Chapter 10
"A-apa?" Wajah Sehun bersemu merah saat merasakan lidah basah Baekhyun menyentuh lehernya.
"Apa kau akan memberikan darahmu jika aku memintanya?" bisik Baekhyun dengan nada sensual seraya memandang wajah Sehun lekat.
Deg Deg Deg
Tanpa sadar mata Sehun terpaku pada mata indah Baekhyun. Ia seolah terhipnotis saat menatap mata Baekhyun dan tak melawan sedikitpun.
"Aku bisa menunjukan padamu perasaanku yang sebenarnya kapanpun kau mau," rayunya seraya membelai pipi Sehun dengan lembut.
"Sesungguhnya aku juga akan menerima perasaanmu, juga darahmu," ucap Baekhyun seraya menunjukan taringnya dan siap menancapkannya ke leher Sehun.
"Itu, yeoja itu! dia yang menyerang kami!" seru seorang namja yang datang bersama dua orang polisi.
'Cihh sial!' umpat Baekhyun dalam hati. Gagal sudah rencananya untuk meminum darah Sehun.
"Permisi! tadi kami menerima laporan, sebenarnya kami tak mempercayai ini, tapi mereka bilang kau yang membuatnya seperti ini? apa itu benar?" tanya salah satu polisi itu seraya menunjuk dua namja yang tergeletak tak jauh darinya.
"Itu benar! biarpun dia terlihat seperti malaikat tapi dia itu kuat seperti monster," ucap namja itu seraya menuding kearah Baekhyun.
"Aku tak ada disini waktu kejadian itu, tapi dia bilang mereka yang terlebih dahulu mengganggunya," ucap Sehun kepada polisi itu. Tentu saja ia lebih mempercayai ucapan Baekhyun dari pada namja itu.
'Huhh,' desah Baekhyun dalam hati dan menghembuskan nafasnya kasar.
"Kejamnya, bagaimana aku yeoja yang lemah bisa melawan tiga namja kuat seperti mereka," ucap Baekhyun seraya menunjukan wajah sedihnya.
Blush
Kedua polisi itu pun tampak bersemu melihat wajah memelas Baekhyun yang terlihat begitu menggemaskan itu.
"D-dia bohong, jangan dengarkan dia!" ucap namja yang datang bersama polisi itu seraya menunjuk kearah Baekhyun.
"Haha benarkah? kami mengerti sekarang kalau mereka benar-benar mengganggumu, dasar kalian bodoh!" dengan sengaja polisi itu memukul perut namja dengan sikunya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Baekhyjun seraya terkekeh pelan.
"Aww!" pekiknya saat siku polisi itu mengenai perutnya.
"Bagaimana kau bisa menyalakan yeoja yang tak bersalah atas keributan yang kau lakukan," tuding polisi itu seraya menatap ketiganya tajam.
"Aku bertaruh kalian bertengkar dan menuduhnya!" tuduh polisi yang satunya.
"Itu tak benar, dialah yang menyerang kami!" sangkal namja itu tak terima.
"Hentikan! atau aku akan menangkapmu karena fitnah," ucap polisi itu geram.
"T-tapi itu tak benar," Namja itu akhirnya menangis karena tuduhan tak berdasar yang polisi itu lancarkan untuk mereka. Meskipun benar Baekhyun lah yang menyerang mereka, tapi tetap saja mereka dahulu yang mengganggu Baekhyun.
"Tidak! aku melihat sendiri yeoja itu yang memukuli mereka," seru seorang namja paruh baya seraya menunjuk kearah Baekhyun.
"Apa ku yakin?" tanya polisi itu seraya mendekati namja paruh baya itu.
"Itu memang yang sebenarnya," ucap namja itu dengan sangat yakin.
"Kau melihat itu Ahjushi?! Hwaaa!" namja itu pun menangis haru seraya memeluk namja tua itu dengan erat.
"Iya iya aku melihatnya dengan kedua mataku," ucap namja paruh baya itu seraya menepuk pelan punggung namja yang memeluknya.
"Wow, dia memukulnya dengan sangat kasar, aku tak pernah melihat yeoja sekuat itu," ucap namja paruh baya itu takjub seraya melihat kearah Baekhyun.
"Emm, sebenarnya aku tak begitu percaya, tapi karena saksinya adalah orang tua, aku tak yakin dia akan berbohong, jadi untuk sementara lebih baik kau ikut kami," ucap polisi itu seraya memijit tengkuknya.
"Itu tak mungkin jika dia bisa memukul mereka!" seru Sehun tak terima saat polisi itu berniat membawa Baekhyun. Tanpa Sehun tau di belakangnya kini Baekhyun menunjukan aura suramnya.
"Sial! ini menjengkelkan," umpat Baekhyun yang menyujukan sifat aslinya.
"Kau lihat dia menunjukan wajah aslinya," pekik namja itu antusias.
Buagh!
Semua yang ada disana tampak terkejut saat Baekhyun memukul hidung namja itu begitu saja. Sepertinya dia benar-benar kesal saat namja itu tak sepenuhnya mengatakan kebenaranny.
Duagh!
"Kau namja br*ngs*k yang terlebih dahulu memggangguku!" umpat Baekhyuh seraya menendangi perut namja itu tanpa peduli ada dua polisi dan beberapa orang yang tengah melihatnya termasuk Sehun.
"Agh! tolong aku!" racau namja itu seraya melindungi kepalanya.
"Nona! kau tak bisa melakukan itu?" seru polisi itu panik seraya menghampiri Baekkhyun.
"Kau harus ikut kami," ucap kedua polisi itu seraya menahan kedua tangan Baekhyun.
"Lepaskan aku!" teriak Baekhyun seraya berontak hingga dia terlepas lalu segera berlari menuju mobil polisi itu dan berdiri di atasnya dengn wajah angkuh.
"Apa kalian yakin dua polisi itu bisa menangkapku?" tantangnya seraya menatap satu-satu semua yang ada disana.
Tap
Swuusssh
"Wah dia baru saja terbang, dia itu manusia atau monster?" pekik namja paruh baya itu seraya melebarkan matanya.
"Kekuatannya tak normal,"
"Dia menghilang begitu saja!" pekik dua polisi itu terkejut.
"Kau harus memberitahu kami semua hal tentang yeoja itu," ucap polisi itu pada Sehun yang terlihat sama terkejutnya dengan dengan semua yang ada di sana.
"Aku tak tau siapa dia, aku hanya tau namanya," sangkal Sehun kemudian. Dia memang mengatakan yang sebenarnya, karena dia memang benar-benar tak tau.
"Jangan mencoba menyembunyikannya dan katakan yang sebenarnya!" hardik polisi itu seraya menatap Sehun geram.
"Aku juga mau tau lebih banyak tentang dia!" seru Sehun dengan nada kesal menatap dua polisi itu.
000
"Apa mereka yeoja pilihan?" gumam Yifan seraya menatap yeoja-yeoja di bawah sana dari lantai atas klub itu.
"Ia Yifan-nim, aku mengundang yeoja paling cantik dari seluruh penjuru, tak hanya itu, keluarganya juga memenuhi syarat untuk di jadikan calon," ucap Hyunbin seraya tersenyum tipis.
"Akan ku pastikan dengan mencoba darah mereka," ucap Yifan seraya menunjukan senyum miringnya dan segera beranjak dari sana.
Sementara itu di taman menuju klub sepasang kekasih tengah berciuman mesra tanpa tau tempat.
"Sayang aku mencintaimu," ucap namja itu seraya memeluk pinggang yeojachingunya mesra.
"Yuhuuu manis sekali,"
"Hwaaaaa!" pekik keduanya terkejut saat Baekhyun berdiri tak jauh dari mereka berdua dengan posisi menyamping.
"A-apa itu? apakah dia gengster? cobalah untuk menakutinya," ucap yeoja itu seraya bergetar ketakutan.
"O-oke," namja itupun segera bangkit menuruti keinginan yeojachingunya dan berjalan mendekati Baekhyun dengan pisau lipat ditangannya.
"Aku punya pisau, jadi lebih baik sekarang kau pergi!" ancamnya seraya mengacungkan pisau itu kearah Baekhyun.
Baekhyun pun segera menoleh dan segera menunjukan senyum miringnya.
"Jadi kau mau memotongku dengan pisau itu?" tanya Baekhyun seraya menopang dagunya dengan tangan.
Trak
"T-tak mungkin, bagaimana aku bisa melakukannya pada yeoja secantik dirimu," matanya langsung terpaku pada wajah Baekhyun hingga tanpa sadar ia telah menjatuhkan pisau yang dipegangnya.
Set.
Tiba-tiba Baekhyun sudah berdiri di depannya dan mengalungkan tanganya dileher namja itu dengan ekspresi menggoda.
"T-tunggu sebentar! aku bilang padamu untuk menakuti gengster agar pergi, dan sekarang kau malah menggoda yeoja lain!" seru yeoja itu marah seraya menarik baju bagian belakang namjachingunya dengan kasar hingga tangan Baekhyun terleoas dari leher namja itu.
"Waaaa!" pekik namja itu terkejut.
"Hemm? Siapa buah labu ini?" tanya Baekhyun seraya mengerlingkan matanya kearah yeoja itu dengan senyum mengejek.
"A-apa? kau panggil aku APA?! DASAR YEOJA JALANG!" Harduknya seraya menjambak rambut panjang Baekhyun.
"Apa yang kau lakukan?!" namja itu pun segera menarik yeojachingunya dan mendorongnya hingga tersungkur ketanah. Sepertinya dia sudah dibutakan oleh kecantikan Baekhyun.
"Argh! kau mencoba melindunginya hanya karena dia cantik?" hardiknya seraya menuding namja itu.
"Diam! dasar kau labu!" ucapnya seraya menatap yeoja itu sengit.
"A-apa kau bilang?! Hwaaaa!" yeoja itupun segera berlari meninggalkan namja itu dengan menangis kencang.
'Cihh dia menganggap dirinya paling cantik,' gumam namja itu seraya menatap sengit punggung yeoja itu yang semakin menjauh.
"A-apa kau baik-baik saja?" tanyanya seraya menatap Baekhyun dengan mata berbinar.
"Huhu aku tak percaya kalau kau memilihku," ucap Baekhyun seraya mengalungkan tangannya pada leher namja itu.
"Yeah, jadi apa kau mau berkencan denganku?" tanya namja itu dengan binar mata penuh harap.
Baekhyun pun segera menunjukan smiknya mendengar apa yang namja itu katakan.
Swooosh
"Whaaa apa yag terjadi? kenapa tinggi sekali,"
Tiba-tiba Baekhyun sudah menarik belakang bajunya membawanya terbang dan menyelipkannya di batang bohon besar yang lumayan tinggi.
"Aarrrgh!" pekiknya kesakitan saat Baekhyun menjambak rambutnya dari belakang.
"Kau harusnya tau tempat! Huphf memamgnya aku mau pergi dengan orang sepertimu!" ucap Baekhyun seraya menatap namja itu bengis.
"Aaaaa, Seseorang tolong aku!" pekiknya saat Baekhyun memutar lehernya agar menoleh kearahnya.
"Hanya darah yang menarik bagiku! hanya itu!" ucapnya seraya mendorong namja itu hingga terjatuh.
"Arrgh!" untungnya namja itu sempat meraih batang bohon itu hingga membuatnya bergelantungan disana.
"Rasa darahmu terlalu buruk jadi lupakan saja," ucap Baekhyun seraya menginjak tangan namja itu dari atas batang pohon itu.
"Arrgh!"
"Apakah disekitar sini ada seseorang yang darahnya enak?" tanyanya seraya mengedarkan pandangannya dari atas pohon.
"Aaaaa! siapapun tolong aku!"
"Itu disana!" seru Baekhyun seraya menatap suatu tempat yang menarik perhatiannya dari atas pohon. Tak menunggu lama iapun segera terbang melompati beberapa pepohonan sebagai tempat tumpuan.
"Aaaa! sayang maafkan aku," ucap namja itu saat tubuhnya terjun kebawah. #namja yang malang.
0
0
"Di tempat ini aku bisa merasakan darah yang enak," gumam Baekhyun seraya menjilat bibirnya sendiri dan menatap bangunan di depannya penuh minat.
"Apakah kau mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta ini? tolong tunjukan undanganmu," ucap seseorang bertubuh kekar yang menjaga di depan pintu masuk.
"Aku bisa masuk sesuka ku," ucap Baekhyun seraya berjalan melewati keduanya.
"Kami minta maaf, tapi kami tak bisa membiarkanmu masuk tanpa undangan," seru penjaga itu seraya menahan bahu Baekhyun.
Baekhyun menunjukan senyum mautnya untuk menggoda mereka, karena biasanya itu sangat ampuh untuk dijadikan senjata. Namun sayang, nyatanya pipi mereka hanya bersemu merah dan tetap memegangi kedua tangan Baekhyun menahannya agar tak masuk kedalam.
'Jika kecantikanku tak bisa menggoda mereka, aku tak punya pilihan,"
Duagh
Duagh
Keduanya pun terkapar di tanah setelah Baekhyun menghajarnya.
"Hemm apa aku harus mengenakan baju pesta?" gumam Baekhyun saat dia bercermin di depan cermin toilet.
Cklek
Terlihat seorang yeoja manis baru saja keluar dari bilik toilet dan berdiri di depan cermin merapikan make up nya. Iapun segera menunjukan seringaiannya dan menghampiri yeoja itu.
"Hei!"
"A-aku?" tanya yeoja itu seraya menengok kearah Baekhyun.
'manisnya,' iner Baekhyun dalam hati.
"Lepaskan pakaianmu!" ucapnya seraya tersenyum manis.
"Apa?" seketika yeoja itu membulatkan matanya.
"Aku akan memberikan bajuku, jadi cepatlah,"
0
0
Klinting
"Wow," pekik seorang pelayang saat melihat Baekhyun memasuki ruangan pesta itu.
Gaun yang ia kenakan begitu cantik menyempurnakan penampilanya yang memang sudah berparas cantik itu. Dengan begitu anggun dia memasuki kawasan pesta itu membuat siapapun berdecak kagum dan penuh keterpesonaan saat melihatnya. Tentu saja dia mendapat gaun itu dari merampas yeoja manis di toilet tadi.
"Dengan menggunakan ini aku tak akan dicurigai sebagai seseorang yang merusak pintu kan?" gumamnya seraya berjalan menelusuri ruangan itu tanpa peduli pekikan kagum orang-orang yang melewatinya. Segera diraihnya segelas minuman di sana dan ditegaknya hingga habis.
"Wuah cantiknya,"
"Cantik sekali,"
"Sekarang bolehkan kita nikmati pestanya?" gumamnya seraya mengedarkan pandangannya mencari target yang pas untuk dijadikannya mangsa.
0
0
"Aaaaa!"
"Kyaaa itu Yifan!"
"Keren sekali,"
Terdengar pekikan beberapa yeoja yang menjerit histeris melihat kedatangan Yifan yang ikut bergabung di pesta.
"Aku sudah bilang untuk menikmati pestanya, tapi mereka tetap ingin menunggumu, Yifan-nim sepertinya mereka ingin dekat denganmu," ucap Hyunbin saat melihat kerumunnan yeoja-yeoja yang meneriakan namanya histeris.
"Yeah, jika ada dua puluh lebih yeoja yan datang sebaiknya kita mulai saja," ucap Yifan dengan nada serius.
"Aku sudah menyuruh yeoja pertama masuk ke ruangan, jadi kau bisa masuk sekarang Yifan-nim," ucal Hyunbin kemudian.
"Oke!" Yifan pun bergegas menuju ruangan yang dimaksud.
0
0
"Ah!" pekik seorang yeoja manis yang tengah duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Namamu?" tanya Yifan seraya mendekati yeoja itu.
"Aku Han Ji Hyeong, 17 tahun, sekolahku di-"
Yeoja itu tak melanjutkan ucapannya saat Yifan meletakkan jari telunjuknya di bibir yeoja itu.
"Jawab saja pertanyaanku," ucap Yifan seraya tersenyum tipis.
"Baik," ucap yeoja itu seraya tersenyum kikuk.
"Apa kau mau menjadi istriku?" tanya nya seraya menujukan senyum mautnya.
Blush
"I-itu jika kau mengizinkan," jawabnya dengan pipi yang bersemu merah.
"Tak penting apakah aku memperbolehkanmu atau tidak, apa kau bersedia memberikan apapun untukku?" tanyanya seraya meraih dagu yeoja itu dan memeluk pinggangnya mesra.
"J-jika aku menjadi istri Yifan, aku akan melakukan apapun," ucap yeoja itu dengan sedikit terbata.
"Perasaanmu, aku menerima semuanya," Yifanpun segera menunjukan taringnya dan mendekatkan wajahnya ke leher jenjang yeoja itu.
"Aaahh!" pekik yeoja itu keras. Tapi bukan karena gigitan Yifan, melainkan saat seseorang tengah menyentak bahunya dengan keras.
"Woow, C-canyeol?" pekik yeoja itu terkejut saat melihat namja tampan di belakangnya.
"Lupakan semua yang terjadi hari ini di sini dan tidurlah," setelah itu yeoja itupun tertidur di pelukan Chanyeol.
"PARK CHANYEOL! apa kau mau menentangku lagi?!" hardik Yifan seraya menatap Chanyeol tajam.
"Apa kau mau membunuh 20 yeoja dengan meminum darahnya?" tanyanya seraya merebahkan yeoja itu perlahan di atas sofa panjang.
"Kau bisa menjadi pemimpin yang baru, mengapa kau sampai melakukan hal tak berguna seperti ini?" tanya Chanyeol seraya berdecak pelan.
"Heh! yang ku inginkan adalah menjadi yang terkuat, lebih kuat dibandingkan kau, lebih kuat dibandingkan Appa," ucap Yifan seraya menunjukan smiknya.
"Tak mungkin untuk menjadikan istri manusia menjadi seorang vampire, dulu pun hanya ada beberapa yang berubah menjadi vampire," ucap Chanyeol mengingatkan.
"Tak mungkin? kalau tak salah ada seorang namja yang berubah menjadi vampire dan bertahan hidup, dia berubah menjadi vampire setelah kau meminum darahnya, pasti ada yeoja yang mempunyai kemungkinan yang sama," ucao Yifan seraya ngerlingkan matanya kearah Chanyeol.
"Lalu apa kau akan membunuh setiap yeoja sampai kau menemukannya? pada akhirnya kau hanya akan dipanggil pembunuh dan tak bisa menjadi pewaris selanjutnya,"
"Jangan membuatku tertawa, ketika aku menemukan istriku, aku akan menemukan kekuatan yang luar biasa dan tak akan ada yang bisa menghentikanku, sekalipun aku harus membunuhmu!" ucapnya seraya menunjukan smiknya lalu segera mendorong Chanyeol dengan mencekiknya hingga terbaring di atas lantai.
Tak mu menerima begitu saja Chanyeolpun ikut meraih leher Yifan sementara tangan yang satunya mencoba melepaskan tangan itu dari lehernya.
Brak
Diluar dugaan, Chanyeol berhasil mendorong Yifan hingga punggungnya menabrak dinding dengan keras.
"Uhuk Uhuk, Ughh! KAU INI! Aku benar-benar akan membunuhmu!" seru Yifan seraya mengacungkan sebilah pisau kearah Chanyeol. Ia benar-benar marah mendapati Chanyeol berhasil melepaskan diri dari cengkramannya. Ia merasa telah kalah hebat dari saudara tirinya itu, membuatnya benar-benar muak dan ingin membunuhnya.
"B-berita besar!" teriak Hyungbin menginterupsi keduanya.
"Chanyeol-nim?" ia mengeryitkan alisnya bingung saat Chanyeol ada disana.
"Ada apa?" tanya Yifan tak sabaran.
"I-itu, ada seorang yeoja yang membuat kekacauan besar di luar," ucapnya seraya menunjuk kebelakang.
"APA/Apa?" Chanyeol dan Yifan pun melebarkan matanya mendengar itu. Tak menunggu lama mereka pun bergegas keluar dari ruangan itu.
0
0
"Heh? kukira dia kuat ternyata sebaliknya," ucapnya seraya tersenyum puas karena sudah berhasil mengalahkan namja yang dulu pernah menyerang Jongin dan teman-temannya.
"Kau juga mau menyerangku?" tanyanya seraya menantang namja yang satunya.
"Hiyyaaa!"
Duagh
Bugh
Brak
Dalam sekejap namja itu ikut tersungkur dilantai bersama temannya itu.
"Dua namja itu tak ada apa-apanya," ucapnya seraya bercakak pinggang dan berdiri di atas meja.
"Woww mengalahkan dua jagoan kita dalam sekejap.
"Siapa sebenarnya Yeoja itu?" pekik Hyunbin daat mereka bertiga sudah sampai di tempat kekacauan itu.
'Byun Baekhyun?' gumam Chanyeol seraya melebarkan matanya saat melihat Baekhyun bertingkah bar-bar dengan berdiri di atas meja menantang siapapun yang ada di sana.
TBC
Baek belum jadi gigit hunhun, hehe, iya hidup Baek serem banget ya, ada alasan kenapa di bertingkah aneh.
Sampai disini dulu ya. Terima kasihbanyak buat reader yang masih setia meninggalkan jejak (T-T). Meskipun hanya kalian saja tapi aku senang sekali, saranghae :3
Sampai jumpa di Chap selanjutnya.
-Salam damai inchan88-
