PERSONA 4: TO HOLD ANOTHER TRUTH
WILD CARD: AN UNEXPECTED MEMORY
Story Line By: Keima.X
Kriting kriting… Suara bel pintu café, Takaichi Café & Resto yang terletak di sudut kota Osaka itu. Tempat Yu menjanjikan kepada Yukiko akan menemuinya di sini, hari itu sangat terik sinar matahari yang sampai ke bumi. Yu yang sedikit lelah setelah mengejar orang itu menenangkan nafasnya sebelum masuk ke café. "Hmm… apakah Yukiko sudah datang? Seharusnya sudah, aku hampir terlambat." Piker Yu dalam hati, perlahan Yu memegang ganggang pintu dan mendorong nya perlahan. Matanya langsung mencari keberadaan Yukiko . Seorang gadis cantik memakai baju putih dengan style nya yang kece duduk di meja paling pojok ruangan sedang meminum teh hangat. Ya, Yukiko Amagi. Gadis pujaan hati Yu(?). Yu melangkah kan kakinya perlahan ke arah meja itu, dan duduk.
"Hai Yukiko" Sapa Yu dengan sedikit tersenyum. "Kamu udah lama nunggu di sini?"
"Ah, engga kok. Baru aja aku sampe di sini. Oh ya, gimana kabar kuliahmu?"
"Oh bagus deh, kirain udah lama… haha. Kuliah ? ya seperti biasa, ga ada yang penting sih. Paling Cuma, aku mulai dapet temen lah… By the way, udah lama ga liat kamu. Kamu makin cantik ya."
"Sudah jangan gombal terus…" Jawab Yukiko dengan memerah di pipinya.
"Engga aku serius hahaha" Tawa Yu, "Oh ya, mau makan apa nih. Aku udah laper baru makan tadi pagi" Lanjut Yu
"Ga Yu, aku udah kenyang. Paling minum aja, kamu aja yang makan. Katanya laper"
"Oke oke, Mba!(Critanya manggil pelayan)"
"Iya mas(Mas? Lho o.O)" Jawab Pelayan restoran
"Saya pesen yang paling enak deh mba"
"Sip mas"
Setelah makanan datang dan setelah Yu makan
"Yu, gimana kabar Nanako?" Tanya Yukiko
"Nanako, dia udah masuk SMP di Tokyo. Dia gadis yang pintar, salah satu murid terpintar di sekolahnya."
"Sama sepertimu Yu hahaha! Oh ya, aku sedang memulai menulis buku, kamu tau kan seberapa sukanya aku dengan buku. Sekarang aku sedang menulis buku"
"Oh ya? Buku tentang apa?"
"Hemm sebaiknya kamu baca sendiri nanti. Sebenernya, ada yang mau aku bicarain Yu."
"Apa itu?"
"Kamu ingat Yasogami High School?" Tanya Yukiko meledek
"Ya ingat lah! Tempat pertama kita bertemu kan haha!"
"Yup! Nah, nanti tanggal 30 agustus, mereka akan mengadakan Festival!(heboh sendiri) seperti saat itu. Waktu kita bikin kelas kita menjadi love café"
"Benarkah? Ayo kita ke sana… aku merindukan kenangan itu"
"Hey, tapi… bukan kah Inaba sudah tidak dapat di lalui?"
"Oh iya… Lalu? Di mana diadakan?"
"Yasogami High School udah di buat kembali. Sekarang baru angkatan ke-2, mereka membangunnya di Tokyo. Jadi maukah kamu ikut denganku kesana?"
"Hanya berdua? Baik aku ikut!"
"Engga, ga berdua… Aku sudah menghubungi Chie dan Yosuke. Mereka akan datang, Rise juga akan tampil di Festival itu. Sayangnya, aku tidak dapat menghubungin Naoto maupun Kanji."
"Seorang polisi dan seorang brutal itu… baiklah! Aku hanya ingin menemani mu…"
"Yey kau ikut?"
"Pasti lah," Jawab Yu.. "Hey Yukiko, cepet banget ya udah sore.. ga kerasa. Seandainya aku masih bisa lama bersamamu. Entahlah, aku hanya sangat kangen sama kamu." Lanjut Yu
"Kamu bisa mengantarkanku pulang… Jika kamu gakeberartan"
"Baiklah ayo pulang… Yuki-chan hahaha!"
"Jangan membuatku terlihat imut seperti ini dong…" BLUSHHHH
Yu menemani Yukiko pulang ke rumahnya yang ada di tengah keramain Osaka, kota di Jepang yang padat penduduknya itu. Matahari pun sudah hilang dari tatapan para mata kota itu, sang bulan naik ke tengah kota yang ramai itu.
Yu mengantarkan Yukiko sampai di depan rumahnya, dan sedikit bercakap-cakap dengan ibunya dan kemudian pulang melewati keramaian malam kota itu. Di pertokoan jalan jalan disertai hujan lebat yang baru saja membasahi kota ini.
"Hey… itu kan!" Yu melihat orang yang tadi pulang kuliah ditemuinya. Perlahan berjalan memasukan tangan ke kantongnya. Yu dengan diam diam mengikutinya dari belakang. Di pertigaan jalan dia belok kekiri, kemudian menghilang di gang yang sempit itu dan buntu.
"Cih, apakah ini hanya hayalanku? Tidak mungkin, dia berbicara padaku tadi siang."
Shringg
Sebuah pintu berwarna biru muncul di ujung gang yang tertutup tembok.
"V-Velvet Room?"
Yu kemudian berjalan , dan mendorong pintu itu. Cahayanya sangat terangmembuat Yu buta sejenak.
AFTER BEBERAPA SECOND
"Di mana aku? Aku tidak seperti ada di velver room" Pikir Yu yang terjatuh entah bagaimana
"Yu Narukami? Yang membunuh Izanami dan pemegang persona terkuat, Izanami No Okami. Kau pikir kau yang terkuat" Bisik seseorang bernada seram. "Your adventure must be done yet, don't play with the time Yu. The Big disaster has been coming to your nation… Japan!"
"Si-Siapa kau?"
"You will know my name. HAHAHA"
Yu terbangun dan melihat orang itu dengan cukup jelas, dan yang paling jelas… orang itu mempunyai sayap hitam yang besar… dan juga, Melayang. Siapa dia?
Yu terbangun di rumahnya, terjaga jam 11 malam.
Net not Net not… Dering suara hape Yu
"Ya, Yukiko? Aku di sini."
"HAY! KAU SANGAT PINTAR! COBALAH TEBAK KAWAN! AKU YOSUKE HAHHAHAHAHAHA KAU BUATKU GELI TENGAH MALAM YU!"
"yo-Yosuke – Kenapa nelpon? Tumben bgt lu nelpon?"
"Yu, sejak kapan kau Gaol ? pake Lu lu segala XD"
"Ha? Lulu? Siapa tuh?"
"Lulu? Siapa? –"
"To the point aja dah, Lu mau ngapain nelpon-nelpon?"
"Di tempat Gw dari tadi ujan lebat ga berenti berenti… Berhubungan kau masih bangun, kenapa kita ga ngecek Midnight Channel?"
"Jadi kau berpikir aka nada orang di tipi gitu? *FlashBack* … sepertinya tak mungkin Yos! Itu semua sudah berakhir lama. Hanya tinggal kenangan Yos"
"Entahlah, coba aja kita nonton….."
"Sudahlah Yos, biarlah masa itu berlalu seperti seharusnya. Aku tidak mau mengingat ingat saat itu lagi… Izanami. Seharusnya dia sudah musnah… Lama sudah musnah?"
"Bagaimana kalau… dia bangkit lagi Yu?"
Yu melangkah mengambil remote tv, "Jangan membuatku takut."
"Bukan kah kau yang menginginkan ini Yu? Saat kau membunuh seorang, kau melukai satu orang lainnya. Dengan begitu, kau telah melukai… Me"
"Apa maksudmu yos?!"
"Selamat tinggal Yu, aku sudah kembali ke dunia ini. Terima kasih Yu, kau telah membebaskan kami."
Net net net net… telepon putus… Yu diam dan membantingkan tubuhnya kekasur
Telepon berdering kembali,
"Hallo? Yu di sini, siapa ya?"
"Hallo? Halo Yu, Ini Yosuke…"
PERSONA
PERSONA
Yu masih terjaga malam itu, 11:58 malam dan Yu masih tidak bisa tidur. Yu melihat jam tangannya, rasa penasaran Yu menyebabkan dia mengambil remote tv dan menyalakannya.
11:59:55
11:59:56
11:59:57
11:59:58
11:59:59
00:00:00
Zret zret
"Tidak ada satu pun yang terjadi" Yu mematikan tv nya…
"Masih hujan ternyata" Yu perlahan melangkah mendekati jendela dan membuka tirainya…
seketika Yu kaget, seorang tergantung penuh darah di tiang listrik rumahnya…
Dap dap dap dap… Yu berlari keluar rumah hujan hujanan dan menurunkan mayat itu…
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin!" itulah kata kata yang Yu ucapkan ketika ia melihat mayat itu yang seorang temannya sendiri. Naoto…
Hari ini hujan deras menemani pemakaman Naoto Shirogane, si Detektif mudah nan berbakat itu. Hitam, semua hitam. Kenangan, kebersamaan sekarang sudah hilang. Semenjak kematian Teddie, sekarang Naoto?
"Yu… Apakah kau melihat Kanji?" Tanya Yosuke
"Kanji? Dia ga dateng?"
"Aku ga liat Kanji daritadi, tapi kan ga mungkin dia ga dateng"
"Mungkin dia butuh waktu…"
"Mungkin, tapi aneh… Midnight Channel ada lagi? Apakah kau gila? Kita sudah memusnahkan mereka semua"
"Sepertinya bukan Midnight Channel… Hey! Mari bertemu di Caffe bersama tim kita… ada yang ingin aku bicarakan"
Caffe Poriot
29 Agustus 2014
Yu berkumpul dengan teman temannya, Yukiko, Rise, Yosuke, Chie . Kanji masih tidak ada kabarnya sampai saat itu… Masih pudar, semuanya masih pudar.
Yu menceritakan semua tentang laki-laki berambut biru itu dan telpon di malam ia menemukan Naoto.
"Benarkan itu… Senpai?" Tanya Rise
Yu menganggukan kepalanya.
Yosuke mendekatkan kepalanya ke kuping Yu, "Yu, apa kau tidak aneh? Sepertinya perempuan itu menguping pembicaraan kita daritadi" Yang Yosuke maksudkan adalah perempuan muda berambut pink yang duduk dekat dengan meja tim.
Yu memalingkan wajahnya ke Yosuke, "Sepertinya…"
"HEY! Ada apa dengan kalian berdua?! Loh… Loh itukan!" Chie terkejut
Perempuan itu berdiri…
"Yukari! Ayo pulang, Hari ini bulan penuh… Mari berjaga jaga" Ajak perempuan berambut lurus merah di depan pintu. Yukari segera mengambil tas dan pergi
"Yu-kari… ?"
"Kau tidak kenal Yukari? Konon kabarnya dia kehilangan seseorang yang dia cintai, dan itu membuatnya gila. Setiap hari dia selalu memanggil manggil nama Minato, bahkan sampai menangis tiap malam. Aku TINGGAL satu asrama dengan dia dan aku tidak dapat tidur." Sambar Chie
"Mi-nato?! Apa kau tak salah dengar? Aku pernah mendengar namanya… Dia… dia orang yang 1 tahun lalu sekelas dengan ku! Dia masih hidup!" Lanjut Yosuke sambil meminum teh nya
"Oh oh mungkin itu Minato yang lain. Aku pernah liat foto Minato dengan Yukari sebelum Minato meninggal. Orangnya… berambut bitu dan selalu memakai jas sekolahnya. Senyumannya Badhai." Chie refused
"I-itu tidak mungkin Chie! Spesifikasinya sama dengan temanku!" Hentak Yosuke sambil membanting teh nya
"Su-sudahlah… tenang. Ada yang kalian lewatkan" Lanjut Rise, "Apakah kalian masih belum sadar? Yang senpai ceritakan tadi… adalah orang yang sama dengan orang yang kalian debatkan." Lanjutnya
"WHAT THE HELL IS HAPPENING!?"
"Yosuke… diam lah" Perintah Yukiko
"Chie… apakah kita dapat menemui Yukari? Sekarang? Mungkin kita dapat menemukan pembunuh Naoto… dia tinggal bersamamu kan? Ayo sekarang kita pergi" Ajak Yu
"Baik Yu!"
"Hey Yu, sepertinya aku harus ikut…" Suara berat seorang laki laki seketika terdengar
"Ka-kanji…? Dari mana aja LO!" Tanya Yosuke, Yosuke segera berlari menuju Kanji.
"Hmm… tidak perlu dibicarakan… aku masih tidak dapat menerima kenyataanya kawan." Said Kanji
Yu datang menepuk punggung Kanji, "Sabarlah! Sekarang mari bantu kita… we just found a new case to be solved. Kata orang, kalau kamu kehilangan orang yang sangat kamu cintai, bersabarlah.. orang itu sebenarnya masih ada dalam hatimu."
"Te-terima kasih Senpai… aku sangat menghargai itu. Kau memang yang terhebat senpai."
"Hey! BUKAN HANYA DIA KANJI! KAMI SELALU DI SINI BERSAMA MU! HAHAHA BETULKAN!?" Sahut Yosuke
"YA! KITA SELALU DI SINI KANJI!"
"Sen…pai" Kanji mulai tersedu-sedu
"Lebih baik cepat Yu, its getting dark."
29 AUGUST 2014
EVENING
"Jadi… di sini tempat kau tinggal… Chie?" Tanya Yukiko
"Yup! Sebuah dorm yang cukup mengasikan."
Di depan mereka… sebuah dorm yang cukup bagus.. terdiri dari 5 lantai. Lampu yang redup dan hmm spot yang bagus, di depannya ada danau. Yup, sunset pun terlihat jelas di sini…
"Chi-chie….?" Panggil Yosuke
"Kenapa?"
"Hm… Bayar berapa lu di sini…?"
"HAHAHAHA di sini mah bayarnya pake IDR Yos, Cuma IDR 200.000 per bulan" Jawab Chie
"Ha :O"
Oke itu garing wkwkwkwwkw gila gw ketawa sendiri sumpah wkakakakakakakowakoawkaw
"MINATOOO! MINATOOOO! MINATOoOoOoOoOoOooOoOo!"
"Yukari! Diamlah! Diam! Diam! Diam! Diam! Anak nakal! Hsuh"
"DIAMLAH! AKU MELIHAT MINATO DI SINI!"
Knock… knock
"Chie! Apakah itu kau!?" Tanya wanita berambut merah itu
"Iya Mitsuru senpai~" Jawabnya
"Masuklah… YUKARI BISAKAH KAU DIAM!?"
Chie masuk bersama Yu dan kawan kawannya… Yukari sedang duduk menjambak rambutnya sendiri di sofa… dan Mitsuru mencoba menahan Yukari…
"Itu… dia Yu" Sahut Chie
"DIA ! ITU DIA MINATO" Yukari menunjuk ke arah Yu, semua heran melihat Yukari "ITU DIA MINATO! TEPAT DI SEBELAH PRIA BERMBUT PUTIH ITU!"Yukari lari mendekat yu dan melompat seperti ingin memeluk… dapss. Yukari terhempas…
"YUKARI! KAU SANGAT MENGERIKAN! HENTIKAN ITU!" Teriak Mitsuru.
"Hey… aku pikir dia benar Yu… ada seseorang di sudut ruangan itu… dia memasukan kedua tangannya ke kantong dan sedikit membungkukan badan." Bisik Rise
Yu melihat kearah yang di beri tahu Rise, "Ti-tidak ada siapa siapa Rise…"
"Senpai! Jangan nakutin lah…. Itu jelas jelas ada orang…"
"Cukup menyedihkan bukan? Inilah keseharian aku… Jangan salahkan aku yang tidak dapat mengurusnya. Aku cukup sabar untuk menangani ini. Semenjak Minato kecelakaan… dia jadi seperti ini." Kata Mitsuru
Yu berjalan mendekati Mitsuru, dap dap… "Kau bohong Mitsuru… Dia tidak mati karena kecelakaan…"
Mata Mitsuru mengecil seketika, Yu mendekatkan kepalanya pada muka Mitsuru…
"KATAKAN!" Yu dengan nada kesal
"Mitsuru! Kita harus bawa dia ke The Gate of Tartarus …!" Seorang laki laki turun dari tangga…
"The Gate of Tartarus ?" Yukiko bingung hayolo
"Ups… Aku tak melihat orang…" Kata laki laki itu yang mukanya semakin jelas
"Akh…akihiko…"
Dap…dap…dap… dasssss…
"Sial! Akihiko! Cepat kunci semua pintu, Kalian ! Sembunyilah di bawah meja!" Perintah Mitsuru
"Apa yang terjadi! Kenapa semuanya berwarna hijau!" Panik Yosuke
"Kenapa… ini terjadi lagi…?" Yukari menangis
"ADA APA INI MITSURU!" Teriak Chie
"Dark Hour… tenanglah. Jangan berisik, jangan sampai shadow menemukan kita."
Wkwkwkwkw udah ya … bersambung ceritanya
To be
Continued
Betewe, sorry long updated, pertama, sibuk, kedua sibuk
Ketiga
Kaya yang pertama
Keempat, ga ada ide
Oke menurut ente… gimana ceritanya? Dan gimana lanjutannya? Silakan di jawab monggo
Dan satu lagi, ane berencana nyiptain satu fiksi lagi yang ceritanya tentang keseharian Yukari semenjak Minato mati. Udah pernah sih di bikin dalam bahasa inggris. Tapi…. Ancur WKWKWW minta saran
Satu lagi! Ane ganti nama ini ffn jadi ga ada "The" nya…. Karena jadi ga efektif… :D
Thank youuuuuuuuu~~~
Persona 4: to Hold another Truth
