Kibum POV
Sudah seminggu, nomor private itu terus saja meneleponku. Nomor private yang entah tidak diketahui milik siapa itu sudah membuatku benar-benar frustasi. Aku merasa serba salah, kalau ku matikan handphone ku nanti keluarga dan teman-temanku tidak bisa menghubungiku, dan kalau aku ada perlu dengan seseorang, bagaimana? Lalu jika aku menyalakan handphonenya nanti nomor private itu akan meneleponku lagi. Aiisshh~~… Aku harus bagaimana? Menyebalkan sekali!
Di kelas..
Saat guru sedang menjelaskan pelajaran tiba-tiba handphone berbunyi Kibum. Murid-murid yang tadinya fokus kearah papan tulis, sontak pandangan mereka semua menjadi buyar dan melihat-lihat handphone milik siapa yang berbunyi…
"Handphone siapa itu?"
Kibum POV
Saat sedang memperhatikan pelajaran In Young seosaengnim, konsentrasiku buyar karena bunyi ponsel. Anak-anak yang lain juga sama, saat kulihat handphoneku ternyata ada yang telepon. Dan apa kalian tau dari siapa telepon itu?
Yak, benarsekali..
Dari si penelepon gila itu..
"Handphone siapa yang berbunyi?"
"Maaf, itu handphone saya.."
"Kim Kibum, kalau saat pelajaran handphone sebaiknya di silent atau dimatikan."
"Ne, seosaengnim. Mianhae…"
"Yasudah, lain kali jangan terulang lagi. Baik anak-anak kita kembali lagi ke pelajaran yang tadi…"
Skip time….
Kibum POV
Sepertinya penelepon gila itu benar-benar tidak tau waktu dan tidak mengenal lelah. Kapanpun dan dimanapun, selalu saja meneleponku.
Aku benar-benar frustasi…
….. (Kibum house)
"Aku pulang.." kata Kibum sambil membuka pintu.
"Selamat datang.."
"Sae Hee kausendirian?"
"Iya."
"Ibu mana?"
"Ibu sedang berbelanja ke pasar sebentar lagi juga pulang."
"Oh..Aku kekamar dulu ya."
…
Sae Hee sedang menonton TV di ruang tamu, lalu dia mendengar handphone milik kakaknya yang terletak di meja ruang tamuberbunyi.
"Kibum oppa!Kibum oppa!"
"Waeyo SaeHee-ah?"
"Handphone mu berbunyi."
Kibum POV
Aku yang tadi sedang tidur di kamar terbangun saat Sae Hee bilang ada yang meneleponku. Jangan-jangan dia lagi.
"Kalau tidak mau diangkat, yasudah biar aku yang angkat."
"Sae Hee hajjima..! Jangan diangkat." Kata Kibum yang sigap langsung berlari kearah adiknya itu.
"Oppa, kau kenapa sih? Aneh sekali?"
"Ah..Tidak..Tidak apa-apa."
(Kibum kembali ke kamarnya)
Kibum POV
Aku melihat layar ponsel dan mengecek panggilan. Saat ku lihat ada 7 panggilan tak terjawab, semuanya dari private number itu.
Sebenarnya siapa sih orang itu?Apa maksud dan tujuannya meneleponku terus? Memangnya tidak ada kerjaan lain apa?! Sebaiknya ku matikan ponsel agar tidak mengganggu waktu istirahatku yang berharga.
3 hari kemudian…
Kibum POV
Sampai saat ini nomor private ini terus saja menelponku, meskipun aku tidak mengangkatnya tapi tetap saja mengganggu. Aku sudah tanya Kyuhyun tapi bukan dia pelakunya, Ryeowook juga bukan.
Drrrtttt….ddrrrrttt….dddrrrtttt…. (handphone Kibum bergetar)
19 missed call
"Sudah 19 kali."
5..4..3..2..1..
Drrrtttt….ddrrrrttt….dddrrrtttt….
Aku memutuskan untuk mengangkat telpon dari orang gila itu.
"Hei..! Sebenarnya kau ini siapa hah..?! Beraninya dari telpon, kalau berani ayo datangi aku! Dasar pengecut.. Brengsek..!" kata Kibum yang marah-marah di ponselnya.
"Maaf…."
'Ah? Akhirnya dia bicara..'
"Hmph! Akhirnya bicara juga kau! Sekarang cepat katakan, siapa kau sebenarnya?"
"Apa kau benar-benar ingin tau?"
"Ya, aku sangat ingin tau!"
"Aku adalah bayangan.. Yang akan selalu mengikutimu.. aku adalah mata yang akan selalu mengawasimu.. Aku adalah jiwa yang akan selalu menjagamu.. Kim Kibum.."
Mendengar hal itu Kibum jadi merinding..
"Hei.. Apa maksudmu? Kau bukan siapa-siapa! Darimana kau tau namaku? Siapa kau?!" kata Kibum mulai frustasi.
"Hal itu tidak penting.. Yang penting adalah sekarang aku bisa melihatmu.. Aku tau sekarang kau sedang ada dikamarmu, mengerjakan tugas sekolah.. iya kan?"
'Da..darimana.. dia tau? Namaku dan tentang apa yang kulakukan sekarang'
"Hei penguntit, lebih baik urusi saja urusanmu sendiri.. Lihat saja suatu saat, aku akan mengetahui siapa kau!"
"Baiklah, sampai jumpa Kibum."
'Kalau dia tau apa yang kulakukan.. Berarti dia ada di…'
Kibum langsung lari keluar rumah..
Siwon POV
Jadi ini rumahnya…
Tap..Tap..Tap..Tap
Aku dengar ada suara orang berlari, aku tau pasti itu Kibum. Langsung saja aku bersembunyi di balik tembok yang ada di pertigaan jalan dekat rumahnya. Ku lihat Kibum dengan matanya yang tajam mengawasi keadaan sekitar, memastikan pelaku yang menelponnya ada di sekitar rumahnya atau tidak.
Kibum POV
Saat aku berlari keluar rumah tidak ada siapapun. Sepertinya orang itu sudah pergi. Gawat.. Aku dapat gangguan dari orang yang tidak dikenal.
Tapi aku tidak akan menyerah.. Baru segini saja sudah kalah.. Aku akan tetap bertahan, aku juga ingin tau berapa lama dia menggangguku.
Keesokan harinya di sekolah..
"Kibum aku menelpon ke handphone mu kenapa tidak diangkat terus?" kata Ryeowook.
"Maaf Wookie, akhir-akhir ini aku mendapat gangguan."
"Gangguan apa?"
"Ada orang yang terus saja menelponku, karena itu ku matikan handphoneku."
"Benarkah? Sudah berapa lama ia mengganggumu?"
"Entahlah.. sekitar 1 minggu."
"1 minggu?! Kau serius? Kira-kira siapa pelakunya?"
"Aku tidak tau."
"Lebih baik, kau ganti nomor saja."
"Sebaiknya begitu, tapi aku penasaran siapa pelaku yang menerorku dengan nomor private itu." Kata Kibum.
"Kau coba saja tanya Kyuhyun, dia kan jago IT. Mungkin saja dia bisa membuka nomor yang di rahasiakan itu."
"Ah! Kau benar juga sepulang sekolah nanti aku akan ke rumahnya."
Kibum POV
Sesudah pulang sekolah, aku menelpon Kyuhyun memastikan dia ada di rumah atau tidak. Mungkin saja Kyuhyun bisa mengungkap siapa pelaku peneror ini.
Kyuhyun : Yoboseo?
Kibum : Kyuhyun, apa kau ada di rumah?
Kyuhyun : Ya, memangnya kenapa hyung?
Kibum : Sebentar lagi aku kesana, kau jangan kemana-mana ya!
Kyuhyun : Baiklah, tumben kau ke rumahku. Ada apa?
Kibum : Nanti saja ku jelaskan.
Kyuhyun : Ya, baiklah.
In Kyuhyun's home….
"Permisi.."
"Ya, dengan siapa?" kata kakak Kyuhyun.
"Aku Kim Kibum, teman Kyuhyun."
"Oh, Kibum. Silahkan masuk!"
"Ahra noona, apa Kyuhyun ada?"
"Dia ada di kamarnya, naik saja ke atas."
Kyuhyun's Room
"Kyuhyun, kau di dalam?"
"Ne, masuk saja."
..
"Sebenarnya ada apa sih?"
"Aku butuh bantuanmu untuk melacak nomor rahasia ini."
"Nomor rahasia? Maksudmu apa sih?" Tanya Kyuhyun yang masih bingung.
"1 minggu yang lalu ada orang misterius yang meneror ku setiap hari, ah! Tidak bahkan setiap waktu dia selalu menelponku saat aku angkat tapi tidak dijawab. Terakhir kali dia menelpon adalah kemarin sore, pertama kalinya dia bicara. Tapi entah kenapa yang lebih aneh lagi dia tau namaku dan dia tau apa yang sedang kulakukan."
"Benarkah? Hmm… Mungkin saja dia itu fans mu atau penguntit."
"Entahlah, aku tidak tau. Aku sudah dibuat pusing olehnya."
"Mana nomornya?"
"Itu dia masalahnya Kyuhyun, selama ini dia selalu merahasiakan nomornya. Apa kau tau cara membuka nomor yang dirahasiakan?"
"Iya, aku tau! Tapi aku harus memasang aplikasi khusus untuk membuka nomor yang dirahasiakan di handphone mu." Kata Kyuhyun.
"Baiklah, pasang saja."
Sekitar 10 menit Kyuhyun menginstal aplikasi itu.
"Nah.. Sudah selesai, sekarang biar aku yang coba melacaknya."
1 jam kemudian….
"Hyung, aku berhasil membuka dan melacak nomor yang mengganggumu!" kata Kyuhyun.
"Mana?"
"Aku sempat mengalami kesulitan untuk melacaknya, sepertinya dia menggunakan semacam proteksi supaya tidak ada orang yang bisa mengetahui keberadaanya, tapi tenang saja aku sudah mengatasinya."
"Jadi, sebenarnya siapa pelaku itu."
"Tadi aku sudah menemukan keberadaan si pelaku. Lihat! Sekarang dia ada di daerah Incheon, kotaSeoul, perumahan 열대 가든 (yeoldae gadeun) no 12."
"Hah? Yeoldae gadeun? Bukankah itu tidak jauh dari sini?"
"Iya benar."
"Kibum hyung, jangan-jangan orang yang menjahilimu selama ini adalah orang yang masih 1 sekolah dengan kita."
"Bisa dibilang begitu, tapi apa kau tau dimana perumahan Yeoldae Gadeun?" Tanya Kibum.
"Sebenarnya tidak jauh dari sini, kau hanya perlu naik bis dengan tujuan rute E8. Tapi perlu kau ketahui hyung, Yeoldae gadeun adalah sebuah perumahan paling elit yang ada di Incheon. Tidak sembarang orang bisa masuk ke kawasan itu, karena dijaga ketat oleh petugas keamanan." Kata Kyuhyun.
"Benarkah?"
"Iya, aku pernah kesana dengan ayahku. Ayahku saja seperti introgasi oleh petugas itu, memang sedikit menyebalkan. Bagaimana? Apa kau akan tetap mengungkap siapa orang itu?"
"Hmm.. Entahlah Kyuhyun, aku tidak yakin. Tapi yang penting sekarang aku sudah tau keberadaan orang itu."
Pikiran ku kini mengarah pada satu orang. Apa mungkin pelakunya dia?
To be continued….
