Title: THE STORY OF LOVE
Cast: Jin, Namjoon, Jungkook, Taehyung, Jimin, Hoseok, Yoongi - #VKook #YoonSeok #YoonMin #NamJin FF
Lenght: Mini Chapter
Rating: 15+
Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]
CHAPTER 10
.
Setibanya di depan rumah Yoongi, sebelum turun dari mobil, Namjoon menatap Jin.
"Hyeong... Ada yang ingin kukatakan padamu..." sahut Namjoon.
"Ada apa?" tanya Jin sambil menatap Namjoon.
Namjoon menghela nafasnya.
"Waeyo, Namjoon ah?" tanya Jin lagi sambil menatap Namjoon.
"A... Aniya..." sahut Namjoon sambil menggelengkan kepalanya.
"Ne?" Jin menatap kebingungan ke arah Namjoon.
"Gwenchana... Tidak ada apa-apa, hyeong.. Terima kasih karena sudah mengantarkanku..." sahut Namjoon sambil tersenyum, lalu turun dari mobil Jin.
"Selamat malam, Namjoon ah.." sahut Jin.
Namjoon menganggukan kepalanya sambil melambaikan tangannya.
Jin menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
"Apa yang ingin dibicarakannya tadi?" gumam Jin sambil memiringkan kepalanya.
.
.
.
"Hyeong... Aku... Mengapa aku selalu kesulitan untuk menunjukkan perasaanku pada Jungkook?" tanya Taehyung ketika malam itu ia dan Bogum makan malam bersama.
"Kau... Terlalu banyak menghabiskan waktumu untuk bermain dan bersenang-senang bersamaku... Makanya, ketika kau pertama kali jatuh cinta begini, kau kebingungan harus melakukan apa..." sahut Bogum.
"Menurutmu begitu?" tanya Taehyung.
Bogum menganggukan kepalanya sambil meneguk segelas soju di tangannya.
"Aku... Selalu kebingungan bagaimana caranya untuk menunjukkan semua perhatianku padanya... Makanya setiap berhadapan dengannya, sikapku jadi terlihat dingin..." sahut Taehyung sambil menghela nafas.
"Aku rasa, kau harus belajar untuk bersikap lebih lembut padanya.." sahut Bogum.
"Caranya?" tanya Taehyung.
"Tunjukkan dengan jelas bahwa kau memperhatikannya.." sahut Bogum.
"Aku selalu salah tingkah setiap melihatnya..." sahut Taehyung sambil menundukkan kepalanya.
"Hwaiting, Taehyung ah!" sahut Bogum sambil menepuk pelan bahu Taehyung.
.
.
.
"Hoseok ah... Ada yang ingin kuceritakan padamu.." sahut Yoongi ketika ia sedang sarapan bersama Hoseok pagi itu.
"Ne? Ada apa, hyeong?" tanya Hoseok sambil menatap Yoongi.
"Kau kan sudah mendapatkan pekerjaan di Seoul.. Aku juga akan kembali ke Seoul dan kita akan tinggal bersama disana..." sahut Yoongi.
"Majjayo.." sahut Hoseok sambil menganggukan kepalanya. "Lalu, kenapa?"
"Hmmmm... Sebenarnya.. Setelah putus dengan Jimin, aku masih terus berkomunikasi dengannya..." sahut Yoongi.
"Ne?" Hoseok menatap Yoongi.
"Aku hanya ingin kau tahu.. Bahwa kini aku dan Jimin bersahabat baik... Tapi aku berani jamin, kami hanya bersahabat, sama sekali tidak lebih... Jadi, aku mohon pengertianmu... Agar kau tidak cemburu jika aku menemui Jimin ketika kita sudah tinggal di Seoul nanti.." sahut Yoongi.
Hoseok memiringkan kepalanya sejenak, lalu menatap Yoongi. "Apa kali ini.. Aku bisa mempercayaimu?"
"Bukankah aku sudah bilang padamu? Bahwa apapun yang terjadi... Aku... Tidak akan lagi melakukan kebodohan seperti dulu... Aku berani berjanji, bahwa aku tidak akan lagi meninggalkanmu... Aku dan Jimin, benar-benar bersahabat dengan baik..." sahut Yoongi.
Hoseok menatap Yoongi sejenak, lalu berkata, "Araseo... Aku akan percaya pada kalian kali ini.. Tapi kumohon, jangan menyakitiku seperti dulu lagi... Jika itu terjadi, aku akan menghilang selamanya dari hadapanmu.."
"Araseo.. Aku janji, Hoseok ah..." sahut Yoongi sambil tersenyum.
Hoseok menganggukan kepalanya pelan sambil ikut tersenyum.
.
.
.
"Jungkook ah... Menurutmu, haruskah aku mengatakan pada Jin hyeong? Bahwa aku jatuh cinta padanya?" tanya Namjoon ketika ia sedang sarapan berdua dengan Jungkook, sementara Taehyung masih belum turun dari kamarnya.
"Kau benar-benar menyukainya, hyeong?" tanya Jungkook.
Namjoon menganggukan kepalanya. "Semakin aku mengenalnya, aku semakin mencintainya.."
Jungkook tersenyum kecil. "Sudah begitu lama aku mengenalmu, baru kali ini aku melihatmu seserius ini terhadap seseorang, hyeong..."
"Yaishhh! Jangan menggodaku, imma.." gerutu Namjoon.
"Sejak kejadian itu... Kau bilang.. Kau tidak percaya pada yang namanya cinta kan, hyeong?" sahut Jungkook sambil menatap Namjoon dengan tatapan sendu.
"Itu sudah berlalu sangat lama... Aku sudah baik-baik saja sekarang, Jungkook ah.. Jadi, jangan lagi menatapku dengan tatapan begitu.. Aku baik-baik saja sekarang... Jinjja, Jungkook ah.." sahut Namjoon.
"Baguslah kalau begitu, hyeong..." sahut Jungkook.
"Hari Jumat... Aku ada kelas... Huft..." sahut Namjoon sambil memotong roti bakar di piringnya.
"Bukankah kau biasanya sangat rajin, hyeong? Mengapa tiba-tiba kau mengeluh karena ada kelas begini?" Jungkook menatap Namjoon dengan kebingungan.
"Sejak mengenal Jin hyeong... Aku jadi lebih senang masuk bekerja daripada masuk kuliah..." sahut Namjoon.
Membuat Jungkook tertawa sambil membuka mulut cukup lebar. "Hahahahahaha~ Kau sudah kena penyakit cinta yang akut, hyeong.. Hahahahahaha..."
"Awas nanti ada serangga masuk ke mulutmu... Ckckck.." sahut Taehyung ketika berjalan masuk ke dalam ruang makan.
"Taehyung ah, kau tumben baru turun jam segini? Kupikir kau berniat bolos kuiah hari ini.." sahut Namjoon.
"Aku kesiangan, hyeong.." sahut Taehyung sambil menggaruk kepalanya dan berjalan menuju rak piring.
"Cih... Baru saja datang kesini kau sudah mengajakku bertengkar..." gerutu Jungkook.
"Bagaimana jika kau tersedak? Lagian kau aneh, tertawa selebar itu ketika sedang makan... Ckckck.." sahut Taehyung sambil menggelengkan kepalanya dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Namjoon.
"Kau memang menyebalkan..." gerutu Jungkook sambil lanjut memakan roti bakar di piringnya.
Namjoon menggelengkan kepalanya, bersiap mendengar pertengkaran kedua bocah itu lagi.
.
.
.
"Jimin ah, aku akan segera kembali ke Seoul sore ini..." sahut Yoongi ketika menghubungi Jimin siang itu.
"Jinjja, hyeong? Whoaaaa~ Aku akan sangat senang melihatmu kembali ke Coffee Cafe..." sahut Jimin.
"Tapi.. Mungkin aku akan jarang sendirian lagi kesana... Karena Hoseok sudah mendapatkan pekerjaan di Seoul, jadi kurasa aku akan sering ke Coffee Cafe dengannya.." sahut Yoongi.
"Ah.. Majjayo... Hoseok hyeong juga akan pindah kesini..." sahut Jimin.
"Aku.. Sudah menceritakan semua tentang persahabatan kita kepadanya.. Untunglah ia mengerti..." sahut Yoongi.
"Jinjja? Dahengiya... Baguslah kalau begitu... Jadi, tidak perlu ada salah paham diantara kita, hyeong..." sahut Jimin.
"Majjayo... Hehehe.." sahut Yoongi.
Tak lama kemudian panggilan terputus.
Jimin menatap ke jendela yang ada di dalam ruang kerjanya.
"Hoseok hyeong... Akan segera ke Seoul... Bersama Yoongi hyeong..." gumam Jimin.
Dada Jimin kembali terasa sesak.
"Apa aku sudah siap? Melihat mereka bersama lagi?" gumam Jimin sambil menundukkan kepalanya dan mengacak-acak rambutnya.
.
.
.
Namjoon, Taehyung, dan Jungkook berjalan bersama menuju halte bus dekat rumah Yoongi untuk menunggu bus ke arah kampus mereka masing-masing.
Kebetulan hari Jumat itu, ketiganya sama-sama memiliki kelas hanya di siang hari, jadi mereka bisa berangkat bersama dari rumah Yoongi.
"Hyeong.. Yoongi hyeong bilang ia akan kembali ke Seoul sore ini..." sahut Taehyung sambil menatap Namjoon.
"Jinjja? Akhirnya ia kembali juga... Aku kadang-kadang merindukan ocehannya jika kita tidak merapikan rumah, hehehe.." sahut Namjoon sambil tersenyum kecil.
"Aku justru sedih ia kembali..." sahut Taehyung,
"Karena kau tidak bisa lagi menyetel musik keras-keras di dalam kamarmu?" tanya Namjoon.
Taehyung menganggukan kepalanya.
"Siapa suruh kau memilih kamar di sebelah kamarnya? Kau kan tahu ia tidak suka berisik.." sahut Namjoon.
"Aku pikir akan lebih menyenangkan tinggal di lantai dua daripada di lantai satu.. Mana kutahu kamar sebelahku itu justru kamar Yoongi hyeong..." gerutu Taehyung.
"Ehem..." Jungkook berdeham karena merasa keberadaannya tidak dianggap oleh kedua pria yang berjalan disampingnya itu.
"Waeyo, Jungkook ah?" tanya Namjoon.
"Aku masih tidak mengerti apa salahku sampai-sampai alien hyeong satu itu tidak pernah mengajakku bicara seperti ia mengajakmu bicara, hyeong.." sahut Jungkook, menyindir Taehyung.
"Kau... Sangat ingin kuajak bicara, Jungkook ah? Jangan-jangan... Kau mulai jatuh cinta padaku?" sahut Taehyung.
"Yaishhh.. Hanya orang bodoh yang tidak waras yang bisa jatuh cinta padamu..." gerutu Jungkook ketika mendengar ucapan Taehyung.
"Hahahaha... Tapi kurasa, kalian berdua memang cocok.." sahut Namjoon.
"Kau jangan ikut-ikutan gila, hyeong... Jebal.." gerutu Jungkook sambil memukul pelan bahu Namjoon.
Taehyung melirik ke arah Jungkook sekilas. "Apa ia... Sama sekali tidak menyukaiku?" gumam batin Taehyung.
.
.
.
"Hyeong... Kurasa aku patah hati..." sahut Taehyung sore itu.
Setelah menyelesaikan kelasnya siang hari, Taehyung menemui Bogum di kantornya.
"Mengapa kau bilang begitu?" tanya Bogum.
"Jungkook... Kurasa ia benar-benar membenciku..." sahut Taehyung.
Bogum menatap Taehyung dengan tatapan oenuh kebingungan. "Mengapa ia begitu membencimu?"
"Kau kan sudah kuberi tahu... Setiap bersamanya, aku selalu salah tingkah.. Untuk menutupinya, aku jadi bersikap cool dan agak dingin dihadapannya... Kurasa karena itu, ia benar-benar membenciku..." sahut Taehyung dengan ekspresi seperti ingin menangis.
"Aku jadi penasaran, sedingin apa sikapmu padanya sampai ia begitu membencimu.." sahut Bogum.
"Aku... Apapun yang kuucapkan selalu saja menyakiti perasaannya..." sahut Taehyung. "Padahal niatku adalah ingin memperhatikannya, namun ucapanku terdengar seolah sedang mengejek atau menegurnya..."
"Aigoo... Kurasa kau perlu belajar bagaimana cara yang tepat untuk mendekati orang yang kau sukai, Taehyung ah..." sahut Bogum.
"Siapa yang akan mengajariku? Kau, hyeong? Mana mungkin! Kau saja belum punya pacar, hehehe..." sahut Taehyung sambil menggoda Bogum.
"Yaisshhh, neo..." sahut Bogum sambil meng-headlock kepala Taehyung dengan lengannya.
"Ampun, hyeong.. Ampun... Hahahahaha..." sahut Taehyung sambil berusaha melepaskan kepalanya dari lengan Bogum.
Ternyata, saat itu, Jungkook sedang berjalan melewati depan ruangan kerja Bogum, dan melihat kedekatan Bogum dengan Taehyung itu secara tidak sengaja dari kaca jendela ruangan Bogum.
.
.
.
Namjoon dan Jackson baru saja menyelesaikan tugas mereka di perpustakaan, dan hujan tiba-tiba turun dengan deras.
"Yaisssshhhh... Aku tidak bawa payung..." gerutu Jackson. "Kau bawa payung?"
"Aku juga tidak bawa..." sahut Namjoon.
"Kau juga tidak bawa?" tanya Jackson sambil tercengang menatap Namjoon.
Namjoon menganggukan kepalanya.
"Haruskah kita pulang hujan-hujanan?" tanya Jackson sambil memiringkan kepalanya.
"Ide bagus... Sudah lama aku tidak mandi hujan..." sahut Namjoon.
"Kajja~" sahut Jackson sambil merangkul bahu Namjoon dan berjalan keluar menuju gerbang kampus.
Namjoon dan Jackson berlari menembus hujan menuju halte bus di depan kampus mereka.
Dan tiba-tiba saja sebuah mobil merapat ke halte itu.
"Uh?" Namjoon terkejut melihat mobil yang berhenti di depannya dan Jackson itu.
Kaca mobil mulai diturunkan.
Dan tepat sesuai tebakan Namjoon, wajah Jin terlihat di kursi pengemudi.
"Namjoon ah, kau tidak bawa payung? Ayo naik mobilku, sekalian temani aku menjemput Yoongi di stasiun kereta..." sahut Jin.
Jackson terbelalak menatap wajah Jin yang begitu manis, lalu menyikut lengan Namjoon.
"Ini pria yang kau bilang atasanmu itu?" bisik Jackson.
"Majjayo.." sahut Namjoon dengan suara pelan.
"Pantas saja kau cinta mati padanya sampai malas kuliah..." sahut Jackson.
"Ayo, Namjoon ah..." sahut Jin.
"Araseo, hyeong.." sahut Namjoon, lalu Namjoon menatap Jackson dan berkata, "Jackson ah, mian... Kita tidak jadi ke toko buku ya, aku harus menemaninya menjemput Yoongi hyeong..."
"Araseo, imma..." sahut Jackson sambil memasang ekspresi berpura-pura kesal.
Namjoon segera berlari masuk ke kursi penumpang di samping kursi pengemudi.
"Yoongi hyeong sudah sampai?" tanya Namjoon setelah mobil dijalankan.
"Ia bilang sekitar satu jam lagi akan tiba disini... Bagaimana kalau kita minum kopi dulu sambil menunggu?" tanya Jin.
"Ide bagus!" sahut Namjoon sambil tersenyum.
"Untung saja aku datang tepat waktu, kalau tidak kau bisa-bisa kau sudah naik bus.." sahut Jin.
"Oh iya, mengapa kau tiba-tiba datang menjemputku, hyeong? Aku sampai nyaris tidak percaya ketika melihat mobilmu barusan..." sahut Namjoon.
"Aku sudah mengirimkan chat padamu tapi tidak kau read makanya aku langsung meluncur kesini.." sahut Jin.
"Aaaaah... Aku dan temanku terlalu fokus mengerjakan tugas, aku tidak sadar ada chat masuk.. Mian, hyeong..." sahut Namjoon.
"Gwenchana..." sahut Jin sambil terus menyetir dan tersenyum sekilas.
.
.
.
"Yaishhhh... Mengapa hujan selalu turun di saat aku lupa bawa payung..." gerutu Jungkook.
"Aku bawa payung, tapi aku harus menjemput sepupuku di mini market dekat sini... Ia barusan mengirimkan chat padaku, katanya ia terjebak hujan..." sahut Yugyeom.
"Araseo... Gwenchana, Yugyeom ah... Aku hujan-hujanan saja.." sahut Jungkook.
"Benar tidak apa-apa?" tanya Yugyeom. "Aku jadi tidak enak padamu.. Kau kan jadi pulang sore begini karena menemaniku di perpustakaan.."
"Yaishhh.. Gwenchana, jinjja.. Sana, jemput sepupumu.. Kasihan ia terjebak hujan.." sahut Jungkook.
"Benar tidak apa-apa kau kutinggal?" tanya Yugyeom lagi.
"Jinjja ya... Aku tidak apa-apa..." sahut Jungkook.
"Kau pulang saja, aku yang akan menemani Jungkook pulang..." sahut sebuah suara tiba-tiba di belakang mereka.
Jungkook dan Yugyeom menoleh ke belakang dan terkejut melihat Taehyung tengah berdiri disana sambil mengeluarkan payung lipat biru itu dari tasnya.
"Hyeong?" Jungkook membelalakan kedua bola matanya melihat Taehyung tiba-tiba sudah ada dibelakangnya.
"Araseo... Kalau begitu aku ijin pergi dulu..." sahut Yugyeom berpamitan, lalu berjalan menjauh dari Taehyung dan Jungkook.
Jungkook menatap Taehyung. "Mengapa kau... Selalu ada... Untuk memayungiku... Setiap hujan turun?"
Taehyung menatap Jungkook.
"Karena aku menyukaimu..." gumam batin Taehyung.
"Kau mau pulang atau tidak?" sahut Taehyung dengan gaya coolnya.
Jungkook menggerutu karena Taehyung bukannya menjawab pertanyaannya, malah bersikap cool seperti itu lagi.
Akhirnya mereka kembali berjalan kaki menuju halte bus sambil dinaungi payung biru milik Taehyung itu.
Setelah turun dari bus, mereka kembali berpayungan menuju rumah Yoongi.
Dan lagi-lagi, sepanjang perjalanan, Taehyung terus menyanyikan lagu itu.
Lagu, yang sebenarnya dinyanyikan untuk menunjukkan perasaannya kepada Jungkook, namun Jungkook tentu saja tidak menyadarinya!
"Crush - Beautiful (Ost. Goblin)
It's a beautiful life
I'll stay by your side
It`s a beautiful life
I'll stand right behind you
beautiful love
If I am with you under this sky
Just breathing alone makes me happy
It`s a beautiful life
beautiful day
I live in your memories
beautiful life
beautiful day
Stay by my side
Beautiful my love
Beautiful your heart
It`s a beautiful life
It`s a beautiful life"
"Uh? Ia menyanyikan lagu ini lagi? Mengapa aku mulai menikmati saat-saat dimana kami berjalan berduaan seperti ini sambil mendengarkan lagu ini dinyanyikan oleh Taehyung hyeong?" gumam batin Jungkook sambil melangkah dan mendengarkan suara Taehyung menyanyikan lagu itu.
"It's a beautiful life
I'll always protect you
It`s a beautiful life
So lean on me
beautiful love
Your tears, your smile
So we can be together
It`s a beautiful life
beautiful day
I loved you like crazy
beautiful life beautiful day
I don't wanna lose you
beautiful my love
beautiful your heart
It`s a beautiful life"
Jungkook melirik sekilas ke arah Taehyung yang sedang asik bernyanyi dengan kedua earphone terpasang di kedua telinganya.
"Mengapa ia terlihat begitu tampan jika sedang seperti ini?" gumam batin Jungkook lagi.
Dan tanpa sadar, tiba-tiba sebuah senyuman terbentuk di wajah Jungkook.
"Memories that resemble you
Remain with me
Your memories, your recollections
It`s a sorrowful life
sorrowful day
I can't win over sadness
sorrowful life sorrowful day
So don't leave me
So I won't live just in your memories
It`s a beautiful life"
.
-TBC-
reply for review:
sayu79 : tiap rabu ya saya updatenya insya allah yu :) ciye abang dikangenin jd seneng saya XD aliennya makin sok cool wkwkw XD
Senashin0817 : whoaaaaaaa thx thx thx a lot lg pujiannya sena sayang :* #SenaTaevTimUnfaedah GO GO! wkwkw XD waduh jujur nih ya, saya suka minder ngauthor tuh asli dah, apalagi klo liat betapa author lain begitu hebatnya bikin ff seindah itu, saya berasa cuma ibarat kacang rebus yg harganya lima rebu sebungkus sementara para author lainnya itu spagetthi jutaan rupiah di restorant terkenal :( tp saya terharu setiap kalian suka sama tulisan saya yg masih terlalu sederhana ini {} ayo2 sena kita sama2 semangat! :*
hwayi : salam kenal hwayi :) kayaknya ini kamu pertama kali review ff saya ya? thx a lot for reading this ff :)
Habibahjeon : nulisnya kan udah hab, tp bingung mau nyetak jd buku gmn caranya XD YOK RENANG SAYA SUKA RENANG XD bubarkan sope demi yoonmin/? XD
VnRM09 : hayo jd nembak kaga namjoonnya? XD here lanjutannya :)
AdeJung : wkwkw kenapa de? XD
