Fanfiction Akatsuki in Humor Season 2
Naruto Disclaimer Masashi Kishimoto
Genre : Humor, Parody, Friendship, etc.
Type : Semi Canon
Rate : K/K+/T/M
Main Cast : Akatsuki and friends
Main Pair : None
Place : All places in Boruto (Naruto The Next Generation)
Warning : Oc, Ooc, Au, Ar, At, No EYD and many mistakes anymore!
.
.
Chapter 10 Sensus Penduduk
.
.
Suatu hari yang dipenuhi dengan panas dinginnya cuaca.
(Emangnya cuaca bisa panas dingin tor?)
Bisa.
(Kayak lagi kena demam)
Emang!
Di dalam kediaman Akatsuki yang eksotis.
(Gelep maksudnya?)
Iya, cerewet banget. Baca aja jangan banyak tanya!
(Haaaaiikkk... #menunduk)
Tepatnya di lantai dua kediaman Akatsuki, di sebuah ruang tv. Terlihat Deidara bersama Sasori sedang menangis tersedu-sedu saat menonton sebuah drama ala Korea. Tetapi sayang tidak ada anggota Akatsuki yang menanggapi penderitaan yang sedang mereka rasakan, kecuali...TOBI.
"Tobi pulang..."
Si bocah autis alias si anak baik menurut yang bersangkutan.
(Kok gitu?)
Karena cuma Tobi sendiri yang menganggap dirinya anak baik, tidak untuk yang lainnya.
(Plak!)
Tobi terlihat memasuki kediaman Akatsuki bersama sang pohon kesayangan yang bisa berjalan dan makan nasi, siapa lagi kalau bukan Zetsu si hitam putih.
(Kayak salah satu acara di televisi swasta nasional ya tor?)
Eh elo banyak tanya ya! Dibaca aja dulu jangan banyak tanya!
#Author geram siapin sepatu hak tinggi 20cm buat dilempar ke asker.
(#diem)
Mereka berdua menaiki anak tangga menuju dapur yang berada di lantai dua untuk segera menumis kangkung yang mereka petik dari dalam hutan kematian.
(...)
Siap lempar. Arrrgghhhh!
(Kabooor)
Ruangan tv itu tepat bersebelahan dengan dapur di kediaman Akatsuki. Secara tidak langsung saat Tobi berserta Zetsu menuju dapur, otomatis mereka melihat Deidara dan Sasori yang tengah menangis tersedu-sedu.
Hal itulah yang membuat Tobi menjadi bingung sejadi-jadinya.
"Huhuhuhu..."
"Hieeksss.."
"Sroot!"
Baik Deidara dan Sasori berulang kali membuang ingus di lembaran tissue yang mereka ambil dari kotak tissue yang berada di atas meja di depan sofa. Begitu banyaknya lembaran tissue yang bertebaran di atas lantai, membuat Tobi segera berlari ala banci ke arah mereka berdua.
"Senpai...ada apa senpai?"
Tobi bertanya kepada kedua senpainya yang masih menangis itu.
Deidara dan Sasori tidak menjawabi pertanyaan Tobi, mereka hanya menunjuk sebuah drama di tv yang sedang mereka tonton. Tobi pun langsung menonton drama tersebut.
"DORR"
Tobi melihat adegan Deidara menembak kepala Sasori di drama yang ditayangkan pada tv layar datar berukuran 29 inchi.
"Heeeehh...?"
Tobi bingung, ia merasa ada yang aneh dengan kedua senpainya ini. Tobi segera mempercepat durasi drama yang diputar dan ternyata bisa karena itu sebuah DVD Original milik sang author tentunya.
Huehehehe...
#plak.
"Heeeehh...?"
Tobi bertambah bingung saat melihat scene Deidara meledakkan diri di dalam helikopter.
"BOOOOOMMMMM"
Sebuah ledakkan besar Tobi tonton sendiri.
"Huuufft..."
Tobi menghela nafasnya, ia berusaha bijak.
"Senpai, jadi senpai nangis karena ngeliat diri senpai mati di drama itu?" Tunjuk Tobi ke arah tv.
"Huaaa...huuaaa..."
"Srot!"
Keduanya membuang ingus sambil terus menangis.
"Eh senpai, kenapa kayak gitu aja nangis. Tobi aja tetap tegar walau di penghujung harus mati hanya untuk bertemu Rin." Ucap Tobi memberikan semangat.
"Yah tapi loe kan happy ending Tob, lah guee...huaaaa..." Deidara menangis lagi.
"Loe gak ngerti perasaan seorang pria yang mendalami drama ini Tob." Sasori ikut bicara.
"Sroot.."
Sasori membuang ingusnya lagi.
"Heeeehhh?"
Tobi masih bingung, tapi ia berusaha meresapi apa yang dirasakan kedua senpainya.
(Kalau bingung pegangan Tob...)
"Senpai Dedei...senpai Sasor..." Tobi bergantian menoleh ke arah keduanya.
"Gini aja deh, daripada galau bin dilema bin gabut jadinya mager. Gimana kalau kita makan tumis kangkung buatan Tobi. Tobi bawa kangkung banyak dari dalam sono (nunjuk ke arah hutan kematian Konoha). Kita makan bareng, kalau perut kenyang pasti gak akan galau. Ya, ya, ya..." Tobi membujuk keduanya agar menunggunya untuk menumis kangkung.
"Hem...boleh juga tuh Tob. Perut gue juga laper saban hari nangis liat nasib gue." Sasori tiba-tiba berubah roman wajah.
"Gimana Dei?" Tanya Sasori ke Deidara.
"Un, un... gue ngikut aja kalau gitu. Capek juga nangisin nasib, mending makan." Deidara kemudian mengelap seluruh wajahnya dengan tissue.
"Zetsu!" Deidara dan Sasori berteriak bersamaan saat melihat Zetsu yang tengah berpatung di dekat tangga.
"Cepet bersihin tissue-tissue ini." Seru Deidara sambil bertolak pinggang.
Zetsu hanya diam saja tidak menjawab.
"Jangan kayak emak-emak kebakaran jenggot Dei ngomongnya. Kayak gue nih.
Zetsu chan, tolong dibersihkan ya sampahnya..." ucap Sasori pake logat putri Solo.
(Emak-emak kebakaran jenggot? Sejak kapan emak-emak punya jenggot Sasori?)
Zetsu hanya bisa mengangguk dan tak melawan, sedang Tobi tiba-tiba menjadi tak enak hati sendiri terhadap pohon kesayangannya itu.
.
.
.
Sore hari...
Kesemua anggota Akatsuki berkumpul, mereka diminta pak RT setempat untuk mengisi data sensus.
Alhasil mereka duduk melingkari meja makan yang berbentuk persegi. Lalu kemudian mengisi lembar biodata itu.
Dimulai dari...
-Itachi
Nama : Itachi
Nama lengkap : Uchiha Itachi
Nama ganteng : Uch Uch Ita
Nama beken : Pahlawan dalam bayangan
Umur : 21 tahun kalo gak salah inget
Alasan tinggal di Konoha : Karena emak bapak gue juga tinggal di sini
.
-Kisame
Nama : Kisame
Nama lengkap : Hoshigaki Kisame
Nama ganteng : Blue Samehada
Nama beken : Hiu bakar
Umur : Gue dari jenis ikan yang gak bisa ngitung tanggal, jadi abaikan.
Alasan tinggal di Konoha : Ikut ayang Ita
Itachi segera melirik ke arah Kisame dan mengaktifkan Mangekyo Sharinggan.
"Ampun Ita...eh Itachiii...gue bercanda!" Kisame ambil langkah seribu.
.
-Hidan
Nama : Hidan
Nama lengkap : Gue kagak punya marga jadi Hidan aja
Nama ganteng : Hidan si maskulin boy
Nama beken : Hidan Jashin
Umur : Gue gak sempet ngitung umur, karena sibuk ritual.
Alasan tinggal di Konoha : Ikut Akatsuki no Baka
Pain melirik ke arah Hidan saat Hidan menyebut organisai yang diketuainya dengan sebutan "baka". Ia kemudian mengarahkan tangannya ke arah Hidan.
"Tunggu Pain..." Hidan mencoba membujuk
"Shinra Tensei!" Pain mengeluarkan jutsu andalannya. Hidan pun terkena jutsu Pain.
"Swwwinnngggg..." Hidan kemudian melayang di udara.
.
-Kakuzu
Nama : Kakuzu
Nama lengkap : Kakuzu titik
Nama ganteng : Kakuzu pria berhijab
Nama beken : Kakuzu mata duitan
Umur : Sekitar 100 sd 200 tahun
Alasan tinggal di Konoha : Cari duit buat beli sesuap nasi dan sebongkah berlian
.
Pain
Nama : Yahiko
Nama lengkap : Yahiko Pain
Nama ganteng : Pain muka tindik
Nama beken : Pain mesum
Umur : Gue masih muda, paling 35an umur gue.
Alasan tinggal di Konoha : Tempat paling nyaman buat mesum. Eeeitsss, maksudnya tempat paling nyaman buat tinggal.
(Pain salah ngomong, maafkan ya...)
.
-Nagato
Nama : Nagato
Nama lengkap : Uzumaki Nagato
Nama ganteng : Nagato rambut merah
Nama beken : Si kurus kering
Umur : Beda setahun dua tahunlah sama Yahiko
Alasan tinggal di Konoha : Pengen deket sama Uzumaki Naruto
(Ciiieee...ciieeee)
.
-Konan
Nama : Konan
Nama lengkap : Konan
Nama ganteng : Akuh wanita, nama cantik mommy Akatsuki.
Nama beken : Konan Origami
Umur : Sama kayak Pain atau Nagato
Alasan tinggal di Konoha : Menemani Pain dan Nagato
.
-Sasori
Nama : Sasori
Nama lengkap : Akasuna Sasori
Nama ganteng : Sasori saus tiram
Nama beken : Sasori kugutsu
Umur : Sama kayak Pain, kalo gak salah. Tapi muka gue abg banget. Pasti pada ketipu sama muka gue, ya kan? #Pede
Alasan tinggal di Konoha : Di Konoha banyak pohon yang bisa gue jadiin boneka Kugutsu, kalo tinggal di suna pasir semua. Gak bisa dibuat boneka, karena keahlian gue buat boneka dari kayu bukan dari pasir.
.
-Tobi
Nama : Tobi
Nama lengkap : Uchiha Obito
Nama ganteng : Obito
Nama beken : Tobi si anak baik
Umur : Tobi gak inget kapan lahir senpai, Tobi juga gak inget kenapa bisa segede ini... jadi Tobi gak tau berapa umur Tobi sekarang senpai...#sedih
(Kami ikut sedih Tob, hieekksss...)
Alasan tinggal di Konoha : Konoha the best place!
.
-Deidara
Nama : Deidara
Nama lengkap : Deidara
Nama ganteng : Deidara Chibbi
Nama beken : Un Dei Dei
Umur : 19 tahun, termuda di antara anggota Akatsuki yang lain.
Alasan tinggal di Konoha : Ingin mengalahkan Uchiha
Para Uchiha segera mengaktifkan Mangekyo Sharinggannya dan mengarahkan ke Deidara.
.
-Zetsu
Nama : Zetsu
Nama lengkap : Zetsu Hitam Putih
Nama ganteng : Venus Fly Trap
Nama beken : Lidah buaya
Umur : eerrrr...errrr...
Alasan tinggal di Konoha : Wasiat oppa Madara
.
.
.
Nah begitulah Akatsuki saat mengisi biodata sensus penduduk yang diminta RT setempat.
Bagaimana menurut pendapat kalian?
Data sudah lengkapkah?
.
.
.
Tbc
.
.
.
A/n : Terinspirasi dari salah satu author senior Akatsuki.
