My Love Doll
.
M+ (Warning)
.
Cast : KyuMin
.
Gak suka Chara, Yaoi, atau Cerita,
Silahkan KELUAR
.
DON'T LIKE DON'T READ
Author PoV
Ketukan pada pintu kamarnya, membuat Kyuhyun tidak jadi mengambil baju di lemari pakaiannya. Dengan malas Kyuhyun membuka pintu kamarnya sedikit, hanya kepalanya saja yang keluar, melihat seseorang yang kini tengah berdiri didepan pintu kamarnya.
"Ada apa, Wookie-ah?" Tanya Kyuhyun heran melihat Ryeowook didepan pintu kamarnya.
Ryeowook memutar bola matanya malas melihat keadaan Kyuhyun –yang ia tahu- sehabis mandi. Hei, ini sudah hampir jam 9 dan Kyuhyun baru mandi, anak ini benar-benar malas. "Sungmin Hyung mana?" Tanya Wookie pada akhirnya.
Kyuhyun tersentak kaget dengan pertanyaan yang diajukan Ryeowook namun tetap berusaha bersikap tenang, hingga akhirnya ia memilih menjawab, "A-apa,, itu… mana ku tahu."
"Kufikir dia sedang membersihkan kamarmu." Ucap Ryeowook lagi.
Kyuhyun merasa lebih tenang dari sebelumnya, sepertinya Ryeowook tidak tahu. "Tidak,, Ada apa memangnya?"
"Tadi aku kekamarnya, eh… aku malah menemukan ponsel ini berbunyi, ini milik Sungmin Hyung, makanya aku ingin memberikannya. Kasihan, dari tadi penelponnya menghubunginya terus." Ryeowook menjelaskan dengan panjang sambil menunjukkan ponsel milik Sungmin di hadapan Kyuhyun. Tunggu,, Dia bilang apa? Ponsel? Sejak kapan Sungmin punya Ponsel?
"Berikan padaku." Dengan cepat dan reflek Kyuhyun mengambil ponsel Sungmin dari tangan Ryeowook lalu menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Tidak memperdulikan suara Ryeowook yang berteriak dengan kesal dan memukul pintu kamarnya. Difikirannya hanya ada pertanyaan tentang ponsel yang sudah ada ditangannya ini.
Kyuhyun kembali ke ranjangnya, "Ada yang ingin kau jelaskan padaku, heum?" tanya Kyuhyun sambil mengelus surai halus Sungmin pelan.
Sungmin tidak tahu siapa yang ditemui Kyuhyun tadi, dirinya juga tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Sakit pada seluruh bagian tubuhnya sudah sangat membuatnya tidak focus pada apapun. Termasuk pertanyaan Kyuhyun yang membuatnya bingung.
"Arghh…" Sungmin mengerang sakit ketika tangan kiri Kyuhyun yang mengelus rambutnya berubah menjadi sebuah tarikan.
"Aku bertanya padamu, Lee Sungmin, Apa kau masih menyembunyikan sesuatu dariku?"
"A-Aniyo Mashter… ahh.. apphho"
"Masih mau berbohong padaku?"
Sungmin terdiam tidak menjawab, Sungmin bingung dengan jawaban apa yang harus ia berikan kepada Kyuhyun. Memangnya apa lagi yang sudah dilakukan Sungmin. Selain kesalahannya karna berdekatan dengan Siwon, dirinya benar-benar tidak tahu lagi kesalahan apa lagi yang dimilikinya.
Kyuhyun melepaskan tangan kirinya yang menarik rambut Sungmin karna merasa ponsel yang ditangan kanannya bergetar, tidak tertulis siapa nama penelpon, hanya sebuah nomor, tapi tentu Kyuhyun sudah tahu siapa penelpon itu.
Kyuhyun melirik sekilas Sungmin sebelum akhirnya disentuhnya ikon layar ponsel yang berwarna hijau.
/Yeobseyeo.. Minnie hyung? Kaukah ini?/
Benarkan, siapa lagi yang menelpon kalau bukan orang itu. Kyuhyun menyeringai lalu menjawab, "Ini aku"
/Brengsek!, mana Sungmin ?!/
"Brengsek? Ku kira itu lebih pantas untuk mu, Choi" Kyuhyun sedikit menekankan kata 'Choi' di dekat Sungmin, membuat Sungmin tersentak begitu tahu siapa yang sedang berbicara dengan Kyuhyun.
/Berikan ponsel ini pada Sungmin, cepat!, Aku ingin bicara padanya!/
"Tak sabaran" ucap Kyuhyun lalu meletakkan ponselnya ditelinga Sungmin, seringaian masih terlihat jelas menghiasi bibirnya.
/Hyung/
"Si- Angghh… Agh… S-sakit ahh" belum selesai Sungmin mengucapkan nama Siwon, tangan lihai Kyuhyun sudah meremas juniornya dan mengocoknya cepat. Sungmin menatap Kyuhyun sayu memohon ampun sambil mengigit bibir bawahnya, berusaha meredam desahannya.
/Hyung… katakan apa yang terjadi? Kau kenapa, hah?/
"A-anihh… Eungh… Gwhhenchana ahh Siwonhh ahh"
/Hyung~/
"Waktu kalian habis" ujar Kyuhyun pada Siwon melalui ponsel yang masih dipegangnya, lalu setelah itu Kyuhyun mematikan sambungannya. Tidak memperdulikan ancaman-ancaman seseorang diseberang sana yang masih mengutuknya.
Kyuhyun melempar asal ponsel yang dipegangnya tadi, tidak perduli jika saja ponsel itu rusak. Toh, benda itu sama sekali tidak berguna untuknya.
"Hukumanmu akan berlanjut, kau tau itu kan?" ucap Kyuhyun pada Sungmin.
Sungmin menggeleng pelan, "A-ani Master… Jebalhh anghh… Ini S-sakithh… agh…"
Kyuhyun melirik jam kecil di meja nakasnya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 9, berfikir sebentar apa yang akan dilakukannya.
Kyuhyun melepaskan cockring pada junior Sungmin, cairan yang seharusnya kental itu kini keluar dengan bentuk cair, sepertinya Kyuhyun terlalu lama menahan cairan itu agar tidak keluar. Sungmin mendesah lega, walaupun masih dirasakan nyeri pada kejantanannya.
Kyuhyun kembali membuka lemari pakaiannya dan mengambil sestel pakaian kerja nya. "Aku akan ke kantor, tak akan lama, mungkin sampai 3 atau 4 jam. Aku sudah melepaskan cockring itu, tapi untuk vibrator dan tanganmu, akan kupikirkan nanti." Terang Kyuhyun sambil memakai pakaiannya.
Sungmin hanya bisa mengangguk, percuma jika ia melakukan protes, bisa jadi nanti Kyuhyun malah menghukumnya lebih berat.
"Jangan berisik ataupun bersuara, tahan eranganmu itu… Eoh… atau perlu kupasangkan saja gagball?"
Sungmin menggeleng lagi dengan cepat, "Anihh masterhh ,, Jebalhh,, aghh… janganhhh…"
Kyuhyun merapikan sebentar rambutnya dengan gel rambut dan memberikan sedikit parfum pada bajunya. Kyuhyun menghampiri Sungmin, mensejajarkan wajahnya lalu-
'CHUP'
Sebuah ciuman singkat Kyuhyun berikan dibibir Sungmin, "Baiklah, aku tak akan memasangkannya. Aku pergi. Baik-baik, okey." Ucap Kyuhyun, lalu setelah itu ia pergi dari kamarnya meninggalkan Sungmin dengan bulir bening yang mulai turun dari foxy nya.
.
.
Kyuhyun menapaki tangga rumahnya sambil merapikan kancing ditangan kemejanya. Tak ada yang terjadi dikantor sebenarnya, ia yakin Donghae bisa menjalankan perusahaannya dengan baik. Donghae itu pintar, yah… walaupun Kyuhyun merasa dirinya lebih pintar dari pada Hyungnya itu. Donghae itu sahabat juga Hyung terdekatnya selain Ryeowook.
"Kyu"
Kyuhyun menoleh ketika suara Ryeowook memanggilnya, "Ada apa?"
Ryeowook mendelik kesal, "Mana Sungmin Hyung? Ponselnya sudah kau berikan?"
"Aku sudah memberikannya tadi, tapi aku tidak tahu kemana Sungmin sekarang" ucap Kyuhyun sedikit berbohong. Ia memang sudah memberikan ponsel itu pada Sungmin kan, dan tidak mungkin Kyuhyun menjawab jujur pertanyaan pertama.
"Lalu kau mau kemana? Kau tidak mau ikut melihat rumah baru ku?" Tanya Ryeowook dengan wajah memohon. Sekesal apapun Ryeowook pada sikap Kyuhyun, Ryeowook tetap menyayangi saudara tidak sedarahnya dipanti asuhan itu. Kyuhyun satu-satunya keluarga yang ia miliki sebelum ia bertemu dengan Yesung.
"Aku hanya akan mengambil beberapa berkas dikantor, kirimi saja alamat rumahmu" jelas Kyuhyun. Ryeowook menghela nafasnya sambil mengangguk.
"Aku pergi"
"Hati-hati"
.
.
.
Other Side
Seorang Choi Siwon dengan tergesa-gesa keluar dari kantornya. Setelah kejadian beberapa menit yang lalu, saat dirinya menghubungi Sungmin, Siwon jadi tidak bisa terfokus pada laporan-laporan kerja dimejanya. Sekarang, Siwon lebih memilih pergi meninggalkan kantor, dirinya harus memastikan sesuatu yang sedari tadi mengganggu fikirannya. Dia harus menemui Sungmin, tak peduli apapun yang akan terjadi nanti. Persetan jika Kyuhyun melarangnya, kalau bisa ia juga ingin menghajar wajah tampan Cho Kyuhyun itu.
30 menit kemudian akhirnya siwon berhasil sampai didepan rumah Cho Kyuhyun, menatap gerbang yang menjulang tinggi didepannya. Siwon berdecih, lalu membunyikan klakson mobilnya beberapa kali.
Dua orang petugas keamanan membuka sedikit pintu gerbang itu. Menghampiri Siwon lalu menanyakan maksud kedatangannya.
"Aku ingin bertemu Cho Kyuhyun" ucap Siwon dengan nada yang begitu datar, mengingatkan mereka bahwa dirinya adalah orang yang harus dihormati.
"Boleh kami tahu nama Anda, Tuan?"
Siwon berfikir sebentar, haruskah ia memberitahu namanya. Tapi sepertinya itu harus. "Choi Siwon"
"Maaf Tuan Choi, Tuan Cho baru saja meninggalkan rumah, Apa anda ingin menitipkan sebuah pesan?" Tanya petugas itu lagi.
"Tidak, Eum… Izinkan saja aku masuk kedalam"
"Maaf, tanpa izin Tuan Cho, kami tidak bisa sembarangan menerima tamu."
"Shit!" Siwon menggeram kesal. Siwon kembali memasuki mobil mewahnya. Tidak berniat untuk pergi, Siwon lebih memilih memarkirkan mobilnya tak jauh dari rumah itu. Siwon akan menunggu Kyuhyun, sampai namja sialan itu pulang.
Baru sepuluh menit Siwon menunggu, tiba-tiba pandangannya teralih pada pintu gerbang rumah Kyuhyun yang terbuka. Sebuah mobil sedan berwarna hitam keluar dari rumah itu. Dilihatnya bayangan seseorang yang dikenalnya didalam mobil itu. Siwon keluar dari mobilnya, bermaksud menghentikan mobil itu.
Pengemudi mobil hitam itu berhenti, dilihatnya namja yang –sepertinya- pernah dilihatnya. Ketukan dikaca pintu mobil membuat sang Pengemudi turun dari mobilnya.
Disebrang pintu lainnya, seorang namja manis juga ikut keluar dari mobil,"Anyong Wookie-ah, Yesung Hyung" Ucap Siwon memberi salam.
"Siwon Hyung, Ada apa?" Tanya namja manis yang dipanggil 'Wookie' tadi.
"Aku ingin bertemu Sungmin Hyung, bisa bantu aku?, penjaga itu tak mengijinkanku masuk" terang Siwon dengan mimic wajah memohon. Untung saja ia bertemu dengan Ryeowook.
"Sungmin? Sepertinya dia sedang tidak ada dirumah. Aku tidak melihatnya sedari tadi. Benarkan Wookie?" kali ini Yesung yang berucap diikuti anggukan dari sang Istri –Ryeowook-.
Siwon berfikir keras, tidak mungkin Sungmin tidak ada dirumah, jelas-jelas tadi pagi ia baru menelfon Sungmin, walaupun yang mengangkat bukan namja manis itu sendiri. Dan anehnya, Sungmin terdengar tengah menahan sesuatu, seperti kesakitan mungkin. Siwon bisa merasakannya.
"Apa Sungmin pergi bersama Kyuhyun?" Tanya Siwon memastikan sesuatu.
"Ani, Kulihat Kyuhyun hanya pergi sendiri tadi pagi" jawab Ryeowook.
Otak Siwon berputar, menerka-nerka kejadian yang mungkin terjadi pada Sungmin. Siwon sudah tahu apa hubungan antara Kyuhyun dengan Sungmin. Itulah mengapa ia akan sangat khawatir jika ia tidak bisa mengetahui keadaan Sungmin sekarang.
"Sungmin ada didalam, kalian harus percaya padaku" Siwon berusaha meyakinkan Yesung dan juga Ryeowook yang kini menatapnya dengan tatapan bingung dan penuh Tanya. "Aku harus menyelamatkan Sungmin hyung, Kumohon bantu aku" untuk sekian kalinya Siwon berusaha memohon pada dua namja didepannya. YeWook saling berpandangan sebelum akhirnya mereka meng-iyakan permohonan Siwon.
.
.
.
My Love Doll
.
.
.
Siwon berlari sangat tergesa-gesa, seseorang yang digendongnya secara bridal style itu masih melenguh dan menangis sedari tadi. Jangan lupakan tubuhnya yang gemetar dan juga menahan sakit.
Seorang namja dengan jas putih yang diketahui seorang dokter itu langsung menghampiri Siwon. Menyuruh namja tampan itu meletakkan sang pasien ditempat tidur dan membawanya menuju ruang UGD.
"Sungmin Hyung, Kau dengar aku?" Siwon terus menggenggam erat tangan namja manis yang bernama Sungmin tadi. Namun tidak ada balasan, Sungmin hanya menangis dan meracau untuk pulang atau Kyuhyun bisa marah. Hanya itu yang dikatakan namja manis itu membuat Siwon semakin kesal dan marah pada namja brengsek bernama Cho Kyuhyun itu.
"Saya akan coba memeriksanya, Mr. Choi" ucap sang dokter. Siwon menggeser tubuhnya sedikit, memberikan ruang bagi dokter pribadi keluarganya itu memeriksa namja manis yang sekarang terbaring lemah.
Dokter itu mengangkat kaki Sungmin, memeriksa daerah bagian bawah Sungmin. "Apa ia akan baik-baik saja Dr. Jung?" Tanya Siwon yang juga melihat bagian bawah Sungmin terdapat luka sobek.
"Apa yang terjadi dengan anak ini?"
"A-aku tidak tahu."
Dokter Jung menghela nafasnya sambil memeriksa bagian tubuh Sungmin lainnya. "Mohon Anda menunggu diluar sebentar, Mr. Choi" Mohon dokter itu. Siwon menatap Sungmin yang masih berbaring, tertidur sepertinya.
"Aku mohon bantuanmu, Dr. Jung" ucap Siwon kemudian sebelum berlalu keluar dari ruangan itu.
.
.
'Bugh'
Siwon memukul kencang dinding dihadapannya, tidak memperdulikan tangannya yang menjadi memar karna hal itu. Difikirannya hanya ada keadaan Sungmin dan juga bagaimana cara menghajar namja brengsek Cho Kyuhyun itu.
Andai ia bisa lebih cepat tadi, andai ia tidak membiarkan Sungmin kembali kerumah itu kemarin, andai ia bisa menjaga Sungmin dulu, tidak membiarkan namja manis itu pergi bersama Appa yang juga sama brengseknya dengan Cho Kyuhyun. Semuanya… Siwon ingin mengulang semuanya, saat ia dan Sungmin masih bersama. Satu detikpun tidak akan ia biarkan Sungmin jauh darinya.
Masih diingatnya kejadian beberapa jam lalu. Saat Ia, Yesung Hyung dan Ryeowook harus mencari Sungmin. Sampai akhirnya Siwon harus mendobrak pintu kamar Kyuhyun yang terkunci. Menemukan Sungmin dalam keadaan yang tidak bisa dibilang baik.
Namja manis itu terisak sambil mengigit bibir bawahnya, Siwon tahu Sungmin sedang menahan sakit saat itu. Bahkan Ryeowook hampir pingsan melihat keadaan Sungmin seperti itu. Untung ada Yesung Hyung yang langsung membawanya ke kamar mereka.
Siwon sedikit berpesan pada Yesung dan juga Ryeowook untuk tidak memberitahukan Kyuhyun bahwa Sungmin ada padanya, Ia tidak ingin Sungmin bertemu dengan Kyuhyun lagi. Dan untungnya mereka setuju untuk hal itu.
.
.
Siwon menatap pintu putih gading didepannya. Tidak lama kemudian Dr. Jung keluar dengan beberapa orang perawat yang tadi ikut mengobati Sungmin. Dr. Jung menghela nafasnya melihat tampang namja tampan didepannya.
"Ia baik-baik saja, aku sudah memberi beberapa jahitan pada lukanya. Aku juga menyuntikan obat tidur karna sedari tadi ia tidak bisa berhenti menangis. Kau boleh menemuinya." Ucap Dr. Jung yang hanya dibalas anggukan singkat dan ucapan terima kasih dari Siwon. Dan setelah itu Siwon lebih memilih menemui Sungmin yang masih tertidur.
Namja manis nya terlihat pucat, dengan sebuah luka lebam di pipinya, jangan lupakan beberapa luka juga pada tubuhnya dan juga tanda merah lainnya.
Siwon mengepalkan kuat jari-jari tangannya. Ia membenci namja brengsek itu, sangat membenci Kyuhyun.
"Akan kupastikan kau menyesal telah melakukan ini, Cho!"
.
.
.
.
.
T.B.C
Aku gak tahu cerita apa ini !
Aku bingung, aku gak pinter buat yang sedih-sedih, yang galau-galau, dan sejenisnya… jadi chap depan Kyuhyun harus aku apakan ?
Atau biarkan berakhir dengan SiMin, biar Kyuhyun tahu rasa… *KeselMode:On*
Masih kurang panjang ?
Yang kemaren emg pendek bgt, saya tahu kok… :P Mianhae
Kyu kejam ?
Yeah,, ayo kita hajar rame-rame… *DigetokMing*
Sungmin kapan bahagianya ?
Kalo udah nikah ama Saya nanti… *DiCincangKyu*
Yang dikasih Siwon ke Min Itu HP dan yang ngetok pintu itu Wookie, Chukkae buat yang pinter nebak *TebarVideoNCKyuMin*
Review semuanya aku baca kok. Bikin aku ketawa-ketawa sendiri… hehe… Gumawo…
.
Bulan Puasa ni FF kembali Hiatus ne…
Hehehe…
