Hello minna, untuk chap 10 ini kayaknya jangka up-datenya 2 minggu lebih. Haha salah satu rekor fantastis.
Trio Riuricky : Untuk nama Tamamo sendiri diambil dari mitos Jepang (Tamamo no Mae). Klo g salah, Tamamo no Mae adalah geisha dbawah kekaisaran Konoe, dan dikatakan dia adalah wanita paling cantik dan cerdas dinegerinya
Kuroyuki Kitsune : Untuk 4 orang yang ikut dg Naruto? Baiklah, ini bocorannya. Sasuke, Yami, Tamamo, dan Jiraiya sebagai pembimbing yg akan menularkan sifat mesumnya…..
LadySaphireBlue : Naruto disini tidak hanya memikirkan cita-cita, teman dan juga tujuannya, tapi juga Desa sebagai salah satu privasi utamanya, menjaga ketentraman dan kedamaian warga sipil adalah salah satu tugas shinobi, walaupun harus menyebarkan berita palsu, dan disini juga Naruto adalah sosok yang sudah hidup dalam tata cara shinobi, rasanya aneh saja jika tujuan dan visi, misi, cita-cita dan privasinya mudah terbongkar
Arisa Akutagawa : Tentu saja kalo soal kekuatan, Akatsuki masih berada diatas Naruto. Maklum, Naruto kan masih genin. Dan soal gadis misterius, kyaknya sebagian reviewer's dan reader's udah pada tahu
NamikazeKevinnn : Mungkin dan sebagian besar iya. Hehe, tentu saja karena pair-nya juga Naruto x Femkyuubi
Jika ada yang masih bingung mengenai ch kemarin (ch 9), chapter tersebut merupakan flashback dari ch 8. Sebelum pertemuan Naruto dengan Itachi.
Summary : Naruto adalah shinobi yang jenius bahkan menyamai ayahnya, tetapi tidak ada seorang pun yang menyadarinya
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : Naruto x FemKyuubi
Genre : Adventure
Dan satu lagi, for this chap without action
ORANGE NINJA
Waktu sudah menunjukkan kurang lebih pukul 22.00 dan sekarang Naruto sudah berada di apartemennya. Entah apa yang dipikirkannya sekarang, namun terlihat raut cemas diwajahnya, walaupun itu hanya terlihat sekilas. Naruto segera bergegas menuju kamar mandinya, tapi langkahnya terhenti karena merasa ada seseorang selain dirinya didalam apartemen kecil miliknya.
"Tidak biasanya kau berlatih sampai larut malam seperti ini?" ucap seseorang dari arah belakangnya. Naruto tidak perlu menengok untuk melihat siapa, karena dari nada bicaranya saja ia sudah bisa mengetahui siapa sosok yang berdiri dibelakangnya
"Entahlah, aku hanya merasa tidak bisa tidur akhir-akhir ini"
Sosok itu yang diketahui adalah Tamamo berjalan mendekat ke arah Naruto lalu membalikkan tubuh si pemuda pirang tersebut sehingga kini mereka saling menatap dalam jarak yang cukup dekat. Tanpa sepengetahuan Naruto, Tamamo sudah melingkarkan tangannya dileher pemuda itu dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah ciuman singkat.
"Apa maksudnya ini?" ucap Naruto meminta penjelasan setelah jarak mereka berdua sudah cukup jauh
"Anggap saja sebagai hutang yang telah kulunasi, lagipula aku tidak mau mencium seseorang yang sedang berbohong" balasnya dengan senyum yang sama yang masih melekat dibibirnya
Setelah itu, Tamamo langsung menghilang dari hadapan Naruto, sedangkan yang bersangkutan kembali melanjutkan acaranya yang sempat tertunda, yaitu pergi mandi.
Di hari berikutnya, Naruto bangun cukup pagi, ia merenggangkan otot-ototnya lalu pergi mandi, dan setelahnya Naruto menyempatkan diri untuk mampir ke Ichiraku Ramen. Ia tidak mau kejadian-kejadian sebelumnya terulang kembali. Setelah selesai, Naruto langsung pergi ke Valley of The End, disana ia langsung menenangkan diri, mencoba memasuki bagian terdalam dari dirinya.
Kini Naruto berada disebuah tempat dimana pohon-pohon setinggi empat puluh meter menjulang tinggi menghadap angkasa yang berhiaskan aurora dan dengan diameter yang berkisar antara lima sampai delapan meter, membuat pohon-pohon tersebut terlihat semakin kokoh berdiri.
"Apa kau sudah tahu orang yang kumaksud?" seru seseorang dari sebelah kiri Naruto yang berdiri diatas sebuah dahan pohon
"Kurasa iya" balas Naruto dengan tenang, tapi terlihat raut serius yang kini tergambar diwajahnya
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Yami Naruto
Belum sempat Naruto akan membalas perkataan Yami Naruto, ia sudah merasakan Killing Intent yang besar bersamaan dengan datangnya seorang perempuan yang sudah dikenalnya.
"Bolehkah aku ikut dalam pembicaraan ini?" ucapnya dengan senyum manis seperti biasanya, namun kali ini terkesan sinis
"Sudah kuduga ada yang tidak beres denganmu" ucap Naruto
"Oh ya? Menurutku tidak ada yang aneh dengan sikapku ini. Lagipula, memangnya sejak kapan kau mulai curiga padaku?" Tanya Tamamo
"Saat kau mengatakan kalau kau menyukaiku, rasanya aneh saja jika kalimat itu yang keluar dari mulutmu. Sejak saat itu, aku merasa ada yang aneh denganmu"
"Lalu, apa alasan kenapa kau menuduhku sebagai pencipta Yami Naruto?"
"Untuk beberapa alasan, kau adalah satu-satunya yang mendapat perlakuan khusus darinya. Sepertinya, ia menempatkanmu pada posisi dimana ia sangat menghormatimu. Dalam beberapa kesempatan saat ia mengambil alih tubuhku seperti misi di Namo no Kuni, ia berbicara denganmu seperti bukan dirinya saja. Ya, ini memang pendapatku, tapi aku juga tidak yakin dengan pendapatku" ucap Naruto
"Dua belas tahun lalu saat aku menyerang Konoha, Yondaime hokage-lah yang melawanku. Kupikir ia adalah orang yang benar-benar bodoh karena telah menyegelku didalam tubuh anaknya sendiri. Tapi dilain pihak, ia adalah orang pertama yang menganggapku seperti anak kecil pada umumnya. Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya saat itu, ia hanya mengatakan kalau ia ingin menjadikanmu sebagai pahlawan Konoha, aku hanya bisa mencaci maki tentang argument yang ia keluarkan pada saat itu. Bagaimana pun aku sudah hidup ratusan tahun, aku mengerti betul bagaimana sifat dan ketamakan manusia. Akhirnya, setelah lima tahun sesudah kelahiranmu, hakke fuin yang dipasang Yondaime hokage melemah dan itu membuatku lebih leluasa untuk masuk ke dalam dirimu. Disana aku menemukan sisi gelap dari kebencianmu terhadap Konoha, lalu aku memberikan sebagian chakra-ku padanya, dan akhirnya terlahirlah Yami Naruto. Tujuanku menciptakan Yami Naruto adalah sebagai perwakilanku karena aku tidak bisa keluar dari tubuhmu. Tapi seiring berjalannya waktu, segel yang dipasang ayahmu semakin melemah dan aku pun bisa menyesuaikan chakra-ku sehingga dapat membentuk clone untuk dapat keluar dari tubuhmu. Kupikir Yami Naruto bisa mengalahkanmu dipertarungan sebelumnya dan menjatuhkanmu dalam kegelapan sehingga aku bisa bebas sepenuhnya, tapi hasilnya malah diluar perkiraanku" Jelas Tamamo dengan rasa bersalah yang tentunya hanyalah bagian dari aktingnya
"Kami berdua memang bersemayam didalam tubuhmu, tapi masing-masing dari kami memiliki tujuan tersendiri. Jika tujuannya adalah keluar dari tubuh jinchuuriki -nya, maka tujuanku adalah mengambil alih tubuhmu dan mendapatkan kebebasanku yang sebenarnya. Tapi setelah kalah darimu, kau adalah master-ku" sanggah Yami Naruto
"Menarik, kita hidup didalam tubuh yang sama. Tapi kenyataannya kita saling membohongi hanya untuk memenuhi ego masing-masing. Akting kalian berdua benar-benar hebat, jadi selama dua belas tahun ini kita hidup dalam kebohongan, saling membohongi satu sama lain" seru Naruto
Tidak ada yang berkata maupun yang menyanggah setelahnya, mereka bertiga larut dalam pikirannya masing-masing. Jika dipikir-pikir, ini memang seperti ironi, seseorang yang sudah menemanimu hidup sejak kau dilahirkan. Tapi dia malah menikammu dari belakang, namun Naruto juga tidak bisa marah, karena selama ini ia juga hidup dalam kebohongan. Memanfaatkan dua makhluk yang bersemayam didalam tubuhnya untuk mewujudkan idealism-nya, bisa dibilang ia juga memang egois. Setelah mendapatkan perlakuan buruk dan dikucilkan oleh penduduk desanya sendiri. Naruto mulai berpikir untuk mewujudkan idealism-nya sendiri, menghilangkan berbagai bentuk diskriminasi dan menjunjung persamaan hak merupakan salah satu tujuan utama Naruto. Namun ia juga sadar, untuk mengubah suatu tatanan kelompok apalagi dalam skala besar seperti komunitas, diperlukan lebih dari tekad dan keyakinan untuk dapat merubahnya, dan Naruto tahu betul apa yang menjadi kekurangannya. Ia butuh kekuatan untuk dapat melakukannya, maka tidak ada jalan lain bagi Naruto selain memanfaatkan dua sumber kekuatan didalam dirinya.
"Jadi, hubungan kita selama ini juga adalah kebohongan?" Tanya Naruto
"Apa sekarang kau telah benar-benar menyukaiku? Aku tidak keberatan kok untuk kembali memulainya dari awal. Tapi…
Yang terlihat bukan lagi senyuman manis yang sudah dikenalnya, melainkan sebuah senyuman ganjil yang terkesan horror.
… kau pikir aku akan benar-benar melakukannya. Aku adalah Tamamo, sang Kyuubi no Kitsune. Jangan kau kira aku akan dengan mudah jatuh hati pada manusia lemah sepertimu" serunya
"Sudah kuduga itu jawabannya, dasar rubah sombong" balas Naruto
Perlahan Naruto menghela nafas mencoba menenangkan dirinya sendiri sambil menatap sesosok gadis didepannya tanpa ekspresi. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah kanan, dimana sisi gelapnya berada.
"Sudah kubilangkan untuk berhati-hati terhadapnya, King" ucap Yami Naruto sambil memperhatikan dua makhluk berbeda gender tersebut
"Ya, aku lupa. Lalu apa yang akan kita lakukan, apa kita harus bertarung dengannya?" balas Naruto
"Jangan bodoh, kita takkan mungkin menang melawannya"
Sedangkan Tamamo hanya memperhatikan blonde couple tersebut dengan tatapan aneh, dia merasa ini bukan hal yang benar. Bagaimana pun dia sudah mengenal mereka berdua dalam jangka waktu yang cukup lama, walau dalam kebohongan. Yah, hidup selama ratusan tahun sendirian membuat hatinya tertutup dan bukannya dia tidak mau memiliki hubungan dengan dua orang tersebut. Hanya saja hatinya masih terasa beku untuk menerima kehadiran seseorang.
"Hei kalian berdua! Aku rasa pembicaraan ini tidak ada artinya. Walau berlanjut pada pertarungan sekalipun, itu tidak akan ada gunanya, karena masing-masing dari kita sudah tahu siapa pemenangnya" ucap Tamamo diakhiri dengan evil smile
"Tch" Yami Naruto hanya bisa mengumpat, walau memang ini adalah faktanya, tapi ia tidak suka dengan keadaan ini.
"Bagaimana kalau kita memulainya dari awal lagi" ucap Naruto tiba-tiba
"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud, tapi sepertinya akan menyenangkan juga jika semuanya kembali dari awal" sanggah Yami Naruto dengan evil smirk-nya
"Maksudku, masing-masing dari kita tidak boleh mencampuri urusan satu sama lain, begitu juga sebaliknya. Ini hanya pendapatku saja, tapi kurasa inilah yang terbaik" ujar Naruto
"Tidak ada salahnya, kurasa aku bisa tidur kembali dengan tenang" seru Tamamo kemudian menghilang dari hadapan Naruto dan Yami Naruto
"Kupikir, alasannya menciptakanku tidak hanya untuk memenuhi ambisinya saja. Tapi sebagiannya juga untuk melindungimu" ucap Yami Naruto lalu menghilang juga dari pandangan Naruto
Perlahan Naruto membuka matanya, tanda bahwa ia sudah keluar dari dunia batinnya. Tidak ada yang dilakukannya setelah itu, ia hanya berdiam diri untuk beberapa saat, terlalu banyak hal yang dipikirkan oleh otaknya. Apalagi setelah kejadian tadi, ia merasa tidak memiliki seseorang yang benar-benar bisa dipercayai. Rencana yang sudah tersusun rapi didalam otaknya, sekarang menjadi berantakan.
Saat ini Naruto sedang berjalan tanpa arah dijalanan Konoha, ia benar-benar tidak tahu mau kemana sekarang, yang bisa dilakukannya hanya melangkahkan kakinya demi untuk menghibur diri. Namun, Naruto mulai menghentikan langkahnya, ia memiliki cukup alasan melakukan ini, mengalihkan perhatiannya pada orang-orang yang berlalu lalang disekitarnya, mereka terlihat bahagia dengan keluarga atau pun kerabat dekatnya. Dan kini Naruto sadar akan satu hal, ternyata selama ini ia memang selalu sendiri, ia menghela nafas kemudian melanjutkan langkahnya diantara kerumunan orang-orang disekitarnya. Tanpa sadar, kakinya telah membawanya ke suatu tempat yang bahkan tidak pernah terpikirkan dalam benaknya, Onsen. Ia sendiri juga tidak tahu kenapa bisa sampai ke tempat ini, dan akhirnya Naruto masuk ke dalam, ia hanya melihat-lihat isi dari Onsen tersebut hingga tatapannya berhenti pada sosok yang cukup akrab baginya, Jiraiya yang merupakan salah satu dari trio sannin Konoha.
"Apa yang sedang kau lakukan disini, ero sennin?" Tanya Naruto sambil mendekati lelaki tua tersebut
"Oh, rupanya kau Naruto. Aku sedang mencari inspirasi untuk novel terbaruku" balas Jiraiya tanpa menoleh sedikit pun pada lawan bicaranya
"Maksudmu, inspirasi untuk novel pornomu selanjutnya" terka Naruto
Kali ini Jiraiya menoleh pada Naruto dengan tatapan tajamnya
"Kau tidak akan pernah mengerti tentang keindahan wanita, dasar bocah" seru Jiraiya kembali pada kegiatan awalnya
"Maksudmu, keindahan tubuh wanita" sanggah Naruto
"Tch, seperti kau sudah pernah melihatnya saja" ucap Jiraiya mengejek
"Kau pikir hanya kau saja yang pergi ke Onsen dengan tujuan melihat sekelompok perempuan sedang mandi" balas Naruto sambil membanggakan dirinya
"Ja-jadi, kau s-sudah pernah melihatnya juga" seru Jiraiya yang tidak bisa menyembunyikan raut keterkejutan diwajahnya
"Ya"
"LALU KENAPA KAU TIDAK MENGAJAKKU"
"Salahmu sendiri karena tidak pernah ada di Konoha" hanya itu kalimat balasan dari Naruto
Tidak terasa, pagi hari yang cerah sudah digantikan oleh siang hari yang bermandikan terik matahari, dan sekarang Naruto beserta Jiraiya sedang berada di Ichiraku Ramen untuk makan siang.
"Kau terlihat murung, apa ada masalah?" tanya Jiraiya disela memakan ramen-nya
"Ya, tapi ini masalah pribadi. Lagipula bukan masalah besar" balas Naruto
"Kalau begitu, cepat habiskan ramen-mu dan ikut aku setelah ini!" sanggah Jiraiya
Setelah membayar dengan uang yang cukup, Jiraiya mengajak Naruto menyusuri jalanan Konoha yang ramai oleh warga sipil.
"Kudengar kau dan tim-mu mengikuti chuunin exam" ucap Jiraiya membuka pembicaraan
"Ya"
"Aku hanya bisa berharap semoga kau dan tim-mu sukses"
"Terima kasih"
"Sama-sama, hanya itu yang bisa kulakukan" yang terlihat oleh Naruto bukan lagi senyuman mesum, melainkan sebuah senyuman tulus
"Kau akan pergi lagi?" Tanya Naruto
"Tentu saja, karena urusanku belum selesai"
"Semoga beruntung"
"Ya"
Percakapan singkat itu berakhir, dan Jiraiya kembali meninggalkan Konoha untuk melanjutkan misinya, dan mungkin juga untuk mencari inspirasi lain tentang novel terbarunya. Sedangkan Naruto lebih memilih untuk pulang, menurutnya persiapan untuk chuunin exam tahap keempat sudah lebih dari cukup.
Di lain tempat,
Sasuke masih terus berlatih untuk menyempurnakan teknik chidori-nya, baginya ini adalah batu loncatan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Tapi apa daya, raiton memang menguras chakra penggunanya, namun akhirnya ia dapat melakukannya juga.
"Akhirnya berhasil, dan kau yang disana. Cepat keluar!" ucap Sasuke sambil melihat ke arah batu disebelah kirinya. Tepatnya, sosok yang berada dibaliknya.
"Jadi kau sudah mengetahuinya dari awal?" Tanya sosok tersebut
"Kau memang menyembunyikan chakra-mu, tapi hawa membunuhmu itu sangat jelas terasa" balas Sasuke
"Kau memiliki mata yang sama denganku, mata yang penuh akan dendam dan kebencian, mata yang haus akan kekuatan dan kekuasaan. Itulah mengapa aku memilihmu sebagai lawan yang pantas untukku" ucap sosok tersebut yang diketahui adalah Gaara
"Terserah kau saja, aku tidak peduli dengan semua perkataanmu. Siapa pun lawan yang kuhadapi, walaupun levelnya berada diatasku, pasti akan kukalahkan" balas Sasuke kemudian menghilang dari hadapan Gaara begitu saja
Jujur saja, perkataan Sasuke barusan masih terngiang dibenak Gaara. Saat ini ia sedang melangkahkan kakinya sambil sesekali melihat orang-orang disekitar lewat sudut matanya yang menurutnya sama saja, 'munafik'. Ya, mereka sama saja dengan orang-orang didesanya yang menganggapnya tidak lebih dari seekor monster pembunuh. Terlihat beberapa warga Konoha menyapanya, namun selalu diacuhkan Gaara. Baginya, tidak orang yang ia percayai didunia ini, kecuali dirinya sendiri.
Namun langkah Gaara terhenti saat merasa ada seseorang yang menabraknya entah dengan sengaja atau tidak, ia menatap sosok tersebut yang ternyata memiliki rambut pirang yang diketahuinya sebagai Uzumaki Naruto.
"Maaf" hanya itu yang dikatakan Naruto kemudian pergi meninggalkan Gaara begitu saja
Tidak ada perubahan ekspresi apapun diwajah Gaara, ia hanya sekilas menatap sosok uzumaki tersebut, lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Tidak lama lagi langkah kakinya akan membawanya sampai ke tempat tujuannya, Rumah Sakit Konoha. Ada seseorang yang ingin ia temui sekaligus ingin ia habisi saat ini juga, seseorang yang bisa membuatnya sampai mengeluarkan ekspresinya yang bahkan tidak pernah ia perlihatkan kepada siapa pun, termasuk pada dua saudaranya. Rumah Sakit Konoha sudah berada dihadapannya, namun untuk kedua kalinya ia merasa ada seseorang yang kembali menabraknya, dan kali ini Gaara yakin bahwa orang tersebut memang sengaja melakukannya.
"Kau taruh dimana mata pandamu itu, brengsek"
Gaara hanya diam sambil melihat sosok yang berada dihadapannya, ia yakin kalau sosok tersebut sudah pernah melakukan hal ini barusan. Walau mencoba mencari keganjilan dalam dirinya, namun Gaara yakin sosok berambut pirang tersebut bukanlah sebuah clone, yang membedakannya hanya matanya yang terlihat redup.
"Berhati-hatilah terhadap orang yang akan kau lawan nanti" ucapnya kemudian pergi meninggalkan Gaara yang masih mematung, sekilas ia merasakan killing intent yang besar dari sosok berambut pirang tersebut.
…
Tinggal satu minggu lagi sebelum chuunin exam tahap ke empat dimulai dan yang dilakukan Naruto hanya bermalas-malasan diatas futon-nya, baginya sudah tidak ada lagi yang dapat dilakukannya, membuat kartu AS baru untuk chuunin exam nanti sudah tidak mungkin. Dalam waktu satu bulan yang diberikan Hokage kepada semua peserta chuunin exam yang masih tersisa, yang dilakukan Naruto adalah melakukan kegiatan seperti biasa dengan diselingi latihan pada empat hari pertama, melakukan latihan yang sesungguhnya pada sepuluh hari berikutnya, dan tidak melakukan apapun pada dua minggu terakhir.
Seperti biasa, hari ini Naruto pergi ke Ichiraku Ramen untuk sarapan pagi, baginya tidak ada makanan lain yang bisa mengalahkan kelezatan ramen di tempat ini. Selama ini pula tidak terjadi interaksi antara Naruto, Yami Naruto, dan Tamamo. Sudah delapan belas hari mereka tidak berinteraksi, bahkan bertegur sapa pun tidak. Namun Naruto tidak memikirkan itu semua, karena yang ada dalam pikirannya sekarang adalah secepatnya menyelesaikan chuunin exam dan terus berfokus pada tujuan awalnya.
'Aku tidak peduli apapun, tapi jika kalian berdua mengahalangi jalanku. Aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkan kalian' ucap Naruto dalam hati
Walau suara hatinya yang keluar, tapi tidak dapat dipungkiri kalau dua makhluk yang bersemayam didalam dirinya pun bisa mendengarnya.
Jauh didalam dunia batin Naruto, sosok Yami Naruto yang berdiri diatas sebuah dahan pohon hanya bisa menundukkan kepalanya, terlihat permata sapphire-nya yang redup kian meredup setelah mendengar perkataan King-nya. Tidak jauh dari tempat Yami Naruto, tepatnya 5 km dari tempatnya berdiri. Terlihat Tamamo yang duduk didahan pohon, mata vermillion yang biasanya bercahaya kini tampak redup, yang dilakukannya hanya kembali memakan apel yang ada dalam genggamannya, walau begitu terlihat senyuman ganjil yang tiba-tiba terukir diwajahnya.
Chuunin exam tahap keempat tinggal menghitung hari, para peserta sudah memiliki kartu AS-nya masing-masing, begitu juga dengan Naruto dan Sasuke. Jika saat ini Sasuke sedang berlatih untuk meningkatkan ketahanan fisiknya, maka yang dilakukan Naruto sekarang adalah mengurung diri didalam apartemennya sendiri untuk mencoba mencari ketenangan jiwa. Disaat melakukan misi atau pun hal yang berkepentingan bagi keamanan desa, ego pribadi adalah hal utama yang harus dikesampingkan. Dan Naruto yang selama ini sudah hidup dalam tata cara shinobi tentu saja paham akan hal itu, kebiasaan yang sudah tidak bisa dielakkan lagi seperti: membunuh, menghilangkan barang bukti, dan menyebarkan berita palsu demi ketentraman dan kedamaian warga sipil adalah hal yang tidak asing lagi baginya. Termasuk mengkhianati dan dikhianati teman sendiri.
Tinggal dua hari lagi menuju chuunin exam dan Naruto hanya bersantai saja, namun pikirannya sekarang entah melayang kemana. Saat ini Naruto sedang berada diatas kantor Hokage, tidak ada yang melarangnya karena ia sendiri datang dengan menyusup. Tiba-tiba datang seseorang dan menghancurkan khayalan Naruto, orang yang sangat dihormati olehnya sekaligus yang telah menularkan virus mesum padanya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Jiraiya
"Tidak ada"
"Hey, lihatlah itu!" ucap Jiraiya mengarahkan pandangannya ke arah patung hokage yang terukir dengan indahnya dibawah mentari sore hari
"Mereka adalah orang-orang yang hebat. Hebat bukan dalam arti kekuatan, melainkan dalam arti dedikasi. Tanpa mereka, kita tidak mungkin bisa seperti ini dan hidup dalam perdamaian ini. Kehidupan shinobi memang gelap, tapi jika kau bisa mencari arti dan tujuan hidupmu, kau akan menemukan titik terangnya Naruto. Tidak peduli apapun rintangan yang kau hadapi, selama kau masih memiliki kepercayaan akan kedamaian ini, semua itu bisa teratasi. Aku memang tidak tahu akan masalah yang kau hadapi sekarang ini, tapi cobalah buka hatimu dan pikirkan secara logis, semua masalah yang kau hadapi sekarang ini tidak mungkin datang begitu saja" ujar Jiraiya
"Tapi, apa yang akan kau lakukan jika kau dikhianati temanmu sendiri? Sebenarnya bukan salahnya juga sih, karena aku melakukan hal yang sama" seru Naruto
"Saat melakukan misi, kita memang harus mengesampingkan ego, mengutamakan misi, karena privasi utama adalah desa. Tapi, adakalanya kita harus menjunjung tinggi privasi kita sendiri, bukan berarti kita egois. Karena orang-orang disekeliling kita, terutama hal yang sangat berarti untukmu. Dan mungkin yang dilakukan temanmu juga untuk menjunjung privasinya, semua orang membutuhkan hak dan kebebasan yang sama, Naruto" jelas Jiraiya
"Oh begitu, terima kasih"
Didalam dunia batin Naruto, ternyata Yami Naruto dan Tamamo juga mendengarkan perkataan orang yang sering dipanggil 'ero sennin' oleh Naruto. Tidak dapat dipungkiri kalau perkataannya memang benar.
"Hmm, dan sepertinya aku belum menemukan inspirasi yang tepat untuk novel terbaruku. Soalnya wanita-wanita di Konoha hampir tidak ada yang cantik dan juga seksi" ucap Jiraiya manggut-manggut
Naruto hanya bisa sweatdrop, baru saja ia menaruh hormat yang tinggi padanya, namun sekarang rasa hormat itu sudah hilang tak bersisa.
"Jadi kau belum menemukan inspirasi untuk novel pornomu itu?"
"JANGAN MEMANGGIL HASIL KARYAKU DENGAN KATA-KATA BEJAD SEPERTI ITU, KAU TIDAK TAHU BAHWA DIBUTUHKAN KETELITIAN, PENGAMATAN YANG BAIK DAN JUGA OBJEK YANG BAGUS UNTUK MENGHASILKAN SEBUAH KARYA BERKUALITAS" ucapnya
"Tetap saja hasilnya adalah sebuah novel porno" balas Naruto
…
Sekarang Naruto telah berada di apartemennya, saatnya beristirahat untuk memulai kembali kegiatan diesok hari. Namun niatnya terhenti saat melihat sesosok gadis dihadapannya, Naruto hanya menatap dingin ke arahnya.
"Buka bajumu!" ucap gadis tersebut yang tidak lain adalah Tamamo
"Kau sudah gila, jadi sekarang kau mau melakukannya denganku" balas Naruto dengan seringai iblisnya
"Kubilang, buka bajumu!" ucapnya kembali dengan menaikkan nada suaranya, kali ini Naruto tahu bahwa dia benar-benar serius.
Naruto hanya menuruti apa yang dikatakan Tamamo, dan setelah bajunya terlepas. Terlihat banyak bekas luka sayatan yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Masih jelas dalam ingatannya, dulu saat Naruto mengobati luka-lukanya dengan usahanya sendiri.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Naruto
"Hanya melakukan hal yang sudah seharusnya kulakukan sejak dulu" jawabnya dan dia kembali mengobati luka bekas sayatan ditubuh Naruto. Kini keduanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
TBC
Sampai bertemu di next chap, dan arigatou bagi reader's dan reviewer's yang telah meninggalkan pesan dan kesannya dalam review. Oke, untuk chap selanjutnya adalah chuunin exam tahap keempat
