"Y-yak! Apa yang kau lakukan?!" Panik Kyuhyun saat Siwon menarik nya dan memaksa nya masuk ke dalam taksi.
"Ke gunung Jeju." Ucap Siwon sambil menahan tubuh Kyuhyun yang meronta-ronta. Sang supir yang nampak kebingungan pun dengan cepat mengikuti ucapan Siwon.
"Tuan! Tolong berhenti! Keluarkan aku dari sini!" Teriak Kyuhyun masih sambil meronta-ronta namun itu semua hanya sia-sia saja mengingat kekuatan Siwon yang luar biasa.
"Jangan dengarkan dia, tetaplah melaju."
"Ini penculikannnnn! Ini penculikannnnn!"
Sang supir semakin dibuat bingung dengan kegaduhan yang di buat dua penumpang nya ini. Tapi ia masih tetap melaju bahkan menambahkan kecepatan taksi nya saat melihat glare dan aura gelap Siwon dari kaca spion nya. Kyuhyun akhirnya menyerah untuk memberontak dan menundukan kepala nya. Meratapi nasib nya saat ini.
Ke-kenapa ini terjadi pada ku? Kenapa? KENAPAAAAAAAAAA!
SparWonKyu present
.
.
Love Next Door!
Sequel of Handsome Next Door!
.
.
Rate T+ / Romance, Drama & Humor
Boys x Boys
Typo(s)
Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.
Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?
ENJOY
.
.
.
CHAPTER 9
Keheningan terjadi selama tiga jam lama nya karena kedua namja yang memiliki gengsi tinggi tersebut. Kyuhyun terus memperhatikan keluar jendela dengan mulut yang terus bergerak-gerak cepat mengucapkan sumpah serapah nya pada namja di samping nya. Namja di samping nya itu-Choi Siwon hanya diam sembari menatap ke layar ponsel nya, kening nya berkerut saat melihat tak ada sinyal saat mereka mulai mencapai puncak tertinggi di Jeju itu. Sedangkan sang pengemudi taksi sendiri tak mengerti dengan atmosfir yang terjadi di dalam taksi nya sekarang ini. Ini pertama kali nya sang supir ingin segera menurunkan penumpang nya.
"Permisi tuan-tuan.." panggil sang pengemudi taksi namun diantara Siwon dan Kyuhyun tak ada yang menyahuti melainkan masih sibuk dengan kegiatan nya masing-masing. "Permisi tuan-"
"APA?!" Teriak kedua nya berbarengan tanpa melihat ke arah sang pengemudi taksi. Rasa nya hampir saja jantung sang pengemudi taksi itu meloncat keluar saat di teriaki seperti itu.
"Ki-kita sudah sa-sampai." Jawab sang pengemudi taksi dengan sedikit gemetaran plus takut. Siwon melirik sedikit keluar kaca kemudian beralih memberikan uang yang banyak kepada sang pengemudi.
"Ambil saja kembalian nya." Ucap Siwon datar. Siwon kemudian keluar dari taksi itu dan beralih membuka pintu untuk Kyuhyun. "Cepat keluar."
"Y-yak ahjussi! Tolong aku!" Ronta Kyuhyun saat Siwon menarik nya keluar dari dalam taksi. "Ahjussi! Segera telpon polisi ahjussi! Yak ahjussi!" Kyuhyun berteriak-teriak memanggil taksi yang malah melaju pergi meninggalkan nya.
"AHJUSSIIIIII!" Kyuhyun semakin berteriak kencang sembari berlari mengejar taksi itu namun apa daya nya, fisik nya memang lemah sehingga baru beberapa langkah saja nafas nya sudah berat dan memburu. Dengan geram, Kyuhyun membalikan tubuh nya dan berjalan dengan langkah berat menuju Siwon yang tengah terdiam.
"Yak! Kau! Berani nya kau menculik ku dan sekarang kita-"
"Stttt! Bisakah kau diam selama beberapa menit saja?" Ucap Siwon sembari mengangkat tangan nya tepat di depan wajah Kyuhyun, membuat nya semakin bertambah geram.
"Cih.. memang nya apa yang bagus disini?" keluh Kyuhyun sembari melipat kedua tangan nya di depan dada nya. Namun setelah ia mengucapkan itu, ia segera menarik kembali pertanyaan nya saat mata nya menangkap pemandangan indah di depan nya. Hamparan rumput hijau yang luas dengan macam-macam bungga menghiasi lalu ada beberapa domba yang sedang mencari makan dapat terlihat oleh mata Kyuhyun. Hembusan angin yang sejuk menerpa kulit mereka, dan langit cerah yang semakin membuat indah tempat ini. Kyuhyun merentangkan kedua tangan nya membuat Siwon yang berada disamping nya bingung namun rasa nya jantung Siwon berhenti berdetak saat ia melihat sesuatu yang sudah lama tak ia lihat. Senyuman tulus Kyuhyun.
"Wahhhh indah nyaaaaa!" Teriak Kyuhyun sembari berlari menuruni hamparan rumput itu dengan tangan yang terus di bentangkan bak pesawat terbang. Melihat kelakuan Kyuhyun seperti itu, Siwon tak kuasa menahan senyum tulus nya yang selama ini tak pernah ia perlihatkan pada siapapun. Karena diri nya hanya ingin tersenyum tulus dari hati nya hanya untuk Kyuhyun.
"Annyeong~" sapa Kyuhyun pada domba-domba kecil yang tiba-tiba saja menghampiri nya. "Kemana pemilik kalian hm?" Tanya Kyuhyun setelah mendudukan diri nya di hamparan rumput itu. Kyuhyun diam menantikan jawaban yang tak akan pernah keluar dari mulut domba-domba itu kemudian ia tertawa kecil.
"Tak ku sangka kau ini ibu nya para domba-domba ini." Ucap Siwon mendekati Kyuhyun yang tengah mengelus-elus para domba yang nampaknya tengah mencari perhatian pada Kyuhyun itu. Dan entah mengapa rasa nya seperti ada sebersit rasa cemburu pada domba yang diberikan perhatian oleh Kyuhyun itu. Begini juga Siwon ingin di perhatikan oleh Kyuhyun.
"Ck. Diamlah." Balas Kyuhyun sembari mempoutkan bibir nya. Siwon kemudian mendudukan diri nya tak jauh di samping Kyuhyun dan siapa sangka kalau para domba yang lain juga mendekati Siwon dan mencari perhatian pada nya.
"Lihat siapa sekarang ayah dari para domba ini hm." Ucap Kyuhyun sembari tertawa kecil melihat Siwon yang nampak resah saat para domba itu berusaha menjilat wajah Siwon.
"Diamlah." Ucap Siwon tak suka sembari menjauhkan domba-domba yang ingin sekali melihat wajah nya. "Aku terlalu tampan hingga para domba ini ingin menjilat wajah ku." lanjut Siwon berusaha mengusir para domba yang tak kunjung berhenti ingin menjilat nya.
"Mungkin tampan bagi para domba itu mirip seperti rumput. Berarti kau itu mirip makanan nya. Ahahahaha." Tawa Kyuhyun semakin bertambah besar saat mengatakan itu. Siwom ingin sekali marah pada Kyuhyun namun ia tak bisa. Ia tak bisa marah pada Kyuhyun yang tengah tertawa lepas karena membayangkan diri nya. Walaupun membayangkan diri nya dalam hal yang jelek tapi itu tak apa-apa bagi Siwon. Sudah lama sejak terakhir kali nya ia melihat Kyuhyun tertawa lepas di samping nya. Betapa ia merindukan sikap Kyuhyun-nya yang dulu.
"Apa kau tau ada tempat seperti ini di Jeju?" Tanya Siwon setelah mereka diam beberapa saat dan hanya terfokus pada domba yang tengah makan rumput di antara mereka berdua.
"Tidak, aku baru tau ada tempat seperti ini. Jika aku sudah tau dari dulu mungkin aku akan membuat rumah disini." Jawab Kyuhyun sembari menatap langit biru muda di atas nya. Kaena terlalu fokus menatap langit di atas nya, Kyuhyun hingga tak sadar kalau Siwon sedari tadi menatap nya dengan pandangan rindu.
"Benarkah? Dengan... dengan siapa kau ingin membuat rumah disini?" Tanya Siwon ragu kemudian mengalihkan pandangan nya cepat-cepat saat Kyuhyun tak sengaja melirik nya. Kyuhyun menundukan kepala nya mendengar pertanyaan Siwon. Tak tahukah Siwon kalau itu pertanyaan yang... sulit?
"Entahlah... aku masih belum memikirkan ya." Jawab Kyuhyun ragu-ragu kemudian memain-mainkan rumput di depan nya. Entah kenapa Kyuhyun menjadi malu untuk menatap Siwon. Jadi ia lebih memilih menenggelamkan diri nya dengan bermain-main rumput saja.
"Huh?" Kaget Kyuhyun saat Siwon memakaikan sesuatu di kepala nya. Kyuhyun menatap Siwon yang tengah menatap nya dengan lekat. Tatapan nya masih sama seperti dulu. Tatapan yang membuat hati Kyuhyun menghangat. Kyuhyun mengambil sesuatu yang baru saja Siwon pakaikan pada nya yang ternyata adalah mahkota bunga. Mungkin karena terlalu tenggelam dalam keheningan nya sendiri Kyuhyun sampai tak sadar kalau Siwon sedari tadi membuat itu... untuk nya.
"Hey... kau tak apa-apa?" Panik Siwon saat melihat cairan bening mengalir keluar dari pelupuk mata Kyuhyun. Kyuhyun terkejut saat tanpa sadar ia mengeluarkan air mata.
"Gwe-gwenchana..." Balas Kyuhyun dan hendak menghapus air mata nya namun ia tak dapat bergerak saat merasakan telapak tangan yang besar nan hangat memegang wajah nya. Mata Kyuhyun menatap lurus ke depan nya dan bertatapan langsung dengan wajah Siwon yang sangat dekat dengan wajah nya. Jantung mereka berdua berdesir saat menatap mata satu sama lain sedekat ini.
"Gwenchanayo?" tanya Siwon lembut sembari menghapus air mata Kyuhyun kemudian mengelus pipi Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun terdiam dengan mulut yang sedikit menganga melihat perlakuan Siwon pada nya. Ia tak seharus nya merasa gugup di depan Siwon.
"N-ne. Gwenchana." Jawab Kyuhyun kemudian menepis tangan Siwon dari pipi nya. Melihat reaksi Kyuhyun yang seperti itu membuat hati Siwon menjadi remuk dan pecah berkeping-keping. Kemana Kyuhyun nya yang dulu? Kyuhyun nya yang manis dan tak akan menolak semua perlakuan manis dari nya? Tapi Siwon tau satu hal... Kyuhyun yang sekarang adalah hasil dari kesalahan nya. Kesalahan yang telah Siwon buat.
"Ku... ku rasa kita harus segera mencari tumpangan untuk kembali." Ujar Kyuhyun dengan nada gugup yang sangat terdengar. Namun saat Kyuhyun hendak berdiri, tangan nya segera di tarik oleh Siwon. Beberapa detik kemudian Kyuhyun semakin membulatkan mata nya saat tersadar bahwa sekarang ia tengah di peluk oleh Siwon.
"Jangan... biarkan kita seperti ini dulu. Hanya untuk saat ini. Kita lepaskan dulu ego kita. Biarkan... kita seperti di masa lalu... saat kita bersama. Hanya untuk saat ini. Ku mohon?" bisik Siwon tepat di samping telinga Kyuhyun. Kyuhyun menahan nafas nya saat mendengar Siwon memohon seperti itu pada nya. Ia tak tau. Atau mungkin ia tak bisa. Ia dilema. Ia tak ingin mengingat masa lalu nya. Karena jika ia mengingat masa lalu nya ia akan semakin merasa tersakiti dan akan semakin membenci Siwon.
"Kumohon, Kyuhyun." bisik Siwon kembali sembari mengeratkan pelukan nya pada Kyuhyun. Dan saat itu juga Kyuhyun tau... Kali ini hati terdalam nya menang.
"Si... Siwon." Kyuhyun membalas pelukan Siwon kemudian menangis di dalam pelukan nya. Pelukan yang selama ini ia rindukan. Pelukan yang selama bertahun-tahun ia tunggu. Ia akhirnya menangis setelah menahan semua ego nya selama ini. Dan Siwon yang mendengar Kyuhyun menangis seperti itu semakin merasa bersalah karena telah meninggalkan nya. Tak memberikan kabar pada nya. Betapa mengerikan diri nya ini.
"Mianhae Kyuhyun... mianhae... aku tak bermaksud meninggalkan mu waktu itu." Bisik Siwon sembari mengelus punggung Kyuhyun, berusaha untuk menenangkan nya. Tapi itu malah semakin membuat Kyuhyun menangis.
"Yak kau! Hiks.. berani nya kau meninggalkan ku hiks... tanpa kabar kemudian muncul seperti ini di hadapan ku hiks... aku membenci mu! Hiks membenci mu! Membenci mu! Membenci mu!" Ucap Kyuhyun sembari memukul-mukul pelan dada Siwon. Entah kenapa semua tenaga nya tiba-tiba hilang begitu saja. Sedangkan Siwon hanya diam merasakan pukulan Kyuhyun yang tak terasa menyakitkan itu. Biarkan Kyuhyun mengeluarkan semua emosi nya disini tanpa ada yang mengintrupsi mereka berdua.
"Bencilah... bencilah diri ku, Kyuhyun. Aku memang pantas di benci oleh mu." Ucap Siwon setelah merasa tak ada lagi pukulan yang Kyuhyun layangkan pada nya. Sekarang Kyuhyun hanya terdiam dan mulai mengatur nafas nya kembali. Siwon melepas pelukan nya kemudian menatap mata Kyuhyun yang merah sehabis menangis. Ia merasa amat sangat bersalah.
"Maafkan aku." Siwon memegang wajah Kyuhyun kemudian menarik nya mendekat. Mengecup kening Kyuhyun dengan lembut. Mengalirkan seluruh rasa rindu juga cinta nya pada ciuman itu. Walaupun hanya sebatas ciuman di kening tapi itu sangatlah berpengaruh bagi Kyuhyun. Sangat berpengaruh.
"Tidak apa-apa jika kau masih belum mau memaafkan ku. Aku akan menunggu mu memaafkan ku." Lanjut Siwon saat melihat Kyuhyun yang tak merespon sama sekali. Walaupun Kyuhyun tak merespon tapi Siwon bisa melihat wajah Kyuhyun yang sedikit memerah. Membuat nya ingin menggoda Kyuhyun kembali.
"Dan juga aku akan menunggu mu menyatakan cinta mu pada ku." Canda Siwon dan seketika wajah Kyuhyun berubah menjadi keruh. Membuat Siwon harus mati-matian menahan tawa nya.
"Yaish! Kau ini!" Ucap Kyuhyun sebal dan hendak kembali memukul Siwon. Namun Siwon segera menjauh karena ia tau sekarang kekuatan Kyuhyun telah kembali dan jika ia terkena pukulan Kyuhyun itu pasti akan terasa menyakitkan.
"Pukulan mu lemah... seperti yeoja." Ucap Siwon dengan nada meremehkan membuat Kyuhyun semakin geram. Tapi Kyuhyun berusaha untuk menahan emosi nya agar tak meledak. "Oh yeoja ku.. kenapa? Kau sedang pms sehingga tak bisa berdiri?" Ejek Siwon lagi membuat Kyuhyun akhirnya tak bisa menahan emosi nya.
"Baiklah, sudah cukup! Kemari kau, Choi Siwon!" Teriak Kyuhyun kesal kemudian berlari untuk mengejar Siwon yang telah menjauh dari nya. Siwon terus berlari dari kejaran amukan Kyuhyun, sesekali ia melihat ke belakang nya. Melihat ke arah Kyuhyun yang nampak sesekali tersenyum saat mengejar nya. Dan itu membuat hati Siwon menghangat.
"Yak Choi Siwon! Choi Si-Agh!" Teriakan Kyuhyun terhenti saat ia tak sengaja tersandung batu yang ada di tanah. Siwon yang melihat itu segera berlari mendekati Kyuhyun dan berjongkok di depan nya.
"Gwenchana?" Lagi-lagi Siwon panik karena Kyuhyun. Siwon segera memerika seluruh kaki Kyuhyun namun saat ia menyentuh kaki nya Kyuhyun langsung merintih sakit.
"Appohhhh..." rintih Kyuhyun saat merasakan betapa sakit kaki nya sekarang.
"Bisakah kau berdiri?" Siwon berusaha menuntun Kyuhyun untuk berdiri namun Kyuhyun segera menggelengkan kepala nya saat ia berusaha untuk berdiri. Itu terlalu menyusahkan kaki nya. Siwon mengambil ponsel nya untuk menelpon taksi, bantuan atau apapun namum ia segera menghela nafas nya kasar saat melihat tak ada sinyal dan baterai ponsel nya sekarat. "Apakah kau membawa ponsel mu?" Tanya Siwon namun Kyuhyun segera menggelengkan kepala nya sebagai jawaban.
"Ottokhae..." rutuk Kyuhyun karena ia lupa membawa ponsel nya. Sekarang mereka tak tau bagaimana cara nya pulang. Karena yang dapat mereka lihat sekarang hanyalah hamparan rumput hijau, gunung, juga para domba yang berlarian kesana kemari. Kyuhyun menatap bingung punggung Siwon yang sekarang berada tepat di depan mata nya sekarang. Apa maksud nya?
"Naiklah."
"Mwo?"
"Ku bilang naiklah." Ulang Siwon sembari menatap Kyuhyun yang masih diam tak bergeming. "Kau ingin aku gendong di punggung atau ala pengantin hm?"
"Punggung saja terima kasih!" Jawab Kyuhyun cepat-cepat kemudian dengan perlahan ia naik ke atas punggung Siwon.
"Kalungkan lengan mu ke leher ku."
"N-nde?"
"Kau ini tuli ya? Ku bilang kalungkan lengan mu ke leher ku. Aku tak ingin kau terjatuh." Suruh Siwon kembali membuat Kyuhyun segera mengalungkan lengan nya pada leher Siwon dengan erat. "Y-yak! Jangan erat-erat! Aku tercekik, pabbo!"
"Mi-mianhae." Kyuhyun segera melonggarkan pelukan nya pada leher Siwon. Kita bisa menyebutnya pelukan bukan? "Jadi... bagaimana cara nya kita pulang?"
"Dengan berjalan kaki." Jawab Siwon dengan polos nya membuat mulut Kyuhyun langsung menganga. Seperti nya Kyuhyun benar-benar sudah tuli sekarang.
"Berjalan kaki? Sampai bawah? Dengan kau menggendong ku?" Tanya Kyuhyun dengan suara panik nya membuat Siwon harus bersusah payah menahan senyum yang akan mengembang kapan saja di wajah nya.
"Ya, ya dan ya." Jawab Siwon seada nya karena ia harus menghemat tenaga nya. Menggendong Kyuhyun itu tak mudah jika kalian ingin tau. Apalagi dengan mulut Kyuhyun yang tak berhenti berbicara tepat di samping telinga nya.
"Tapi... itu merepotkan mu." Ucap Kyuhyun dengan suara yang amat sangat kecil namun masih bisa di dengar oleh Siwon.
"Benarkah ini Cho Kyuhyun? Sejak kapan Cho Kyuhyun jadi perhatian dan mengkhawatirkan ku begini hm?" Ucap Siwon dengan sedikit tersenyum kecil yang untung nya tak dapat dilihat oleh Kyuhyun.
"Apa? Mengkhawatirkan mu? Cih! Dalam mimpi mu! Sudahlah... aku mau tidur saja. Selamat menggendong ku." Balas Kyuhyun cepat-ceoat kemudian memejamkan mata nya. Mendengar itu Siwon hanya bisa geleng-geleng kepala sembari tersenyum kecil. Baru beberapa menit Siwon berjalan dan seperti nya ia bisa mendengar suara mendengkur di belakang nya. Siwon melirik ke belakang nya dan dapat melihat wajah bak malaikat Kyuhyun tengah tertidur dengan lelap nya.
"Mimpi indah." Ucap Siwon kecil kemudian mengecup pipi Kyuhyun. Dan selama perjalanan ke bawah, Siwon tak dapat berhenti untuk mengembangkan senyum tulus di wajah nya.
.
.
.
.
Audi putih itu melaju dengan lamban saat memasuki kompleks itu. Sang pengemudi-Lee Jonghyun memberhentikan audi nya tepat di samping seorang wanita paruh baya yang nampak nya hendak pergi ke suatu tempat.
"Annyeong, Cho Umma." Sapa Jonghyun dengan senyum menawan nya membuat Cho Umma alias Heechul itu tertawa salah tingkah.
"Ahh Jonghyun ku yang tampan! Dari mana saja kau?" Tanya Heechul sambil membalas senyuman Jonghyun.
"Aku hanya bertemu teman-teman ku yang tinggal disini. Anda mau kemana?"
"Hanya mau ke toko roti di depan saja. Mau menitip sesuatu?" Tawar Heechul.
"Tidak, terima kasih. Apa perlu ku antar?" Tanya Jonghyun kembali dan rasa nya Heechul ingin cepat-cepat menjawab iya.
"Ah tidak perlu, Jonghyun-ah. Ngomong-ngomong... apa kau melihat Kyuhyun?" Tanya Heechul membuat Jonghyun mengerutkan kening nya bingung.
"Apa ia tak ada di rumah?"
"Tadi aku melihat nya keluar tapi setelah itu tak kembali lagi, ku kira ia pergi bersama mu." Jawab Heechul membuat Jonghyun memiliki perasaan yang tidak enak. "Apa ada masalah Jonghyun?" Tanya Heechul kembali saat melihat raut wajah Jonghyun yang berubah.
"Tidak... tidak ada apa-apa. Kalau begitu aku akan mencari nya, Cho Umma. Aku permisi."
"Baiklah, tolong ya Jonghyun."
Jonghyun tersenyum sekilas kepada Heechul kemudian menjalan kan kembali audi putih nya dengan kecepatan penuh. Setelah sampai di tujuan Jonghyun segera berlari keluar dari audi nya dengan cepat dan memasuki rumah itu.
"Kyuhyun?" Panggil Jonghyun sembari mengelilingi seluruh penjuru rumah namun tak ada respon sama sekali. Bahkan ia tak menemukan Kyuhyun di kamar nya melainkan hanya ponsel nya yang tergeletak di atas meja nya. Jonghyun segera berlari keluar rumah namun langkah nya terhenti saat baru membuka pintu rumah. Saat mata nya bertemu pandang dengan mata orang itu.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jonghyun pada orang itu yang hanya tersenyum mengejek.
"Tidak, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Siwon balik dengan nada dingin nya.
.
.
.
.
TBC
Ciaooooo saya kembali aduh maafkan saya yang update nya lama binggo:( lagi sibuk-sibuk nya sama tugas nih duh maafkannnnnn!
Walaupun update nya lama semoga saja review nya tak sedikit ya ya ya yaaaaa:( JADI KALAU TELAH MEMBACA CHAPTER INI TOLONG JANGAN LUPA TINGGALKAN REVIEW NYA NE JEBAL;3 ITUNG-ITUNG NAMBAH SEMANGAT AUTHOR YE~
Gatau mau ngomong apa harap maklumi aja kalau update nya lama soal nya saya udh kelas akhir jd susah deh:( so tungguin aja dengan penuh kesabaran next chap nya ya! CIAO!
