Auction

Chapter Ten

"My Wife"

Main Cast : BaekYeol / ChanBaek

Warning : OOC, Typho(s), SMUT, NC-18, Lemon, Alur GaJe, Aneh.

-oOo-

Park Chanyeol memandang takjub pada barang lelang yang sedang naik keatas panggung. Namja dengan paras manis dan juga cantik yang tubuhnya kini tengah bergetar. Mulai perlahan-lahan maju kedepan panggung.

Wajahnya dia tundukkan karena dia sangat ketakutan dengan pandangan lapar yang terarahkan padanya. Suara riuh dari para tamu langsung menggema saat sang MC memerintahkan sang barang lelang tersebut, yang bernama Byun Baekhyun untuk mengangkat wajahnya.

Baekhyun mengangkat wajahnya sedikit dan hal itu makin membuat riuhan para tamu semakin tidak terkendali.

'Sungguh... sangat cantik dan juga indah...' puji Chanyeol dalam hati saat Baekhyun mulai mengangkat wajahnya pada para tamu.

Chanyeol tersenyum dengan lebar melihat wajah namja manis itu. Terlebih dengan adanya garis mata hitam tegas yang menurut Chanyeol membuat namja itu terlihat sedikit sexy. Chanyeol tidak bisa berhenti memandangi namja manis yang sekarang tengah ketakutan itu. Rasa posesif pada namja bertubuh mungil itu langsung datang begitu saja pada namja tinggi yang masih memfokuskan pandangannya pada Baekhyun.

'Dia harus menjadi milikku,' batin Chanyeol saat sang MC mulai menawarkan harga untuk Byun Baekhyun.

-oOo-

Selama sesi tawar menawar, Baekhyun sama sekali tidak melihat siapa saja orang-orang yang menawar dirinya. Baekhyun terlalu takut dan sudah pasrah jika nanti dia akan mendapat seorang majikan yang jahat padanya. Dan yang paling Baekhyun takutkan adalah jika majikannya hanya menginginkan tubuhnya saja dan lalu dia akan dibuang karena Baekhyun hampir mengalaminya.

Dia dijual oleh kedua orang tuanya untuk membayar hutang mereka pada seorang pria tambun kaya. Orang itu disaat-saat awal begitu baik pada Baekhyun, namun dalam beberapa hari dia mulai menyentuh tubuhnya dengan paksa dan kasar, walau Baekhyun sudah memohon untuk menghentikan perbuatannya. Baekhyun berhasil kabur setelah memukul kepala namja tambun itu dengan sebuah gelas yang saat itu tepat berada didekatnya. Baekhyun bernapas lega disaat dia melarikan diri, tubuhnya masih belum dikotori oleh namja menjijikan itu.

Setelah itu Baekhyun langsung trauma akan kejadian tersebut, terlebih saat waktu dimana namja itu hampir menyentuhnya. Baekhyun mulai hidup dijalanan, dia tidak berani untuk pulang kerumahnya. Dan malangnya, dijalanan Baekhyun diculik dan kemudian setelah sadar dia sudah berada didalam jeruji atau sel pelelangan.

Baekhyun langsung memeluk tubuhnya erat menggunakan kedua tangannya dengan posisi berdiri. Seruan untuk penawaran kepada dirinya masih menggema diruangan lelang tersebut dan Baekhyun merasa semakin takut. Terlebih seruan-seruan tersebut menggema dengan semangat dan Baekhyun seolah bisa mendengar nafsu dibalik seruan itu.

Baekhyun mengangkat kepalanya saat mendengar nada tawaran lain. Kali ini Baekhyun bisa merasakan bahwa orang yang baru saja menawarnya tidak diliputi oleh nafsu semata. Kedua mata karamel Baekhyun langsung terfokus pada namja tinggi disana yang tersenyum padanya. Dan Baekhyun akui, bahwa namja tersebut sangat tampan.

Namun tiba-tiba, sekelebat bayangan pria tambun tercetak pada wajah namja itu dan membuat Baekhyun langsung membuang muka. Tubuh Baekhyun mulai menggigil dan ketakutan. Kontan saja hal itu membuat Chanyeol menaikkan alisnya tidak mengerti dengan reaksi Baekhyun barusan.

'Kenapa dia ketakuan melihatku? Padahal sebelumnya tidak sama sekali,' pikir Chanyeol yang pandangannya masih terfokus pada Baekhyun. Dimana namja mungil itu masih enggan menatap kedepan terlebih menatap dirinya.

-oOo-

Baekhyun terduduk lesu dan mulai menghela napas panjang diruangan tunggu lelang. Dirinya telah dibeli oleh namja tadi, yang membuatnya untuk beberapa saat teringat pada namja yang dulu hampir menyentuhnya. Namja yang Baekhyun tahu bernama Park Chanyeo itu membelinya dengan tawaran senilai $57.000.000. Dan jujur saja hal itu membuat Baekhyun sangat kaget karena jumlah segitu bukanlah jumlah yang sangat sedikit. Baekhyun hanya berharap bahwa namja bernama Park Chanyeol itu tidak sejahat majikannya yang dulu.

Disaat Baekhyun kini sedang mengobrol dengan barang lelang lain, yaitu Luhan dan Tao. pintu ruang lelang terbuka, menampilkan seorang pria tambun dengan beberapa orang lain bertubuh besar dihadapannya.

"Nah... saatnya kalian pergi dari sini dan jadi budak master kalian," ucap pria tambun itu yang membuat Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya pada sosok seseorang. Sosok namja tinggi yang telah membelinya seharga $57.000.000.

Namja itu berjalan pelan menuju Baekhyun. Baekhyun yang tadi sedang duduk mulai berdiri dari duduknya. Baekhyun menelan ludahnya takut dan juga gugup saat Chanyeol begitu dekat dengannya. Chanyeol menatap dalam Baekhyun, membuat pipi Baekhyun sedikit merona.

Chanyeol menggerakkan tangannya untuk menggenggam salah satu tangan Baekhyun. Baekhyun terkejut saat tangan Chanyeol menggenggam tangannya. Baekhyun kembali terkejut untuk kedua kalinya saat Chanyeol menarik tanggannya menujur bibirnya dan dia mengecup tangannya dengan lembut.

"Senang bisa memilikimu... Byun Baekhyun," kata Chanyeol yang membuat wajah Baekhyun memerah. "Tak kusangka... dari dekat wajahmu jauh lebih manis dan lebih cantik," lanjut Chanyeol.

BLUSH

Wajah Baekhyun langsung blushing parah dan mulai menundukkan wajahnya. Dia tidak menyangka, Chanyeol akan mengatakan kata-kata atau mungkin gombalan seperti itu padanya. Jantung Baekhyun mulai berdebar-debar karenanya dan Baekhyun merutuki hal tersebut.

Chanyeol mulai menurunkan tangan Baekhyun dari bibirnya namun tidak melepaskan tautan tangan mereka. "Kukira, sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya. Karena besok, aku ingin segera menikahimu Byun Baekhyun,"

Baekhyun membulatkan matanya lebar-lebar dan menatap wajah Chanyeol dengan raut wajah Apa-Kau-Sudah-Gila?

"Y-ya! Aku ini namja bukan yeojya, apa kau sudah tidak waras?" bentak Baekhyun yang tidak terima akan dinikahi oleh namja dihadapannya ini begitu saja. Kenapa seenaknya menjadikannya seorang istri. Lagi pula Baekhyun itu namja bukan yeojya duh.

Chanyeol tertawa kecil melihat reaksi Baekhyun. "Aku tahu kau namja. Tapi kau sangat cantik, jadi aku tidak keberatan menikahimu," balas Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun.

Baekhyun hanya dia membisu mendengar ucapan Chanyeol dengan wajahnya yang kembali memerah. Sebelum akhirnya bibirnya kini dikecup pelan oleh Chanyeol.

"Kita pergi sekarang, calon istriku~" Chanyeol pun mulai menarik Baekhyun pergi dari sana, tidak peduli dengan Baekhyun yang masih tidak mengerti dan tidak paham dengan situasi yang menimpa dirinya.

'Aku tidak tahu harus sedih, senang atau marah? Orang ini... sangat aneh. Tapi... dia baik padaku,' ucap Baekhyun dalam hati sambil menatap Chanyeol dibelakangnya.

'Apakah... dia serius ingin menikahiku? Apa dia tidak akan menjadikanku hanya pemuas nafsunya lalu membuangku? Bisakah aku mempercayainya?' Baekhyun mulai menatap sendu Chanyeol.

Mereka berdua sudah berada didepan pintu utama gedung dengan sebuah mobil limo yang menunggu mereka berdua. Seorang body guard Chanyeol membukakan pintu untuk mereka bedua. Chanyeol tidak langsung masuk tetapi mempersilahkan Baekhyun masuk terlebih dahulu. Chanyeol memasukkan Baekhyun kedalam mobilnya dengan hati-hati tanpa melepas genggamannya, membuat Baekhyun hanya bisa menunduk malu.

Bahkan saat didalam pun, Chanyeol masih menggenggam erat tangan Baekhyun tanpa mau melepaskannya. Baekhyun hanya bisa tersenyum simpul dan pasrah tangannya semakin erat digenggam oleh Chanyeol. Selama dalam perjalanan, Baekhyun hanya bisa menundukkan wajahnya saja. Membuat suasana didalam mobil begitu hening dan canggung.

Baekhyun tidak tahu bahwa Chanyeol juga merasakan hal yang sama dengannya. Chanyeol sangat gugup berada didekat Baekhyun. Chanyeol tidak menyangka dia akan mendapatkan Baekhyun dan mengatakan akan menikahinya. Chanyeol memang tulus mengatakan ingin menikahi Baekhyun, walau pun itu keluar dari mulutnya secara spontan.

Chanyeol mulai memandang Baekhyun yang masih menundukkan kepalanya itu. Chanyeol mengambil napas panjang untuk membuang semua rasa gugupnya. "Jadi... apa kau mau menerima lamaranku? Maksudku... kau mau aku nikahi?" tanya Chanyeol.

Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya pada Chanyeol, membuat pandangan mereka saling bertemu. Alhasil mereka berdua pun sama-sama merasakan debaran jantung yang mulai berdetak tidak normal.

Baekhyun mengalihkan pandangannya sebelum menjawab. "Aku tidak bisa menolak... karena kau sudah membeliku. Itu berarti kau tuanku dan aku budakmu tidak pantas untuk menolaknya," jawab Baekhyun yang malah membuat Chanyeol merasa kecewa mendengar jawabannya.

"Jangan menjawabku seperti itu. Singkirkan hubungan antara tuan dan budak yang kau katakan. Aku memintamu untuk kujadikan istri tanpa ingin ada paksaan. Jika kau tidak mau, kau bisa mengatakan tidak. Jangan khawatir, aku tidak akan marah," jelas Chanyeol yang kembali membuat Baekhyun menatap pada dirinya.

Baekhyun bisa melihat gurat wajah kecewa milik Chanyeol. 'Apakah... dia benar-benar tulus memintanya?' pikir Baekhyun.

"A-aku... aku akan memikirkannya. Beri aku waktu untuk memilih pilihanku," ucap Baekhyun yang kembali membuang mukanya. Chanyeol tersenyum kecil, walau tersirat kekecewaan dalam senyumnya.

"Tentu, tidak masalah. Aku akan menunggu, tidak peduli seberapapun lamanya," balas Chanyeol. Baekhyun kembali merasakan wajahnya memanas mendengar penuturan Chanyeol.

"Bo-bolehkan aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Baekhyun tanpa memandang Chanyeol.

"Tentu, apa itu?"

"Kenapa kau membeliku dan ingin menikahiku?"

"Tidak ada alasan lain. Aku hanya ingin memilikimu saja, aku ingin kau selalu ada disampingku. Karena aku dengar, pernikahan bisa mengikat kita dan membuat kita sulit untuk berpisah. Aku harap seperti itu jika kita memang benar-benar menikah nanti,"

"O-oh... jadi begitu..." Baekhyun hanya bisa terdiam mendengar jawaban Chanyeol yang membuat debaran jantungnya makin tidak terkendali.

'Apakah dia mengatakannya dengan jujur?' batin Baekhyun.

-oOo-

Mereka berdua pun sudah sampai di kediaman Chanyeol yang cukup megah dan mewah. Chanyeol masih menggandeng tangan Baekhyun, membawanya kerumah besar miliknya. Baekhyun yang pasrah hanya bisa menundukkan lagi kepalanya, malu juga karena dipandangi para pelayan disana.

"Omo?! Siapa yang kau bawa itu ChanChan~?" tanya sebuah suara saat Chanyeol akan memasuki kamar miliknya. Mereka berdua pun langsung mengalihkan pandangannya pada orang tersebut.

Seorang yeojya cantik yang juga tinggi dengan memakai pakaian anggun miliknya, tengah berjalan pelan menuju keduanya.

'Siapa yeojya itu?' pikir Baekhyun.

"Kenapa kau ada disini nenek lampir? Dan tentang siapa namja yang aku bawa ini, bukanlah urusanmu." kata Chanyeol dengan nada jengkel namun dihiraukan oleh yeoja tersebut. Yeojya itu malah memandang Baekhyun dengan raut wajah antusias.

"Dia ini benar-benar manis~ siapa namamu sayang?" tanya yeojya itu sambil mencubit kedua pipi Baekhyun dengan dua tangannya dengan gemas. Chanyeol langsung menarik Baekhyun kedalam pelukannya dan memandang tajam yeojya tersebut.

"Jangan menyentuhnya, dia ini milikku," ucap Chanyeol yang membuat wajah Baekhyun memerah dan yeojya itu terkikik pelan.

"ChanChan jahat sekali~ selingkuh dihadapanku, dihadapan tunanganmu sendiri," kata yeojya itu sambil memandang wajah Baekhyun yang tiba-tiba tersentak kaget mendengar ucapannya.

"Ya! Apa-apaan ucapanmu tadi?"

"Huhuhu ChanChan jahat sekali~" yeojya itu pun memeluk Chanyeol disisi lain yang berlawanan dengan Baekhyun. Diam-diam yeojya itu melirik wajah Baekhyun yang terlihat murung, yeojya itu pun mulai menyeringai senang.

"Aish! Lepaskan aku eomma, sesak!" seru Chanyeol yang membuat Baekhyun melotot kaget.

'Eomma? Yeojya itu eommanya?' Baekhyun menatap tidak percaya pada Chanyeol lalu pada yeojya itu. 'Mu-mustahil... dia terlihat sangat muda sekali,' ucap Baekhyun dalam hati. Baekhyun kaget saat yeojya itu tersenyum aneh padanya.

Eomma Chanyeol pun melepaskan pelukannya yang kemudian berbisik pelan ditelinga Chanyeol. Chanyeol membulatkan kedua matanya mendengar bisikkan eommanya dan menatap eommanya ragu. Eomma Chanyeol hanya berkedip padanya sebelum akhirnya menatap Baekhyun.

"Ahaha maaf~ aku tadi berbohong padamu. Perkenalkan... aku eomma Chanyeol, namaku Park Sooyoung," kata eomma Chanyeol yang bernama Sooyoung itu pada Baekhyun sambil tersenyum kecil.

"Na-namaku Byun Baekhyun. Salam kenal nyonya Park," balas Baekhyun sambil membungkukkan badannya.

Sooyoung tertawa pelan. "Duh, tidak usah seformal itu sayangku. Kau bisa memanggilku eomma atau ahjumma. Tapi kurasa ahjumma tidak terlalu cocok untukku, noona saja kurasa lebih baik ohohoho~," kata Sooyoung sambil tertawa.

"Eomma ingatlah dengan umurmu, kau sudah hampir berusia 40 tahun," desis Chanyeol yang malah diberikan glare dari Sooyoung.

Baekhyun tersenyum kecil. "Ne, terima kasih atas kebaikan anda noona," ucap Baekhyun sedikit bercanda yang membuat Sooyoung bertepuk tangan dan kemudian menunjuk Baekhyun.

"Kau dengar itu kan ChanChan? Dia memanggilku noona dengan kemauannya sendiri," seru Sooyoung pada Chanyeol bersemangat. Chanyeol hanya memutar bola matanya bosan.

"Anda terlihat begitu muda, jadi memanggil anda noona sepertinya tidak masalah," puji Baekhyun yang membuat Sooyoung langsung girang. Sooyoung menarik Baekhyun dari pelukan Chanyeol dan langsung memeluknya.

"Aww terima kasih sayangku," ucap Sooyoung gemas sembari mencubiti pipi Baekhyun lagi.

"Eomma!" teriak Chanyeol dengan nada tidak suka dan kembali menarik Baekhyun dalam pelukannya. "Sudah kubilang dia milikku, kenapa eomma maen peluk seenaknya?" kata Chanyeol dengan nada jengkel, Baekhyun hanya bisa diam dengan wajah merah semerah tomat.

Sooyoung memutar bola matanya dan melipat tangannya didada. "Sifat posesif milikmu memang tidak pernah hilang," kata Sooyoung sambil bersmirk ria.

Wajah Chanyeol kini mulai memerah mendengar ucapan eommanya. "Sudah yah ChanChan, eomma mau berjalan-jalan sebentar. Dan jangan terlalu keras mendesah didalam kamarmu nanti saat kalian sedang you-know-what. Bye-bye," Sooyoung pun pergi dari sana, meninggalkan dua namja yang blushing parah mendengar ucapannya barusan.

Chanyeol menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Apa kau lapar? Aku akan meminta pelayan untuk membawa makanan untukmu jika kau mau," Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku hanya... merasa lengket. Bolehkah aku mandi?," pinta Baekhyun yang diangguki oleh Chanyeol. "Kalau begitu, kurasa sudah saatnya kita masuk kedalam kamarku dan kau bisa mandi disana," kata Chanyeol sambil menarik pergelangan tangan Baekhyun menuju kamarnya.

Mereka pun mulai masuk kekamar Chanyeol dengan suasana hening dan canggung. Chanyeol mulai memikirkan kembali ucapan eommanya yang barusan yang berbisik padanya.

'Kurasa namja manis ini menyukaimu ChanChan. Kau sangat beruntung,' bisik eommanya waktu itu. Chanyeol tidak tahu harus percaya padanya atau tidak.

"Cha-Chanyeol... kamar mandinya disebelah mana?" tanya Baekhyun pada Chanyeol. Chanyeol tersentak sebelum akhirnya menunjuk sebuah pintu dengan cat berwarna putih tulang.

"Disana, kau masuk saja. Sudah ada handuk atau bathrobe didalamnya," balas Chanyeol sambil tersenyum yang diangguki pelan oleh Baekhyun. Baekhyun pun masuk kedalam kamar mandi, membuat Chanyeol langsung mengatur debaran jantungnya.

Baekhyun terdiam didalam kamar mandi. Wajahnya untuk kesekian kalinya merona saat Chanyeol tersenyum padanya tadi. Selain itu Baekhyun bersyukur, sejauh ini dia bisa mempercayai Chanyeol. Baekhyun juga senang, ternyata eomma Chanyeol snagat ramah dan baik.

Baekhyun menggelengkan kepalanya dan mulai membuka bajunya satu persatu. Baekhyun berjalan pelan menuju shower dan memulai mandinya dalam diam.

Chanyeol hanya duduk diam di sofa kamarnya sambil menonton tv, pandangannya teralihkan pada pintu kamar mandi yang terbuka. Chanyeol langsung menelan air liurnya saat Baekhyun yang hanya memakai bathrobe keluar dari sana.

Chanyeol bisa melihat leher putih dan sedikit dada Baekhyun, juga bahunya yang terekspose. Tidak lupa dengan tetesan air yang masih membasahi tubuhnya . Rambut coklat kemerahannya yang basah itu pun tidak luput dari pandangan Chanyeol. Baekhyun menggunakan bathrobe miliknya yang sudah tentu kebesaran. Chanyeol mulai merasakan celananya terasa sangat sempit.

"E-emmh Chanyeol, bolehkah aku meminjam bajumu?" pinta Baekhyun dengan nada ragu, tidak tahu jika Chanyeol melihat dirinya begitu intens. "Bajuku yang tadi kupakai agak basah," lanjut Baekhyun dengan nada pelan.

"Te-tentu saja. Kau boleh meminjam sesukamu. A-aku mau mandi juga, pilihlah sesukamu," kata Chanyeol yang tersadar dari lamunannya. "Terima kasih," balas Baekhyun.

Chanyeol hanya tersenyum dan mulai masuk kedalam kamar mandi. Didalam sana, Chanyeol kembali mengatur napas dan debaran jantungnya. Chanyeol menatap kebawah, dimana celana jeans yang dia pakai agak menyembul. Chanyeol mengusap wajahnya frustasi dan berharap Baekhyun tidak melihatnya.

'Kurasa... selain mandi, aku juga harus menyelesaikan urusanku yang dibawah sini,' batin Chanyeol pilu.

-oOo-

Baekhyun duduk terdiam di sofa yang sebelumnya Chanyeol tempati. Baekhyun sudah memakai pakaian Chanyeol yang sekiranya pas untuk dirinya. Karena kebanyakan ukurannya terlalu besar.

Baekhyun memakai celana panjang yang cukup untuk ukurannya dengan atasan yang agak kebesaran. Bahu kanan atau kirinya kadang terekspose jika dia bergerak-gerak. Baekhyun tidak mempedulikan hal itu, dia hanya ingin Chanyeol menyelesaikan mandinya dan tidur.

Wajah Baekhyun tiba-tiba memerah membayangkan dirinya yang tidur dalam pelukan Chanyeol. Baekhyun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memeluk bantal sofa dengan erat.

CKLEK

Pintu kamar Chanyeol terbuka lebar, menampilkan sosok eomma Chanyeol disana. Baekhyun langsung berdiri dan membungkukkan badannya. Eomma Chanyeol terlihat membawa nampan berisi camilan dan dua gelas minuman.

"Annyeong eomma eh maksudku noona," ucap Baekhyun kelabakan tadi memanggil Sooyoung dengan sebutan eomma.

Sooyoung tersenyum kecil. "Sekarang, aku lebih suka mendengarmu memanggilku eomma sayangku Baekhyun," kata Sooyoung sambil mendekat pada Baekhyun dan menyimpan nampan itu dimeja didepan sofa.

"Duduklah," titah Sooyoung pada Baekhyun yang masih berdiri, Baekhyun pun kembali duduk.

"Mana ChanChan?" tanya Sooyoung sambil memperhatikan sekeliling. "Sedang mandi eomma," jawab Baekhyun. Sooyoung hanya ber 'oh' ria. "Eomma membawakanmu cemilan dan minuman," Sooyoung pun memberikan camilan dan minuman didepan Baekhyun.

"Tidak usah repot-repot eomma," ucap Baekhyun yang tidak enak pada Sooyoung. "Tidak apa, aku hanya tidak mau membiarkan tamu manisku kelaparan," timpal Sooyoung sambil tertawa pelan.

"Sudah yah, eomma pergi ke kamar eomma dahulu." Sooyoung pun kembali berdiri dan mulai berjalan pelan menuju sebuah meja. "Aku lupa menyimpan kotak ini pada tempatnya," ucap Sooyoung sambil menyimpan sebuah kotak hitam kecil di meja itu.

Baekhyun tidak terlalu mempedulikannya. "Selamat malam Baekhyun dan mimpi indah," ucap Sooyoung sambil berkedip pada Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum simpul. Saat pintu tertutup, Sooyoung mulai mengeluarkan evil smirknya.

"Kau akan berhutang budi padaku dengan membelikanku sebuah mobil mewah, anakku ChanChan," gumam Sooyoung dengan nada gembira dan mulai berjalan menuju kamarnya.

Baekhyun mulai memakan cemilan dan juga jus yang ada dihadapannya sembari menonton tv. Dalam beberapa menit, tubuh Baekhyun mulai terasa bergejolak entah karena apa. Baekhyun mulai merasa tubuhnya kepanasan dan jantungnya mulai berdebar-debar di atas normal. Sambil memegang kepalanya yang mulai terasa pusing, Baekhyun mulai berjalan pelan menuju kasur Chanyeol dan kemudian dia membantingkan tubuhnya kesana.

"Aaahhh kenapa aku kepanasan seperti ini aahhh..." gumam Baekhyun yang mulai meraba-raba tubuhnya sendiri. Pandangannya pun mulai berubah sendu. Libido Baekhyun makin lama makin meningkat dengan tiba-tiba dan dia mulai memasukkan sendiri tangannya kedalam celananya.

-oOo-

Chanyeol membuka pintu kamar mandi setelah dia selesai mandi. Handuk putih melilit di pinggang kokohnya, dengan bagian tubuh atasnya yang terekspose menampilkan dada bidang dan abs miliknya yang terpahat sempurna. Dan handuk kecil berada diatas kepalanya, mengusap-usap rambutnya yang basah dengan kedua tangannya. Chanyeol mulai berjalan pelan menuju kasur sembari memejamkan matanya, masih menikmati tetesan air hangat yang melekat pada kulitnya.

Chanyeol membuka matanya perlahan. "Baekhyun kau su-" Chanyeol langsung terdiam membisu melihat pemandangan didepannya. Handuk yang dia pakai untuk melilit pinggangnya, tepat di bagian selangkangannya mulai menggembung kembali.

Mata Chanyeol masih fokus pada Baekhyun di atas kasur yang sekarang sedang menyentuh dirinya sendiri. Celana Baekhyun sudah tersingkap selutut dan bajunya juga tersingkap sedada. Satu tangannya tengah mengocok kejantanannya sendiri yang sudah tegang dan mengeluarkan precum di ujungnya. Sedangkan satu tangan yang lain mencubiti nipplenya satu persatu yang sudah mengeras dan memerah.

Chanyeol menelan salivanya, terlebih saat Baekhyun menatap dirinya dengan pancaran nafsu pada manik matanya. "Aahh... hhhaahhh..." Baekhyun mendesah dengan suara menggoda, entah sengaja atau tidak disengaja. Yang jelas, desahannya membuat wajah Chanyeol memerah sempurna.

Chanyeol langsung menggelengkan kepalanya, membuang semua pikiran kotornya barusan tentang dirinya yang menyentuh tubuh Baekhyun. Dan juga pikiran kotornya saat dikamar mandi melakukan masturbasi sambil membayangkan dirinya bercumbu dengan Baekhyun. Chanyeol perlahan berjalan menuju kasur sambil menstabilkan deru napas dan debaran jantungnya.

"Ba-Baekhyun... apa yang kau lakukan? Dan apa sebenarnya yang terjadi padamu?" tanya Chanyeol yang mulai naik keatas kasur. Chanyeol bisa melihat wajah Baekhyun yang memerah, keringat yang membanjiri wajah manisnya dan tatapan matanya yang sendu.

Baekhyun menatap lekat Chanyeol.

"Wooah!"

Dan dalam gerakan cepat menarik tubuh Chanyeol hingga Chanyeol kini berada dibawahnya. Baekhyun langsung menindih tubuh Chanyeol dengan duduk diatas perut six pack Chanyeol. Tarikan Baekhyun membuat handuk kecil Chanyeol terlepas dari kepalanya dan handuk yang melilit Chanyeol sedikit melonggar.

Chanyeol kaget, tentu saja. Kini diatasnya ada Baekhyun yang menatapnya penuh nafsu dan juga lapar. Kedua tangan Baekhyun mengunci kedua tangan Chanyeol. Baekhyun benar-benar sudah diliputi nafsu yang besar, itu semua karena camilan dan minuman yang dia makan sudah diberi obat perangsang oleh eomma Chanyeol. Dan Chanyeol tidak tahu menahu soal itu.

"Baekhyun.. kau kena-mpphh-" ucapan Chanyeol terpotong saat Baekhyun langsung membekap mulutnya dengan bibir plum miliknya. Baekhyun mulai melumat kasar bibir Chanyeol, membuat Chanyeol mengerang tertahan.

Baekhyun langsung memasukkan lidahnya dalam mulut hangat Chanyeol saat mulut Chanyeol terbuka sedikit. Chanyeol tersentak saat merasakan lidah Baekhyun mulai mengeksploitasi mulutnya. Chanyeol mulai mendorong lidah Baekhyun dengan lidahnya, membuat lidah keduanya bertarung menentukan siapa yang dominan.

Pertarungan mereka membuat saliva mulai meluncur deras dari sudut bibir keduanya. Suara kecipak saliva pun menggema didalam kamar Chanyeol, tidak ada satu pun dari mereka yang mau mengalah.

"Nggaahh..." Baekhyun mengerang saat lidah Chanyeol mendorongnya dengan kuat menuju mulut Baekhyun. Kali ini Chanyeol yang mengeksploitasi mulut hangat Baekhyun dan mulai melumat bibir Baekhyun. Chanyeol juga sepertinya sudah dibutakan oleh nasfu kali ini, tidak berniat menghentikan kegiatan mereka.

Chanyeol terus melumat bibir Baekhyun dan berhenti sejenak saat dia mulai melepas kuncian tangan Baekhyun pada kedua tangannya. Kedua tangan Chanyeol mulai melepas baju Baekhyun dan langsung kembali melumat bibir sang namja manis yang berada diatasnya.

"Mmhhh haahh..." erang Baekhyun saat kini Chanyeol melepaskan ciumannya dan mulai menjelajah leher putih Baekhyun. Chanyeol mulai menjilat dan menghisap juga menggigit leher putih Baekhyun dengan gerakan sensual.

"Oohh Chanyeol aahh... ngahh..." erang Baekhyun saat Chanyeol terus memberikan tanda kissmarka pada lehernya. Begitu juga dengan kedua tangan Chanyeol yang meraba-raba dada Baekhyun dan memilin nipplenya yang sudah mengeras satu persatu.

Baekhyun yang masih dikendalikan obat mulai beraksi dengan memundurkan pinggulnya hingga berada pada selangkangan Chanyeol. Setelahnya, Baekhyun mulai menggoyangkan pinggulnya, membuat pantat kenyalnya yang tidak tertupi celana bertabrakan dengan kejantanan Chanyeol yang sudah tegang dan keras yang masih tertutupi handuk.

"Aaahhh... Baekhyun kau meng-eemhh-godaku..." erang Chanyeol sambil memejamkan matanya dan mulai melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya. Chanyeol juga melepaskan celana Baekhyun hingga mereka berdua kini sudah naked total.

Baekhyun kembali menggesekkan pantatnya pada kejantanannya Chanyeol yang sudah mengacung tinggi itu. Membuat kedua namja itu terus mendesah dan mengerang nikmat. Chanyeol mulai menaikkan tubuhnya sedikit untuk mencium kembali bibir plum Baekhyun.

Kedua bibir itu kembali melumat satu sama lain. Meski begitu, Baekhyun masih tidak menghentikan kegiatannnya menggoyangkan pinggul atau pantatnya dibawah sana. Chanyeol kembali melepaska ciumannya dan mulai menjamah dada Baekhyun dengan mulutnya. Chanyeol mulai memberi banyak kissmark didada Baekhyun sebanyak mungkin. Dan kini kedua tangan Chanyeol mulai memberikan service pada kejantanan Baekhyun.

"Empphh Chanyeol... hhahh..." desah Baekhyun menikmati sentuhan intim dari Chanyeol diseluruh titik tersensitif ditubuhnya.

Baekhyun mulai mendorong dada Chanyeol dan kini kedua tangan Baekhyun menempel pada dada bidang Chanyeol sebagai tumpuan. Sedangkan kedua tangan Chanyeol sekarang memegang pinggang Baekhyun.

Baekhyun memandang wajah Chanyeol sambil menggigit bibirnya erotis. "Chanyeol mmhh fuck me now please... aahhh," pinta Baekhyun dengan nada menggoda. Chanyeol menelan ludahnya gugup sebelum akhirnya mengangguk pelan.

Baekhyun tersenyum kecil dan mulai mengangkat tubuhnya, Baekhyun mengarahkan lubangnya tepat diatas kejantanan Chanyeol yang mengacung tersebut. "Ba-Baekhyun... aku belum mempersiapkan lubangmu, biarkan aku..." cegah Chanyeol dengan wajah memerah sempurna.

Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan. Dia mengangkat satu tangannya pada dada Chanyeol dan mulai menghisapnya didalam mulutnya sendiri. Pemandangan erotis itu membuat kenjantanan Chanyeol makin membesar dan membuat libidonya juga naik.

"Ngghhh mmpphh..." desah Baekhyun sambil menjilat ketiga jarinya didalam mulutnya. Kedua matanya yang sendu tidak lepas dari wajah Chanyeol, bermaksud menggodanya dengan gaya seduktif.

Chanyeol hanya bisa menahan libido dan nafsunya yang semakin meningkat melihat itu semua. Dia ingin sekali menarik pinggang Baekhyun agar kejantanannya itu masuk kedalam lubang sempit nan hangat milik Baekhyun. Tapi tidak, Chanyeol sabar menunggu sembari menikmati pemandangan menakjubkan dihadapannya.

"Aahhmmm," Baekhyun melepaskan ketiga jarinya yang basah karena saliva. Setelah itu Baekhyun mulai mengarahkan ketiga jarinya menuju lubangnya. Baekhyun mulai memasukkan satu jarinya.

"Mmhhh... aahhh," desah Baekhyun masih dengan menatap Chanyeol dengan tatapan seduktif. Chanyeol hanya tersenyum menyeringai melihatnya.

Jari kedua dia masukkan. "Haahh... oohhh..." Baekhyun menutup kedua matanya dan menggigit bibir bawahnya. Lalu jari terakhir dia masukkan. "Akh! Hhahh... oohhh..."

Baekhyun mulai menggerakkan ketiga jarinya didalam sana, bermaksud melebarkan lubangnya. Deru napas Baekhyun mulai tidak beraturan dan Baekhyun mulai merasakan rasa sakit pada lubangnya.

Setelah dirasa cukup, Baekhyun melepaskan ketiga jarinya dan mulai menggenggam kejantanan besar milik Chanyeol dibawah lubangnya. Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan menggoda dan mulai mengocok sebentar kejantanan Chanyeol.

"Aahh... Baekhyun jangan menggodaku... cepat masukkan saja pada lubangmu aahhh..." ucap Chanyeol yang sudah mulai tidak sabaran.

Baekhyun mengangguk lucu, sebelum akhirnya mulai menurunkan pinggulnya menuju kejantanan Chanyeol.

"AKH! Mhhh hhahh... oohhh," Baekhyun mendesah dengan cukup keras saat kepala kejantanan Chanyeol sudah berada didalam lubangnya.

"Fuck! Baekhyun kau sangat sempit aakkhhh," desah Chanyeol saat Baekhyun kembali menurunkan pinggulnya, membuat kejantanan Chanyeol masuk makin dalam kedalam lubang hangat dan sempit milik Baekhyun.

"Chanyeol... aahh... you're so big mmhhh...," erang Baekhyun sambil memejamkan matanya meresapi rasa nikmat dan juga sakit saat kejantanan besar dan panjang milik Chanyeol terus masuk kedalam lubangnya.

"AKKHH! You hit it Chanyeol mmpphhh..." seru Baekhyun saat ujung kejantanan Chanyeol yang melesat masuk didalam lubangnya, langsung menyentuh titik prostatnya. Rasa sakit pada lubangnya mulai sirna dan tergantikan oleh rasa nikmat yang tiada tara.

Kedua tangan Baekhyun kembali bertumpu pada dada Chanyeol dan mulai menaik turunkan pinggulnya dengan cepat. Baekhyun yang tengah dipengaruhi oleh obat perangsang itu, mulai mencari kenikmatannya sendiri.

"Ohh fuck! Baekhyun aahh... luar biasa mmhh terus begitu baby aahhh..." desah Chanyeol menikmati kegiatan Baekhyun diatasnya yang tengah menaik turunkan pinggulnya dengan cepat dan keras. Membuat kejantanan Chanyeol digenggam begitu erat oleh dinding prostat Baekhyun didalam sana.

Chanyeol juga mulai menaik turunkan pinggulnya berkebalikan dengan Baekhyun. Kontan saja, hal itu makin membuat kejantanannya masuk lebih dalam pada lubang sempit nan hangat milik Baekhyun.

"AKH! Chanyeol... yes like that... fuck me harder mmhhh faster aahhh," ucap Baekhyun nimat diselingi desahannya saat lubangnya digenjot dengan cukup kasar oleh Chanyeol.

"You like that huhh Baekhyun? Scream my name baby, scream my name," titah Chanyeol yang makin mempercepat sodokannya pada lubang Baekhyun. Baekhyun mulai menggigit bibir bawahnya dan menutup kedua matanya meresapi kenikmatan didalam lubangnya.

Kedua mata Baekhyun mulai terbuka lebar saat titik prostatnya kembali tersentuh. "MMHH YESSS CHANYEOL AAHH CHANYEOL FUCK ME THERE HARDER~ FASTER~," teriak Baekhyun tidak terkendali. Chanyeol tersenyum senang dan melesakkan kejantanannya semakin beringas didalam lubang Baekhyun.

"OHH Fuck! Im cumming Chanyeol aahhh cumming~" ucap Baekhyun sambil kembali memejamkan kedua matanya.

"Cum for me baby, scream my name when you cum," balas Chanyeol yang mulai membantu Baekhyun dengan mengocok kejantanannya dengan cepat.

"Aahh.. hhaahhh... cumming~ i'm cumming AAHH CHANYEOL!"

CRROOTT

Baekhyun memuntahkan lahar putihnya yang mengotori tangan dan abs juga dada Chanyeol. Chanyeol tersenyum puas masih dalam kegiatannya yang menggenjot lubang Baekhyun. Tubuh Baekhyun mulai melemas untuk sementara.

Chanyeol mulai bangkit dari posisinya yang terlentang dan mendorong tubuh Baekhyun pelan. Baekhyun kini yang terlentang dikasur dengan Chanyeol yang masih tidak melepaskan kejantanannya pada lubang Baekhyun.

Chanyeol menghentikan sodokannya sebentar, saat dia menaikkan kedua kaki Baekhyun pada kedua bahunya. Setelahnya, Chanyeol kembali menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan kasar dan beringas. Membuat kasur yang sedang mereka tempati mulai berdecit dengan keras.

"Oh yess Chanyeol... fuck me there, there mmhhh,"

Baekhyun kembali mendesah dengan erotis saat kejantanan Chanyeol menyentuh prostatnya lagi didalam sana terus menerus. Kedua tangan Baekhyun melingkar dengan indah pada leher jenjang Chanyeol. Dan kedua kakinya melingkar pada pinggang Chanyeol, membantu namja diatasnya untuk memasukkan kejantanannya kedalam lubangnya.

"There huh there!" ucap Chanyeol saat dia menyodok keras titik prostat Baekhyun sambil menyeringai senang.

"Ohh yesss there. Chanyeol please... fuck me there harder~ aahhh faster~," pinta Baekhyun dengan nada memelas.

"As you wish my Princess," dan Chanyeol pun langung menyodok titik prostat Baekhyun sekuat tenaga, membuat namja dibawahnya hanya bisa menggelinjang nikmat. Chanyeol kembali menggenggam kejantanan Baekhyun yang sudah tegang kembali dan mengocoknya.

"Aahhh... Chanyeol i'm cumming again hhohh...," ucap Baekhyun sambil menarik kepalanya menikmati sentuhan tangan Chanyeol pada kejantannnya dan sodokan Chanyeol pada lubangnya. sesuatu didalam tubuhnya terasa kembali ingin menyeruak keluar.

"Me too baby aakkhhh fuck! So tight mmhhh," Chanyeol juga merasakan perutnya terasa seperti menyempit dan ingin melesakkan sesuatu dari dalam sana.

"CHANYEOL!"

"BAEKHYUN!"

Mereka berdua klimask secara bersamaan. Dengan cairan Baekhyun yang mengotori kembali tangan Chanyeol, perutnya dan juga perut Chanyeol. Sedangkan Chanyeol memuntahkan lahar putihnya didalam lubang Baekhyun. Chanyeol menjatuhkan tubuhnya disamping Baekhyun setelah melepas kejantanannya didalam sana.

Mereka berdua mulai menstabilkan deru napasnya. Baekhyun memalingkan wajahnya kesamping dan menarik leher Chanyeol lalu menciumi bibirnya dengan lembut. Baekhyun melepaskan kembali bibirnya dari bibir Chanyeol.

Baekhyun mulai memposisikan tubuhnya miring membelakangi Chanyeol. Chanyeol pun tidak segan untuk kembali menciumi leher dan punggung Baekhyun.

"Aahhh Chanyeol..." Baekhyun mendesah pelan, membuat Chanyeol kembali hard.

Baekhyun mulai menggerakkan tangannya kebawah sana, menggenggam kembali kejantanan Chanyeol. Lalu tanpa disadari Chanyeol, Baekhyun kembali memasukkan kejantanan Chanyeol yang tegang itu masuk kedalam lubangnya.

"Hahhh Baekhyun, kau masih kuat mmhh fuck! Masih sempit sshhh," erang Chanyeol saat kejantanannya kini sudah masuk sepenuhnya dalam lubang Baekhyun.

"Mmmhh yes Chanyeol. Fuck me again harder and faster. Make me cum again please~" pinta Baekhyun sambil menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Hal itu membuat keduanya kembali mendesah nikmat.

"Jika itu maumu," balas Chanyeol sambil menghentakkan pinggulnya dengan keras dan kasar didalam sana.

"Mpphh yeaahh so good Chanyeol, more harder aahhh fa-faster," desah Baekhyun.

Tanpa sengaja, mata Chanyeol melirik meja yang terdapat dua gelas minuman dan camilan. Lalu di meja terdapat sebuah kotak dengan lubang kecil menghadap pada mereka berdua.

'Nenek lampir itu... jadi Baekhyun seperti ini karenanya. Benar-benar...,' batin Chanyeol kesal. Mata Chanyeol melirik bantal disampingnya sebelum melemparnya tepat dihadapan kotak tersebut. Chanyeol tersenyum puas sebelum dia kembali menggenjot lubang Baekhyun.

"Kurasa sesudah ini... kau tidak akan bisa menolakku untuk menikah Byun Baekhyun..." bisik Chanyeol ditelinga Baekhyun dengan suara seraknya.

-oOo-

"CHANCHAN! Kenapa kau malah menghalangi kegiatan kalian didalam sana huhuhu~, padahal sudah ronde kedua," seru Sooyoung didalam kamarnya sembari memperhatikan layar besar didepannya yang hitam. Kedua lubang hidunya tertutupi oleh tisu karena mimisan sejak tadi dia melihat Baekhyun dan Chanyeol bercumbu ria dilayar.

-oOo-

TBC

Next : Masih dipikirkan

Oke oke, author tahu ini sangat gaje.

Lemonnya juga kurang HOT kan huhuhu

Thanks to :

Riszaaa, needtexotic, Shin Min Hwa, Minerva Huang, Soobaby1213, Lee Dong Hwa, , , Qhia503, onix hangel, Summer Jung, Hisayuchi, firah, 13ginger, Gaemgyu315, Raichi Lee SangJin ELF, KecoaLaut, ayulopetyas11, NicKyun, BabySuLayDo, AngelGie HantaoRis, MyJonggie, BaekRen, Anyta, Baekdotaoshiper, Mrs Kim siFujoshi, meyy-chaan, Shin SeungGi, YuniNJ, Kim Ri Ha, blackwhite28, mr. Pervert, Brigitta Bukan Brigittiw, Septaaa, ajib4ff, cassieYJS, AiuuRyeong9, sarly sunarsih, nauranadiva, Volum48, Fly21, HunHan's Wife, Rindaesung0910, Kopi Luwak, vickykezia23, Reyna Lee, hyouriiee, AndrieneEgrika, ChanChan.

Thank you so Much *deep bow* I love u all readers #hug

Mind to Review again?