How Great Is Your Love
Tentu saja Minhyun bersyukur memiliki Alpha sehebat Kim Jonghyun, Seorang Pure Alpha yang memiliki pribadi yang sangat baik, berjiwa pemimpin yang tinggi, tampan serta sexy. Tapi terkadang pribadi yang sangat baiknya itu membuat Minhyun kecewa dengan sang alpha.
#Omegaverse
Alpha :
Pure Alpha
Alpha
Omega :
Pure Omega
Omega
Beta :
Dominant Beta
Submissive Beta
Pairing :
Kim Jonghyun x Hwang Minhyun
Kang Dongho x Choi Minki
Ong Seongwo x Kang Daniel
Kim Jaehwan x Jung Sewoon
Im Youngmin x Kim Donghyun
.
.
.
"Jonghyun-hyungggg."
Jonghyun menghentikan kegiatannya memakai jaket saat Minki menubruk tubuhnya dengan pelukan.
"Waww, Minki. Ada apa? Tumben kau mau memelukku lebih dulu."
Omega bersurai blonde itu melepaskan pelukannya pada sang Alpha namun dia masih mengalungkan kedua lengannya dileher Jonghyun. "Kau tahu siapa yang mendapat peringkat pertama pada minggu ini?"
Jonghyun mengernyit bingung. "Pastinya Jihoon."
Omega yang memiliki nama panggung Ren itu langsung menggelengkan kepalanya. "Salah."
"Bukan Jihoon? Kalau begitu Samuel atau Daehwi."
"Salah juga hyunggg." Senyum Minki semakin melebar. "Trainee nomor satu minggu ini adalah Leader NU'EST! Kau, hyung."
Jonghyun membulatkan matanya mendengar ucapan membernya itu. "A-aku? Jangan bercanda Minki."
Minki mempoutkan bibirnya. "Tidak, hyung. Aku mengetahuinya dari Kwanghaeng-hyung. Jika tidak percaya kau tanya sendiri padanya."
Sebelum Jonghyun membalas ucapan Minki dia dikejutkan dengan datangnya sosok yang dibicarakan oleh Minki.
"Ini dia trainee peringkat pertama pada minggu ini, Kim Jonghyun." Ujar Kwanghaeng sambil mengacak rambut Jonghyun layaknya seorang Ayah pada anaknya.
"Hyung, kau tidak bercanda kan? Kalian berdua tidak sedang mengerjaiku kan?" Jonghyun masih tidak mempercayai ucapan dua sosok didepannya.
Kwanghaeng mendecih mendengar ucapan Jonghyun. "Untuk apa kita mengerjaimu, buang-buang waktu saja."
"Ja-jadi kalian serius?" Jonghyun memandang keduanya tidak percaya. "Aku berada diposisi pertama?" senyum penuh rasa syukur terukir dibibirnya.
Minki dan Kwanghaeng saling berpandangan, keduanya juga ikut bahagia dengan Jonghyun, Alpha didepan mereka ini pantas mendapatkan peringkat pertama.
"Alpha!"
Jonghyun langsung memandang kearah pintu saat ia mendengar suara kekasihnya, disana didepan pintu ada sosok kekasihnya dan Dongho tengah tersenyum lebar padanya.
Minhyun segera mendekati Alphanya dan memeluknya erat. "Kau berhasil. Selamat." Minhyun merasakan air mata menetes dimatanya.
Jonghyun menciumi leher putih Minhyun dan balas memeluk kekasihnya dengan erat. Dia melirik sekilas pada Dongho yang memberinya acungan dua jempol.
Kwanghaeng tersenyum melihat keempat sosok yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri itu dengan senyum bahagia, pantas saja pasangannya jarang pulang kerumah dan lebih memilih sering bersama dengan NU'EST karena mereka memiliki ikatan terindah yang pernah ia lihat seumur hidupnya. Persahabatan mereka tidak akan pernah terhapus dari sejarah.
"Besok kalian akan diberi libur selama empat hari. Kalian bisa kembali ke dorm kalian." ucap Kwanghaeng kepada keempatnya. "Lalu setelah itu kalian akan kesini lagi untuk babak eliminasi ronde kedua dan Concept Evaluation."
Minki membuka mulutnya tidak percaya. "Kita boleh pulang kedorm?"
"Empat hari?"
Kwanghaeng hanya mengangguk dan sukses membuat keempatnya berlompat-lompat tanda mereka bahagia. Mau enam tahun debut atau enam bulan, mereka tetaplah masih muda.
.
.
Seonho memeluk lengan Minhyun dengan erat, ekspresi wajahnya sudah manyun dan mau menangis. "Eommaaa."
Minhyun hanya menghela nafas melihat tingkah anak ayam yang selalu menempel padanya ini. Seonho itu anak ayam atau anak koala sih. "Seonho-ya, hanya empat hari kok. Setelah itu kita akan bertemu lagi."
"Tapi, Eommaaa. Seonho nanti kesepiann." Kini Seonho menarik-narik lengan Minhyun.
"Kan ada Guanlin. Kau bisa berlatih dengan Guanlin di CUBE." Ujar Minhyun mencoba melepaskan lengan Seonho, dia melirik sekilas pada Jonghyun yang sudah memakai jaket denim serta topi hitamnya, kekasihnya itu kenapa sangat tampan sih.
Seonho menggelengkan kepalanya dengan keras. "Guanlin-hyung itu rapper, Eomma. Aku kan vocalist seperti Eomma."
Minhyun mencoba untuk tidak memukul kepalanya sendiri karena ia pusing bukan main dengan sikap Seonho, benarkah dia seperti ini dulu? Sepertinya tidak.
Jonghyun bukannya membantu kekasihnya dia hanya berdiam diri sambil menyandarkan tubuhnya ditembok dan hanya memandang interaksi dua omega didepannya.
"Jonghyunnn." Minhyun memandang kekasihnya dan tatapannya sangat memohon untuk kekasihnya melakukan sesuatu, Minhyun ingin segera pulang kedorm mereka.
Dirasa sudah cukup melihat interaksi keduanya membuat Jonghyun segera melangkah mendekati keduanya. "Seonho-ah."
Mendengar suara sosok berwibawa yang sudah ia anggap Ayah kedua membuat Seonho langsung berdiri tegak. "Nde, Appa?"
Jonghyun tersenyum tampan dan mengacak rambut Seonho. "Kita berpisah hanya empat hari."
"Iyah, Appa. Aku tahu. Tapi aku akan merindukan Appa dan Eomma." Ujar Seonho kini memeluk Jonghyun.
"Saat kita kembali kita akan membawa banyak snack untukmu."
Minhyun tersenyum kecil pada keduanya. Jonghyun memang tahu kelemahan anak ayam itu.
Seonho langsung memandang Jonghyun dengan mata berbinar-binar. "Benarkah, Appa? Janji? Tidak bohong?"
Jonghyun mengangguk. "Janji."
.
.
Dongho dan Minki langsung menjatuhkan tubuh mereka disofa dorm yang sudah satu bulan lebih mereka tinggalkan, tubuh mereka lelah bukan main setelah duduk dimobil selama hampir dua jam.
Jonghyun membawa tasnya sendiri dan tas milik Minhyun lalu melemparkannya kesembarang arah di dorm mereka dan kakinya langsung menuju kamarnya sebelum teriakan kekasihnya menghentikannya.
"Yakkk! Apa ini!" teriak sang lead vocal memandang horror dorm mereka.
Dongho, Minki dan Jonghyun langsung menutup telinga mereka mendengar teriakan cetar milik sang lead vocal. Firasat mereka merasakan hal buruk.
"Jangan ada yang bergerak! Kita harus membereskan dorm malam ini juga!"
Dan firasat ketiganya memang benar terjadi.
"Tapi ini sudah malam." Erang Minki yang langsung dihadiahi tatapan maut Minhyun.
"Jangan ada yang membantah."
.
.
Dua jam kemudian akhirnya dorm mereka kini bersih mengkilat karena Minhyun menyuruh ketiganya untuk membersihkan sampai kesela-sela terkecil ruangan.
"Untung sebelum kesini kita berbelanja dulu." Ujar Minhyun bersyukur karena ia tahu bahwa kulkas didorm mereka pasti kosong.
"Jadi kalian ingin makan apa?" tanyanya pada Dongho dan Minki yang baru selesai mandi, dia sendiri adalah member pertama yang mandi setelah acara bersih-bersih dorm mereka selesai dan sekarang yang didalam kamar mandi adalah Leader mereka.
"Apapun asal tidak ada tomatnya."
Ketiganya langsung melihat sosok yang tiba-tiba saja sudah ada didapur dengan tatapan aneh.
"Aku pikir kau baru masuk ke kamar mandi lima detik yang lalu." Ujar Dongho mencemooh Leadernya.
Jonghyun tidak peduli dengan ucapan sang White Tiger –sudah terbiasa dibully oleh Betanya sendiri. Jonghyun dengan santai memeluk pinggang kekasihnya dari belakang. "Mau aku bantu memasak?"
Minhyun menggeleng. "Tidak usah, lebih baik kalian bertiga pergilah menonton tv. Selain Aron-hyung kalian bertiga tidak ada yang bisa diandalkan mengenai urusan dapur."
.
.
Minhyun memeluk tubuh hangat kekasihnya yang sudah berbaring dikamarnya, Jonghyun sebenarnya sekamar dengan Minki namun keduanya tidak pernah benar-benar tidur dikamar mereka, Minki suka tidur dikamar Dongho dan Jonghyun sendiri selalu ditarik Minhyun kekamarnya, jadi kamar mereka berdua hanya berisi pakaian-pakaian mereka berlima.
"Aku merindukan Aron-hyung."
Jonghyun mencium kepala Minhyun. "Bukannya baru satu jam yang lalu kita berkomunikasi dengannya."
"Aku tahu." Tangan Minhyun menyentuh dada sang Alpha. "Tapi aku tetap merindukannya."
"Satu bulan lagi dan kita berlima akan berkumpul kembali." Jawab Jonghyun menenangkan omeganya.
Minhyun mengangguk mengerti. "Aku ingin kita kencan." Ujarnya sambil memejamkan mata, dia sudah mengantuk.
Jonghyun tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. "Kalau begitu kita akan kencan."
Mata Minhyun membuka dengan lebar. "Benarkah?"
Sosok penuh wibawa yang disegani oleh banyak orang itu tersenyum tampan dan mencium pipi empuk kekasihnya. "Tentu saja. Sekarang tidurlah, kita akan berkencan agak siangan saja."
.
.
Minhyun membenarkan pakaiannya didepan cermin, memakai sweater abu-abu dengan calana hitam. Senyum tidak terlepas dari bibirnya. Hari ini dia dan Jonghyun akan berkencan. Minhyun membuang mengambil nafas dan membuangnya dengan perlahan, dia sangap gugup tentu saja. Tangannya sesekali membenarkan rambut kecoklatannya.
Tok Tok Tok
"Permaisuri Hwang, aku sudah menunggumu selama sepuluh menit. Apa yang kau lakukan didalam?"
Minhyun langsung mengambil dompet serta hp miliknya lalu berjalan menuju pintu namun sebelum ia benar-benar keluar, Minhyun sekali lagi bercermin untuk kesekian kalinya.
Minhyun gugup tentu saja, terakhir kali mereka berkencan yaitu saat tahun baru. Saat tahun baru kedua keluarga mereka bertemu dan melakukan liburan bersama, sungguh saat-saat yang indah.
Minhyun membuka pintu kamarnya dan langsung disajikan pemandangan seorang Kim Jonghyun yang memakai jaket denim hadiah darinya serta celana hitam dan jangan lupakan topi hitam hadiah dari kakak Minhyun.
Jonghyun dan Minhyun saling berpandangan dan memandangi pemandangan didepan mereka.
Jonghyun menampilkan smirk sexy nya saat melihat penampilan sederhana namun manis kekasih hatinya. "Aku berubah pikiran, bagaimana kalau kita hanya berkencan dikamar dan saling menjelajahi tubuh masing-masing?"
Mendengar ucapan nakal kekasihnya membuat wajah Minhyun memerah dan langsung memukul bahu Jonghyun. "Buang pikiran mesummu itu."
Jonghyun hanya tertawa lalu menarik pinggang Minhyun dan mencium bibir yang selalu menggodanya itu.
.
Jonghyun dan Minhyun menyenderkan punggung mereka dipintu masuk kereta yang baru saja tertutup, saat ini mereka menaiki kereta bawah tanah menuju Myundong. Keduanya setuju untuk menaiki kereta ketimbang mobil pribadi. Mereka berdua suka membaur dengan orang-orang.
Minhyun merasakan hp yang ada disaku celananya bergetar dan langsung mengambilnya.
From : Noona
Kudengar dari Minki kalian mendapatkan libur empat hari? Apa boleh kita berkunjung ke dorm kalian? Kita semua merindukanmu.
To : Noona
Nde, kami mendapatkan libur selama empat hari. Maaf tidak langsung mengabari kalian. Kalian ingin berkunjung? Silahkan saja, lagipula hanya ada Aku dan Jonghyun di dorm. Minki dan Dongho sedang ada di Jeju dirumah orangtua Dongho.
From : Noona
Baiklah, kita akan menggunakan kereta sore ini. Besok pagi mungkin kita akan sampai. Jonghyunie tidak pulang kerumah?
To : Noona
Apa aku perlu menjemput kalian? Tidak, dia tidak pulang. Aku tidak memperbolehkannya pulang, dia adalah yang paling lelah diantara kita berempat. Kim Eomma dan Kim Appa serta kakak-kakaknya juga besok akan datang. Sepertinya aku harus memasak yang banyak untuk besok.
From : Noona
Tidak usah, tadi Appa baru saja bilang kita akan memakai mobil pribadi tidak memakai kereta karena sepertinya akan banyak orang yang mengetahui kita adalah keluargamu. Baguslah kau tidak memperbolehkannya pulang, dia memang harus ada di dorm, dia terlalu bekerja keras. Ah, aku bersyukur memiliki adik ipar sepertinya. Berikan salamku untuknya.
To : Noona
Ok Baiklah. Hati-hati dan aku akan menyampaikan salammu. Berikan ciuman dan pelukan untuk Eomma dan Appa disana.
Minhyun melirik sekilas kekasihnya yang tampaknya sibuk dengan hpnya. Minhyun melirik sekeliling mereka dan sekilas ia melihat ada perempuan yang memasukan hpnya ketika Minhyun memandangnya. Minhyun langsung berpura-pura tidak melihatnya dan membenarkan masker serta earphonenya. Sepertinya hanya perempuan itu saja yang memfoto mereka karena disekelilingnya hanya ada orangtua dan orang-orang yang sibuk dengan hp mereka dan tidak mempedulikan keduanya.
Minhyun memandang kekasihnya yang tengah menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Minhyun tahu kekasihnya kelelahan namun ini salah Jonghyun sendiri yang menyetujui ajakan kencannya dan Minhyun sangat ingin kencan sekarang.
Minhyun menarik jaket denim kekasihnya dengan pelan. Jonghyun membuka matanya dan memandang kekasihnya dengan ekspresi penuh tanya.
"Eomma, Appa dan Noona besok akan datang. Ingatkan aku untuk membeli bahan-bahan dapur tambahan." Bisik Minhyun ditelinga kekasihnya dan hanya dibalas anggukan Jonghyun.
.
Jonghyun memandang gemas kekasihnya yang makan dengan lahap sehingga membuat pipinya yang sudah chuby semakin tambah chuby. Mereka berdua kini ada direstaurant langganan mereka, restaurant ini tidak besar namun tampak nyaman untuk melepas lelah. "Saat di PD101 kau bilang sedang diet. Kau berbohong, bukan?"
Minhyun memandang Alphanya dengan pipi yang menggembung karena banyaknya makanan yang ia masukan. Ia lalu mengangguk dengan muka polos.
Sang Alpha yang memiliki nama panggung JR itu terkekeh dan dengan santai mencubit kedua pipi kekasihnya. "Aishh, kenapa semakin hari omegaku ini semakin menggemaskan saja."
.
Minhyun memandang bingung Jonghyun saat kekasihnya menariknya menuju Mall terbesar yang ada di Myeongdong. "Kenapa kita kesini? Aku pikir kita akan ke taman bermain."
Bukannya menjawab Jonghyun hanya menarik tangan omeganya menuju ketempat khusus perhiasan.
"Jonghyuniee."
Jonghyun lagi-lagi tidak menjawab, dia malah dengan santai melihat-lihat cincin yang ada disana. "Omega, kau tahu bahwa Noonaku yang pertama –Seohyun Noona sudah punya pacar bukan?"
"Nde." Jawab Minhyun, dia sudah pernah bertemu dengan seluruh keluarga Jonghyun, bahkan dia sudah bertemu dengan pacar-pacar Noona Jonghyun.
"Nah, Pacar Seohyun Noona ingin menikahi Noona dalam waktu dekat ini dan dia meminta bantuanku untuk membelikan cincin pernikahan mereka dan menurutku semua cincin disini bagus semua, aku tidak bisa memilih salah satu. Jadi bisa kau membantuku mencarikan cincin yang pas untuk Seohyun Noona?" ujar Jonghyun sambil memandang Minhyun.
Minhyun menghela nafas, Jonghyun itu type laki-laki yang tidak mau repot, dia lebih suka mengambil apa saja tanpa memikirkan bentuknya, dan Minhyun tidak habis pikir kenapa pacarnya Seohyun Noona malah meminta kekasihnya untuk membelikan hal yang penting ini.
"Karena Seohyun Noona type orang yang tenang dan pendiam kita lebih baik mencari yang simple dan elegan untuknya." Saran Minhyun lalu menuju kearah pegawai yang sudah memandangi mereka berdua dari tadi.
"Apa anda mau mencari cincin pernikahan untuk anda sendiri, tuan? Kami punya yang paling indah dan sangat cocok untuk anda berdua." Ujar pegawai wanita itu sambil memandang Jonghyun dan Minhyun.
Wajah Minhyun memerah dan menggeleng dengan kuat. "Bu-bukan untuk kami." Ujarnya dengan gugup dan malu-malu.
Mendengar jawaban Minhyun membuat ekpsresi pegawai itu tampak sedikit kecewa.
Minhyun berdehem untuk menormalkan suaranya kembali. "Bisakah anda mencarikan cincin pasangan yang simple namun tampak elegan?"
Pegawai itu mengangguk lalu mencari cincin yang sekiranya persisi seperti ucapan pembeli manis didepannya.
.
Jonghyun dan Minhyun keluar dari Mall dengan ekspresi puas pada wajah mereka.
"Seohyun Noona pasti suka dengan cincinnya." Ujar Jonghyun lalu dengan santai memeluk pinggang Minhyun. "Terimakasih kepada Omega milik Kim Jonghyun ini, dia sangat pintar memilih."
Minhyun hanya menusuk tulang rusuk kekasihnya dengan senyum tidak lepas dari bibirnya.
.
Minhyun tersenyum lebar saat ia melihat kekasihnya keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian pilihannya, dari celana hingga baju dan jaket semuanya tampak sempurna pada tubuh kekasihnya.
Jonghyun tersenyum pada kekasihnya lalu memandang pantulan dirinya dicermin, ah pilihan kekasihnya memang tidak pernah salah, ukuran pakaian yang ia pakai tampak pas tubuhnya.
"Takdir memang tidak salah menyatukan kita berdua, kau mengetahui semua tentangku dengan detail." Goda Jonghyun pada omeganya.
.
Jonghyun menempelkan kaleng coca-cola yang dingin dipipi tembem kekasihnya.
"Dinginnn." Teriak Minhyun.
"Haha." Balas Jonghyun lalu membuka minumannya, dia memandang sekilas Minhyun yang focus pada hpnya. "Siapa?"
"Hm?" Minhyun memandang bingung pada Jonghyun lalu sadar jika kekasihnya bertanya dengan siapa dia ber-sms. "Oh, ini Jaehwan. Dia bertanya kabarku."
Jonghyun mengangguk lalu kembali meneguk minumannya, ekspresi wajahnya kini mengeras, dia tahu perasaan Jaehwan pada kekasihnya, walaupun Jaehwan sendiri sudah mempunyai Sewoon.
Minhyun memasukan hpnya disaku celananya lalu menyenderkan tubuhnya dibahu Jonghyun.
"Aku mencintaimu, Hwang Minhyun." Ucap Jonghyun sambil menciumi rambut Minhyun.
Minhyun memejamkan matanya merasakan rasa bahagia yang selalu hadir dihatinya setiap kali Jonghyun mengucapkan kata itu. "Aku juga mencintaimu, Kim Jonghyun. Maaf sudah menyusahkan hidupmu dengan terikat takdir bersamaku."
Jongyun tersenyum tampan, bibirnya masih menempel dirambut Minhyun. "Bahkan jika takdir tidak mengikat kita berdua aku akan dengan senang hati mengikatmu agar terikat denganku selamanya."
.
Minhyun mendorong troli belanjaannya dengan Jonghyun yang setia memeluk pinggangnya. "Alpha lepaskan, jika ada yang melihat bagaimana?"
"Hanya tinggal mengatakan jika kita adalah soulmate."
Minhyun memutar matanya mendengar jawaban seenak jidat kekasihnya yang jarang diperlihatkan oleh semua orang. "Terserah kau saja, lagipula yang kena marah dari Sajangnim jika public mengetahui hubungan kita adalah kau."
Jonghyun terkekeh lalu berjalan mendahului kekasihnya untuk mencari bahan-bahan makanan serta kebutuhan lainnya. Jonghyun dengan seenaknya mengambil apa yang ia butukan lalu dengan santai melempar ketroli yang tengah didorong oleh Minhyun seakan ia melempar bola basket kedalam ring.
Minhyun hanya menghela nafas melihat tingkah laku kekasihnya lalu melihat apa saja yang dilemparkan kekasihnya dan mukanya langsung memerah ketika dia melihat kotak kondom didalam troli.
.
"Kita pulang." Ujar dua insan itu pada dorm mereka yang kosong.
Minhyun melepaskan sepatunya lalu mengambil salah satu belanjaan mereka yang lebih kecil dan langsung berlari kearah dapur, membiarkan Jonghyun untuk membawa yang lebih besar.
"Dongho dan Minki kapan kembali ke Seoul?" tanya Minhyun dari arah dapur.
Jonghyun mengambil belanjaan yang ukurannya lebih besar dan membawanya kedapur. "Dongho bilang mereka akan kembali tiga hari lagi."
Minhyun mengangguk mengerti sambil memasukan hasil belanjaan mereka kekulkas dorm.
"Kau mandilah lebih dulu aku akan memasak makan malam."
Jonghyun mengangguk lalu mencium pipi Minhyun sekilas dan langsung menuju kamarnya untuk mengambil baju ganti.
.
.
Minhyun membuka matanya saat mendengar bunyi alarm dari jam disampingnya, jam menunjukan angka setengah enam dan keluarganya serta keluarga Jonghyun akan sampai jam delapan, dia harus membersihkan dorm mereka walaupun dorm mereka tidak berantakan karena Minki –sang pembuat berantakan tidak ada, namun setidaknya ia harus tetap membersihkannya lalu dia harus memasak yang banyak.
Minhyun turun dari ranjangnya dan langsung masuk kekamar mandi, dia sengaja tidak membangunkan Jonghyun yang ada disampinya.
.
Jonghyun membuka matanya saat mencium aroma sedap, ah kekasihnya pasti tengah memasak. Dia ingat hari ini keluarganya dan keluarga Minhyun akan datang. Sang Leader memandang sekilas jam yang ada disamping ranjang, jam menunjukan angka tujuh dan kekasihnya tidak membangunkannya sama sekali. Jonghyun segera berjalan kekamar mandi dan berniat membantu kekasihnya walaupun dia tahu dia akan langsung ditolak karena dia hanya bisa mengacau jika urusan dapur.
.
Minhyun mencicipi sup yang ia buat sendiri. "Oh, ottokhe. Apa ini kurang garam? Aku harus menambahkan sedikit garam. Rasanya pasti hambar untuk lidah Eomma dan Appa Kim, ini gara-gara aku yang membenci garam." Monolognya seorang diri.
Minhyun segera mengambil garam yang tidak jauh darinya, namun sebelum tangannya mengambil garam ada tangan lain yang memeluk pinggangnya sehingga menghentikan gerakan Minhyun.
Jonghyun melingkarkan tangannya dipinggang Minhyun lalu mengambil sendok yang ada ditangan kekasihnya dan mencicipi sup yang ada didepannya. "Aku pikir ini sudah cukup asin."
Minhyun memutar kepalanya, dia memandang tidak yakin pada Jonghyun. "Benarkah? Jangan berbohong. Rasanya pasti hambar."
Jonghyun mengacak-acak rambut Minhyun. "Kau ini, seperti baru pertamakali saja memasak untuk keluargaku. Tinggal buatkan saja makanan yang biasa kau buat untukku."
.
Jonghyun tengah menyiapkan piring diatas meja saat kekasihnya meminta ijin untuk mengganti bajunya. Sosok yang sudah menyandang gelar Leader selama enam tahun itu mengangguk puas melihat seluruh piring tertata dengan rapih, dia dan kekasihnya adalah member yang paling benci denagn hal-hal yang berantakan dan kotor.
Jonghyun memandang jam tangan hadiah dari Noonanya tahun lalu, jam sudah menunjukan angka delapan pas dan tidak ada tanda-tanda yang menekan bel pintu dorm mereka. Dia sudah akan mengambil hpnya dan menelpon keluarganya saat mendengar bunyi bel.
Ting Tong Ting Tong.
Jonghyun tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju pintu dorm mereka namun baru selangkah dia mendengar pintu kamar Minhyun terbuka dan kekasihnya sudah keluar dengan pakaian yang lebih rapih dan tampak manis dimata Jonghyun.
"Biar aku saja yang buka, kau duduk saja." ujar Minhyun lalu berlari kecil menuju pintu. Jonghyun hanya menggeleng dengan keantusiasan kekasihnya lalu dengan santai duduk dimeja makan.
Minhyun menahan nafasnya lalu mengeluarkan dengan pelan, jantungnya sedikit berdebar keras. Dia sangat merindukan keluarganya dan keluarga Jonghyun. Minhyun menggenggam gagang pintu lalu menariknya dengan perlahan.
"Annyeonggg."
Minhyun tidak bisa menahan air matanya saat melihat seluruh keluarganya dan keluarga Jonghyun ada didepan matanya dan memberikannya senyum kasih sayang.
"Eomma, Appa, Noona." Dan dengan itu Minhyun melemparkan dirinya pada sosok didepannya.
"Uri Minhyunie kami merindukanmuu."
"Uri Minyuniee."
Hwang Eomma menciumi kening putranya. "Uri Minyunie sudah bekerja keras, ne."
Minhyun menganggukan kepalanya lalu dia menggeleng. "Anniya, Jonghyunie yang lebih bekerja keras."
"Jonghyunie?" tanya Noona Minhyun.
Kim Eomma menggeleng lalu memeluk tubuh calon menantunya. "Anniya, Kalian sudah bekerja keras bersama-sama."
"Apa kita akan terus berdiri disini?" tanya Minhye –Noona Minhyun menggoda adiknya.
Wajah Minhyun langsung memerah malu, dia langsung membungkuk kepada semuanya. "Mianhamnida, silahkan masuk."
Seohyun dan Sujeong terkekeh gemas dengan tingkah calon adik ipar mereka. Kedua keluarga itu langsung memasuki dorm yang memang sering mereka kunjungi itu.
Jonghyun langsung berdiri saat merasakan aura keluarganya mendekatinya, sang Alpha yang mendapatkan julukan National Leader itu langsung membungkuk kepada seluruh keluarganya dan keluarga Minhyun.
"Aww, sampai sekarang Eomma selalu bersyukur memiliki calon menantu sesopan kau, Jonghyunie." Ujar Hwang Eomma saat melihat Jonghyun.
Jonghyun hanya tersenyum kecil lalu mendekati Eommanya sendiri dan mencium pipi wanita yang sudah membawanya kedunia ini.
"Kami semua merindukanmu, Jonghyunie."
Jonghyun membalas pelukan Eomma dan Noonanya. "Jonghyun juga merindukan kalian semua." Jonghyun melepaskan pelukan Ibu serta kakaknya lalu memeluk Hwang Eomma, Hwang Appa dan Minhye bergantian.
.
"Minhyunie yang memasak ini semua?" tanya Kim Eomma yang langsung dibalas anggukan Minhyun.
"Nde, Kim Eomma. Aku yang memasak ini semua tapi Jonghyunie juga membantu menyiapkan semuanya." Jawab Minhyun lalu ia mengambil piring dan mengisinya untuk Jonghyun, seperti seorang istri pada suaminya.
Kim Eomma tersenyum lebar. "Minhyunie memang sudah cocok untuk menyandang status Istri." godanya pada calon menantunya.
Mendengar godaan Eomma dari kekasihnya membuat wajah Minhyun memerah. "Kim Eomma, itu terlalu berlebihan."
"Masakan Minhyunie selezat biasanya." puji Kim Appa.
Minhyun membungkukan kepalanya. "Khamsahamnida, Kim Appa."
.
Setelah sarapan yang dipenuhi dengan obrolan canda ceria kini Jonghyun digeret oleh Appanya dan Hwang Appa, meninggalkan para omega yang tengah mencuci piring.
"Jonghyun-ah, kapan kontrak kalian dan Pledis berakhir?" tanya Hwang Appa mengawali pembicaraan.
"Awal tahun 2019 kontrak kami habis, Hwang Appa. Sekitar dua setengah tahun lagi." Jawab Jonghyun.
"Itu masih sangat lama. Appa dan Hwang Appa ingin menimang cucu segera." Kini Kim Appa yang membuka suara dan mengeluarkan apa yang ada dipikirannya.
Wajah Jonghyun memerah mendengar ucapan kedua sosok didepannya, ini sukan pertamakali mereka mengatakan hal seperti ini namun tetap saja membuat wajah Jonghyun memerah. "Dua setengah tahun akan terasa sebentar Appa, lagipula ada para Noona. Juga Seohyun Noona akan menikah tahun ini, Appa akan mendapatkan cucu segera."
"Itu berbeda, Jonghyun. Kami ingin menimang cucu dari Putra kita." balas Kim Appa.
"Appa, Hwang Appa. Bersabarlah sebentar, aku berjanji akan segera menikahi Minhyun ketika kontrak kami habis dan kalian akan segera mendapatkan cucu yang kalian inginkan." Ujar Jonghyun.
Ekspresi kebahagiaan kni terukir diwajah dua sosok didepannya.
"Sungguh, nak?"
Jonghyun mengangguk mantap, ia mengambil sesuatu dari saku celana jeansnya. "Aku sudah menyiapkan cincin ini tiga tahun yang lalu."
Kedua Appa didepannya langsung membawa tubuh Jonghyun kepelukan mereka. "Itu baru namanya pria sejati, nak."
.
.
.
TBC
.
.
A/N :
-Scene 2Hyun dikereta diambil dari foto mereka berdua yang ada dikereta menuju Yeouido Station, foto itu diambil pas mereka dpt libur dari PD101 pada bulan Mei.
-Achan sengaja gk fast update biar para siders juga ikut ngereview haha Achan jahat yah? #maafkanachanyangjahatyahhh #sungkemansamareaderstersayang #achanbrecandadinggg #setengahbercandasebenarnyamahhh
-Achan kasih warning sama kalian smua, kalian boleh seneng krn scene" manis 2hyun dichapter ini tapi next chapterrrr siap-siap ajahhh coz next chapter itu konflik akhir buat 2hyun nd masih ada pihak ketiga buat mereka wakakakkaka #ketawasetan
-Achan tau kok sebagian besar para readers-san itu berharap rate ff ini berubah, Achan tau bgt kok coz dlu Achan juga seorang readers yg ff semanis apapun tp ttp pngen ditambahin adegan NC #pengalamanpribadi tapiiiiiii mohon maaf reader-san, Achan masih seorang amatirrrrr. bahkan sexy scene yg ada chapter sebelumnya achan masih ragu-ragu nulisnya nd takut malah anehhhhhh, Achan benar-benar minta maaf sama readers tersayang tapi Achan bakal ngecoba buat tp gk janji yahhh LOL nd bukan di ff ini tapi ff sebelah, jadi kalian bisa nunggu di ff sebelah tapi sekali lagi achan tegaskannnn Achan gk janji. Achan masih amatirrr bahkan Achan ngerasa ff ini masih banyak kekurangannya.
-Btw kalian pada baper gk pas Vlive nya Aron nd JR, disana JR nyebut nama Minhyunie sebagai member yg sering nangis di NU'EST tapi langsung kicep nd gk nerusin ucapannya. huweeeee Achan baper bukan mainnnnnn. Sakit Achan tuh ngeliatnyaaa, apalagi ekspresi uri Leaderrrr.
-Readers tersayang, Achan mau istirahat dulu boleh? coz Achan mau fokus buat nulis ff sebelah kan ff ini udah END di lapie nya Achan. Achan bakal update kalau yg ngereview ff ini udah 170+ review, nah itu pasti butuh waktu lumayan lama kan mangkanya Achan bakal fokus ke ff sebelah dulu.
Bye Bye Bye, Readers kesayangan Achan semua.
L.O.V.E YA
