Title : The Different of Like and Love /Chapter 7B
Cast : Super Junior and other cast
Pairing : Main pair is Kyumin and other pairs
Genre : Romance/Friendship/Family
Rate : K+
Warning: Genderswitch! All uke as yeoja dan all seme as namja
Disclaimer: Super Junior sah milik SME, tapi Super Junior oppadeul adalah milik diri mereka masing-masing.
Kepercayaan...
Adalah dasar dari sebuah ikatan...
Namun...
Mengapa mempercayai itu sangat sulit...
Author POV
Festival Kesenian SM High School terlihat ramai sekali. Setelah kejadian menghebohkan pada saat kompetisi dance, kali ini akan diadakan lomba menyanyi. Di belakang panggung kini terlihat para anggota klub seni music SM High School sedang bersiap-siap. Tak terkecuali Kyuhyun, Wookie, dan Yesung. Mereka telah rapi dengan pakaian terbaik mereka.
Jika beberapa jam yang lalu Kyuhyun masih berkeliaran bersama Sungmin menggunakan seragam sekolah, kini Kyuhyun telah menggunakan setelan jas hitam selutut yang dibiarkan terbuka memperlihatkan kemeja berwarna coklat kemerahan, rambutnya dibiarkan sedikit berantakan. Yesung pun memakai kemeja berwarna coklat kemerahan yang dibalut dengan jas hitam sebatas pinggang. Sedangkan Wookie menggunakan gaun yang berwarna senada dengan kemeja yang dipakai Yesung dan Kyuhyun. Gaun yang panjangnya sebatas lutut dan lebar serta tanpa lengan itu disandingkan dengan selendang berwarna hitam yang menutupi bahu mulus Wookie yang terbuka. Sepertinya ketiga penyanyi utama sudah siap bertanding dengan sekolah lain.
"Annyeong!" seorang yeoja imut yang memakai seragam SM High School terlihat ceria menghampiri ketiga penyanyi SM High School.
"Min!" "Unnie"ucap Kyuhyun dan Wookie bersamaan melihat yeoja imut itu. Mereka berdua menghampiri Sungmin.
"Hehehe, kalian sepertinya sudah sangat siap. Hwaiting ne!" ucap Sungmin sambil mengepalkan kedua tangannya memberi semangat.
"Donghae dan Eunhyuk dimana, Sungmin-ah?" tanya Yesung yang berjalan di belakang KyuWook.
"Eh? Mereka baru saja berbaikan dan masih bermesraan di luar, oppa" jawab Sungmin sambil menatap Yesung.
"Mereka pasti bermesraan di depan umum. Ckckck, dasar ikan dan monyet itu tidak tahu tempat sekali." Kyuhyun menanggapi sambil menggelengkan kepalanya.
"Oya, Kyu. Aku bertemu dengan Kibummie. Dia datang untuk memberi semangat pada kalian." Kata Sungmin lagi dan kali ini kata-katanya tanpa sadar membuat Wookie sempat menahan nafas karena terkejut.
"Apa maksudnya Kibum unnie datang kesini? Apa dia mau menyemangati Yesung oppa." Ucap Wookie dalam hati sambil melirik Yesung. Tak sengaja pandangan mereka bertemu dan Wookie langsung mengalihkan pandangannya kebali ke Sungmin.
"Aku juga meminta Siwon oppa datang ke sini. Tapi, dia belum datang juga. Siwon oppa kemana ya?" ucap Sungmin lagi dan kini giliran Kyuhyun yang memasang ekspresi kesal.
"Ya! Namjachingumu yang paling tampan ada di sini Min. Kenapa kau malah mencari namja lain eoh?" ucap Kyuhyun dengan nada kesal.
"Omona Kyuhyunie, kau cemburu lagi pada Siwon oppa? Ckckck." Sungmin hanya memandang Kyuhyun pasrah. "Memang pacaran dengan namja yang lebih muda itu harus ekstra sabar" ucap Ming dalam hati sambil mengelus dada.
"Baiklah, berikutnya kita akan saksikan penampilan dari SM High School." Suara MC yang terdengar hingga belakang panggung membuat semuanya makin gugup.
"Min, cium aku." Pinta Kyuhyun tiba-tiba.
"Mwo? Kau gila Cho Kyuhyun. Shireo!" jawab Sungmin sambil membelakangi Kyuhyun.
"Ayolah Min." Bujuk Kyuhyun sambil menggoyangkan bahu Sungmin. Wookie dan Yesung yang menatap KyuMin couple hanya menggeleng pasrah melihat kelakuan magnae mereka yang pervert tingkat akut.
"Wo-wookie?"ucap Yesung tiba-tiba membuat Wookie mau tidak mau harus menatapnya.
"Ne, oppa?"balas Wookie seadanya.
"Aku ingin kita bicara berdua setelah penampilan ini selesai. Aku mohon jangan lari lagi." ucap Yesung lalu berlalu menuju sebelah kanan panggung.
Wookie hanya bisa menunduk menahan tangisnya. Sepertinya masalah ini harus segera diakhiri. Wookie pun menyusul Yesung untuk bersiap di sebelah kanan panggung.
"Sudah cepat sana Kyu. Kau sudah harus tampil." Ucap Sungmin yang kini berusaha mendorong punggung Kyuhyun.
"Cium aku dulu, Min." Kyuhyun benar-benar keras kepala.
"Shireo, terserah kau saja. Aku mau ke bangku penonton sekarang. Huh!" Sungmin kesal dan hendak beranjak menuju ke bangku penonton. Namun Kyuhyun dengan cepat meraih tangan Sungmin dan membalikkan tubuh Sungmin menghadapnya. Dengan cepat, Kyuhyun meraih bibir plum Sungmin dan mengecupnya lembut. Setelah beberapa detik, Kyuhyun pun melepasnya lalu berlari menyusul Yesung dan Wookie.
Sungmin terdiam sambil memegang bibirnya.
"Omo, aku harus melihat penampilan mereka." Ucap Sungmin setelah sadar dari keterkejutannya. Kyuhyun benar-benar dalam mode pervert hari ini. Sudah berapa kali dia mencium Sungmin hari ini.
.
.
.
"Sepertinya akan dimulai" gumam seorang yeoja berkacamata di antara ribuan penonton yang menyaksikan lomba menyanyi di Festival Kesenian SM High School hari ini. Dia duduk di bangku penonton dengan santai. "Minnie, kemana sih?" ucapnya sambil melihat kanan kiri.
"Ki-kibum?" sapa seorang namja yang baru datang dan duduk di samping yeoja yang dipanggil Kibum itu. Kibum pun refleks menoleh.
"K-kau? S-sedang apa kau di sini?" tanya Kibum dengan nada dibuat kesal padahal jantungnya sedang berdetak kencang sekarang.
"Aku diajak oleh Minnie kesini. Tapi sejak tadi aku tidak bertemu dengannya." Jawab Siwon santai.
"Oh! Aku sedang menunggu Minnie. Tadi dia bilang akan ke belakang panggung melihat Kyuhyun, Wookie, dan Jongwoon oppa." Jelas Kibum. Dia masih berusaha memasang wajah datarnya.
"Begitu. Ya sudah. Boleh aku duduk di sini?" tanya Siwon sambil menunjuk bangku di sebelah kanan Kibum yang kosong.
"Terserah kau saja. Aku tidak berhak melarangmu." Ucapnya masih dengan nada ketus. Matanya tidak lagi melihat Siwon tetapi melihat pada panggung yang sudah mulai di tutupi tirai. Tanda penampilan berikutnya akan segera dimulai.
Siwon dan Kibum hanya terdiam sambil melihat ke arah panggung.
"Kibummie, maaf menunggu lama." Ucap Sungmin yang baru saja datang. Dia langsung mendudukkan dirinya di sebelah kiri Kibum. Kemudian, mata Sungmin melihat ke sebelah kanan Kibum. "Eh? Oppa sudah di sini? Aku cari kemana-mana." Sungmin menyapa Siwon dengan senyumam manisnya, membuat Kibum yang berada di tengah mereka agak risih atau mungkin cemburu. Siapa yang tahu?
Suara alunan piano mulai terdengar membuat tiga orang tadi mengalihkan perhatian mereka ke arah panggung. Di sana telah berdiri dua namja dan satu yeoja yang sangat mereka kenal. Ya, itu adalah Kyuhyun, Wookie, dan Yesung. Di belakang Kyuhyun, Wookie dan Yesung terdapat anggota klub musik yang sedang memegang alat musik masing-masing. Sesuai latihan yang mereka lakukan, mereka memainkan musik mereka.
Jamshi kkoomkkoo uhdduhn haengbokhaedduhn soongan
Ggaejianhgil wonhaessuh
Wootgoidduhn naega babogatasuh
Jageun hansoomman swilppoonieyo
Kyuhyun memulai bait pertama dengan suara sempurnanya. Semua yang mendengarkan ikut terbawa. Bahkan Sungmin pun melihat Kyuhyun dengan terkagum-kagum.
Arayomotnalppoonin na nomu jaraljyo
Hajiman mollayo na uhjjuhmyuhn joheunji
Suara sempurna milik Yesung mulai terdengar. Yesung pun menyanyikan bagiannya dengan penuh perasaan.
Dan hanbonman nareul saranghaejwoyo
Geudaeneun irheulge hanado objjyo
Kali ini ketiga suara yang saling berpadu harmonis itu menggema di seluruh aula SM High School. Tidak ada satu pun yang mendominasi. Ketiganya saling mengisi dan melengkapi. Semua penonton yang mendengarnya takjub dan kagum. Bahkan perasaan dalam lagu ini pun benar-benar tersampaikan.
Geujuh hansoonganman nareul saenggakhaebwayo
Geugotppoonieyo
Gyuhwoo geu juhngdojyo
Suara Wookie yang tinggi menambah kesempurnaan lagu itu. Dan Yesung menutup refrein bait pertama dengan sempurna. Lagu pun kembali mengalun. Dari Wookie kemudian di sambung Yesung lalu Kyuhyun, mereka bertiga menyanyikan lagu berjudul 'Just You' itu dengan begitu indah dan luar biasa. Bahkan ada penonton yang sampai menitikkan air mata saat mendengarkan lagu itu.
Dan hanbonman naege shiganeul jwoyo
Geudaeneun irheulge hanado objjyo
Geujuh hansoonganman nareul saenggakhaebwayo
Geugotppoonieyo
Gyuhwoo geu juhngdojyo
Wooo Oh baby~
Lagu itu pun diakhiri dengan indah oleh ketiganya. Dan ditutup oleh alunan merdu dari Art of Voice, Yesung. Tanpa ada yang menyadari, sebenarnya selama lagu itu dinyanyikan Yesung terus mencuri pandang ke arah Wookie. Wookie pun menyadarinya namun ia pura-pura tidak tahu.
Tirai pun ditutup dan tepuk tangan yang sangat meriah membahana di dalam aula itu.
"Aku harus memberi selamat kepada mereka bertiga." Gumam Sungmin sambil beranjak dari tempat duduknya dan hendak menuju ke belakang panggung. Namun dia berhenti dan memandang dua orang di sebelahnya. "Kibummie, Siwon oppa, kajja kita ke belakang panggung." Ajak Sungmin pada dua orang yang entah kenapa seperti berada dalam dunia mereka masing-masing.
Tak mendapat respon dari keduanya, Sungmin pun menghela nafas sejenak lalu menarik tangan Kibum dan Siwon untuk mengikutinya. Dan di sinilah mereka bertiga sekarang, di belakang panggung.
Kyuhyun yang melihat Sungmin datang langsung menghampiri yeojachingunya itu dan mulai bernarsis ria di depan Sungmin. Sedangkan Wookie hanya menatap sendu ke arah Kibum dan Yesung bergantian. Dia hendak meninggalkan tempat itu sebelum seseorang menahan lengannya. Dia melihat orang yang menahan lengannya itu datar.
"Aku mohon jangan lari dariku lagi, Wookie." Kata Yesung sambil menggenggam erat pergelangan tangan Wookie. Wookie hanya bisa pasrah dibawa oleh Yesung ke tempat yang entah dimana.
"Semuanya sibuk dengan pasangannya masing-masing. Aku rasa aku tidak dibutuhkan di sini. Lebih baik aku pergi." Ucap Siwon yang sebenarnya ditujukan pada Kibum namun dia tidak merasa yakin Kibum mempedulikan perkataannya. Siwon pun membalikkan tubuhnya namun sebuah tangan menarik ujung kemejanya. Membuat Siwon berbalik menghadap orang itu.
"Temani aku" ucap Kibum sambil menundukkan kepalanya dan mencengkram ujung kemeja Siwon. Siwon pun mulai tersenyum melihat yeoja yang sebenarnya sangat dicintainya itu. Dia melepas tangan Kibum yang mencengkram ujung kemejanya lalu menautkan jemarinya pada jemari tangan Kibum itu.
"Ayo kita pergi." Siwon pun menarik tangan Kibum mengikutinya. Entah kenapa harapan Siwon untuk mendapatkan Kibum terbuka lagi. Siwon mulai berani kembali berharap. Kibum pun menyunggingkan senyumannya melihat punggung Siwon, sedangkan Siwon yang menariknya tidak tahu bahwa senyuman Kibum kini mulai kembali tertuju padanya.
.
.
.
TING TONG
TING TONG
"Iya sebentar." Seorang yeoja paruh baya berteriak dari dalam rumahnya. Yeoja yang bernama Lee Jungsoo aka Leeteuk itu sedang memasak makan malam saat bel rumahnya berbunyi. Dia pun segera mematikan kompornya dan berlari ke arah pintu depan.
CKLEKK
GREPPP
"Teuki-ahhh!" Leeteuk terkejut saat membuka pintu tiba-tiba dia disambut dengan pelukan erat dari seorang yeoja paruh baya yang juga seumuran dengannya. Dia pun menatap seorang namja paruh baya yang tersenyum ke arahnya dan yeoja yang memeluknya.
"Hangeng? Chullie? Kapan kalian datang?" tanya Leeteuk saat menyadari dua orang tamu dadakannya ini adalah tetangganya sendiri.
"Annyeong, Teuki-noona. Kami baru saja sampai 2 jam yang lalu, tapi karena sepertinya rumah kami sedang kosong Chullie jadi ingin ke rumah noona." Jawab Hangeng sambil tetap tersenyum.
"Benar sekali. Aku sangat merindukanmu, Teuki." Kata Heechul setelah melepas pelukannya pada Leeteuk terlebih dahulu. "Dimana si raccoon itu?" tanya Chullie sambil melihat ke dalam rumah yang kosong itu.
"Dia masih di kantor, nanti malam baru pulang. Ah, ayo masuk. Tidak enak berbicara di depan pintu." Kata Leeteuk sambil mempersilahkan HanChul masuk ke rumahnya.
Heechul bergelayut manja di lengan Hangeng lalu masuk bersama. Leeteuk yang melihat kelakuan sahabatnya itu hanya tersenyum kecil lalu menutup pintu menyusul HanChul.
"Ternyata rumah ini masih belum berubah ya?" kata Heechul lagi sambil duduk di sofa ruang tamu yang ada di situ. Dia masih melingkarkan tangannya di lengan Hangeng yang duduk di sampingnya.
"Memangnya mau berubah seperti apa Chullie? Kami sekeluarga sudah sangat nyaman dengan rumah yang seperti ini." kata Leeteuk menanggapi dari arah dapur dengan membawa beberapa camilan dan dua cangkir teh di tangannya. Leeteuk pun menaruh teh dan camilannya di atas meja di depan HanChul.
"Teuki noona, apa Kyuhyun merepotkan keluarga kalian selama kami pergi?" tanya Hangeng saat Leeteuk sudah duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.
"Tidak bagiku tapi mungkin iya bagi Kangin. Beberapa hari ini dia dan Kyuhyun seperti musuh saja. Mereka berdua selalu berebut perhatian dari Minnie. Lucu sekali." Leeteuk menjelaskan sambil sedikit tertawa mengingat pertengkaran Kangin dan Kyuhyun.
"Dasar anak bodoh itu. Bagaimana bisa dia mendapat restu dari Kangin kalau begitu." Heechul menimpali sambil menyeruput teh yang disediakan Leeteuk.
"Tenang saja. Sepertinya Kyuhyun sudah mendapat restu dari Kangin. Entah apa yang dilakukan anak itu dua hari yang lalu hingga Kangin mau merestui hubungannya dengan Minnie." Kata Leeteuk lagi.
"Oh ya? Anak itu memang ada-ada saja yang dipikirkannya." Kali ini Hangeng yang menimpali sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Oh ya Teuki. Aku datang kesini untuk membicarakan tentang 'itu'." Heechul mulai berbicara serius sambil menatap Leeteuk.
"Itu? Apa maksudmu Chullie-ah?" tanya Leeteuk heran pada arah pembicaraan Heechul. Dia pun menatap Hangeng.
"Aku hanya menunggu keputusan dari noona dan Chullie saja." ucap Hangeng saat melihat tatapan penuh tanya dari Leeteuk.
"Oh! Aku mengerti sekarang. Ternyata tentang 'itu'." ucap Leeteuk setelah menyadari arah pembicaraan Heechul dan Hangeng. "Aku rasa kita harus menunggu Kangin untuk membicarakannya. Dia juga berhak menentukannya." Ucap Leeteuk sambil tersenyum pada HanChul.
"Arra, arra." Heechul memasang wajah agak kesal sekarang. Namun dia juga tidak memungkiri bahwa Kangin juga dibutuhkan dalam pembicaraan ini.
Leeteuk kembali memulai pembicaraan lain untuk menenangkan Heechul. Mereka pun terlarut dalam obrolan-obrolan ringan tentang hal-hal yang terjadi selama HanChul tidak berada di Korea.
.
.
.
Di atap sekolah, tempat tersepi di SM High School untuk saat ini. Dan mungkin adalah tempat yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
Yesung sedang berdiri dengan tangan dilipat di pagar pembatas di atap tersebut *ngerti gak?* dia menatap ke langit sambil membelakangi Wookie yang duduk sambil memeluk kakinya di lantai dan menyembunyikan wajahnya di antara kakinya yang ditekuk. Mereka berdua hanya terdiam seperti itu sejak sampai di tempat itu. Tak ada satu pun yang berniat memulai pembicaraan.
Sebenarnya tanpa mereka sadari, sejak tadi seseorang sedang mengikuti mereka. Seorang namja yang secara tidak langsung ikut masuk ke dalam masalah mereka. Lee Taemin, namja imut yang sudah menjadi sahabat Wookie sejak masuk SM High School dan namja yang juga menyimpan perasaan yang lebih dari sahabat pada Wookie tanpa Wookie sadari.
"Hiks hiks hiks" suara isakan meluncur dengan cukup nyaring di atap sekolah yang sepi itu. Suara isakan dari satu-satunya yeoja yang ada di situ. Yesung dan Taemin pun mempunyai telinga yang cukup normal untuk mendengar isakan tersebut.
KRIEET
Taemin keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Yesung dengan cepat. Dia mencengkram kerah namja yang lebih tua darinya itu dan memukulnya di pipi.
BRUGHHH
Yesung jatuh tersungkur di samping Wookie yang sekarang sedang menatap pada Taemin yang tiba-tiba memukul Yesung.
"Noona, aku tidak bisa lagi berdiam diri melihatmu tersakiti oleh namja itu. Jika noona mengizinkan, aku akan menghajarnya hingga dia merasakan semua sakit yang noona rasakan. Aku mohon izinkan aku untuk memukulnya noona." Ucap Taemin sambil menatap perih ke arah Wookie yang menatapnya dengan wajah yang penuh air mata.
"Wookie, apa salahku? Apa yang aku perbuat? Tolong beritahu aku. Kalau memang dengan memukulku kau tidak akan menjauhiku lagi, aku akan terima." Kali ini Yesung yang menatap Wookie dengan wajah yang juga tak kalah perih dari Taemin. Bahkan pipinya telah membiru dan sudut bibirnya juga teelihat sedikit robek akibat pukulan Taemin.
Wookie menatap bergantian dua namja tersebut lalu menundukkan kepalanya.
"Pabbo. Kalian berdua benar-benar bodoh." Ucap Wookie yang dibalas tatapan heran dari kedua namja tersebut. "Kenapa kau memukul Yesung oppa, Taemin? Dia tidak bersalah. Harusnya kau memukulku. Aku yang bersalah. Hiks" Ucap Wookie sambil menangis.
Baru saja Taemin ingin berlari dan memeluk Wookie, Yesung yang tersungkur di samping Wookie sudah merengkuh Wookie dalam pelukannya.
"Apa maksudmu, chagi? Aku yang salah karena sudah seenaknya datang ke rumahmu tanpa meminta izin darimu dulu. Mianhae. Jeongmal mianhae." Yesung berkata lirih sambil mengusap lembut rambut Wookie. Wookie yang ada di dalam dekapan Yesung malah menangis makin kencang dan memukul-mukul dada Yesung.
"Aku yang salah oppa. Hiks A-aku hiks salah karena aku hiks tidak mem-hiks-percayaimu bahkan aku hiks mencurigai hiks oppa selingkuh dengan hiks Ki-hiks-kibum unnie. Aku, aku yang salah oppa, aku. Mian-mianhae. Hiks" Wookie berkata di antara isakannya. Dia tidak lagi memukul dada Yesung tapi menundukkan kepalanya semakin dalam dalam dekapan Yesung.
Yesung tersenyum mendengar kejujuran Wookie. Dia tahu Wookie sedang ada masalah tapi dia tidak mau memaksa Wookie untuk menceritakan masalah itu padanya hingga Wookie sendiri yang memberitahunya. Dan sekarang Wookie pun menceritakannya.
"Itu bukan salahmu sepenuhnya, chagi. Oppa juga salah karena tidak menceritakan masa lalu oppa. Wajar saja jika kau cemburu pada Kibum karena kamu tidak tahu cerita sebenarnya." Yesung mengecup sebentar pucuk kepala Wookie lalu melepas pelukannya. Dia mengangkat dagu Wookie agar mata mereka saling menatap. Yesung tersenyum. "Kau mau memaafkan oppa kan?" tanya Yesung dan Wookie membalas dengan anggukan. Yesung pun kembali tersenyum dan memeluk Wookie lagi. Wookie juga ikut tersenyum dalam pelukan Yesung.
Mereka terus berpelukan tanpa sadar bahwa ada orang lain di situ dan orang itu kini sedang sakit hati melihat kemesraan mereka. Taemin dengan diam-diam meninggalkan pasangan yang sudah berbaikan itu. Setelah agak jauh dari mereka, Taemin memegang dadanya. Dia meneteskan air matanya.
"Sakit sekali tapi jika melihatmu berbahagia bersamanya, tapi aku akan lebih sakit jika melihatmu menangis karena kehilangannya. Berbahagialah noona. Karena kebahagiaan noona adalah kebahagiaanku juga. Saranghae, Lee Ryeowook!" gumam Taemin sambil menghapus air matanya. Dia pun berjalan menuju teman-temannya yang sedang menunggunya. Dia berusaha tersenyum seperti biasa meskipun dalam hatinya sakit. "Selamat tinggal, noona!" ucapnya lagi dalam hati.
Sementara itu, Yesung dan Wookie yang masih berpelukan sudah melepaskan pelukannya.
"Oppa." Panggil Wookie pada Yesung yang sedang berdiri di sampingnya. Mereka berdua sedang melihat langit sambil bersandar pada pagar pembatas di atap.
"Hmm?"
"Ngg, ti-tidak jadi."ucap Wookie sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Yesung menatap Wookie heran lalu tersenyum seolah mengerti dengan apa yang diinginkan Wookie.
"Kau ingin oppa menceritakan masa lalu oppa, chagi?" tanya Yesung sambil menatap Wookie yang masih menundukkan wajahnya.
"Eh?" sekarang Wookie yang berganti memasang wajah heran. Bukan karena perkataan Yesung tadi benar tapi justru karena yang Yesung katakan jauh berbeda dari apa yang Wookie pikirkan. "Aku tidak meminta itu oppa, tapi kalau oppa mau menceritakannya juga tidak apa." Ucap Wookie sambil memasang wajah cemberut.
"Tapi, kenapa kau tidak senang begitu. Apa oppa melakukan kesalahan lagi?"tanya Yesung saat melihat wajah Wookie cemberut.
"Dasar tidak peka!" batin Wookie saat mendengar pertanyaan Yesung yang menurutnya bodoh itu. "Haah, oppa benar-benar tidak peka ya?" tanya Wookie benar-benar jujur. Sepertinya dia sudah tidak tahan dengan ketidakpekaan Yesung.
"Maksudmu chagi?" lagi-lagi Yesung tidak peka.
"Oppa tahu, kalau Minnie unnie dan Kyuhyun berbaikan maka Kyuhyun akan mencium Minnie unnie. Begitu juga dengan Hyukkie unnie dan Hae oppa. Umma dan appa juga begitu." Ucap Wookie sambil memasang wajah kesal.
"Jadi kau mau oppa cium." Yesung pun mendekatkan wajahnya ke wajah Wookie. Wookie yang mengerti langsung menutup mata. Akhirnya dia dan Yesung akan berciuman juga.
CHU~~~
"Eh?" Wookie membuka matanya saat merasa Yesung menciumnya di kening.
"Sudah kan? Kau tidak marah lagi?" Yesung melepaskan ciumannya di kening Wookie dan menatap Wookie sambil tersenyum. Bukannya tersenyum Wookie malah makin kesal. Dia membalikkan badannya hendak pergi dari tempat itu meninggalkan Yesung.
"Dasar tidak peka. Dasar tidak peka" Wookie mengumpatkan kata-kata itu dalam hatinya berkali-kali.
GREPP
Yesung menahan tangan Wookie dan membalikkan tubuh mungil yeoja yang sangat dicintainya itu.
"Aku salah lagi ya, chagi?" ucap Yesung dengan muka polos tanpa dosa. *rasanya author pengen nimpuk kepala Yesung biar gak pabbo lagi*
"Sudahlah oppa, aku tidak peduli lagi. Sepertinya aku harus sabar menghadapi oppa." Kata Wookie lagi sambil menghela nafas pasrah. Dia hendak melepaskan tangan Yesung dari tangannya sebelum Yesung memegang dagunya dan...
CHU~~~
Yesung mencium bibir Wookie lembut. Wookie memelototkan matanya terkejut. Memang ini yang diinginkan Wookie sejak tadi yaitu Yesung menciumnya di bibir tapi kalau begini kan terlalu tiba-tiba. Tapi Wookie berusaha untuk menikmati ciuman pertamanya dengan Yesung. Dia menutup matanya dan membiarkan tangan Yesung mencengkram lembut tangannya. Akhirnya, setelah lama berpacaran mereka berciuman juga. Kita tinggalkan dulu pasangan YeWook ini.
.
.
.
"Kau mau membawaku kemana hah?" tanya Kibum ketus pada Siwon yang sedari tadi terus membawanya berjalan-jalan tanpa arah dan tujuan.
"Bukankah kau yang menyuruhku menemaniku? Kenapa sekarang malah marah-marah?" Siwon menghentikan langkah mereka dan berbalik menatap Kibum.
"A-aku, tapi yang jelas dong. Aku mau pulang saja." ucap Kibum masih ketus. Siwon pun tersenyum dan melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Kibum. "Ya! Tunggu aku, Siwonnie." Ucap Kibum tanpa sadar sambil berlari menyusul Siwon.
Siwon hanya tersenyum sambil terus berjalan mengacuhkan Kibum. Hingga mereka sampai di tempat parkir, Siwon menghentikan langkahnya di depan mobilnya. Dia berbalik melihat Kibum yang masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena mengejar Siwon.
"Kau mau membunuhku ya?" ucap Kibum lagi-lagi ketus.
"Cepat masuk!" perintah Siwon tanpa mengacuhkan keluhan Kibum sebelumnya.
"Kau mau membawaku kemana?" tanya Kibum curiga. Melihat itu Siwon malah mendapat ide untuk mengerjai yeoja itu.
"Ke hotel. Kajja!" ucap Siwon sambil menarik paksa Kibum masuk ke dalam mobilnya. Kibum mulai panik.
"Ya! Kau akan aku laporkan ke polisi. Cepat turunkan aku!" teriak Kibum namun tak diindahkan oleh Siwon. Siwon mengunci pintu mobilnya agar Kibum tak bisa keluar lalu dia menjalankan mobilnya keluar dari area sekolah itu. "Choi Siwon! Kau tidak serius akan membawaku ke hotel kan?" tanya Kibum mulai takut.
"Tentu saja aku serius." Balas Siwon sambil memasang seringaian yang entah dipelajarinya dari siapa.
"Kau sudah gila ya?" teriak Kibum. Dia terus mencari cara untuk keluar dari mobil ini.
"Iya, aku gila karena kau juga kan?" ucap Siwon santai sambil terus menatap ke jalan raya yang sedang sepi.
"Ya! Bukan salahku. Kau yang salah karena mempermainkan perasaanku. Aku mencintaimu tapi kau malah mempermainkan aku. Cepat turunkan aku sekarang juga!" Kibum berteriak panik. Tanpa sadar dia mengeluarkan semua perasaannya selama ini. Siwon tersenyum lalu menginjak rem dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Akhirnya kau mengakuinya juga." ucap Siwon sambil menatap Kibum. Kibum tiba-tiba sadar bahwa dia telah mengucapkan hal yang terlarang baginya itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Pabbo" batin Kibum dalam hatinya.
Siwon menatap Kibum lembut, membuat Kibum jadi salah tingkah.
"Kenapa kau melihatku begitu?" ucap Kibum masih ketus sambil berusaha tidak menatap mata Siwon.
"Kau makin cantik!" ucapan Siwon membuat Kibum makin salah tingkah. Jantungnya benar-benar berdetak kencang sekarang.
"K-kau, aku tidak akan termakan dengan rayuan murahan seperti itu." ucap Kibum sambil mengalihkan pandangannya ke jalan. Pipinya merona malu sekarang. "Issh, diamlah jantung bodoh!" umpatnya dalam hati.
"Mianhae!" Siwon masih menatap Kibum yang tak mau menatapnya.
DEG
Kibum tersentak mendengar permintaan maaf itu dari bibir Siwon.
"Sudah terlambat. Harusnya kau mengatakan itu delapan tahun yang lalu." Ucap Kibum datar. Dia masih tidak mau menatap Siwon. Hatinya perih mengingat kembali masa lalunya.
"Jeongmal mianhae. Apakah aku sudah tidak punya kesempatan lagi? Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku?" kata-kata Siwon terdengar begitu perih. Bukan maksudnya untuk menyakiti Kibum saat itu. Dia hanya tidak ingin sahabatnya membencinya.
Kibum tetap diam tanpa menanggapi permintaan maaf Siwon.
"Aku lahir dalam keluarga yang sangat berkecukupan karena itulah semua yang menjadi temanku hanya melihat pada harta kekayaan keluargaku. Tidak ada satu pun yang mau berteman tulus denganku, hingga aku bertemu dengan Jongwoon hyung yang mau menerimaku apa adanya dan mau berteman dengan tulus denganku. Karena itulah aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu membahagiakan Jongwoon hyung. Bahkan saat Jongwoon hyung berkata padaku bahwa dia akan menyatakan perasaannya padamu, aku hanya bisa tersenyum memberikan dukungan padanya. Berat, sangat berat saat kau harus merelakan orang yang kau cintai untuk sahabatmu. Namun itulah yang terjadi. Aku benar-benar merelakanmu untuk Jongwoon hyung. Aku tidak bisa menyakitinya dengan mengatakan bahwa kita sudah berpacaran." Siwon menceritakan semuanya pada Kibum. Dia tidak peduli lagi apakah Kibum mendengarkannya atau tidak.
"Kau tahu, Siwon? Hatiku sakit saat itu. Apakah kau juga memikirkan perasaanku saat itu?" tanya Kibum terdengar perih. Malam ini dia benar-benar mengeluarkan semuanya. Dia pun sedang menatap pedih pada namja di sebelahnya.
"Aku tahu! Dan kau tahu, aku jauh lebih sakit." Siwon menahan sebentar perkataannya sebab air matanya tidak bisa ditahan lagi. " Aku harus melihatmu dengan Jongwoon hyung, aku harus berpura-pura bahagia saat Jongwoon hyung dengan bahagianya menceritakan tentang perasaannya padamu, tentang kencan kalian, dan tentang semua hal tentangmu. Kau tahu, aku juga merasakan sakit di hatiku."
Kibum terhenyak mendengar luapan rasa sakit Siwon tentang masa lalu mereka.
"Dan kau tahu? Saat ulang tahunmu, rasa sakit itu makin mencekikku karena apa yang kuperbuat malah membuatmu dan Jongwoon hyung yang harusnya bahagia juga ikut merasakan sakit. Saat aku mengejar Jongwoon hyung dan ingin meminta maaf padanya, dia kecelakaan di depan mataku. Kau tahu? Dia bahkan harus mengulang dua tahun lagi karena kecelakaan itu mengharuskannya keliling dunia untuk berobat." Siwon kembali menahan kata-katanya saat dilihatnya Kibum makin terkejut. " Dan saat aku tahu kau juga pindah sekolah ke Amerika, aku semakin merasa bersalah. Delapan tahun kehidupanku, aku habiskan dengan menyalahkan diriku sendiri atas segala kebodohanku. Aku memang bodoh. Karena itu aku mohon maafkanlah aku, Kibummie." Ucap Siwon lagi sambil menundukkan badannya ke arah Kibum.
"Nggg" Kibum bingung. Dia benar-benar tidak mengira bahwa Siwon menyimpan rasa sakit yang lebih dari dirinya. Dia menatap Siwon yang masih membungkuk. "Aku, aku memaafkanmu. Berhentilah membungkuk seperti itu." ucap Kibum akhirnya.
"Benarkah? Gomawo." Kata Siwon sambil tersenyum ke arah Kibum. "Apakah aku juga punya kesempatan untuk mencintaimu lagi?" tanya Siwon lagi.
"Eh?" Kibum terkejut. Apakah ini pernyataan cinta seorang Choi Siwon pada Cho Kibum? "Engg, i-itu. M-mungkin kalau kau bekerja keras." Ucap Kibum terbata-bata sambil menggigit bibir bawahnya salah tingkah.
"Baiklah, aku akan membuatmu kembali mencintaiku." Ucap Siwon yang kini kembali ceria. Dia kembali menyalakan mobilnya dan mulai menjalankannya sebelum suara Kibum menginterupsi.
"Kau masih mau membawaku ke hotel?" tanya Kibum polos.
"Hahaha, kau percaya? Ckckck, tidak ku sangka orang sejenius kau bisa tertipu juga. Hahaha" tawa Siwon sambil memegang perutnya. Setelah menangis kini dia bisa menertawakan orang lain ckckck.
"Ya! Kau menipuku? Kau tidak akan pernah mendapatkanku!" ucap Kibum ketus lalu membuang muka kesal.
"Oh ya? Sepertinya sekarang pun aku sudah mendapatkanmu. Hmm?" goda Siwon pada Kibum. Kibum sedikit bergetar mendengar ucapan Siwon. "Aku hanya bercanda. Aku akan mengantarmu pulang. Kajja!" ucap Siwon lagi sambil mulai menjalankan mobilnya menuju kediaman keluarga Cho.
"Untunglah, aku pikir dia serius." Kata Kibum dalam hati sambil menghela nafas lega. Dia memasang senyuman manisnya sambil melihat keluar jendela mobil.
.
.
.
"Aku kok gugup begini sih!" ucap Sungmin sambil mengeratkan tangannya yang saling menyatu.
"Min, yang harusnya gugup kan kami. Kenapa kau yang gugup berlebihan seperti itu?" Kyuhyun menatap gemas pada yeojachingunya yang masih bergetar di sampingnya.
"Benar kata Kyu, Min. Kan yang ikut lomba kami, kenapa kau yang gugup?" Eunhyuk menimpali sambil menatap heran ke arah Sungmin. Donghae di sampingnya sudah tertawa tertahan melihat Sungmin yang gugup.
"Minnie unnie, jangan malu-maluin keluarga kita dong! Hihihi" Wookie ikut menimpali sambil cekikikan melihat kakaknya.
"Tenanglah Sungmin-ah." Yesung ikut menimpali.
Ya, sekarang enam cast utama kita sedang menunggu hasil lomba yang akan dibacakan. Sungmin yang sejak tadi berdoa berulang kali agar teman-temannya bisa memenangkan perlombaan, tetap saja gugup mendengar MC yang mengumumkan pemenang masing-masing lomba hari ini. Aneh memang. Karena Sungmin sama sekali tidak mengikuti lomba apapun tapi kenapa dia yang gugup? Padahal kelima orang yang mengikuti lomba di sampingnya hanya santai-santai saja. Sepertinya kelima orang tadi yakin sekali mereka akan menang. Ckckck!
"Baiklah, sekarang saya akan membacakan pemenang kompetisi dance. Juara ke-3 adalah Paran High School. Lalu, juara ke-2 adalah Seoul Art High School" suara sang MC menggema diikuti oleh tepuk tangan meriah dari penonton. Sungmin menghela nafas lega. Sedangkan kelima orang di sebelahnya masih santai. "Dan juara pertama adalah..."sang MC menahan suaranya membuat Sungmin kembali menahan nafas tegang. "SM High School. Selamat kepada para pemenang dan diharap maju ke atas panggung untuk menerima hadiah." Ucap Sang MC.
"Yeey! Kalian menang. Hyukkie-ah, Hae-ah, selamat ya?" ucap Sungmin sambil melompat senang seakan-akan dia yang memenangkan lomba itu.
"Ne, Minnie-ah. Gomawo. Kajja, Hae!" Eunhyuk tersenyum pada Sungmin dan segera menarik Donghae naik ke panggung.
"Gomawo, noona!" Donghae pun tersenyum senang pada Sungmin sambil menyusul langkah Eunhyuk ke atas panggung.
Donghae dan Eunhyuk lagi-lagi membawa kemenangan untuk sekolah mereka. Meskipun sebelumnya mereka sempat mengalami masalah tetapi semuanya tetap berjalan lancar bahkan mereka memenangkan hadiah pertama. Mereka mengangkat piala yang mereka dapat tinggi-tinggi. Bangga sekali!
Setelah HaeHyuk kembali ke tempat mereka, Sungmin kembali tegang. Karena MC sedang membaca pemenang lomba menyanyi.
"Sekarang, lomba yang terakhir yaitu lomba menyanyi. Pemenang ketiga adalah Sunkyokyuu High School, lalu pemenang kedua adalah Kyungsung High School. Dan pemenang pertama adalah..." lagi-lagi sang MC menahan kata-katanya membuat semua orang yang ada di situ menjadi tegang.
"Min, kau mau bertaruh?" bisik Kyuhyun pada Sungmin yang sibuk menahan nafas menunggu kata-kata sang MC.
"Eh? Bertaruh?" tanya Sungmin masih bingung.
"Kalau sekolah kita menang, kau harus menciumku di bibir. Bagaimana?" tawar Kyuhyun.
"Kalau kalah?"
"Kau boleh meminta apapun padaku." Kata Kyuhyun lagi.
"Baik." Kata Sungmin tak takut. Dia pun kembali menatap sang MC yang masih senang mengerjai para penonton. Sedangkan Kyuhyun menyeringai menatap Sungmin. Dia sangat yakin akan menang lagi tahun ini.
"Siapkan dirimu, chagiya!" batin Kyuhyun sambil terkekeh.
"Dan pemenang pertama adalah..." sang MC lagi-lagi menahan kata-katanya *mau ku timpuk juga nih MC*. "Pemenangnya adalah...SM HIGH SCHOOL!" teriak MC itu nyaring membuat semua orang ingin melemparnya dengan sepatu. "Bagi semua pemenang harap naik ke atas panggung."
Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun.
"Aku tunggu hadiahku Min." Ucap Kyuhyun sebelum pergi menyusul YeWook yang sudah berjalan ke panggung.
"Bodohnya aku." Ucap Sungmin menyesal.
Setelah menerima hadiah itu, mereka pun hendak kembali ke rumah masing-masing.
"Kajja, Hyukkie-chagi. Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Donghae dengan ceria sambil menarik Eunhyuk menuju sepeda motornya yang terparkir.
"Sampai jumpa besok, Minnie, Kyu, Yesung oppa, dan Wookie." Ucap Eunhyuk pada empat orang yang ada di situ. "Ya! Hae, pelan-pelan jalannya." Eunhyuk memukul punggung Donghae yang menjalankan sepeda motornya dengan kencang.
"Ayo pulang, chagi!" ucap Yesung lembut pada Wookie dan dibalas anggukan antusias dari Wookie. Wookie melingkarkan tangannya manja ke lengan Yesung sambil mengikuti langkah Yesung.
"Mereka kenapa? Tumben mesra banget" Kyuhyun menatap heran ke arah pasangan YeWook yang sudah berjalan duluan di depan mereka.
"Ayo kita pulang juga, Kyu." Ajak Sungmin sambil melangkah menyusul YeWook.
"Min, tunggu! Kau belum menepati janjimu." Kata Kyuhyun membuat Sungmin menghentikan langkahnya. Dia menghampiri Kyuhyun lalu berjinjit dan mencium bibir Kyuhyun sekilas.
"Sudah kan?" kata Sungmin hendak berbalik melangkah lagi namun tangan Kyuhyun menahannya. "Apa lagi, Kyu?"
"Kita tidak jadi kencan, Min?" tanya Kyuhyun dengan wajah sedih.
"Eh?" Sungmin pun berpikir sebentar dan baru menyadari bahwa dari tadi mereka berdua terlalu sibuk mempersiapkan lomba hingga tidak sadar bahwa kencan mereka terbengkalai.
"Padahal aku sudah susah payah membuat Kangin ajusshi agar tidak ikut hari ini." ucap Kyuhyun dalam hati.
"Mi-mianhae Kyu. Aku lupa kalau kita kencan hari ini. Apa kau mau pergi sekarang? Kita kencan di taman dekat kompleks rumah kita saja, bagaimana?" usul Sungmin. Dan dibalas anggukan senang oleh Kyuhyun. Yang penting kencan pikirnya.
"Kajja, Min!" Kyuhyun melangkah antusias sambil mengenggam tangan Sungmin. Sungmin pun tersenyum sambil mengikuti Kyuhyun.
DRRT DRRT
DRRT DRRT
"Ponselmu bergetar juga, Min?" tanya Kyuhyun saat merasakan bukan hanya ponselnya yang bergetar.
"Iya. Umma menelepon." Kata Sungmin masih menatap Kyuhyun.
"Ummaku juga menelepon. Ada apa ya?" Kyuhyun menatap Sungmin namun Sungmin hanya mengangkat bahu tidak tahu. Mereka pun mengangkat telepon itu masing-masing.
Kyuhyun Side
"Yeoboseo, umma! Ada apa?" ucap Kyuhyun malas pada ummanya dari seberang telepon.
"Cepat pulang Kyu! Umma sedang ada di rumah sekarang. Ada yang umma dan appa ingin bicarakan padamu." Kata Heechul dari dalam telepon.
"Eh? Apa penting, umma. Aku mau kencan dengan Minnie dulu ya?"balas Kyuhyun.
"Penting. Kau pilih pulang sekarang atau kau tidak akan pernah kencan dengan Sungmin selamanya?" ancam Heechul.
"Ya! Umma jahat sekali." Umpat Kyuhyun tanpa takut sama sekali.
"Apa katamu? Cepat pulang! Atau kau benar-benar tidak akan bertemu lagi dengan Sungmin! TUT" Heechul memutus sambugan telepon secara sepihak.
"Issh, umma benar-benar mengganggu." Kyuhyun mengutuk ponsel di tangannya. "Haah, batal lagi kencan dengan Minnie-ku." Gumam Kyuhyun nelangsa.
Sungmin Side
"Yeoboseo, umma!" ucap Sungmin sopan.
"Chagi, cepat pulang ya? Appa dan umma ingin bicara penting denganmu." Kata Leeteuk dari seberang telepon.
"Tapi, umma" Sungmin ingin menolak karena dia sudah berjanji akan kencan dengan Kyuhyun.
"Min, kau tahu kan appamu tidak mau dibantah?" Leeteuk berkata lembut saat tahu Sungmin seperti akan menolak.
"I-iya umma. Aku akan segera pulang." Ucap Sungmin agak sedih.
"Baiklah, chagi. Umma tunggu di rumah ya? Annyeong! TUT" sambungan telepon pun terputus. Sungmin menatap ponselnya sebentar sebelum memutuskan untuk membatalkan kencannya lagi hari ini.
Author Side
"Min" "Kyu" ucap mereka bersamaan setelah menerima telepon dari umma masing-masing.
"Kau duluan saja, Min" kata Kyuhyun mempersilahkan. Wajah mereka tampak sedih.
"Ngg, itu, umma menyuruhku cepat pulang. Jadi..." Sungmin tidak tega mengatakannya pada Kyuhyun.
"Aku juga. Sepertinya kencan kita harus ditunda lagi. Hahaha!" sambung Kyuhyun mengerti arah pembicaraan Sungmin.
"Eh? Kau juga disuruh pulang? Heechul ahjumma sudah pulang ke Seoul?" tanya Sungmin heran.
"Sepertinya begitu. Ayo pulang! Daripada kita dilarang bertemu untuk selamanya, lebih baik aku menunda kencan kita hari ini." kata Kyuhyun sambil mengusap rambut Sungmin lembut.
"Ne. Kajja." Sungmin mengangguk. Lalu menggenggam tangan Kyuhyun lembut.
Kyuhyun pun membalas genggaman tangan Sungmin. Mereka berjalan pulang bersama sambil tersenyum ceria.
Semoga senyuman itu memberikan pertanda yang baik bagi hubungan mereka selanjutnya.
TBC
Cuap-cuap Author
Akhirnya chapter ini selesai juga *pijit-pijit leher yang pegel* Bagaimana? Semuanya bahagia kan? Chapter ini khusus Author POV hehehe. Mungkin chapter depan akan jadi last chapter kekeke. Tunggu saja deh.
Sekali lagi saya mohon maaf atas keterlambatan meng-update semua ff saya. Saya benar-benar sibuk. Apalagi insiden ketelannya ATM saya di mesin ATM membuat saya galau selama beberapa hari. Saya tetap tidak bisa janji akan update cepat untuk chap depan ataupun untuk lanjutan ff lainnya. Tapi, saya tetap memohon kesabarannya.
Terima kasih buat semua yang masih menunggu ff ini ya? Semoga tidak mengecewakan dan dimohon RCL nya. Semuanya untuk menunjang kelanjutan ff ini. Arigatou gozaimashita! *lemparin oppadeul ke reader kecuali Kibum hanya milik saya kekeke* #dilempar sepatu sama Snowers sejagad raya.
000 KYUMIN IS REAL 000
Balasan Review:
AngelSJ: Tenang HaeHyuk gak bakal dipisahin kok. Author masih mau hidup *ngelirik HaeHyuk yang lagi ngasah pisau*. Maaf ya chap ini lama banget. Thanks sudah mau baca dan nunggu.
Honey ann: gak kacau-kacau banget kan? Hahaha, maaf lama update. Thanks masih mau baca.
leenahanwoo: makasih pujiannya dan makasih mau baca. Ini sudah update.
caxiebum: hahaha biarin aja tuh si Kyupil. Sekali-kali dia yang tersiksa. *dideathglare ma Kyu*. Makasih mau baca!
ressijewelll: makasih. Ini sudah dilanjut! Maaf kelamaan! Makasih mau baca.
Aya'kyu: ini sudah dilanjut. Thanks mau baca.
audrey musaena: salam kenal juga. makasih dah mau baca. Ini udah dilanjut. Jangan lupa baca.
Andhisa DhisaClouds: hehehe, maaf ya author lagi hobi nyiksa cast. Hehehe. Ini udah dilanjut, gimana? Maaf lama updatenya.
cho soo ah: hehehe, author gak nangis cuma galau kekeke. Ini udah dilanjut maaf kelamaan. Thanks mau baca.
Buat semua yang suka atau sempat membaca fanfic ini terima kasih banyak. Terutama buat yang ngereview saya sangat berterima kasih atas review yang anda berikan.
ARIGATOU GOZAIMASHITA! *deep bow*
