CHAPTER 10
FAST UPDATE
THE CHARACTERS ISN'T BELONG TO ME BUT IT'S OWNED BY YAMAHA COOPERATION :( WHAT A PAIN FACT
WARNING:
-OOCness
-Gaje
-Fail romance
-Full of typo
-Crack pair
-ChikaftNeiyha-
Luka yang sudah bersiap dengan dandanan dan bajunya segera keluar dari rumahnya dan masuk ke mobil untuk segera meluncur ke arah restoran yang sudah dijanjikan. Seperti yang dikatakan oleh ibunya, malam ini adalah malam pertama Luka akan berkencan dengan orang yang sudah dijodohkan dengannya. Malam itu Luka memakai baju dress warna pink yang lebih muda dari warna rambutnya dan sepatu highheels warna putih yang menghiasi kakinya. Rambutnya dibiarkan jatuh terurai sehingga setiap kali berjalan maka rambutnya akan bergoyang kekanan dan kekiri.
" Len-san, jam berapa sekarang? ", Tanya Luka pada Len sesaat setelah masuk ke dalam mobil.
" Masih jam 19.00, sepertinya masih ada waktu untuk kesana. ", jawabnya singkat.
" Kalau begitu kita langsung kesana saja, aku takut nanti kita akan terjebak macet kalau tidak segera kesana. Inikan malam minggu, yah pasti banyak orang yang sedang berpergian keluar. ", racau Luka yang dijawab dengan anggukan Len yang kemudian memacu mobilnya lurus ketempat tujuan.
Mobil yang ditumpangi Luka melaju cepat menuju restoran yang dimaksud. Tidak sampai 30menit akhirnya Luka sudah sampai ke restoran itu. Dilihatnya teman kencannya sepertinya belum datang, wajar sih soalnya Luka datang 30menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan.
" Sebaiknya aku menunggu didalam saja. ", desis Luka yang mulai merasakan kedinginan karena sudah beberapa menit menunggu diluar.
Setelah masuk kedalam restoran tersebut, Luka disambut oleh seorang waiters yang mengantarkannya pada tempat duduk yang telah dipesan oleh teman kencannya itu. Dengan sabar Luka pun menunggu sambil melihat-lihat menu yang tadi diberikan oleh waiters tersebut.
" Selamat datang tuan. ", kata seorang waiters menyambut seorang pria yang datang didampingi seorang wanita. " Untuk berapa orang? ", tanyanya lagi.
" Aku ingin kursi untuk dua orang. ", jawabnya singkat.
Luka sedikit menaikan satu alisnya keatas menyadari suara familiar yang masuk ke telinganya. Inginnya sih menengok untuk memastikan apakah dugaannya benar atau tidak. Tapi apa daya, hatinya sudah menjerit dengan berbagai penolakan atas praduga Luka yang bisa dipastikan 99,9% benar.
' SEPERTINYA AKU BERHALUSINASI ', tolak Luka pada pikirannya yang sudah melayang kemana-mana ' Ok! Sedikit saja nggak apakan? ' yakinnya pada diri sendiri.
Dengan perlahan, Luka pun mulai menurunkan daftar menu yang sembari tadi menutupi mukanya. Diintipnya melalui mata birunya, pria yang bergegas mengikuti waiters yang mengantarnya tersebut. Benar saja dugaan Luka, orang itu adalah—
KAITO SHION tentu dengan Gumi yang sekarang berjalan berdampingan dengannya.
' BENCANA! ', teriak batin Luka.
Luka pikir itu bencana, sampai datang suatu bencana yang lebih parah lagi. Tiba-tiba datang seorang lelaki berambut merah yang diikat dibagian belakangnya dan menghampiri Luka sambil memanggil namanya.
" Luka-san ternyata kau disini. Aku terlambat ya? ", panggilnya dengan suara sedikit—keras.
Gara-gara ulah lelaki itulah langkah Kaito pun berhenti sesaat. Kaito menyempatkan diri untuk menoleh karena mendengar nama Luka disebut. Dan voila, sekarang Kaito sadar akan keberadaan Luka disana. Inilah bencana yang sebenarnya.
" Eh, eh? Kau sudah datang ya. ", jawab Luka dengan sedikit senyum terpaksa yang menghiasi wajahnya.
" Iya, kau sudah lama? Sudah mau pesan?", tanyanya sambil menarik kursi yang ada didepan Luka dan duduk disana.
" Tidak kok, baru saja sampai. Belum, ini aku sedang melihatnya", kata Luka berbohong.
Luka segera menyembunyikan mukanya lagi dibalik daftar menu yang dipegangnya. Matanya pun mecuri-curi pandang ke arah Kaito yang sekarang dilihatnya sedang memperhatikan dirinya dari kejauhan. Luka melihat bahwa Kaito seperti membisikkan sesuatu ke telinga waiters tersebut dan direspon dengan sedikir anggukan dari waiters itu. Saat itulah, perasaan nggak enak mulai memenuhi relung hati seorang Luka Megurine.
-ChikaftNeiyha-
Benar saja perasaan Luka yang terbukti 100% benar. Sekarang yang Luka tahu bahwa lelaki bernama Kaito itu duduk didekatnya dan hanya dibatasi oleh 2 meja yang seperinya sudah terisi oleh tamu lain. Mungkin kalau meja-meja itu sedang kosong, pastilah Kaito memilih meja yang langsung bersebelahan dengan mejanya. Tapi Luka sadar bawa kedua mata elangnya tidak pernah lepas dari gerak-gerik Luka.
" Kau kenapa Luka-san? ", tanya lelaki yang sedang berkencan dengannya itu.
" Eh? Ti— Tidak apa-apa kok, Kasane-san ", jawab Luka cepat karena tidak mau membuat lawan bicaranya khawatir.
Pria yang ada dihadapannya itu bernama Kasane Ted, 23th. Anak tunggal dan pewaris tunggal " Kasane Coorperation " yang berkiprah dibidang elektronik dan namanya pun sudah termasyur dinegara itu.
" Kau pasti canggung ya dengan kencan ini? ", tanyanya sekali lagi.
" I— iya, habis ternyata anda tampan sekali ", puji Luka yang membuat wajah pemuda itu sukses menjadi merah.
" Kau bisa saja ", ujar Ted yang berusaha menyembunyikan rasa malunya. " Kau sendiri juga, tidak kusangka ternyata orangnya cantik sekali. ", balasnya memuji Luka.
Luka hanya merespon pujian Ted dengan tersenyum kearahnya sembari memotong kecil daging yang tersaji didepannya dan memakannya sedikit demi sedikit. Rasa dingin mulai menerpa tengkuk lehernya, dan pastilah kalian tahu dari siapa hawa dingin itu berasal.
" Kalau seperti ini sih, aku pasti akan menerima "PERJODOHAN" ini! ", ujar Ted semangat sambil mengambil gelas winenya dan meneguknya.
GREEEEK.
Terdengar dari seberang meja suara kursi yang terseret bergesekan dengan lantai. Keributan itu ditimbulkan oleh Kaito yang tiba-tiba saja berdiri dari tempat duduknya menyadari terdapat kata-kata "PERJODOHAN" dalam kalimat yang diucapkan oleh Ted. Kaito pun langsung pergi dari tempatnya itu menuju tempat Luka berada. Sesaat Luka sempat melihat bahwa Gumi berusaha mencegahnya, tapi terlambat sekarang Pria itu sudah berdiri dihadapannya.
" Jelaskan padaku ada apa ini? ", intrograsi Kaito yang langsung mengebrak meja Luka.
" Maaf ", bisik Luka pada Ted kemudian menoleh memandang Kaito. " Tidak bisakah kau tenang sedikit? Kau menganggu tamu yang lain! "
" Aku tidak peduli! Aku hanya ingin minta penjelasanmu! ", bentak Kaito sekali lagi.
" Luka-san, ada apa ini? Lalu inikan Lord Kaito, selamat malam. ", Ted pun berusaha memberi salam kepada Kaito yang dikenalnya.
" DIAM KAU! ", bentak Kaito pada Ted. " Kau harusnya tahu kalau dia ini milikku! ", dan akhirnya pun claim atas kepemilikan Luka terlontar dari mulutnya.
" Seenaknya saja! ", Luka yang mulai geram pun akhirnya berdiri juga dari kursinya dan ikut mengebrak meja didepannya.
" Ikut aku! ", perintah Kaito sambil menarik pergelangan tangan Luka dan membawanya keluar restoran saat itu juga.
Walaupun ada sedikit perlawanan dari Luka, tapi Luka tentu saja kalah tenaga dengan Kaito pun hanya bisa membuat sedikit rontaan-rontaan kecil yang sama sekali tidak digurbis oleh Kaito. Sedikit live drama yang ditampilkan Kaito dan Luka menyedot perhatian pengunjung yang sedang menikmati makanan direstoran itu. Tetapi itu hanya sesaat sampai Kaito dan Luka menghilang dibalik pintu keluar, meninggalkan Ted yang terdiam sendirian didalam restoran.
-ChikaftNeiyha-
" CUKUP! AKU BILANG LEPASKAN! ", bentak Luka pada Kaito yang tak kunjung melepaskan genggamannya.
Kaito pun akhirnya melepaskan genggamannya dengan sedikit membanting Luka kedepannya. Luka yang tanpa persiapan hanya bisa sukses terjatuh ditrotoar jalanan.
" AW! APAAN SIH! SAKIT TAHU! ", protes Luka sesaat setelah tubuhnya menyentuh trotoar.
" Itu balasan untukmu karena mengkhianatiku! ", jelasnya singkat.
" Lucu sekali! Memangnya kita ada hubungan apa? ", hardik Luka yang menyadar bahwa Kaito sedang berhalusinasi.
Sesaat keadaan hening karena Kaito sepertinya tidak berniat untuk membalas perkataan Luka. Dengan tenaga yang tersisa Luka pun mencoba berdiri dari tempatnya terjatuh. Dibersihkannya debu yang mengotori bajunya dan merapikan rambutnya yang berantakan.
" Baiklah terimakasih SHION-SAMA berkat kamu sekarang perjodohanku gagal! ", ujar Luka sedikit sakarsme karena Kaito sukses membuat kencannya berantakan.
KRING. KRING. KRING.
Terdngar suara ringtone handphone Luka yang menandakan bahwa ada satu panggilan masuk. Segera dibukanya tas yang sedang ditentengnya dan bergegas mencari handphone yang dia letakkan didalamnya.
" Halo. ", jawab Luka merespon panggilan dari handphonenya.
"..."
" APA? YANG BENAR SAJA! TADI KAMU BILANG KALAU— "
-ChikaftNeiyha-
Ok for the reviews :3
Anon :
Wow, terimakasih sudah setia membaca ff abal ini XD aku merasa sangat tersanjung karena anon berkenan untuk menyukai ff ini :3
Iya nih dengan sangat berat hati sekali, diriku harus menamatkan cerita ini XD karena kalau terlalu panjang nanti konfliknya malah makin panjang dan makin nggak jelas. Mungkin untuk selanjutnya, aku bakal buat multichapter yang lebih panjang dari ini :3 kalau berkenan nanti baca lagi ya XD
Hiwazaki Evelyn :
Update yang ke-3 kalinya untuk hari ini! Hahaha, kalau ditanya kenapa cepat update. Jujur saja setiap ngetik cerita ini pasti ada saja yang kelebihan, sehingga dipotong-potong untuk chaptr selanjutnya XP
Nah, disini sudah terjawabkan kalau KASANE TED-lah yang menjadi teman kencan Luka. Mau ngemunculin Gakupo tapi— dia sudah muncul dichapter sebelumnya! Bukan kejutan lagi dong namanya. Hahahaha!
THANKS FOR READING
MIND TO RnR?
