Chapter 10: Alone at home


Pagi hari ini, rasanya aku males banget. Padahal hari ini harusnya menjadi hari yang paling sibuk. Tadi pagi udah bales smsnya Niou, tapi dia ga bales balik. Payah ni orang. Aku melihat jam, sekarang menunjukkan pukul 7 pagi. Tapi, suasana rumah terdengar sepi. Pagi itu aku turun ke bawah. Mengambil segelas susu dan meminumnya. Dari jendela dapur, aku melihat anjing tetangga yang besar sekali. Yah.. Ga besar besar amat si. Anjingnya konon katanya baik, tapi kalo menurut pengamatanku galak, jahat, dan pemakan manusia.

Ting Tong

Ku mendengar suara bel pintu depan. Lalu, aku langsung menyerbu ke arah itu berbunyi. Semoga bukan Niou, malu aku kalo masih pake piyama.

"Pagi Bunta!" oh sial! Ternyata emang si Niou beneran lagi. Aku hanya tersenyum dan membalas dengan kata yang sama. Niou memandangku sambil menutup mulutnya. Tebakku dia nahan ketawa. Aku suruh dia masuk dengan nada yang bosan. Dia langsung duduk di sofa, dan aku mengambilkan minum. Terdengar suara orang buru-buru turun tangga. Ah.. Ternyata ibuku. Aku meletakkan minumnya Niou di meja. Sepertinya dilihat dari penampilan ibuku, dia siap pergi tuh. Ku lihat, Niou membantu ibuku dengan kopernya yang super besar. Mau kemana dia? Dia mau ke luar negeri hanya berdua dengan ayah. Honey moon mungkin. Jam 10 pesawatnya akan terbang. Maka mereka harus cepat cepat berangkat

"Bunta! Kamu tau kan harus apa aja di rumah?" ibuku bertanya

"Ya mah! Aku kan udah gede... Jadi udah tau"

"Adik kamu nanti sore mau nginep di rumahnya tante, jangan lupa kamu cek ulang barang mereka dan kamu harus nganterin mereka ya!"

"Ya... Mah! Aku udah ngerti ni" ibuku tersenyum dan menciumku di kedua pipi

"Mama percaya kok. Bunta kan anak yang pinter! Masaharu tolong ya!" ibuku mengedipkan sebelah matanya dan Niou hormat kayak waktu upacara bendera gitu. Aku curiga ni, ada apaan diantara mereka berdua. Dengan itu ayah dan ibuku pergi. Aku ke kamar adikku dan mengecek mereka berdua yang sedang membereskan kamarnya.

"Pinter kalian beresin kamar kalian sendiri" aku memuji mereka sambil tersenyum. Lagian mereka emang tumben kok beresin kamarnya. Mereka melihatku dan tersenyum

"Kakak! Nanti siang, kakak nganterin ga?"

"Aku sibuk sih" muka mereka langsung kelihatan murung gitu

"Tapi! Kan ada Niou, dia bisa kok nganterin kalian, gimana?" mereka langsung setuju setuju aja tuh. Lalu kembali membereskan kamarnya. Aku turun menyiapkan makan pagi untuk diriku dan adikku, tapi aku tanya ke Niou dulu. Siapa tau dia mau makan juga. Ah! Benarkan dugaanku, si Niou juga belom makan.

Di dapur aku memasak telor aja deh. Di tambah ama ikan, aku goreng kering aja. Ikannya tinggal 1 tapi gede. Baguslah! Tapi pagi pagi makan ikan apa ga aneh ya? Aku teriak bertanya ke adikku di lantai atas. Mereka malah mau banget makan paginya ikan. Ya aku goreng aja deh. Tapi semaleman di lemari es, ikanku beku ni. Sambil menunggu ikannya agak mencair. Aku mau liat si Niou ngapain si.

"Hai!" aku menepuk punggungnya yang sedang membuka jaketnya

"Hai juga" dia memelukku dan menciumku di kepala

"Niou, aku mau nanya 1 hal boleh ga?"

"Silahkan"

"Ada sesuatu ya diantara kau dan ibuku" aku menatapnya amat sangat curiga. Dia hanya melihat sana sini kayak orang cari 'alasan'. Tapi dengan simplenya dia jawab;

"Ga tu, kenapa emangnya?"

"Ah... Ga apa apa si, ngapain kamu hari ini kesini? Dan kau juga bawa barang yang banyak, mau nginep lagi?" Niou tersenyum sambil mengangguk ngangguk. Aku menyuruhnya membereskan barangnya di kamarku. Aku kembali ke dapur dan melanjutkan masakanku. Setelah itu semua udah tertata rapih dan siap untuk di santap, waktunya pengumuman

"Oi! Makan paginya udah siap tu!" ga lama adikku langsung lari lari turun, Niou mengikuti di belakangnya

"Jangan lari lari di tangga lah! Nanti kepleset"

"Sorry nii-chan"

Kita semua pun makan pagi, dengan menu yang aneh. Niou cerita ga jelas gitu, aku si ga percaya, tapi kalo di lihat dari ekspresi muka adikku kayaknya mereka mau denger lanjutannya. Setelah makan aku menyuruhnya untuk siap siap nanti nginep di rumah tante. Sedangkan aku dan Niou mencuci piringnya. Saat mencuci, Niou memelukku dari belakang. Tangannya mengelilingi pinggangku. Bibirnya menciumi tengkuk leherku. Ni anak! Pagi pagi udah minta apa si? Tapi dia gini biarin aja deh. Lagian ga ganggu gini.

"Waduh kakak... Begini lagi ya... Payah..."

"Memalukan..."

"He-eh"

Niou berhenti mencium tengkukku dan memandang mereka berdua. Aku juga memandang mereka berdua rasanya ingin teriakin gitu, tapi si Niounya malah

"Aku gini kan karena mencintai kakakmu!" ni orang gila apa! Jawabnya frontal banget! Dia memelukku semakin kencang, sambil kayak sok sok imut gitu deh. Adikku malah tertawa gitu. Aku gimana? Aku malu tau di giniin. Tapi kalo diantara kita gini ga apa apa kok. Selesai mencuci piring, aku suruh Niou meletakkan piring piring bersih itu di lemari atas. Kerjaan dapur selesai, sekarang ngapain lagi ya? Oh iya, nyapu, ngepel belom.

"Niou! Bantuin aku ngepel donk!" Niou dateng bawa baju yang harus di cuci, ya udah deh, aku cuci baju dulu.

Beberapa jam kemudian

Akhirnya selesai dengan semua kerjaan rumah. Entah itu cuci piring, cuci baju, nyapu, ngepel,dll. Sekarang itu semua sudah selesai! Waktunya istirahat. Sekarang jam menunjukkan pukul 12 siang. Niou duduk di sofa, sambil nonton TV. Aku juga duduk aja di sampingnya. Aku merasa ada tangan yang menarikku lebih dekat. Aku pun bersenderan di bahunya. Niou mengelus kepalaku. Enak diginiin, rasanya jadi ngantuk. Tapi, karena aku langsung inget adikku minta dianter. Aku langsung bangun dan menuju kamar adikku. Ku buka pintu kamar mereka, melihat mereka sudah siap, berarti tinggal aku yang belum mandi. Aku menyuruh Niou mandi, dan kayak sebelumnya, dia mau mandi bareng. Ah, biarin aja deh.

Semua udah siap. Karena pekerjaan rumahku udah beres maka aku ikut aja. Aku menganter adekku sampai depan rumah tante. Saat di depan rumahnya, tante membukakan pintu, dan kaget melihatku dan adikku, seperti biasa, kalo orang ngeliat anaknya

'Waduh! Udah besar sekali kamu!' kira kira seperti itu lah. Aku pamit dengan tanteku dan menitip adikku. Kami ngengucapkan sampai jumpa, dan aku pergi berdua dengan Niou.

_TBC_


ini buatnya aga buru-buru, kelihatan ga? Ga kan? Soalnya aku tanggal 2- 7 agustus ada kegiatan live in gitu. Kayak percobaan tinggal di desa! I think this is gonna kill me. I am so scared! I don't know what to prepare! I know one thing to prepare, my mental.

Wish me luck ya guys! Semoga saya dapat melewati hari Live in dan tetap hidup. Supaya bisa update chap 11! LOL

mohon review dan doanya XDD

XOXO

Freja~