Pairing: Sasuke X Tenten
Disclaimer: Naruto Shipudden Karangan Massashi Kisimoto
Chapter 10
PERTEMUAN
Tenten masih memandangi Sasuke yang sedang kebingungan. Sasuke sedang berfikir keras bagaimana makan tanpa membuka topengya.
Membuka hanya bagian mulutnya dengan menyingkap topeng sedikit keatas, Nanti matanya tertutup.
Damn, Sasuke dibanjiri keringat dingin dipelipisnya.
Tenten yang melihat ikut kebingungan dengan ulah Anbu ini.
"Yo Tenten, Makan bersama Anbu nih" Ucap shikamaru dari belakang Sasuke, Dan juga Temari yang menggandeng tangan Shikamaru.
Shikamaru kemudian duduk disamping Sasuke , Sedangkan Temari duduk didepan Shikamaru.
Sebuah ide cemerlang hadir di otak Sasuke.
"Shikamaru-San, Anda ingin pesan ramen? Kalau anda mau pesan, Makanlah punya saya saja" Sasuke dengan Nada yang dibuat buat.
"Memangnya kenapa Anbu-San?" Tenten Sasuke bingung mau jawab apa kali ini, Sasuke melihat Shikamaru yang terkekeh melihat wajah kebingungan Sasuke. Shikamaru tau tentang situasi yang dihadapi Sasuke Kali ini, Mungkin ia lupa karena terlalu senang dekat dengan Tenten.
"Makan Saja Anbu-san, Saya hanya mengantar pacar saya makan disini" Ucap Shikamaru dengan Nada jahil
"Kalau begitu, Buat Temari-Sama saja" Ucap Sasuke dengan Nada kesal Sepertinya, Temari juga ingin mengerjai Sasuke
"Wah, Maaf anbu-san, Saya tidak kuat makan banyak" Ucap Temari terkekeh kecil karen Melihat wajah Sasuke yang bingung setengah mati.
Sasuke kemudian mencari cara lain, Agar tidak jadi makan ramen ini. Mau kabur, Tapi sayang kesempatan bersama Tenten hanya hari ini.
Otak Sasuke memanglah jenius, Tidak ada cara lain selain MENGANCAM SHIKAMARU.
Sasuke kemudian menoleh ke shikamaru yang sedang terkekeh pelan.
Saat menengok ke arah Sasuke, Shikamaru kesulitan menelan Ludahnya, Bernafas saja susah karena Melihat Mata Sasuke yang menyala berwarna merah dengan 9 Tamoe, Dengan seriangi Licik dibalik topengnya.
"Errrrr, Baiklah, Saya makan ramennya" Ucap shikamaru dengan Nada ketakutan Setengah Mati.
Shikamaru dengan cepat mengambil mangkok didepan Sasuke dan Memakannya.
Sasuke yang melihat itu hanya Tersenyum, Tersenyum kemenangan.
"Oh ya, Jangan lupa membayarnya" Ucap Sasuke dengan Nada jahil "Sudah dibantu, Eh malah disuruh bayar" Batin Shikamaru kesal
Tenten yang melihat adegan itu kebingungan. Pasalnya, awalnya Shikamaru menolak itu dengan tenang, Tapi Saat Face to Face dengan Anbu itu ia langsung ketakutan. Temari yang menyadari itu langsung bertindak, sebelum tenten bertanya Macam macam kepada Sasuke.
"Tenten-chan, Lanjutin makannya .Biarin saja mereka, Disuna mereka sering begitu" Ucap Temari . Tenten hanya ber Oh ria, Kemudian melanjutkan makan yang tertunda. Sasuke dan Tenten yang melihat itu menghela Nafas Panjang, Pertanda kelegaan yang mendalam. Sementara Shikamaru yang sedang makan hanya merutuki Sasuke dalam hati. "Sasuke kalo ngamuk bisa membakar konoha dengan Amaterasunya" Batin Shikamaru. Tak lama kemudian, Temari memesan ramen pada ayame, Selaku anak dari pemilik warung dengan porsi kecil sesuai yang dikatakan Tadi.
Padahal, Ia tadi ingin makan dengan porsi yang banyak.
Sasuke hanya diam mengamati wajah Tenten yang sedang makan. Sesekali tersenyum kecil karena banyak kuah yang ada disekitar mulutnya.
"Masih seperti dulu" Batin Sasuke
FLASHBACK
Terlihat Tenten kecil yang berusia 9 tahun sedang duduk disebelah Sasuke.
Tenten memakan Es Krim sendiri, Lantaran Sasuke tidak suka makanan manis, Duduk bersama sambil menikmati udara sore hari.
"Tenten-chan, Wajahmu belepotan" Ucap Sasuke kecil
"Oh, Benarkah" Tanya Tenten sambil menempelkan punggung tangan ke wajahnya
"Hn" Sasuke mengangguk Lalu membersihkan sisa es krim yang ada diwajah Tenten dengan Sapu tangan pemberian Ibunya yang membuat Tenten Merona
"Terima kasih Sasuke-Kun" Tenten
"Sama sama" Ucap Sasuke dengan senyumnya.
FLASHBACK OFF
Sasuke yang mengingat itu hanya Terkekeh pelan, Tidak menyadari Tiga pasang Mata yang sudah selesai makan menatapnya.
"Anbu-san, Ada masalah dengan wajahku" Tanya Tenten yang membuat Sasuke kaget, Lalu melihat Shikamaru yang sedang cengengesan dan Temari yang berwajah Cengo.
"Oh, Ti...tidak, Tidak ada apa apa, Hanya saja wajahmu banyak kuah ramen " Sasuke
"Oh, Benarkah" Tanya Tenten kemudian menempelkan punggung tangannya ke mulutnya
"Hn" Sasuke mengangguk. Ia kemudian mengambil tisu lalu dilapkan ke wajah Tenten. Yang membuat Tenten merona hebat.
Shikamaru yang melihat itu terkekeh, Temari membulatkan Mulutnya berbentu huruf O. Pasalnya, Shikamaru pernah bilang bahwa Sasuke itu orangnya Dingin Dan Cuek, Tidak pernah memikirkan perempuan. Awalnya Temari percaya, Tapi Temari kali ini tidak percaya akan hal itu.
Sementara Sasuke yang menyadari kelakuannya Didepan Temannya menjadi Gugup.
Sasuke hanya pasrah mendapat senyuman jahil dari Shikamaru.
Sementara Tenten yang diperlakukan Itu hanya menunduk diam dan tentu saja merasakan malu, Bukan hanya itu, Ia juga teringat teman masa kecilnya yang pernah memlerlakukan hal yang sama.
"Jika sudah selesai, Ayo jalan jalan, Aku ingin menikmati hari ini sebelum ke suna" Ucap Sasuke untuk mengalihkan tatapan Shikamaru Dan Temari.
"Oh, Tidak bisa Anbu-san, Jangan ikuti kami, Kami ingin berkencan" Ucap Temari "Kalian berdua juga bisa kencan sendirikan" Ucap temari dengan senyum Jahilnya.
Sasuke hanya berdecak pelan terhadap ulah Temannya itu.
Setelah membayar, Mereka berempatpun keluar dari kedai Ramen tersebut.
"Nee, Tenten-chan, Aku titip anbu suna Ini padamu ya, " Ucap Temari kemudian berlari dan tidak lupa menarik tangan shikamaru.
"Nee, Anbu-san Mau kemana" Tanya Tenten
"Aku ikut kau saja" Jawab sasuke
"Aku mau pulang untuk merawat senjata ninjaku, Anbu-san boleh ikut jika mau" Tenten
"hn, Aku ikut" Ucap Sasuke
Mereka berdua berjalan berasama diselimuti keheningan. Sasuke hanya memilih diam, Karena masih malu dengan ulahnya tadi.
Sementara Tenten ingin berbicara dengan Anbu disebelahnya hanya diam, Ia tak mempunyai topik yang bagus untuk berbicara dengan anbu disebelahnya.
Tak lama, Mereka akhirnya sampai dikediaman Tenten.
Sasuke duduk diteras rumah Tenten yang bergaya jepang traidisional.
Tenten kemudian masuk kedalam rumah dengan membawa peralatannya, Tak lupa sebuah gulungan yang bisa menyimpan dan mengeluarkan senjatanya.
Tenten mengeluarkan sebuah jutsu untuk mengeluarkan kunai kunainya.
Sasuke seketika takjub melihat banyak sekali peralatan hebat dan berbeda jenis.
"Ia menjadi kunoichi yang hebat" Batin Sasuke sambil tersenyum dibalik topengnya.
Tenten kemudian membersihkan senjatanya 1 per 1 , Sasuke sesekali membantu, Walaupun tidak bisa, Ia memaksakan Diri sampai akhirnya, Ia yang terluka dengan goresan ditangannya.
Tenten yang melihat darah yang mengalir dari tangan Anbu itu, Ia langsung mengeluarkan Chakra hijau berupa chakra penyembuhan yang dengan seketika, Luka yang ada di tangan Sasuke kemudian Hilang dalam sekejap. Sasuke yang melihat itu semekin takjup.
"Bukan hanya kunoichi yang hebat , Tapi juga Ninja medis yang hebat" Batin Sasuke Yang kembali tersenyum dibalik topengnya.
"Akhirnya selesai juga" Ucap Tenten
"Hn" Hanya dibalas gumaman tak jelas oleh Sasuke Tenten yang melihat pedang di punggung Sasuke berinisiaif untuk membantu membersihkannya
"Anbu-san, Kalu tidak keberatan, Pedang anda biar aku yang bersihkan" Tenten
"Bisakah" Tanya Sasuke
"Hn," Balas Tenten dengam senyum dan Anggukan
Sasuke kemudian mengeluarkan mengambil kusanaginya yang ada di punggungnya dan menyerahkan kepada Tenten.
Tenten kemudian Menarik pedang itu dari tempatnya.
"Rasanya aku familiar dengan pedang ini" Ucap Tenten yang membuat Sasuke Kaget.
TBC
Hehehehe Thank Ya , Yang Sudah Review.
Terutama Buat LA Lighst Yang memberi Saran.
Akan diusahakan Di Cerita Selanjutnya.
