Hey guys, lama tak bertemu. Hmm ada yang berminat untuk jadi beta reader untuk cerita ini dan What you cannot see by eyes. Hmmm soalnya aku agak malas untuk mengecek lagi perkerjaan ku setelah selesai jadinya banyak yang typo dan EYD nya tidak benar.

Oh ya, aku kan cuman minta tolong cek sama betulin kalau bisa 2/3 minggu udah selesai di cek. Kalau belum selesai dicek juga nggak papa yang penting bilangin bagian mana yang belum dicek jadi bisa aku langsung publish, kasihan reader yang lain yang nungguin chapternya nanti

Ok deh kalau kalian setuju persyaratan diatas PM aku ya

P.S: yang nungguin chapter berikutnya what you cannot seen by eyes, aku akan release chapter berikutnya minggu depan hehehehe.

Chapter 10

Kyuubi menghela napas, tidak ada yang berubah semenjak ratusan tahun lalu. Yah, mau bagaimana lagi satu satunya orang yang tidak akan goyah oleh waktu adalah naruto. Pendiriannya keras seperti batu karang jika ia mengingini sesuatu pasti ia lakukan sampai napas terakhir. Semangat juang naruto adalah yang membuat kyuubi kagum padanya.

Manusia yang mendapat hormat dari sang rubah ekor Sembilan ini bisa dihitung oleh satu tangan. Pertama adalah creatornya rokudo sannin, Uzumaki mito, Namikaze minato dan yang terakhir dan yang paling kyuubi sayangi setelah ayahnya adalah naruto. Naruto sudah dianggap seperti adiknya walaupun sangat bawel, menyebalkan dan dobe. Walaupun selama ini kyuubi selalu menyangkalnya naruto selalu bisa merasakan kyuubi saying padanya.

Flashback

Hujan turun dengan deras menghapus bercak bercak darah yang mengalir ditanah seakan akan turut bersedih dengan korban korban perang dasyat shinobi ke tiga. Naruto yang adalah salah satu pemimpin pasukan dari konoha memimpin sisa pasukannya untuk berlindung dihutan. Suara derasnya hujan tidak dapat merendam suara ledakan dari berbagi penjuru hutan. Sisa pasukan naruto harus beristirahat digua yang dingin dan gelap

Naruto menawarkan diri untuk jaga pertama karena semua pasukannya sudah terlihat lelah dan sebagian besar dari mereka terluka parah, para medic di antara pasukan segera melakukan pertolongan pertama. Naruto berjalan perlahan lahan menuju mulut gua. Walaupun rasanya badan ini ingin runtuh dan beristirahat tetapi naruto menolak dengan keras mengingat banyaknya nyawa prajurit yang bergantung padanya

"Kau terlalu memaksakan diri naruto" naruto yang baru saja memejamkan matanya bisa mendengar suara kyuubi yang berada dipikirannya. "Aku baik baik saja kyuu, terima kasih atas perhatiannya". "cih, jangan salah sangka manusia, kalau kau mati aku juga mati" naruto bisa membayangkan kyuubi memalingkan mukanya "Hmm, dasar rubah tsundere" naruto tertawa kecil "Apa katamu! Kau pikir aku siapa. Aku kyuubi, monster rubah ekor Sembilan yang bisa menciptakan tsunami, menghancurkan gunung dan….". " Bla bla bla bla aku tau kyuu kau sudah bilang itu padaku ratusan kali. Walaupun orang bilang kau monster, tapi bagiku kau adalah orang terdekat yang aku tau. Lagipula kau sudah tidak menakutkan lagi kyuu" naruto tersenyum jahil "Menurutku kau adalah rubah imut yang kegemukan hahahahahahaha". "KAU!...HM TERSERAH POKOKNYA KALAU KAU MATI AKU AKAN KELUAR DARI SINI "."….kyu kau…ngambek? Puh hahahahahahhahahahahahahahahaha" naruto tertawa terbahak bahak tidak peduli semua prajuritnya menatap aneh pada dirinya. "AKU TIDAK NGAMBEK! AKU CUMAN cuman…..". naruto menutup matanya dan tersenyum kecil "Aku tahu kyuu, kau yang terbaik" naruto menutup matanya dan merasakan aura kyuubi didalam dirinya "Kau terasa sangat hangat kyuu" naruto mulai terbuai dalam mimpi "Ceh…"

FLASH BACK OFF

Kyuubi tahu naruto harus tumbuh dewasa dalam perang membuat naruto harus meninggalkan sifat keanak anakannya diusia yang masih terbilang belia. Perang mengubah segalanya. Oleh karena itu kyuubi sangat membenci manusia, mereka semua munafik demi uang dan kekuasaan mereka membunuh dan menghancurkan segala yang ada. Banyak anak anak harus tumbuh dewasa sebelum waktunya dan naruto adalah salah satu dari sekian banyak korban mereka

Pagi ini naruto yang masih memakai pyjama terburu buru turun dari lantai dua hari ini dia ada ujian kenaikan kelas dan dia telat karena ketiduran. "Aku telat,telat telat!" naruto menyambar roti di meja dan memakannya sambil memakai baju seragam sekolah. Naruto membuka sebelah matanya dan mendengus. Naruto yang melupakan tasnya yang berada di lantai dua di kamarnya buru buru menaiki tangga dengan cepat.

Naruto yang panic tidak melihat tangga dan terpeleset jatuh. Tadinya kyuubi ingin membantu tetapi megurungkan niatnya setelah melihat naruto secara reflek memutar tubuhnya diudara dan mendarat dengan mulus dilantai. Naruto bediri mematang di lantai untuk beberapa menit dan memiringkan kepalanya sambil mengerutkan dahinya. "Naruto kamu masih ada disini kalau kamu nggak pergi sekarang, kamu bisa telat lho" teriak jiraiya dari ruang kerjanya

"Tiddaaaakkkkk aku lupa" naruto memegang kepalanya dan segera berlari keluar. Kyuubi yang melihat itu merasakan déjà vu. Naruto tidak berubah sama sekali sejak dulu dan kyuubi merasa nyaman dengan itu

Disekolah

"Selamat pagi semuaaaaa!" teriak naruto begitu ia membuka pintu kelas "Selamat pagi juga naruto" iruka bertolak pinggang didepan pintu sehingga begitu naruto membuka pintu pertama kali yang ia lihat adalah senyum manis iruka sensei yang menurut naruto terlalu manis sehingga menjadi menyeramkan "Berdiri di luar!" terak iruka sensei yang diikuti oleh tawa anak anak sekelas

Diluar kelas naruto menggerutu abis abisan tentang betapa galak dan serammnya iruka sensei, tak lama kemudian naruto mendengar suara pintu terbuka seorang pemuda tampan berkulit pucat dan bermata hitam ikut berdiri disamping naruto sambil mengantongi kedua tangannya"S-sasuke, kok kamu ada di luar. Dihukum ya hehehehehe" tawa naruto."…. hn"."EEEhhhhh! kamu juga dihukum iruka sensei. Emangnya kenapa?" Tanya naruto yang sebenarnya juga tidak mengerti bagaimana ia bisa mengartikan hn nya sasuke "Tidak bawa pr" jawab singkat sasuke. Naruto memiringkan kepalanya karena tidak biasanya seorang sasuke tidak mengerjakan pr apalagi lupa membawa pr. Sasuke adalah orang yang sangat rapi dan teratur, tidak biasanya ia lupa melakukan sesuatu. Naruto terhenyak kaget, bagaimana ia tahu sifat sasuke kalau ia saja baru bertemu 4 hari yang lalu. Naruto melipat tangannya dan menyipitkan matanya

"hn".

"Apa katamu aku bukan dobe tau".

"hn"

"aku juga bisa berpikir "

"Hn" sasuke memutar kedua matanya

"Apa katamu, kalau tidak percaya aku akan buktikan"

"Hn"

"Eh, buktinya errr buktinya….. P-pokoknya aku bukan dobe"

"Hn"

"Arrgrghhhh hentikan hn mu itu uchiha sasuke"

"Hn" sasuke menyunggingkan bibirnya

Anak anak lain yang ada dikelas sweatdrop darimana naruto bisa mentranslate hn nya sasuke

Pulang sekolah

"AAARRRRRGGHHH akhirnya kelas hari ini selesai juga, urrgghh kuliah iruka sensei tentang sejarah konoha sangat membosankan, tetapi clan uzumaki sangat keren" mata naruto berbinar binar. Kiba yang duduk disebelah naruto memotong "Tapi menurutku keren an clan inuzuka, bisa mengendalikan anjing anjing. Kiba mulai ngiler. "Ihhhh kalian ini ya jorok, jangan ngiler dikelas " ino salah satu primadona dikelas menjahui naruto dan kiba" Kalau soal clan, sudah pasti aku memilih clan elit uchiha "Sakura memotong, matanya berbinar binar "Clan uchiha terkenal akan anggotanya yang tampan tampan dan berwajah aristrokat. Sudah tampan kaya lagi" sakura mulai membayangkan yang tidak tidak

"N-ngomong n-ngomong soal c-clan u-uchiha, bukannya s-sasukekun n-nama b-belakangnya u-uchiha?" Tanya hinata anak perempuan paling pendiam dikelas. Semua murid murid memalingkan wajahnya pada sasuke yang bersiap siap pulang. Tanpa mengatakan sepatah katapun sasuke beranjak pergi dari kelas"a-ano S-sasuke k –kun.". Hinata memanggil sasuke dengan pelan."Hn, bukan urusanmu Hyuuga". Sasuke berkata dingin sedingin es. Seketika itu juga udara didalam kelas seakan akan turun drastic. Ketika sasuke melewati naruto, naruto bisa melihat kepedihan dimata sasuke, naruto pernah melihat sorot mata sasuke seperti itu, kemarin ketika sasuke melihat itachi. Hati naruto terasa sakit ingin rasanya naruto memeluk dan menghilangkan kesedihan itu dari muka sasuke. Ketika sosok sasuke menghilang dibalik pintu, tanpa sadar kedua kakinya mengejar sasuke"Hei tunggu teme" panggil naruto. Naruto berlari mengejar sasuke

Naruto berkeliling sekolah mencari sasuke. Dari gedung olahraga, kelas, laboratorium sampai taman ia tidak menemukan sasuke. Dengan gontai naruto berjalan menuju rumahnya. Angina semilir dimusim semi menusuk tulang naruto, naruto melihat sebuah gedung besar yang terletak tak dipuncak bukit. "Konoha museum" bisik naruto. Seakan akan dibimbing oleh takdir naruto melangkahkan kakinya menuju konoha museum

Didalam museum terasa menyeramkan karena hari sudah sore dan matahari hamper tenggelam. Naruto berjalan pelan pelan mengikuti sinar rembulan. "Sasuke" sesosok manusia yang tampak sedang mandi sinar rembulan membuat kulit pucatnya tampak bercahaya. Sorot mata kepediha itu masih melekat erat dimatanya. Naruto berjalan mendekat untuk melihat apa yang dilihat sasuke. Dua ikat kepala ninja konoha terpampang di ruang kaca. Kedua itae itu terlihat using dan tua termakan oleh waktu

Salah satu itae itu terlihat tergores oleh pisau membelah horizontal dari kanan ke kiri, sasuke mengankat tangannya dan mengelus kaca etalase itu." S-sasuke" panggil naruto pelan. Terkejut akan keberadaan naruto sasuke berbalik sebentar dan menatap mata biru mantan rekan satu teamnya "Dobe"

Naruto menggembungkan pipinya"Sudah aku bilangkan aku bukan dobe" mata naruto melembut "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya naruto "hn" jawab singkat sasuke." Naruto yang jengkel menaruh tangannya dipinggang "Kau tidak bisa membohongiku Uchiha Sasuke" wajah stoic sasuke melembut "Hn, ayo cari tempat duduk dobe

Naruto dan sasuke duduk ditaman yang sama kemarin. Sambil ditemani keheningan malam naruto dan sasuke menikmati indahnya rembulan. Mata biru naruto teralihkan ke dalam tas sasuke "Sasuke, kau bilang kau tidak bawa pr" Tanya naruto sambil menunjuk sebuah buku biru bertuliskan 'pr' ."Hn" sasuke mengambil tasnya dan memasukkan buku yang menonjol keluar kedalam tasnya. Walaupun suasana ditaman gelap dan hanya diterangi rembulan naruto bisa melihat semburat merah wajah uchiha sasuke. Naruto tertawa kecil "Ne, teme. Besok mau datang kesini lagi aku belum mendapatkan bahan researchnya ero sennin" naruto menggengam tangan dingin sasuke sambil tersenyum lembut

"Hn" sasuke tampak terkejut tetapi tak lama kemudian sebuah senyum tulus menghiasi wajahnya