Title : The Second Chance

Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, Sment And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F

Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya

Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidaksengajaan

Pair : HaeHyuk

Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon

Support Cast : Super Junior member and Other

Rating : T

Genre : Romance and Hurt (maybe)

Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll

.

.

.

DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d

.

.

.

IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...

.

.

.

UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?

.

.

.

Suzume Saezuri Present The Second Chance

.

.

.

Preview :

Title : The Second Chance

Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, Sment And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F

Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya

Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidaksengajaan

Pair : HaeHyuk

Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon

Support Cast : Super Junior member and Other

Rating : T

Genre : Romance and Hurt (maybe)

Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll

.

.

.

DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d

.

.

.

IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...

.

.

.

UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?

.

.

.

Suzume Saezuri Present The Second Chance

.

.

.

Preview :

Title : The Second Chance

Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, Sment And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F

Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya

Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidaksengajaan

Pair : HaeHyuk

Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon

Support Cast : Super Junior member and Other

Rating : T

Genre : Romance and Hurt (maybe)

Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll

.

.

.

DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d

.

.

.

IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...

.

.

.

UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?

.

.

.

Suzume Saezuri Present The Second Chance

.

.

.

Preview :

"Memang kesalahan apa yang kau perbuat?"

Sepertinya Eunhyuk mulai penasaran dengan cerita Donghae.

"Ini sedikit panjang" balas Donghae dengan air muka yang tiba-tiba berubah.

Eunhyuk yang menyadainya segera meminta ma'af.

"Eh, mianhae, kalau Hae tak mau cerita tak apa kok" Eunhyuk bangkit dari tidurnya dan menatap manik cokelat milik Donghae yang tersirat rasa penyesalan.

Chapter : 10

"Tidak, aku akan menceritakan semuanya padamu." Ucap Donghae dengan mantap. Donghae pun memulai ceritanya.

"Kau tahukan kalau tuhan itu menciptakan manusia dengan dua ginjal dalam tubuhnya. Tapi Eommaku hanya punya satu ginjal yang menyebabkan pembatasan dalam melakukan aktivitas keseharian.

Waktu itu umurku baru menginjak 5 tahun. Aku yang tak tahu kalau eomma sedang sakit, hanya membuatnya repot merawat diriku."

Terlihat Donghae menjeda ceritanya sebentar sembari menghirup nafas panjang dan menghembuskannya lewat mulut dengan perlahan.

Flashback : ON

"Donghae, ayo makan buburnya chagi~" terdengar bujukan lirih dari sesosok wanita paruh baya pada seorang bocah yang tengah mengitari meja makan.

"Hae mau makan jika eomma dapat menangkap Hae" teriak namja kecil itu yang masih terus berlari menghindari eommanya yang terlihat sangat kerepotan meladeni sikap namja tersebut.

Dengan amat kesusahan wanita itu mengejar putra semata wayangnya yang menambah kecepatan larinya.

Tiba-tiba sebuah benda jatuh yang menimbulkan bunyi yang nyaring, membuat pemuda yang berlari-lari berhenti dan menghampiri asal bunyi itu.

Mata bocah itu membulat dengan apa yang dilihatnya, di hampirinya sesosok yeoja yang tergeletak tak berdaya di lantai dengan mangkuk bubur yang sudah tak berbentuk lagi.

"Ahjumma...ahjumma... cepat hubungi dokter Cho, eomma pingsan" teriak bocah itu dengan lantang.

Wajah bocah itu mulai pucat yang disebabkan kepanikan mendadak. Diangkatnya kepala eommanya dengan perlahan dan meletakkannya di atas paha kecilnya. Diguncangnya dengan hati-hati bahu sang eomma yang masih tak sadarkan diri.

"Eomma..hiks.. mianhae eomma, gara-gara Hae, eomma pingsan hiks, Hae janji tak nakal lagi, tapi eomma harus sadar ne" Donghae mengelus dengan lembut rambut sang eomma yang menutupi paras cantiknya. Dengan tangis sesenggukan yang masih terdengar dari mulut kecilnya.

"Ting Tong"

"Ahjumma, palli itu pasti dokter Cho" teriak Donghae.

Ahjumma yang semula aka mendatangi Donghae segera mengubah halauannya menuju pintu depan.

"Permisi" ucap sebuah suara tenor seorang namja yang memakai pakaian serba putih, tak lupa sebuah tas jinjing berada di tangan kanannya. Yang dapat di pastikan di dalam tas tersebut berisi peralatan kedokteran yang menunjang pekerjaannya.

Diangkatnya wanita paruh baya itu dan membawanya ke kamar utama. Meletakkannya dengan hati-hati.

Dokter Cho mulai memeriksa keadaan nyonya itu.

Setelah memeriksanya dia berbalik dan mendapati Donghae yang mulai menangis.

"Eomma... mianhae hiks hiks"

"Tenang saja, eommamu hanya kelelahan saja" hibur Dokter Cho yang mensejajarkan tingginya dengan tinggi Donghae.

"Ini semua gara-gara Hae yang mengajak eomma main kejar-kejaran" sesal Donghae yang menundukkan kepalanya.

"Ssssttt, tak apa, lain kali jangan diulangi ne" Pesan dokter Cho pada bocah berambut brunette itu dan mengelus rambut bocah itu dengan lembut untuk menenangkannya.

"Bagaimana dengan keadaan istriku" terdengar suara bariton yang menyapa pendengaran orang yang berada di kamar utama.

"Ah, Tuan Lee, istri anda hanya kelelahan saja, tapi sebaiknya jangan membuatnya kelelahan. Akhir-akhir ini kondisinya tidak stabil" dokter Cho menerangkan pada pemilik suara bariton yang kita ketahui adalah ayah dari Lee Donghae.

"Ne, terima kasih "

"Ini resep obat untuk nyonya Lee, kalau begitu saya permisi dulu" dokter Cho menyerahkan resep tersebut dan segera berpamitan dengan membungkukkan badannya, setelah itu Kim ahjumma mengantar dokter muda itu menuju pintu depan.

"Hae ya, kau harus jaga eommamu dengan baik ne, apa akan balik ke kantor lagi" Tuan Lee mengelus rambut putranya dengan lembut dan meninggalkannya.

"Kim ahjumma, tolong tebuskan obat untuk nyonya Lee" perintah tuan Lee dengan nada tegasnya.

"Ne" balas Kim Ahjumma

OoOoOoOoOoO

"Eomma, mianhae gara-gara Hae, eomma jadi tak berdaya seperti ini, eomma cepatlah sadar, apa eomma marah?" Donghae mengelus pipi tirus milik nyonya Lee dengan begitu lembut. Setetes cairan asin jatuh membasahi pipi nyonya Lee. Ya, Donghae menitikkan air matanya, merasa bersalah atas pingsannya nyonya Lee.

OoOoOoOoOoO

Dua jam berlalu dengan cepat, tapi keadaan nyonya Lee masih tak sadarkan diri. Donghae yang dari tadi menemani Nyonya Lee, tertidur dengan memeluk eommanya dengan erat. Mungkin kelelahan karena dirinya yang terus menerus mengeluarkan air mata kesedihannya.

"Tuan muda, ayo bangun ini sudah sore" ucap Kim ahjumma yang mengguncang bahu Donghae dengan pelan.

"Eungh"

Terdengar lenguhan dari bibir tipis Donghae. Namja kecil itu menggeliat dalam tidurnya. Dan mendudukkan dirinya.

"Ne, ahjumma" jawab bocah itu dengan mengucek kedua matanya.

Setelah membuka matanya dengan perlahan dia baru sadar, kalau eommanya benar-benar pingsan.

"Ternyata ini nyata" ucapnya pelan sembari mengecup pipi eommanya.

"Eomma cepat sadar ne, Hae mau mandi dulu" ucap Donghae beranjak dari ranjang king size itu.

OoOoOoOoOoO

Donghae sudah selesai mandi dan kembali menjaga eommanya. Ketika membuka pintu kamar utama itu, mata Donghae terbelalak, tapi sedetik kemudian mata sendu itu memancarkan penyesalan yang amat sangat pada yeoja paruh baya itu.

Dihampirinya yeoja yang sudah sadar itu.

"Eomma, mianhae, Hae janji akan jadi anak yang tak akan merepotkan eomma" kata Donghae sembari memeluk eommanya dengan erat.

"Ini bukan salah Hae" balas nyonya Lee yang membalas pelukan anaknya.

"Eomma, tunggu sebentar ne, Hae akan menyiapkan bubur untuk eomma, Hae juga akan menyuapi eomma" Donghae pun bergegas ke dapur dan mengambil bubur yang baru saja dibuat oleh Kim ahjumma.

"Hae Mianhae, eomma telah berbohong padamu tentang penyakit eomma" setetes kristal bening keluar dari mata beriris karamel tersebut. Dengan cepat nyonya Lee menghapus cairan itu ketika mendengar derap langkah seseorang yang diketahui adalah Dongahe.

"Nah emma, ayo makan buburnya" Donghae mengarahkan sendok itu ke mulut nyonya Lee.

OoOoOoOoOoO

Nyonya Lee sudah selesai dengan acara makannya yang menyisakan beberapa sendok.

Sekarang Donghae tengah menyodorkan obat pada eommanya dan segelas air putih.

"Pasti pahit" kata Donghae yang masih menyesali perbuatannya walaupun nyonya Lee sudah berkata kalau itu bukanlah kesalahan Donghae. tapi Donghae masih kukuh dengan persepsinya.

Nyonya Lee yang menyadarinya segera merangkul Donghae agar mendekat padanya.

"Hae ya, ini bukanlah salahmu, salahkan saja pada eommamu ini yang terlalu lemah, gara-gara eomma, hae tak dapat bermain bersama eomma"

"Tapi Eomma, semua ini memang kesalahan Hae" Donghae yang memang berwatak keras kepala masih merasa kalau dirinyalah yang bersalah.

Nyonya Lee yang tahu kalau dia tidak akan menang dalam adu mulut dengan anaknya memilih untuk mengalah saja.

"Baiklah ini memang kesalahan Hae, sebagai gantinya maukah Hae berjanji pada eomma kalau Hae sudah besar, Hae akan jadi namja yang tak menyusahkan eomma dan juga orang lain ne" nyonya Lee mengeluarkan jari kelingkingnya yang langsung digaet oleh kelingking Donghae.

"Ne, eomma Hae janji. Nah, eomma istirahat lagi ne, kata dokter, eomma harus banyak-banyak istirahat." Donghae menyelimuti eommanya dan mengecup dahi sang eomma.

OoOoOoOoOoO

.

.

.

.

.

TBC

Mianhae saya updatenya lama*deepBow*

Saya sangat berterima kasih pada kalian semua yang menyempatkan diri untuk mampir dan membaca epep abal saya. Dan mereviewnya.

Dasi hanbeon jeongmal gomawo *deepBow*

Saatnya balas review ^^ :

lee minji elf : benarkah itu? Gomawo ne^^

Guest : ne benar, saya gak akan misahin mereka kok. Mereka 'kan ditakdirkan untuk bersama XD

Gomawo reviewnya^^

Lee Eun Jae : ini termasuk ff angst ya? Tapi saya juga suka kalau Haenya yang menderita*dgaplok Hyukkie* gomawo reviewnya^^

Anchofishy : ne, ne algesseumnida gomawo reviewnya^^

Maichi : hahaha , ngomong-ngomong gomawo ne^^

shizu indah : ne, ini udah lanjut. Gomawo^^

nunu : ne, ini juga udah lanjut. Gomawo ^^

iss sie Jewel : gomawo udah review dan nungguin nie epep^^

anchofishy : ini kayaknya udah ngejawab deh =.=? gomawo reviewnya ^^

sekali lagi saya mau ngucapin banyak terima kasih pada kalian semua

terutama untuk : MingMin, BooFishy, Mei Hyun15, Daevict024, lee minji elf, Guest, Lee Eun Jae, anchofishy, pumpkinsparkyumin, lyndaariezz, Maichi, JewELFishy-Anchofish, shizu indah, luce della vita, Arit291, HARABEOJI, Arit291, nunu, iss sie Jewel, anchofishy.

Gomawo ne *deepBow*

Jika ada penulisan kata yang salah silahkan komplain... gomawo^^

See ya in the next chap^^