Ish : Hai hai semuanya! rasanya udah lama banget ya Ish ga menyapa reader semua? uwaa, jadi kangen... XDD

Teru : Master, katanya master mau hiatus, gimana sih?

Kao : Iya nih, dasar plin plan... hiatus mah hiatus aja...

Ish : Aduh, gapapa dong kalo sekali-sekali update?

Teru : Tapi yakin nih gapapa? besok master ada ulangan biologi sama fisika kan?

Ish : DEG!

Kao : Terus lusa ada ulangan kimia...

Ish : DEG!!

Teru&Kao : Terus senen depan ada TO kan???

Ish : DEG!!! ....... Kayaknya Ish ga bisa cuap-cuap disini, Ish harus belajaaaaaaar! DX Teru, Kao! gantiin Ish bacain diclaimernya! *ngacir ngambil buku biology ama fisika, sok2 ngapalin*

Teru : Hhh... dasar master....

Kao : Yaudahlah, biarin aja master bodoh itu... *ngeliat ke reader* Well, KHR belongs to Akira Amano-sensei, but NHC belongs to my stupid master, Ish.

Teru : WARNING : OOC!

Kao : At last, enjoy the story...


"Hei, Aku punya sesuatu yang sangat menarik loh, shishishi. Kalian mau lihat?" tanya Bel sambil nyengir lebar. Ia terlihat menyembunyikan sesuatu di balik kedua tangannya. Sesekali ia terlihat nyengir ke arah Squalo.

Seluruh anggota host club--minus Gokudera yang belum datang, dan Xanxus menoleh ke arahnya. Mukuro mengangkat sebelah alisnya dengan wajah heran. "Sesuatu? Sesuatu apa?" tanya si kepala nanas mulai terdengar penasaran. Jarang-jarang pangeran narsis itu mau berkomunikasi dengan anggota host selain Squalo--khusus Squalo, rasanya ketimbang berkomunikasi lebih cocok dibilang cari ribut.

"Jangan bilang kalau kau membeli tiara baru?" tebak Dino.

"Shishishi, salah!" tukas Bel sambil cekikikan.

"Hmm, kalau begitu mahkota?"

"Salah lagi! Shishishi, kau tidak berbakat menebak, Dino."

"VOI! Sudah cepat bilang saja apa yang ada di belakang tanganmu itu! Tidak usah buang-buang waktu deh!" protes Squalo mulai tak sabar. Melihat Squalo yang mulai naik pitam, cengiran di wajah Bel pun melebar. Sepertinya kini tak hanya ketua host club yang senang menikmati wajah merengut Squalo.

"Tidak usah terburu-buru Squaly." ujarnya masih sambil nyengir; Squalo makin tidak sabar. Rasanya ingin sekali ia meninju wajah pangeran narsis ini agar bisa menghentikan cengirannya.

Perlahan Bel pun menunjukkan benda yang sedari tadi ia sembunyikan, selembar foto. Sekali lagi, cengirannya melebar. Hari ini sang pangeran narsis bertiara ini benar-benar bermurah hati mengobral senyumannya.

Kontan seluruh mata yang memandang melebar--bahkan Hibari yang terkenal paling cool itu pun tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Dalam foto itu terlihat sosok Squalo yang sedang berbaring di atas tubuh Xanxus sementara sang ketua host club itu terlihat sedang tertidur pulas. Hampir semua yang ada di dalam ruangan itu menahan nafas bersamaan. Terkena culture shock masal.

Reaksi pertama Squalo pertama kali adalah tercengang dengan mulut terbuka dan mata melebar. Ia terus memadangi foto laknat itu tanpa berkedip. Kalau bisa, rasanya ia mau merebut foto itu dari tangan Bel lalu memakannya agar benda terkutuk itu bisa lenyap dari muka bumi ini. Namun sayangnya, saking syoknya ia malah hanya bisa terpaku.

V-Voi! Kenapa bocah tiara sialan ini bisa punya foto itu?! jelas-jelas kemarin bos brengsek ini sudah membuang kameranya ke laut kan!? Batin Squalo kaget.

Mukuro memandangi Squalo sambil nyengir lebar. "Kufufu, Squalo, aku tidak menyangka kalau ternyata kau bergerak cepat juga ya?" sindirnya. "Hmm, jadi tipemu yang seperti bos ya? Pantas saja pesonaku tidak mempan padamu." sambung si kepala nanas itu dengan narsis.

Belum sempat Squalo membantah, Xanxus menyela duluan.

"Stronzo, tidak kusangka kau berani 'menyerangku' di saat aku tidur." ujar Xanxus sambil sambil berusaha keras menahan diri agar tidak tersenyum. Jelas dalam hati ia senang bisa mendapatkan bahan baru untuk menganggu Squalo. Dengan ini pembalasan dendam Xanxus akan jadi lebih sempurna. Terima kasih untuk Bel.

Squalo langsung melotot memandangi Xanxus.

"VOI! Apa kau bilang?! Aku?! Aku 'menyerangmu'?! Cuih, maaf-maaf saja ya tapi aku tidak sudi! Aku ini laki-laki normal tahu!" protes Squalo emosi. "Lagipula kau sendiri yang menarik tubuhku! Tanya saja pada bocah tiara narsis itu kalau tidak percaya!"

Semua mata kembali memandang Bel sementara sang pangeran narsis itu hanya nyengir sok lugu. "Tidak lihat tuh. Saat kulihat Squally sudah ada di atas tubuh bos." ujarnya enteng. Sungguh, rasanya Squalo ingin sekali memukul kepala Bel dengan balok kayu atau pemukul baseball supaya dia bisa mengingat kejadian itu! Jelas-jelas ia yakin kalau Bel ada disana dan melihat seluruh kejadiannya!

Xanxus pun tersenyum dengan arogan. "Bukti dan saksi sudah ada, sekarang kau mau mengelak apa lagi, stronzo?" tanya ketua host club itu seperti ingin memojokan Squalo. "Bilang saja terus terang kalau kau benar-benar 'menyerangku', ya kan?"

Squalo melotot dengan garang. "TIDAK!" bantahnya setengah berteriak. "Kau sendiri yang menarik tubuhku, masa nggak ingat sih?!"

"Nggak ingat."

"Voi! Kurang ajar! Kau pasti pura-pura tak ingat ya!?"

Sementara Xanxus dan Squalo sibuk berdebat--meski sebenarnya perdebatan itu terlihat sepihak karena sang king host club tetap terlihat tenang menghadapi Squalo yang sudah kalap karena emosi, anggota host club yang lain kembali memandangi foto hasil bidikan Bel itu lebih seksama.

"Kurasa perkataan Squalo bisa jadi benar. Lihat, disini terlihat jelas kalau ekspresi wajahnya kaget kan? Mana mungkin wajahnya seperti ini kalau ia benar-benar serius mau 'menyerang' bos. Lagipula kalau diperhatikan di foto ini tangan bos terlihat memeluk Squalo." komentar Dino. Sepertinya wakil ketua host club itu memutuskan untuk jadi pembela Squalo. Beruntunglah Squalo masih ada yang mau membelanya.

Tsuna yang berada di sebelah wakil ketua host club itu pun mengangguk setuju. "La-Lagipula rasanya Squalo bukan tipe orang yang bisa berbuat begitu... apalagi pada Xanxus-san." ujarnya.

"Oya? Kenapa tidak? Terkadang cinta itu kan bisa membuat orang buta." tukas Mukuro yang jelas terdengar tidak setuju.

"Tapi tetap saja, kalau Squalo... rasanya tak mungkin."

Ketika itu, terlihat kilatan cahaya yang bersasal dari Bel. Kontan seluruh mata menoleh dan menemukan sosok Bel yang sedang mulai lagi mengabadikan momen Squalo dan Xanxus. "Shishishi, pertengkaran suami istri." ledek Bel sambi cekikikan sendiri.

Squalo melotot.

Ting... ting... ting... ting...!

Selamat! Sekarang Bel pun berhasil masuk dalam nominasi orang yang paling ingin ia siksa, bunuh, lalu hidupkan lagi, kembali disiksa, tenggelamkan di laut, hidupkan lagi, jadikan budak, siksa, bunuh, hidupkan lagi, mutilasi, potong-potong menjadi 13 bagian, dimasak dan dijadikan makan malam untuk Xanxus! (A/N: Huwaa, kok mendadak jadi sadis ya? Lupakan saja satu paragraf ini. Author lagi stres sama Biologi n Fisika. Lanjut.)

Sambil mengeram, Squalo pun berlari mengejar Bel. "VOI!!! KEMBALI KESINI KAU BOCAH TIARA SIALAAAAAAAAN!!!"

Keduanya dengan sukses kejar-kejaran di seluruh penjuru ruangan host club.

Sementara itu, terdengar suara pintu terbuka. Disana terlihat sosok Gokudera yang berjalan dengan pincang juga Yamamoto yang selalu berusaha membantunya berjalan dari belakang.

"Oya? Pasangan suami istri kedua sudah datang." Sindir Mukuro sambil nyengir lebar. Ia pun melirikkan mata birunya pada Tsuna lalu tersenyum dengan senyum manis ala host. "Bagaimana kalau kita jadi pasangan suami istri yang ketiga, Tsunayoshi-kun? Kau tidak keberatan kan?"

PLOSH!

Spontan wajah Tsuna memerah bak apel yang sudah matang dan siap disantap. Hm, mungkin di mata Mukuro dan Hibari ia memang terlihat seperti apel yang menggiurkan. Buktinya saja mereka berdua langsung memasuki mode seme on begitu melihat wajah Tsuna yang tersipu malu.

"Mu-Mukuro-san... ki-kita berdua kan sama-sama... sama-sama..."

Si kepala nanas itu sudah bisa menebak kelanjutan kata-kata Tsuna. Dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya, ia pun berjalan mendekati Tsuna dan mengusap wajah Tsuna yang halus itu dengan sebelah tangannya. "Kau mau bilang 'kita berdua sama-sama laki-laki'? Sudah berapa kali kubilang kalau cinta itu tidak mengenal batasan, Tsunayoshi-kun?"

Sekarang wajah Tsuna semakin merah saja karena Mukuro dengan seenaknya menempel lebih dekat sambil sesekali menyentuh tubuh Tsuna sesuka hati.

"Ta-Tapi..."

Belum selesai Tsuna bicara, Hibari sudah ikut nimbrung. "Sayang sekali kepala nanas, pasangan herbivora ini hanya aku." ujar Hibari sembari mengamankan herbivora favoritnya dari tangan Mukuro yang sepertinya sudah gatal ingin mengerayangi tubuh Tsuna.

"Apa katamu Hibari?" tanya Mukuro terdengar protes. "Tsunayoshi-kun itu milikku!"

"Dia herbivoraku." ujar Hibari tak mau kalah.

"Aku duluan yang bertemu dengannya!"

"Terserah, tapi dia tetap milikku."

"Milikku!"

Ikut meramaikan suasana, Bel yang masih dikejar-kejar Squalo itu pun ikut nimbrung. "Jangan lupa, dia juga mainanku, shishishi!"

"Oi! Seenaknya saja kau bilang kalau Jyudaime itu mainanmu! Sekali lagi kau ucapkan itu, aku sebagai tangan kanannya tidak akan tinggal diam!" teriak Gokudera pada Bel. Kemudian ia pun mengalihkan pandangannya pada Hibari dan Mukuro. "Lalu kalian... berapa kali harus kubilang kalau Jyudaime itu bukan milik siapa pun!? Sampai mati pun aku tidak akan pernah membiarkan duo mesum seperti kalian mendekati Jyudaime! Menjauh dari Jyudaime sekarang juga!"

Sayangnya tidak ada yang menghiraukan Gokudera.

"Bagaimana kalau kita tanya saja pada herbivora ini siapa diantara kita yang mau dia pilih sebagai pasangannya?" usul Hibari penuh percaya diri. Senyumnya yang sempurna mengembang di atas wajah tampannya.

Mukuro pun tersenyum lebar. "Boleh." ujarnya setuju. Ia pun melirik ke arah Tsuna. "Nah, Tsunayoshi-kun, sekarang kau pilih siapa? Aku atau Hibari?" tanya si kepala nanas dengan wajah yang terlihat seperti berkata 'kau-pasti-pilih-aku-kan?'.

Tsuna yang ketakutan karena merasa diintimidasi oleh Mukuro untuk menjawab hanya bisa melangkah mundur supaya bisa mengambil jarak dari keduanya.

"E-Eh? A-Aku..."

"Kusarankan kau tidak memilih kepala nanas ini, herbivora." ujar Hibari sembari melangkahkan kakinya mendekat ke arah Tsuna. Dengan sebelah tangan ia menyapu lekuk wajah Tsuna. Dasar tukang ambil kesempatan. "Kau tahu kan kalau dia adalah orang paling gombal di seluruh host club?"

"Hibari! Jangan membuat citraku jadi buruk di mata Tsunayoshi-kun! Aku tidak gombal kok!" bantah Mukuro protes sambil menjauhkan tangan Hibari dari wajah Tsuna. Enak saja dibilang gombal, sudah begitu seenaknya Hibari mengambil kesempatan untuk memegang wajah Tsuna miliknya!

"Jadi kau pilih siapa herbivora?" tanya Hibari mulai terdengar tak sabar. "Aku atau si kepala nanas ini?"

"A-Aku..."

"Kau pasti memilihku kan, Tsunayoshi-kun?" tanya Mukuro sambil memasang senyum termanis di wajahnya. Namun di wajah Tsuna senyum itu seakan memiliki arti tersembunyi : 'kau-tahu-kan-apa-akibatnya-kalau-tidak-memilihku?'

"Aku....."

Belum sempat Tsuna menjawab, terdengar suara protes dari kejauhan. Suara itu tak salah lagi berasal dari Gokudera.

"Brengsek! Sudah kubilang menjauh dari Jyudaime sekarang juga maniak-maniak mesum!" bentak Gokudera emosi. Yamamoto yang ada di belakangnya pun menepuk-nepuk pundaknya supaya tangan kanan Tsuna itu kembali tenang.

"Maa, maa, jangan marah-marah, itu nggak baik untuk tubuhmu." ujar Yamamoto menasihati. Namun bukannya menuruti nasihat laki-laki yang hobi main baseball itu, Gokudera malah makin emosi.

"Cerewet! Siapa yang bicara denganmu maniak baseball idiot!? Lagipula mana bisa aku tidak marah melihat mereka berdua--" perkataan Gokudera terhenti begitu ia melihat Tsuna yang sudah dihimpit oleh duo mesum host club itu. Mata Gokudera langsung melebar saking emosinya. "HEI! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA JYUDAIME HAH?!" teriak Gokudera emosi. Ia berusaha melangkahkan kakinya secepat mungkin untuk menyelamatkan Jyudaimenya tercinta, sayangnya bengkak di kaki kirinya tidak hanya sukses menghambatnya namun juga berhasil membuatnya terpeleset karena kehilangan keseimbangan.

"HUWAAAA!"

"Gokudera!"

Dengan cepat Yamamoto menarik tubuh Gokudera sebelum pujaan hatinya itu terbentur lantai. Tubuh Yamamoto pun dengan sukses membentur lantai ruangan host club yang keras, tapi ia tidak mempermasalahkan rasa sakit di tubuhnya itu. Yang penting Gokudera tidak terluka.

Perlahan maniak baseball itu pun membuka matanya yang spontan terpejam begitu membentur lantai. Matanya pun melebar melihat tubuh Gokudera yang menindihnya dari atas. Apalagi wajahnya dan wajah Gokudera sekarang hanya dipisahkan oleh jarak sepersekian senti.

Mata mereka bertemu, saling memandangi satu sama lain. Secara tak sadar wajah Yamamoto dan Gokudera pun memerah hingga wajah mereka terasa panas. Jantung mereka juga seperti sedang berlomba dalam perlombaan balap mobil; berderu cepat. Yamamoto bisa merasakan nafas Gokudera di wajahnya dan itu membuat darah di dalam tubuhnya serasa mengalir terbalik.

"Goku...dera..." Ucap Yamamoto lembut.

Gokudera sendiri hanya bisa terdiam. Mendengar detak jantungnya sendiri rasanya bisa membuatnya gila.

Si-Sialan... jantungku... kenapa jantungku berdetak cepat begini?!

Yamamoto pun menggerakan tangannya dengan lembut pada rambut perak Gokudera yang halus dan menariknya perlahan mendekat ke arah wajahnya. Semakin dekat, semakin dekat... namun sayangnya sebelum bibir mereka bertemu ada satu gangguan yang menghentikan momen indah itu.

JEPRET!

Sinar cahaya dari kamera Bel kontan membuat kedua insan itu terperanjat kaget--juga sukses menyadarkan akal sehat Gokudera.

"Shishishi, aku dapat foto yang bagus lagi." ujar Bel sambil cekikikan. Bisa-bisanya ia mengabadikan momen Yamamoto dan Gokudera sementara ia sendiri masih dikejar-kejar oleh Squalo!

Gokudera melotot dengan garang. "KEMBALI KESINI KAU BEL!!!" geramnya sambil beranjak bangun dan melemparkan sepatunya ke arah Bel. Namun sayang sekali lemparannya meleset. Cengiran di wajah Bel semakin lebar. Baik, cukup sudah, tidak ada toleransi lagi untuk pangeran narsis menyebalkan yang suka sekali menganggu kehidupan orang lain ini!

Gokudera pun bergabung bersama Squalo mengejar Bel dan meninggalkan Yamamoto sendiri.

Mukuro melirik ke arah Yamamoto dengan pandangan iba. "Yamamoto yang malang, padahal sedikit lagi ia bisa mendapatkan ciuman Gokudera." Ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Yamamoto yang sekarang ditinggal sendiri oleh Gokudera pun hanya bisa pasrah menerima nasib. Ia beranjak bangun lalu membersihkan bajunya. "Gagal lagi." Gumamnya sambil menghela nafas pelan.


Teru : Naah, selesai juga!~

Kao : Yamamoto... Yamamoto.... *pingsan dengan nosebleed luber kemana-mana*

Teru : Eh? Senpai, oi, senpai, *guncang2in tubuh Kao* Hhh, kayaknya hari ini Teru sendiri yang nemenin reader... ga seru... TwT

-Tiba-tiba-

Ish : Yahoo, semuanya~ Ish datang lagi XDD

Teru : Loh? master bukannya lagi belajar?

Ish : Iya, istirahat bentar kan gapapa? Lagian Ish mau ngomong sesuatu ke salah satu reader yaitu Ash-san. Ehem, arigatou udah selalu ngingetin Ish untuk update NHC... (Kalo ga diingetin sama Ash-san, pasti NHC baru update 1, 2, ato bahkan berbulan-bulan lagi... *lebay*) Terus sama satu lagi, Ish kan tetep update nih walopun sibuk, sebagai gantinya... how about review? *ngarep*

Teru :Iya ya, kasian master... reader semua, jangan lupa review yaaahhh ^^