Apa salahnya jika Yoongi mencintai kedua kekasihnya?

I Love Boyfriends

.

.

.

.

Enjoy!

.

.

.

.

Yoongi mengerang kesal ketika waktu tidurnya yang berharga harus kandas disaat ada dua tubuh yang menghimpitnya dari kanan dan kiri. Membuka matanya dengan terpaksa, wajah Hoseok dan Taehyung terpampang indah di pagi hari ini. Tetapi Yoongi kembali mengerang, menjauhkan kedua wajah itu dari penglihatannya dan kembali menutup matanya.

"Good Morning, Sunshine~" sudah pasti ini Hoseok, siapa lagi yang akan menyapanya dipagi hari dengan nada tinggi seperti itu.

"Yoongi-hyung, ayo bangun. Sekarang hari minggu." Dan dari tangan yang menarik lengannya, Yoongi tahu ini Taehyung.

"Eung, aku masih mengantuk." Yoongi meraih bantal yang sebelumnya berada di bawah kepalanya, menggunakannya untuk menutupi wajahnya.

Dan keadaan kamar menjadi hening. Hanya terdengar suara detak jarum jam dan kicauan burung diluar sana. Yoongi bernafas lega, berpikir bahwa dihari minggu ini bisa menghabiskan waktunya dengan tidur seharian.

Tetapi tentu saja kedua orang yang memiliki kepribadian kembar itu tidak akan membiarkannya tidur dengan tenang. Atau mungkin mereka memang berniat membangunkannya.

Yoongi dapat mendengar dua orang aneh itu berbisik, dan setelah ini Yoongi cukup yakin akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakan.

Maka Yoongi sudah tidak kaget disaat Hoseokmenarik paksa bantal yang masih setia membekap wajahnya. Kemudian kedua lengan Taehyung sudah mengangkat kakinya dari ranjang, disusul dengan Hoseok yang menyangga tubuh bagian atasnya.

Yoongi membuka matanya lalu menghela nafas jengah. "Apa-apaan.."

"Hyung, hari minggu ini lebih baik kita habiskan bersama."

"Benar, besok kita sudah kembali bekerja dan kau akan merindukan kami."

Apa-apaan, Yoongi pikir. Kalian sudah menghancurkan minggu manisku dengan ranjang tersayang.

Hoseok dan Taehyung mendudukkan tubuh Yoongi di kursi meja makan. Dan Yoongi sama sekali tidak berbohong disaat ia berkata sarapan pagi ini (yang sudah pasti hanya Hoseok yang mengerjakannya, jika ada campur tangan Taehyung, Yoongi tidak akan mau memakannya) terlihat sangat menggiurkan.

"Berisik, aku mau makan." Yoongi sudah mengambil sendok dan garpu yang berada di setiap sisi piringnya saat Taehyung mencium pipinya, disusul oleh Hoseok.

"Selamat makan!"

.

.

.

.

.

"Jadi, kita mau kemana sebenarnya?"

Itu adalah pertanyaan yang sama dan sudah dilontarkan oleh Yoongi semenjak Hoseok memakaikannya sebuah Sweater. Taehyung dibelakangnya tengah sibuk menata rambut Yoongi dan Yoongi sendiri sedikit menyesal ketika ia memperbolehkan kedua manusia ini mengurusi pakaian dan rambutnya.

"Ke halaman belakang rumah!" Taehyung menjawab terlalu antusias dan sungguh, Yoongi sama sekali tidak terkejut mendengarnya.

"Astaga, kalian.. benar-benar."

Hoseok terkekeh, mengelus helaian rambut Yoongi yang sudah lebih halus karena Taehyung sudah menyisirnya. "Kau pasti menyukainya, Hyung."

"Pft, apa kalian menebarkan kelopak bunga mawar merah disetiap jalan yang akan aku lewati? Atau kalian menyiapkan sebuah altar?"

Taehyung tertawa paling puas, dengan gemas pemuda dengan senyuman kotak itu memeluk Yoongi dari belakang. "Kalau itu yang kau inginkan, akan kami lakukan, tapi tidak hari ini."

Hoseok mengangguk setuju, ia menengok kearah jam dinding lalu setelah itu menarik Yoongi lepas dari pelukan Taehyung. "Lebih cepat, lebih baik. Ayo!"

Yoongi hanya bisa mengikuti jejak kedua kekasihnya yang membawa tubuhnya kehalaman belakang rumah mereka. Mengira-ngira didalam otak apa yang akan diberikan kedua orang ini untuknya? Apa sesuatu yang manis? Atau seuatu yang aneh?

"Tadaa~"

Lamunan singkat Yoongi buyar ketika mendengar suara teriakan berisik dari dua orang itu. Mengadahkan kepalanya, dan matanya melebar melihat halaman belakang rumahnya yang telah disulap menjadi tempat memanggang. Terdapat meja kopi kecil yang diatasnya berdiri tegak berbagaai macam minuman beralkohol. Daging sapi kesukaan Yoongi terpampang apik juga disamping para botol tersebut dan Yoongi memegap karena itu.

"Hey! Kalian dapat daging Hanwoo darimana?" dengan mata yang berbinar-binar, Yoongi menatap Hoseok dan Taehyung bergantian. Membuat kedua makhluk itu tertawa gemas karenanya.

"Kau bilang kau menginginkan daging itu kemarin, jadi kami belikan." Hoseok dan Taehyung bergantian mengelus gemas rambut Yoongi, dan pagi ini untuk pertama kalinya Yoongi tertawa dengan sangat lucu.

"Terima kasih! Ayo kita mulai acaranya!"

Itulah mengapa Yoongi sangat mencintai kedua orang ini, Hoseok dan Taehyung.

Tetapi setelahnya Yoongi menyesal, sangat menyesal ketika ia harus menyeret Hoseok dan Taehyung yang mabuk kembali kedalam rumah.

.

.

.

.

.

Sungguh, pagi ini adalah pagi yang terburuk untuk Yoongi.

Dengan teriakan Hoseok yang berhasil membangunkan Yoongi dan Taehyung, dan dengan tampak panik Taehyung ketika ia melihat jam, Yoongi yakin mereka telat pergi kekantor.

"Aku sudah bilang," Yoongi menjeda perkataannya ketika Hoseok datang dan menyodorkannya dasi berwarna hitam.

"Buat alarm di ponsel kalian, astaga. Sudah berapa kali kalian telat seperti ini." dengan helaan nafas kasar Yoongi memakaikan dasi tersebut di kerah kemeja yang Hoseok pakai.

Dan Hoseok hanya terkekeh, berkata maaf dengan senyuman penuh dan Yoongi mengutuk senyuman itu yang sangat cerah secerah matahari pagi ini. Seketika Yoongi tersadar ketika tidak menemukan Taehyung disekitar mereka. Biasanya anak itu yang paling heboh.

"Tae mana?"

"Ah, Taehyung mungkin sedikit hang-over dan sedang muntah sekarang- Oh! Itu dia."

Yoongi baru saja memutarkan tubuhnya kebelakang dan langsung disuguhi Taehyung sudah menyodorkan dasinya juga. Yoongi mengambilnya dan mendesah pasrah ketika merasakan Hoseok memeluknya dari belakang.

"Kalian sedang telat, kalau kalian lupa." Taehyung hanya memamerkan senyuman kotaknya itu selagi Yoongi memakaikannya dasi.

"Aku butuh energi." Hoseok berkata dan Yoongi yakin bibirnya sedang mengerucut.

"Sudah," Yoongi memutar bola matanya lalu menepuk dasi Taehyung yang sudah tertata dengan manis di kerah kemejanya, dan sebuah kecupan pagi hari Yoongi dapatkan di bibirnya.

"Terima kasih, Hyung! Aku mencintaimu~" dan Taehyung kembali mendaratkan ciuman di bibir Yoongi, dan Yoongi sendiri tidak punya pilihan lain selain membalasnya dengan lembut. Yoongi mencintai pemuda ini, omong-omong.

Dan tentu saja, tentu saja Hoseok dibelakangnya tidak akan tinggal diam. ia meninggalkan ciuman kupu-kupu disekitar leher Yoongi, membuat sang empu mengedikkan bahunya karena kegelian. Taehyung mengakhiri ciumannya pada sudut bibir Yoongi, sedangkan Hoseok memberikan satu tanda di dekat rahang Yoongi.

"Cukup. Cepat pergi sana!" Yoongi mendorong Taehyung dan lengannya menyikut perut Hoseok. Membuat kedua orang itu tertawa karenanya.

"Kami pergi dulu!"

Yoongi hanya dapat menghela nafasnya dengan lega ketika melihat dua orang terkasihnya melayangkan sebuah ciuman di udara. Dan dalam hati Yoongi hanya bisa bertanya-tanya, kenapa ia bisa bertahan dengan kedua orang aneh itu?

Dan tentu saja ia menemukan jawabannya. Karena Yoongi mencintai Hoseok dan Taehyung.

.

.

.

.

.

Yoongi tengah membuat makan malam disaat suara berisik terdengar dari arah ruang tengah. Mengelap tangannya terlebih dahulu di celemeknya, Yoongi menemukan Hoseok dan Taehyung terkapar di sofa ruang tengah.

"Uh, kalian keliatan lelah sekali."

Taehyung yang paling pertama mengadakan kepalanya untuk menatap Yoongi. Dengan senyuman lelah, ia melambaikan tangannya. "Aku pulang, Yoongi-hyung."

Yoongi menggelengkan kepalanya, menghampiri sofa tersebut dan menarik tangan Taehyung untuk segera duduk. "Mau mandi dulu? Atau makan?"

"Aku mau makan Yoongi-hyung!"

Dan tentu saja Yoongi membiarkan Taehyung meringis kesakitan karena pukulan sayang di kepalanya. Yoongi menghampiri Hoseok yang masih saja menutup matanya, menepuk pelan pipinya agar bisa mengembalikan kesadaran Hoseok.

"Hoseok-ah, bangun. Aku sudah membuatkan makan malam."

Hoseok mengerang tidak suka. Ia menarik tangan Yoongi yang sebelumnya masih berada di pipi Hoseok dan membuatnya terhuyung ke depan menabrak dada Hoseok.

"Tae, tolong aku.."

Taehyung hanya tertawa lepas. Ia melepaskan jasnya terlebih dahulu sebelum ikut menyerang Yoongi dalam sebuah bentuk pelukan. Taehyung menghempaskan dirinya di samping Yoongi dan memeluknya, sedangkan Hoseok memberikan pelukan panuh pada tubuh Yoongi.

"Uh, aku sangat membenci kalian."

.

"Setelah pulang kerja, aku tidak mau kejadian seperti tadi terulang lagi."

Hoseok dan Taehyung terkekeh, mereka sedang berbaring malas di ranjang dengan Yoongi beradu di tengah. Menonton film yang Taehyung pilihkan ternyata adalah hal yang buruk. Yoongi tidak berekspektasi akan menonton sekumpulan semut yang ingin menyebrangi sebuah jurang dan bahkan mereka sama sekali tidak berbicara.

"Maaf, Hyung. Aku terlalu merindukanmu." tentu saja Hoseok akan berkata seperti itu. Tentu saja.

"Aku hampir kehabisan nafas tadi." Yoongi mendengus ketika Taehyung lagi-lagi menjadikannya sebagai objek pemelukan.

"Aku juga mencintaimu, Hyung!"

Yoongi memutarkan bola matanya. Tetapi kemudian tersenyum karena semenyebalkan apapun sikap Hoseok dan Taehyung, Yoongi akan tetap mencintai mereka. Karena itulah alssan mengapa Yoongi tidak pernah bisa marah dalam jangka waktu yang lama pada kedua orang ini.

Karena Yoongi sangat mencintai mereka.

Maka Yoongi menghadapkan wajahnya kearah Taehyung, memberikan sebuah kecupan singkat di pipinya. Sama halnya dengan Hoseok dan tentu saja perlakuan Yoongi membuat keduanya bingung, tetapi senang disaat yang bersamaan.

"Aku juga mencintai kalian."

.

.

.

.

END

.

.

.

.

ITS TAESOBI BISH BCOS WHY NOT

ITS POLYAMORY TAESOBI BISH BCOS WHY NOT

TAESOBI WILL RISE!

#TAESOBIWILLRISE

Oke itu aja '-' aku lagi suka banget sama tiga orang ini ;-; and why not make it happen?

Dan terjadilah ini... Hehehe

Thank you for reading. I love you all and reviews please?

- minyunghei