Chapter : 10

Tim tujuh terus berlari melompati tiap dahan pohon, walau hari sudah sore namun mereka belum beristirahat.

'' Naruto-kun, Sasuke-kun, hari sudah semakin sore lebih baik kita mencari tempat untuk bermalam,'' ucap satu-satunya wanita di tim itu, a.k.a Sakura.

'' Sebentar lagi, kita akan bermalam di dekat menara di tengah hutan saja,'' balas Naruto masih menatap kedepan.

'' Kalau kau mau bermalam disini si-''

' Ssssraaaak, braaak,'

'' Kyaaaaaaa, Naruto-kun,!''

'' Naruto,!''

tiba-tiba ada ular berwarna biru-ungu yang sangat besar melesat dari permukaan dan langsung menelan Naruto bulat-bulat.

Sakura hanya bisa berteriak takut, sedangkan Sasuke langsung memasah sikap siaga.

'' Ufufufu, satu tumbang tinggal dua lagi,'' terdengar tawa sadis seorang perempuan dari arah depan mereka.

'' Siapa kau,!'' triak Sasuke penuh waspada.

'' Ufufufu, gulungan apa yang kalian punya,? Langit atau bumi,? Atau keduanya,?'' tanya perempuan berambut hitam panjang berwajah putih, berkimono putih yang sepertinya yang mengeluarkan ular raksasa yang menelan Naruto bulat-bulat.

Sasuke langsung mengambil kunai dari kantung senjatanya, tidak menanggapi pertanyaan yang di keluarkan wanita berpupil vertikal itu.

'' Sakura, bersiaga kita akan berarung disini,!'' perintah Sasuke tegas.

'' Ta-tapi Naruto-kun,-''

'' Tidak ada tapi-tapian, Naruto itu kuat dia tidak akan kalah hanya seperti itu saja,'' Sasuke sepertinya tidak mau di bantah.

Dengan gemetar, Sakura mengikuti perintah Sasuke. Dia mengambil kunai dari kantung senjatanya dan memposisikan siap bertarunga.

'' Kami mempunyai dua gulungan itu, tapi tidak akan aku serahkan padamu,!'' seru Sasuke langsung melesat kearah wanita aneh itu dengan kunai siap terayun.

' Swuus, trank,'

'' Ufufufu, gerakanmu sangat lambat sangat terlihat jelas,'' ujar wanita itu dambil tersenyum misterius.

'' Diam kau,!'' Sasuke terus mencoba menyerah musuhnya dengan kunai miliknya.

' Swush, trank, trank, trank,'

wanita misterius itu tetap bisa menahan serangan Sasuke dengan kunainya. Percikan-percikan bunga api terlihat makin banyak seiring dua besi itu beradu dengan keras.

'' Lambat,'' wanita itu menyeringai misterius dan ketika Sasuke lengah, dia melesatkan tendangannya pada perut Sasuke.

' Duak,'

' Ugh,'

Sasuke sampai mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya, saat tendangan itu mendarat tepat di perutnya. Dia terlempar kebelakang terseret beberapa meter.

'' Sasuke-kun,!'' pekik Sakura terlihat takut dan khawatir.

Sasuke mencoba bangun dan menyeka darahnya kasar.

'' Jika tidak bisa dengan fisik, maka akan aku gunakan Ninjutsu,'' ucap Sasuke dan dia mengaktifkan Sharingan dua tomoenya untuk memperkuat serangannya.

'' Ufufufu bagus, rupanya kamu telah membangkitkan mata kutukan itu,'' wanita yang tengah dilawan Sasuke menyeringai senang melihat dia telah bisa membangkitkan Sharingan.

Sasuke melakukan Heandseal yang sangat familiar untuknya.

'' Katon : Gokakkyou no Jutsu ''

seru Sasuke setelah melakukan Heandseal, dia menarik nafas dalam dan kemudian menyemburkan bola api dari mulutnya. Bola api itu membesar dan mengarah cepat kearah wanita aneh yang menjadi lawannya.

' Ufufufufu,'

wanita itu tertawa sadis, kemudian dia melakukan Heandseal. Setelah Heandseal selesei, dia mengentakan tangannya ketanah.

'' Doton : Doryuuheki,''

ucapnya, dari tanah di depannya muncul dinding tanah yang besar melindunginya dari serangan Sasuke.

' Duaar,'

ledakan terjadi saat bola api buatan Sasuke mengenai dinding tanah buatan wanita itu. Asap akibat ledakan mengepul pekat.

Melihat itu Sasuke tetap waspada, dia melakukan Heandseal lagi dengan Sharingan berputar pelan.

Dari asap yang mengepul pekat, wanita 'aneh' yang bertarung dengan Sasuke, melompat keluar dengan cepat.

Melihat itu, Sasuke langsung meneriakan jutsunya.

'' Katon : Hosenka no jutsu ''

Sasuke mengumpulkan angin di mulutnya, kemudian dia menembakan burung-burung api dari mulutnya. Burung api itu melesat cepat kearah sang wanita.

Melihat itu sang wanita menghindar dengan berlari melewati beberapa pohon, namun burung api itu terus mengikutinya.

Tidak menyerah wanita itu melompat melewati dahan pohon.

' Duar, duar, duar '

beberapa burung api mengenai batang pohon dan meledak, namun masih ada beberapa yang mengikutinya.

'' Ufufufu, lumayan juga seranganmu. Sesuai keinginanku, walau kamu belum cukup kuat menjadi wadahku,'' ucap wanita itu masih dengan seringaiannya.

Kemudian wanita itu meloncat kedepan agak jauh dari Sasuke dengan burung api masih mengejarnya. Dia menyeringai sadis.

' Drrrrt, duaar, ssssshhh,'

Tanah bergetar dan dari dalam tanah muncul dua ular raksasa berwarna biru-ungu seperti yang menelan Naruto bulat-bulat langsung melindunginya.

' Duar, duar, duar, duar,'

sisa burung api yang mengejar wanita itu menghantam badan dari ular raksasa yang melindunginya.

melihat itu, Sasuke hanya mendecih dan mempersiapkan serangan selanjutnya.

'' Ufufufu, bermain denganmu sangat menyenangkan, Sasuke-kun. Tapi cukup sampai disini main-mainnya, akan aku ambil tubuhmu dan menjadikannya wadahku,'' ucap wanita itu dengan suara yang kini mirip seorang pria.

Wanita itu memanjangkan lehernya kearah Sasuke, berniat untuk menggigitnya dan menanamkan tanda kutukan di badan Sasuke.

Melihat itu, Sasuke melompat kebelakang untuk menghindar dari serangan wanita yang menurutnya menjijikan itu. Namun kepala yang lehernya memanjang itu terus mengikuti kemana Sasuke menghindar.

Agak kewalahan Sasuke menghindarinya, sampai dia lengah dan kepala itu hampir menggigitnya, jika tidak ada beberapa kunai nyasar yang mengarah pada mereka.

' Syuut, syuut, syuut,'

' Tap, tap, tap,'

Kunai itu mengarah pada kepala wanita aneh yang sedang menyerang Sasuke, namun dapat di hindarinya dengan mudah dan kunai itu menancap di tanah di depan Sasuke.

'' Siapa itu,!'' seru wanita aneh yang bertarung dengan Sasuke penuh waspada.

'' Akhirnya kamu menunjukan batang hidungmu di Konoha,'' ucap sebuah suara yang sangat familiar di telinga Sasuke dan Sakura, suara itu berasal dari pohon di belakang Sasuke. '' Kai,'' serunya.

' Duuuuuaaaaaarrrrrr, buuuum,'

salah satu ular yang melindungi wanita itu meledak dengan sangat dasyat, sampai ular yang di sampingnya dan wanita yang dilindunginya terkena ledakan.

Kedua ular itu langsung mati dan menghilang menjadi kepulan asap, sementara sang wanita melompat keluar dari dalam kobaran api dengan keadaan yang di bilang tidak baik, wajahnya meleleh dan menunjukan wajah lain didalamnya.

Orang yang menolong Sasuke kemudian melompat kesisinya.

'' Naruto, lama sekali kau,'' ucap datar Sasuke. Yah pemuda itu adalah Naruto yang mengintainya dari jauh.

Sakura yang melihat Naruto masih hidup hanya memandangnnya tidak percaya.

'' Aku harus memastikan semuanya,'' balas Naruto dengan Sharinengan yang telah aktif.

'' Siapa kau,?! Berani-beraninya mengganggu urusanku,!'' tanya penuh amarah wanita yang kini wajahnya telah berubah menjadi wajah laki-laki.

'' Orochimaru, sudah lama aku mengincarmu,'' ucap tajam Naruto.

Wanita atau laki-laki yang di panggil Orochimaru menatap kearah Naruto dan matanya langsung melebar kaget melihat kedua bola mata Naruto. Namun kekagetannya langsung berubah menjadi seringaian yang sangat licik.

'' Ufufufu, rupanya ada yang lebih menarik dari pemuda Uchiha itu. Dan kelihatannya lebih kuat, di tambah mata itu, mata kutukan klan Uchiha yang belum pernah aku lihat,'' tawa sadis dari laki-laki yang di panggil Naruto menguar senang. '' Akan aku jadikan kau sebagai wadahku,!'' lanjutnya berseru.

'' Jangan harap,'' balas Naruto sengit.

'' Sasuke, masih bisa bertarung,?'' tanya Naruto dengan tanpa menoleh kearah Sasuke, tidak bermaksud untuk merendahkannya.

'' Cih tentu saja,'' balas Sasuke bersiap.

'' Api dan angin, kanan dan kiri,'' ucap Naruto dan sasuke mengangguk seakan mengerti.

Mereka berdua melakukan Heandseal bersamaan namun berbeda, dimana Heandseal Naruto lebih panjang.

'' Katon : Gokakkyou no jutsu,''

'' Fuuton : Fuuryuudan,''

seru Sasuke dan Naruto setelah merampungkan Heandseal mereka masing-masing.

Sasuke menyemburkan bola api dari mulutnya, bola api itu lebih besar dari buatannya sebelumnya. Sedangkan Naruto menyemburkan angin dalam intensitas yang besar, dan angin itu perlahan berubah menjadi seekor Naga berwarna biru-hijau dengan mata merah. Naga sepanjang sepuluh meter itu melahap bola api Sasuke, sehingga menjadikan Naga itu menjadi Naga api yang berkobar liar dan sedikit lebih besar dari sebelumnya.

Naga itu melesat cepat kearah Orochimaru yang masih menyeringai licik, tidak ingin mati sia-sia dia melakukan Heandseal.

'' Doton : Doryuujoheki,''

ucapnya dan menghentakan tangannya ketanah, seketika di depannya muncul dinding tanah yang besar melindunginya dari Naga angin Naruto yang telah bergabung dengan jutsu api buatan Sasuke.

'' Nagaku bukanlah naga sembarangan,'' ucap Naruto.

Naga gabungan api dan angin itu masih meliuk melesat cepat kearah Orocimaru, dan kemudian naga itu menukik keatas mengikuti arah dinding tanah buatan Orochimara.

Setelah menukik keatas, naga itu kembali menukik kebawah, namun pada sisi sebelah dari dinding tanah itu. Dimana Orochimari bersembunyi.

Orochimaru yang menyadari bahaya dari arah atas menengok keatannya dan matanya langsung melebar melihat naga itu menyerangnya dari atas, bukanya dari depan.

' Goooaaaarrr,'

naga api itu meraung ganas, seolah-olah naga itu hidup dan siap memangsa buruannya.

'' Sial,!'' umpat Orochimaru berusaha menghindar dengan melompat kebelakang.

'' Duuaaaar,''

ledakan besar terjadi saat naga itu menghantam tanah dimana Orochimaru berada, ledakan itu juga sampai menghancurkan dinding tanah buatannya.

Serangan kombinasi Naruto dan Sasuke belum selesei, mereka bersamaan melesat kearah Orochimaru yang tadi terkena sedikit ledakan saat naga kombinasi Naruto dan Sasuke menghantam tempatnya bersembunyi.

Naruto menyerang dari kanan dengan kunainya, sementara Sasuke menyerang dari kiri dengan kunainya juga.

Orochimaru tidak tinggal diam, dia mengambil dua kunai dari kantung senjatanya dan menangkis serangan kombinasi NaruSasu.

' Trank, trank, trank, trank,'

tebasan-tebasan kunai terus dilakukan oleh Naruto dan Sasuke dengan terarah dan penuh tenaga.

Seringaian di wajah Orochimaru yang sebelumnya senantiasa bertenggel di bibirnya lenyap, saat menyadari serangan yang di lakukan oleh Naruto agak berbeda dengan serangan yang di lakukan Sasuke, lebih terarah dan lebih bertenaga.

Terlihat di Sharinengannya sebuah celah untuk menyerang, Naruto menendang perut Orochimaru dari arah kanan dan sangat bertenaga sampai-sampai membuatnya memuntahkan darah segar dari mulutnya.

Tidak puas dengan tendangan, Naruto melesatkan tinju kirinya kearah rahang bawah Orochimaru.

' Krak,'

terdengar seperti ada tulang yang patah saat tinju Naruto mengenai rahang Orochimaru, dia terlempar keatas belakang dengan cepat.

Sasuke hanya melihat, di melompat kebelakang saat Naruto menendang Orochimaru.

Saat Orochimaru masih melayang di udara, Naruto membuat Heandseal yang panjang.

'' Fuuton : Fuuryuu no Kiba,''

seru Naruto, perlahan dari angin di sampingnya memadat menjadi seekor Naga yang panjang dan besar, cakar dan taring panjang juga setruktur tubuh Naga itu berbeda dari Naga angin sebelumnya. Dimana tubuh Naga itu seperti terbentuk dari belati angin yang padat dan tajam.

Naga angin itu melesat cepat kearah Orochimaru dengan sangat cepat, dia yang masih di udara tidak bisa menghindari Naga buatan Naruto.

Mata Orochimaru melebar, saat Naga angin itu menyentuh kakinya, dia membuka mulutnya lebar lekas meninggalkan tubuhnya dengan jutsu andalannya.

' Craaash, Craassh, craash,'

Naga angin Naruto mengenai tubuh Orochimaru, dan tubuh itu tercabik-cabik oleh belati angin penyusun Naga angin Naruto sampai tubuh itu benar-benar hancur sampai potongan yang terkecil.

' Grrrooooaaaarrrr,'

Naga angin Naruto meraung keras sebelum dia menghilang melebur menjadi angin lepas.

Sasuke dan Sakura hanya terpaku kagum shok melihat jutsu yang di keluarkan oleh Naruto.

'' Ufufufu, ternyata rumor itu benar adanya. Naga dari Konoha memang kuat, tidak aku sangka aku akan bertemu dengannya. Namun, tidak pernah terpintas di fikiranku jika sosok yang sangat terkenal di dunia kriminal ternyata hanyalah seorang anak kecil,'' ucap Orochimaru dari atas pohon dengan tubuhnya yang setengah ular berwarna putih dan sangat berlendir.

'' Orochimaru, missing-nin dari Konoha, penyandang gelar Sannin ular. Seseorang yang berambisi pada kekuatan dan keabadian,'' balas Naruto datar dan nampak serius.

Sharinengan Naruto berputar pelan, masih terus mengawasi kearah Orochimaru.

'' Fufufufu, tubuhmu akan aku ambil dan menjadikannya tubuhku. Dengan kekuatanmu dan mata itu, pasti aku tidak akan terkalahkan,'' Orochimaru menyeringai licik.

'' Itu hanya akan menjadi mimpimu saja, karena aku akan membunuhmu sekarang,'' balas datar Naruto, dia lalu mengambil Kunai cabang tiga miliknya dan menyalurkan elemen angin pada kunai itu menjadikan kunai itu ada aura biru memanjang seperti belati.

Naruto menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul di samping Orochimaru dengan kunai siap tebas.

Kontan, Orochimaru langsung melebarkan matanya melihat kecepatan dari Naruto, begitu juga Sasuke dan Sakura, mereka shok melihat kecepatan Naruto yang tidak dapat di lihat mata bahkan Sasuke yang masih mengaktifkan Sharinganpun tidak bisa melihatnya.

' Slaash, Trank,'

Naruto menebaskan kunainya pada leher Orochimaru dari samping, namun masih dapat di tahannya dengan sebuah katana yang dia keluarkan dari mulutnya.

Melihat itu Naruto melompat mundur karena katana yang keluar dari mulut Orochimaru bukanlah katana biasa.

'' Kusanagi no Tsurugi,?'' ucap Naruto seperti bertanya.

'' Yah pedang milik Yamata no Orochi, pedang tertajam yang pernah ada,'' balas Orochimaru bangga dan kini telah memegang katananya.

'' Pedang tertajam,?'' Naruto mengangkat sebelah alisnya. '' Akurasa bukan, tapi,,'' dia menggigit ibu jarinya sampai berdarah kemudian menorehkan pada telapak tangannya yang terdapat sebuah kanji fuin.

Melakukan singgle Heandsel, lalu terjadi ledakan kecil diatas tangan Naruto dan sebuah pedang berbilah tajam dua sisi sepanjang sembilan puluh lima senti, lebar sembilan senti berwarna hitam kemerahan, bergagang sepanjang duapuluh senti dengan ukiran kepala naga di ujung gagang pedangnya serta ukiran sisik Naga sepanjang gagang pedangnya berwarna emas, sambungan antara gagang dan bilah tajamnya berupa kepala Naga yang sedang membuka mulutnya dimana bilah tajam itu seperti keluar dari dalam mulut kepala Naga itu, masing-masing mata naga itu berwarna merah.

'' Ryuusei no Tsurugi akan menggantikan Kusanagi no Tsurugi di tingkat ketajamannya dan kekuatannya,'' ucap Naruto setelah memegang pedang buatan dari mantan pembuat pedang, kakek dari istri mungilnya, Hiro.

'' Ryuusei no Tsurugi,? Pedang meteor,?'' ujar Orochimaru penuh tanya.

'' Yah, dan pedang ini akan membunuhmu,!'' Naruto melesat kearah Orochimaru dengan pedang siap tertebas.

' Slaah, trank,'

tebasan Naruto berhasil di tahan oleh Orochimaru dengan Kusanaginya, namun energi tebasan Ryuusei milik Naruto mampu membuat batang pohon di belakang Orochimaru ikut tertebas, juga sedikit bahu nya terkena energi tebasan.

' Kalau begini terus aku bisa kalah, juga chakraku sudah habis lebih dari setengahnya gara-gara menggunakan jutsu kelahiran kembali. Aku harus mundur dulu sekarang,' batin Orochimaru.

Namun Naruto seperti melihat gelagat Orochimaru yang ingin melarikan diri, dia kemudian menarik kembali pedangnya dan menebaskan kembali kearah Orochimaru.

' Slaash, trank, crash,'

tebasan pertama berhasil di tahan, namun tebasan kedua berhasil mengenai tangan serta sebagian tubuh Orochimaru. Menjadikan tangan yang memegang Kusanagi terputus dan separuh tubuhnya terpotong menjadi dua.

Dengan cepat, Orochimaru melakukan jutsu andalannya untuk mengganti tubuh lama dengan tubuh baru, dia keluar agak jauh dari Naruto.

Tangan yang memegang Kusanagi terjatuh kebawah pohon, melihat itu Sasuke dengan cepat melesat dan mengambil pedang itu.

'' Kau,! Cepat kembalikan pedangku,!'' marah Orochimaru melihat pedangnya tengah di pegang Sasuke.

'' Ambil sendiri kalau bisa,'' balas Sasuke datar, dia lalu melihat kaatas kearah Naruto yang masih berada di batang pohon dan dia juga melihat kearahnya.

Mengangguk kecil bersama, mereka berdua melesat kearah Orochimaru dengan pedang siap tebas.

' Crash, crasch,'

tebasan menyilang dari dua pedang tertajam bersarang di dada Orochimaru, namun beberapa saat kemudian tubuhnya berubah menjadi tanah.

'' Iwa bunshin,?'' ucap Sasuke penuh tanya.

'' Bukan, tapi tubuhnya bersatu dengan tanah dan dia telah kabur. Aku sudah tidak merasakan chakranya lagi di dekat sini,'' balas Naruto memandang kesekeliling dengan Sharinengan yang masih aktif.

'' Naruto, bolehkah ini untuku,?'' tanya Sasuke sambil memperlihatkan Kusanagi di tangannya.

'' Ambil saja, aku sudah punya Ruusei,'' jawab cuek Naruto. '' Sebaiknya kita cepat pergi dari sini dan mencari tempat untuk bermalam, mengingat ini sudah malam,'' lanjutnya mengintrupsi.

'' Akurasa juga begitu,'' balas Sasuke.

Mereka berdua kemudian berjalan kearah Sakura yang masih ketakutan.

'' Sakura, kenapa kamu diam saja tadi,?'' tanya Naruto tajam setelah dia berada di depan Sakura.

'' Naruto-kun,?! Aku kira tadi kamu,,mati.'' Sakura nampak khawatir. '' Aku takut juga aku tidak terlalu bisa bertarung,'' lanjutnya menjawab.

'' Memangnya selama ini kamu ngapain,? Tidak pernah berlatih,? Dan takut,? Seorang ninja harus membuang rasa takut kalau tidak akan mudah terintimidasi oleh musuh,'' ujar Naruto terdengar kecewa pada rekan satu timnya itu.

Sakura menggeleng pelan, '' Aku tidak pernah berlatih karena takut badanku menjadi kekar dan tidak menarik dan selama ini aku menjalankan diet agar tetap ramping,'' balasnya dengan menundukan kepala.

' Plak,'

Naruto hanya bisa memukul wajahnya kalut, sementara Sasuke mengalihkan perhatiannya kearah lain.

'' Sakura, Sakura, Sakura, seorang Kunoichi tidak akan menjadi kekar ataupun apalah itu jika berlatih jurus ninja, malah tubuhnya akan semakin bagus, dan diet,? Seorang ninja diet,? Ninja butuh banyak asupan nutrisi dan kalori untuk menjalankan tugasnya. Itu tidak akan membuatnya gendut kerena lemak akan terus terbakar saat berlatih dan menjalankan misi, Lihat Atsuko-chan, dia porsi makannya hampir setengah porsi makanku dan jika kamu tau porsi makanku mungkin kamu tidak akan makan selama satu bulan. Namun tubuh Atsuko-chan tetaplah bagus, ramping tidak gendut. Karena dia sering ikut berlatih, sekarang saja dia agak berisi karena hamil,'' jelas Naruto dengan frustasi tingkat dewa melihat teman satu timnya memilih meninggalkan berlatih dan membentuk tubuh agar ideal seperti para model. ' Kalau mementingkan badan bagus kenapa harus menjadi Ninja,' itulah yang ada di benaknya. Untuk pertama kalinya dia mengeluarkan ekspresi lebih pada teman setimnya.

Menghela nafas lelah, Naruto kembali menyimpan pedangnya di fuin yang ada di bawah telapak tangannya.

'' Ayo kita mencari tempat untuk tidur malam ini,'' ajak Naruto kemudian dia melesat melompati dahan pohon.

'' Maaf, aku hanya mengikuti naluri wanita untuk memikat pujaan hatinya,'' gumam pelan Sakura merasa bersalah karena tidak berguna untuk tim.

'' Tidak ada gunanya meminta maaf, lebih baik berubahlah mulai sekarang dan merubah sifat mu menjadi giat berlatih. Jangan hanya memikirkan badanmu saja, tapi pikirlah bagai mana kita bisa menjadikan diri kita lebih berguna untuk tim dan menjadikan tim itu kokoh juga jika kamu seperti itu terus, bila aku dan Naruto terluka parah dan tidak memungkinkan bertarung, kamu harus bisa membuat dirimu berguna,'' Nasihat Sasuke panjang lebar tidak seperti biasanya yang selalu irit kata, mungkin bergaul dengan Naruto menjadikannya sedikit berubah.

Sasuke kemudian menyusul Naruto dengan Kusanagi tergenggam di tangannya.

'' Baiklah, aku akan berubah mulai sekarang dan akan menjadikan diriku lebih berguna lagi untuk kalian, untuk tim,'' ucap Sakura penuh tekad, dia kemudian melompat kedahan pohon menyusul Naruto dan Sasuke.

Setelah beberapa lama berlari melewati dahan pohon, Naruto turun dari dahan pohon di depan pohon besar yang berlubang cukup besar di bagian pangkalnya.

'' Kita bermalam disini,'' intrupsi Naruto pada dua rekan setimnya yang baru mendarat di samping Naruto.

'' Hn,'' balas Sasuke.

'' Baiklah, kita bagi tugas. Sakura menyiapkan tempat untuk tidur, Sasuke cari kayu bakar, aku akan mencari sesuatu untuk di makan,'' perintah Naruto.

Sasuke dan Sakura hanya mengangguk mendengar perintah Naruto. Mereka langsung melesat pergi, kecuali Sakura yang berjalan kearah lubang di pangkal pohon untuk membersihkannya dan menjadi tempat berlindung untuk malam itu.

Beberara saat kemudian, Sasuke telah kembali dengan kayu bakar di pundaknya dan Kusanagi di ikat kepunggungnya. Sementara Sakura sepertinya telah selesei mempersipkan tempat untuk mereka beristirahat.

Sasuke langsung membuat api unggun di depan lubang pohon untuk menghangatkan mereka, tak berselang lama Naruto telah kembali dengan tiga ekor ikan yang lumayan besar dan sekantung buah-buahan liar hutan.

'' Lama sekali kau Naruto,'' ujar Sasuke yang sedang menghangatkan diri di depan api unggun.

'' Aku hanya mengecek keadaan sitar sebelum kembali, masa lama,?'' balas Naruto datar. '' Sakura, bisa minta tolong siapkan alas untuk makanan kita,?'' lanjutnya meminta pada Sakura.

'' Umm, tentu,'' balas Sakura.

Naruto kemudian menusuk ikan yang telah di bersihkannya untuk kemudian di bakar di api unggun yang telah Sasuke buat.

Meletakan buah-buahan yang dia ambil secukupnya di alas yang telah di siapkan Sakura, kemudian Naruto melakukan heandseal singkat.

'' Naruto-kun apa yang kamu lakukan,?'' tanya Sakura penasaran melihat Naruto melakukan Heandseal namun tidak menyebutkan jutsunya.

'' Aku hanya memasang genjutsu untuk jaga-jaga,'' jawab Naruto.

'' Genjutsu,? Kau bisa genjutsu juga, Naruto,?'' tanya Sasuke penasaran seperti lupa kalau kedua orang tuanya di selamatkan Naruto dengan genjutsu, juga rumah nya yang di tengah hutan di lindungi genjutsu yang sangat kuat.

'' Yah sedikit walau tidak sehebat Itachi, namun aku punya beberapa yang aku yakin kamu tidak ingin merasakannya,'' jawab Naruto merendah dengan masih membolak-balik ikannya.

Sasuke diam sesaat saat Naruto menyebut nama Itachi, kakaknya.

'' Naruto, ajarilah aku beberapa Ninjutsu dan Genjutsu yang dapat di lakukan Sharingan,'' ucap Sasuke meminta dan terdengar serius.

Naruto tidak langsung membalas, dia menengok kearah Sasuke dan menatapnya dalam.

'' Aku hanya berfikir jika aku masih lemah seperti ini, mana mungkin aku bisa membawa Itachi-nii kembali,?'' Sasuke memberikan alasan untuk meyakinkan Naruto.

'' Tidak perlu menjadi kuat, keteguhan dan keyakinanmu cukup untuk membawanya kembali.'' balas Naruto menasehati.

'' Tapi bukan karena itu saja, jika aku terlalu lemah bagai mana aku bisa melindungi teman-teman, keluarga dan orang yang aku sayangi,'' Sasuke masih terus membujuk dan meyakinkan Naruto.

'' Baiklah, ikannya telah matang,'' ucap Naruto mengalihkan pembicaraan, menghiraukan permohonan Sasuke.

Dia meletakan ikan itu pada alas yang telah di siapkan Sakura.

'' Ayo makan, setelah itu kita beristirahat,'' Naruto mulai memakan ikannya, walau tanpa bumbu namun cukup enak untuk di makan.

Sasuke nampak ngambek karena di acuhkan Naruto, dan Sakura memandangnya khawatir.

'' Na-Naruto-kun,,,'' bisik Sakura dengan masih memandang Sasuke dari sudut matanya.

' Huft,'

Naruto menghela nafas pelan seakan mengerti makna dari bisikan Sakura.

Dia kemudian menggit jempolnya sampai berdarah dan menorehkannya ke sebuah kanji di bawah lengannya.

' Poft,'

terjadi ledakan kecil dan setelah asap hasil ledakan itu menghilang, terlihat sebuah gulungan yang langsung Naruto ambil gulang itu dan melemparnya kearah Sasuke yang langsung di tangkapnya.

'' Itu gulungan jutsu Katon lebih tepatnya jutsu Katon klan Uchiha, aku dapat itu dari seseorang.'' ucap Naruto setelah melempar gulungannya pada Sasuke.

'' Terima kasih, lalu genjutsunya,? Dan kalau bisa yang lainya,?'' Sasuke berterimakasih namun juga ngelunjak memintah yang lain.

'' Hoi, jangan serakah Sasuke, lagian elemen yang kamu punya apa saja,? Dan juga kamu tidak akan bisa mempelajari gulunganku yang lain,'' balas Naruto tidak menanggapi serius Sasuke, sambil memakan kembali ikannya.

'' Aku juga belum tau,? Tapi memangnya kenapa kalau aku mempelajari gulungan jutsu milikmu,? Takut kamu tersaingi,?'' tanya Sasuke seperti bergurau, setelah menyimpan gulungan yang di beri Naruto, diapun ikut memakan ikan bagiannya.

'' Tersaingi,? Tidak, aku malah senang jika temanku bisa jadi kuat.'' jawab Naruto seakan tidak peduli.

'' Lalu apa yang membuatku tidak bisa mempelajari gulunganmu yang lain,?'' tanya Sasuke sangat ingin tau.

'' Jika kamu mempelajari gulunganku yang sekarang, kemungkinan baru satu jutsu saja kamu akan langsung pingsan kehabisan chakra,'' Naruto menjeda sebentar jawabannya untuk melihat ekspresi apa yang Sasuke keluarkan. '' Minimal yang bisa mempelajari gulungan jutsu miliku adalah Ninja sekelas Hight Chuunin atau Low Jounin, tapi itupun hanya beberapa yang masih di katakan sedikit berbahaya,'' lanjut Naruto.

Sasuke dan Sakura agak melebarkan matanya setelah mendengar jawaban Naruto, dia tidak menyangka jika gulungan jutsunya benar-benar jutsu kelas atas.

Dia, Sasuke masih penasaran, jika memang begitu kenapa Naruto tidak kehabisan chakra,?

'' Yang benar Naruto,? Jangan bercanda. terus bagai mana kamu mempelajari gulungan jutsu itu jika seorang Geenin tidak bisa mempelajarinya,? Dan juga kenapa kamu tidak kehabisan chakra,?'' Sasuke kembali bertanya.

'' Aku tidak bercanda, Sasuke dan itu benar adanya. Aku baik-baik saja karena aku mempelajarinya dari dasar dan seiring aku menguasainya, aku ubah dan aku kembangkan semua jutsu itu dan jadilah menjadi sekarang. Aku dulu juga melakukan pelatihan ekstrim, Sasuke. Targetku waktu itu dalam satu tahun harus bisa menguasai semua dan mengembangkannya.'' jawab Naruto masih menjeda jawabannya.

'' Aku tidak kehabisan chakra karena aku adalah monster, monster yang sangat tidak di inginkan warga Konoha dan karena itu aku sangat di benci oleh semua warga bahkan karena itu mereka tidak segan untuk menghajarku. Aku adalah jinchuriki, jadi aku tidak akan kehabisan chakra,'' lanjutnya dengan nada yang sangat sulit di artikan.

Sasuke dan Sakura yang mendengar itu hanya melebarkan matanya, tidak menyangka teman satu timnya adalah seorang Jinchuriki.

Mereka jadi mengingat saat mereka jalan bersama melewati jalan Konoha, banyak warga desa yang memandangnya dengan pandangan, sinis, jijik, marah, dan permusuhan pada Naruto.

'' Aku tau, sekarang kalian mungkin akan berpikir untuk menjauhiku karena aku adalan Jinchuriki, wadah dari seekor monster,'' ucap Naruto tiba-tiba dengan nada yang kembali datar.

Sakura dan Sasuke kaget mendengar ucapan Naruto, mereka tidak berpikiran dangkal seperti itu. Mana mungkin mereka akan meninggalkan teman yang berharga meskipun dia adalah sebuah wadah dari seekor monster.

'' Kenapa kau berpikiran seperti itu,? Naruto, atas dasar apa,?!'' tanya Sasuke keras,

'' Iya, kenapa kamu berpikir seperti itu, Naruto-kun,?'' timpal Sakura, yang dari tadi hanya diam mendengarkan percakapan Naruto dan Sasuke.

Naruto memandang Sasuke dan Sakura dengan tatapan sulit di artikan.

'' Kami bukan orang-orang yang berfikiran dangkal seperti mereka, Naruto. Aku menganggap teman bukan dari apa yang ada di dalam tubuh orang itu, atau apa kata orang bilang tentang orang itu, atau aib yang mengikuti orang itu. Tapi aku menganggap dia teman karena dia memang berharga dan membuatku nyaman untuk bertukar pikiran,'' ucap Sasuke penuh penegasan.

Mendengar itu, Naruto hanya tersenyum mendengar itu.

'' Yah, terima kasih kalau kalian berfikiran seperti itu. Itu sangat berarti buatku,'' ucap Naruto tulus dengan senyuman masih terpampang di bibirnya.

'' Tidak usah di fikirkan,'' balas Sasuke membalas senyuman Naruto.

'' Iya benar, kita tetap menganggapmu teman, Naruto-kun. Walau kamu memiliki apa yang orang lain benci,'' balas Sakura juga membalas senyuman Naruto.

'' Yah, sekarang lebih baik kita istirahat. Besok kita pagi-pagi akan langsung ke menara,'' ujar Naruto mulai memberesi sisa makanan mereka.

'' Baiklah. apa kita akan giliran berjaga,?'' tanya Sasuke.

'' Tidak usah, genjutsu yang aku pasang cukup kuat untuk melindungi kita,'' jawab Naruto yang kini mulai membaringkan di dekat perapian.

'' Ohya Naruto, mana gulungan genjutsu untuk Sharingan,?'' tanya Sasuke setelah ingat dia belum di kasih gulungan genjutsu.

'' Aku tidak punya, lagian genjutsu Sharingan berbeda tiap mata, yah walau ada beberapa yang sama tapi lebih baik kamu temukan sendiri genjutsu apa yang dapat Sharinganmu keluarkan. Dan yang lebih penting, bangkitkan Mangekyou Sharinganmu dulu,'' jawab Naruto dengan mata terpejam.

Sakura sudah tertidur di bagian dalam lubang di pohon itu, sementara Sasuke mensejajari Naruto di dekat perapian.

'' Bagai mana caranya membangkitkan Mangekyou Sharingan, Naruto,? Dan tunjukan caranya,'' tanya dan pinta dari Sasuke, sepertinya setelah berteman dengan Naruto dia lebih banyak berbicara dari pada sebelumnya.

'' Pada dasarnya Sharingan adalah mata kutukan, dan membangkitkan kekuatannya dengan kebencian yang besar. Namun mungkin ada metode lain seperti melihat orang terdekatnya mati terbunuh di depan mata, atau memakai cara lain seperti membuat orang itu hampir mati, atau jika kamu mau aku punya cara tersendiri namun sepertinya kamu jangan memilih itu,'' jawab Naruto menjelaskan dengan tetap memejamkan matanya.

Sasuke menoleh kearah Naruto, '' Aku tidak punya banyak kebencian jadi tidak mungkin bisa membangkitkan dengan itu, aku juga tidak mungkin rela melihat orang terdekatku mati, jadi tinggal menjadikanku sekarat tapi dengan apa,? Melawan musuh,? Itu tidak mungkin, kau selalu melindungi kami, jadi pilihan terakhir adalah memakai caramu walau itu sangat menyakitkan,'' ujarnya mencari cara yang pas untuk membangkitkan Sharingannya.

'' Dengan caraku,? Itu bukan pilihan yang tepat dan jika kamu tidak kuat, kamu akan menjadi gila,'' ucap Naruto yang kini telah membuka matanya menghadap Sasuke.

'' Tapi tidak ada cara lain, munkin cara itu yang paling cepat untuk membangkitkan Mangekyou Sharinganku,'' balas Sasuke dengan nada seperti memohon, hal yang tidak pernah di tujukannya pada siapapun kecuali kepada keluarganya.

'' Huft, butuh tahapan untuk mencapai MS, Sasuke. Lagian Sharinganmu masih dua tomoe, dan jika menggunakan caraku pasti akan menggunakan dua tahap dan itu sangat-sangat tidak ingin aku lakukan padamu. Jika psikismu tidak kuat akan menjadi gila permanen,'' ucap Naruto menghela nafas pelan.

'' Aku pasti kuat Naruto, lakukanlah. Lagian saat ujian tahap tiga nanti pasti aku membutuhkannya,'' balas Sasuke.

'' Untuk ujian tahap tiga, kemampuanmu lebih dari cukup, Sasuke,'' ujar Naruto yang kini telah memejamkan matanya lagi.

'' Ayolah Naruto, aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku,'' bujuk Sasuke.

'' Baiklah, konsekwensi tanggung sendiri. Aku tidak mau di salahkan jika nanti kamu gila. Ah iya aku baru ingat ada cara lain, mungkin ini juga termasuk caranya. Sharinganmu akan berkembang saat kamu tengah melindungi orang yang kamu sayangi sampai titik penghabisan dan tubuhmu tidak dapat berdiri lagi,'' serah Naruto dan memberi tau cara lainnya yang mungkin akan menarik Sasuke.

'' Itu sama saja dengan cara membuatku sekarat. Sudah lakukan saja caramu,'' balas Sasuke lesu mendengar cara yang di beri tau Naruto tetap membuat dirinya sekarat.

Naruto kemudian bangkit dari berbaringnya dan duduk menghadap Sasuke yang juga mengikutinya.

'' Baiklah, mungkin cara ini juga tidak terlalu efektif mengingat aku belum pernah mencobanya.'' ucap Naruto memperingati tentang hasil akhir yang mungkin tidak seperti yang di harapkan.

'' Sudah, lakukan saja,'' balas Sasuke tidak sabar.

'' Ingat Sasuke, setelah MS mu dibangkitkan dengan paksa, kamu harus lebih giat berlatih untuk meningkatkan kekuatanmu karena aku yakin tubuh dan kekuatanmu yang sekarang belum bisa menanggung beban yang akan di timbulkan Mangekyou Sharingan nantinya,'' Naruto memperingati sebelum membantu Sasuke memaksa membangkitkan MSnya.

'' Tentu akan aku lakukan dan kau harus membantunya,'' balas Sasuke dengan entengnya.

'' Dasar, ujung-ujungnya aku juga.'' sungut Naruto. '' Baiklah, tatap mataku,'' lanjutnya menyuruh Sasuke menatap matanya yang kini telah berubah menjadi Sharinengan.

Sasuke menurut saja dan menatap tepat kearah mata Naruto.

' Akuma no Hinaan '

ucap Naruto, seketika mata Sasuke melebar dan berubah menjadi merah, detik selanjutnya keluar dua tomoe berputar cepat, detik berikutnya muncul satu tomoe lagi menjadikan di matanya ada tiga tomoe yang berputar gila dan detik berikutnya tiga tomoe itu bersatu dan berubah menjadi bintang segi enam.

Kemudian Sasuke pingsan dengan badan menggigil seperti ketakutan.

'' Haih, merepotkan,'' gumam Naruto setelah melihat Sasuke pingsan. '' Tapi ternyata cara seperti itu lumayan sukses membantu mengembangkan Sharingan,'' lanjutnya lalu kembali membaringkan dirinya di dekat perapian dan tidur.

Di sebuah ruangan yang sangat gelap dan hanya di terangi sebuah lilin di atas meja kerja ruangan itu.

Nampak beberapa orang dengan pakaian hitam bertopeng putih polos tanpa motif sedang berjongkok dengan satu kaki di depan meja kerja di ruangan itu.

Sedangkan di belakang meja kerja itu nampak siluet hitam bayangan seseorang, tidak terlihat wajahnya karena tidak terkena cahaya lilin.

'' Cepat laporkan informasi tentang 'Dia','' perintah siluet hitam itu tegas.

'' Hai, Danzo-sama. 'Dia' memang 'Dia', seperti yang Danzo-sama ketahui. Kami sudah melihatnya tadi saat bertarung melawan salah satu missing nin dari Konoha,'' balas salah satu orang yang memakai jubah hitam dan pertopeng putih polos.

'' Missing-nin dari Konoha,?'' tanya laki-laki yang di panggil Danzo.

'' Ya, salah satu pemegang gelar Sannin, Orochimaru si Sannin ular. Kami melihat pertarungan dari jarak yang cukup jauh mengingat kemampuan 'Dia' yang dapat mendeteksi seseorang yang bersembunyi di dekatnya, melihat dari gerak bibir dari Orochimaru, dia menyebutkan Naga dari Konoha pada 'Dia'. Jadi dapat di pastikan 'Dia' adalah 'Dia','' jawab sosok yang ternyata seorang Anbu, lebih tepatnya Anbu Root. Anbu yang di bawah pimpinan Danzo itu sendiri dan hanya patuh padanya.

'' Fufufu, ternyata Hiruzen telah menyembunyikan 'Senjata' yang mematikan dariku, akan aku ambil 'senjata' itu apapun yang terjadi,'' tawa Danzo penuh ambisi. Kini wajah dan tubuhnya terlihat. Mata kanannya tertutupi perba, ada luka silang di dagunya dan tangan kanannya terbungkus perban seperti menyembunyikan sesuatu.

'' Laksanakan rencana berikutnya, pakai cara apapun,'' lanjutnya memerintah.

'' Hai,'' balas Anbu Ne yang berjumlah lima orang kemudian mereka menghilang dengan sunshin.

Setelah bawahannya menghilang, Danzo menyeringai misterius.

' Akan aku dapatkan kau, Devil Anbu, Uzumaki Naruto, Jinchuriki dari Kyuubi. Dan akan aku jadikan senjataku untuk memperlancar tujuanku,' batin Danzo penuh ambisi.

Pagi hari di rumah Naruto.

Nampak dua perempuan berambut merah, salah satu diantara mereka seperti tengah mengandung, sedang asik memasak di dapur sambil bercakap-cakap, mereka adalah Karin dan Atsuko.

'' Nee-chan, Naruto-kun sifatnya seperti apa si,?'' tanya Karin sambil memotong sayuran.

'' Nii-chan baik, perhatian, dan penuh akan bahaya. Kenapa memang Karin-chan menanyakan itu,? Jangan-jangan kamu menyukai Nii-chan ya,?'' jawab Atsuko menengok kearah Karin dan tersenyum menggoda dengan masih mengaduk masakannya.

Kontan Karin yang mendengar godaan Atsuko memerah wajahnya malu, seakan godaannya benar.

'' Bu-bukan begitu, aku hanya penasaran dengannya,'' sanggah Karin dengan muka memerah.

'' Sudahlah, jangan malu-malu begitu. Jika menyukai katakan saja,'' ucap Atsuko masih menggoda Karin.

'' Ti-tidak, lagian Naruto-kun sudah memiliki Nee-chan. Mana mungkin dia mau menerimaku,'' balas Karin masih tidak mengakui.

'' Kalau aku mau berbagi gimana,? Nii-chan pasti mau kok,'' Atsuko masih menggoda Karin. '' Atau kamu menyukai Sasuke,?'' lanjutnya kian menggodanya.

'' Tidak, aku tidak menyukainya. Aku menyukai Naruto-kun,'' balas Karin cepat dan mengakui akhirnya apa yang dia rasakan. '' Eh,?'' sepertinya dia baru sadar tentang apa yang barusaja dia ucapkan.

' Hihihi,'

Atsuko terkikik geli melihat tingkah Karin yang malu-malu mengakui hatinya.

'' Ti-tidak, ak-aku -,,'' Karin tergagap mencoba menyanggah ucapannya sebelumnya.

'' Sudahlah tidak perlu malu mengakuinya, lagian aku sudah bilangkan mau berbagi denganmu,'' ucap Atsuko sambil tersenyum tulus.

'' Ta-tapi kenapa Nee-chan mau berbagi denganku,?'' tanya Karin mengenai alasan kenapa Atsuko mau berbagi Naruto dengannya.

'' Kenapa ya,? Anggap saja aku sudah mengetahui takdir masa depan keluargaku,'' jawab Atsuko sekenanya namun terdengar serius.

'' Mengetahui takdir,?'' tanya Karin tidak mengerti.

'' Ya, umm sebenarnya Sharingan Nee-chanku yang kini telah di berikan kepada Nii-chan mempunyai kemampuan yang tidak bisa dimiliki Sharingan lain. Sharingan Nee-chan tidak bisa mengeluarkan Genjutsu, Amaterasu, Susanoo atau jutsu lainya yang bisa dilakukan Sharingan, tapi kemampuannya adalah melihat masa depan.'' Atsuko menjeda ucapannya dan menerawang mengingat masa lalunya.

'' Nee-chan pernah memberi tauku tentang masa depanku, mulai dari pendamping dan kematianku. Dilihatnya aku akan mempunyai suami yang beristri dua, termasuk aku. Dan juga istri keduanya yang akan menemaninya setelah aku mati, dan takdir kematianku adalah saat aku mengandung, tidak tau meninggal saat melahirkan atau sebelum melahirkan. Semoga saja setelah melahirkan,'' lanjutnya menceritakan takdirnya yang telah di lihat oleh Gierra, Nee-channya. Dia menceritakan seolah tanpa beban sedikitpun malah tersenyum sambil mengelus perutnya yang tengah hamil besar.

'' Nee-chan bercandakan,? Dan kalau benar itu tidak akan terjadikan,?'' tanya Karin khawatir dan takut jika apa yang di ucapkan Atsuko adalah benar dan akan terjadi, dia tidak ingin kehilangan keluarga yang baru didapatnya.

'' Tidak, aku tidak bercanda Karin, dan itu pernah terjadi pada kehamilanku yang pertama. Aku hampir mati karenanya, bahkan karena itu aku keguguran,'' jawab Atsuko serius.

'' Ta-tapi itu bisa di cegah dan di ubahkan,?'' Karin nampak takut kehilangan orang yang kini telah di sayanginya.

'' Kenapa kamu ketakutan begitu, Karin-chan,?'' tanya Atsuko melihat raut wajah Karin ketakutan.

'' Aku hanya tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi,,, lagi,'' jawab Karin yang kini tengah menunduk sedih.

'' Kamu tidak akan kehilangan, Karin. Biarpun aku pergi nanti, aku akan tetap di hatimu bersamamu,'' Atsuko mencoba meba menenangkan Karin.

'' Tapi aku inginnya tetap bersanding dengan orang yang aku sayangi, tidak ingin di pisah dengan kematian,'' ucap pelan Karin. '' Takdir itu bisa dirubahkan,?'' lanjutnya.

'' Aku akan selalu derada di sisimu, bersama Naruto-kun juga pastinya. dan tentang takdir,? Takdir yang sudah tertulis tidak akan bisa berubah.'' jawab Atsuko mencoba menguatkan Karin. '' Aku ingin kamu merahasiakannya dari Naruto-kun, berjanjilah untuk tidak bercerita padanya,'' lanjutnya meminta.

'' Kena-,,''

'' Berjanjilah,'' potong cepat Atsuko menuntut.

'' Baiklah aku berjanji tidak akan menceritakan kepada Naruto-kun atau pada siapapun.'' akhirnya Karin menuruti. '' Tapi kenapa Naruto-kun tidak boleh mengetahuinya,? Apa Nee-chan takut dia khawatir,?'' lanjutnya bertanya.

'' Tidak bukan takut membuatnya khawatir, karena dia bisa lebih dari itu. Tapi aku takut dia akan melakukan hal yang di luar nalar, kamu tau,? Dia bahkan akan melawan dewa kematian atau mungkin Kami-sama itu sendiri jika dia tau, walau aku tidak tau dia akan melakukan itu dengan cara bagaimana,'' jawab Atsuko tersenyum membayangkan jika Naruto melakukan apa yang dia ucapkan, akan sangat romantis menurutnya.

'' Naruto-kun akan melakukan hal yang seperti itu,?'' tanya Karin terpengarah mendengar Naruto yang seorang manusia akan melawan dewa.

'' Ya, jika dia mengetahuinya. Kamu pernah dengarkan dia pernah berbicara 'tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, meskipun itu kematian,'? Dia tidak pernah bercanda dengan ucapannya,'' jawabnya agak tersenyum geli membayangkan Naruto bertingkah konyol.

'' Tapi sepertinya Naruto-kun telah mengetahuinya,'' Karin menjeda ucapannya dan melihat ekpresi Atsuko yang menegang.

'' Naruto-kun kan bilang meninggalkan bunshin untuk menjaga rumah inikan,? Kalau itu bunshin biasa si tidak apa, tapi kalau itu bunshin khusus,?'' lanjutnya.

Ekspresi Atsuko langsung pucat mendengar ucapan Karin. '' Aaaaaa, aku cerooboooh,'' teriakan Atsuko membahana.

Di tempat tim tujuh yang kini tengah melompati dahan-dahan pohon dengan kecepatan yang lumayan.

Naruto dan Sakura masih nampak berlari melewati dahan-dahan pohon, mereka seperti tidak merasakan lelah sedikitpun.

Kenapa cuma mereka berdua,? Karena Sasuke masih pingsan akibat kemarin malam, dan dia sedang asik di gendongan Naruto tanpa mau membuka matanya.

'' Naruto-kun, sebenarnya apa yang terjadi pada Sasuke-kun,? Tolonglah jawab, dari tadi kamu tidak mau menjawab pertanyaanku,'' tanya Sakura agak memaksa dan ekspresi kekhawatiran nampak jelas di wajahnya.

'' Dia tidak apa-apa, dia hanya terkena imbas kemauannya. Nanti atau beberapa hari juga bangun, dan berharap saja tidak gila,'' jawab Naruto sambil tersenyum membayangkan jika Sasuke menjadi gila.

'' A-apa,! '' hanya itu yang keluar dari mulut Sakura, dia tidak bisa membayangkan pujaan hatinya menjadi gila.

' Atsuko, Atsuko. Ternyata kamu menyembunyikan rahasia yang sangat menarik, lihat saja akan aku lakukan hal gila diluar apa yang kamu bayangkan,' batin Naruto sambil tersenyum membayangkan apa yang akan di lakukannya.

Mereka masih terus berlari melompati dahan pohon, hampir di perjalanan mereka tidak bertemu dengan tim lain.

Mau bertemu gimana, Naruto selalu menghindar sebelum bertemu mereka dan jika tidak memungkinkan menghindar, dia akan menggunakan genjutsu untuk mengelabuhi tim lain.

Tengah hari tim tujuh sampai di menara tengah hutan kematian, tempat tujuan semua tim yang ikut dalam ujian Chuunin yang di adakan di Konoha.

Mereka memasuki menara itu dan mereka langsung bingung, karena di dalam menara tidak ada siapa-siapa bahkan propertipun tidak ada.

'' Naruto-kun, disini tidak ada siapa-siapa. Apa yang harus kita lakukan,?'' tanya Sakura dengan masih melihat sekeliling mencari petunjuk.

'' Sepertinya kita yang datang pertama,'' balas Naruto juga melihat kesekeliling dengan masih menggendong Sasuke. '' Sakura, coba buka dua gulungan itu,'' lanjutnya menyuruh.

' Emm,'

Sakura kemudian mengambil dua gulungan yang mereka punya, kemudian membukanya bersamaan.

' Poft,'

terjadi ledakan asap kecil, namun asapnya mengepul pekat.

Perlahan asap menghilang dan setelah itu terlihat Kakashi sedang melambai dengan mata senyum terpampang jelas di wajahnya.

'' Kakashi-sensei,?!'' Sakura makin bingung dengan munculnya Kakashi.

'' Selamat, kalian telah menyeleseikan ujian tahap kedua,'' ucap Kakashi masih dengan eye smilenya.

'' Kenapa Kakashi-sensei ada disini,?'' tanya Sakura masih tampak bingung.

'' Ya memang harus begini, saat sebuah tim menyeleseikan tes ini dan membuka kedua gulungan di tempat yang telah di tentukan, semua Jounin pembimbing akan otomatis terpanggil kesini,'' jawab Kakashi memberi tau. '' Sepertinya kalian bekerja sangat keras sampai-sampai Sasuke tertidur seperti itu,'' lanjutnya agak bercanda.

'' Berkerja keras apanya, malah kami tidak bertemu satupun tim lain,'' balas Sakura sambil berteriak.

'' Yare yare, kalian ternyata hebat juga bisa menghindari tim lain,'' puji Kakashi.

'' Tentu saja, karena Naruto-kun sedang tidak mood bertemu dengan mereka,'' ucap Sakura seperti menyindir Naruto.

'' Benarkah begitu, Naruto,?'' tanya Kakashi pada Naruto.

'' Huft, lihat apa yang ada di punggungku,'' jawab Naruto sambil memperlihatkan Sasuke di punggungnya. '' Aku tidak mau bertarung sambil menggendong bayi monyet sepertinya,'' lanjutnya menyebut Sasuke bayi monyet.

'' Bayi monyet,?'' ujar Kakashi dan bahkan Sakura ikut-ikutan.

'' Sudahlah, Kakashi-sensei di mana tempat beristirahat kita,? Dan tempat perawatan untuknya, aku sudah capek menggendong bayi monyet ini,'' ucap Naruto terdengar seperti tidak minat sedikitpun.

'' Baiklah, kalian ikuti aku,'' Kakashi berjalan lurus ke tembok bagian tengah yang entah sejak kapan ada pintunya.

Merekapun memasuki pintu itu untuk beristirahat dan merawat Sasuke yang masih asik pingsan.

T.b.c

Huft, akhirnya yang ini selesei, walaupun belum sesui harapan, mungkin. Tapi semoga sedikit menghibur.

Di ff ini aku sengaja bikin Sasuke kadang OOC bila menyangkut ambisinya untuk menyaingi rivalnya, namun juga mungkin aku bikin sedikit berbeda dengan aslinya.

Soal pai Naruto, tidak ada rencana Harem, cuman paling double. Tapi masih bingung mau pake Karin atau yang lainnya, rencana awal si memang pake Karin. Ah lihat saja nanti ngikuti jalan 'kehidupan'.

Disini MS Sasuke di bangkitkan paksa oleh Naruto dengan genjutsu, mungkin besok akan aku tulis apa yang dilakukan Sasuke dalam genjutsu Naruto.

Ok sekian dulu cerita kali ini, akan di update bareng BC, The Replacement belum bisa di update karena rasanya sangat sulit mengetiknya padahal udah ada gambarannya dn terlihat sangat jelas. Jadi mohon maaf belum bisa update yang itu.

Terimakasih yang sudah membaca dan mereview, akhirkata wasalam...

* firdaus minato : karena kan dia sedang mengemban misi untuk melindungi Sasuke, jadi dia harus ikut ujian untuk tetap bisa melindunginya, juga misi untuk mengawasi ujian tahap kedua.

* guest : Senjutsu,? Tentu nanti punya, namun masih lama dia belajarnya.

Review kalian sangat membantu untuk memberiku semangat tetap menulis ff ini, sekali lagi terima kasih pada yang sudah mau review...