Author note: Yah, akhirnya sampai juga di akhir dari cerita ini. Aku hanya ingin menyampaikan banyak-banyak terima kasih atas kesediaannya untuk meluangkan waktu membaca ceritaku yang mungkin banyak ketidakjelasan, kesalahan disana-sini, mohon maklum author kan masih amatiran hehehe (kalo ngga udah jadi penulis terkenal kali ya :P). Endingnya akan dibagi menjadi 2 Chapter dengan cerita yang berbeda dan tidak saling berkaitan, jadi silahkan dipilih ending mana yang mungkin lebih mengena dihati (eaaaa)..

CHAPTER 10

Love Story 1

Disclaimer: DC belong to Aoyama Gosho

Shin-Shi Love Story 3

Seminggu setelah penyerbuan ke markas Snakes yang merupakan sukses besar, Shinichi memutuskan untuk berjalan-jalan di daerah sekitar rumahnya, saat sedang asik melihat pemandangan disekililing, tiba-tiba suara seseorang berteriak-teriak terdengar dan bersamaan dengan itu ada sepasang anak kecil yang berlari-larian seperti melarikan diri dari orang yang berteriak itu.

"YAH, ANAK NAKAL KEMBALI KESINI!" Teriak orang tersebut.

Kedua anak kecil itu tak menghiraukan perkataan orang itu dan terus berlari bersama, Shinichi yang memperhatikan hal tersebut teringat akan sebuah pengalamannya sendiri

Flashback

Shinichi muda berjalan-jalan menuju supermarket karena ibunya memintanya untuk berbelanja beberapa bahan untuk memasak makan malam, Shinichi yang sedang berjalan sambil bersenandung ria secara tak sengaja melihat seorang gadis muda yang tampak seumuran dengannya sedang bersembunyi dibalik sebuah tempat sampah.. Dihampirinya gadis itu dan bertanyalah dia.

"Hei, apa yang sedang kamu lakukan disini?"

"Ssstt, diam.." gadis itu menempelkan telunjuk ke bibirnya.

"Jangan-jangan kamu dikejar-kejar orang jahat ya?"

"Bukan orang jahat sih, tapi aku memang sedang dikejar-kejar.."

"Oleh siapa?!" Shinichi tak sengaja berteriak.

"Sssssttt... Bukankah sudah kubilang untuk diam?"

"Iya, tapi siapa yang mengejarmu.."

"Orang-orang dari organisasi yang menyebalkan.. Mereka bahkan tidak mengijinkan aku untuk bermain dan bersenang-senang.. Padahal aku hanya ingin bermain sehari ini saja"

"Wah,kalau begitu aku akan membantumu untuk bersenang-senang hari ini.."

Saat mereka masih asik mengobrol seperti itu, seorang pemuda dengan setelan serba hitam berteriak..

"Shiho-sama... Anda harus kembali sekarang, semua orang mencari anda.."

Mendengar hal itu, Shiho secara otomatis memegang tangan Shinichi dan berlari bersamanya, pelarian mereka berlangsung cukup panjang hingga Shinichi berhasil menemukan tempat persembunyian yang aman dari jangkauan orang yang mengejar-ngejar Shiho itu.

"Hah... Kita aman disini... Ini tempat persembunyian rahasiaku.."

"Gomen.. Ah siapa namamu?"

"Shinichi Kudo... Kau bisa memanggilku Shinichi hehehe.. Kamu Shiho kan?"

"Benar, namaku Shiho Miyano.. Kau boleh memanggilku Ai.."

"Eh? Namamu kan Shiho? Kenapa dipanggil Ai?"

"Terserah aku.. Aku menyukai nama itu.."

"Oke deh.. Eh ngomong-ngomong apa kamu dari keluarga terkenal?"

"Tidak, kenapa?"

"Mereka memanggilmu dengan panggilan –sama.. Bukankah itu untuk seseorang yang hebat?"

"Ah, sudahlah aku disini untuk bermain bukan membicarakan hal-hal semacam itu.."

"Oke.. Ayo kita bermain.."

Shinichi dan Shiho kemudian menghabiskan waktu mereka dengan bermain berbagai macam dengan mainan yang Shinichi punyai dan simpan di persembunyiannya, mereka bersenang-senang selama beberapa jam sampai Yusaku Kudo menemukan Shinichi dan Shiho ditempat itu..

"Shin-kun, apa yang kamu lakukan disana? Yukiko kebingungan mencarimu yang tidak pulang-pulang dari berbelanja..Ah, siapa gadis kecil yang manis ini?"

"Aku menemaninya bermain karena dia ingin sekali.. Dia dikejar-kejar orang yang tidak memperbolehkan dia bermain.." Shinichi menjelaskan situasinya.

"Yah sudah, sekarang kau antar dia pulang, pergi berbelanja dan cepatlah pulang sebelum Yukiko semakin marah.." Yusaku tersenyum kemudian meninggalkan mereka.

"Huft.. Baiklah Otousan.."

Mereka berdua keluar dari persembunyian dan mendapatkan sebuah mobil biru sedang terparkir di dekat sana, lalu dari mobil itu turunlah seorang wanita yang amat cantik dan berpakaian serba hitam..

"Okasan..." Shiho terkejut.

"Kamu sudah selesai bersenang-senang hari ini Shiho-Chan...?" Ibunya berkata dengan lembut..

"Haik..."

"Okey, ayo kita pulang.." Ibunya menggandeng tangannya.

"Tunggu kasan.. Shinichi.. Thank you very much..."Katanya sambil melambaikan tangan ke arah Shinichi.

" You're welcome ... Let's meet again someday.." Shinichi membalas lambaian tangan Shiho.

Flashback End

Shinichi yang mendapatkan kilasan masa lalunya tersebut tertegun..

"Pantas saja sejak pertama bertemu dia terasa tidak asing lagi" Gumamnya..

Sebuah senyuman merekah diwajahnya, orang yang selama ini menggetarkan hatinya adalah orang yang sama dengan gadis kecil yang disukainya, dia yang mengetahui bahwa hari ini Shiho lembur di kantor segera berlari menuju kantor dengan penuh semangat.. Sesampainya dikantor dia sedikit kebingungan karena tidak ada orang disana selain Shiho tentu saja..

"Hah? Yang lain sedang kemana?" Shinici menoleh kesana-kemari.

"Kalau kamu lupa akan aku ingatkan.. Saguru masih di rumah sakit, Heiji pergi berkencan dan Ran pergi mengunjungi Saguru..Dan seharusnya kamu sedang bersantai di rumahmu, apa yang sedang kamu lakukan disini?" Shiho menjawab tanpa melepaskan pandangannya pada layar komputernya.

"Hehehe, aku benar-benar lupa... Apa sih yang kamu kerjakan?"

"Laporan penyelesaian kasus yang kemarin... Kamu belum menjawab pertanyaanku"

"Er.. Karena Aku merindukanmu?" Shinichi menjawab dengan senyuman maut..

"A..Hentikan...Aku perlu konsentrasi mengerjakan ini.." Shiho tersipu.

"Ah.. Dari dulu kamu memang sangat manis" Shinichi menggodanya lagi.

"Dari dulu?"

"Benar sekali Ai-chan..."

"Ah. Akhirnya kamu ingat juga" Shiho berkata dengan datar.

"Eh? Jadi dari awal kamu sudah tau?"

"Tentu saja.. Aku pikir kamu tidak ingat karena tidak menganggap hal itu penting"

"Itu penting sekali buatku!" Shinichi hampir berteriak.

"Kalau penting mana mungkin dilupakan!"

"Lalu bagaimana buatmu? Apa itu penting? Kalau itu penting kenapa kau diam saja?"

"..." Shiho terdiam.

Mereka berdua terjebak dalam keheningan selama beberapa saat sebelum Shinichi memutuskan untuk berbicara.

"Yang sudah berlalu biarkan saja.."

"Benar..."

Shinichi kemudian mendekati Shiho perlahan-lahan, menempatkan kedua satu tanganya pada pinggang Shiho, dan tangan lainnya pada belakang kepala Shiho. Dia kemudian menarik Shiho mendekati sehingga jarak diantara mereka sudah sangat dekat

"Shi...Shi..Shini..Shinichi" Shiho bersusah payah mengeluarkan kata-kata ini karena jantungnya berdegub sangat kencang.

"Shiho, jadilah pacarku.."

" B...Ba...Bai...Baik...L..." Shiho menjawab meski jantungnya sudah mau meledak dan belum selesai dia menjawab Shinichi sudah menciumnya dengan penuh perasaan cinta yang sudah dipendamnya selama ini..

Sa-Ran Love Story 3

Meskipun sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu, tetapi karena lukanya yang cukup parah, Saguru masih saja berdiam diri dirumah sakit, dengan bosannya dia hanya melihati layar hpnya..

"Heiji pasti sedang kencan dengan Kazuha.. Shinichi pasti sedang menggoda Shiho, atau jangan-jangan mereka sudah jadian lagi?!" Katanya pada dirinya sendiri..

"Ran, kemana yah.. Seminggu ini dia tidak pernah mengunjungiku..." Saguru lagi-lagi bergumam sendiri..

Saat itu, pintu kamar rumah sakitnya, dengan bersemangat Saguru langsung menoleh ke arah pintu, tetapi setelah melihat siapa yang datang dia merasa sedikit kecewa...

"Baaya.. Ternyata kamu ya.." Saguru menghela napas kecewa.

"Gomen Botchama... Apa Botchama menunggu seseorang?"

"Tidak kok.. Aku tidak menunggu siapapun..Eh, bunga dari siapa itu?"

"Seorang gadis muda yang memberikannya padaku, dia bilang ini untuk botchama.."

"Ah, baiklah baaya.. tinggalkan disana saja bunganya.."

"Baik botchama.." Setelah menaruh bunga itu, pergilah penjaga keluarga Hakuba itu.

"Huh.. Siapa sih yang kasih aku bunga? Benar-benar orang aneh" Saguru masih tidak habis pikir ada yang memberi dia bunga.

"Eh, tunggu.. Ada surat didalamnya" Saguru berkata sambil mengambil kertas yang terselip di karangan bunga itu.

Kutunggu kamu di taman depan rumah sakit.. Kalau kamu mau saja sih... Hehehe...

"Ran? Atau ..." Saguru tidak bisa memikirkan kemungkinan lain siapa yang mengirimkannya..

Segera dia mengendap-endap keluar dari rumah sakit dan tiba di taman tersebut masih dengan menggunakan baju rumah sakitnya... Dia menengok kesana-kemari mencari sosok yang dirindukannya itu... Tetapi, kecewalah dia bahwa orang yang dilihatnya adalah Akako teman sekolahnya dulu...

"Hai, Akako..." Sapanya datar.

"Oi, Hakuba... Lama tidak bertemu.."

"Kenapa kamu memintaku datang kesini?"

"Hah? Siapa yang memintamu datang kesini? Oh hai!"

Seorang pemuda tampan datang menghampiri Akako.. Ternyata Akako hanya menunggu teman kencannya saja, mengetahui hal itu Saguru merasa lega..

"Hah.. Aku pikir dia yang menungguku"

Seseorang kemudian menutup mata Saguru dengan kedua tangannya yang lembut, menyadari siapa yang menutup matanya, senyum Saguru mengembang..

"Ran..." Katanya.

"Yah, bagaimana kamu tahu ini aku?" Ran merasa kecewa.

"Tentu saja aku tahu.." Saguru tertawa.

"Kamu kabur dari rumah sakit?"

"Menurutmu? Kamu sendiri yang memintanya kan?" Saguru memberikan senyuman indahnya.

"Hehehehe" Ran tersipu.

"Kamu kemana saja, tidak pernah mengunjungiku?" Saguru berkata dengan nada sedih.

"Maaf.. Aku sedikit sibuk mengurusi berbagai laporan penyergapan kita.. Shinichi bermalas-malasan seperti biasa, Heiji langsung kabur begitu saja jadi aku membantu Shiho untuk mengerjakannya... Gomen Saguru... Aitakatta"

" Aku tidak mau memaafkanmu.." Saguru memalingkan mukanya..

Ran kemudian memeluknya erat.

"Ayolah maafkan aku..."

"Uhg... Sakit tau.." Saguru merintih kesakitan.. Maklum lukanya belum sembuh benar..

"Eh... Gomen..." Ran langsung melepaskan pelukannya.

"Aku tidak akan memaafkanmu sebelum menghukummu.."

"Menghukumku?" Ran bertanya.

Tepat setelah Ran selesai berbicara, Saguru menciumnya dengan mesra, keduanya menikmati apa yang sedang mereka lakukan itu selama beberapa saat sebelum Saguru mengakhirnya dan berlutut dihadapan Ran..

"Ran Mouri... Jadilah pacarku..." Saguru berkata dengan ekspresi yang amat serius..

"Jadi ini hukuman darimu?" Ran bertanya sambil senyum.

"Benar sekali ini hukumanku... Kau harus menjawab iya..." Saguru tersipu malu.

"Hem.. Kalau begitu...Kau boleh menghukumku setiap saat" Ran mendaratkan ciuman ringan di pipi Saguru.. Kemudian Saguru segera menarik Ran mendekat pada dirinya sambil berbisik " Not good enough..." Kemudian sekali lagi Saguru mendaratkan ciuman yang penuh gairah di bibir Ran..

The End