Di gengamnya keras tangan sungmin hingga aku mendengar bunyi tulang retak disana. Sungmin melepaskan pedangnya dan di saat itulah yesung hyung cepat menarik tubuhku. "Hyung…" kibum terpaku saat pedangnya sudah di dekatkan padanya oleh Yesung.

Kibum meraih pedang itu. "Biarkan adikku beristirahat dengan tenang" katanya datar memelukku. Apa maksudnya itu? Sungmin melompat ke atas tubuh kibum. Di cekiknya leher kibum.

CRASSHHHH…. Dengan mata terbuka lebar aku melihat jelas pengakhiran itu. Kibum menancapkan pedangnya ke leher sungmin hyung dan menariknya kembali. Yesung hyung menangis terisak di pelukanku. Sementara snow pink lainnya mulai menunjukkan kesadaran mereka telah kembali. Mereka menangis sekuat-kuatnya. Meneriakkan satu nama.

Tubuh sungmin hyung menimpa kibum, kibum mulai menangis bagaikan anak kecil. Di peluknya tubuh itu. "Minnie.. mian he.." dialah yang kini mengakhirinya. Tak aka nada penyesalan lagi di hatinya seperti dulu. Donghae hyung meraih pisau kecilnya. Di lemparnya dan tepat menancap di tenggorokan Changmin. Mengakhiri hidup namja itu dengan cepat, namja yang memeluk tubuh berlumuran darah jaejoong. Inilah keinginan terakhir Yunho, sang pimpinan cassie leaf. Kami tak boleh membiarkan satu pun diantara mereka untuk hidup.

Yesung hyung mengangkat tubuh sungmin hyung. Kyuhyun membuka kemeja pink yang di gunakan namja itu. Setengah robot, yang terlihat sangat mengerikan. Tangis yesung hyung kembali pecah saat melihat tubuh itu. Ia merasa pilihannya benar dengan menyuruh kibum untuk membunuh adiknya itu sekali lagi.

Aku menatap kibum, pandangan mata dinginnya itu kembali lagi. Dia beralih dari menatap sungmin menjadi menatapku. Dia tersenyum. Aku sekarang bisa merasakannya, di matanya hanya ada aku. Hanya ada seorang kim ryeowook tanpa lee sungmin lagi.

%%

Setahun kemudian….

Lantai 77 gedung 101

"Wookie-ah, bagaimana makanannya, sini biar hyung bantu!" leeteuk hyung berjalan mendekatiku yang masih sibuk mengaduk sup yang akan ku hidangkan untuk makan malam.

Aku memang kembali pada pekerjaanku sebagai seorang polisi tapi bedanya aku langsung di bawah siwon hingga aku tak perlu bertemu dengan polisi lain yang kubenci. Selain menjadi polisi aku mempunyai pekerjaan tambahan, tukang masak di tempat pengusaha muda sukses bernama kim kibum. Ingin sekali rasanya aku memaki namja yang itu. Setelah meletakkan margaku pada namanya, kini dengan entengnya dia menyiksaku sebagai tukang masak.

"Gommawo hyung" kataku melihat hyung yang secara tak langsung membuatku sangat iri ini. Kenapa? Hae hyung memperlakukannya dengan sangat baik. Meski tak menjadi seorang polisi lagi, teuki hyung menjadi seorang model di majalah yang dikelola oleh Chullie hyung. Kyuhyun tetap sibuk menjadi pengacara pribadi kibum.

Kemudian dua namja yang dijuluki si kembar tak mirip aka hae dan hyukkie menjadi penari sekaligus penyanyi sekarang. Yesung hyung menjadi asisten kibum dalam mengelola perusahaannya. Sungguh menjengkelkan malah aku yang sepertinya sangat lelah. Henry masuk bersama hangeng hyung mereka ikut membantuku untuk menyiapkan makan malam. Mereka memang orang yang baik.

"Yak… wookie aku lapar!" teriak hyukkie hyung memukul-mukul piring bersama shindong dan kangin hyung. Ingin rasanya aku membunuh ketiga namja itu, jika saja aku tak melepas nama pembunuhku.

"Kalau kalian ingin cepat makan bantu wookie. Jangan berisik!" siwon menimpuk satu persatu kepala namja yang membuat kepalaku pusing itu.

Tak lama kemudian semua hidangan tertata dengan baik di atas meja. Aku tersenyum penuh arti. Chullie hyung dan yesung hyung memasuki ruangan. Kyuhyun tampak di belakang mereka dan memenuhi kursi yang kosong. Aku duduk disalah satu kursi. Hanya satu kursi yang kosong. Kursi kibum. Kemana lagi dia? Apa dia tak tahu aku sudah kelaparan.

"Bolehkah kami makan sekarang?" rengek eunhyuk. Yesung hyung berdehem keras.

"Jaga kelakuanmu hyukkie!"

Eunhyuk hyung mengerucutkan bibirnya, menatap kesal namjachingunya yang dingin itu. "Yak… terus saja kau mengataiku seperti itu, apa aku membuat mu malu YeSung jelek?" tuhkan.. aku sudah menduganya. Mereka akan bertengkar lagi, dulu mereka tak pernah bertengkar mengingat posisi mereka dalam organisasi snow pink. Eunhyuk selalu patuh pada namja yang mendapat gelar wakil pimpinan itu, tapi kini tak ada posisi yang membuatnya jauh terlihat lemah dari Yesung. Dia sudah bebas dan dia punya hak untuk protes pada namjachingunya itu.

Yesung hyung masih terlihat datar. "Hyukkie… tenanglah atau kau mempermalukan dirimu sendiri"

"Tenanglah hyukkie!" donghae hyung berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.

"Aku lelah mendengar celotehanmu itu hyung. Kau selalu marah jika aku menjadi diriku"

"Kurasa dia mabuk, lihat dia menghabiskan satu botul arak keras ini hyung" shindong hyung menunjukkan sebuah botol kosong anggur mahal yang baru di beli Yesung hyung dari Amerika.

"Sudahlah hyukkie, kalau kau mau makan, makan saja!" Kangin hyung menarik tangan hyukkie hyung. Tiba-tiba saja hyukkie hyung malah memeluk namja bertubuh kekar itu. Membuat yesung hyung harus menahan emosinya.

"Kau memang paling mengerti aku kangin hyung! Lihat namja jelek itu, dia bahkan melarangku makan banyak. Dia selalu menganggu tidurku tiap malam" kurasa aku akan mendengar hal yang tak seharusnya ku dengar setelah ini. Kibum dengan wajah tak bersalah duduk di kursinya dan mulai makan.

"Kenapa kalian diam? Ayo makan!" perintah kibum yang langsung di laksanakan oleh semuanya kecuali yesung hyung dan eunhyuk hyung. Yesung hyung langsung menarik tangan eunhyuk agar menjauh dari kangin tapi eunhyuk hyung kembali memeluk kangin hyung. Waduh,…. Perang nih!

"Hyukkie!"

"Aku lelah Sungie! Kau tak pernah mendengarkanku, kau tak pernah menerimaku apa adanya. kau terlalu kasar, kau selalu memaksaku melakukan segalanya dengan sempurna tapi itu bukan aku." Tangis eunhyuk mulai pecah. Di lahapnya beberapa piring makanan yang ku hidangkan. Kangin hyung sepertinya lebih memperdulikan makanannya dari pada celotehan eunhyuk hyung.

"Mian he… aku mengerti"

"Kau selalu berkata kau mengerti" suara eunhyuk hyung kembali meninggi membuat beberapa orang tersedak makanan. "Nyatanya tidak! Kau bahkan tak bisa berhenti melakukan itu saat kau sudah memulainya sampai pagi. Padahal kau tahu aku sudah lelah dan aku harus menari esok harinya"

Yesung hyung terdiam, semua mata kini tertuju padanya. Wajahnya memerah karena malu. Kurasa tidak benar jika eunhyuk hyung harus menceritakan bagian itu juga. "Wah.. hyung.. kurasa kau sangat keterlaluan, setidaknya kau harus memikirkan jam kerjanya. Kau sangat menyiksa" celutuk kibum yang kurasa itu tak perlu untuk di ucapkan.

Dengan sigap aku langsung memukul kepala kibum dengan penggorengan. Itu cukup membuat kibum sadar dia tak perlu ikut campur atau aku akan memukulnya lagi. "Mian.." katanya pelan kemudian melanjutkan makannya.

"Baiklah hyung mengerti. Jangan marah lagi ya chagi!" Yesung memeluk eunhyuk dari belakang. Di ciumnya pipi eunhyuk yang sudah bersimbah air mata. Dan pertengkaran itu pun di menangkan oleh seorang uke dan selalu begitu.

"Siwonnie…" suara kyuhyun membuat semua orang yang sedang makan terdiam. Siwon hyung menelan ludah kecut. Di tatapnya namja yang sudah resmi menjadi ukenya beberapa bulan yang lalu itu. "Besok kau ambil cuti saja, temani aku!"

"Tapi chagi"

"Kau menentangku?" siwon diam, dia mengangguk takut dan kibum mulai tertawa cekikikan. Aku menatapnya garang. Dia diam. Kata maaf terdengar lagi dari bibir pink alaminya itu. Hangeng dan donghae tak berani ikut tertawa, mereka tak ingin menjadi bahan pencuci mulut uke mereka masing-masing.

%ika. Zordick%

Aku memasuki kamar kibum, tidak ada yang berubah dari kamar ini. Hanya sebuah lukisan telah hilang dari kamar itu. Lukisan sungmin hyung telah berganti dengan lukisanku bersama dengan kibum terpajang di sana. Dia tersenyum saat mati kami bertemu. Meski dia terlihat sibuk dengan berkas-berkas di mejanya, dia selalu mengutamakanku disbanding apapun.

"Tumben kau mau masuk kekamarku, wookie" dia merangkul pingganggku mesra. Di ciuminya leherku. Aku sedikit menjauhkan wajahnya dariku. Dia tak berani protes, karena aku tak akan mau berbicara dengannya selama seminggu jika dia melakukan hal yang tak kusukai.

"Bummie…"

"Nee hyung…" dia melepas pelukannya. Di tatapnya mataku dalam. Aku tahu dia pasti mendengar detak jantungku yang semakin tak karuan. Aku sedikit malu mengatakannya, bagaimanapun aku tahu dia cukup bersabar denganku selama setahun ini. Aku menunduk untuk menyembunyikan wajah merahku. Ahh… sialan! Aku tak berani mengatakannya. "Hyung.. kita menikah saja, bagaimana?"

Aku terpukau mendengar penuturannya. Dia sungguh mengajakku menikah? Jelas saja setelah itu aku tertawa. "Kenapa tertawa?"

"Yang benar saja, siapa yang akan menikahkan kita? Kau dan aku kan sama-sama namja" aku masih terus tertawa hingga perutku terasa sakit. Kibum terlihat kesal dan mulai bergumam tak jelas. "Umpfh… aku membencimu!" katanya datar.

"Baiklah.. ayo kita menikah!" kataku akhirnya berusaha mencegah tawaku yang semakin meledak. Matanya terlihat bersinar berharap.

"Saranghae hyung. Hooree…" teriaknya seperti anak kecil sambil memelukku.

"Tapi sebelumnya… ada yang ingin kuminta!" aku mencoba memberanikan diri. Dia mengangguk riang dan mendekat padaku. Aku langsung saja melumat bibirnya yang kini sangat menggoda bagiku. Aku tersenyum innocent saat aku mendorongnya ke atas ranjangnya.

"Kau mau apa hyung?" lho… kenapa dia yang malah bertanya? Bukankah dia yang biasanya memperlakukanku seperti ini.

"Jadikan aku milikmu dulu!" aku tersenyum innocent. Di keluarkannya seringgai iblis salju kebanggaannya. Dia bangkit dari tempat tidurnya, di bisikkannya kata-kata peluluh itu lagi di telingaku. Membuatku patuh dengan semua permintaannya. Hahahahaha… jangan Tanya aku apa yang dia minta, karena kurasa setelah ini akan jadi rated M.

"Hyung… kau sudah menutup pintu?" pertanyaan aneh terdengar darinya. Aku terdiam. Berpikir dan mencoba mengingat. Eh…

Aku spontan mendorong tubuh kibum yang menindihku. OMO… ku selimuti diriku yang sedang tak berbusana. Berlari menuju pintu kamar kibum yang memang terbuka dengan lebarnya. Tampak Donghae dan eunhyuk dengan kamera mereka di sana. Heechul hyung yang tertawa cekikikan kemudian.. ahh.. aku malu sekali saat mendapati Yesung hyung berdehem keras. "Tutuplah pintunya dulu, suara desahanmu menganggu telingaku wookie"

HUWAAAA….. rasanya aku ingin memecahkan kaca ruangan ini dan melompat dari sana. "Chagi.. kau masih lama, tinggal tutup saja pintunya!" suara kibum terdengar. Anak sialan!

"ANDWAE! JANGAN HARAP KAU BISA MENYENTUHKU LAGI KIM KIBUM!" teriakku sambil berlari ngacir ke kamarku. Huwee… aku telah melakukan itu dan banyak yang menontonnya. Lagi pula desahan? Jadi mereka mendengarnya? Memalukan!

"Hei hapus itu hae hyung! Hyukkie hyung!" kibum sepertinya sudah membereskan foto-foto itu. Tapi aku masih sangat malu. Hah… aku tak ingin keluar dari kamar ini lagi.

THE END

Akhirnya selesai juga….

Mian soal endingnya, padahal mau sad ending… eunhyuk, donghae dan Yesung mati tapi sepertinya saya kurang siap di gorok sama beberapa reader yang senang dengan happy ending.. huweeee….

Law gitu mpe jumpa lagi di FF lainnya… selanjutnya kka pengen buat genre sci-fi.. hehehehehe…

Ini dia ringkasannya.. terserah reader deh mau atau nggak nih FF di buat…

Three Brothers from The Future

Sesuai judulnya, FF ini menceritakan 3 bersaudara dari 3 ibu yang berbeda dan satu ayah yang sama. Leeteuk si istri tertua memiliki anak bernama Ryeowook, anak tertua yang suka music dan si jenius dalam mengarang cerita. Anak kedua berasal dari istri kedua, heechul, yakni kibum. Anak yang pendiam yang sedikit berbeda dari ibunya. Si jenius mesin yang tak suka bicara. Yang ketiga si anak dari istri ke tiga, Sungmin. Anak itu diberi nama Kyuhyun, si jenius matematika yang suka bikin kacau.

Masalahnya dimulai dari kata bosan yang dimulai dari seorang "Ryeowook" sang hyungnim. Kedua dongsaengnya yang tak pernah mendengar kata itu dari mulut hyung mereka itu langsung berpikiran gila. Kyuhyun yang bermaksud melakukan hal ekstrim dan menantang sementara kibum ingin melakukan petualangan untuk menguji kejeniusannya.

"Mesin Waktu!" teriak mereka berdua serempak dan menjadi solusi kebosanan mereka. sialnya… saat mesin itu jadi dan mengantar mereka ke era lampau. Mereka mengakibatkan kecelakaan yang menewaskan tiga orang saudara. Telpon masa depan pun datang yang memerintahkan mereka tak boleh pulang dan harus menyelesaikan tugas tiga saudara yang tewas itu demi tak merubah sejarah ke depan.

Kyuhyun merasa ini hal menarik… tapi tidak dengan kibum yang mulai merasakan firasat tak enak. Kemudian wookie yang terpaksa menjadi wanita. Kenyataannya… keterlibatan mereka dalam sejarah memang buruk.. karena Sungmin… atau seseorang yang mirip ibu kyuhyun itu terbunuh di masa lalu dan ayah mereka Hangeng adalah seorang kaisar China.

Tugas yang di emban mereka adalah "MENGUNGKAP PEMBUNUHAN SANG PUTRI CHOOSON"

Baiklah…. Harap review'an terakhir TDR ya! Bagi silent reader.. ini chap terakhir.. muncullah!

Ada yang request? Buat selanjutnya? Pemenang awardnya….

Jreng….jreng…. #saya bingung

Karena ngitungnya gak jelas dan rada malesss

Bwahahahaha#ditimpuk readers