Apocalypse : Road to Evolution
Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine
Rate: M
Pair: Naruto x …
Warning : Don't Like, Don't Read. Not Perfect. R&R.
Summary : Dia yang berjalan bergandengan tangan dengan kegelapan, dia tidak lagi hidup dibawah pelukan dingin kematian. Dia yang kembali dari bayang-bayang kematian akan memulai jalan menuju kemuliaan. Dia akan membenahi garis orang-orang yang disayanginya.
Chapter 10 : Kepergian.
Amarah, salah satu dari tujuh dosa besar. Semua manusia memilikinya, dititik dimana kesabaran seseorang mencapai batasnya, amarah akan meledak. Bahkan terkadang dengan munculnya satu dari tujuh dosa besar ini kehancuran dapat tercipta.
Saat ini terlihatlah seperti apa dampak dari amarah manusia, puluhan bahkan ratusan orang yang kini tengah menyerbu gedung yang ditempati oleh Naruto untuk beristirahat. Makian dan kata-kata kotor mereka lontarkan, beberapa bahkan berani untuk berusaha mendobrak pintu yang tertutup rapat selama dua hari ini.
Didalam, Naruto hanya dapat mengerutkan keningnya mendengar caci maki yang masuk kedalam telinganya. Sirzechs berusaha menjelaskan apa yang terjadi padanya, setiap detail yang terjadi kala dia tengah dalam keadaan koma. Bahkan, Naruto tak sempat untuk menjelaskan apa yang terjadi padanya namun dia percaya jika Shikamaru telah mengatakan pada semuanya apa yang terjadi padanya.
Setelah selesai apa yang Sirzechs jelaskan Naruto hanya mengangguk mengerti, dan dia hanya melontarkan satu pertanyaan, "Lalu, apa yang terjadi dengan mayat serangga diluar?"
Ahh~
Team yang dibawa Naruto sebelumnya baru ingat dengan seperti apa kekuatan Naruto. Dia membutuhkan mayat serangga untuk memanggil makhluk yang dapat membantunya untuk bertarung. Sirzechs, Serafall, dan yang masih belum mengerti seperti apa kekuatan Naruto hanya dapat menatap kearah para anggota team Naruto.
"Kami sudah membuangnya, beberapa bahkan kami bakar." Setelah mendengar penjelasan dari Baki, Naruto hanya dapat membuang nafas panjang. Setelah cukup lama untuk tidak memanggil bala bantuan dari dunia lain bahkan anggota team Naruto sendiri lupa akan seperti apa gunanya para serangga diluar sana.
Naruto berdiri, membuka lembar Bibelnya dan menarik Night Lightning dari sana. Beberapa orang yang tek mengetahui apa yang difikirankan Naruto mundur beberapa langkah. Naruto menatap Sirzechs dan berkata, "Mari urus orang-orang sialan diluar." Sirzechs berdiri dan mengangguk mengerti. Menepuk pundak Naruto dan angkat bicara.
"Jangan bunuh mereka semua, aku perlu beberapa budak untuk organisasiku." Naruto tertawa mendengar kata-kata Sirzechs. Hanya dia, hanya Naruto yang tertawa bahkan orang-orang yang ada dibelakang Sirzechs membulatkan matanya, Rias dan Sona bahkan berjengit terkejut mendengar kata-kata Sirzechs.
Serafall maju dan menarik tangan Sirzechs cukup keras, "Apa yang kau fikirkan, mereka manusia!" Naruto yang mendengar apa kata Serafall barusan mendengus keras dan menatapnya dengan sedikit mencemooh.
"Heh, kau masih tetap naif." Sirzechs mengangguk mendengar kata-kata Naruto. Dia tahu apa maksud Naruto, namun dia hanya takut jika fikiran mereka tidak sejalan. Bahkan jika di kiamat seperti ini manusia masih memperdulikan mereka yang lemah, dan berusaha melindungi mereka para manusia biasa tanpa suatu manfaat mereka sama saja dengan bunuh diri.
"Sera, dunia telah berubah jika kau ingin melindungi mereka para manusia biasa dan tak menerima suatu manfaat dari mereka kau akan kesulitan untuk bertahan dimasa sekarang." Mereka diam saat mendengar kata-kata Sirzechs, dia tak ingin menjadi suatu tirani, dia tak ingin usahanya untuk melindungi mereka hanya akan mendapatkan kata terima kasih dari mulut mereka.
Semua orang disana mulai sedikit mengerti seperti apa kerasnya dunia sekarang. Jika kau ingin hidup kau harus makan, jika kau ingin makan kau harus bekerja. Dunia tetap sama namun hukum di dunialah yang mulai berubah, bukan mereka yang kaya yang dapat memimpin namun sekarang mereka yang kuatlah yang dapat memimpin. Bagi mereka yang lemah jika kau ingin hidup kau harus berada di bawah mereka yang kuat.
Dan jika kau ingin berada dibawah mereka yang kuat, kau harus memberi manfaat, bekerja dan tak hanya bersembunyi di balik tirai.
"Kami para evolver akan melindungi para manusia biasa, namun jika mereka hanya ingin di lindungi tanpa berusaha bertahan hidup dan memberi kita manfaat apa yang kita terima? Kita mempertaruhkan nyawa untuk melindungi mereka namun mereka hanya dengan santai makan dan minum di bawah usaha kita? Bahkan mereka manusia yang melempar batu kala berlari lebih kuhormati daripada evolver yang hanya duduk santai dan memerintah!"
Kata-kata Naruto benar-benar tajam dan langsung membuka mata mereka. Semua orang diam kala mendenger kata-kata Naruto terlontar dari mulutnya. Naruto berbalik dan berjalan kearah pintu luar yang masih dipukul dengan keras oleh para korban selamat dari invasi serangga kemarkas militer ini. Seraya berjalan, Naruto membuka Bibel miliknya dan Shadow keluar berdiri dibelakang Naruto dengan seringai diwajahnya.
"Hoo, evolusi kedua.. Kau mengesankan, Master." Naruto mendengus pelan dengan senyum kecil di wajahnya saat dia menatap lurus jauh kedepan kearah pintu yang bergetar didepannya. Dia menarik Night Lightning di punggungnya, petir hitam mulai menyelimuti tangan kanannya menimbulkan suara gemrisik keras.
"Melewati batas benar-benar sulit dan menyakitkan bukan, Shadow?" Shadow menyeringai saat mendengar ucapan Naruto. Naruto tersenyum kecil dan melesat kearah pintu didepannya, setelahnya dia menendang dengan keras kearah pintu tersebut membuat pintu terlepas dari engselnya dan terlempar jauh diikuti oleh orang-orang yang berada di dekatnya.
Semua orang disana tercengang saat melihat apa yang terjadi, beberapa orang mati karena tendangan kuat Naruto barusan dan beberapa sisanya menerima luka disertai dengan beberapa tulang yang patah. Naruto menatap kearah orang-orang yang memiliki ekspresi tercengang di wajah mereka, dengan perlahan tapi pasti Naruto mulai mengeluarkan aura membunuh dari tubuhnya membuat suhu di sekitarnya menurun dengan perlahan.
Tekanan yang dia timbulkan membuat punggung semua orang disana basah oleh keringat, bulu di lengan semua orang berdiri akibat niat membunuh dan tekanan yang dikeluarkan Naruto. Mereka semua mulai melangkah mundur berusaha menjauh dari Naruto, namun Naruto mulai melangkah maju dengan setiap langkah niat membunuh Naruto pun juga meningkat begitu pula dengan tekanan yang semua orang rasakan.
"Bajingan mana yang memulai semua ini." Suara Naruto pelan dan dingin namun dapat di dengar oleh semua orang disana. Salah satu orang disana meneguk ludahnya dan melangkah maju, tangannya yang bergetar mulai terangkat menunjuk kearah salah satu puncak gedung tinggi yang ada dimarkas militer.
"Pa..Para pe...petinggi yang menyuruh ka..kami untuk melakukan i...ini." Naruto mendengar suara yang dipenuhi teror dari pemuda itu. Dibelakang Naruto para evolver dan beberapa anggota militer yang setia dengan Sirzechs dan Serafall terkejut dengan apa yang dikatakan pemuda tersebut. Pandangan dingin Naruto beralih menatap kearah jendela puncak yang ada disalah satu gedung dimana di sanalah biasanya para petinggi berada.
Kini, Naruto mulai mendengar umpatan dari para anggota militer yang ada dibelakangnya. Naruto mendengus pelan dan mulai mengacungkan Night Lightning miliknya lurus kearah leher pemuda didepannya yang kini mulai bergetar ketakutan. Bagi mereka, Naruto kini lebih menakutkan daripada para serangga di luar sana, tatapan dinginnya bagai menarik mereka kedalam jurang tanpa dasar, aura membunuhnya bagaikan menusuk kedalam tubuh mereka, dia bagaikan dewa kematian yang siap mengambil nyawa semua orang yang berhadapan dengannya.
"Lalu, mengapa kau menuruti perintah mereka." Pemuda ini bisa dibilang pemberani, walaupun ditekan dengan teror dari Naruto didepannya dia tak terjatuh walaupun seluruh tubuhnya terasa melemah. Dia meneguk ludah untuk kesekian kalinya, bibirnya mulai mengering bahkan sampai lidahnya terasa kaku, wajahnya memucat dengan keringat yang mulai mengalir didahinya, dia jelas sangat ketakutan.
"Kami... Kami didorong oleh... oleh be..beberapa militer, ji..jika tidak ka..kami akan di..dibunuh." Pemuda ini hampir menyentuh batas kelelahan fisik dan mental dibawah serangan niat membunuh serta tekanan dari Naruto. Namun dia dengan gigih melawannya, berusaha untuk bertahan. Naruto mulai menelusuri seluruh tubuh pemuda didepannya, matanya mulai jatuh kekaki kiri pemuda itu, dia melihat sedikit kain kasa yang melilit kakinya mengintip keluar dari balik celana panjangnya.
"Luka apa yang kau miliki dikakimu." Kata-kata Naruto menimbulkan pertanyaan di benak para evolver di belakangnya. Pemuda tadi merasakan sedikit keterkejutan pada dirinya kala mendengar pertanyaan Naruto barusan. Dia masih berusaha menstabilkan tubuhnya dan menjawab.
"Ini luka da...dari besi yang...yang terlempar saat a...aku bertarung de...dengan monster saat itu." Mata Naruto masih tetap dingin saat menatap kearah pemuda didepannya, dia menurunkan Night Lightning miliknya. Bagaikan meminum segelas air dingin di tengah gurun pasir yang panas, pemuda tersebut merasakan tekanan ditubuhnya berkurang saat Night Lightning milik Naruto tak lagi berada di depannya.
"Siapa namamu."
"Konohamaru, namaku Konohamaru." Pupil mata Naruto sedikit membulat saat mendengar jawaban pemuda didepannya.
Naruto berbalik dan menatap kearah Asia. "Sembuhkan bocah ini." Beberapa orang disana terkejut mendengar kata-kata Naruto. Walau demikian tekanan disana masih terasa kuat. Konohamaru mengikuti isyarat Naruto dan berjalan kearah Asia. Kini tatapan Naruto beralih pada semua orang disana sebelum dia berkata.
"Shadow, bawa kemari para petinggi disana dan jika mereka menolak seret mereka!" Shadow mengerti, tanpa menjawab dia pergi bagaikan angin diikuti suara jendela yang pecah di gedung tempat para petinggi militer berada. Issei yang ada di dekat Naruto berjalan menghampirinya dan bertanya, "Apa yang kau fikirkan pada bocah itu?"
Naruto tetap diam dan hanya berkata, "Aku punya alasan tersendiri." Issei hanya dapat menghela nafasnya, dia mengerti tipikal seperti apa Naruto. Namun, dari balik itu semua Naruto memiliki sebuah alasan kuat mengapa dia ingin membawa Konohamaru dan repot-repot untuk meminta Asia menyembuhkannya.
Naruto tahu siapa Konohamaru dikehidupannya sebelumnya, sosok pemuda yang membangkitkan kemampuannya dengan terlambat namun, dia dapat mengejar level para evolver yang membangkitkan kemampuannya pada awal kiamat. Dengan kemampuan untuk merubah tubuhnya menjadi api dan mengendalikan api serta tehnik apinya, Konohamaru mendapatkan julukan sebagai Fire Spinning Konohamaru.
...
Seorang pemuda berwajah tampan dengan rambut pirang tengah berjalan santai dijalanan sepi daerah Tsukuba. Dia baru saja melemparkan sepeda yang dia gunakan beberapa menit yang lalu kesisi lain jalan, sepeda miliknya remuk setelah bertabrakan dengan beberapa serangga yang menyerangnya. Beberapa luka terlihat dia beberapa anggota tubuhnya, pakaian yang dia gunakan ternodai dengan bercak darah kering dan dibeberapa bagian masih hangat.
Dibelakangnya berjalan santai seorang gadis berambut hitam, dengan perlahan tapi pasti dia mendekat kearah pemuda di depannya dan menepuk pundaknya. "Sepertinya waktu untuk sampai di Tokyo akan sedikit melambat." Dengan tangan yang dia gunakan untuk membersihkan kotoran yang ada di bajunya gadis tadi tersenyum kecil dan berucap.
"Mau bagaimana lagi, sepeda milikku hancur karena serangga yang kau bunuh sebelumnya." Pemuda tampan tersebut mendesah pelan sebelum mulai berjalan lagi bersama dengan gadis berambut hitam di sebelahnya. Dia memasukkan tangannya kedalam kantung celananya dan mengambil sebuah Insect Core berwarna biru yang sedikit gelap dan menyodorkannya pada gadis disampingnya.
Melihat apa yang diberikan pemuda tadi gadis tersebut tersenyum manis, "Terima kasih." Tanpa menunggu lama gadis tadi menyerap Insect Core yang diberikan pemuda tersebut dengan wajah gembira. Pemuda tersebut tersenyum ramah menjawab ucapan gadis tadi, dia mengambil sebotol air mineral dan meneguknya cepat.
"Haahhh... Semoga mereka berdua tetap bertahan."
"Ya, mau bagaimana pun kita berempat teman saat kecil dan impian kita adalah untuk berpetualang bersama, bukankah kejadian ini memberikan kita kesempatan untuk berpetualang, hihihi." Bagaikan tanpa beban gadis tadi tertawa dengan tangan yang menutupi mulutnya. Disisi lain pemuda tadi tersenyum dan menatap kearah depan menuju sebuah penunjuk arah yang memperlihatkan arah menuju Tokyo.
"Semoga mereka masih dapat bertahan dan memiliki kekuatan seperti kita saat ini." Gadis disampingnya hanya mengangguk, tatapannya jatuh pada tempat yang sama dimana pemuda tadi melihat. Pemuda disampingnya menarik pedang yang muncul setelah hentakan pelan di aspal dibawahnya, menatap lurus pada beberapa serangga yang muncul setelah beberapa manusia berlari kearah mereka.
"Jika mereka selamat dan memiliki kekuatan, tekanan yang kami rasakan mungkin akan berkurang, kita dapat bertarung bersama dan berpetualang bersama Rias, Sona."
...
Disini, di depan sebuah gedung di arena markas militer berdiri Naruto dan teamnya menatap kearah 8 petinggi militer yang sebelumnya di seret oleh Shadow untuk menemui Naruto. Mereka sama sekali tak memasang ekspresi takut walaupun keringat masih tetap mengalir dan ekspresi kaku terpampang jelas di wajah mereka.
Di bawah tekanan yang di pancarkan Naruto bahkan orang-orang yang ada di belakang mereka masih bergetar ketakutan, namun tidak untuk para petinggi ini.
Tatapan Naruto tajam, di sisinya Sirzechs memasang ekspresi keras di wajahnya. Dia kesal dengan apa yang terjadi sebelumnya, terlebih pengakuan Konohamaru yang membuat darahnya mendidih. Apa yang harus mereka pertanggung jawabkan? Apa salah mereka sampai para petinggi memerintahkan semua orang untuk meminta mereka para evolver di sini keluar dan mempertanggung jawabkan semuanya?
Mereka, para evolver disini dan para militer berusaha semaksimal mungkin untuk menghadang para serangga yang menyerang. Untuk korban? Itu kesalahan diri mereka sendiri bukan?
Naruto maju satu langkah, Night Lightning dia tancapkan di tanah dan menembusnya dengan mudah. Dia menatap satu persatu para petinggi di depannya. "Apa mau kalian?" Pertanyaan pertama dari Naruto kepada para petinggi di depannya. Untuk beberapa detik para petinggi ini hanya diam tanpa sepatah kata pun terucap, tekanan yang di keluarkan Naruto mulai meningkat.
Salah satu petinggi menatap kearah Naruto dengan sedikit garang dan senyum mengejek dia tunjukkan. "Mau kami? Apa kau tak melihat berapa korban yang berjatuhan saat serangan para serangga, berapa anggota militer yang mati di perut para serangga? Pertanyaannya, mengapa mereka datang? Apa kau tak berfikir jika kalianlah akar masalah ini? Jika kalian tidak datang kemari apa para serangga itu tak akan menyerang?"
Kata-kata dari petinggi tadi sedikit membuat para gerombolan Naruto yang sebelumnya mulai marah-marah pada Naruto sedikit mengerutkan kening mereka. Apa yang mereka dengar sebelumnya sama sekali tak sama dengan apa yang di katakan petinggi ini barusan. Beberapa orang yang ada di belakang Naruto mengepalkan tinju mereka dan para anggota militer yang percaya pada Naruto sedikit goyah.
Disisi lain Naruto hanya memasang ekspresi dingin di wajahnya, tatapannya lurus pada petinggi yang mengungkapkan kata-katanya barusan. Salah satu petinggi lainnya maju satu langkah dan mulai angkat bicara, "Benar, apa kau tak merasa bertanggung jawab dengan musibah ini? Ya, memang kami menang tapi berapa korban jiwa para anggota militer? Apa kau tak melihat kerugian yang kami terima dari serangan mereka?"
Naruto yang mendengarnya kini menyungging senyum kecil, mempertajam tatapannya, "Kau fikir aku peduli?" Kata-kata yang terlontar dari mulut Naruto membuat semua orang di sana tersentak, hanya Shikamaru, Kakashi, dan Issei yang masih tetap dengan ekspresi mereka. Mereka tahu seperti apa sifat Naruto setelah Kiamat ini datang, perubahan sikap Naruto sangat amat jelas tetapi ketiganya sudah terbiasa dan sudah mulai mengerti.
Naruto sudah berkata pada saat mereka berada di Universitas sebelum mereka pergi untuk menuju supermarket sebelumnya, jika dia tak peduli dengan kehidupan para manusia biasa, karena mereka hanya akan menghabiskan makanan yang tersedia seperti saat ini. Namun, alasan semuanya bukan karena Naruto benar-benar tak peduli pada mereka, dia hanya ingin semua orang berusaha untuk menjadi lebih kuat.
Naruto benar-benar menghormati siapapun yang berusaha untuk mempertahankan kehidupan mereka, bertarung bersamanya. Namun, dengan apa yang di lakukan oleh para petinggi ini benar-benar membuat Naruto membenci mereka. Jika sebelumnya dia hanya akan diam dan membuat para petinggi di sini untuk bertahan dan tahu posisi mereka di Kiamat ini namun sekarang?! Dia tak akan segan membunuh mereka.
"Kau fikir aku peduli dengan kehidupan para manusia biasa seperti kalian? Dengar..." Naruto menatap ke-8 petinggi yang berdiri di depannya saat ini, dia memasang ekspresi mengejek di wajahnya.
"...ku tekanankan sekali lagi jika dunia saat ini berbeda dengan yang sebelumnya, sekarang adalah masa dimana yang kuatlah yang berkuasa bukan mereka yang memiliki banyak uang dan bawahan! Dan kalian..." Naruto menunjuk kearah ke-8 petinggi di depannya, berhenti sebentar dan mulai melanjutkan perkataannya.
"...Ya benar kalian memiliki banyak bawahan, tapi apa? Mereka manusia biasa, militer yang kalian miliki kebanyakan adalah manusia biasa dan bahkan para evolver yang ada di pihak militer sekarang berada di bawah kepemimpianan Sirzechs! Apa yang bisa kalian lakukan hah?! Kau ingin memimpin para evolver? Bangunlah kalian brengsek! Tak ada orang kuat yang ingin menjadi bawahan para orang lemah!"
Kata-kata yang di lontarkan Naruto benar-benar tajam dan berhasil menusuk para petinggi di depannya, tubuh mereka bergetar karena amarah bahkan beberapa dari mereka mengeratkan kepalan tangan mereka sampai kuku-kuku mereka memutih. Shadow yang berdiri di belakang Naruto mendengus kecil namun seringai kejam muncul di wajahnya.
Mengapa? Dulu, Naruto masih lah seorang bocah yang lemah kala dia berhasil men'summon Shadow, namun Shadow menghormatinya sebagai master karena pengetahuan, ketenangan, dan karena dia mempercayainya dan semuanya tak membohonginya. Pemuda yang dulu sering bertarung bersamanya dan selalu dia lindungi dalam beberapa hari kini berubah menjadi seorang evolver tingkat dua. Walau baru saja dia di promosikan namun aura yang dia keluarkan benar-benar telah berubah.
Shadow senang karena dia juga mendapatkan manfaat dengan meningkatnya kekuatan masternya.
Salah satu petinggi maju kedepan, "Tarik perkataanmu bocah! Kau fikir aku tak bisa menjatuhkanmu hanya karena kau seorang evolver?!" Naruto yang mendengar umpatan dari salah satu petinggi di depannya hanya dapat tertawa, dia kembali menancapkan Night Lightning miliknya.
"Ayo! Ayo maju sekarang! Bunuh aku! Ayo bunuh aku!" Naruto merentangkan kedua tangannya kesamping memberikan ruang pada petinggi di depannya. Orang tadi menggeram pelan dan melesat kedepan berusaha melemparkan pukulan pada Naruto. Saat pukulan petinggi tadi hampir menyentuh Naruto, Naruto menghindar sedikit kesamping kiri membiarkan petinggi tadi melewatinya.
Naruto berputar dan menangkap kepala petinggi tersebut kebelakang, tarikan Naruto berhasil membuat suara tulang patah yang dapat di dengar oleh semua orang di dekatnya. "Woo... Woo... Maaf pak tua, aku tak tau kau serapuh itu." Naruto mengangkat kedua tangannya keatas setelah melepaskan kepala petinggi yang kini terjatuh ketanah dengan suara cukup keras, tubuhnya bergetar beberapa saat dan berhenti seketika. Dia sudah tak bernyawa.
Semua orang di sekitarnya hanya dapat terkejut saat melihat apa yang terjadi. Mereka tak percaya jika Naruto dapat membunuh seorang manusia bahkan tanpa berkedip, di tambah lagi dia memberikan sedikit ejekan padanya.
"Kau! Kau bajingan! Monster!" Salah satu petinggi yang ada di belakang Naruto berteriak keras, menarik sebuah pisau militer dari sisi belakangnya, berlari kedepan dimana Naruto memunggunginya berusaha menusuk kearah punggung Naruto. Naruto tahu dan dia menghindar kesamping dengan lincah di ikuti dengan gerakan kaki kanannya dimana lututnya menyerang langsung kearah ulu hati sang petinggi.
Walaupun seorang anggota militer yang berpengalaman namun musuhnya kali ini bukanlah seorang manusia biasa. Serangan dari lutut Naruto berhasil membuatnya memuntahkan darah segar dan membuatnya terlempar beberapa langkah kebelakang. Dia jatuh terduduk dengan kedua tangan dia gunakan untuk memegang perutnya, pisau di tangannya telah terjatuh dan di pungut oleh Naruto.
"Apa pendidikan militer tak mengajarkan jika kau ingin menyerang dari belakang di haramkan untuk berteriak dan membuat suara keras?" Naruto melempar-lemparkan pisau di tangannya tanpa memperdulikan tatapan sekitar. Kala Naruto bersiap untuk melemparkan pisau tadi kearah petinggi yang kini hanya dapat meringkuk kesakitan sebuah tarikan pelan dia rasakan di belakangnya.
"Sudah cukup Naruto-niisama, jangan membunuh seseorang lagi." Di belakangnya Asia menatap kearah Naruto dengan sedikit ekspresi kekhawatiran. Pandangan Naruto beralih pada orang-orang yang ada di belakangnya, mereka menatap kearah Naruto dengan ekspresi yang beragam. Naruto menghela nafas dan menepuk kepala Asia dengan lembut.
"Kau harus mulai terbiasa dengan hal ini Asia, dunia berbeda, dunia kini keras dan brutal."
"Ta..Tapi, tapi..." Kala Asia ingin angkat bicara sebuah tepukan pelan dia rasakan di pundaknya.
"Benar apa kata Naruto, saat ini hanya hal-hal mudah seperti ini yang akan terjadi namun di masa depan semua akan berubah Asia. Kau harus mulai terbiasa, jika kau tak membunuh kau lah yang akan di bunuh." Sebagai sesama wanita Anko adalah orang yang dapat mengerti perasaan Asia, walaupun dia memiliki sedikit kelainan jiwa namun Anko dapat tahu perasaan yang di rasakan mantan muridnya ini.
"Baiklah, Anko-sensei." Naruto melihat Asia yang sudah tenang, namun niat membunuhnya sama sekali tak menurun walaupun dia sudah kehilangan minatnya untuk menghabisi petinggi ini.
"Anko-san, mengapa kau tak mengikat mereka dan membiarkan ularmu bermain dengan mereka? Mungkin hal ini akan sedikit menyenangkan bagimu?" Anko sedikit tersentak kaget mendengar kata-kata Naruto barusan namun seringai kejam muncul di wajahnya. Berkebalikan dengan ekspresi Anko, ekspresi ke-7 petinggi yang masih hidup kini memucat sempurna bahkan mereka berusaha melarikan diri namun ular-ular milik Anko lebih cepat daripada langkah kaki mereka.
Semua korban yang berusaha melawan para evolver semuanya memiliki ekspresi ketakutan, beberapa berusaha kabur namun Naruto biarkan mereka begitu saja. Tak akan ada yang dapat keluar dari markas militer ini hidup-hidup bahkan para anggota militer terlatih.
Naruto berbalik dan berjalan kearah Kakashi, dia menatapnya sebentar dan menyungging senyum kecil di wajahnya. "Kakashi-niisan, kuserahkan sisanya padamu jika kau ingin membunuh semua orang yang membelot melawan kita bunuh mereka, mereka tak berguna. Tapi sepertinya menyerahkan pada sampah itu pada Sirzechs akan lebih baik, jadikan mereka budak untuk menjadikan mereka pembantu di organisasi mungkin hal baik."
Sirzechs yang mendengar penuturan Naruto tersenyum kecil. Dia takut pada Naruto, di usianya yang masih terbilang muda dan di awal Kiamat ini dia dapat menjadi pribadi yang menakutkan. Dia keras dan bertangan besi, entah karena hal apa Sirzechs memiliki rasa ketakutan padanya. Walau demikian Sirzechs percaya jika Naruto memiliki niat baik di baliknya.
Naruto meneruskan langkahnya, dia berhenti di samping Konohamaru yang hanya dapat tertunduk diam di dekatnya. Kakinya telah sembuh sepenuhnya setelah menerima perawatan Asia.
"Kau, ikut denganku." Naruto hanya berucap tiga kata setelah menunjuk Konohamaru.
...
Kini di dalam salah satu ruangan Naruto duduk berhadapan dengan Konohamaru. Di samping Naruto terdapat Shikamaru, Kakashi, Issei, Kirito, dan Asia yang tengah berbincang santai. Di samping Konohamaru Sirzechs dan Serafall bersama saling menunggu apa yang ingin Naruto perbincangkan dengan Konohamaru. Dia juga ingin berbicara beberapa hal dengan Serafall dan Sirzechs saat itu juga.
Setelah menarik nafas pelan Naruto mulai menatap kearah Konohamaru yang mengalihkan tatapannya dari mata Naruto. Ada sedikit rasa takut disana kala dia kembali mengingat tekanan yang di keluarkan Naruto beberapa saat yang lalu. Dalam seumur hidupnya, Konohamaru sama sekali belum pernah merasakan tekanan yang begitu kuat, bahkan tekanan yang di keluarkan kakeknya sama sekali tak dapat di samakan dengan tekanan yang Naruto keluarkan.
"Mulai hari ini kau ikut denganku." Setelah sekian lama menunggu hanya kata-kata seperti itu sajalah yang keluar dari mulut Naruto. Wajah Konohamaru sedikit memucat dengan keringat yang membasahi dahinya. Mereka semua tak mengerti maksud kata-kata Naruto barusan, namun mereka memilih diam.
"Mengapa?" Walau sedikit bergetar karena takut Konohamaru memberanikan dirinya bertanya pada Naruto akan alasan apa dia harus mengikutnya. Pertanyaan Konohamaru barusan mewakili semua orang yang ada di ruangan ini.
Tak satu orangpun di ruangan ini tahu apa yang ada di benak Naruto karena mereka semua merasakan jika Naruto di penuhi hal yang misterius, dari mulai berubahnya sikapnya dahulu sampai hal-hal mengejutkan yang sering mereka lihat selalu mengitari Naruto, bagaikan dia adalah protagonis dalam Kiamat ini.
"Konohamaru atau bisa ku panggil sebagai Sarutobi Konohamaru, cucu dari Sarutobi Hiruzen pemimpin salah satu kota di Jepang ini, apa aku salah?" Penjelasan singkat Naruto sukses membuat semua orang di ruangan ini terkejut. Siapa yang tak mengenal Sarutobi Hiruzen di Jepang? Bahkan banyak pemimpin suatu negara menghormati nama orang tersebut.
Salah satu pemimpin wilayah yang di 'Istimewakan' di Jepang sebagai wilayah yang di bebaskan dalam urusan Politik. Wilayah yang di pimpin Hiruzen adalah wilayah dengan keamanan dan kekuatan terbaik di Jepang dalam hal militer, bisa di bilang elite militer di seluruh Jepang sangat menginginkan memasuki keanggotaan militer yang ada di bawah pimpinan Hiruzen ini.
Bahkan sebagai pemimpin suatu wilayah kemampuan militer yang di miliki Hiruzen tak dapat di pandang sebelah mata. Tak adanya kejahatan di dalam wilayah yang di pimpin kakek tua itu membuat wilayah tersebut berhasil membuatnya daerah teraman. Di tambah lagi suburnya tanah di sana membuat semua daerah lainnya di Jepang iri, namun pemimpin di wilayah tersebut di ambil dari warga daerah tersebut.
Mereka yang terkuat, tercerdas, terbaik dalam segala bidang akan di seleksi dan di ambil sebagai pemimpin tersebut. Jadi, Hiruzen adalah orang terbaik dalam masanya. Wilayah tersebut bernama Konoha.
Konohamaru yang masih terkejut dengan apa yang di katakan Naruto hanya dapat terdiam dalam beberapa saat, informasi tentang siapa dia, keturuanan siapa dia semuanya di sembunyikan dengan sangat amat rapat. Tak ada seorang pun yang berani membocorkannya tanpa izin dari kakek tua tersebut, namun kini Naruto mengatakannya bagaikan hal tersebut bukanlah sebuah masalah besar.
"Ba-Bagaimana kau tahu?!" Naruto hanya tersenyum kecil saat mendengar pertanyaan Konohamaru yang sudah dia ketahui sebelumnya. Naruto tahu jika Konohamaru pasti akan bertanya akan hal tersebut jadi dia sudah mempersiapkan jawabannya.
"Kau tahu siapa orang tercepat di Konoha?" Konohamaru memasang ekspresi berfikir dengan sedikit terkejut. Semua orang diam karena tak satupun orang di sana tahu jawaban dari pertanyaan tersebut, bahkan Sirzechs dan Serafall yang notabenenya adalah anggota militer yang tahu seperti apa seluk beluk militer di Konoha walau tidak dalam keseluruhan, namun pertanyaan Naruto barusan sedikit membuat mereka berfikir keras. Orang tercepat di Konoha?
"Apa itu Kiiroi Senkou? Uzumaki Minato?" Kata-kata polos Konohamaru membuat Naruto tertawa keras di ikuti dengan keterkejutan semua orang yang ada di sana. Bahkan Shikamaru dan Issei yang sudah mengenal Naruto sedari kecil masih terkejut saat mendengar tawa Naruto. Bukankah Minato adalah nama ayah Naruto? Tapi mengapa marga yang dia gunakan berbeda dengan Naruto yang adalah seorang Namikaze?
"Maaf, maaf, sepertinya kau masih kurang dalam pengetahuan di dalam wilayahmu sendiri Konohamaru..." Naruto menarik nafas panjang untuk beberapa kali dan mulai menjelaskan.
"...Nama marga Kiiroi Senkou adalah Namikaze, nama sebenarnya dia adalah Namikaze Minato di sebut sebagai orang tercepat di Konoha. Dia adalah ayahku..." Penjelasan singkat Naruto membuat semua orang semakin bingung? Mana yang benar? Namun di sisi lain Sirzechs ingat siapa Minato, di sempat berduel dengan orang tersebut dalam sesi latihan militer beberapa tahun yang lalu dan dia di buat babak belur dalam beberapa menit.
"...Pihak Konoha mengubah nama marga ayahku dan aku di Konoha, namun di luar Konoha kami dapat menggunakan marga kami yang sesungguhnya. Mengapa? Karena klan Namikaze bukanlah klan asli Konoha, dan di dalam wilayah Konoha hanya di perbolehkan tinggal bagi mereka yang sudah di akui sebagai pihak Konoha, bahkan Shikamaru, Issei, dan Kirito hanya mengenalku sebagai Namikaze dari klan Namikaze, dan mereka bertiga bahkan Kakashi-niisan sama sekali tak mengetahui jika aku dan ayahku berasal dari Konoha..."
"...Ayahku menikah dengan Kushina Uzumaki, putri dari petinggi di Konoha Arashi Uzumaki jadi bagaimanapun aku dan ayahku harus menyembunyikan identitasku yang sesungguhnya namun di masa ini aku tak peduli lagi dengan siapa aku dan dari keturunan mana aku, yang aku pedulikan sekarang hanyalah keselamatan Minato Namikaze dan Uzumaki Kushina, bukankah kau juga khawatir dengan kakek tua Hiruzen itu bukan? Konohamaru?"
Semua orang terdiam mendengar penjelasan Naruto. Kakashi yang sudah mengenal siapa ayah Naruto, Namikaze Minato dan ibu Naruto, Namikaze Kushina sama sekali tak mengetahui hal-hal tersebut, identitas mereka benar-benar dalam. Semua orang masih bergelut dengan fikiran mereka masing-masing. Namun beberapa saat kemudian Konohamaru berdiri dan menunjuk lurus kearah wajah Naruto.
"Ja-jadi kamu adalah Na-Naruto-niisama!" Naruto tertawa saat mendengar kata-kata Konohamaru, akhirnya dia ingat siapa dia.
"Kau ingat sekarang bocah!" Tubuh Konohamaru bergetar beberapa saat, dia ingat sosok pemuda yang dahulu sering dia bututi dan ikuti. Waktu dia kecil, Konohamaru sering bermain dengan Naruto yang sudah dia anggap sebagai bos dan kakaknya di Konoha. Menjelajah hutan untuk bermain dengan beberapa hewan-hewan kecil sampai hal yang paling tak pernah dia lupakan saat mereka menjahili Hiruzen saat dia dan pasukannya mencari keadaan Konohamaru dan Naruto.
Walaupun berakhir dengan pukulan di pantat keduanya mereka bahagia. Namun beberapa tahun setelahnya Naruto menghilang bagaikan di telan bumi, Konohamaru tak mengetahui kemana orang yang sudah dia panggil dengan sebutan kakak tersebut menghilang, bahkan sosok Naruko tak mengetahui kemana Naruto pergi.
Hal yang aneh adalah Minato ayah Naruto juga ikut menghilang. Namun, ekspresi khawatir tak terlihat di wajah Kushina dan Naruko bagaikan jika mereka tahu kemana orang-orang itu pergi dan tak ingin memberitahukan pada Konohamaru.
"Jadi? Apa kau ikut denganku, bocah?" Konohamaru diam beberapa saat sebelum kembali menatap kearah Naruto dan mengutarakan sesuatu.
"Tapi kau seorang Evolver dan aku...?" Naruto mendengus kecil, berdiri dan melemparkan jitakan pelan kearah kepala Konohamaru.
"Kau lupa siapa aku!" Konohamaru hanya dapat melontarkan umpatan penuh kekesalan pada Naruto, namun dia hanya menyeringai kecil mendengar kata-kata kotor dari Konohamaru. Disisi lain semua orang diam melihat hal-hal tersebut terjadi. Tak ada yang tahu seperti apa hubungan antara keduanya, yang mereka tahu Naruto dan Konohamaru bagaikan seorang saudara di masa lalu.
Setelah keheningan terjadi dalam beberapa saat akhirnya Konohamaru memilih keputusannya, "Baiklah, aku ikut." Naruto mengangguk puas mendengar jawaban Konohamaru, Naruto kembali duduk dan beralih menatap kearah Sirzechs untuk mengurus masalah yang harus dia selesaikan.
"Baiklah, urusan sebelumnya bisa kalian lupakan sekarang kita menuju suatu hal yang serius Sirzechs." Sirzechs dan Serafall mengangguk mengerti, walau mereka masih berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan identitas Naruto.
"Besok aku akan pergi kembali untuk mencari kedua orang tuaku, aku..."
"Tunggu! Kenapa kau pergi begitu cepat!" Kata-kata Naruto di potong oleh Serafall dengan suara tinggi. Entah apa yang dia fikirkan tapi apa yang di lakukan Serafall membuat Naruto membuang nafas panjang. Naruto menangkap satu emosi dari nada dan kata-kata Serafall, jelas dia ketakutan. Dia takut jika serangga kembali menyerang mereka.
"Tunggu sampai aku menjelaskan seluruhnya..." Naruto kembali membuka matanya dan menatap lurus pada Serafall dan Sirzechs secara bergantian. Keduanya mengangguk, Sirzechs masih tetap tenang seperti sebelumnya, disisi lain Serafall sedikit gugub, jantungnya berdetak lebih keras.
"...Aku akan pergi dengan Shikamaru, Issei, Kakashi, Kirito, Asia, dan Konohamaru. Aku membiarkan Anko, dan Chouji di tempat ini, biarkan mereka tumbuh bersama dengan organisasi yang kau bangun, walaupun Anko memiliki serangan yang kurang baik namun ular-ular yang dia keluarkan sangat bermanfaat dalam hal lain seperti untuk memata-matai dan serangan menyelinap, racun yang dia miliki tak bisa kalian anggap remeh..."
"...Disisi lain serangan dan pertahan Chouji adalah kuat, namun stamina yang dia miliki tak lebih besar daripada Anko, dia akan mudah lemah, jadi aku harap kalian dapat membimbing keduanya di dalam organisasi yang akan kalian buat, untuk orang-orangku yang sebelumnya sempat ku bawa kemari buat mereka agar berguna untuk organisasi kalian, aku tak peduli tapi perlakukan wanita yang bernama Ayame dengan sedikit baik, dia cukup membantuku di masa lalu."
Perkataan Naruto sedikit penjang, namun Sirzechs mengangguk menyetujui apa yang di katakan Naruto. Baginya dengan tambahan kekuatan dua orang evolver akan cukup baik, terlebih lagi Sona dan Rias juga adalah seorang evolver dan sempat di selamatkan Naruto lalu di bawanya mereka ketampat mereka. Kini di bawah kepemimpinan Sirzechs ada 11 orang evolver di pihaknya itu belum termasuk Sirzechs.
Setelah menjelaskan apa yang terjadi Naruto berdiri dan mengulurkan tangannya kearah Sirzechs, mengajaknya untuk berjabat tangan dan Sirzechs mengikutinya. Dia menjabat tangan Naruto dengan erat, senyum mengembang di wajah keduanya. "Kuharap di masa depan aku dapat bertemu denganmu lagi dan juga organisasimu, Sirzechs."
Sirzechs mengangguk mantab, "Saat kita bertemu kembali ku harap kita bukanlah musuh."
To Be Continue.
Hallo semuanya, R.T.E kembali lagi di chapter ke 10 ya, 10 kan?
Di chapter ini muncul lagi satu tokoh yang bisa di anggap langka, juga menjelaskan sedikit tentang siapa sih Naruto itu. Dia tetap anak dari Minato dan Kushina, tapi... Dia ternyata berasal dari tempat teraman di Jepang, waw.
Ada lagi nih dua orang yang muncul di tengah-tengah cerita, hmmm siapa mereka?
Anko sama Chouji di tinggalin, ada alesannya loh... Ntar author kasih tahu.
Ada yang mau kasih saran? Ntar, author mau bahas review dari para pembaca.
Ada yang nyuruh langsung dua chapter sekali update, anjay... Ku gak ada waktu sebanyak itu, hehe. Facebook? Sama kaya Penname saya, Hyrkn.
Apa hanya ada monster serangga? Engga dong, gak cuma itu, ntar gampang bosen lah, ada kok monster hewan, tumbuhan, bahkan Iblis ada ntar. Sedikit demi sedikit bakalan keluar, oh ya bakal ada monster tumbuhan yang perdana muncul, dia pohon Beringin wkwkwkw.. author kasih tau dikit.
The Dragon Shinobi kali wkwkw... Males buat nerusin, catetan ilang semua jadinya males nerusin.
Jurus baru? Ntar bakal lama keluarnya, dari segi tehnik bakal ada penambahan nanti.
Fanrir... Kalo langsung keluar dan dapet kaya armor yang kuat kan bakalan engga asik... dikit dikit lah, bahasa Jawanya (Mboko-mboko) wkwkw.
Organisasi sendiri buat para Evolver? Tentu aja bakalan ada dong, pemerintah nanti tetep bakalan ada... Buat gak peduli pemerinta? Pemerintah yang mana dulu ini.
Tumbal buat nge'summon, anjir tumbal :v Harus mati dalam keadaan tertentu, maksudnya tubuh makhluk tadi harus 80% ada. Ohh... Maksudnya Tamer? Ada kok, ntar juga bakalan keluar.
Musuh dari pihak Human? Pasti ada, ntar bakal ada satu musuh yang Author bikin dari Indonesia... Gimana? Hmmm? Hmmm? Nama, kemampuan, sama rahasianya sudah author tetapin tapi wkwkwkkw.
PAIR GAK MUNGKIN RIAS!
Summary yang membingungkan wkwkwkwkw.
Gak ada donasi-donasian, cuma becanda doang saya wkwkwkwkw jangan di anggep serius anjir :v
Raiser? Ntar bakalan ada jawabannya.
Tehnik baru Naruto sebagai Evolver tahap ke dua gak bakalan keluar dalam waktu dekat, jadi sabar aja ya... Orang pirang itu ayah Naruto? Ntar kejawab kok, di tunggu saja... Orang yang berevolusi setelah Naruto? Ada kok, di chapter kedepannya gak bakalan lama.
Buat seminggu sekali? Tergentung mood, keadaan, dan juga TUGAS... Tambah banyak tugas dari kampus anjir T_T Ingin ku teriak! Ingin ku menangis!
Dah, sekian jawaban dari para pembaca yang ada di kolom review, terima kasih karena terus memberi Support pada saya buat nerusin cerita ini.. Sedikit bocoran, Naruto mengembara sama temen-temennya, dan bakal ketemu dua orang yang salah satunya adalah sosok yang netral... dan salah satunya adalah sosok yang sama dengan Issei.. Siapa mereka? Tungguin yak... Ah tapi bukan di chapter depan wkwkwkwkwkwkwkwkwkwwkw...
Sekian bacod an dari saya, mohon tinggalkan kritik dan saran di kolom review.. Bye~
~Hyrkn Out~
